Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI

“Morfologi Bunga“

Oleh:
NURTINA WATI
NIM. D1B1 18 032

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Morfologi tumbuhan ialah ilmu yang mempelajari struktur organ


tumbuhan baik mengenal akar, daun, batang, bunga, buah, maupun bijinya. Bunga
merupakan modifikasi dari batang dengan bagian-bagiannya yang merupakan
daun khusus, berfungsi sebagai alat reproduktif. Modifikasi ini disebabkan oleh
dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon
tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada
banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah,
lama pencahayaan, dan ketersediaan air. bunga sempurna adalah bunga yang
memiliki lima bagian yaitu tangkai (filamen), kelopak mahkota, benang sari
(stamen) dan putik. Bagian di atas tangkai bunga agak membesar, disebut dasar
bunga. Saat bunga masih kecil, dasar bunga ini dibungkus oleh kelopak bunga.
Bunga adalah bagian tanaman yang mengandung struktur alat perbanyakan
generatif. Berdasarkan tipenya, bunga dibagi menjadi bunga tunggal dan bunga
majemuk. Pada bunga tunggal, satu tangkai hanya mendukung satu bunga,
sedangkan pada bunga majemuk, satu tangkai mendukung banyak bunga. Pada
umumnya bunga memiliki 4 organ utama, yaitu kelopak (kaliks), mahkota
(corola), benang sari (andresium) dan putik (gynesium). Benang sari terdiri dari
tangkai sari (filament), putik (stigma), tangkai putik (style), dan bakal buah
(ovary).
Mahkota merupakan tampilan paling indah pada bunga. Benang sari
berada di antara mahkota bunga dan mempercantik tampilan bunga. Benang sari
ini berbentuk seperti benang, biasanya dengan warna yang berbeda dengan
mahkota bunga. Benang sari merupakan alat kelamin jantang pada bunga. Dengan
benang sari, bunga terlihat lebih indah dan mempesona. Benang sari tumbuh
putik, biasanya dengan bentuk, warna, di ukuran yang berbeda. Putik merupakan
alat kelamin betina pada bunga. Akan tetapi tidak semua bunga memiliki putik
atau benang sari yang disebut bunga tidak sempurna.
Pada tumbuhan berbunga dapat menghasilkan bunga yang beragam bentuk,
ukuran, warna dan bau tergantung dari spesiesnya. Bunga atau kembang (flos)
adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio magnoliophyta
atau angiospermae). Bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik).
Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan
berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi
buah. Buah adalah struktur yang membawa biji. Fungsi biologi bunga adalah
sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora)
untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti
dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
Bunga dapat dibedakan atas bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.
Bunga lengkap adalah bunga dengan komponen-komponen diantaranya daun
bunga meliputi sepala (calix) dan petala (corolla), benang sari (stamen) meliputi
tangkai (filamen) dan kepala sari (anther) serta putik meliputi bakal buah (ovary),
tangkai putik (style) dan kepala putik (stigma). Berdasarkan jenis kelamin maka
bunga dapat dibedakan atas bunga jantan, bunga betina dan bunga banci (memiliki
bunga jantan dan bunga betina). Sedangkan berdasarkan jumlah bunga maka
dibedakan atas bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga tunggal apabila dalam
satu tangkai hanya terdapat satu buga sedangkan apabila lebih dari satu bunga
disebut bunga majemuk.

1.2. Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ini yaitu memberi pengalaman kepada praktikan


dalam melakukan pengamatan terhadap bemacam susunan bunga tunggal dan
bunga majemuk, memberi kemampuan kepada praktikan untuk mendeskripsikan
bermacam susunan bunga tunggal dan bunga majemuk, serta memberi
kemampuan kepada praktikan menyusun rumus bunga dan diagram bunga.
Kegunaan dari praktikum ini yaitu agar praktikan dapat terampil dalam
melakukan pengamatan terhadap bermacam susunan bunga tunggal dan bunga
majemuk, praktikan mampu dalam mendeskripsikan secara visual bermacam-
macam susunan bunga tunggal dan bunga majemuk, serta praktikan dapat mudah
dalam menyusun rumus bunga dan diagram bunga.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada


tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, “tumbuhan
berbiji tertutup”). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik).
Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani
disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah
kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini,
satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret. Bunga berfungsi
utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga.
Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Bunga merupakan
alat reproduksi Angiospermae, dibentuk oleh meristem ujung khusus yang
berkembang dari ujung pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor internal dan
eksternal untuk keperluan itu. Bunga yang mempunyai kelopak, mahkota, stamen
dan putik disebut bunga lengkap. Namun kebanyakan bunga mempunyai struktur
yang tidak lengkap misalnya tidak mempunyai salah satu alat kelamin atau
keduanya. Bila hanya mempunyai alat kelamin jantan saja disebut bunga jantan
dan sebaliknya bila hanya mempunyai alat kelamin betina saja disebut bunga
betina (Sudarnadi, 2010).
Bunga sangat beragam bentuknya meskipun demikian, persamaan yang
pokok di antara bunga bermacam tumbuhan itu lebih besar dibandingkan dengan
kelainannya, karena semua bunga mempunyai kerangka struktur dasar yang sama.
Menurut botaniawan, bunga adalah sepotong batang atau cabang dengan
sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang berhubungan dengan
fungsinya untuk bereproduksi. Dikatakan mengalami perubahan bentuk karena di
antara daun-daun ini ada yang mungkin menyerupai daun biasa, tetapi yang lain
berbeda sekali dalam strukturnya sehingga sukar dinamakan daun (Tjitrasam,
2009).
Bunga adalah struktur pembiakan pada tumbuhan berbunga, yaitu
tumbuhan-tumbuhan dalam divisi Magnoliophyta. Bunga mengandung organ-
organ tumbuhan, dan fungsinya ialah untuk menghasilkan biji-biji melalui
pembiakan. Untuk tumbuhan-tumbuhan yang bertaraf lebih tinggi, biji-biji
merupakan generasi berikutnya, dan bertindak sebagai cara yang utama untuk
penyebaran individu-individu spesies secara luas. Selepas persenyawaan, sebagian
dari bunga itu akan berkembang menjadi buah yang mengandung biji-biji
(Anonymous, 2009).
Bunga (flos) merupakan alat reproduktif seksual yang kompleks dan tumbuh
berbunga akan menghasilkan buah berbiji dan berasal dari turunan (derivate)
tunas batang dan daun. Meskipun tipe bunga sangat bervariasi, namun pola dasar
dari bunga adalah sama. Adapun bagian-bagian bunga adalah : Tangkai bunga
(pedicellus) untuk tangkai pembungaan disebut peduncullus, dasar bunga
(receptacle) merupakan pelebaran dari tangkai bunga, perhiasan bunga
(perianthum) kelopak bunga dan mahkota bunga, benang sari (stamen) yaitu
bagian bunga yang merupakan alat perkembang biakkan jantan. Putik bagian
bunga yang merupakan alat perkembangbiakkan betina (Setiawan, 2010).
Bunga merupakan alat reproduksi yang kelak menghasilkan buah dan biji.
Di dalam biji ini terdapat calon tumbuhannya (lembaga). Terjadi buah dan biji
serta calon tumbuhan baru tersebut karena adanya penyerbukan dan pembuahan.
Penyerbukan merupakan jatuhnya serbuk sari pada kepala putik (untuk golongan
tumbuhan berbiji tertutup) atau jatuhnya serbuk sari langsung pada bakal biji
(untuk tumbuhan berbiji telanjang) (Soetedjo, 2008).
Kelamin bunga ditunjukkan oleh organ reproduktifnya, jika bunga tersebut
memiliki putik sekaligus benang sari maka bunga tersebut termasuk bunga banci.
Jika bunga tersebut hanya memiliki putik maka bunga tersebut termasuk bunga
betina. Jika bunga tersebut hanya memiliki benang sari saja maka bunga tersebut
termasuk bunga jantan (Rosanti, 2013).
Diagram bunga adalah suatu gambar proyeksi pada bidang datar dari semua
bagian bunga yang dipotong melintang. Jadi pada diagram ini digambarkan
penampang-penampang melintang daun-daun kelopak tajuk bunga, benang sari,
putik. Perlu di perhatikan, bahwa lazimnya, dari daun-daun kelopak dan tajuk-
tajuk bunga digambarkan pada bagian tengah-tengahnya sedangkan dibenang sari
di gambarkan penampang kepala sari dan dari putik penampang melintang bakal
buahnya (Tjitrosoepomo, 2009).
BAB 3. METODE PRAKTIKUM

3.1. Tempat dan Waktu

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi,


Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo, pada hari Selasa, 30 Oktober 2018
pukul 08.00-10.00 WITA.

3.2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu bunga kembang
sepatu (Hibiscus rosa sinensis), bunga Lilia (Lilium longiflorum), Lamtoro gun
(Leucaena giauca Benth.), Soka (Ixora paludosa Karz.), kumis kucing
(Orthosiphon stameneus Bethan.), bunga kelapa (Cocus nucifera L.), Allamanda
(Allamanda carthartica L.), Bougenvil (Boungevilica spectahilis L.), dan Tasbih
(Canna sp).
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu pensil, penghapus, penggaris
dan peruncing.

3.3. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada pelaksanaan praktikum ini yaitu sebagai berikut:


1. Menuliskan nama bahan dalam bahasa latin pada buku penuntun.
2. Menggambar bunga tunggal, yaitu bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa
sinensis), dan bunga alamanda (Allamanda carthartica L.) pada lembar
kerja yang tersedia pada buku penuntun.
3. Menggambar bunga majemuk, yaitu lamtoro gun (Leucaena giauca
Benth.), bunga soka (Ixora paludosa Karz.), bunga kumis kucing
(Orthosiphon stameneus Bethan.), bunga kelapa (Cocus nucifera L.),
bunga tasbih (Canna sp.), dan bunga bougenvil (Bougenvilica spectahilis
L.) pada lembar kerja yang tersedia pada buku penuntun.
4. Menulis rumus bunga dan membuat diagram bunga pada lembar kerja
yang tersedia pada buku penuntun.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum kali ini dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 1. Hasil Pengamatan Susunan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk.
No. Preparat Gambar Keterangan

1. Kelopak
1. Bunga Kembang sepatu 2. Mahkota
(Hibiscus rosa sinensis) 3. Putik
4. Benang sari
5. Tangkai bunga

1. Kelopak
2. Bunga Lilia (Lilium 2. Mahkota
longiflorum) 3. Putik
4. Benang sari
5. Tangkai bunga

1. Kelopak
Bunga Lamtoro gun 2. Mahkota
3. (Leucaena giauca 3. Putik
Benth.) 4. Benang sari
5. Tangkai
1. Mahkota
4. Bunga Soka (Ixora 2. Putik
paludosa Karz.) 3. Benang sari
4. Kelopak
5. Tangkai

Bunga Kumis kucing 1. Kelopak


5. (Orthisiphon stameneus 2. Mahkota
Bethan.) 3. Putik
4. Tangkai

1. Kelopak
2. Mahkota
6. Bunga Kelapa (Cocus
3. Benang sari
nucifera)
4. Putik
5. Bakal buah
Tabel 2. Hasil Pengamatan Susunan Rumus Bunga dan Diagram Bunga.

No. Preparat Diagram /Rumus bunga Keterangan

1. K=Kelopak
2. C=Mahkota
Bunga Allamanda 3. A=Benang sari
1. (Allamanda 4. G=Putik
carthartica L.) 5. P=Tenda bunga

1. K=Kelopak
2. C=Mahkota
2. Bunga Tasbih 3. A=Benang sari
(Canna sp.) 4. G=Putik
5. P=Tenda bunga

1. K=Kelopak
Bunga Kembang 2. C=Mahkota
3. Sepatu (Hibiscus 3. A=Benang sari
rosa sinensis) 4. G=Putik

1. K=Kelopak
2. C=Mahkota
3. A=Benang sari
4. Bougenvil
4. G=Putik
(B. Spectahilis L.) 5. P=Tenda bunga
4.2. Pembahasan

Praktikum morfologi tumbuhan tentang rumus dan diagram pada bunga,


kami mengamati berbagai macam bunga, yaitu Bunga kembang sepatu (Hibiscus
rosa sinensin), Bunga Lamtoro Gun (Leucaena giauca Benth.), Bunga Soka
(Ixora paludosa Karz.), Bunga Kumis Kucing (Orthosiphon stameneus Bethan.),
Bunga Kelapa (Cocus nucifera L.), Bunga Alamanda (Allamanda carthartica L.),
Bunga Bougenvil (Bougenvilica spectahilis L.), dan Bunga Tasbih (Canna sp.).
Dalam membuat diagram bunga perlu diperhatikan letak bunga pada
tumbuhan (axillaries atau terminalis) dan bagian-bagian bunga (jumlah, bentuk,
kedudukan) itu sendiri. Pembuatannya sendiri dapat secara empiric (keadaan
sesungguhnya) atau teoritik (keadaan seharusnya). Lambang-lambang yang
dipakai dalam rumus bunga memberitahukan sifat-sifat bunga bertalian dengan
simetri dan jenis kelaminnya, huruf-huruf merupakan singkatan dari bagian-
bagiannya, sedangkan angka menyatakan jumlah masing-masing bagian bunga.
Oleh suatu rumus bunga dapat ditunjukkan hal-hal sebagai berikut : Kelopak
(calyx) dinyatakan dengan huruf K, Mahkota atau tajuk (corolla) dinyatakan
dengan huruf C, Benang sari (androecium) dinyatakan dengan huruf A dan Putik
(gynaecium) dinyatakan dengan huruf G.
Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensin) merupakan bunga
berjenis kelamin banci, yaitu memiliki 2 alat kelamin sekaligus (hermaphrodites)
yaitu putik dan benag sari. Bunga Kelapa (Cocus nucifera L.) merupakan bunga
majemuk yang masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti
tongkol dan bunga tongkol majemuk ini diselubungi oleh seludang (spatha) yang
besar, tebal dan kuat. Terdapat tongkol bunga jantan yang banyak dan tersusun
berpasangan. Pada pangkalnya terdapat satu buah bunga betina yang besar dan di
kanan kirinya biasanya terdapat 2 buah bunga jantan.
Bunga soka (Ixora paludosa Karz.) merupakan bunga majemuk yang
banyak malai rata tak terhingga, dengan bentuk bunga ada empat helai dalam satu
ibu tangkai yang mengadakan percabangan, semua bunga pada bunga majemuk
ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung. Mempunyai tangkai
daun (pedicellus), duduk daun atau bertangkai pendek dan pada ujung tangkai
dengan dua daun pelindung, mahkota (corolla), putik (pistillum), dan benang sari
(stamen). Tanaman ini memiliki bunga mulai dari merah menyala (scarlet),
kuning, jingga, merah muda, bahkan putih.
Bunga Lamtoro gun (Leucaena guica Benth.) termasuk dalam bunga
majemuk yang bertipe tak terbatas karena ibu tangkainya tidak bercabang-cabang
sehingga bunga yang bertangkai itu langsung terdapat pada ibu tangkainya. Bunga
alamanda (Allamanda carthartica L.) merupakan bunga majemuk tak berbatas
dengan bunga yang sempurna dan bunganya memiliki mahkota berbentuk
terompet dan pada bagian atas mahkotanya terdapat torehan, putiknya tertutupi
oleh mahkota bunga dan untuk benang sarinya juga tertutupi oleh mahkota
langsung menempel pada bagian dalam mahkota bunga.
Bunga bougenvil (Bougenvilica spectahilis L.) merupakan bunga majemuk
dengan bentuk bunga payung majemuk, yakni suatu payung yang bersusun. Pada
pangkal percabangan pertama terdapat daun-daun pembalut, demikian pula pada
pangkal percabangan yang berikutnya, hanya daun-daunnya lebih kecil. Diagram
bunga merupakan gambaran proyeksi pada bidang datar dari semua bagian yang
dipotong melintang, jadi pada diagram itu digambarkan penampang-penampang
melintang daun-daun kelopak, tajuk bunga, benang sari dan putik, juga bagian-
bagian lain yang masih ada selain keempat bagian utama tersebut.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan diketahui bahwa bunga kembang
sepatu ( Hibiscus rosasinensis L.) terdiri dari kelopak, kelopak tambahan,
mahkota, putik dan benang sari. Kelopak (K), bunga ini sebanyak 5 buah dengan
jumlah mahkotanya (C) sebanyak 5 buah dan berwarna merah. Benang sari (A)
pada bunga ini jumlahnya tak terhingga dan putik (G) yang berjumlah 5 buah, dan
tenda bunga (P) adalah nol. Diagram Bunga Bougenvil (Bougenvilica spectahilis
L.) terdiri dari kelopak, kelopak tambahn, mahkota, putik dan benang sari.
Kelopak (K), bunga ini sebanyak nol dengan jumlah mahkotanya (C) sebanyak 25
buah dan berwarna merah. Benang sari (A) pada bunga ini jumlahnya tak
terhingga dan putik (G) yang berjumlah 3 buah, dan tenda bunga (P) adalah
sebanyak 4 buah.
Diagram Bunga Alamanda (Allamanda carthartica L.) terdiri dari
kelopak, kelopak tambahan, mahkota, putik dan benang sari. Kelopak (K) bunga
ini sebanyak 5 dengan jumlah mahkotanya (C) sebanyak 5 buah dan berwarna
merah. Benang sari (A) pada bunga ini jumlahnya 5 buah dan putik (G) yang
berjumlah 5 buah, dan tenda bunga (P) adalah sebanyak 6 buah. Diagram Bunga
Tasbih (Canna sp.) terdiri dari mahkota, putik dan benang sari. Kelopak (K)
bunga ini sebanyak nol dengan jumlah mahkotanya (C) sebanyak 3 buah dan
berwarna merah. Benang sari (A) pada bunga ini jumlahnya 5 buah dan putik (G)
yang berjumlah 1 buah, dan tenda bunga (P) adalah sebanyak 3 buah.
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Bunga adalah modifikasi dari batang dan bagian-bagiannya yang merupakan


daun khusus, berfungsi sebagai alat reproduktif. Bunga yang termasuk bunga
tunggal yaitu kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis), bunga lilia (Lilium
longiflorum), dan alamanda (Allamanda carthartica L.). bunga yang termasuk
bunga majemuk yaitu lamtoro gun (Leucaena giauca Benth.), bunga soka (Ixora
paludosa Karz.), bunga kumis kucing (Orthosiphon stameneus Bethan.), bunga
kelapa (Cocus nucifera L.) dan bunga boungevil (Boungevilica spectahilis).

5.2. Saran

Saran saya pada praktikum kali ini yaitu sebaiknya bahan yang dibawa pada
saat melakukan praktikum adalah tanaman yang masih bagus agar lebih jelas
dalam menggambar bentuk morfologinya.
DAFTAR PUSTAKA

Tjitrasam, 2009. Botani umum I. Angkasa. Bandung.


Sudarnadi, H. 2010. Tumbuhan Monokotil. Penebar Swadaya. Jakarta.
Anonymous. 2009. http//www. Morfologi Flos. Com. Diakses tanggal 26 oktober
2018.
Rosanti, D. 2013. Morfologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.
Setiawan, 2010. http://id.wikipedia.org.wiki/ Morfologi Tumbuhan. Diakses
pada tanggal 28 Oktober 2018.

Soetedjo. 2008. Morfologi Bunga. CV Yasaguna. Jakarta.


Tjitrosoepomo G. 2009. Morfologi Tumbuhan. UGM Press Yogakarta.
LAMPIRAN

Bunga Kembang sepatu Bunga Soka (Ixora Bunga Allamanda


(Hibiscus rosa sinensis) paludosa Karz.) (Allamanda carthartica
L.)

Bunga Lilia (Lilium Bunga Lamtoro gun Bougenvil


longiflorum) (Leucaena giauca Benth.) (B. Spectahilis L.)

Bunga Kumis kucing Bunga Tasbih (Canna Bunga Kelapa (Cocus


(Orthisiphon stameneus sp.) nucifera)
Bethan.)