Anda di halaman 1dari 2

LPDSM: Pemerintah Aceh

Komit Berikan Beasiswa


Rabu, 7 Mei 2014 19:51 WIB

Banda Aceh, 7/5 (Antaraaceh) - Sekretaris Ketua Lembaga


Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) DR Suraiya
mengatakan Pemerintah Aceh komitmen memberikan bantuan
beasiswa kepada putra dan putri berprestasi daerah itu sebagai
upaya meningkatkan kapasitas SDM di provinsi tersebut.
"Tidak ada niat Pemerintah Aceh untuk menghentikan pemberian
beasiswa dan bantuan pendidikan kepada anak-anak Aceh.
Apalagi masalah itu telah ditetapkan dalam Qanun (Perda) Nomor
7/2012," katanya di Banda Aceh, Rabu.
Pemerintah Aceh mempercayakan kepada LPSDM sebagai pihak
penyelenggara program pemberian beasiswa baik untuk putra
dan putri Aceh yang akan melanjutkan jenjang pendidikan
misalnya S2 maupun S3 di sejumlah universitas terkenal dalam
dan luar negeri, kata dia menambahkan.
"Program beasiswa penting karena konsen pemerintah dalam
rangka meningkatkan kapasitas SDM Aceh.
Kami terus berupaya memperbaiki manajemen untuk lebih baik.
Beasiswa reguler diberikan yakni kepada siapapun yang
namanya orang Aceh sesuai yang telah ditetapkan dalam qanun
tersebut," katan dia menjelaskan.
Program beasiswa reguler untuk dalam maupun luar negeri pada
2014 diseleksi melalui online dan panitia dari LPSDM akan
melakukan verifikasi terhadap dokumen yang masuk.
Berbagai persyaratan� memperoleh beasiswa seperti Toefl 450
untuk perguruan tinggi dalam negeri dan 500 luar negeri.
Sementara persyaratan lainnya yang juga harus dipenuhi peserta
program beasiswa Pemerintah Aceh, kata Suraiya adalah minimal
memiliki IPK 3. "Semua persyaratan itu kemudian akan
diverifikasi lagi," katanya menambahkan.
Untuk program beasiswa pada tahun 2014, LPSDM telah
menyeleksi sebanyak 1.500 dari tercatat 4.000 dokumen yang
masuk. Setelah diseleksi, maka dokumen-dukomen itu bisa
tinggal sekitar 600 orang, yang selanjutnya akan dites potensi
akademik.
Dari 600 orang itu, maka setelah diseleksi oleh tim maka yang
diperlukan sebanyak 125 orang untuk program beasiswa dalam
negeri dan 75 orang akan dikirim ke sejumlah universitas ternama
di luar negeri, katanya menyebutkan.
"Itu semua untuk program beasiswa reguler. LPSDM juga
mengelola program beasiswa prestasi, fakir miskin serta jalur
pengembangan daerah.
Tim seleksi melakukan tugasnya secara terbuka dan tidak ada
KKN dalam rekrutmen penerima manfaat," kata Suraiya
menjelaskan.
Dipihak lain, ia mengatakan LPSDM atau Pemerintah Aceh tidak
melakukan kontrak dengan para siswa penerima program
beasiswa.
Namun yang diperlukan adalah mendidik penerima manfaat
tentang etika dan moral, sehingga mereka tetap terikat membantu
Aceh setelah menyelesaikan pendidikanya.
"Tidak benar juga jika penerima program beasiswa akan menjadi
PNS setelah menyelesaikan pendidikannya. Sebab, tujuan
pemberian beasiswa itu untuk mendidik agar anak Aceh mandiri,
tidak hanya sebagai PNS," kata Suraiya menjelaskan.