Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 1 TEORI EKONOMI MIKRO

NAMA : AMNAR
NIM : 022204134
UPBJJ : SAMARINDA

Batas Waktu

1. Apakah yang dimaksud dengan analisis positif dan analisis normatif? Mengapa
kita perlu membedakannya dalam analisis ekonomi?
2. Jelaskan bagaimana proses terjadinya surplus konsumen!
3. Jelaskan dengan contoh yang dimaksud dengan produksi dua output, serta
bagaimana keuntungan ekonomis dapat dicapai dari konsep tersebut!
4. Jelaskan bagaiamana efek perubahan permintaan individu dan pasar terhadap
perubahan harga!
5. Dengan menggunakan kurva produksi sama dan garis biaya sama terangkan
bagaimana keadaan berikut tercapai :
1. Meminimumkan biaya untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu.
2. Memaksimumkan produksi dengan menggunakan sejumlah tertentu biaya
yang tersedia.

JAWAB

1. Analisis positif adalah analisis yang menjelaskan hubungan sebab akibat


sedangkan Analisis normatif adalah analisis mengenai apa yang seharusnya
dilakukan, atau mengenai kebijakan yang terbaik (normatif) karena dalam
pengambilan keputusan, baik oleh swasta maupun pemerintah, pertanyaan
yang dapat diajukan tidak hanya meminta penjelasan atas gejala dan
peramalan yang dapat dibuat, tetapi juga tentang “Apa yang sebaiknya di
lakukan. Kita perlu membedakannya dalam analisi ekonomi dikarenakan
analisis positif menggambarkan dunia seperti apa adanya tanpa keinginan
untuk mengubahnya sedangkan analisis normatif menganjurkan kebijakan-
kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan.

2. Surplus konsumen terjadi jika konsumen bersediah membayar lebih tinggi harga
suatu barang dari harga sebenarnya.
Misalnya, seorang mahasiswa bersedia membayar Rp 15.000 untuk karcis konser
rock, walaupun dia seharusnya hanya membayar Rp 10.000. Sisa Rp 5.000 adalah
surplus konsumennya.

3. Produksi dua output adalah produksi yang menghasilkan barang jadi lebih dari
satu jenis atau dua macam barang. Contohnya perusahaan kendaraan bermotor
yang memproduksi mobil dan truck. Keuntungan yang didapat ketika perusahaan
memproduksi dua macam barang secara bersamaan yaitu keuntungan dalam
biaya produksi diantaranya dalam penggunaan bersama input-input atau fasilitas,
penggunaan bersama program pemasaran,atau penghematan yang mungkin
dapat dilakukan dibagian administrasi.

4. Permintaan individual : permintaan yang dilakukan oleh seorang konsumen saja.

Permintaan pasar : permintaan terhadap suatu barang di pasar pada waktu dan
harga tertentu yang dilakukan oleh sekelompok konsumen

Ketika permintaan naik sama dengan penawaran turun maka harga naik dan
kuantitas tetap. Harga ekuilibrium mengalami kenaikan yaitu dari pertemuan D1,
S1 dengan D2, S2. Kenaikan harga ekuilibrium ini dapat dipastikan mengingat
bahwa baik bertambahnya permintaan maupun berkurangnya penawaran
bertendensi mengakibatkan meningkatnya harga ekuilibrium.
Bertambahnnya permintaan bertendensi meningkatkan kuantitas ekuilibrium,
sedangkan penawaran bertendensi menurunkan kuantitas ekuilibrium. Sehingga,
karena adanya peningkatan jumlah permintaan yang sama dengan jumlah
penurunan penawaran, maka kuantitas ekuilibrium akan tetap.
Hal tersebut dapat dilihat dalam kasus peningkatan harga cabe pada saat
menjelang lebaran. Menjelang lebaran, permintaan cabe akan meningkat sehingga
mengakibatkan menurunnya penawaran cabe. Hal itu dikarenakan produsen
memiliki kuantitas yang tidak bertambah atau tetap. Permintaan yang naik,
membuat produsen ingin mendapatkan untung lebih sehingga produsen
menaikkan harga cabe.

5. untuk meminimumkan biaya agar mencapi tingkat produksi tertentu perlu di buat
garis biaya sama (isocost).Garis ini menggambarkan gabungan faktor-faktor
produksi yang dapat di peroleh dengan menggunakan sejumlah biaya
tertentu.Untuk membuat garis biaya sama data berikut di perlukan :
- Harga faktor-faktor produksi yang di gunakan
- Jumlah uang yang tersedia untuk membeli faktor-faktor produksi

Untuk hal yang kedua, dimisalkan biaya yang dibelanjakan untuk membeli per
unit modal adalah Rp 15.000, dan upah tenaga kerja per unit adalah Rp 10.000,
dan jumlah biaya produksi maksimum yang disediakan oleh produsen adalah Rp
300.000. dengan uang sebanyak Rp 300.000 produsen dapat sekiranya membeli
satu jenis faktor produksi saja, memperoleh 20 unit modal atau 30 tenaga kerja.
Garis isocost TC menggambarkan kombinasi tenaga kerja dan modal yang dapat
diperoleh dengan menggunakan uang yang tersedia. Kombinasi titik yang paling
optimum bagi perusahaan adalah menggunakan 12 modal dan 12 tenaga kerja
yaitu pada titik C, di mana di titik inilah terjadi persinggungan antara kurva
isoquant dan garis isocost