Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

FENOMENA DASAR MESIN

PRAKTIKUM II
GAYA SENTRIFUGAL

Nama : Wilson
NIM : 515160039
Tahunakademik : 2018/2019
Semester :V
Kelompok : VIII
Asisten : Ericko Angjasrin

LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA
2018
Wilson
515160039

PRAKTIKUM GAYA SENTRIFUGAL

I. Tujuan Praktikum
1. Mengamati hubungan yang terjadi antara gaya sentrifugal dengan massa yang
diputar..
2. Menganalisis pengaruh besarnya gaya sentrifugal terhadap jari-jari beban yang
terjadi.
3. Memahami cara kerja gaya sentrifugal pada kehidupan nyata serta mengetahui
cara kerja dari alat praktikum gaya sentrifugal.
4. Menganalisis pengaruh kecepatan putaran terhadap nilai gaya sentrifugal.

II. Teori Dasar


Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya dapat
menimbulkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya
termasuk ke dalam besaran Vektor, karena memiliki nilai dan arah. Sebuah gaya
disimbolkan dengan huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Satuan
Internasional) adalah Newton, disingkat dengan N. Pengukuran gaya dapat
dilakukan dengan alat yang disebut dynamometer atau neraca pegas. Untuk
melakukan sebuah gaya diperlukan usaha (tenaga), semakin besar gaya yang
hendak dilakukan, maka semakin besar pula usaha (tenaga) yang harus dikeluarkan.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa gaya memiliki


beberapa sifat berikut:
 Gaya dapat mengubah arah gerak benda
 Gaya dapat mengubah bentuk benda
 Gaya dapat mengubah posisi benda dengan cara menggerakkan atau
memindahkannya

Gaya dirumuskan dengan tiga rumusan dasar yang menjelaskan kaitan gaya
dengan gerak benda. Tiga rumusan dasar ini adalah hukum Newton 1,2, dan 3.

15
Wilson
515160039

1. Hukum Newton 1
Jika Resultan (Penjumlahan atau pengurangan gaya) yang bekerja pada benda
sama dengan nol, maka benda yang semula diam akan tetap diam, dan benda
yang bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan. Jadi Rumus
Hukum Newton 1 adalah :
∑F = 0
Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)

2. Hukum Newton 2
Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus
dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding
terbalik dengan massa benda. Jadi Rumus Hukum Newton 2 adalah:
∑F = m.a
Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)
m = Massa Benda (Kg)
a = percepatan (m/s2)

3. Hukum Newton 3
Setiap Aksi akan menimbulkan reaksi, artinya Jika Suatu benda mengerjakan
gaya terhadap benda kedua makan, benda kedua akan membalas gaya dari benda
pertama dengan arah yang berlawanan. Jadi Rumus Hukum Newton 3 adalah :
∑FAKSI = -∑FREAKSI
Ada beberapa gaya yang terjadi dalam mekanisma percobaan uji gaya
sentripetal ini, antara lain:
a. Gaya Sentripetal
Gaya sentripetal adalah gaya yang membuat benda untuk bergerak
melingkar. Gaya ini bukan merupakan gaya fisis, hanya suatu penamaan atau
penggolongan jenis-jenis gaya yang berfungsi membuat benda bergerak
melingkar.

16
Wilson
515160039

b. Gaya setrifugal
Gaya sentrifugal adalah lawan dari gaya sentripetal merupakan efek semu
yang ditimbulkan ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar. Sentrifugal
berarti bergerak menjauhi pusat putaran.

Gambar 2.1 Gaya Sentripetal dan Gaya Sentrifugal

c. Gaya tangensial
Gaya tangensial timbul ketika benda bergerak melingkar dan arah gaya ini
adalah tegak lurus dengan lintasan perputaran.

Gambar 2.2 Gaya Tangensial

17
Wilson
515160039

Rumus yang digunakan pada perhitungan gaya sentrifugal adalah:


2. .n

60
Dimana :
ω = kecepatan sudut (rad/s)
n = putaran (rpm)
Fs  m. 2 .r
Dimana :
ω = kecepatan sudut (rad/s)
Fs = gaya sentrifugal (N)
m = massa (kg)
r = jari-jari putar (m)

Bila selang waktu untuk menempuh satu putaran sama dengan satu periode (T),
maka berlaku :
2𝑅
V = 𝑇

Dimana :
V = kecepatan putar (m/s)
R = jari-jari (m)
T = periode (s)
2
ω =𝑇

Dimana :
ω = kecepatan sudut (rad/s)
T = periode (s)
V=ω.R
Dimana :
V = kecepatan putar (m/s)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
R = jai-jari (m)

17
Wilson
515160039

III. Peralatan Praktikum


Berikut ini adalah alat uji gaya sentrifugal beserta penjelasan fungsi setiap
komponennya.

1 2

3
4

5 6
7
Gambar 3.1. Peralatan yang digunakan pada Praktikum Gaya Sentrifugal

Keterangan:
1. Mistar ukur
Berfungsi untuk mengukur jarak dari pengukur beban menuju landasan putar.

Gambar 3.2. Mistar ukur

18
Wilson
515160039

2. Pengukur beban
Berfungsi untuk menunjukan besaran gaya sentrifugal yang terjadi dalam satuan
kg.

Gambar 3.3. Pengukur beban

18
Wilson
515160039

3. Bandul
Berfungsi sebagai sumber massa yang menghasilkan gaya sentrifugal.

Gambar 3.4. Massa (Bandul)


4. Landasan putar
Berfungsi sebagai tempat meletakkan bandul pemberat.

Gambar 3.5. Landasan putar

19
Wilson
515160039

5. Motor listrik
Berfungsi untuk menghasilkan putaran pada landasan putar.

Gambar 3.6. Motor Listrik


6. Power supply
Berfungsi untuk mengatur tegangan output yang disalurkan ke motor listrik
sehingga kecepatan putaran motor listrik dapat diatur.

Gambar 3.7. Power supply


7. Tachometer digital
Berfungsi untuk mengukur kecepatan putaran pada landasan putar yang berputar

Gambar 3.8. Tachometer digital

20
Wilson
515160039

IV. Langkah Kerja Praktikum


1. Persiapkan seluruh alat yang akan digunakan.
2. Nyalakan power supply.
3. Atur power supply sehingga kecepatan putaran landasan putar mencapai kurang
lebih 50 r/min, besarnya nilai kecepatan dapat dilihat pada nilai yang muncul
pada tachometer digital.

Gambar 4.2 Mengatur besar kecepatan pada power supply.


4. Nyalakan tachometer digital dan arahkan sinar inframerah pada titik putih

Gambar 4.1. Pemakaian Tachometer Digital


Gambar 3 sama 4 terbalik
5. Perhatikan nilai gaya sentrifugal yang terjadi pada angka yang ditunjukkan oleh
jarum penunjuk pada pengukur beban dan catat angka tersebut pada tabel
percobaan.
6. Lakukan kembali langkah kerja 3 sampai 5 untuk kecepatan putaran 100 r/min,
150 r/min dan 200 r/min.
7. Menjalankan prosedur 3 hingga 6 masing-masing sebanyak 3 kali.
8. Matikan kembali power supply dan rapikan peralatan yang telah selesai
digunakan.

21
Wilson
515160039

V. Skema Pengujian

Gambar 5.1. Skema Pengujian Gaya Sentrifugal

Pada Gambar 5.1., terlihat bahwa massa yang diputar sebesar n mengalami gaya
sentrifugal FS sehingga massa seolah-olah terlempar keluar dari pusat putaran dan
menyebabkan pergerakan massa pada arah horizontal. Jarak massa terhadap pusat
putaran sepanjang arah horizontal disebut sebagai jari-jari putar (r).

VI. Hasil Praktikum


Tabel 6.1. Data Percobaan I

Massa Putaran Putaran Aktual Gaya Sentrifugal


No.
(gr) (r/min) (r/min) (kg)
1 200 50 38 0,07
2 200 100 108 0,26
3 200 150 150 0,47
4 200 200 170 0,52

Tabel 6.2. Data Percobaan II

Massa Putaran Putaran Aktual Gaya Sentrifugal


No.
(gr) (r/min) (r/min) (kg)
1 200 50 35 0,06
2 200 100 80 0,24
3 200 150 185 0,46
4 200 200 199 0,68

22
Wilson
515160039

Tabel 6.3. Data Percobaan III

Massa Putaran Putaran Aktual Gaya Sentrifugal


No.
(gr) (r/min) (r/min) (kg)
1 200 50 49 0,09
2 200 100 114 0,29
3 200 150 200 0,67
4 200 200 215 0,82

Grafik Perbandingan Putaran Aktual Terhadap Putaran


pada Tiga Percobaan
250
Putaran Aktual (r/min)

200

150
Percobaan I
100 Percobaan II
Percobaan III
50

0
50 100 150 200
Putaran (r/min)

Grafik 6.1. Grafik Perbandingan Putaran Aktual Terhadap Putaran pada Tiga
Percobaan

23
Wilson
515160039

Grafik Perbandingan Gaya Sentrifugal Terhadap


Putaran pada Tiga Percobaan
0.9
0.8
Gaya Sentrifugal (kg)

0.7
0.6
0.5
Percobaan I
0.4
Percobaan II
0.3
0.2 Percobaan III

0.1
0
50 100 150 200
Putaran (r/min)

Grafik 6.2 Grafik Perbandingan Gaya Sentrifugal Terhadap Putaran pada Tiga
Percobaan

VII. Perhitungan dan Pengolahan Data


Persamaan yang digunakan:
2.𝜋.𝑛
 Kecepatan sudut: 𝜔 = (𝑟𝑎𝑑/𝑠)
60
𝑊 𝐹 .𝑔
 Gaya sentrifugal: 𝐹𝑆 = 𝜔2 𝑟 (𝑁), maka jari-jari putar: 𝑟 = 𝑊.𝜔
𝑆
2 (𝑚)
𝑔

23
Wilson
515160039

 Percobaan I
1. Putaran aktual = 38 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 38 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = 3,977 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,07 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 0,217 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (3,977 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
2. Putaran aktual = 108 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 108 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 11,304 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,26 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 0,0997 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (11,304 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
3. Putaran aktual = 150r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 150 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 15,7 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,47 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 0,093 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (15,7 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
4. Putaran aktual = 170 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 170 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 17,793 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0.52 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 0,08 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (17,793 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2

 Percobaan II
1. Putaran aktual = 35 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 35 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 3,663 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,06 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 0,80 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (3,663 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
2. Putaran aktual = 80 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 80 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 8,373 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,24 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 1,404 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (8,373 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2

24
Wilson
515160039

3. Putaran aktual = 185 r/min


2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 185 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 19,363 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,46 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 1,164 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (19,363 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
4. Putaran aktual = 199 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 199 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 20,829 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,68 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 1,6 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (20,829 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2

 Percobaan III
1. Putaran aktual = 49 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 49 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 5,129 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,09 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 0,86 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (5,129 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
2. Putaran aktual = 114 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 114 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 11,932 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,29 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 1,191 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (11,932 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
3. Putaran aktual = 200 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 200 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 20,933 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,67 𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 1,568 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (20,933 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
4. Putaran aktual = 215 r/min
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 215 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 22,503 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 . 𝑔 0,82𝑘𝑔 𝑥 9,8 𝑚/𝑠 2
𝑟= = = 1,786 𝑚
𝑊. 𝜔 2 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (22,503 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2

25
Wilson
515160039

Tabel 2.4. Perbandingan Jari-Jari Putar Aktual Percobaan I, II dan III


NO Percobaan I PercobaanII PercobaanIII
(m) (m) (m)
1 0,217 0,53 0,86
2 0,0997 1,102 1,191
3 0,093 1,164 1,568
4 0,08 1,60 1,786
Rata-rata 0,122 1,099 1,351

Hubungan Putaran dan r


2 1.786
1.8 1.6
1.568
1.6
1.4 1.191
Jari-Jari Putar

1.164
1.2 1.102

1 0.86 Percobaan I
0.8 Percobaan II
0.53
0.6 Percobaan III
0.4 0.217
0.2 0.0997 0.093 0.08
0
0 50 100 150 200 250
Putaran

Gambar 2.12. Grafik Hubungan antara Putaran terhadap Jari-Jari Putar

 Perhitungan Teoritis
1. Putaran teoritis = 50 r/min dan gaya sentrifugal 5 N
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 50 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 5𝑁
𝑟= 2
= = 0,365 𝑚
𝑊. 𝜔 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
2. Putaran teoritis = 50 r/min dan gaya sentrifugal 10 N
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 50 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60

26
Wilson
515160039

𝐹𝑆 10 𝑁
𝑟= 2
= = 0,73 𝑚
𝑊. 𝜔 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
3. Putaran teoritis = 50 r/min dan gaya sentrifugal 15 N
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 50 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 15 𝑁
𝑟= 2
= = 1,094 𝑚
𝑊. 𝜔 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2
4. Putaran teoritis = 50 r/min dan gaya sentrifugal 20 N
2. 𝜋. 𝑛 2. 𝜋. 50 𝑟/𝑚𝑖𝑛
𝜔= = = 5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠
60 60
𝐹𝑆 20 𝑁
𝑟= 2
= = 1,459 𝑚
𝑊. 𝜔 0,2 𝑘𝑔 𝑥 (5,236 𝑟𝑎𝑑/𝑠)2

Tabel 2.5. Nilai Jari-Jari Putar Teoritis

Gaya Sentrifugal Putaran Jari-Jari Putar


No.
(N) (r/min) (m)
1 5 50 0,365
2 10 100 0,73
3 15 150 1,094
4 20 200 1,459

27
Wilson
515160039

VIII. Faktor Kesalahan dan Kesimpulan


Faktor Kesalahan :
1. Ketidaktelitian praktikan dalam membaca skala pada alat pengukur beban.
Kasih alasan
2. Ketidaktelitian praktikan dalam memutar pengatur kecepatan pada power
supply sehingga sulit untuk menemukan kecepatan putar yang diinginkan.
3. Ketidaktelitian dalam mengarahkan tachometer pada titik putih di samping
landasan putar.
4. Ketidakakuratan pada saat menggunakan alat, disebabkan oleh alat yang
tidak dikalibrasi terlebih dahulu.
5. Ketidaktelitian pada pembulatan perhitungan hasil percobaan sehingga hasil
perhitungan kurang tepat.

Kesimpulan :
1. Jari-jari putar berbanding lurus dengan gaya sentrifugal, semakin besar gaya
sentrifugal maka jari-jari putar akan semakin besar. Kasih angka
2. Kecepatan putar berbanding lurus dengan putaran aktual, semakin besar
putaran aktual maka kecepatan putar akan semakin besar juga.
3. Gaya sentrifugal berbanding lurus dengan kecepatan putar. Hal ini berarti
kecepatan putar yang semakin besar akan menghasilkan gaya sentrifugal
yang lebih besar, demikian pula sebaliknya.
4. Besar kecepatan putar dipengaruhi oleh gaya sentrifugal yang berbanding
lurus dengan kecepatan putar. Hal ini berarti kecepatan putar yang semakin
besar akan menghasilkan gaya sentrifugal yang lebih besar, demikian pula
sebaliknya.
5. Massa bandul berbanding terbalik dengan jari-jari putar, dimana massa yang
semakin besar akan menghasilkan jari-jari putar yang semakin kecil,
demikian sebaliknya.

28
Wilson
515160039

DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_sentripetal (Diakses tanggal 24 September


2018)
2. http://www.geek.com/science/geek-answers-why-doesnt-the-iss-have-artificial-
gravity-1563351/ (Diakses tanggal 24 September 2018)

vii
LAMPIRAN
Pertanyaan

1. Hitung besar jari-jari putar rata-rata berdasarkan pengujian.


2. Hitung besar jari-jari putar rata-rata berdasarkan perhitungan teoritik.
3. Jelaskan fenomena yang terjadi dari percobaan ini.

Jawab
1. Nilai jari-jari putar rata-rata aktual dapat dilihat pada tabel 2.4.

Tabel 2.4. Perbandingan Jari-Jari Putar Aktual Percobaan I, II dan III


NO Percobaan I PercobaanII PercobaanIII
(m) (m) (m)
1 0,079 0,066 0,052
2 0,066 0,074 0,069
3 0,081 0,078 0,082
4 0,062 0,060 0,061
Rata-rata 0,072 0,069 0,066

2. Nilai jari-jari putar teoritik dapat dilihat pada tabel 2.5.


Tabel 2.5. Nilai Jari-Jari Putar Teoritis

Gaya Sentrifugal Putaran Jari-Jari Putar


No.
(N) (r/min) (m)
1 5 50 0,365
2 10 100 0,73
3 15 150 1,094
4 20 200 1,459

3. Fenomena yang terjadi pada praktikum gaya sentrifugal telah dijelaskan


pada bab V.
Pada Gambar 2.14., terlihat bahwa massa yang diputar sebesar n
mengalami gaya sentrifugal FS sehingga massa seolah-olah terlempar
keluar dari pusat putaran dan menyebabkan pergerakan massa pada arah
horizontal. Jarak massa terhadap pusat putaran sepanjang arah horizontal
disebut sebagai jari-jari putar (r).