Anda di halaman 1dari 2

PELATIHAN DAN PENDIDIKAN UNTUK

PROSEDUR BARU, BAHAN BERBAHAYA,


PERALATAN BARU
No. Dokumen : /SOP/SRP/ /2018

No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 2018

Halaman : 1/2

UPT
dr. NIRWANA GINTING
PUSKESMAS
SIRAPIT Nip. 197112222006042020
1. Pengertian Pelatihan dan Pendidikan untuk Prosedur Baru merupakan suatu kegiatan
yang bertujuan menginformasikan kepada petugas laboratorium guna
penggunaan prosedur baru, bahan berbahaya atau alat baru
2. Tujuan Sebagai acuan dan pedoman penerapan langkah-langkah untuk Pelatihan
dan Pendidikan untuk Prosedur Baru di UPT Puskesmas Sirapit
3. Kebijakan SK Kepala UPT Puskesmas Sirapit Nomor /AKR/VIII/SRP/I/2018
Tentang Manajemen Penunjang Layanan Klinis di UPT Puskesmas Sirapit
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun
2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
5. Alat dan ATK
Bahan
6. Prosedur/ 1. Kepala TU melaporkan kepada pihak kliik bahwa akan ada pelatihan
Langkah-
dan pendidikan untuk prosedur, bahan yang berbahaya ataupun alat
langkah
yang baru bagi petugas laboratorium.
2. Kepala Klinik mengintruksikan kepada petugas laboratorium untuk
mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk prosedur yang baru, bahan
berbahaya atau alat yang baru.
3. Petugas melaporkan kepada kepala Klinik bahwa pelatihan dan
pendidikan untuk prosedur yang baru, bahan berbahaya dan alat yang
baru telah dilaksanakan.
4. Petugas membuat laporan hasil pelatihan pendidikan untuk prosedur
yang baru, bahan berbahaya dan alat yang baru
5. Petugas menyampaikan hasil pelatihan dan pendidikan melalui rapat
lokmin klinik
6. Petugas membuat SOP penggunaan prosedur yang baru, bahan
berbahaya atau alat yang baru
7. Petugas menerapkan pelatihan pendidikan untuk prosedur yang baru,
bahan berbahaya dan alat yang baru melalui kegiatan pelayanan di
laboratorium.
8. Petugas berusaha meningkatkan kinerja pelayanan laboratorium di
Klinik sesuai SOP.

1/2
9. Koordinator layanan klinis melakukan evaluasi pelaksanaan
penggunaan prosedur yang baru, bahan berbahaya atau alat yang baru
menggunakan daftar tilik.
10. Koordinator layanan klinis melaporkan kepada Direktur Klinik
bahwa telah dilakukannya evaluasi .
7. Bagan Alir Petugas melaporkan bahwa
pelatihan dan pendidikan untuk
Kepala Tu mengintruksikan kepada
prosedur yang baru, bahan
melaporkan akan petugas laboratorium
berbahaya dan alat yang baru
ada pelatihan dan untuk mengikuti
telah dilaksanakan
pendidikan pelatihan

Petugas membuat SPO Petugas menyampaikan Petugas membuat


penggunaan prosedur hasil pelatihan dan laporan hasil pelatihan
yang baru, pendidikan pendidikan

Petugas menerapkan Petugas berusaha Koordinator layanan


pelatihan pendidikan meningkatkan kinerja klinis melakukan
pelayanan evaluasi pelaksanaan

Koordinator layanan
klinis melaporkan
kepada bahwa
telah dilakukannya
evaluasi

8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
9. Unit terkait Laboratorium
10. Dokumen
terkait
11. Rekaman
historis No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai

perubahan Diberlakukan

2/2