Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang mana dua pertiga

wilayahnya adalah perairan laut. Secara geografis hampir 70 persen (70%)

wilayah Indonesia merupakan perairan yang sangat berpotensi menyimpan

kekayaan laut yang luar biasa, mulai dari potensi perikanan, industri kelautan,

jasa kelautan, transportasi, hingga wisata bahari. Luas lautan Indonesia yang

mencapai 5,8 juta kilometer persegi, dengan panjang garis pantai Indonesia

yang mencapai 95.181 km dan luas perairan 5,8 juta km2 , serta telah diakuai

dunia memiliki 17.500 pulau, tidak dimanfaatkan secara optimal, begitu juga

lautan dangkal yang luasnya 24 juta hektar dan teluk yang luasnya 4,1 juta

hektar masih disia-siakan.

Lingkungan maritim adalah kawasan atau daerah yang berhubungan

dengan laut dimana perdagangan dan pelayaran terjadi di kawasan tersebut.

Pada dasarnya batas lingkungan maritim suatu negara adalah artifisial karena

pencemaran yang terjadi disuatu negara akan dirasakan juga oleh negara yang

berbatasan laut. Tumpahan minyak dari kapal tanker akan mencemari pula

perairan negara lain yang berbatasan.

Seperti sudah dikenal sebelumnya konsep tentang pencemaran oleh

tindakan manusia dapat dibedakan atas dua macam yakni, Pollution Pay

Principles. Prinsip ini secara tidak langsung memberi hak kepada pencemar

untuk melakukan pencemaran asalkan membayar kompensasinya. Dalam

1
lingkungan bisnis maritim konsep ini sudah mulai ditinggalkan, pengenaan

denda lebih dianggap sebagai hukuman bukan sebagai kompensasi. Pollution

Prevention Pays. Pada konsep ini pencemaran harus dicegah secara proaktif,

untuk itu perlu pengerahan dana untuk mencegah terjadinya pencemaran.

Konsep inilah yang dikembangkan oleh IMO dalam konvensi-konvensi

internasional tentang pencegahan pencemaran lingkungan maritim seperti

keharusan membuat konstruksi Double Hull dan Segragated Ballast Tank

untuk kapal tanker minyak mentah.

Kalau kita tinjau apa yang dikemukakan oleh Naes (1989) tentang

ekofilosofi yang membedakan dua kelompok pencinta lingkungan hidup.

Penganut ekologi dangkal (diarahkan kepada kepentingan negara barat/maju

semata) dan penganut ekologi mendalam, kelompok ini berpendapat manusia

adalah bahagian integral dari alam kehidupan dan makhluk hidup mempunyai

hak yang sama.

Dalam menyiasati lingkungan maritim global teori ini memang ada

benarnya, negara-negara maju/barat terlihat lebih banyak berfikir untuk

kepentingan regional negara-negaranya sendiri. Sebagai contoh kecelakaan

kapal Torey Canyon di Alaska telah membuat para pemikir disana untuk

mengharuskan semua kapal yang memasuki wilayah Amerika dengan

konstruksi double hull. Begitu juga dengan kasus lainnya negara-negara barat

dengan mudahnya mengambil keputusan untuk membuang limbah nuklirnya

ke kawasan Pasifik dan tidak di Atlantik misalnya. Kalau kita bandingkan

kecelakaan tanker yang terjadi diselat Malaka beberapa waktu yang lalu,

2
suatu lintasan laut terpadat di dunia belum membuat negara-negara

maju/barat untuk berbuat sesuatu untuk melindungi kawasan tersebut.

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi

kebutuhan masa kini tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk

memenuhi kebutuhan dari generasi yang akan datang. Pembangunan

berkelanjutan harus memerhatikan pemanfaatan lingkungan hidup dan

kelestarian lingkungannya agar kualitas lingkungan tetap terjaga. Kelestarian

lingkungan yang tidak dijaga, akan menyebabkan daya dukung lingkungan

berkurang, atau bahkan akan hilang. Pembangunan berkelanjutan

mengandung arti sudah tercapainya keadilan sosial dari generasi ke generasi.

Dilihat dari pengertian lainnya, pembangunan berkelanjutan sebagai

pembangunan nasional yang melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut :

2. Apa itu lingkungan hidup laut ?

3. Faktor-faktor apa saja yang mengancam lingkungan laut ?

4. Bagaimana cara melakukan pelestaria dan upaya perlindungan laut ?

1.3 Tujuan penulisan

Tujuan yang ingin dicapai pada makalah ini adalah sebagai berikut :

1. untuk mengatahui lingkungan hidup laut.

2. untuk mengetahui fackor-faktor yang mengan cam lingkungan laut.

3. untuk mengatahui cara melakukan pelestarian dan upaya perlindugan laut.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Lingkunga Hidup Laut

Dalam ekosistem perairan (tawar, pesisir dan lautan) berbagai jasad

hidup (biotik) dan lingkungan fisik (abiotik) merupakan satu kesatuan yang

tidak dapat dipisahkan dan saling terkait. Dua komponen ini saling

berinteraksi antara satu dengan lainnya, sehingga terjadi pertukaran zat

(energi) di antara keduanya. Komponen abiotik merupakan faktor pendukung

bagi kelangsungan hidup organisme. Dalam ekosistem pesisir, komponen

abiotik tersebut terdiri dari unsur dan senyawa anorganik, senyawa organik

dan iklim. Unsur dan senyawa anorganik adalah C, N, CO2, dan H2O.

Sedangkan senyawa organik terdiri dari karbohidrat, protein, lemak dan

vitamin.

Faktor iklim yang memegang peranan dalam perairan adalah suhu.

Ekosistem pesisir memiliki struktur yang khas, hal ini disebabkan ekosistem

tersebut merupakan daerah peralihan antara ekosistem daratan dengan

ekosistem lautan. Secara umum komponen penyusun struktur ekosistem

perairan pesisir terdiri atas produser, konsumer, dan pengurai. Komponen

produser terdiri atas produser makro dan mikro, demikian juga halnya dengan

komponen konsumer terdiri atas konsumer makro dan mikro. Komponen-

komponen makro ini termasuk berbagai jenis rumput laut yang ada dalam

perairan, sedangkan produser mikro adalah berbagai jenis fitoplankton yang

36 berukuran relative kecil.

4
Organisme konsumen merupakan organisme yang memanfaatkan hasil

dari aktivitas organism produsen. Komponen konsumer makro terdiri atas

berbagai jenis ikan, mamalia, krustasea, dan berbagai jenis organisme laut

lainnya. Sedangkan komponen konsumer mikro terdiri atas jenis-jenis

zooplankton yang sangat kecil. Sedangkan organisme pengurai (dekomposer)

adalah organisme yang melakukan perombakan atas berbagai materi organik

yang dimanfaatkan kembali oleh seluruh komponen biologi (tumbuhan air)

yang ada. Komponen pengurai di perairan pesisir didominasi oleh berbagai

jenis bakteri. Komponenkomponen ekosistem yang ada dalam sistem perairan

pesisir antara lain, Produser Fitoplankton, Konsumer Zooplanhton, Konsumer

Benthos, Konsumer Nekton, dan Komponen Pengurai Bokteri

2.2 Faktor-faktor yang Mengancam Lingkungan Laut

Dalam dunia maritim persyaratan mengenai pencegahan pencemaran

laut harus dipenuhi untuk dapat berlayar diperairan internasional atau

memasuki negara lain. Adanya peraturan dari IMO-PBB tentang MARPOL

(Marine Pollution) merupakan gambaran keterkaitan yang tidak dapat ditawar

antara keinginan mempertahankan ekologi dengan kepentingan bisnis.

Dewasa ini masalah lindungan lingkungan tidak semata-mata

membicarakan bagai mana menganggulangi pencemaran, tetapi sudah beralih

kepada bagai mana agar pencemaran tidak terjadi, bersifat proaktif(Pollution

Prevention Pays). Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan lindungan

lingkungan sudah di internalisasikan menjadi anggaran operasi. Di Pertamina

lindungan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisah dengan kegiatan

5
operasi perusahaan. Setiap direktorat memiliki bagian yang bertanggung

jawab terhadap Lindungan Lingkungan (LK3).

Sumber daya alam yang ada di laut dapat mengalami kerusakan.

Kerusakan sumber daya alam di laut sebagian besar disebabkan oleh tindakan

manusia. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan di laut sebagai

berikut:

1. Membuang sampah di laut.

2. Pembuangan limbah industri yang mengandung bahan kimia dapat

mencemari laut sehingga biota laut banyak yang mati.

3. Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan menyebabkan

kerusakan terumbu karang.

4. Penggunaan jaring pukat harimau dan jaring trawl menyebabkan ikanikan

kecil tertangkap sehingga populasi ikan semakin berkurang.

5. Tumpukan minyak mentah di laut menyebabkan kematian berbagai jenis

ikan dan biota laut lainnya.

Sumber daya alam yang ada di laut dimanfaatkan untuk memenuhi

kebutuhan hidup manusia. Kita boleh memanfaatkan sumber daya alam yang

ada di laut. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Akan tetapi,

kita juga harus menjaga kelestariannya.

2.3 Pelestarian dan Upaya Perlindungan Lingkungan Laut

Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur

bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkunga ditindak

6
lanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering

disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan. Pemerintah

berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran masyarakat

akan pentingnya untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan

hidup. Dan upaya ini dilakukan pemerintah melalui penyuluhan, bimbingan,

pendidikan, dan penelitian tentang lingkungan hidup.

Ekosistem laut adalah salah satu ekosistem yang penting bagi

manusia. Laut memiliki banyak manfaat bagi manusia. Melestarikan laut,

akan berdampak pada keseimbangan ekosistem di bumi. Sama seperti di

darat, ekosistem laut juga terdiri dari fauna dan flora. Semakin dalam, maka

fauna dan flora yang ada di laut juga semakin berbeda. Perbedaan ini akibat

adanya perbedaan tekanan bawah laut, serta intensitas cahaya matahari yang

ada didalam laut. Sebagai bagian dari ekosistem bumi, menjaga kelestarian

laut sangat di butuhkan. Karena laut juga sebagai salah satu sumber air, serta

pengatur suhu di bumi. Cara melestarikan laut antara lain:

1. Ikan adalah salah satu sumber protein bagi manusia. Menangkap ikan tidak

boleh memakai bom atau pukat harimau, yang berpotensi merusak laut.

2. Menghentikan eksplotasi laut. Dengan cara tidak melakukan penangkapan

ikan secara berlebihan, dan hanya menangkap ikan dewasa sebagai

konsumsi.

3. Menjaga serta melestarikan ikan yang terancam punah, dengan

menghentikan perburuan liar serta membudidayakan ikan yang terancam

punah melalui cagar alam.

7
4. Melakukan penanaman kembali terumbu karang.

5. Melakukan hukuman berat kepada pabrik yang membuang limbahnya ke

laut.

Upaya yang dilakukan untuk melestarikan sumber daya laut

sebagai berikut:

1. Menjaga kebersihan laut atau tidak membuang sampah sembarangan.

2. Melakukan daur ulang sampah industri sebelum dibuang ke laut atau

sungai.

3. Melarang penggunaan pukat harimau.

4. Melarang penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.

5. Melindungi terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakan ikan.

6. Menanam hutan bakau di pesisir pantai untuk mencegah abrasi pantai.

Hutan bakau (mangrove) juga digunakan untuk berkembang biak berbagai

jenis biota laut.

7. Memberi sanksi yang berat terhadap orang-orang yang menangkap satwa

laut yang dilindungi.

Tidak hanya laut, pantai pun memiliki banyak manfaat bagi manusia.

Hanya saja, pantai pun juga mengalami pengerusakan oleh manusia.

Ekosistem pantai, tidak hanya berisi manusia, tapi juga terdapat hewan dan

tumbuhan yang juga hidup di pantai. Di dalam ekosistem pantai,

terdapat ekosistem rawa yang juga memiliki karakteristik yang unik. Untuk

mencegah pantai menjadi semakin rusak, berikut cara melestarikan pantai:

8
1. Menyediakan tempat sampah dan tukang sampah yang cukup di pantai.

Hal ini untuk mencegah orang membuang sampah sembarangan.

2. Melakukan reklamasi laut dengan menanam hutan bakau di sepanjang

pantai.

3. Memberikan sangsi bagi pengunjung yang membuang sampah

sembarangan.

4. Memberikan himbauan dengan spanduk di sekitar pantai mengenai

menjaga kebersihan pantai

5. Membangun cagar alam di sekitar pantai, untuk melesetarikan hewan-

hewan yang hidup di pantai.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas maka dapat di simpulkan bahwa :

1. Dalam ekosistem perairan (tawar, pesisir dan lautan) berbagai jasad hidup

(biotik) dan lingkungan fisik (abiotik) merupakan satu kesatuan yang

tidak dapat dipisahkan dan saling terkait. Komponen abiotik merupakan

faktor pendukung bagi kelangsungan hidup organisme. Dalam ekosistem

pesisir, komponen abiotik tersebut terdiri dari unsur dan senyawa

anorganik, senyawa organik dan iklim.

2. Faktor-faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan di laut yaitu,

membuang sampah di laut dan pembuangan limbah industri yang

mengandung bahan kimia dapat mencemari laut sehingga biota laut

banyak yang mati.

3. Ekosistem laut adalah salah satu ekosistem yang penting bagi manusia.

Laut memiliki banyak manfaat bagi manusia. Melestarikan laut, akan

berdampak pada keseimbangan ekosistem di bumi. Sama seperti di darat,

ekosistem laut juga terdiri dari fauna dan flora. Semakin dalam, maka

fauna dan flora yang ada di laut juga semakin berbeda.

10
3.2 Saran

Kritik dan saran pembaca yang membangun sangat dibutuhkan untuk

menjadi bahan instrosfeksi serta masukan agar tulisan-tulisan selanjutnya bisa

lebih baik lagi.

11
DAFTAR PUSTAKA

Http:www//organisasi.org/usaha_cara_metode_pelestarian_laut.html.
https://wartikel.com/19575/penyebab-pencemaran-laut/.
https://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_minyak.
https://mazara30.wordpress.com/2012/06/16/akumulasi-pestisida-pada-biota-laut-
2/.
https://www.scribd.com/document/356885764/Pencemaran-Pestisida-Pada-
Perairan-Laut-dan-Dampaknya-Terhadap-Ekosistem.
http://www.maritimeworld.web.id/2014/04/cara-menanggulangi-tumpahan-
minyak-di-laut.html.

12