Anda di halaman 1dari 6

JURNAL MKMI, Juni 2014, hal 65-70

MOTIVASI KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS


WALENRANG KABUPATEN LUWU

Motivation of Health Workers in Walenrang Community Health Center


Luwu Regency

Nurbaeti, Hari Hartika


Sekolah Tinggi IlmuKesehatan (STIK) Yayasan Pendidikan Tamalatea (YPT) Makassar
(nurbaeti63@gmail.com)

ABSTRAK
Tenaga kesehatan bukan sekedar objek dalam pencapaian tujuan instansi, tetapi juga menjadi subjek atau
pelaku. Tenaga kesehatan dapat menjadi perencana, pelaksana dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam
mewujudkan tujuan instansi, serta mempunyai pikiran, perasaan dan keinginan yang dapat memengaruhi sikap
nyata terhadap pekerjaannya, dalam interaksi tersebut perlu dukungan motivasi kerja khususnya tenaga kesehatan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui motivasi kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu
dengan menggunakan metode survei analitik (observasional) dengan rancangan cross sectional study. Populasi
penelitian adalah semua tenaga kesehatan (PNS, PTT dan Non PNS) yang ada di Puskesmas Walenrang sebanyak
106 orang. Sampel penelitian adalah tenaga kesehatan yang berstatus PNS sebanyak 30 orang, dengan teknik
pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pem-
berian insentif dengan motivasi kerja tenaga PNS (p=0,009), ada hubungan antara perhatian dengan motivasi kerja
tenaga PNS (p=0,002), ada hubungan antara prestasi dengan motivasi kerja tenaga PNS (p=0,045) dan tidak ada
hubungan antara tanggung jawab dengan motivasi kerja tenaga PNS (p=0,066). Kesimpulannya, ada hubungan
antara insentif, perhatian, prestasi dengan motivasi kerja PNS.
Kata kunci : Insentif, perhatian, prestasi, tanggung jawab, motivasi kerja

ABSTRACT
Health workers are not just objects in the achievement of agency goals, but they also become the subject
or executors. They may be planners, executors and controllers who have always played an active role in achiev-
ing agency goals, who have thoughts, feelings and desires that can affect real attitude towards their work. In
these interactions there is a need to support the work motivation of health workers in particular. This study aims
to determine the motivation of health workers in Walenrang community health center, Luwu Regency. This study
implemented an observational analytical survey method with cross sectional study approach. Population of this
study were all 106 health workers in Walenrang Community Health Center which consisted of civil servants, three-
year employee and non civil servants. 30 samples with civil servant status were selected using purposive sampling.
Results of this study found that there was a relationship between the granting of incentives (p=0,009), attention
(p=0,002), achievements (0,045) and the work motivation of civil servants. Meanwhile, it was also found that there
was no correlation between responsibilities and the work motivation of civil servants (p=0,066). In conclusion,
there is a relationship between incentive, attention, achievement and the work motivation of civil servants.
Keywords : Incentives, attention, achievement, responsibility, work motivation

65
Nurbaeti : Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu

PENDAHULUAN wai termotivasi untuk bekerja.4


Keberhasilan instansi kesehatan dalam Perhatian memberikan pengaruh terhadap
mencapai tujuan tidak terlepas dari peran tenaga motivasi kerja sesorang, dengan adanya perhatian
kesehatan. Menurut World Health Organisation baik dari atasan ataupun mitra atau rekan kerja
(WHO), Indonesia masuk dalam lima negara secara tidak langsung tenaga kerja merasa nya-
dengan motivasi tenaga kesehatan yang paling man, lebih giat, dan bertanggung jawab dalam
rendah, selain Vietnam, Argentina, Nigeria dan melakukan aktivitas dalam pekerjaan, seperti
India. Hal ini disebabkan oleh, tidak diperha- hal-nya prestasi memberikan pengaruh terhadap
tikannya kebutuhan tenaga kerja ditinjau dari motivasi kerja, penghargaan atas prestasi kerja
aspek pemenuhan kesejahteraan.1 Hasil survei merupakan alat motivasi yang bertujuan tenaga
Depkes RI diperoleh informasi bahwa kurangnya kerja semakin profesional dalam melaksanakan
motivasi kerja yang muncul dari tenaga kesehatan pekerjaan yang di embannya. Penelitian Nurhasia
karena mereka memiliki berbagai rintangan mi- menunjukkan adanya hubungan antara perhatian
salnya tidak diperhatikan secara insentif oleh pi- dan penghargaan atas prestasi kerja dengan mo-
hak dinas kesehatan. Berdasarkan hasil pantauan tivasi kerja karena perhatian yang diwujudkan
petugas Sistem Informasi Kesehatan (SIK) pusat dalam bentuk pujian dari rekan kerja serta peng-
Jakarta tahun 2009 diperoleh informasi bahwa hargaan yang diberikan pimpinan membuat pega-
dari sekitar 175.000 orang pegawai, 98.512 orang wai termotivasi dalam bekerja.3
atau 56% mengeluhkan tentang rendahnya in- Suatu instansi para pegawai harus pula
sentif yang diterima dari institusi tempat mereka dididik secara sistematis jika diharapkan dapat
bekerja.2 melaksanakan pekerjaan dengan baik dan ber-
Motivasi pada dasarnya adalah kondisi tanggung jawab. Latihan juga dimaksudkan un-
mental yang mendorong dilakukannya suatu tin- tuk memberikan motivasi serta kepuasaan psiko-
dakan (action atau activities) dan memberikan logis kepada para pegawai, mengingat peranan
kekuatan yang mengarah kepada pencapaian ke- faktor manusia di dalam organisasi atau perusa-
butuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi haan sangat penting. Dengan latihan maka pega-
ketidakseimbangan. Bila motivasi kerja rendah, wai menjadi lebih memahami maksud dan tujuan
maka unjuk kerja akan rendah pula meskipun me- tugas pokok organisasi. Dengan demikian, pega-
miliki kemampuan. Setiap orang memiliki per- wai akan lebih menaruh minat dan perhatian pada
bedaan karakteristik yang menghasilkan unjuk bidang pekerjaan masing-masing.5
kerja yang berbeda dalam situasi yang berbeda Berdasarkan observasi awal yang telah di-
pula. Unjuk kerja pada garis besarnya dipenga- lakukan di Puskesmas Walenrang dari hasil wa-
ruhi oleh dua hal, yaitu faktor motivasi memiliki wancara 15 diantara 30 orang PNS (50%) dan 26
hubungan langsung dengan unjuk kerja indivi- diantara 63 orang sukarela (41,3%) mengatakan
dual sedangkan faktor kemampuan individual dilihat dari kedisiplinan, sebagian sering datang
dan lingkungan kerja memiliki hubungan yang tidak tepat waktu, dan untuk upah berupa insen-
tidak langsung dengan unjuk kerja.3 tif yang didapatkan pada pegawai berstatus PNS
Insentif merupakan bagian yang sangat bertugas pada malam hari, sebesar Rp.15.000,-
didambakan oleh setiap tenaga kerja, insentif per malam, tetapi dana itu dialihkan kepada tena-
(positif incentive) merupakan cara efektif dan ga kesehatan non golongan (honor dan sukarela)
berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja, sedangkan pembayarannya terhitung per triwu-
yang pada akhirnya secara langsung mening- lan. Keluhan lain dari tenaga kesehatan muncul
katkan produktifitas kerja itu sendiri. Penelitian berkenaan insentif non materi seperti tidak ada-
Wahyuni di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten nya anggaran pendidikan bagi tenaga kesehatan
Luwu Timur, menunjukkan ada hubungan yang (PNS) yang ingin melanjutkan pendidikan.6
bermakna antara pemberian insentif dengan mo- Unsur pelaksana bidang kesehatan di Pus-
tivasi kerja pegawai karena insentif atau upah kesmas Walenrang perlu mendeteksi masalah
diluar gaji yang mereka dapatkan membuat pega- motivasi tenaga kesehatan sehubungan dengan

66
JURNAL MKMI, Juni 2014, hal 65-70

pemberian insentif, membina keakraban antara Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden


teman kerja dan perhatian dari atasan agar tena- di Puskesmas Walenrang
ga kesehatan mampu memaksimalkan peran agar Karakteristik n %
dapat melaksanakan tugas secara profesional dan Umur (tahun)
bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan me- 20-25 3 10,0
ngetahui faktor yang berhubungan dengan moti- 26-30 4 13,3
vasi kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Walen- 31-35 6 20,0
rang Kabupaten Luwu. 36-40 7 23,3
≥41 10 33,3
Jenis Kelamin
BAHAN DAN METODE Laki-Laki 4 13,3
Jenis penelitian yang digunakan adalah Perempuan 26 86,7
survei analitik (observasional) dengan rancang- Pendidikan
an cross sectional study. Penelitian dilakukan di SMA 1 3,3
SPK 4 13,3
Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu pada
D1 2 6,7
bulan Desember tahun 2012. Populasi dalam D3 15 50,0
penelitian ini adalah semua tenaga kesehatan S1 8 26,7
(PNS, PTT, dan non PNS) yang ada di Puskesmas Sumber : Data Primer, 2012
Walenrang sebanyak 106 orang. Sampel peneli-
tian adalah tenaga kesehatan yang berstatus PNS Tenaga PNS di Puskesmas Walenrang Kabu-
sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan paten Luwu yang menyatakan perhatian baik se-
sampel secara purposive sampling dengan kriteria banyak 18 responden (60,0%) sedangkan yang
bersedia menjadi responden, yaitu tenaga kese- menyatakan perhatian kurang, yaitu sebanyak
hatan yang berstatus PNS, dan pernah mengikuti 12 responden (40,0%). Tenaga PNS di Puskes-
prajabatan. Pengolahan data dilakukan dengan mas Walenrang Kabupaten Luwu yang menilai
menggunakan komputer yang dianalisis dengan prestasi baik sebanyak 20 orang (66,7%) sedang-
uji chi square. Penyajian data disajikan dalam kan yang menyatakan kurang sebanyak 10 res-
bentuk tabel disertai narasi. ponden (33,3%). Tenaga PNS di Puskesmas
Walenrang Kabupaten Luwu yang menilai tang-
HASIL gung jawab baik sebanyak 24 orang (80,0%) se-
Kelompok umur dengan distribusi ter- dangkan yang menyatakan kurang sebanyak 6
tinggi pada tenaga PNS di Puskesmas Walenrang responden (20,0%). Motivasi kerja tenaga PNS
Kabupaten Luwu adalah kelompok umur ≥41 ta- di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu yang
hun sebanyak 10 orang (33,3%) dan terendah ada menyatakan baik sebanyak 18 (60,0%) sedang-
pada kelompok umur 26-30 tahun, yaitu 4 orang kan tenaga PNS yang motivasi kerjanya kurang,
(13,3%). Jenis kelamin dengan distribusi terting- yaitu 12 responden (40,0%) (Tabel 2).
gi pada tenaga PNS di Puskesmas Walenrang Ka- Hasil analisis menunjukkan terdapat 19
bupaten Luwu adalah jenis kelamin perempuan responden yang menyatakan baik dengan adanya
sebanyak 26 orang (86,7%) dan jenis kelamin insentif, terdapat 15 diantaranya (50,0%) yang
laki-laki sebanyak 4 orang (13,3%), sebagian be- menilai motivasi kerja tenaga PNS baik dan 4
sar tingkat pendidikan tenaga PNS di Puskesmas orang (13,3%) yang menilai motivasi kerja tena-
Walenrang Kabupaten Luwu adalah jenjang pen- ga PNS kurang. Berdasarkan uji statistik (fisher
didikan D3 sebanyak 15 orang (50%) (Tabel 1). exact) diperoleh nilai p=0,009. Hal ini berarti ada
Tenaga PNS di Puskesmas Walenrang hubungan antara pemberian insentif dengan mo-
Kabupaten Luwu yang menyatakan pemberian tivasi kerja tenaga PNS di Puskesmas Walenrang
insentif baik sebanyak 19 responden (63,3%) Kabupaten Luwu. Terdapat 18 responden yang
sedangkan yang menyatakan pemberian insentif menyatakan baik dengan adanya perhatian dari
kurang, yaitu sebanyak 11 responden (36,7%). atasan maupun rekan kerja, terdapat 15 dianta-

67
Nurbaeti : Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu

Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan PEMBAHASAN


Pemberian Insentif, Perhatian,
Prestasi, Tanggung Jawab, Motivasi Insentif merupakan salah satu jenis peng-
Kerja di Puskesmas Walenrang hargaan yang dikaitkan dengan prestasi kerja. Se-
Karakteristik n %
makin tinggi prestasi kerja, diharapkan semakin
besar pula insentif yang diberikan. Menurut Du-
Insentif
milah menyatakan bahwa fungsi utama dari in-
Baik 19 63,3
Kurang 11 36,7 sentif adalah untuk memberikan tanggung jawab
Perhatian dan dorongan kepada pegawai. Adapun tujuan
Baik 18 60,0 pemberian insentif adalah untuk meningkatkan
Kurang 12 40,0 produktifitas kerja individu maupun kelompok.7
Prestasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubung-
Baik 20 66,7 an antara pemeberian insentif dengan motivasi
Kurang 10 33,3 kerja tenaga PNS. Hal ini berarti semakin besar
Tanggung Jawab insentif yang diterima oleh tenaga kesehatan,
Baik 24 80,0
maka semakin meningkat motivasi dan begitu
Kurang 6 20,0
pula sebaliknya semakin rendah insentif maka
Motivasi kerja
Baik 18 60,0 akan semakin kurang motivasi kerja yang dimi-
Kurang 12 40,0 liki oleh tenaga kesehatan.
Sumber : Data Primer, 2012 Pada penelitian ini terdapat 4 orang (13,3%)
yang menjawab baik adanya pemberian insentif,
ranya (50,0%) yang menilai motivasi kerja tena- tetapi merasakan motivasi kerja kurang hal ini
ga PNS baik dan 3 orang (10,0%) yang menilai berarti bahwa meskipun mereka mendapatkan
motivasi kerja tenaga PNS kurang. Berdasarkan insentif tidak menyebabkan motivasi meningkat,
uji statistik (fisher exact) diperoleh nilai p=0,002. disebabkan oleh mereka tidak merasa puas de-
Hal ini berarti ada hubungan antara perhatian ngan insentif yang diterima. Serta terdapat 3
dengan motivasi kerja tenaga PNS di Puskesmas orang (10,0%) yang menjawab pemberian insentif
Walenrang Kabupaten Luwu (Tabel 3). kurang diberikan, tetapi motivasi kerjanya baik,
hal tersebut bisa terjadi karena sebagian respon-
Hasil analisis menunjukkan bahwa ter-
den menilai motivasi kerja seseorang tidak hanya
dapat 20 responden yang menyatakan baik de-
dipengaruhi oleh besaran insentif yang diberikan,
ngan adanya prestasi, terdapat 15 diantaranya
tetapi faktor lain juga mempunyai peranan dalam
(50,0%) yang menilai motivasi kerja tenaga PNS
peningkatan motivasi misalnya hubungan dengan
baik dan 5 orang (16,7%) yang menilai moti-
rekan kerja dan atasan serta reward, dan juga per-
vasi kerja tenaga PNS kurang. Berdasarkan uji
hatian dari teman dan atasan memberikan penga-
statistik (fisher exact) diperoleh nilai p=0,045.
ruh terhadap termotivasi atau tidaknya seorang
Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan an-
tenaga kesehatan dalam bekerja.
tara prestasi dengan motivasi kerja tenaga PNS di
Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu Terdapat Menurut beberapa sumber yang menilai
24 responden yang menyatakan baik dengan ada- pemberian insentif hanya kadang-kadang di-
nya tanggung jawab dalam bekerja, terdapat 15 berikan karena pembayaran insentif tenaga pe-
diantaranya (50,0%) yang menilai motivasi kerja rawat dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan.
tenaga PNS baik dan 9 orang (30,0%) yang me- Namun, sering juga terlambat karena dananya
nilai motivasi kerja tenaga PNS kurang. Ber- belum cair. Keadaan ini mengurangi kepuasan
dasarkan uji statistik (fisher exact) diperoleh nilai tenaga kesehatan terhadap sistem pembayaran
p=0,66. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara insentif di Puskesmas Walenrang. Selain sistem
tanggung jawab dengan motivasi kerja tenaga pembayaran tersebut, sistem penilaian dalam
PNS di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu pemberian insentif tidak menggunakan jam ker-
(Tabel 3). ja lembur, tetapi lebih mengacu pada golongan/
pangkat.6

68
JURNAL MKMI, Juni 2014, hal 65-70

Tabel 3. Hubungan Insentif, Perhatian, Prestasi, Tanggung Jawab dengan Motivasi Kerja Tenaga
PNS di Puskesmas Walenrang
Motivasi Kerja
Jumlah
Variabel Baik Kurang p
n % n % n %
Insentif
Baik 15 50,0 4 13,3 19 63,3 0,009
Kurang 3 10,0 8 26,7 11 36,7
Perhatian
Baik 15 50,0 3 10,0 18 60,0 0,002
Kurang 3 10,0 9 30,0 12 40,0
Prestasi
Baik 15 50,0 5 16,7 20 66,7 0,045
Kurang 3 10,0 7 23,3 10 33,3
Tanggung Jawab
Baik 15 50,0 9 30,0 24 80,0 0,066
Kurang 3 10,0 3 10,0 6 20,0
Sumber : Data Primer, 2012

Tenaga kesehatan yang puas dengan in- an dengan rekan kerja yang kurang baik sehingga
sentif yang diterima selama ini adalah tenaga ke- motivasi kerjanya tinggi. Perhatian memberikan
sehatan yang dari sisi tugas dan beban kerjanya pengaruh terhadap motivasi kerja seseorang, de-
tidak terlalu berat sehingga insentif yang diterima ngan adanya perhatian baik dari atasan ataupun
dalam bentuk uang dinilai cukup karena meru- mitra atau rekan kerja secara tidak langsung tena-
pakan tambahan diluar gaji. Menurut teori Abra- ga kerja merasa nyaman.10 Seperti pada penelitian
ham Maslow, seseorang memiliki motivasi kerja ini terdapat sekitar 12 responden (40,0%) yang
tinggi apabila tingkat kepuasannya terpenuhi, dan menyatakan perhatian dari atasan maupun rekan
biasanya orang dengan motivasi kerja cenderung kerja kurang, hal tersebut disebabkan kurangnya
juga memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terha- bimbingan dan arahan pimpinan serta dorongan
dap yang dicapainya.8 Sejalan yang dikemukakan untuk sukses dalam menyelesaikan pekerjaan
oleh Ishak, menunjukkan bahwa ada hubungan baik dari rekan kerja maupun atasan.
yang bermakna antara pemberian insentif dengan Menurut Siagian, hubungan teman kerja
motivasi kerja, apabila pemberian insentif ter- merupakan hal paling pertama dialami oleh petu-
penuhi maka akan mampu mendorong semangat gas disebabkan apabila hubungan teman kerja
kerja dari tenaga kesehatan dalam melaksanakan tidak tercipta sehingga tugas tidak dapat dilak-
tugas karena tingkat motivasi yang dimiliki oleh sanakan dengan sebaik-baiknya. Perlunya hubung-
seseorang dapat dinilai dari yang dicapai dan an teman sekerja adalah bagian yang selama ini
yang diinginkan. Pada dasarnya setiap orang dipertahankan oleh setiap instansi yang menerima
menginginkan hasil kerja yang memuaskan atau tenaga kerja atau petugas.11 Sejalan dengan pene-
minimal mampu untuk memenuhi seluruh kebu- litian Fitriani menunjukkan adanya hubungan
tuhannya.9 perhatian atasan terhadap motivasi kerja petugas
Hasil penelitian juga menunjukkan ter- kesehatan karena perhatian atasan maupun rekan
dapat 3 responden (10%) yang perhatian dari kerja mampu memberikan konstribusi yang posi-
rekan kerja kurang, tetapi motivasi kerjanya baik. tif dalam bertugas/bekerja.8
Hal ini disebabkan oleh, tenaga kesehatan terse- Pada penelitian terdapat 10 tenaga PNS
but tetap memilih mendahulukan kepentingan tim (33,3%) menyatakan prestasi kurang, hal tersebut
daripada kepentingan pribadi. Mereka mengang- disebabkan tenaga PNS berusaha bekerja keras
gap bahwa pekerjaan tetap dilaksanakan tanpa ha- termasuk mengerjakan tugas tambahan, tetapi
rus terpengaruh dengan adanya kondisi hubung- tidak mencapai prestasi terbaik. Sejalan peneli-

69
Nurbaeti : Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu

tian Fitriani menunjukkan bahwa prestasi dalam hakikat individu yang lain serta memberikan
perwujudan sebagai pengakuan atau penghargaan suatu dorongan atau motivasi. Perlunya pembe-
kepada tenaga perawat berhubungan dengan mo- rian penghargaan atas prestasi kerja tenaga ke-
tivasi kerja karena semakin sering adanya pe- sehatan. Perlunya menanamkan rasa tanggung
ngakuan dan penghargaan maka semakin termo- jawab dalam bekerja bagi tenaga kerja kesehatan
tivasi tenaga perawat dalam menjalankan tugas karena dengan tanggung jawab dalam menjalan-
atau pekerjaan.8 kan tugas akan mampu meningkatkan motivasi
Tanggung jawab adalah keadaan wajib kerja.
menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab
adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau DAFTAR PUSTAKA
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak 1. Swarburg, R. C. Pengaturan Kepemimpinan
disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat dan Manajemen Keperawatan Untuk Pera-
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban- wat Klinis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC;
nya. Pada penelitian ini sebagian besar tenaga 2005.
PNS bertanggung jawab dalam bekerja de-
2. Depkes RI. Insentif Tenaga Kesehatan. Ja-
ngan atau tanpa adanya motivasi, yang meliputi
karta: Depkes RI; 2011.
tanggung jawab dalam hal penyelasaian tugas-
tugas tepat waktu, Setiap pekerjaan merupakan 3. Nurhasia. Faktor yang Berhubungan dengan
tanggung jawab secara bersama serta berusaha Motivasi Kerja di Puskesmas Sudiang Raya
bekerja secara mandiri, tanpa menggantungkan Kota Makassar [Skripsi]. Makassar: STIK
pada orang lain. Tanggung jawab dalam bekerja Tamalate; 2009.
merupakan interpretasi dari atasan maupun rekan 4. Wahyuni. Upaya Meningkatkan Motivasi
kerja. Motivasi dapat memberikan dorongan atau Kerja Pegawai di Kantor Dinas Kesehatan
penyemangat dalam bekerja sehingga tenaga pe- Kabupaten Luwu Timur [Skripsi]. Makassar:
rawat mampu mengerjakan tugas dengan penuh Universitas Hasanuddin; 2008.
tanggung jawab. 5. Handoko, T. Manajemen Personalia dan
Sumber Daya Manusia. Edisi 2. Yogya-
KESIMPULAN DAN SARAN karta: BPFE; 2007.
Berdasarkan hasil penelitian tentang mo- 6. Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. Profil
tivasi kerja tenaga PNS di Puskesmas Walen- Kesehatan Kabupaten Luwu Tahun 2008.
rang Kabupaten Luwu menunjukkan bahwa ada Palopo: Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu;
hubungan antara pemberian insentif dengan mo- 2008.
tivasi kerja tenaga PNS (p=0,009), ada hubungan 7. Dumilah, A. Sistem Pemberian Insentif yang
antara perhatian dengan motivasi kerja tenaga Berpihak pada Sumber Daya Manusia Kese-
PNS (p=0,002), ada hubungan antara prestasi hatan di Daerah Terpencil [Skripsi]. Makas-
dengan motivasi kerja tenaga PNS (p=0,045) dan sar: Universitas Hasanuddin; 2008.
tidak ada hubungan antara tanggung jawab de- 8. Fitriani, A. Gambaran motivasi Kerja Tenaga
ngan motivasi kerja tenaga PNS (p=0,066). Kesehatan di RSUD Salewang Kab. Maros
Disarankan agar bentuk pemberian insen- [Skripsi]. Makassar: STIK Tamalate; 2010
tif sesuai dengan kebutuhan, harapan serta beban 9. Ishak, A, Hendri, T. Manajemen Motivasi.
kerja, sehingga motivasi kerja tenaga kesehatan Jakarta: Grasindo; 2005.
dapat lebih meningkat dari sebelumnya. Perlunya
10. Danim, S. Motivasi Kepemimpinan dan
terjalin hubungan yang harmonis dengan rekan
Efektivitas Kelompok. Bengkulu: PT Rineka
kerja untuk saling memperhatikan sinkronisasi
Cipta; 2004.
antara tujuan bersama dengan tujuan masing-
masing individu, tetap menciptakan dan mening- 11. Siagian, S. P. Manajemen Sumber Daya
katkan suasana pergaulan yang menyenangkan, Manusia. Jakarta: Bumi Aksara; 2005.
hubungan antara individu yang wajar, sadar akan

70