Anda di halaman 1dari 9

PERENCANAAN KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Abdul Naser, Elfida Agus, Desy Aryanti Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan E-mail : naserkoto@gmail.com, syntacpratama@gmail.com, desy73aryanti@gmail.com

Abstrak

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRD ) merupakan sarana gedung pemerintahan yang sangat dibutuhkan dalam susunan demokrasi pemerintahan kabupaten Padang Pariaman, untuk itu di butuhkan sebuah rancangan serta mewadahi semua aspirasi masyarakat dan meningkatkan mutu kerja para anggota, dan dewan tanpa harus mengesampingkan kebutuhan masyarakat dalam tatanan demokrasi berbangsa dan bernegara, serta di lingkungan pemerintahan kabupaten Padang Pariaman maupun masyarakat. Dalam konsep perancangan mengutamakan fungsi dari bangunan, dan oleh kerena itu perlu tema yang tepat maupun khusus untuk penerapan dalam konsep perancangan, untuk itu penerapan tema metafora dalam bentuk arsitektur dianggap paling tepat dalam menyampaikan kebudayaan serta filosofi yang kuat akan fungsi bangunan tersebut tentunya sesudah melakukan kajian serta penelitian, penerapan metafora dalam bentuk desain arsitektur di tujukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya fungsi Dewan Perwakilan Rakyat dalam tatanan berdemokrasi. Bentuk kapal yang dipilih sebagai metafora dalam konsep perancangan bentuk merupakan perwujudan dari kebudayaan masyarakat Padang Pariaman. Konsep ruang dalam mengikuti pola site yaitu mengarah ketimur dan barat dengan bukaan dari arah selatan serta fasade bangunan mengarah keutara, untuk memasukan udara kedalam bangunan digunakan penerapan secondary skin pada dinding bagian utara dengan motif ukiran minang .

Kata kunci : Perencanaan dan Perancangan, Demokrasi, Kabupaten Padang Pariaman, Metafora Bentuk, Kebudayaan.

THE HOUSE OF REPRESENTATIVES PADANG APARIAMAN DISTRICT

Abdul Naser, Elfida Agus, Desy Aryanti Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan E-mail : naserkoto@gmail.com, syntacpratama@gmail.com, desy73aryanti@gmail.com

Abstract

The building for the House of Representatives (DPRD) is a means of government buildings that are needed in the composition of the democratic government of Padang Pariaman district, for it is in need of a design and accommodate all the aspirations of the people and improve the quality of the work of the members, and the board without having to override the needs of society in order democratic nation and state, as well as in the field Pariaman district administration and the community. In the design concept prioritizes function of the building, and by because they were necessary theme is appropriate and specific to the application of the concept of the design, to the implementation of the theme of the metaphor in the form of architecture was considered most appropriate to convey the culture and philosophy of strong function of the building certainly after reviewing as well as research, application of metaphor in the form of architectural design aimed to increase public awareness of the importance of the functions of the parliament in a democratic order. Preferred forms of the ship as a metaphor in design concept form is a manifestation of the culture community meadow pariaman. The concept of space in the site follows the pattern that leads to the east and west with the openings of the south facade of the building and leads to the north, to incorporate air into the building to use the application of secondary skin on the north wall with motifs carved minang.

Keywords: Planning and Design, Democracy, Padang Pariaman District, Metaphors Shape, Culture.

PENDAHULUAN

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi asas Demokrasi yaitu musyawarah mufakat. Dalam aktivitasya kegiatan tersebut dirangkum dalam suatu lembaga legislatif yang bernama DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Anggota DPR merupakan wakil-wakil rakyat dari seluruh Provinsi (Kabupaten dan Kota) yang ada di Indonesia, dengan tujuan menyuarakan permasalahan- permasalahan yang terdapat pada setiap daerah di Indonesia. Pada tingkatannya lembaga ini terbagi menjadi dua tingkatan. Pertama disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan yang kedua disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).Dalam Rangka mewujudkan kenerja aparatur negara yang optimal, dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pelayanan umum bidang sekretariat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta merujuk kepada PP No 79 Tahun 2008 dan Perda Kabupaten Padang Pariaman No 02 Tahun 2008. Salah satu sarana yang dibutuhkan untuk melengkapi pertumbuhan pusat pemerintahan kabupaten yang baru adalah Kantor DPRD Kabupaten Padang Pariaman. Kantor DPRD adalah salah satu sarana diperlukan untuk melengkapi pertumbuhan pusat pemerintahan kabupaten yang baru, serta mensinergikan yang akan dibangun di wilayah Nagari Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung.

METODE PENELITIAN

a. Studi Literatur Melakukan studi literatur dan pustaka baik melalui media buku, majalah, maupun internet tentang bangunan DPR terutama DPRD beserta persyaratan ruangnya. Serta tentang kebutuhan manusia disaat melakukan kegiatan membaca, baik berupa ruang gerak, pencahayaan, kenyamanan audial dan thermal.

b. Studi Kasus Mengambil sampel beberapa bangunan DPRD di Indonesia, dan membandingkan satu sama lain agar dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang kebutuhan, kesamaan, perbedaan dan lain-lain.

c. Analisis Data

Data yang dikumpulkan dari studi literatur dan studi kasus dikumpulkan serta di analisa untuk menjadi dasar-dasar dalam menentukan kebutuhan ruang, standar besaran ruang, serta sirkulasi yang dibutuhkan dalam bentuk desain bangunan.

d. Survey Site Melakukan survey terhadap site yang dipilih, baik secara fisik maupun non fisik serta kebutuhan ruang di dalamnya. Survey dilakukan terhadap kondisi yang ada sekarang dan pengembangannya, agar dapat diperolah data-data yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dari bangunan ini.

e. Analisa Site Menganalisia site sesuai dengan data yang telah dikumpulkan di atas. Analisis site dilakukan terhadap bentuk tapak dan lokasi site yang ada sekarang.

f. Penemuan Konsep Perancangan Konsep perancangan di sesuaikan dengan tema yang diangkat yaitu metafora, tentunya dengan mempertimbangkan lingkungan untuk konsep perancangan yang akan dikemukakan dalam bentuk desain nantinya

HASIL DAN PEMBAHASAN

Site berada di wilayah Nagari Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya kompleks kantor Bupati Kabupaten Padang Pariaman dengan luas lahan 1.8 Hektar. Mempertingbangkan dampak site terhadap lingkungan atau pengaruh lingkungan terhadap site merupakan dasar dalam tinjauan konsep makro, untuk itu pemilihan site yang berada di kawasan pemerintahan sangat lah tepat karena dapat mensinergikan antara fungsi yang ada pada site dengan fungsi lain yang terdapat pada kawasan site tersebut. Pendekatan Konsep Metafora Dalam Arsitektur Pendekatan Metafora Dalam Arsitektur ini secara lansung dapat menjadi salah satu acuan maupun simbol bagi pembangunan khusunya pusat pemerintahan kabupaten, karena berbentuk mengikuti perkembangan zaman serta menggambarkan metafora bentuk yang menyimbolkan sosial budaya yang terdapat pada masyarakat Padang Pariaman khususnya dikawasan tersebut, untuk itu pemilihan metafora bentuk harus tepat agar dapat menyampaikan makna tersebut.

Gambar . Site Terukur Sumber : Analisa Penulis, 2016 Site dikelilingi oleh beberapa kantor pemerintahan

Gambar . Site Terukur Sumber : Analisa Penulis, 2016

Site dikelilingi oleh beberapa kantor pemerintahan seperti kantor Bupati,serta beberapa kantor pemerintahan lainnya yang dalam tahap pengerjaan seperti kantor Dinas Pekerjaan Umum Dan Mesjid Raya Kabupaten Paang Pariaman. Sesuai dengan peraturan pemerintah No 79 Tahun 2008 dan Perda Kabupaten Padang Pariaman No 02 Tahun 2008 yang menetapkan pusat pemerintahan Kabupaten Padang Pariaman pada daerah Nagari Parit Malintang Kecamatan Enam Lingkung yang mana pusat pemerintahan sebelumnya berada di pusat kota Pariaman. Untuk itu pemilihan site yang berada pada kompleks perkatoran pemerintah sangat lah tepat karena mendukung percepatan pembangunan serta optimalisasi pembangunan dearah kabupaten Padang Pariaman itu sendiri

pembangunan dearah kabupaten Padang Pariaman itu sendiri Gambar 2.Tautan Lingkungan Sumber : Analisa Penulis, 2016

Gambar 2.Tautan Lingkungan Sumber : Analisa Penulis, 2016

Jalan yang menuju site hanya ada dua jalan yaitu jalan dari simpang tugu ikan serta jalan pengembangan yang tembus kepusat kota, jalan tersebut akan menjadi jalan primer dalam rencana pengembangan Kawasan Ibukota

Kabupaten Padang Pariaman serta akses utama untuk kawasan tersebut.

Padang Pariaman serta akses utama untuk kawasan tersebut. Gambar 3. Sirkulasi Kedalam Site Sumber : Analisa

Gambar 3. Sirkulasi Kedalam Site Sumber : Analisa Penulis, 2016

Akses kedalam site dibagi menjadi dua yaitu akses masuk dan akses keluar site. Akses yang diberlakukan yaitu akses satu arah untuk mengatur sirkulasi kedalam site dan kedalam bangunan menjadi lancar . untuk itu diberikan ruang yang cukup untuk sirkulasi kendaraan

kedalam site yang cukup besar serta jalan satu arah untuk mencegah tumpukan kendaraan pada sirkulasi kedalam site tersebut. Dari analasa kebutuhan ruang dapat disimpulakan bahwa kebutuhan ruang tergolong menjadi tiga yaitu :

1. Banguban untuk para pengguna

2. Ruang terbuka hijau / sirkulasi untuk para pejalan kaki

3. Parkir kendaraan

/ sirkulasi untuk para pejalan kaki 3. Parkir kendaraan Gambar 4. Zoning Sumber : Analisa Penulis,

Gambar 4. Zoning Sumber : Analisa Penulis, 2016

Proses analisis untuk main entrance mempertimbangkan arah jalan utama sehingga bangunan dapat dengan mudah dijangkau dan terlihat dengan jelas. Ada 1 jalan utama pada site, dan diaambil sebagai entrance utama,. Main entrance untuk pejalan kaki ditempatkan

di bagian taman, entah ini langsung diarahkan ke taman bangunan. Dari main entrance pengguna diharapkan dapat langsung melihat ekspose fasade utama pada bangunan tanpa terhalangi.

melihat ekspose fasade utama pada bangunan tanpa terhalangi. Gambar 5. Site Plan Sumber : Analisa Penulis,

Gambar 5. Site Plan Sumber : Analisa Penulis, 2016

Orientasi bangunan secara prinsip mengarah pada bagian jalan dan berhadapan lansung kantor bupati padang pariaman, namun bebrapa bagian lain mengarah sesuai arah lingkaran dengan pola central pada bagian tengah bangunan sebagai titik point utama.

pada bagian tengah bangunan sebagai titik point utama. Gambar 6. Orientasi Bangunan Sumber : Analisa Penulis,

Gambar 6. Orientasi Bangunan Sumber : Analisa Penulis, 2016

Suhu disekitar site cukup panas namun penghawaan atau angin yang datang dari barat (angin laut). Vegetasi menjadi pemecah masalah penghawaan bagi ruang luar maupun ruang dalam. Hal itu dikarenakan vegetasi memberikan co² yang dapat membawa hawa sejuk, berfungsi sebagai filter bagi debu, buffering bagi kebisingan dan dapat berfungsi sebagai pengarah arah angin. Vegetasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas termal pada site serta menjadi perlindungan untuk site untuk luar bangunan.

serta menjadi perlindungan untuk site untuk luar bangunan. Gambar 7. Analisa Kebisingan Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 7. Analisa Kebisingan Sumber : Analisa Penulis,2016

Fasade bangunan menghadap kebagian utara (poin A) karena pada bagian tersebut adalah bagian berbentang lebar. Pada sisi timur dan barat diarahakan sisi terpendak yang terdapat pada bangunan agar sengat dan silau mata hari tidak terlalu berpengaruh terhadap bangunan.

silau mata hari tidak terlalu berpengaruh terhadap bangunan. Gambar 8. Oriantasi Arah Fasade Bangunan Sumber :

Gambar 8. Oriantasi Arah Fasade Bangunan Sumber : Analisa Penulis,2016

Berdasarkan analisa kebutuhan ruang, telah di dapat beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Luas tapak terbangun menjadi 7200 m² sesuai dengan KDP yang berlaku untuk daerah tersebut.

2. Jumlah lantai bangunan terbagi menjadi empat lantai sesuai dengan kebutuhan ruang jika mengacu dengan KDB yang berlakudan jumlah luas kebutuhan ruang keseluruhan.

3. Parkir kendaraan terbagi menjadi dua , yang pertama pada sisi dalam bangunan atau disebut juga dengan basement dan yang kedua pada sisi luar bangunan

juga dengan basement dan yang kedua pada sisi luar bangunan Gambar 9. Organisasi Ruang Sumber :

Gambar 9. Organisasi Ruang Sumber : Analisa Penulis,2016

Bangunan dibagi menjadi gabungan dua masa :

1. Masa 1 berfungsi untuk Sekwan dan DPRD

2. Masa 2 berfungsi untuk Fraksi DPRD

Pada masing-masing zonasi lantai, lantai 1 difungsikan untuk pengelola/Sekretariat Dewan dan para aanggota Dewan.

untuk pengelola/Sekretariat Dewan dan para aanggota Dewan. Gambar 10. Zoning Vertikal Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 10. Zoning Vertikal Sumber : Analisa Penulis,2016

Pendekatan Metafora Dalam Bentuk Arsitektur Dalam pendekatan Metafora Dalam bentuk Arsitektur harus mempertimbangkan dasar bentuk yang akan di metaforakan atau diangkat sebagai tema, agar dapat menyampaikan tipologi bentuk terhadap fungsi serta mencerminkan sosial maupun kultur budaya masyarakat sekitar. Menjadikan bangunan menjadi simbol serta menyampai metafora bentuk yang melambangkan budaya dan kultur masyarakat. Dapat mensinergikan atau fungsi yang saling mendukung anatara bangunan pada site terhadap bangunan lingkungan sekitar misalnya kantor bupati serta kantor DPKA dalam segi penekanan bentuk arsitektur

serta kantor DPKA dalam segi penekanan bentuk arsitektur Gambar 11. Konsep Bentuk Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 11. Konsep Bentuk Sumber : Analisa Penulis,2016

Pada ventilasi silang dikenal dua macam buakaan, yaitu :

1. Inlet yaitu bukaan yang menghadap ke arah datangnya angin, sehingga berfungsi untuk memasukkan udara kedalam ruangan.

2. Outlet yaitu bukaan lain didalam ruangan

yang berfungsi untuk mengeluarkan udara. Selain untuk mencegah tempiasan air hujan, taman didalam bangunan juga berfungsi sebagai penetralisir serta penyaring udara dari luar yang masuk kedalam banunan.

serta penyaring udara dari luar yang masuk kedalam banunan. Gambar 12. Konsep Penghawaan Sumber : Analisa

Gambar 12. Konsep Penghawaan Sumber : Analisa Penulis, 2016

Dinding bagian sisi luar bangunan dimiringkan untuk mencegah tempiasan air masuk kedalam bangunan melalui secondaru skin. Untuk itu diberikan taman pada sisi dalam bangunan agar meminimalisir serta menampung air hujan yang masuk dari celah tersebut. Penempatan serta pemilihan jenis vegetasi yang tepat dapat mempengaruhi efektifitas dari fungsi vegetasi itu sendiri, untuk itu vegetasi yang tepat harus lah berdaun rapat serta rimbun

itu vegetasi yang tepat harus lah berdaun rapat serta rimbun Gambar 13. Pendekatan Konsep Vegetasi Untuk

Gambar 13. Pendekatan Konsep Vegetasi Untuk Ruang Dalam Sumber : Analisa Penulis, 2016

Vegetasi dibagian dalama bangunan berfungsi sebagai wadah untik menampung tempiasan air hujan yang masuk kedalam bangunnan, selain itu pohon juga berfungsi sebagai media untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruang.

Gambar14. Konsep Bukaan Sumber : Analisa Penulis,2016 Ruang Terbuka hijau sebagai pendukung penghawaan alami. Ruang

Gambar14. Konsep Bukaan Sumber : Analisa Penulis,2016

Ruang Terbuka hijau sebagai pendukung penghawaan alami. Ruang terbuka hijau mengantarkan sirkulasi udara yang masuk kedalam bangunan dan memfilter angin yang kencang, sehingga sesampai dalam ruang, adalah hembusan angina tau udara sejuk.

dalam ruang, adalah hembusan angina tau udara sejuk. Gambar 15. Konsep Pedestrian Sumber : Analisa Penulis,

Gambar 15. Konsep Pedestrian Sumber : Analisa Penulis, 2016

Vegetasi digunakan sebagai buffer dari kebisingan dan debu yang dihasilkan oleh kendaraan di jalan.

Penempatan tempat parkir kendaraan merupakan unsur dasar dalam penataan ruang luar pada site, untuk itu diperlukan penataan yang tepat serta posisi yang strategis terhadap bangunan. Untuk pola parkir kendaraan bisa menerapkan pola parkir 45º serta 90º.

kendaraan bisa menerapkan pola parkir 45º serta 90º. Gambar 16. Konsep Parkir dan Pedestrian Sumber :

Gambar 16. Konsep Parkir dan Pedestrian Sumber : Analisa Penulis, 2016

Terdapat 2 jenis parkir yaitu parkir public dan parkir pengelola. Parkir public ditempatkan di sisi utara site sedangkan parkir pengelola ditempatakan di selatan site. Parkir public terdapat 3 jenis kendaraan yaitu untuk mobil, motor dan bus. Kerana keterbatasan lahan, sebagian besar parkir kendaraan ditempatkan kedalam bangunan atau disebut juga dengan istilah basement. Penerapan basement merupakan soulusi untuk memenuhi kebutuhan akan ruang parkir. Untuk parkir kendaraan terdapat dua pola, yang pertama pola parkir dengan sudut 45, pola parkir yang kedua dengan sudut90. Pola parkir sudut 90 terdiri dari duabagian yaitu parkir di dalam bangunan (basement). Penempatan tempat parkir kendaraan merupakan unsur dasar dalam penataan ruang luar pada site, untuk itu diperlukan penataan yang tepat serta posisi yang strategis terhadap bangunan. Untuk pola parkir kendaraan bisa menerapkan pola parkir 45º serta 90º.

kendaraan bisa menerapkan pola parkir 45º serta 90º. Gambar 17. Konsep Parkir Basement Sumber : Analisa

Gambar 17. Konsep Parkir Basement Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 17. Konsep Parkir Basement Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar18. Konsep Pola Parkir Sumber : Analisa

Gambar18. Konsep Pola Parkir Sumber : Analisa Penulis

Gambar 19. Site Plan Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 20. Tampak Depan Sumber : Analisa
Gambar 19. Site Plan Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 20. Tampak Depan Sumber : Analisa
Gambar 19. Site Plan
Sumber : Analisa Penulis,2016
Gambar 20. Tampak Depan
Sumber : Analisa Penulis,2016
Gambar 21. Tampak Samping Kiri
Sumber : Analisa Penulis,2016
Gambar 22. Tampak Samping Kanan
Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 23. Tampak Belakang Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 24. Presfektif Sisi Barat Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 25. Presfektif Sisi Timur Sumber

Gambar 24. Presfektif Sisi Barat Sumber : Analisa Penulis,2016

24. Presfektif Sisi Barat Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 25. Presfektif Sisi Timur Sumber : Analisa

Gambar 25. Presfektif Sisi Timur Sumber : Analisa Penulis,2016

25. Presfektif Sisi Timur Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 26. Presfektif Sisi Barat Sumber : Analisa

Gambar 26. Presfektif Sisi Barat Sumber : Analisa Penulis,2016

26. Presfektif Sisi Barat Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 27. Presfektif Sisi Utara Sumber : Analisa

Gambar 27. Presfektif Sisi Utara Sumber : Analisa Penulis,2016

27. Presfektif Sisi Utara Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 28. Presfektif Medan Nan Bapaneh Sumber :

Gambar 28. Presfektif Medan Nan Bapaneh Sumber : Analisa Penulis,2016

Presfektif Medan Nan Bapaneh Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 29. Presfektif Medan Nan Bapaneh Sumber :

Gambar 29. Presfektif Medan Nan Bapaneh Sumber : Analisa Penulis,2016

Presfektif Medan Nan Bapaneh Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 30. Presfektif Taman Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 30. Presfektif Taman Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 30. Presfektif Taman Sumber : Analisa Penulis,2016 Gambar 31. Presfektif Taman Sumber : Analisa Penulis,2016

Gambar 31. Presfektif Taman Sumber : Analisa Penulis,2016

KESIMPULAN

Setelah dilakukan evaluasi baik itu konsep maupun disain yang dikaitkan dengan skripsi dan gambar pra rencana, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Kawasan Kantor Bupati Padang Pariaman merupakan pusat kawasan pemerintahan kabupaten, untuk itu perlu pertimbangan- pertimbangan kusus dalam perencanaan.

2. Arsitektur memiliki peran penting dalam mensinergikan semua fungsi bangunan yang terdapat dalam kawasan tersebut, serta pengembangan kawasan untuk kedepannya.

3. Karna merupakan bangunan yang tidak dapat berdiri sendiri bangunan ini harus memikirkan pendekatan yang ramah serta memperhatikan perbatasan bangunan yang akan di rancang dengan fungsi bangunan yang telah ada.

4. Tema metefora menetapkan bentuk sebagai subjek penentu dari desain diluar fungsi yang harus bangunan yang harus dipenuhi, akan tetapi tetap mempertimbangkan kenyamanan pangguna bangunannya, penetapan bentuk sebagai subjek desain berakibat pada pentingnya detail detail bangunan yang nantinya.

5. Desain Kantor DPRD ini nantinya diharapkan dapat menjadi landmark yang mepengaruhi perkembangan Kabupaten Padang Pariaman

REFERENSI Laurens, Joyce Marcella. (2005), “Arsitektur dan Perilaku Manusia”, Grasindo, Jakarta Panero, Julius. (2003), “Demensi Manusia & Ruang Interior”, Erlangga, Jakarta Juwana, Jimmy. S(2004),” Sistem Bangunan Tinggi “, Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Trisakti, Jakarta Neufert, Ernst. (1996),” Data Arsitek, Jilid 1 “, Erlangga, Jakarta Neufert, Ernst. (1999),” Data Arsitek, Jilid 2 “, Erlangga, Jakarta Neufert, Ernst. (2002),” Data Arsitek, Jilid 2 “, Erlangga, Jakarta White, Edward T. (1994),” Analisis Tapak “, Intermatra, Jakarta White, Edward T. (1995),” Sumber Konsep “, Intermatra, Jakarta Sikumbang, Nasril (2008),” Bahan kuliah Teknologi Bangunan ( upper structure ) “, Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta, Padang