Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat
rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat pada waktunya
yang berjudul “Siklus Nitrogen”.

Dalam penulisan makalah ini kami pun menyadari banyak kekurangan dan kesalahan
oleh karena itu, kami mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini masih belum
sempurna dan kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari dosen serta teman-teman
yang sifatnya membangun guna lebih sempurnanya makalah ini.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Jakarta, 30 Agustus 2018

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1


1.1. Latar Belakang ............................................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 2
1.3. Manfaat Penulisan........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 3


2.1. Proses Berlangsungnya Siklus Nitrogen di Alam ....................................................... 3
2.2. Jalur Masuknya Nitrogen Kedalam Ekosistem ............................................................ 4
2.3. Reaksi-reaksi Kimia yang Berlangsung dalam Siklus Nitrogen .................................. 4

BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 8


3.1. Kesimpulan .................................................................................................................. 8
3.2. Saran ............................................................................................................................ 8

DAFTAR PUSAKA .......................................................................................................... 9

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer dan sangat penting bagi
tumbuhan yang dijumpai pada berbagai senyawa penyusun tumbuhan dan protein.
Ironisnya bahwa tumbuhan kadang-kadang menderita defisiensi nitrogen, sementara
atmosfer hampir 80% kandungannya adalah nitrogen. Namun demikian, nitrogen
atmosfer ini adalah gas N2 yang merupakan unsur yang tidak reaktif dan tumbuhan
tidak dapat menggunakan nitrogen dalam bentuk tersebut. Tetapi harus melewati
berbagai tahapan reaksi terlebih dahulu sehingga dalam penggunaan nitrogen pada
makhluk hidup diperlukan berbagai proses, yaitu : fiksasi nitrogen, mineralisasi,
nitrifikasi, denitrifikasi.
Siklus nitrogen sendiri adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung
unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini
dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Siklus nitrogen secara khusus sangat
dibutuhkan dalam ekologi karena ketersediaan nitrogen dapat mempengaruhi tingkat
proses ekosistem kunci, termasuk produksi primer dan dekomposisi. Aktivitas manusia
seperti pembakaran bahan bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan
pelepasan nitrogen dalam air limbah telah secara dramatis mengubah siklus nitrogen
global.
Nitrogen sangatlah penting untuk berbagai proses kehidupan di Bumi. Nitrogen
adalah komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya dimasukkan ke
dalam protein, tahukan kalau protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam
pertumbuhan. Nitrogen juga hadir dibasis pembentuk asam nukleat, seperti DNA dan
RNA yang nantinya membawa hereditas. Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen
digunakan dalam molekul klorofil, yang penting untuk fotosintesis dan pertumbuhan
lebih lanjut. Meskipun atmosfer bumi merupakan sumber berlimpah nitrogen, sebagian
besar relatif tidak dapat digunakan oleh tanaman. Pengolahan kimia atau fiksasi alami
(melalui proses konversi seperti yang dilakukan bakteri rhizobium), diperlukan untuk
mengkonversi gas nitrogen menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh organisme
hidup, oleh karena itu nitrogen menjadi komponen penting dari produksi pangan.
Kelimpahan atau kelangkaan dari bentuk "tetap" nitrogen, (juga dikenal sebagai

1
nitrogen reaktif), menentukan berapa banyak makanan yang dapat tumbuh pada
sebidang tanah.
Nitrogen berada di alam dalam berbagai bentuk dan keadaan dinamis mengikuti
perbahan fisik dan kimia dalam suatu daur nitrogen. Sejumlah besar nitrogen dalam
atmosfer, namun sukar bagi tumbuhan untuk memperoleh atom N dari N2 dalam bentuk
yang dapat digunakan. Meskipun N2 masuk ke dalam sel-sel daun bersama CO2 melalui
stomata, enzim-enzim yang tersedia hanya mereduksi CO2, sehingga N keluar dari sel-
sel daun secepat mungkin. Sebagian besar N2 yang masuk tubuh tumbuhan telah
mengalami fiksasi (reduksi) oleh mikroba prokariotik atau dalam bentuk NH4 dan NO3
dalam air hujan atau aktifitas gunung berapi dan pembakaran fosil.

1.2. Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas
dalam makalah ini yaitu:
 Bagaimana proses berlangsungnya siklus nitrogen di alam?
 Bagaimana jalur masuknya nitrogen kedalam suatu ekosistem?
 Apa saja reaksi kimia yang berlangsung dalam siklus nitrogen?

1.3. Manfaat Penulisan


Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
 Pembaca dapat mengetahui proses berlangsungnya siklus nitrogen di alam
 Pembaca dapat mengetahui jalur masuknya nitrogen kedalam suatu ekosistem
 Pembaca dapat mengetahui reaksi kimia yang berlangsung dalam siklus nitrogen

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Proses Berlangsungnya Siklus Nitrogen Di Alam


Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk ke bentuk kimia lain.
Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk
nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Diagram di bawah ini
menunjukkan bagaimana proses-proses pada siklus nitrogen.

Diagram di atas menunjukkan bagaimana proses-proses cocok bersama untuk


membentuk siklus nitrogen (lihat gambar).

Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen


organik, amonium (NH4+), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), dan gas nitrogen (N2). Nitrogen
organik dapat berupa organisme hidup, atau humus, dan dalam produk antara dekomposisi
bahan organik atau humus dibangun. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu
bentuk kimia lain. Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan
energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

3
2.2. Jalur Masuknya Nitrogen Kedalam Ekosistem
Nitrogen memasuki ekosistem melalui 2 jalur alami yaitu :
 Melalui hujan dan debu nitrogen.
 Melalui fiksasi nitrogen, yang dilakukan oleh mikroba prokariotik dengan kemampuan
mengubah N2 menjadi senyawa yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa
organik bernitrogen seperti asam amino Nitrogen memasuki ekosistem secara relatif
sangat bervariasi dari ekosistem ke ekosistem yang lain. Yang pertama, deposit pada
atmosfer, merupakan 5-10% dari nitrogen yang dapat digunakan yang memasuki
sebagian besar ekosistem. Dalam proses ini, NH4+ dan NO3-, kedua bentuk yang tersedia
bagi tumbuhan, ditambahkan ke tanah melalui kelarutannya dalam air hujan atau
melalui pengendapan debu-debu halus atau butiran lainnya.

2.3. Reaksi – Reaksi Kimia Yang Berlangsung Dalam Siklus Nitrogen

1. Fiksasi Nitrogen
Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang
mengubah nitrogen di udara menjadi ammonia (NH3). Mikroorganisme yang memfiksasi
nitrogen disebut diazotrof. Mikroorganisme ini memiliki enzim nitrogenaze yang dapat
menggabungkan hydrogen dan nitrogen. Reaksi untuk fiksasi nitrogen biologisini dapat
ditulis sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e− → 2 NH3 + H2
Mikro organisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain: Cyanobacteria,
Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau
biru juga dapat memfiksasi nitrogen. Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa
hewan (rayap), telah membentuk asosiasi (simbiosis) dengan diazotrof. Selain dilakukan
oleh mikroorganisme, fiksasi nitrogen juga terjadi pada proses non-biologis, contohnya
sambaran petir. Lebih jauh, ada empat cara yang dapat mengkonversi unsurnitrogen di
atmosfer menjadi bentuk yang lebih reaktif:
a. Fiksasi biologis:
Beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan dengan tanaman polongan) dan
beberapa bakteri yang hidup bebas dapat memperbaiki nitrogen sebagai nitrogen
organik. Sebuah contoh dari bakteri pengikat nitrogen adalah bakteri Rhizobium

4
mutualistik, yang hidup dalam nodul akar kacang-kacangan. Spesies ini diazotrophs.
Sebuah contoh dari hidup bebas bakteri Azotobacter.

b. Industri fiksasi nitrogen:


Di bawah tekanan besar, pada suhu 600C, dan dengan penggunaan katalis besi,
nitrogen atmosfer dan hidrogen (biasanya berasal dari gas alam atau minyak bumi)
dapat dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH3). Dalam proses Haber-Bosch,
N2 adalah diubah bersamaan dengan gas hidrogen (H2) menjadi amonia (NH3), yang
digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak.

c. Pembakaran bahan bakar fosil:


Mesin mobil dan pembangkit listrik termal, yang melepaskan berbagai nitrogen
oksida (NOx).

d. Proses lain:
Selain itu, pembentukan NO dari N2 dan O2 karena foton dan terutama petir, dapat
memfiksasi nitrogen.

2. Asimilasi
Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam
bentuk ion nitrat atau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari
tanaman yang mereka makan.
Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut
akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion
amoniumuntuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada
tanaman yang memiliki hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat
berasimilasi dalam bentuk ion amonium langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan
organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan
molekul organik kecil.

3. Amonifikasi
Jika tumbuhan atau hewan mati, nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh
bakteri dan jamur.

5
4. Nitrifikasi
Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang hidup di
dalam tanah dan bakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi, bakteri nitrifikasi
seperti spesies Nitrosomonas mengoksidasi ammonium (NH4+) dan mengubah ammonia
menjadi nitrit (NO2-). Spesies bakteri lain, seperti Nitrobacter, bertanggung jawab untuk
oksidasi nitrit menjadi dari nitrat (NO3-). Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat
penting karena nitrit merupakan racun bagi kehidupan tanaman.
Proses nitrifikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut ini :
1. NH3 + CO2 + 1.5 O2 + Nitrosomonas → NO2- + H2O + H+
2. NO2- + CO2 + 0.5 O2 + Nitrobacter → NO3-
3. NH3 + O2 → NO2− + 3H+ + 2e−
4. NO2− + H2O → NO3− + 2H+ + 2e
note : "Karena kelarutannya yang sangat tinggi, nitrat dapat memasukkan air tanah.
Peningkatan nitrat dalam air tanah merupakan masalah bagi air minum, karena nitrat
dapat mengganggu tingkat oksigen darah pada bayi dan menyebabkan sindrom
methemoglobinemia atau bayi biru. Ketika air tanah mengisi aliran sungai, nitrat yang
memperkaya air tanah dapat berkontribusi untuk eutrofikasi, sebuah proses dimana
populasi alga meledak, terutama populasi alga biru-hijau. Hal ini juga dapat
menyebabkan kematian kehidupan akuatik karena permintaan yang berlebihan untuk
oksigen. Meskipun tidak secara langsung beracun untuk ikan hidup (seperti amonia),
nitrat dapat memiliki efek tidak langsung pada ikan jika berkontribusi untuk eutrofikasi
ini."

5. Denitrifikasi
Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen (N2), untuk
menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri seperti
Pseudomonas dan Clostridium dalam kondisi anaerobik. Mereka menggunakan nitrat
sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi. Fakultatif anaerob bakteri
ini juga dapat hidup dalam kondisi aerobik.
Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk peralihan
sebagai berikut:
NO3− → NO2− → NO + N2O → N2 (g)

6
Proses denitrifikasi lengkap dapat dinyatakan sebagai reaksi redoks:
2 NO3− + 10 e− + 12 H+ → N2 + 6 H2O

6. Oksidasi Amonia Anaerobik


Dalam proses biologis, nitrit dan ammonium dikonversi langsung ke elemen (N2) gas
nitrogen. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di lautan.
Reduksi dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi
amonia anaerobik
NH4+ + NO2− → N2 + 2H2O

7
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari isi
makalah ini, yaitu:
1. Siklus nitrogen yang berlangsung di alam bertujuan untuk mengubah nitrogen dari satu
bentuk ke bentuk kimia lain yang melibatkan serangkaian proses kimia yang dilakukan
oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
2. Nitrogen memasuki ekosistem melalui 2 jalur alami yaitu melalui hujan dan debu
nitrogen dan melalui fiksasi nitrogen, yang dilakukan oleh mikroba prokariotik dengan
kemampuan mengubah N2 menjadi senyawa yang dapat digunakan untuk mensintesis
senyawa organik bernitrogen seperti asam amino
3. Secara umum ada 6 bentuk reaksi kimia yang berlangsung pada siklus nitrogen yang
berguna untuk mengkonversikan unsur nitrogen di atmosfer menjadi bentuk yang lebih
reaktif, diantara nya adalah Fiksasi nitrogen, Asimilasi, Amonifikasi, Nitrifikasi
Denitrifikasi, dan Oksidasi Amonia Anaerobik.

3.2. Saran
Dari hasil pembahasan yang dipaparkan dalam isi makalah ini, pembaca diharapkan
dapat memilihara ekosistem yang ada di lingkungan sekitar agar siklum alam yang ada
didalamnya dapat tetap terpelihara dengan baik.

8
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_nitrogen
https://www.kelasipa.com › Ekosistem