Anda di halaman 1dari 22

Eksponensial

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa banyakdan


virusLogaritma
dapat dicari menggunakan sebuah
fungsi � = 3� . Fungsi 𝒚 = �𝒙 ini disebut dengan fungsi pemangkatan atau fungsi

A. Eksponensial
eksponensial.
I. Pengertian dan Sifat Eksponensial
Eksponensial
III. Fungsi merupakandan
Eksponensial oparasi bilangan dalam bentuk pemangkatan yang
Grafiknya
dinyatakan
1. Definisidalam bentuk
Fungsi �𝑛 = � × � × � … .× �. Eksponensial memilki sifat-sifat
Eksponensial
dalam
Fungsi
pemangkatan,
eksponensial
sifat-sifat
atau fungsi
tersebut
pemangkatan
adalah didefinisikan sebagai berikut,
1
= �−𝑛 ; � ≠ 0 𝒚 = �𝒙 ; � > 𝟎 ; � ≠ �
1. �𝑛

2. �𝑚Contoh:
∙ �𝑛 = �𝑚+𝑛
a) � = 3� → � = 3 ; � > 0 ; � ≠ 1 → 𝒇𝒖𝒏𝒈𝒔𝒊 𝒆𝒌𝒔𝒑𝒐𝒏𝒆𝒏𝒔𝒊��
3. �𝑚 : �𝑛 = �𝑚−𝑛 ; � ≠ 0
b) � = −3� → � = −3 ; � < 𝟎 ; � ≠ 1 → 𝑏𝑢𝑘�𝑛 𝑓𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝑒𝑘𝑠𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛𝑠𝑖��
4. �0 = 1 ; � ≠ 0
c) � = 1� → � = 1 ; � > 0 ; � = � → 𝑏𝑢𝑘�𝑛 𝑓𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝑒𝑘𝑠𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛𝑠𝑖��
5. (�𝑚 )𝑛 = �𝑚∙𝑛
1� 1
6. (�d)∙ 𝑏)
�= 𝑚=
(3)�𝑚
→∙ �𝑏 =
𝑚 3 ; � > 0 ; � ≠ 1 → 𝒇𝒖𝒏𝒈𝒔𝒊 𝒆𝒌𝒔𝒑𝒐𝒏𝒆𝒏𝒔𝒊��

II. Penerapan
2. MelukisFungsi
Grafik Eksponensial
Fungsi Eksponensial
Fungsi eksponensial
Melukis dapateksponensial
grafik fungsi diterapkan dalam
dapatkehiupan
dilakukansehari-hari. Adapun contoh
dengan menggunakan
penerapannya sebgai
beberapa titik berikut:
bantu. Titik bantu tersebut dapat diambil beberapa nilai � dan
Seorang peneliti
kemudian ingin mengembangkan
dimasukkan dalam fungsisebuah virus
sehingga untuk membuat
menghasilkan racun
�. Maka hama padi.
diperoleh
Padapasangan
awal penelitiannya,
(�, �). peneliti tersebut mengambil 1 virus untuk dikembangkan.
1�
Setelah dilakukan penelitian dan pengembangan, virus tersebut mampu membelah diri
Contoh: Lukislah grafik dari � = 3� dan � = 3
menjadi 3 virus tiap satu jam. Berapakah jumlah virus setelah 3 jam, 4 jam dan 5 jam?
Solusi: Untuk pengerjaannya dapat diambil beberapa nilai �, misalnya � diambil
Penyelesaian: Pembelahan virus tersebut dapat diilustrasikan seperti berikut,
dari -2, -1, 0, 1, 2. Maka diperoleh pasangan titik sebagai berikut:
Jam(x) = 0 à virus(y) =1
𝒙 -2 -1 0 1 2

𝒚 = �𝒙 0,111 0,333 1 3Jam(x) = 1 à


9 virus(y) =3

�𝒙
Ilustrasi
𝒚= di atas dapat 9pula disajikan
3 dalam bentuk
1 tabel pasangan
0,333 jam(x) dan virus(y).
0,111
Jam (x)� 0 1 2 3 4 5 … �

Virus (y) 1 3 9 27 81 243 … �

Bentuk 30 31 32 33 34 35 … 3�

Eksponensial & Logaritma


Dari pasangan titik di atas dapat dibuat grafik fungsi eksponensial sebagai berikut,

�𝒙
𝒚 = �𝒙 𝒚=()

3. Sifat-Sifat Grafik Fungsi Eksponensial


Dari grafik yang telah dibuat, dapat diamati dan dianalisa sifat-sifat grafik fungsi
eksponensial � = � � ; � > 0 ; � ≠ 1 adalah:

a) Kontinu.
b) Merupakan fungsi satu-satu.
c) Domain: (−∞, ∞) atau � ∈ 𝑅.
d) Range: (0, ∞) atau � > 0, � ∈ 𝑅.
e) � = � � ; � > 1 maka grafiknya naik.
f) � = � � ; 0 < � < 1 maka grafiknya turun.

g) Memotong sumbu � di titik (0,1).

h) Mempunyai asimtot datar sumbu �.

Eksponensial & Logaritma


IV. Persamaan Eksponensial
Ilustrasi:

𝒚𝟐 = �

𝒚 � = �𝒙

Dari grafik di atas terdapat dua fungsi yakni �1 = 3� dan �2 = 9. Terdapat titik potong

dari grafik kedua fungsi tersebut di titik (2,9). Apakah ada titik potong lain dari kedua

grafik tersebut?. Untuk menjawabnya dapat dilakukan langkah analisa sebagai berikut,
�1 = � 2
3� = 9
3� = 32

� = 2 → ℎ�𝑛�� �𝑑� 𝑠�𝑡𝑢 𝑡𝑖𝑡𝑘 𝑝𝑜𝑡𝑜𝑛𝑔 (2,9)

Dari ilustrasi di atas menunjukkan sebuah persamaan fungsi eksponensial. Persamaan


fungsi eksponensial memiliki beberapa bentuk.

Eksponensial & Logaritma


V. Bentuk-Bentuk Persamaan Eksponensial
Persamaan fungsi eksponensial memiliki beberapa bentuk, bentuk-bentuk tersebut
adalah:
1. Jika � 𝑓(�) = �𝑛 ; � > 0 ; � ≠ 1, maka 𝑓 (�) = 𝑛.

Contoh:
a. 9�−4 = 81

Solusi:
9�−4 = 81
(32 )�−4 = 34
32�−8 = 34

2� − 8 = 4
2� = 12
�=6
b. √78�+2 = (73 )3

Solusi:
1
(78�+2 )2 = 79
74�+1 = 79

4� + 1 = 9
4� = 8
�=2

2. Jika � 𝑓(�) = � 𝑔(�) ; � > 0 ; � ≠ 1, maka 𝑓 (�) = 𝑔(�).

Contoh:
a) 252�−1 − 5−�+8 = 0

Solusi:
(52 )2�−1 = 5−�+8
54�−2 = 5−�+8

4� − 2 = −� + 8
5� = 10
�=2

Eksponensial & Logaritma


1 3
b) 49�+3
= √493�−6

Solusi:
13= √(72 )3�−6
2 ) �+3(7

1 3
= √76�−12
72�+6
1
7 −2�−6 = (7 6�−12 )3
7−2�−6 = 72�−4

−2� − 6 = 2� − 4
4� = −2
1
�=− 2

3. Jika � 𝑓(�) = 𝑏 𝑓(�) ; � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑏 > 0 ; 𝑏 ≠ 1, maka 𝑓 (�) = 0.

Contoh:
a) 4�−4 = 52�−8

Solusi:
(22 )�−4 = 52�−8
22�−8 = 52�−8

2� − 8 = 0
2� = 8
�=4

b) 272−� − √212−6� = 0

Solusi:

272−� = √212−6�
1
(3 3 )2−� = 12−6� )2(2

36−3� = 26−3�

6 − 3� = 0
3� = 6
�=2

Eksponensial & Logaritma


4. Jika ℎ(�) 𝑓(�) = ℎ(�) 𝑔(�) , maka kemungkinannya adalah:

a) 𝑓(�) = 𝑔(�)
b) ℎ(�) = 1
c) ℎ(�) = 0 dengan syarat 𝑓 (�) > 0 dan 𝑔(�) > 0
d) ℎ(�) = −1 dengan syarat 𝑓 (�) dan 𝑔(�) sama-sama genap atau sama-sama

ganjil.
Contoh:
a. (� + 2)�+4 = (� + 2)2�−1, untuk mencari � yang memenuhi ada empat

kemungkinan.
Diketahui: 𝑓 (�) = � + 4 ; 𝑔(�) = 2� − 1 ; ℎ(�) = � + 2

i. 𝑓 (�) = 𝑔(�)

� + 4 = 2� − 1
� − 2� = −1 − 4
−� = −5
�=5

ii. ℎ(�) = 1

�+2=1
�=1−2
� = −1

iii. ℎ(�) = 0 syarat 𝑓 (�) > 0 ; 𝑔(�) > 0

�+2=0
� = −2 à dimasukkan dalam 𝑓 (�); 𝑔(�)
𝑓 (−2) = −2 + 4 = 2 à 𝑓 (�) > 0
𝑔(−2) = 2(−2) − 1 = −4 − 1 = −5 à 𝑔(�) < 0

Jadi � = −2 tidak memenuhi.

iv. ℎ(�) = −1 syarat 𝑓 (�) ; 𝑔(�) sama-sama genap atau sama-sama ganjil.

� + 2 = −1
� = −1 − 2
� = −3 à dimasukkan dalam 𝑓 (�); 𝑔(�)
𝑓 (−3) = −3 + 4 = 1 à 𝑓 (�) ganjil

Eksponensial & Logaritma


𝑔(−3) = 2(−3) − 1 = −6 − 1 = −7 à 𝑔(�) ganjil

Jadi � = −3 memenuhi
Dari empat kemungkinan yang telah dianalisa diperoleh 𝐻𝑃 = {−3, −1, 5}.

5. Jika 𝑓(�)ℎ(�) = 𝑔(�)ℎ(�) , maka kemungkinannya adalah:

a) 𝑓(�) = 𝑔(�)
b) ℎ(�) = 0 dengan syarat 𝑓 (�) ≠ 0 dan 𝑔(�) ≠ 0

Contoh:
a. (4� + 4)�+2 = (� − 2)�+2

Untuk mencari � yang memenuhi, ada dua kemungkinan.


Diketahui: 𝑓 (�) = 4� + 4 ; 𝑔(�) = � − 2 ; ℎ(�) = � + 2

i. 𝑓 (�) = 𝑔(�)

4� + 4 = � − 2
4� − � = −2 − 4
3� = −6
� = −2

ii. ℎ(�) = 0 dengan syarat 𝑓 (�) ≠ 0 dan 𝑔(�) ≠ 0

�+2=0
� = −2 à dimasukkan dalam 𝑓 (�) ; 𝑔(�).
𝑓 (−2) = 4(−2) + 4 = −8 + 4 = −4 à 𝑓 (�) ≠ 0
𝑔(−2) = −2 − 2 = −4 à 𝑔(�) ≠ 0

Jadi � = −2 memenuhi.
Dari dua kemungkinan yang dianalisa diperoleh 𝐻𝑃 = {−2}

6. Jika 𝑓(�) 𝑔(�) = 1, maka kemungkinannya adalah:

a) 𝑓(�) = 1
b) 𝑔(�) = 0 dengan syarat 𝑓 (�) ≠ 0
c) 𝑓(�) = −1 dengan syarat 𝑔(�) genap

Contoh:
a. (2� + 7)2�+4 = 1

Eksponensial & Logaritma


Untuk mencari � yang memenuhi, ada dua kemungkinan.
Diketahui: 𝑓 (�) = 2� + 7 ; 𝑔(�) = 2� + 4

i. 𝑓 (�) = 1

2� + 7 = 1
2� = −6
� = −3

ii. 𝑔(�) = 0 dengan syarat 𝑓 (�) ≠ 0

2� + 4 = 0
2� = −4
� = −2 à dimasukkan dalam 𝑓 (�)
𝑓 (−2) = 2(−2) + 7 = −4 + 7 = 3 à 𝑓 (�) ≠ 0

Jadi � = −2 memenuhi.

iii. 𝑓 (�) = −1 dengan syarat 𝑔(�) genap

2� + 7 = −1
2� = −8
� = −4 à dimasukkan dalam 𝑔(�)
𝑔(−4) = 2(−4) + 4 = −8 − 4 = −12 à 𝑔(�) genap

Jadi � = −4 memenuhi.
Dari tiga kemungkinan yang telah dianalisa diperoleh 𝐻𝑃 = {−4, −3, −2}.

7. Jika persamaan eksponensial memiliki bentuk persamaan kuadrat seperti


2
𝐴(� 𝑓(�) ) + 𝐵(� 𝑓(�) ) + 𝐶 = 0, maka dapat diselesaikan dengan memisalkan

� 𝑓(�) = 𝑝, kemudian menyelesaikan persamaan kuadrat yang terbentuk untuk �.

Contoh:
a) 32�+1 − 4 ∙ 3�+1 + √81 = 0
Untuk mengerjakan persamaan di atas kita ubah ke bentuk 3� .

32�+1 − 4 ∙ 3�+1 + √81 = 0


32� ∙ 31 − 4 ∙ 3� ∙ 31 + 9 = 0
3 ∙ 32� − 12 ∙ 3� + 9 = 0
3 ∙ (3� )2 − 12 ∙ 3� + 9 = 0

Eksponensial & Logaritma


Kita misalkan 3� = 𝑝, maka persamaannya menjadi,
3 ∙ 𝑝2 − 12 ∙ 𝑝 + 9 = 0
(3 ∙ 𝑝2 − 12 ∙ 𝑝 + 9 = 0): 3
𝑝2 − 4 ∙ 𝑝 + 3 = 0

(𝑝 − 3)(𝑝 − 1) = 0
𝑝1 = 3 ; 𝑝2 = 1
Kita cari nilai � yang memenuhi dari 3� = 𝑝.

i. 3� = 𝑝1 ii. 3� = 𝑝1
3� = 3 3� = 1
3� = 31 3� = 30

�1 = 1 �2 = 0
Jadi nilai � yang memenuhi untuk persamaan 32�+1 − 4 ∙ 3�+1 + √81 = 0

adalah � = {0, 1}.

VI. Pertidaksamaan Eksponensial


Pada pembahasan sebelumnya telah dipelajari tentang grafik fungsi eksponensial.
Dikatahui bahwa grafik fungsi dari � = � � naik jika nilai � > 1, dan grafik fungsi
� = � � turun jika 0 < � < 1.

Untuk lebih memahami pertidaksamaan eksponensial perhatikan ilustrasi berikut.

𝒚 = �𝒙 𝒚 = �𝒙
�>� 𝟎<�<�
𝑓(�1 ) 𝑓 (�1 )

𝑓 (�2 ) 𝑓 (�2 )

�1 �2 �1 �2

Gambar 6.1 Gambar 6.2

Eksponensial & Logaritma


Dari gambar 6.1 dapat disimpulkan bahwa �1 < �1 ↔ 𝑓 (�1 ) < 𝑓 (�2 ). Dengan

memanfaatkan sifat kemonotonan fungsi eksponensial diperoleh,


�𝒇(𝒙) > �𝒈(𝒙) ↔ 𝒇(𝒙) > 𝒈(𝒙) untuk � > �

Sedangkan dari gambar 6.2 dapat disimpulkan bahwa �1 < �1 ↔ 𝑓 (�1 ) > 𝑓 (�2 ).

Dengan memanfaatkan sifat kemonotonan fungsi eksponensial diperoleh,


�𝒇(𝒙) > �𝒈(𝒙) ↔ 𝒇(𝒙) < 𝒈(𝒙) untuk 𝟎 < � < �

Contoh:
a) √92�−4 ≤ 27�+1

Jawab:

√92�−4 ≤ 27�+1

√34�−8 ≤ 33�+3
1
(34�−8 )2 ≤ 33�+3
32�−4 ≤ 33�+3 → (𝑡�𝑛𝑑� 𝑡𝑒𝑡�𝑝 𝑘�𝑟𝑒𝑛� � = 3 ; � > 1)

2� − 4 ≤ 3� + 3
2� − 3� ≤ 3 + 4
−� ≤ 7
� ≥ −7

1 4�+8 3 �+2
b) (9) > (81)

Jawab:
1 4�+83 �+2
( )>( )
9814�+8
12 3 �+2
(( ) ) > ( 4)
3 3
1 8�+161 �+2
( )> ( 3)
33 �+2
1 8�+161 3
( )> (( ) )
33
1 8�+161 3�+6
( )>( )
33
Eksponensial & Logaritma
1
8� + 16 < 3� + 6 → (𝑡�𝑛𝑑� 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑏�ℎ 𝑘�𝑟𝑒𝑛� � = ; 0 < � < 1)
3
8� − 3� > 6 − 16
5� > −10
�>2

21 � +3

c) (2) ≥ 42�

Jawab:
1 � 2 +3
() ≥ 42�
2 2 +3
1� 1 2�
() ≥ ( −1 )
2 2 +3 4
1� 1 2�
() ≥ ( −2 )
2 2 +3 2
1� 1 −4�
() ≥( )
2 2
1
� 2 + 3 ≤ −4� → (𝑡�𝑛𝑑� 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑏�ℎ 𝑘�𝑟𝑒𝑛� � =
; 0 < � < 1)
2
� 2 + 4� + 3 ≤ 0
� 2 + 4� + 3 = 0 → (𝑑𝑖𝑢𝑏�ℎ 𝑘𝑒 𝑡�𝑛𝑑� "=")

(� + 1)(� + 3) = 0

�1 = −1 ; �2 = −3
Kemudian diperiksa daerah sekitar �1 = −1 dan �2 = −3.
a. Daerah � < −3, diambil � = −4 kemudian dimasukkan kedalam 𝑓 (�) = � 2 +

4� + 3.
𝑓(�) = � 2 + 4� + 3
𝑓(−4) = (−4)2 + 4(−4) + 3 = 16 − 16 + 3 = 3 > 0 (𝑡𝑖𝑑�𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖 )
Jadi daerah � < −4 tidak memenuhi � 2 + 4� + 3 ≤ 0.

b. Daerah −3 < � < −1, diambil � = −2 kemudian dimasukkan kedalam


𝑓(�) = � 2 + 4� + 3.
𝑓(�) = � 2 + 4� + 3

Eksponensial & Logaritma


𝑓(−2) = (−2)2 + 4(−2) + 3 = 4 − 8 + 3 = −1 < 0 (𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖 )
Jadi daerah −3 < � < −1 memenuhi � 2 + 4� + 3 ≤ 0.
c. Daerah � > −1, diambil � = 0 kemudian dimasukkan kedalam 𝑓 (�) = � 2 +

4� + 3.
𝑓(�) = � 2 + 4� + 3
𝑓(0) = 02 + 4(0) + 3 = 0 + 0 + 3 = 3 > 0 (𝑡𝑖𝑑�𝑘 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖 )
Jadi daerah � > −1 tidak memenuhi � 2 + 4� + 3 ≤ 0.
21 � +3

Jadi � yang memenuhi (2) ≥ 42� adalah 𝑯𝑷 = {𝒙│ − � ≤ 𝒙 ≤ −� , 𝒙 𝝐 𝑹}.

B. Logaritma
I. Pengertian Logaritma
Logaritma adalah kebalikan dari pemangkatan (eksponensial). Pada eksponensial
dinyatakan dalam bentuk �𝒏 = 𝒃. Maka bila dinyatakan dalam logaritma menjadi

𝐥𝐨𝐠 𝒃 = 𝒏.

Contoh:
a) 24 = 16 → 2
log 16 = 4
b) 53 = 125 → 5
log 125 = 3
1
12 1 1
3
c) (3) = 9 → log 9 = 2

II. Fungsi Logaritma dan Grafiknya


Jika fungsi eksponensial dinyatakan dalam bentuk � = � � dengan � > 0 dan � ≠ 1.
Maka fungsi logaritma dinyatakan dengan bentuk 𝒚 = �𝐥𝐨𝐠 𝒙 dengan � > 𝟎 ; � ≠ �

dan 𝒙 > 𝟎.

Contoh:
a) � = 7log � → 𝑠��𝑟�𝑡 � > 0

b) � = 5log � → 𝑠��𝑟�𝑡 � > 0


1
2
c) � = log � → 𝑠��𝑟�𝑡 � > 0

Fungsi logaritma juga dapat dilukiskan grafiknya dalam bidang cartesius. Untuk
melukisnya sama dengan melukis grafik fungsi eksponensial, yang membedakan

Eksponensial & Logaritma


adalah pada pemilihan interval �. Untuk fungsi logaritma interval � hanya boleh � >
0. Sebagai contoh akan digambarkan grafik fungsi logaritma � = 2log � dan � =
1
2 111
log � , dengan interval � yang diambil � = {8 , 4 , 2 , 1, 2, 4, 8}. Untuk mengerjakan

kita buat tabel pasangan titik � dan � seperti berikut,


1 1 1
𝒙 1 2 4 8
8 4 2
𝒚 = 𝟐𝐥𝐨𝐠 𝒙 -3 -2 -1 0 1 2 3

3210-1-2-3
𝟐
𝒚 = 𝐥𝐨𝐠 𝒙
Dari tabel pasangan titik di atas dapat dibuat tabel sebagai berikut,
4
𝒚 = 𝟐𝐥𝐨𝐠 𝒙
3

-1 0 1 2 3 4 5 6 7 8

-1

-2

-3 𝟐 𝒙
𝒚 = 𝐥𝐨𝐠

Dari grafik fungsi logaritma di atas, dapat kita simpulkan mengenai sifat grafik
tersebut. Grafik fungsi logaritma mempunyai sifat:
a. Kontinu
b. Merupakan fungsi satu-satu.
c. Domain: � > 0 , � ∈ 𝑅.
d. Range: (−∞, ∞) atau � ∈ 𝑅.
e. Grafik � = �log � naik jika � > 1.

f. Grafik � = �log � turun jika 0 < � < 1.

g. Memotong sumbu (1,0).

h. Mempunyai asimtot tegak sumbu �.

Eksponensial & Logaritma


III. Persamaan Logaritma
Fungsi logaritma juga memiliki beberapa bentuk persamaan, sama halnya dengan
persamaan pada fungsi eksponensial. Sebelum mambahas tentang bentuk persamaan
pada fungsi logaritma berikut adalah sifat-sifat dari logaritma:

a. 𝐥𝐨𝐠 � = 𝟎 → � > 0.

b. 𝐥𝐨𝐠 � = � → � > 0
� 𝐥𝐨𝐠 𝒃 + �𝐥𝐨𝐠 𝒄 = �𝐥𝐨𝐠(𝒃 ∙ 𝒄) → � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑏 > 0 ; 𝑐 > 0
c.
� 𝐥𝐨𝐠 𝒃
d. 𝒃 − �𝐥𝐨𝐠 𝒄 = �𝐥𝐨𝐠 ( 𝒄 ) → �>0;�≠1;𝑏>0;𝑐>0

� 𝐥𝐨𝐠 𝒃
e. 𝐥𝐨𝐠 𝒃 = �𝐥𝐨𝐠 �
→�>0;�≠1;𝑏>0;𝑚>0

� 𝐥𝐨𝐠 𝒃� = � ∙ �𝐥𝐨𝐠 𝒃 → � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑏 > 0


f.
��
g. 𝐥𝐨𝐠 𝒃 = ��∙ �𝐥𝐨𝐠 𝒃 → � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑏 > 0 ; 𝑚 ≠ 0

𝐥𝐨𝐠 𝒃
h. � =𝒃→�>0;�≠1;𝑏>0
� 𝐥𝐨𝐠 𝒃 ∙ 𝒃𝐥𝐨𝐠 𝒄 = �𝐥𝐨𝐠 𝒄 → � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑏 > 0 ; 𝑐 > 0
i.
� �
j. 𝐥𝐨𝐠 𝒃 = 𝒃𝐥𝐨𝐠 �
→�>0;�≠1;𝑏>0

� 𝐥𝐨𝐠 (𝒄𝒃) = 𝒄
− �𝐥𝐨𝐠 (𝒃) → �>0;�≠1;𝑏>0;𝑐>0
k.

IV. Bentuk-Bentuk Persamaan Logaritma


� log 𝑓(� ) = �log 𝑝 ; � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑓 (�) > 0 ; 𝑝 > 0 maka 𝑓 (�) = 𝑝.
a)
Contoh:
3 log(� + 2) = 3log 9
1.
Jawab:
a. Mencari daerah � yang terdefinisi.
3
log(� + 2) maka � + 2 > 0

𝒙 > −𝟐 Daerah 𝒙

-2

b. Mencari nilai � yang memenuhi persamaan.


3 log(� + 2) = 3log 9

� + 2 = 9 → 𝑓 (�) = � + 2 > 0

Eksponensial & Logaritma


�+2=9
�=9−2
𝒙 = 𝟕 > −𝟐
Jadi � yang terdefinisi dan memenuhi 3log(� + 2) = 3log 9 adalah � = 7.

5
2. log(5� + 25) = 3

Jawab:
a. Mencari daerah � yang terdefinisi.
5
log(5� + 25) maka 5� + 25 > 0

5� > −25
𝒙 > −� Daerah 𝒙

-5

b. Mencari nilai � yang memenuhi persamaan.


5
log(5� + 25) = 3
5
log(5� + 25) = 3 ∙ 1
5 log(5� + 25) = 3 ∙ 5log 5
5 log(5� + 25) = 5log(53 )
5 log(5� + 25) = 5log 125

5� + 25 = 125
5� + 25 = 125
5� = 125 − 25
5� = 100
𝒙 = 𝟐𝟎 > −�
Jadi � yang terdefinisi dan memenuhi 5log(5� + 25) = 3 adalah � = 20.

� log 𝑓(� ) = �log 𝑔(�) ; � > 0; � ≠ 1; 𝑓 (�) > 0; 𝑔(�) > 0 maka 𝑓 (�) = 𝑔(�).
b)
Contoh:
3 log(2� + 6) = 3log(2 − �)
1.
Jawab:

Eksponensial & Logaritma


a. Menentukan daerah � yang terdefinisi.
3
log(2� + 6) maka 2� + 6 > 0

2� > −6
𝒙 > −�
3
log(2 − �) maka 2 − � > 0 Daerah 𝒙

𝒙<𝟐 -3 2

Jadi daerah � yang terdefinisi adalah −� < 𝒙 < 𝟐 (diantara −3 dan −2)
b. Mencari nilai � yang memenuhi persamaan.
3 log(2� + 6) = 3log(2 − �)

2� + 6 = 2 − �
2� + � = 2 − 6
3� = −4
𝟒�
𝒙=−
= −�→ −� < 𝒙 < 𝟐
�� 1
Jadi � yang terdefinisi dan memenuhi adalah � = −1 3.

� log 𝑓(� ) = 𝑏log 𝑓 (�) ; � > 0; � ≠ 1; 𝑓 (�) > 0; 𝑔(�) > 0 maka 𝑓 (�) = 1.
c)
Contoh:
5 log(3� − 9) = 2log(3� − 9)
1.
Jawab:
a. Menentukan daerah � yang tedefinisi.
5 2
log(3� − 9) ; log(3� − 9)

Maka 3� − 9 > 0
3� > 9
Daerah 𝒙
𝒙>�
3

b. Mencari nilai � yang memenuhi persamaan.


5 log(3� − 9) = 2log(3� − 9)

3� − 9 = 1
3� = 10

Eksponensial & Logaritma


�𝟎�
𝒙= =�>�
�� 5 log(3� − 9) = 2log(3� − 9)
Jadi � yang terdefinisi dan memenuhi

adalah 𝒙 = � �.

ℎ(�) ℎ(�)
d) log 𝑓 (�) = log 𝑔(�) ; ℎ(�) > 0 ; ℎ(�) ≠ 1 ; 𝑓 (�) > 0 ; 𝑔(�) > 0

maka 𝑓 (� ) = 𝑔(�).

Contoh:
�−2 �−2
1. log(4� − 8) = log(2� + 6)

Jawab:
a. Menentukan daerah � yang terdefinisi.
ℎ(�) = � − 2 ; 𝑓 (�) = 4� − 8 ; 𝑔(�) = 2� + 6
ℎ(�) > 0 ℎ(�) ≠ 1 𝑓 (�) > 0 𝑔(�) > 0

�−2>0 �−2≠1 4� − 8 > 0 2� + 6 > 0


𝒙>𝟐 𝒙≠� 𝒙>𝟐 𝒙 > −�

Daerah 𝒙

-3 2 3

Jadi daerah � yang terdefinisi adalah 𝒙 > 𝟐 ; 𝒙 ≠ �.

b. Mencari nilai � yang memenuhi persamaan.


�−2 �−2
log(4� − 8) = log(2� + 6)

4� − 8 = 2� + 6
4� − 2� = 6 + 8
2� = 14
𝒙=𝟕>𝟐;𝒙=𝟕≠�
Jadi � yang terdefinisi dan memenuhi adalah 𝒙 = 𝟕.

e) 𝐴 ∙ ( �log 2 𝑓 (�)) + 𝐵 ∙ ( �log 𝑓 (�)) + 𝐶 = 0 ; � > 0 ; � ≠ 1 ; 𝑓 (�) > 0 ; dan


𝐴, 𝐵, 𝐶 ∈ 𝑅 maka untuk mencari nilai � yang memenuhi adalah dengan

Eksponensial & Logaritma



memisalkan log 𝑓 (�) = 𝑝. Sehingga persamaan di atas menjadi persamaan
kuadrat, 𝐴 ∙ 𝑝2 + 𝐵. 𝑝 + 𝐶 = 0 kemudian dicari akar-akar dari persamaan kuadrat

tersebut.
Contoh:
2 log 2� − 6 ∙ 2log � + 5 = 0
1.
Jawab:
a. Mencari daerah � yang terdefinisi.
2
log � → 𝑓 (�) = � Daerah 𝒙

𝑓(�) > 0 → 𝒙 > 𝟎 0

b. Mencari nilai � yang memenuhi.


2 log 2� − 6 ∙ 2log � + 5 = 0
2
( 2log �) − 6 ∙ ( 2log �) + 5 = 0

Dimisalkan 2log � = 𝑝, maka persamaan di atas menjadi:

𝑝2 − 6𝑝 + 5 = 0

(𝑝 − 1)(𝑝 − 5) = 0
𝒑� = � ; 𝒑𝟐 = �
Dicari nilai � melalui persamaan 2log � = 𝑝:
2
a. log � = 𝑝1
2
log � = 1
2 log � = 2log 2

𝒙� = 𝟐 > 𝟎 → 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖.
2
b. log � = 𝑝2
2
log � = 5
2 log � = 5 ∙ 2log 2
2 log � = 2log 25
2 log � = 2log 32

𝒙𝟐 = �𝟐 > 𝟎 → 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖.
Jadi � yang memenuhi adalah � = {2, 32}.

Eksponensial & Logaritma


V. Pertidaksamaan Logaritma
Sama halnya denga fungsi eksponensial, pada logaritma juga dibahas masalah
pertidaksamaan. Dengan ilustrasi yang sama pada pertidaksamaan eksponensial
diperoleh bentuk pertidaksamaan fungsi logaritma sebagai berikut:
A. Untuk � > �
� 𝐥𝐨𝐠 𝒇(𝒙) > �𝐥𝐨𝐠 𝒈(𝒙) , ��𝒌� 𝒇(𝒙) > 𝒈(𝒙) > 𝟎
� 𝐥𝐨𝐠 𝒇(𝒙) < �𝐥𝐨𝐠 𝒈(𝒙) , ��𝒌� 𝟎 < 𝒇(𝒙) < 𝒈(𝒙)

B. Untuk 𝟎 < � < �


� 𝐥𝐨𝐠 𝒇(𝒙) > �𝐥𝐨𝐠 𝒈(𝒙) , ��𝒌�𝟎 < 𝒇(𝒙) < 𝒈(𝒙)
� 𝐥𝐨𝐠 𝒇(𝒙) < �𝐥𝐨𝐠 𝒈(𝒙) , ��𝒌� 𝒇(𝒙) > 𝒈(𝒙) > 𝟎

Contoh:
1. Tentukan � yang memenuhi untuk 2log(� − 1) < 2 !

Jawab:
a. Menentukan daerah � yang terdefinisi.
Dari pertidaksamaan di atas diketahui 𝑓 (�) = � − 1
Syarat 𝑓 (�) > 0 → � − 1 > 0
Daerah 𝒙
𝒙>�
1
Jadi daerah � yang terdefinisi adalah � > 1.

b. Mencari nilai � yang memenuhi.


2
log(� − 1) < 2
2 log(� − 1) < 2 ∙ 2log 2 Daerah 𝒙
2 log(� − 1) < 2log(22 ) 5
2 log(� − 1) < 2log 4

� − 1 < 4, à Tanda tetap karena � = 2 ; � > 1

�<4+1
𝒙<�
Jadi � yang terdefinisi dan memenuhi Daerah 𝒙
2
log(� − 1) < 2 adalah � < 𝒙 < �. 1 5

Eksponensial & Logaritma


1
2
2. Tentukan � yang memenuhi untuk log(2� − 8) ≤ 2 !

Jawab:
a. Menentukan daerah � yang terdefinisi.
Dari pertidaksamaan di atas diketahui 𝑓 (�) = 2� − 8
Syarat 𝑓 (�) > 0 → 2� − 8 > 0

2� > 8 Daerah 𝒙
�>4 4

Jadi daerah � yang terdefinisi adalah � > 4.

b. Mencari nilai � yang memenuhi.


1
2
log(2� − 8) ≤ 2
1 1
1
2 2
log(2� − 8) < 2 ∙ log ( )
1 1 22 1
2 2
log(2� − 8) < log ( )
1
2 1
1
2 2
log(2� − 8) < log ( )
4
11
2� − 8 > , à Tanda berubah karena � = ; 0 < � < 1
42
1
2� < + 8
4
1 32
2� < + 1
44 48

Daerah 𝒙
33
2� < 1
�<48
4
Jadi � 33 yang terdefini dan memenuhi Daerah 𝒙
1 �<
� 1
log(2� 8− 8) ≤ 2 adalah 𝟒 < 𝒙 < 𝟒 �.
2
4 8 4
Gambar daerah penyelesaian

Eksponensial & Logaritma