Anda di halaman 1dari 41

PERAN DAN FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN

MELIPUTI INVESTASI DAN PENDANAAN PADA


ORGANISASI BISNIS DAN NON BISNIS
Tugas Kelompok
Diajukan untuk Memenuhi Salah Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Manajemen Keuangan
Dosen Pengampu: Dezmiza, SE., Msi

Disusun oleh:

Yuna Ayunita Herawan (5112171033)


Novianti Indah Lestari (5112171038)
Ahmad Kurniadi (5112171039)
Chaizir Maulana (5112171039)
Bagas Pramudia (5112171039)

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur Kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat
dan Karunia-Nya kepada Kita semua sehingga Kami bisa menyelesaikan tugas
makalah manajemen keuangan ini.
Adapun tugas ini adalah tentang manajemen keuangan perusahaan profit dan non
profit, yang dimana di dalam nya dibahas mengenai definisi, persamaan, pebedaan
perusahana profit dan non profit, sumber-sumber pendanaan, dan laporan
keuangan perusahaan profit dan non profit.
Selain memenuhi tugas mata kuliah manajemen keuangan, makalah ini
diharapkan membantu dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan mahasiswa
tentang perusahaan profit dan non profit.
Dalam proses pembuatan makalah ini, penulis menyadari masih banyak
kekurangan dan masih jauh dari sempurna, hal ini karena kemampuan dan
pengalaman penulis yang masih ada keterbatasan. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, demi perbaikan dalam
makalah yang akan datang.
Akhir kata, penulis sampaikan terimakasih kepada Allah SWT dan dosen mata
kuliah manajemen yang telah membimbing penulis, semoga Kita dilindungi oleh
Allah SWT, Amin.
Bandung, September 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .................................................................................................. 2
BAB I PEMBAHASAN ................................................................................................... 3
BAB II ORGANISASI PROFIT ...................................................................................... 7
A. Pengertian Perusahaan (Organiasasi) Profit ...................................................... 7
B. Karakteristik Organisasi (Perusahaan) Profit ................................................... 7
1. Berdasarkan karakteristik jenis usaha ................................................................. 7
2. Berdasarkan Badan Hukum ................................................................................ 9
C. Contoh Perusahaan Profit .................................................................................. 10
D. SUMBER-SUMBER PENDANAAN ORGANISASI PROFIT....................... 12
1. Dana Sendiri...................................................................................................... 12
2. Dana Pinjaman .................................................................................................. 13
3. Dana Gabungan Usaha ...................................................................................... 15
4. Sumber Dana/Modal di Tingkat Perusahaan Besar .......................................... 15
BAB III ORGANISASI NON PROFIT ........................................................................ 17
A. Pengertian Organisasi (Perusahaan Non Profit) .............................................. 17
B. Karakteristik Organisasi (Perusahaan) Non Profit ......................................... 17
C. Jenis-jenis Organisasi (Perusahaan) Non Profit .............................................. 18
D. Contoh Perusahaan Non Profit .......................................................................... 19
E. SUMBER-SUMBER PENDANAAN ORGANISASI NON PROFIT
(NIRLABA) ................................................................................................................. 21
1. Pendapataan Kegiatan Program ........................................................................ 21
2. Pendapatan Donasi/Sumbangan ........................................................................ 22
3. Pendapatan Dari Hibah ..................................................................................... 22
4. Pendapatan Bunga Dan Hasil Investasi Lainnya. ............................................. 22
5. Pendapatan Iuran Anggota ................................................................................ 23

ii
6. Pendapatan Dari Komersil ................................................................................ 23
BAB IV LAPORAN KEUANGAN ................................................................................ 24
A. Laporan Keuangan Perusahaan Profit ............................................................. 24
1. Laporan Raba Rugi ........................................................................................... 24
2. Laporan Neraca ................................................................................................. 25
B. Laporan Keuangan Organisasi (Perusahaan) Non Profit (Nirlaba) .............. 27
1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan ......................... 27
2. Laporan aktivitas ............................................................................................... 29
3. Catatan atas laporan keuangan .......................................................................... 31
Analisis Sumber Dana dan Penggunaan Dana Perusahaan .................................... 33
Kesimpulan ...................................................................................................................... 35

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap individu pasti memiliki manajemen dalam menjalankan aktivitas
hidupnya. Dengan adanya manajemen, diharapkan semua aktivitas dapat
dilakukan dengan sistematis atau berurutan, maksimal sehingga mendapatkan
hasil yang baik. Apabila seorang individu saja membutuhkan adanya
manajemen untuk mengatur hidupnya, pastinya sebuah organisasi ataupun
perusahaan akan lebih membutuhkan adanya manajemen untuk mengatur
kinerja dari anggota agar dapat mencapai tujuan yang diinginkandan
mendapatkan hasil kerja yang baik, salah satu manjemen yang penting ialah
adanya manjemen keuangan dalam suatu organisasi ataupu perusahaan.
Pengertian manajemen keuangan mengalami perkembangan mulai dari
pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana
saja samapai yang mengutamakanaktivitas memperoleh dan menggunakan
dana serta pengelolaan terhadap aktiva. Khususnya penganalisaan sumber
dana dan penggunaanya untk merealissasikan keuntungan maksimum bagi
perusahaan tersebut. Seorang manajemen keuangan harus memahami arus
peredaran uang baik eksternal dan internal.
Namun, di dalam manajemen keuangan dalam pelaksanaannya terbagi
menjadi dua yaitu manajemen keuangan untuk perusahaan orientasi profit dan
manajemen keuangan untuk perusahaan atau organisasi yang berorientasi non-
profit (nirlaba). Didalam makalah ini akan kami jelaskan baik perbedaan
maupun persamaannya. Perusaaaan berorientasi profit maupun non profit pada
dasarnya memiliki hal hal yang prlu diperhatikan dengan tetliti baik sumber
dana, maupun pembagian deviden unutk pemegang saham.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian, Tujuan, Peran, dan Fungsi Manajemen Keuangan?
2. Apa Pengertian, Karakteristik, Sumber Dana Organisasi Profit?
3. Apa Pengertian, Karakteristik, Sumber Dana Organisasi Non-Profit?
4. Bagaimana Bentuk Laporan Keuangan Organisasi Profit dan Non-Profit?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk memahami apa arti, tujuan, peran, dan fungsi dari adanya
Manajemen Keuangan
2. Untuk Mengerti apa itu Organisasi Profit dan dapat menyimpulkan
karakteristik serta sumber dananya
3. Untuk Mengerti apa itu Organisasi Non-Profit dan dapat menyimpulkan
karakteristik serta sumber dananya
4. Dapat membuat laporan keuangan untuk Organisasi Profit dan Non-Profit.

2
BAB I
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan atau sering disebut pembelanjaan dapat diartikan
sebagai semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha-usaha
mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk
menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien. Usaha
mendapatkan dana sering disebut dengan pembelanjaan pasif (sisi oasiva pada
neraca), dan usaha mengalokasikan dana disebut pembelanjaan aktif (sisi
aktiva pada neraca).
B. Tujuan Manajemen Keuangan
Kita tahu bahwa tujuan perusahana itu sndiri adalah meningkatkan
kemakmuran para pemegang saham atau pemilik. Kemakmuran para
pemegang saham diperlihatkan dalam wujud semakin tingginya harga saham,
yang merupakan pencerminan dari keputusan-keputusan investasi, pendanaan,
dan kebijakan deviden. Oleh karena itu kemakmuran para pemegang saham
dapat dijadikan sebagai dasar analisis dan tindakan rasional dalam proses
pembuatan keputusan. Kadang-kadang, memaksimalkan laba dicanangkan
sebagi tujuan perusahaan, akan tetapi hal itu tidak dapat mencapai sasarn
memaksimalkan kemakmuran para pemegang saham. Yang paling penting
bukanlah laba melainkan laba per lembar saham. Laba didapatkan dengan
mengurangkan penghasilan dengan biaya yang dikeluarkan, sehingga untuk
menigkatkan keuntungan bias dengan menarik modal baru, dan
menginvestasikan dana yang diperoleh tersebutpada investasi yang bebas
resiko, tetapi apakah dengan cara semacam ini akan meningkatkan nilai
saham, tentu saja tidak, karena pemegang saham tidak mau menerima imbalan
sebesar bunga deposito yang relative kecil, sementara mereka harus
menanggung resiko. Jika hal ini tetrjadi memang keuntungan meningkat, tapi
nilai saham justru menurun. Demikian pula halnya, memaksimumkan labaper
lembar saham buka merupakan tujuan utama, karena tidak memperlihatkan

3
waktu maupun lamanya laba yang diharapkan, dan juga tidak memperhatikan
factor risiko maupun ketidakpastian dimana yang akan dating, serta tidak
mempertimbangkan kemampuan perusahaan dakam membagi dividen.
Dengan memperhatikan hal hal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
tujuan maksimumkan laba per saham tidak sama dengan memaksimumkan
harga pasar saham. Harga pasar saham mencerminkan nilai riil perusahaan.
Harga pasar saham sendiri dipengaruhi oleh beberapa factor yakni (1) laba per
lembar saham, (2) tingkat bunga bebas risiko, dan (3) tingkat ketidakpastian
operasi perusahaan. Misalnya perusahaan melakukan investsai yang berdifat
spekulatif, ada kecenderungan harga saham akan turun karena risiko usahanya
menjadi semakin besar.
C. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen keuangan terdidi dari tiga keputusan utama yang harus
dilakukan oleh suatu perusahaan yaitu:
1. Keputusan Investasi
Keputusan investasi adalah masalah bagaiman manajer keuangan harus
mengaloskasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan dapat
mendatangkan keuntungan dimasa yang akan dating. Bentuk, macam, dan
komposisi dari investasi tersebut akan mempengaruhi dan menunjang
tingakt keuntungan di masa depan. Keuntungan dimasa depan diharapkan
dari investsai tersebut tidak dapat diperkirakan secara pasti. Oleh karena
itu investasi akan mengandung risiko atau ketidakpastian. Risiko dan hasil
yang diharapkan dari investasi itu akan sangat mempengaruhi pencapaian
tujuan, kebijakan, maupun nilai perusahaan.
2. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur modal.
Pada keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan
dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi
perusahaan guna membelanjai kebutuhab-kebutuhan investasi serta
kegiatan usahanya.
3. Keputusan Deviden

4
Keputusan deviden adalah keputusan manajemen keuangan untuk
menentukan besarnya presentase laba yang dibagikan kepada para
pemegangsaham dalam bentuk cash dividend, stabilitas dividen yang
dibagikan, dividen daham, pemecahan saham, serta penarikan kembali
saham yang beredar yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan
kemakmuran para pemegang saham.
Dengan demikian manajer keuangan harus mencari sumber dana
dari pasar keuangan dengan komposisi yang menghasilkan biaya paling
murah, baik sumber dana hutang maupun modal sendiri, setelah itu
manajer keuangan menanamkannya ke dalam operasi perusahaan, yakni
untuk membeli aktiva tetap atau menambah modal kerja, agar didapatkan
keuntungan yang optimal. Dari investasi yang ditanamkandiharapkan
mendapatkan keuntungan yang lebih dari cukup untuk menutup biaya
yang dikeluarkan. Dari hasil keuntungan tersebut manajer keuangan akan
memberikan kompensasi kepada pemilik dana di pasar keuangan. Sumber
dana hutang akan diberikan kompensasi berupa bunga, sedangkan sumber
dana modal sendiri akan diberikan dividen. Namun dari keuntungan
tersebut tidak semuanya dibagikan , tetapi ada sebagian yang ditanamkan
kembali ke perusahaan sebagai laba ditahan untuk mengembangkan
perusahaan. Ini merupakan kebijakan dividen.
D. Sumber Dana
1. Sumber Dana dari Dalam
Sumber dana dari dalamadalah sumber dana perusahaan yang berasal dari
hasil operasi perusahaan. Sumber dana jenis ini diambilkan dari dana yang
dibentuk dan dihasilkan sendiri oleh perusahaan yang berarti dana dari
kekuatan sendiri. Sumber dana dari dalam dibedakan menjadi dua:
- Sumber dana intern, yang merupakan penggunaan laba, cadangan-
cadangan, dan laba yang tidak dibagi.
- Sumber dana intensif, yang merupakan penggunaan dana dari
penyusuta-penyusutan aktiva tetap.
2. Sumber Dana dari Luar

5
Sumber dana dari luar adalah kebutuhan dana yang diambil dari sumber –
sumber di luar perusahaan. Pemenuhan kebutuhan sumber dana dari pihak luar
ini bias diperoleh dari pemilik atau calon pemilik. Sumber dana ini nantinya
akan membentuk modal sendiri. Bentuk sumber dana memenuhi kebutuhan
dana tersebut dari kreditur, seperti dari bank, lembaga keuangan bukan bank,
atau melakukan obligasi. Pada aplikasinya, sumber dana dipisahkan menjadi
dua jenis yakni modal sendiri dan modal asing.
- Modal sendiri atau sering disebut equity adalah modal yang berasal
dari setoran pemilik dan hasil operasi perusahaan itu sendiri. Modal
inilah yang digunakan sebagai tanggungan terhadap keseluruhan risiko
yang dihadapi oleh perusahaan, dan yang secara hokum akan menjadi
jaminan bagi kreditor.
- Sedangkan modal asing adalah modal yang berasal dari pinjaman baik
dari bank, lembaga keuangan, maupun dengan mengeluarkan surat
hutang, dan atas penggunaan sumber dana ini perusahaan harus
memberikan kompensasi berupa bunga yang menjadi beban tetap bagi
perusahaan. Pertimbangan antara modal asing dengan modal sendiri
disebut sebgai striktur modal.

6
BAB II
ORGANISASI PROFIT
A. Pengertian Perusahaan (Organiasasi) Profit
Organisasi profit atau lebih dikenal sebagai perusahaan atau korporasi.
Adalah suatu proses kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk
mencapai tujuan bersama yakni untuk menghasilkan laba. Organisasi ini
menyediakan atau menghasilkan barang maupun jasa guna untuk memperoleh
hasil ataupun laba sesuai dengan keinginan pemilik organisasi tersebut.
Organiasasi profit merupakan satu kesatuan usaha (single entity) yang utuh
pada organisasi-organisasi yang beriorientasi laba.
Pada organisasi yang berorientasi laba, jangka waktu kegiatan operasional
suatu perusahaan akan dapat diketahui melalui anggaran dasar yang telah
dibuatnya. Selain itu, organisasi ini dapat sewaktu-waktu dibubarkan
(dilikuidasi) apabila ternyata tidak dapat lagi memperoleh keuntungan dan
terus menerus menderita kerugian sehingga modalnya menjadi sangat
berkurang.
B. Karakteristik Organisasi (Perusahaan) Profit
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya
semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah
dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah,
mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah
status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Secara umum, perusahaan adalah suatu organisasi yang memiliki sumber daya
(input) seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan
barang atau jasa (output) yang akan dijual kepada pelanggan.
1. Berdasarkan karakteristik jenis usaha
Berdasarkan karakteristik jenis usahanya, perusahaan diklasifikasikan
menjadi tiga yaitu; perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan
manufaktur.
a. Perusahaan Jasa

7
Adalah perusahaan yang menghasilkan jasa dan bukan barang atau
produk untuk pelanggan. Contoh nya;
Nama Perusahaan Jenis Jasa
Bank Keuangan
Telkom Telekomunikasi
Hotel Penginapan
PLN Energi
Travel Transportasi dan Wisata

b. Perusahaan Dagang
Merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli
barang dagangan dari pemasok (supplier) kemudian menjual kembali
kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan dagang dan jenis
produk yang ditawarkan kepada pelanggan;
Nama Perusahaan Produk
Toko Buku Togamas Buku-Buku dan bahan bacaan
Carrefour Barang-Barang konsumsi/kebutuhan
Matahari Barang-Barang konsumsi/kebutuhan
Pertamina Bahan bakar

c. Perusahaan Manufaktur
Merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan
baku (input) kemudian mengubahnya menjadi barang yang dijual
kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan manufaktur dan
jenis produk yang ditawarkannya;
Nama Perusahaan Produk
Coca Cola Minuman
Indofood Makanan
Unilever Makanan, Kosmetik, perlengkapan
bayi, perlengkapan rumah tangga,

8
perlengkapan dewasa
Sido Muncul Jamu dan obat-obatan.

2. Berdasarkan Badan Hukum


Selain karakteristik perusahaan (organisasi) profit pada jenis usaha,
terdapat tiga bentuk perusahaan berdasarkan badan hukumnya, yaitu
perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan, dan perusahaan
perseroan.
a. Perusahaan Perorangan
Adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh satu orang pemilik.
Pemilik umumnya merangkap juga sebagai manajer. Contoh
perusahaan perorangan adalah usaha kecil atau UMKM.
b. Perusahaan Persekutuan
Adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh dua orang atau lebih
untuk menyelenggarakan usaha dengan nama bersama. Perusahaan
persekitian yang banyak dijumoai dalam dunia bisnis di Indonesia
adalah Firma dan CV.
c. Perusahaan Perseroan (Korporasi)
Adalah perusahaan yang mpdalnya terdiri atas saham-saham. Setiap
pemegang saham adalah pemilik perusahaan. Pemegang saham dapat
perseorangan atau perusahaan lain.
Perseroan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah sebagai suatu
badan hukum yang terpisah dari pemiliknya. Pemegang saham
bertanggung jawab terbatas sebesar saham yang dimilikinya.
Perusahaan perseroan dibedakan menjadi dua yaitu; Perseroan
Tertutup (PT) dan Perseroan Terbuka (PTbk). Perbedaan kedua
perseroan adalah dapat tidaknya saham perusahaan tersebut
diperjualbelikan secara umum melalui pasar sekutitas (Bursa Efek).

9
C. Contoh Perusahaan Profit
PROFIT
Nama Perusahaan/Organisasi Bentuk

BANK BRI Perbankan.


Merupakan salah satu bank milik
pemerintah yang didirikan oleh Raden
Bei Aria Wirjaatmadja di Purwokerto,
16 Desember 1895.
Bank BRI memiliki aset Net Profit :
Rp 24 Triliun.
TELKOMSEL Jasa Komunikasi.
Telkomsel dikenal sebagai salah satu
perusahaan operator telekomunikasi
seluler di Indonesia yang didirikan
pada 26 Mei 1995. Tekomsel
merupakan operator terbesar di
Indonesia dan nomor 6 terbesar di
dunia dalam jumlah pelanggan. Saat
ini aset Net Profit Telkomsel sebesar :
Rp. 19 Triliun.
PERTAMINA Pertambangan (minyak dan gas
bumi).
Pertamina didirikan pada 10 Desember
1957. Pertamina sendiri sebenarnya
gabungan dari perusahaan Pertamin
dan Permina pada tahun 1968.
Kegiatan perusahaan ini dalam hal
menyelanggarakan usaha di bidang
energi dan petrokomia terbagi dalam
sektor hulu dan hilir serta ditunjang

10
kegiatan dari beberapa anak
perusahaan dan perusahaan patungan.
Net Profit : Rp.18 Triliun
HM SAMPOERNA Industri Rokok.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna
merupakan perusahaan rokok terbesar
di Indonesia dengan pusat di
Surabaya. Sebelum di akuisisi,
perusahaan ini murni sebuah
perusahaan keluarga Sampoerna dan
kini kepemilikan mayoritas dimiliki
oleh Philip Moris Internasional yang
dikenal sebagai perusahaan rokok
terbesar di dunia dan berbasis di
Amerika Serikat.
Net Profit : Rp. 10 Triliun
INDOFOOD Produsen Makanan dan Minuman.
PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk.
Merupakan produsen segala jenis
makanan dan minuman. Indofood
telah bertransformasi menjadi
perusahaan total food solutions yang
kegiatan operasionalnya mencakup
seluruh tahapan proses produksi
makanan dimulai dari produksi dan
pengelolaan bahan baku sampai
dengan menjadi produk akhir yang
siap dikonsumsi.
Net Profit : Rp. 5 Triliun

11
D. SUMBER-SUMBER PENDANAAN ORGANISASI PROFIT
Meskipun organisasi (perusahaan) profit berorientasi pada laba dan
keuntungan, sebagai perusahaan dalam menjalankan hukum bisnis sudah
barang tentu hal pertama yang harus dimiliki dalam berbisnis adalah memiliki
modal atau sumber dana. Permodalan biasanya sering menjadi kendala
paling utama yang menghambat dalam perkembangan bisnis.

Baik dalam bidang usaha skala kecil, menengah, ataupun atas, kesemuanya
hal utama adalah perlunya sumber dana yang akan menjadi mesin penggerak
bisnis nya. Ada banyak alternatif cara untuk mendapatkan modal bisnis,
dimulai dari cara yang paling instan sampai cara yang paling terlalu
berspekulasi-pun ada. Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi, yakni
bagaimana cara mendapatkan modal dengan aman dan serta mengelolanya
dengan baik.

Berikut adalah sumber-sumber keuangan/permodalan dalam suatu perusahaan:


1. Dana Sendiri
Menggunakan dana sendiri paling banyak dilakukan oleh pengusaha dalam
mengawali modal usahanya. Dengan dana pribadi ini, jelas lebih fleksibel
dalam jumlah pemakaian dana, serta bebas mengalokasokan dana seseuai
dengan keputusan sendiri. Sekaligus bebas dari bunga, pemotongan
keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan pihak lain.
Meskipun demikian, terkadang menggunakan dana sendiri juga memiliki
kelemahan seperti kurang nya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam
pencatatatan keuangan, dan bila merugi maka harus menanggung kerugian
sendiri. Biasanya dana sendiri didapatkan dari kepemilikan simpanan uang
tunai di bank atau dengan menjual aset tertentu yang dimiliki pribadi.

12
2. Dana Pinjaman
Nah, jika pribadi tidak memiliki simpanan dana ataupun aset lainnya, maka
alternatif lainnya adalah dana pinjaman. Berikut ini adalah berbagai macam
alternatif dana pinjaman:
a. Kredit Usaha
Biasanya Bank akan memberikan kredit usaha diberikan sesuai dengan
jenis usaha masing-masing, juga biasanya kredit usaha perbankan
dibedakan menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja, ataupun
gabungan keduanya.
Bagi pengusaha yang hendak mengambil fasilitas kredit ini harus
memepelajari dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Sangat penting
untuk dicatat! Ketika hendak mengkredit, sangat dianjurkan untuk mencari
kredit pada bank yang mendukung UKM dan Bank Pemerintah, mengingat
suku bunga yang rendah.
b. Kredit Tanpa Agunan (KTA)
KTA adalah kredit perorangan yang tidak menggunakan agunan sebagai
jaminan untuk keperluan konsumtif. Untuk para usaha pemula, kredit ini
dapat menjadi salah satu sumber pendanaan yang tidak memerlukan kredit
dalam jumlah besar. Umumnya kredit yang diberikan berkisar 5 juta
sampai maksimal 150 juta.
c. Kredit Bank Perkreditan Rakyat
Fasilitas kredit dari BPR lebih mudah persyaratan dan prosesnya
dibandingkan di bank umum. BPR melayani orang-orang yang butuh
pendanaan usaha, terutama UKM, dengan sistem dan persyaratan yang
cenderung mudah. Tapi harus diingat, tingkat bunga nya cenderung lebih
tinggi dengan jangka waktu yang relatif lebih singkat.
d. Leasing atau Lease Back
Leasing adalah suatu program pendanaan yang diberikan oleh suatu
lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan pendanaan, dimana
pinjaman tersebut tidak diberikan uang tunai,namun pembelian aset
bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor.

13
Sedanglan Lease Back adalah pinjaman yang diberikan pada usaha yang
membutuhkan dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan motor yang
dimiliki.
e. Perum Pegadaian
Ialah suatu lembaga keuangan yang dimiliki pemerintah untuk
menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang tertentu, dengan tingkat
bunga yang relatif lebih rendah dan dihitung per 2 mingguan.
Anda bisa memilih produk pegadaian yang ditawarkan yang sesuai dengan
kebutuhan usaha Anda, seperti KCA (Kredit Cepat Aman), Krasida
(Kredit Angsuran Sistem Gadai), ataupun Kreasi (Kredit Angusran Sistem
Fidusial).
f. Koperasi
Koperasi yang menyalurkan pendanaan adalah koperasi kredit (Kopdit)
ataupun KSP (Koperasi Simpan Pinjam). Umumnya persyaratan yang
diperlukan adalah Anda harus menjadi anggota dari koperasi tersebut.
Dengan menjadi anggota dan melakukan simpanan, maka Anda berhak
untuk mendapatkan fasilitas kredit. Sebab pada umumnya, koperasi hanya
melayani kredit bagi anggotanya saja.
g. Pinjaman BUMN
Dana yang digunakan sebagai pinjaman dari BUMN adalah dana
kemitraan yang sebagian berasal dari laba perusahaan yang disisihkan
untuk pengusaha kecil. Program dana kemitraan ini disebut juga Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. BUMN yang memiliki
program kemitraan ini antara lain PT Jamsostek, Pertamina, PT Gas
Negara, dan sebagainya.
h. Pinjaman Departemen
Pemerintah juga memberikan program kredit usaha kecil melalui beberapa
departemen. Ada tiga departemen yang mempunyai fasilitas untuk
pembiayaan UKM, yaitu Departemen Pertanian, Departemen Koperasi dan
Departemen Perindustrian. Khusus untuk usaha rumah makan, departemen

14
yang memungkinkan untuk memberikan pinjaman adalah Departemen
Koperasi.
3. Dana Gabungan Usaha
Ialah dana yang bersumberkan dari kerabat yang memiliki potensi dana lebih
dan dapat dinegosiasikan untuk ikut serta menjadi permodalan dalam jumlah
besar ataupun sebagian kecil dari bisnis Anda.
Poin yang terpenting dan harus diingat adalah perhitungkan secara matang
jumlah modal yang dibutuhkan dan kemudian pertimbangkan keuntungan dan
kelemahan dalam memilih sumber pendanaan dari luar. Jangan canggung
untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sumber pendanaan
yang Anda inginkan. Jangan sampai usaha baru berjalan tetapi udah terbebani
dengan tingkat bunga yang tinggi.
4. Sumber Dana/Modal di Tingkat Perusahaan Besar
Dalam skala perusahaan tingkat besar, yang merupakan sumber perusahaan
ada 2, yakni; sumber internal dan sumber eksternal.
Sumber Internal, ialah modal yang berasal dari atau dana yang
dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. Sumber intern atau
sunber dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan adalah
laba ditahan dan penyusutan (depresiasi).
a. Laba Ditahan
Laba ditahahan adalah laba bersih yang disimpan untuk diakumulasikan
dalam suatu bisnis setelah deviden dibayarkan. Juga disebut laba yang
tidak dibagikan (undistributed profits) atau surplus yang dibagikan
(earned surplus).
b. Depresiasi
Adalah alokasi jumlah suatu aktuva yang dapat disusutkan sepanjang masa
manfaat yang di estimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan
ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sedangkan, sumber eksternal, adalah modal yang berasal dari luar


perusahaan. Alasan perusahaan menggunakan sumber dana ekstern adalah;

15
1) jumlah dana yang tidak terbatas, 2)dapat di cari dari berbagai sumber,
3) dapat bersifat fleksibel.
Yang merupakan sumber eksternal perusahaan adalah supplier, bank, dan
pasar modal.
a. Supplier
Supplier memberikan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk
penjualan barang secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1
tahun), maupun jangka menengah (lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10
tahun). Penjualan kredit atau barang dengan jangka waktu pembayaran
kurang dari satu tahun terjadi pada penjualan barang dagang dan bahan
mentah oleh supplier kepada langganan. Supplier atau manufaktur (pabrik)
sering pula menjual mesin atau peralatan lain hasil produksinya kepada
suatu perusahaan yang menggunakan mesin atau peralatan tersebut dalam
jangka waktu pembayaran 5 sampai 10 tahun.
b. Bank
Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial
intermediary) antara pihak yang memilii dana, serta sebagai lembga yang
berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran.
c. Pasar Modal
Pasar modal adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua
kelompok yang saling berhadapan tetapi kepentingannya saling mengisi,
yaitu calon pemodal (investor) di suatu pihak dan emiten yang
membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain pihak,
atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya
penawaran dan permintaan dana jangka menengah atau jangka panjang.
Dimaksudkan dengan pemodal adalah perorangan atau lembaga yang
menanamkan dana nya dalam efek, sedangkan emiten adalah perusahaan
yang menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masyarakat. Fungsi dari
pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit
ekonomi yang mempunyai surplus tabungan kepada unit ekonomi yang
mempunyai defisit tabungan.

16
BAB III
ORGANISASI NON PROFIT
A. Pengertian Organisasi (Perusahaan Non Profit)
Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang
bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik
perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian
terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).
Berbeda dengan organisasi profit, tujuan utama dari organisasi ini bukanlah
semata-mata untuk mencari laba. Orgabisasi non profit berdiri untuk
mewujudkan perubahan pada individu atau komunitas. Organisasi non profit
menjadikan sumber daya manusia sebagai asset yang paling berharga, karena
semua aktivitas organisasi ini pada dasar nya adalah dari, oleh dan untuk
manusia.
Dalam organisasi non profit, tidak ada kepemilikan seperti lazimnya
organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi non profit
tidak dapat di jual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut
tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat
likuiditas atau pembubaran entitas.
B. Karakteristik Organisasi (Perusahaan) Non Profit
a. Sumber daya organisasi berasal dari para penyumbang yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang
sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
b. Menghasilkan barang dan jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan jika
suatu organisasi menghasilkan laba, maka jumlah tidak pernah dibagikan
kepada para pendiri atau pemilik organisasi tersebut.
c. Tidak ada kepemilikan seperti lazimna pada organisasi bisnis, dalam arti
bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak terjual, dialihkan, atau
ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proposi
pembagian sumber daya organisasi pada saat likuidasi atau pembubaran
organisasi.

17
Namun, dalam praktik organisasi nirlaba sering tampil dalam berbagai bentuk
sehingga seringkali sulit dibedakan dengan organisasi bisnis pada umumnya.
Pada beberapa untuk organisasi nirlaba, meskipun tidak ada kepemilikan,
organisasi tersebut mendanai kebutuhan modalnya dari utang dan kebutuhan
operasinya dari pendapatan atas jasa yang diberikan kepada publik.
Akibatnya, pengukuran jumlah, saat, dan kepastian aliran pemasukan kas
menjadi ukuran kinerja penting para pengguna laporan keuangan organisasi
tersebut, seperti kreditor dan pemasok dana lainnya. Organisasi semacam ini
memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan organisasi bisnis pada
umumnya.
C. Jenis-jenis Organisasi (Perusahaan) Non Profit
Dibawah ini merupakan jenis-jenis dari organisasi non profit di Indonesia.
1) Foundation (Yayasan)
Yayasan tidak dapat memiliki kepemilikan eksklusif. Sebaliknya, ia hanya
memiliki pendiri yayasan. Orang asing dapat menjadi pendiri yayasan.
Adapun struktur organisasi nya adalah; yayasan diatur oleh Dewan
Pengawas (Dewan Pembina), Dewan Penasihat (Dewan Pengawas), dan
Dewan Manajemen (Pengurus). Dewan pengawas memiliki hak untuk
memutuskan keputusan strategis termasuk mengangkat dan
memberhentikan anggota penasohat dan manajemen, menyetujui dan/atau
memodifikasi anggaran tahunan yayasan, menyetujui perencanaan
program yayasan, dan keputusan untuk merger atau memberhentikan
yayasan.
Pada perubahan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 20014 tentang
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang yayasan mendefiniskan
dasar sebagai badan hukum non anggota, didirikan berdasarkan pemisahan
aset, dan dimaksudkan sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu di
bidang sosial, keagamaan, atau bidang kemanusiaan.
2) Association (Perkumpulan)
Ada dua jenis asosiasi di Indonesia termasuk asosiasi digabungkan, yang
memiliki kepribadian hukum, dan asosiasi biasa, yang tidak. Kedua adalah

18
organisasi berbasis keanggotaan yang didirikan karena identitas umum
atau tujuan para anggota nya. Misalnya; Asosiasi Universitas Alumnus,
Asosiasi Guru Matematika Indonesia. Kebanyakan Asosiasi yang dibentuk
sebagai entitas non hukum. Jika ingin berbadan hukum, Asosiasi harus
mempersiapkan surat pendaftaran kepada ketua pengadilan negeri di
warga Asosiasi. Setelah disetujui, Asosiasi diizinkan untuk meminta surat
pengesahan dengan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan
mengumumkan nya dalam Sistem Hukum Indonesia Badan Administrasi
(BNRI).
3) Institute (Lembaga)
Institute adalah sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mencapai
dalam hal pendidikan, sosial, budaya dan humaniora. Misalnya; Institut
Strategi Nasional, dll. Institute tidak dapat berdiri sendiri sebagai badan
hukum tunggal. Sebuah lembaga dapat memilih bentuk dan badan
hukumhya, apakah itu menggunakan foundation, asosiasi, atau bahkan
korporas sebagai badan hukum. Sebagian besar lembaga non profit sangat
dibentuk melalui badan hukum yayasan. Ini berarti bahwa setiap lembaga
memiliki landasan sendiri untuk hari dana lembaga untuk kegiatan hari
dan program.
Struktur organisasi lembaga ini sangat tergantung pada tujuan utama dan
bidang lembaga. Misalnya ini adalah lembaga penelitian, maka lembaga
penelitian seharusnya memiliki direktur, sekretaris, bendahara dan anggota
penelitinya.

D. Contoh Perusahaan Non Profit


NON PROFIT
Nama Perusahaan/Organisasi Bentuk

PMI (PALANG MERAH Bidang Sosial Dan Kemanusiaan.


INDONESIA) Didirikan pada tanggal 17 September
1945.

19
Jenis : perhimpunan atau asosiasi.
Badan Hukum : organisasi
kemanusiaan.
Ketua Umum : Muhammad Jusuf
Kalla
YAYASAN KANKER INDONESIA Bidang Sosial Dan Kemanusiaan.
Jenis : Yayasan (Foundation)
Badan Hukum : organisasi
kemanusiaan
Tujuan : upaya penanggulangan
kanker dengan menyelenggarakan
kegiatan di bidang promotif, preventif,
dan suportif.
AKATIGA Penelitian Sosial.
Jenis : Yayasan
AKATIGA merupakan lembaga
penelitian non-profit yang berdiri
sejak tahun 1991 di Bandung. Di
didirikan oleh sekelompok ilmu sosial
Institut Pertanian Bogor dan Institiut
Teknologi Bandung. Akatiga
mengarahkan untuk menjadi rujukan
terdepan penelitian bagi perubahan
kaum marjinal di Indonesia, melalui
kegiatan riset, advokasi, dan
pertukaran pengetahuan.
YAYASAN SAPA INSTITUT Bidang Sosial Dan Kemanusiaan
Jenis : Yayasan
Badan Hukum : Perkumpulan
(Assosiasi)

20
Alamat : Kabupaten Bandung
Tujuan : Merupakan lembaga
perlindungan anak dan perempuan dari
kekerasan seksual fisik, dan hak
kesejahteraan perempuan dan hak
kesehata reproduksi. Dengan prinsip
berkeadilan Gender dan anti kekerasan

E. SUMBER-SUMBER PENDANAAN ORGANISASI NON PROFIT


(NIRLABA)
Secara umum, suatu organisasi nirlaba sudah memiliki sumber dana untuk
digunakan membiayai kegiatannya. Banyak organisasi nirlaba hanya
memperoleh satu jenis pendapatan saja, yaitu hibah dari organisasi nirlaba
donatur. Hal ini beresiko terjadinya kelumpuhan organisasi apabila hibah
kegiatan tersebut telah selesai digunakan. Oleh karena itu, sumber pendapatan
lain organisasi nirlaba dilakukan untuk mendukung keberlangsungan
organisasi dalam menjalankan kegiatannya.
Lalu jenis pendapatan apa sajakah yang dapat digunakan oleh suatu
organisasi nirlaba?
1. Pendapataan Kegiatan Program
Suatu organisasi nirlaba tidak dianjurkan untuk mencaru pendapatan dari
kegiatan yang dilakukan, hal tersebut dapat menunjukan bahwa organisasi
beroperasi komersial. Pendapatan organisasi dapat bersumber dari
kegiatan organisasi dengan memperhatikan hal dasar, seperti:
 Pendapatan dilakukan untuk keberlangsungan hidup organisasi nirlaba;
hal ini dikarenakan dukungan dana dari para donatur tidak dapat
diharapkan terus menerus. oleh karena itu, organisasi harus dapat
mandiri dalam mengelola kegiatan yang dilakukan.
 Peluasan pelayanan masyarakat; dalam upaya memberikan kontribusi
melalui kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi nirlaba,
diharapkan dengan adanya sumber pendapatan dari kegiatan yang

21
dilakukan daoat menjangkau lebih banyak cakupan masyarakat seseuai
dengan sasaran kegiatan.
 Penghargaan atas kinerja yang dilakukan organisasi nirlaba; jenis
kegiatan yang dilakukan organisasi nirlaba yang melibatkan partisipasi
masyarakat dan memberikan tanggung untuk pemeliharaan dan
operasional dengan pendanaan melalui penanganan tarif yag
diberlakukan berdasarkan kesepakatan.
2. Pendapatan Donasi/Sumbangan
Donasi merupakan pendapatan organisasi yang diperoleh tanpa harus
menyajikan suatu balas jasa/produk sebagai pemberian murni dari niat
baik pemberiannya (donatur). Donasi dapat diberikan secara reguler atau
hanya sekali, yang dilakukan melalui kegiatan penggalangan dana
(fundraising) misalnya melaui kegiatan filantropi. Filantropi merupakan
kegiatan kedermawanan masyarakat dengan memberikan bantuan oleh
individu maupun organisasi dan perusahaan. Adapun strategi yang
digunakan dalam penggalangan dana filantropi adalah dengan menaikan
isu/berita melalui peliputan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat.
3. Pendapatan Dari Hibah
Hibah diberikan oleh suatu organisasi nirlaba untuk mendukung suatu
kegiatan tertentu. Pemberian hibah sangat spesifik mulai dari organissi
pemberi, jenis kegiatan, pelaksanaan hingga konteks kegiatan yang
dilakukan. Seperti pembuatan proposal, rincian kegiatan, dna rincian dana
yang dibutuhkan. Seihingga dana hibah murni sebagai donor bukan
pelaksana suatu kegiatan karena diberikan sesuai proposial yang diajukan.
Biasanya jumlah dana yang diberikan lebih besar dibandingkan drngan
jenis donasi.
4. Pendapatan Bunga Dan Hasil Investasi Lainnya.
Merupakan pendapatan yang diperoleh dari suatu modal atau aset
roganisasi yang tergantung dari besaran jumlah nilai investasi. Pada
umumnya, organisasi nirlaba tidak diperkenankan untuk melakukan

22
investasi dengan resiko tinggi karena dana yang diinvestasikan tidakboleh
berkurang dan harus meningkat jumlahnya. Sehingga organisasi nirlaba
harus lebih berhati-hati dalam memperhitungkan resiko dan keuntungan
dalam berinvestasi.
5. Pendapatan Iuran Anggota
Dalam suatu komuitas atau organisasi nirlaba dengan beberapa anggota
biasannya mewajibkan beberapa anggora untuk memberikan iuran.
Besaran iuran disesuaikan dengan kepeoakatan bersama dan dapat juga
bersifat sukarela. Kesulitan dari pendapatan berbasis iuran anggota ini
adalah pada anggotanya sendiri, iuran yang bersifat individual sulit
dikumpulkan apabila sifatnya individual dibandingkan dengan
keanggotaan yang bersifat profesi atau badan.
6. Pendapatan Dari Komersil
Pendapatan langsung dapat diperoleh suatu organisasi nirlaba melalui
usaha komersil dengan membentuk unit khusus dalam menangani atau
memiliki daham/kepemilikan badan usaha komersil. Penting untuk
diketahui adalah pemisahan pengelolaan unit komersial dengan program
organisasi nirlaba. Sehinga kegiatan komersial dapat berjalan tanpa
keterlibata dari organisasi dalam operasional harian. Pemisahanini penting
dilakukan untuk menghindarkan kerancuan tentang penggunaan sumber
daya organisasi nirlaba. Permasalahan dari pengelolaan sumber dana yang
diperoleh dari usaha komersial adalah permodalan serta pengelolaan
usaha.
Dengan mengetahui sumber-sumber pendapatan organisasi nirlaba ini,
maka dapat jadi bahan pembelanjarab sekaligus evaluasi besaran
pendapatan organisasi nirlaba yang dikelola.

23
BAB IV
LAPORAN KEUANGAN
A. Laporan Keuangan Perusahaan Profit
Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukan kondisi finansial suatu
peruahaan dalam periode tertentu. Informasi mengenai kondisi finansial
tersebut nantinya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan
seperti manajemen, pemberi pinjaman, investor, hingga pemegang saham
untuk menilai kinerja perusahaan.
Di Indonesia terdapat beberapa jenis laporan keuangan bagi perusahaan,
yaitu;
1. Laporan Raba Rugi
Laporan raba rugi berfungsi untuk membantu mengetahui apakah bisnis
berada dalam posisi laba atau rugi. Laporan raba rugi biasa juga disebut
sebagai income statement atau profil and loss statement.
Dalam menyusun laporan raba rugi ada dua cara yang digunakan untuk
menyusun laporan, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step
(cara bertahap).
Metode single step, untuk menghitungnya hanya perlu menjumlahkan
seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok,
kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode
yang berlaku.
Metode multiple step, untuk menghitungnya dengan cara pendapatan
dipisah menjadi dua ketegori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal
dari kegiatan pokok) perusahaan dan pendapatan non operasional (yang
berasal dari luar kegiatan pokok) perusahaan. Pembagian kategori tersebut
juga berlaku pada beban atau biaya.
Ada beberapa aspek penting yang harus ditulis dalam laporan laba rugi,
diantaranya adalah pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, beban
pajak, laba atau rugi perusahaan, pos lubar biasa, dan hak minoritas. Laba
rugi perusahaan ini mencakup laba atau rugi dari aktivitas normal

24
perusahaan, laba rugi usaha untuk periode berjalan dan juga laba rugi
perusahaan afiliasi dan asosiasi berdasarkan metode ekuitas.

Tabel 1
Contoh Laporan Laba Rugi

Sumber: www.sleekr.com

2. Laporan Neraca
Dalam ilmu akuntasi, laporan neraca disebut juga sebagai balance
sheet. Laporan neraca berfungsi untuk menunjukan kondisi, informasi,
dan posisi keuangan bisnis sebuah perusahaan pada tanggal yang
ditentukan.
Dengan menyusun laporan neraca, perusahaan dapat mengetahui data
tentang jumlah aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa utang, dan
ekuitas atau modal perusahaan.
Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas. Apabila
ketiganya dihubungkan dengan persamaan akuntasi, maka akan terbentuk
rumus sebagai berikut:

25
Aset = liabilitas + ekuitas.

Tabel 3.
Contoh Laporan Neraca

S
u
m
b
e
r
:

w
w
w
.
s
l
e
e
k
r
.
c
o
m

26
B. Laporan Keuangan Organisasi (Perusahaan) Non Profit (Nirlaba)
Organisasi nirlaba memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan organisasi
yang berorientasi kepada laba. Dalam menjalankan kegiatannya, organisasi
nirlaba tidak semata-mata digerakan oleh tujuan untuk mencari laba. Meski non
profit tidak bertujuan laba, akan tetapi organisasi nirlaba selayaknya tidak
mengalami defisit. Adapun apabila organisasi nirlaba memperoleh surplus, maka
surplus tersebut akan dikontribusikan kembali untuk pemenuhan kepentingan
publik, dan bukan untuk memperkaya pemilik organisasi nirlaba tersebut.
Organisasi nirlaba umumnnya memperoleh sumber daya dari sumbangan para
anggota dan donatur lain, yang idealnya, tidak mengharapkan adanya
pengembalian atas donasi yang mereka berikan. Walaupun tidak meminta adanya
pengembalian, namun para donatur sebagai salah satu stakeholder utama
organisasi nirlaba tentunya mengharapkan adanya pengembalian atas sumbangan
yang mereka berikan. Para donatur ini, baik mempersyaratkan atau tidak, tentu
mengharapkan pelaporan serta pertanggungjawaban yang transparan atas dana
yang diberikan.
Menurut PSAK 45, organisasi nirlaba perlu menyusun setidaknya ada 4 jenis
laporan keuangan sebagai berikut:
1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan
Laporan ini bertujuan untuk menyedikan informasi mengenai aser, kewajibam,
dan aset bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur
tersebut pada waktu tertentu. Informasi ini dapat membantu para penyumbang,
anggota organisasi, kreditur, dan pihak-pihak lain untuk menilai;
- Kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan, dan
- Likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi
kewajibannya, serta kebutuhan pendanaan eksternal.

27
Aset
a. Kas dan setara kas;
Bila ada kas atau aset lain yang dibatasi penggunaannya oleh
penyumbang, maka hal ini harus disajikan terpisah dari kas atau aset
lain yang tidak terikat penggunannya.
b. Piutang (misalnya: piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa
lain)
c. Persediaan
d. Sewa, asuransi, dan jasa lainnya yang dibayar dimuka
e. Surt berharga/efek dan investasi jangka panjang
f. Tanah, gedung, peralatan, serta aset tetap lainnya yang digunakan
untuk menghasilkan barang dan jasa, dan lain-lain.
Liabilitas
a. Utang dagang
b. Pendapatan diterima di muka
c. Utang jangk panjang, dan lain-lain.
Aset Bersih
a. Aset bersih tidak terikat. Aset bersih ini umumnya meliputi pendapatan
dari jasa, penjualan barang, sumbangan, dan dividen atau hasil
investasi, dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan tersebut.
b. Aset bersih terikat kontemporer. Pembatasan ini bisa berupa
pembatasan waktu maupun penggunaan atau keduanya. Contoh;
pembasan terhadap sumbangan berupa aktivitas tertentu, investasi
untuk jangka tertentu, penggunaan selama periode tertentu di masa
depan, atau pemerolehan aset tetap.
c. Aset bersih terikat permanen. Pembatasan ini bisa dilakukan terhadap:
aset seperti tanah,aset yang disumbangkan untuk dirawat dan tidak
dijual, aset yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan
pendapatan secara permanen.

28
Tabel 5.
Contoh Laporan Neraca Organisasi Nirlaba

Sumber: www.keuanganlsm.com

2. Laporan aktivitas
Adalah menyediakan informasi mengenai engaruh transaksi dan peristiwa
lain yang mengubah jumlah dan sifat aset bersih, hubungan antar transaksi,
dan peristiwa lain, dan bagaimana penggunaan sumber daya dalam
pelaksanaan berbagai program atau jasa.
Secara umum, ketentuan dalam laporan aktivitas adalah sebagai berikut;
- Pendapatan disajikan sebagai penambah aset bersih tidak terikat.
- Beban disajikan sebagai pengurang aset bersih tidak terikat.
- Jika ada sumbangan terikat temporer yang pembatasnnya tidak berlaku
lagi dalam periode yang sama.

Komponen dalam laporan aktivitas mencakup;


a. Sumbangan;
b. Jasa layanan;

29
c. Penghasilan investasi.
Semua pendapatan tersebut disajikan secara bruto. Namun, khusus untuk
pendpatan investasi dapat disajikan secara neto dengan syarat beban-beban
terkait, seperti beban penitipan dan beban penasihat investasi, diungkapkan
dala catatan atas laporan keuangan. Komponen lain yang juga disajikan
dalam jumlah neto adalah keuntungan dan kerugian yang berasal dari
transaksi insidental atau peristiwa lain yang berada di luar pengendalian
organisasi dan manajemen.
Beban
a. Beban terkait program pemberian jasa. Aktivitas terkait dengan beban
jenis ini antara lain aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa
kepada para penerima manfaat, pelanggan, atau anggota dalam rangka
mencapai tujuan atau misi organisasi.
b. Beban terkait aktivitas pendukung, umumnya mencakup; 1) aktivitas
manajemen dan umum, meliputi pengawasan, manajemen bisnis,
pembukuan, penganggaran, pendanaan, dan aktivitas administratif
lainnya. 2) aktivitas pencarian dana, meliputi publikasi dan kampanye
pencarian dana. 3)aktivitas pengembangan anggota meliputi pencarian
anggota baru dan pengumpulan iuran anggota, hubungan dan aktivitas
sejenis.

30
Tabel 6.
Contoh Laporan Aktivitas Organisasi Nirlaba

Sumber : www.softwarelaporankeuangan.blogspot.com

Sumber: www.slideshare.net
3. Catatan atas laporan keuangan
Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai
pengaruh transaksi dan perstiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat
aktiva bersih, hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan bagaimana
penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa.

31
Tabel 8.
Catatan Atas Laporan Keuangan Nirlaba

Sumber: duniabp.blogspot.com

32
Analisis Sumber Dana dan Penggunaan Dana Perusahaan

Setelah kita mengetahui apa saja yang menjadi sumber dana organisasi
profit maupun Non-Profit, maka disini kami melakukan analisis berdasarkan
perusahaan yang berorientasi pada laba. Disini kami mengambil data dari
perusahaan PD. Berkah Alam.
Untuk mengetahui aliran dana perusahaan dalam satu periode diperlukan
data berupa laporan finansial perusahaan, yang menjelaskan darimana datangnya
dana dan di bidang apa dana tersebut digunakan, seperti yang dimuat pada Tabel
8. Hal lainnya, berupa laporan sumber dan penggunaan dana pada Tabel 9. Pada
tabel tersebut terlihat bahwa sebagian besar sumber dana digunakan untuk
membiayai penjualan yang dapat diketahui dari jumlah piutang yang semakin
besar. Selain untuk membiayai penjualan, sumber dana digunakan untuk
menambah kas perusahaan dan pembelian peralatan kantor. Penggunaan dana
tersebut sebagian besar bersumber dari modal sendiri dan sebagian lagi dari
hutang lancar yang berasal dari pihak ketiga dan dikenai bunga yang tinggi (> 5%
per bulan). Sebaiknya PD Berkah Alam membiayai penjualannya dari modal
sendiri atau dari hutang lancar maupun hutang jangka panjang yang berasal dari
bank yang berbunga relatif rendah, daripada meminjam pada pihak ketiga dengan
bunga pinjaman tinggi. Alternatif lainnya adalah dengan mencari mitra usaha
yang mau bekerja sama dengan pola bagi hasil, atau mencari investor yang mau
menanamkan dananya pada PD Berkah Alam.

33
Sedangakan pada organisasi non profit contohnya seperti Yayasan Kasih
Anak Kanker Indonesia ini termasuk pada organisasi non-profit atau organisasi
yang tidak mencari laba atau yang bertujuan lebih pada sosial. Maka modal
pada laporan neraca bernama Aktiva bersih yang berasal dari para donatur.

Perbedaan dari dua organisasi ini untuk Laporan Laba Rugi memiliki
istilah yang berbeda. Untuk PT. Fast Food Indonesia.Tbk laporan ini sama
dengan teori yang dipelajari yaitu Laporan laba Rugi. Sedangkan pada Yayasan
Kasih Anak Kanker Indonesia atau organisasi non-profit ini disebut dengan
Laporan Aktivitas.

34
Kesimpulan

Manajemen keuangan atau sering disebut pembelanjaan dapat diartikan


sebagai semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha-usaha
mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk
menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien. Dan dalam
Manajemen Keuangan memiliki tujuan yaitu maksimumkan laba per saham
tidak sama dengan memaksimumkan harga pasar saham. Harga pasar saham
mencerminkan nilai riil perusahaan. Harga pasar saham sendiri dipengaruhi
oleh beberapa factor yakni (1) laba per lembar saham, (2) tingkat bunga bebas
risiko, dan (3) tingkat ketidakpastian operasi perusahaan. Misalnya perusahaan
melakukan investsai yang berdifat spekulatif, ada kecenderungan harga saham
akan turun karena risiko usahanya menjadi semakin besar. Dan di dalam
Manajemen Keuangan memiliki 3 fungsi yang sangat penting yaitu:
Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Keputusan Deviden. Serta
dalam mencari sumber dana, sumber dana disini dibagi menjadi 2 yaitu
sumber dana dari dalam (intern dan intensif) dan sumber dana dari luar
(Modal Sendiri dan Modal Asing).
Didunia keuangan organisasi dibagi menjad 2 yaitu organisasi yang
berorientasi pada laba dan non-laba atau yang sering kita kenal yaitu
organisasi Profit dan Non-Profit. Di dalamnya memiliki beberapa perbedaan
dan persamaan.

Perbedaan Profit (Laba) dan Non Profit (Nirlaba)


Profit (Laba) Non Profit (Nirlaba)
Orientasi : Organisasi laba berorientasi Orientasi : Organisasi nirlaba hanya
pada keuntungan. sebagai suatu organiasasi yang
didirikan untuk mendukung suatu isu
dan menarik perhatian publik untuk
tujuan yang tidak komersil tanpa ada

35
perhatian terhadap hal-hal yang besifat
mencari laba (moneter).
Kepemilikan : Pada organiasasi laba, Kepemilikan : organisasi nirlaba tidak
pemilik terlihat dari pemilik saham jelas siapa sesungguhnya “pemilik”
terbesar dan jelas mendapatkan organisasi, apakah anggota, klien atau
keuntungan yang lebih besar dari hasil donatur.
organisasi nya.
Dalam Hal Donatur : organisasi laba Dalam Hal Donatur : organisasi
memiliki sumber pendanaan yang nirlaba membutuhkan dana sebagai
jelas, yakni dari keuntungan usahanya. sumber pendanaan. Bisa dari anggota,
Biasanya dari pendiri sekaligus pendiri, dll yang sudah dipisahkan dari
pemilik. kepemilikan pribadinya.
Tanggung Jawab : pada organisasi Tanggung Jawab : pada organisasi
laba telah jelas siapa yang menjadi nirlaba, anggota dewan komisaris
dewan komisaris, yang kemudian bukanlah “pemilik” organisasi.
memilih seorang direktur pelaksana
Tujuan : mencari keuntungan sebsar- Tujuan : sosial
besarnya
Fokus Kegiatan : pendapatan, karena Fokus Kegiatan : pada sisi biaya
pendapatan yang besar akan karena ini adalag refleksi dari kegiatan
menghasilkan keuntungan yang besar yang dilakukan.
pula.
Keuntungan pada akhir periode Tidak mengenal keuntungan usaha
merupakan tujuan dari kegiatan atau laba/surplus dalam setiap periode.
lembaga
Pendapatan : bisa dari siapa saja, Pendapatan : memiliki karakteristik
terutama dari pelanggan dan tidak khusus yaitu keterikatan dengan
memiliki ikatan apapun. pemberinya.

Perbedaan utama organisasi non profit dan organisasi non profit


khususnya bidang pendidikn dalam realisasi manajemennya tidak di fokuskan

36
pada visi, misi dan tujuan yang bersifat finansial, dalam bentuk mempertahankan
dan mengembangkan eksistensinya, melalui usaha meraih laba yang kompetitif
secara berkelanjutan. (Prof.DR. Hadari Nawawi (2005)

Persamaan Organisasi Profit dan Non Profit


Jika dilihat dari segi tujuan nya, organisasi profit dan non profit memiliki
perbedaan yang banyak seperti pada tabel diatas. Tetapi, pada prinsipnya,
organisasi profit dan profit memiliki satu persamaan yang sama, yakni:
Lebih banyak menyediakan jasa (atau produk) dan bersaing dengan organisasi lain
untuk menjadi penyedia jasa (atau produk) yang dipilih.
Dalam pendanaan suatu perusahaan berbeda beda, karena banyak sekali
sumber dana yang bisa didapatkan perusahaan seperti kredit dari bank, Mencari
Investor, ataupun depresiasi , dan masih banyak lagi seperti yang sudah saya
jelaskan diatas. Namun dalan penggunaannya biasanya sumber pendanaan seperti
pinjam bank dan mencari investor ditujukan untuk jangka panjang perusahaan.
Dan untuk pembagian dividennya telah diatur saat pembuatan perjanjian untuk
menginvestasikan dananya untuk perusahaan tersebut.
Tidak hanya dari sumber pendanaan yang harus diperhatikan, namun
laporan keuangannyapun harus diperhatikan, karena dari laporan keuangan kita
bisa tahu bahwa perusahaan kita dalam kondisi baik atau buruk. Dan dari laporan
keuangan kita juga dapat memancing para investor untuk menginvestasikan
dananya ke perusahaan yang menurut dia memiliki keadaan keuangan yang stabil
dan selalu profit.
Demikian laporan kami ini buat untuk syarat kelulusan mata kuiliah
Manajemen Keuangan. Dan semoga ilmu yang kami berikan ini dapat bermanfaat
bagi orang lain dan diri kita masing masing. Dengan adanya makalah ini kita jadi
tahu bahwa organisasi itu terbagi menjadi 2 yaitu organisasi profit dan non-profit,
serta keduannya ada di lingkungan kita. Jadi kita harus tahu bahwa kedua
organisasi tersebut bisa menguntungkan bagi kita dan lingkungan sekitar.

37