Anda di halaman 1dari 22

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

A. Topik
Instalasi Listrik Rumah Tinggal Sederhana

B. Kompetensi Dasar
1. Merangkai instalasi rumah tinggal yang meliputi KWH meter, MCB, stop kontak
dan sakelar tukar sebagai sakelar hotel yang dibedakan menjadi 2 group.
2. Menyambung kabel pada kontak sambung (Sambungan ekor babi)
3. Menguji tahanan isolasi pada rangkaian instalasi rumah tinggal
4. Menguji fungsi dari tiap-tiap komponen instalasi listrik rumah tinggal sederhana
sesuai dengan prinsip kerjanya.

C. Petunjuk Kerja
1. Job praktek ini harus dilaksanakan pada papan praktek yang sudah disediakan
2. Membuat gambar pelaksanaan yang akan dilaksanakan berdasarkan diagram satu
garis yang ada dan konsultasikan pada dosen pengajar
3. Mengisi blangko peminjaman alat dan bahan sebagai syarat peminjaman
4. Perhatikan keselamatan kerja dan jaga tata tertib selama melakukan praktek
5. Ikuti prosedur kerja seperti yang disarankan oleh dosen pengajar
6. Evaluasi pembelajaran dilakukan by process and result.

D. Alat dan Bahan


 Alat

1. Tang pengupas ............................................ 1buah


2. Tang lancip.................................................. 1buah
3. Tang kombinasi ........................................... 1buah
4. Tang pemotong .......................................... 1buah
5. Cutter .......................................................... 1buah
6. Obeng +....................................................... 1buah
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

7. Obeng – ....................................................... 1buah


8. Multimete .................................................... 1buah
9. Megger ........................................................ 1buah

 Bahan

1. Stop kontak.............................................. 1buah


2. Sakelar tukar............................................ 2buah
3. Lampu pijar.............................................. 1buah
4. MCB 1phase............................................ 2buah
5. Kabel NYA ukuran 1,5 dan 2,5mm2....... secukupnya
6. Isolasi kabel listrik................................... secukupnya
7. lasdop....................................................... secukupnya

E. Keselamatan Kerja

1. Sebelum memulai praktek, mahasiswa harus mengetahui tata tertib ruang praktel
Bengkel Instalasi Listrik
2. Gunakan pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktek
3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum sebelum melakkukan praktek
4. Badakan antara warna kabel antara kabel fasa, netral, dan grounding (pemakaian
kabel harus sesuai dengan warna setandart yang telah ditentukan dalam puil 2000)
5. Gunakan alat sesuai fungsinya
6. Perhatikan dan jangan main-main terhadap test tahanan isolasi (Megger), karena
tegangan yang dihasilkan mampu mencapai 500 VOLT
7. Pastikan semua instalasi tidak terpasang beban saat menguji dan mengukur
tahanan isolasi
8. Jika ada kesulitan saat menjalani praktik, konsultasikan pada dosen pembimbing
atau teknisi.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

F. Langkah Kerja
1. Sebelum melakukan praktek, memberikan jumlah kabel pada diagram satu garis
yang terlampir dan gambarlah diagram pelaksanaan terlebih dahulu.
2. Setelah memberi jumlah kabel pada diagram 1 garis dan menggambar diagram
pelaksanaan, konsultasikan pada dosen pembimbing atau taknisis.
3. Setelah disetujui lanjut ke langkah 4 jika belum disetujui maka ulangi langkah 1
dan 2.
4. Siapkan alat dan bahan praktek yang diperlukan.
5. Kalkulasi kebutuhan praktek yang diperlukan
6. Periksa alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua alat dan bahan
yang dibutuhkan dalam keadaan baik.
7. Selalu perhatikan keselamatan kerja saat praktek
8. Pasanglah kabel listrik yang diperlukan kedalam pipa conduit.
9. Rangkailah instalasi kelistrikan sesuai gambar pelaksanaan yang telah dibuat.
10. Sambunglah semua kabel yang melalui kontak sambung.
11. Setelah selesai periksakan pada dosen pembimbing.
12. Lakukan uji tahanan isolasi pada rangkain yang anda buat dengan menggunakan
alat ukur tahanan isolasi (megger)
13. Uji tiap-tiap komponen instalasi listrik yang telah dipasang.
14. Rapikan hasil pekerjaan instalasi listrik yang telah dipasang.
15. Laporkan hasil pekerjaan anda kepada dosen pembimbing untuk dinilai
16. Setelah selesai, bersihkan pekerjaan dan juga alat dan bahan pada tempaat.

G. Dasar Teori
1. Kabel listrik
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel
listrik terdiri dari isolator dan konduktor. Isolator di sini adalah bahan pembungkus
kabel yang biasanya terbuat dari bahan thermoplastik atau thermosetting,
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

sedangkan konduktornya terbuat dari bahan tembaga ataupun aluminium. Adapun


macam- macam kabel listrik yang digunakan dalam praktek adalah sebagai berikut:
 Kabel NYA
Kabel jenis ini di gunakan untuk instalasi rumah dan dalam instalasi rumah
yang sering di gunakan adalah NYA dengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2,
yang berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC Kode warna isolasi ada
warna merah, kuning, biru dan hitam. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis
sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan
mudah digigit tikus. Agar aman jika menggunakan kabel tipe ini lebih baik
kabel dipasang di dalam pipa atau saluran penutup, karena selain tidak bisa
diganggu oleh hewan pengerat dan tidak terkenah air, juga apabila ada
isolasi yang terkelupas (terbuka) tidak bisa tersentuh langsung oleh
manusia.
 Kabel NYM
\ Kabel ini dirancang untuk instalasi tetap di dalam tanah yang dimana
harus tetap diberikan perlindungan khusus (misalnya duct, pipa PVC atau
pipa besi). Kabel protodur tanpa sarung logam. Instalasi bisa ditempatkan
di dalam dan di luar ruangan, dalam kondisi lembab ataupun kering,
memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3
atau 4. Dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM
(harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang
terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.

2. Stop kontak dan steker


a) Stop kontak
Stop kontak merupakan material instalasi listrik yang berfungsi sebagai
muara penghubung antara arus listrik dengan peralatan listrik. Di bawah ini
adalah gambar stop kontak out bow yang dipasang di luar tebok (tidak ditanam
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

di dalam tembok) dan memiliki beberapa colokan sehingga sering disebut


terminal.

Gambar. Stop kontak out bow

Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik


yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik.
Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan
steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak.

Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua


macam, yaitu:
- Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang
berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik
melalui steker yang juga berjenis kecil.
- Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang
dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang
berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang
lebih besar.

 Jenis-jenis stop kontak


Menurut World Standards, setidaknya terdapat 15 jenis outlet listrik
(stopkontak) yang umumnya digunakan oleh negara di berbagai belahan dunia.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Penentuan jenis masing-masing stopkontak telah ditetapkan dalam surat oleh


US Department of Commerce International Trade Administration (ITA). Jenis
stopkontak juga diurutkan sesuai alphabet, dari A, B, C, hingga seterusnya.

Gambar. Jenis jenis stop kontak

 Cara Memasang stop kontak

Langkah-langkah :

1. Tentukan posisi di mana stop kontak akan dipasang di dinding. Jarak


minimal stop kontak dari lantai yang aman adalah 30 cm. Tandai posisi
tersebut menggunakan pensil. Kemudian tandai pula jalur pemasangan
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

kabel dari sumber listrik ke lokasi stop kontak. Jalur ini nantinya
berguna sebagai tempat penanaman pipa di dalam dinding.
2. Kini saatnya melakukan pembobokan dinding. Proses ini lumayan
membutuhkan tenaga ekstra karena Anda harus membuat lubang di
dalam tembok yang kedalamannya sesuai dengan pipa dan tedus.
3. Setelah dinding berhasil dibobok sesuai dimensi pipa dan tedus,
sekarang waktunya untuk memasang kedua komponen ini. Pastikan
sumber listrik sudah dalam keadaan off. Ambil kabel lalu sambungkan
dengan sumber listrik dari kabel terdekat. Jangan lupa tutup sambungan
kabelnya menggunakan isolasi.
4. Pipa sebaiknya dirangkai terlebih dahulu hingga panjang dan bentuknya
sudah pas. Kemudian kabel yang sudah tersambung dengan sumber
listrik tadi dimasukkan ke dalam pipa. Pastikan masih ada ujung kabel di
ujung pipa. Ujung kabel ini nantinya akan dihubungkan ke stop kontak.
Selanjutnya letakkan pipa tersebut ke dalam lubang dinding. Tahan
posisinya menggunakan beberapa paku.
5. Setelah itu, masukkan pula tedus ke dalam lubang posisinya di dinding.
Sumpal tedus tersebut menggunakan kertas yang diremas-remas agar
tidak kotor oleh adonan plesteran beton.
6. Buatlah adonan plesteran beton. Tambal kembali seluruh lubang dinding
yang sebelumnya dibuat untuk jalur instalasi listrik. Pastikan semua pipa
tertutup penuh oleh plesteran. Adonan plesteran cukup diaplikasikan di
sepanjang pipa terlebih dahulu. Tunggu selama beberapa saat agar
plesteran tersebut mengering.
7. Setelah plesteran dinding sudah kering, Anda bisa membuka kertas yang
menutupi tedus. Ambil stop kontak, lalu buka baut yang ada di
belakangnya. Sambungkan kutub positif pada kontak dengan kabel
positif serta kutub negatif dengan kabel negatif. Ambil seutas kabel lagi
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

untuk menghubungkan titik ground ke dalam tembok. Lindungi


sambungan kabel ini memakai isolasi.
8. Lakukan pengetesan apakah listrik sudah mengalir ke stop kontak
dengan cara menyalakan sumber listrik. Lalu tempelkan ujung tespen ke
kutub positif atau kutub negatif pada stop kontak. Jika lampu di tespen
menyala artinya listrik sudah tersambung dengan baik. Jangan lupa
matikan kembali sumber listrik tersebut sebelum berlanjut ke proses
instalasi berikutnya.
9. Setelah semua kabel sudah terpasang pada posisinya, Anda bisa
memasukkan bagian belakang stop kontak ke dalam tedus. Tahan posisi
stop kontak ini dengan mengencangkan kedua sekrup yang
melengkapinya.
10. Tutupi stop kontak menggunakan selembar kertas yang ditahan oleh
isolasi. Terapkan adonan plester di sekitar stop kontak hingga menutupi
semua lubang yang ada di sekelilingnya. Pastikan adonan tersebut
memiliki permukaan yang rata. Biarkan adonan plester mengering
sempurna selama 6-8 jam. Barulah kemudian Anda bisa menggunakan
stop kontak ini.

3. Lampu pijar
Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui
penyaluran arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan
cahaya. Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi udara untuk
berhubungan dengannya sehingga filamen tidak akan langsung rusak
akibat teroksidasi.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Gambar. Lampu pijar

Lampu pijar dipasarkan dalam berbagai macam bentuk dan tersedia untuk
tegangan (voltase) kerja yang bervariasi dari mulai 1,25 volt hingga 300
volt. Energilistrik yang diperlukan lampu pijar untuk menghasilkan cahaya yang
terang lebih besar dibandingkan dengan sumber cahaya buatan lainnya
seperti lampu pendar dandioda cahaya, maka secara bertahap pada beberapa negara
peredaran lampu pijar mulai dibatasi.

Di samping memanfaatkan cahaya yang dihasilkan, beberapa penggunaan


lampu pijar lebih memanfaatkan panas yang dihasilkan, contohnya adalah pemanas
kandang ayam, dan pemanas inframerah dalam proses pemanasan di bidang
industri.

Pengembangan lampu pijar sudah dimulai pada awal abad XIX. Sejarah lampu
pijar dapat dikatakan telah dimulai dengan ditemukannya tumpukan
voltaoleh Alessandro Volta. Pada tahun 1802, Sir Humphry Davy menunjukkan
bahwa arus listrik dapat memanaskan seuntai logam tipis hingga menyala putih.
Lalu, pada tahun 1820, Warren De la Rue merancang sebuah lampu dengan cara
menempatkan sebuah kumparan logam mulia platina di dalam sebuah tabung lalu
mengalirkan arus listrik melaluinya. Hanya saja, harga logam platina yang sangat
tinggi menghalangi pendayagunaan penemuan ini lebih lanjut. Elemen karbonjuga
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

sempat digunakan, namun karbon dengan cepat dapat teroksidasi di udara; oleh
karena itu, jawabannya adalah dengan menempatkan elemen dalam vakum.

Konstruksi

Komponen utama dari lampu pijar adalah bola lampu yang terbuat dari kaca,
filamen yang terbuat dari wolfram, dasar lampu yang terdiri dari filamen, bola
lampu, gas pengisi, dan kaki lampu.

1. Bola lampu
2. Gas bertekanan rendah (argon, neon, nitrogen)
3. Filamen wolfram
4. Kawat penghubung ke kaki tengah
5. Kawat penghubung ke ulir
6. Kawat penyangga
7. Kaca penyangga
8. Kontak listrik di ulir
9. Sekrup ulir
10. Isolator
11. Kontak listrik di kaki tengah

Bola lampu

Selubung gelas yang menutup rapat filamen suatu lampu pijar disebut dengan
bola lampu. Macam-macam bentuk bola lampu antara lain adalah bentuk bola,
bentuk jamur, bentuk lilin, dan bentuk lustre.Warna bola lampu antara lain yaitu
bening, warna susu atau buram, dan warna merah, hijau, biru, atau kuning.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Gas pengisi

Pada awalnya bagian dalam bola lampu pijar dibuat hampa udara namun
belakangan diisi dengan gas mulia bertekanan rendah seperti argon, neon, kripton,
danxenon atau gas yang bersifat tidak reaktif seperti nitrogen sehingga filamen
tidak teroksidasi. Konstruksi lampu halogen juga menggunakan prinsip yang sama
dengan lampu pijar biasa, perbedaannya terletak pada gas halogen yang digunakan
untuk mengisi bola lampu.

Kaki lampu

Dua jenis kaki lampu adalah kaki lampu berulir dan kaki lampu bayonet yang
dapat dibedakan dengan kode huruf E (Edison) dan B (Bayonet), diikuti dengan
angka yang menunjukkan diameter kaki lampu dalam milimeter seperti E27 dan
E14.[12]

Cara kerja

Pada dasarnya filamen pada sebuah lampu pijar adalah sebuah resistor. Saat
dialiri arus listrik, filamen tersebut menjadi sangat panas, berkisar antara 2800
derajat Kelvin hingga maksimum 3700 derajat Kelvin. Ini menyebabkan warna
cahaya yang dipancarkan oleh lampu pijar biasanya berwarna kuning
kemerahan.Pada temperatur yang sangat tinggi itulah filamen mulai menghasilkan
cahaya pada panjang gelombang yang kasatmata. Hal ini sejalan dengan teori
radiasi benda hitam.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Gambar. Filamen pada lampu pijar

Indeks renderasi warna menyatakan apakah warna obyek tampak alami


apabila diberi cahaya lampu tersebut dan diberi nilai antara 0 sampai 100. Angka
100 artinya warna benda yang disinari akan terlihat sesuai dengan warna aslinya.
Indeks renderasi warna lampu pijar mendekati 100. Foto yang sangat diperbesar
dari filamen lampu pijar 200 Watt.

Lampu putus

Karena temperatur kerja filamen lampu pijar yang sangat tinggi, lambat laun
akan terjadi penguapan pada filamen. Variasi pada resistansi sepanjang filamen
akan menciptakan titik-titik panas pada posisi dengan nilai resistansi tertinggi..
Pada titik-titik panas tersebut filamen wolfram akan menguap lebih cepat yang
mengakibatkan ketebalan filamen akan semakin tidak merata dan nilai resistansi
akan meningkat secara lokal; ini akan menyebabkan filamen pada titik tersebut
meleleh atau menjadi lemah lalu putus.Variasi diameter sebesar 1% akan
menyebabkan penurunan umur lampu pijar hingga 25%.
Selain menyebabkan putusnya lampu, penguapan filamen wolfram juga
menyebabkan penghitaman lampu. Elemen wolfram yang menguap pada lampu
pijar akan mengendap pada dinding kaca bola lampu dan membentuk efek hitam.
Lampu halogen menghambat proses ini dengan proses siklus halogen.

Efisiensi
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Efisiensi lampu atau dengan kata lain disebut dengan efikasi luminus adalah
nilai yang menunjukkan besar efisiensi pengalihan energi listrik ke cahaya dan
dinyatakan dalam satuan lumen per Watt. Kurang lebih 90% daya yang digunakan
oleh lampu pijar dilepaskan sebagai radiasi panas dan hanya 10% yang
dipancarkan dalam radiasi cahaya kasat mata.

Pada tegangan 120 volt, nilai keluaran cahaya lampu pijar 100W biasanya
adalah 1.750 lumen, maka efisiensinya adalah 17,5 lumen per Watt. Sementara itu
pada tegangan 230 volt seperti yang digunakan di Indonesia, nilai keluaran bolam
100W adalah 1.380 lumen atau setara dengan 13,8 lumen per Watt. Nilai ini
sangatlah rendah bila dibandingkan dengan nilai keluaran sumber cahaya putih
"ideal" yaitu 242,5 lumen per Watt, atau 683 lumen per Watt untuk cahaya pada
panjang gelombang hijau-kuning di mana mata manusia sangatlah peka. Efisiensi
yang sangat rendah ini disebabkan karena pada temperatur kerja, filamen wolfram
meradiasikan sejumlah besar radiasi inframerah.

Pada tabel di bawah ini terdaftar tingkat efisiensi pencahayaan beberapa jenis
lampu pijar biasa bertegangan 120 volt dan beberapa sumber cahaya ideal.

Jenis Efisiensi lampu lumen/Watt

Lampu pijar 40 Watt 1.9% 12.6

Lampu pijar 60 Watt 2.1% 14.5

Lampu pijar 100 Watt 2.6% 17.5


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Radiator benda hitam 4000 K ideal 7.0% 47.5

Radiator benda hitam 7000 K ideal 14% 95

Sumber cahaya monokromatis 555 nm (hijau) ideal 100% 683

Karena efisiensi lampu pijar yang sangat rendah, beberapa pemerintah negara
mulai membatasi peredaran lampu pijar.

4. Saklar tukar

Saklar tukar adalah saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan
dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah
penggunaan dua buah saklar untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu
dengan cara bergantian. Rangkaian instalasi penerangan yang menggunakan saklar
tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di rumah penginapan maupun di lorong-
lorong yang panjang. Sehingga saklar tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel
maupun saklar lorong. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan
tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis.
Dibawah ini adalah contoh rangkaian saklar tukar:
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Prinsip kerja rangkaian di atas adalah, lampu akan menyala jika kedua saklar
berada pada posisi yang sama, misal posisi saklar berada dibagian kontak atas
semua atau kontak bawah semua. Dapat dilihat dari rangkaian diatas. Sedangkan
lampu akan padam jika posisi saklar berbeda tempat, misal satu saklar berada di
kontak atas dan satu lainnya di kontak bawah atau sebaliknya. Konsep inilah yang
menyebabkan saklar bisa dihidupkan maupun dimatikan dari arah bergantian.
Berikut ilustrasinya, warna merah adalah aliran arus listriknya.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Tambahan:
Saklar tukar beda dengan saklar biasa karena memiliki 3 kutub, berbeda juga
dengan saklar seri untuk 2 lampu yang punya 4 kutub(2 pasang). Berikut simbol
dan rangkaian dari beberapa jenis saklar

Gambar.Gambar fisik sakelar tukar


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

5. MCB
a) Pengertian MCB (Miniatur Circuit Breaker)
MCB (Miniature Circuit Breaker) atau Miniatur Pemutus Sirkuit
adalah sebuah perangkat elektromekanikal yang berfungsi sebagai
pelindung rangkaian listrik dari arus yang berlebihan. Dengan kata lain,
MCB dapat memutuskan arus listrik secara otomatis ketika arus listrik yang
melewati MCB tesebut melebihi nilai yang ditentukan. Namun saat arus
dalam kondisi normal, MCB dapat berfungsi sebagai saklar yang bisa
menghubungkan atau memutuskan arus listrik secara manual.

Gambar Gambar MCB

Arus Nominal MCB yang umum adalah 6A, 10A, 13A, 16A, 20A, 25A,
32A, 40A, 50A, 63A, 80A, 100A dan 125A.

b) Fungsi MCB
MCB pada dasarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan
Sekering (FUSE) yaitu memutuskan aliran arus listrik rangkaian ketika
terjadi gangguan kelebihan arus. Terjadinya kelebihan arus listrik ini dapat
dikarenakan adanya hubung singkat (Short Circuit) ataupun adanya beban
lebih (Overload). Namun MCB dapat di-ON-kan kembali ketika rangkaian
listrik sudah normal, sedangkan Fuse/Sekering yang terputus akibat
gangguan kelebihan arus tersebut tidak dapat digunakan lagi.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

c) Prinsip kerja MCB


Pada kondisi Normal, MCB berfungsi sebagai sakelar manual yang
dapat menghubungkan (ON) dan memutuskan (OFF) arus listrik. Pada saat
terjadi Kelebihan Beban (Overload) ataupun Hubung Singkat Rangkaian
(Short Circuit), MCB akan beroperasi secara otomatis dengan memutuskan
arus listrik yang melewatinya. Secara visual, kita dapat melihat perpindahan
Knob atau tombol dari kondisi ON menjadi kondisi OFF. Pengoperasian
otomatis ini dilakukan dengan dua cara seperti yang terlihat pada gambar
dibawah ini yaitu dengan cara Magnetic Tripping (Pemutusan hubungan
arus listrik secara Magnetik) dan Thermal Tripping (Pemutusan hubungan
arus listrik secara Thermal/Suhu).

 Thermal triping
Pada saat kondisi Overload (Kelebihan Beban), Arus yang
mengalir melalui Bimetal menyebabkan suhu Bimetal itu sendiri
menjadi tinggi. Suhu panas tersebut mengakibatkan Bimetal
melengkung sehingga memutuskan kontak MCB (Trip).

Gambar Thermal triping

 Magnetic triping
Ketika terjadi Hubung Singkat Rangkaian (Short Circuit)
secara mendadak ataupun Kelebihan Beban yang sangat tinggi (Heavy
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

Overload), Magnetic Trippping atau pemutusan hubungan arus listrik


secara Magnetik akan diberlakukan. Pada saat terjadi hubungan singkat
ataupun kelebihan beban berat, Medan magnet pada Solenoid MCB
akan menarik Latch (palang) sehingga memutuskan kontak MCB
(Trip).

Gambar Magnetic triping

Sebagian besar MCB (Miniature Circuit Breaker) yang digunakan saat


ini menggunakan dua mekanisme pemutusan hubungan arus listrik ini
(Thermal Tripping dan Magneting Tripping).

d) Jenis-jenis MCB
MCB atau Miniatur Pemutus Sirkuit ini dapat diklasifikasikan menjadi
tiga jenis utama berdasarkan karakteristik pemutusan sirkuitnya. Tiga jenis
utama tersebut adalah MCB Tipe B, MCB Tipe C dan MCB Tipe D.
 MCB type B
MCB Tipe B adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih
besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus
nominal MCB). MCB Tipe B ini umumnya digunakan pada instalasi listrik
di perumahan ataupun di industri ringan.
 MCB type C
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

MCB Tipe C adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih
besar 5 sampai 10 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB (arus
nominal MCB). MCB Tipe C ini biasanya digunakan pada Industri yang
memerlukan arus yang lebih tinggi seperti pada lampu penerangan gedung
dan motor-motor kecil.
 MCB type D
MCB Tipe C adalah tipe MCB yang akan trip jika arus beban lebih
besar dari 10 hingga 25 kali dari arus maksimum yang tertulis pada MCB
(arus nominal MCB). MCB Tipe C ini biasanya digunakan pada peralatan
listrik yang menghasilkan lonjakan arus tinggi seperti Mesin Sinar X (X-
Ray), Mesin Las, Motor-motor Besar dan Mesin-mesin produksi lainnya.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

H. Gambar Kerja

Gambar 1. Diagram satu garis

Gambar 2. Gambar pelaksanaan


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK KOMERSIAL
SEM. 3 Instalasi Sakelar Hotel Dan Stop Kontak JOB 6

Arif Ra’adi Winarno 16501244021 Pend. Teknik Elektro Tgl :

I. Analisis Rangkaian
Rangkaian ini terdiri dari KWH meter, MCB, satop kontak, dua sakelar tukar,
dan satu buah lampu pijar sebagani beban. KWH meter berfungasi sebagai alat ukur
yang digunkan untuk mengukur daya, MCB digunakan sebagai pengaman
rangkaian,stop kontak dan lampu pjar digunakan sebagai beban pada rangkaian, dan
sakelar digunakan sebagai kenali lampu. Pada rangkaian ini menggunakan kabel NYA
1.5mm2 dan menggunakan kabel NYM 3x1.5mm2 dengan warna kabel yang
digunakan yaitu merah, biru, dan kuning. Kabel merah digunakan sebagai penghantar
phasa, kabel biru digunakkan sebagai penghantar netral, dan kebel kuning strip hijau
digunakan sebagai penghantar grounding
Cara kerja dari sakelar tukar pada rangkaian ini adalah jika pada common S1
terhubung pada L1 dan common pada S2 terhubung pada L1 (ON 1)atau ketika
common pada S1 terhubung ke L2 dan common pada S2 terhubung ke L2(ON 2)maka
lampu akan menyala, dan lampu akan mati jika pada common S1 terhubung pada L1
dan common pada S2 terhubung pada L2, jika common pada S1 terhubung ke L2 dan
common pada S2 terhubung ke L1

J. Kesimpulan.
Setelah peraktik dapat diambil kesimpulan bahwa pada penerapanya sakalar
tukar pada kamar hotel biasanya ditempakan pada pintu masuk kamar dan didekat
tempat tidur jadi ketika pengguna hotel masuk ke kamar hotel dapat menyalakan
lampu dari pintu, ketika sudah ingin beristirahat dapat mematikan lampu dari dekat
tempet tidur dan ketika ingin beranjak dari tampat tidur lampu dapat dinyalakan dari
dekat tempat tidur, sehingga saat akan keluar kamar dapat mematikan lampu dari
sakelar pada dekat pintu masuk jadi lampu pada kamar dapat dioprasikan dari dua
tempat dengan mudah.