Anda di halaman 1dari 51

1

Apa itu Esai?

Esai sering juga disebut artikel, tulisan, atau


komposisi. Dalam arti yang lebih luas, esai juga dipahami
sebagai sebuah karangan. Secara umum, esai
didefinisikan sebagai sebuah karangan singkat yang
berisi pendapat atau argumen penulis tentang suatu
topik. Biasanya, seseorang menulis esai karena ia ingin
memberikan pendapat terhadap suatu persoalan atau
fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Penulis esai,
atau sering disebut esais, dapat juga mengupas suatu
topik atau persoalan dan memberikan tanggapan dan
pendapatnya atas topiik atau persoalan yang
dibahasnya. Secara umum, esai memiliki beberapa ciri
yang menonjol.
Ciri pertama berkaitan dengan jumlah kata dalam
sebuah esai. Memang tidak ada aturan baku yang
menyebutkan berapa jumlah kata dalam sebuah esai.
Patokannya adalah bahwa sebuah esai harus selesai
dibaca dalam sekali duduk. Pengertian ini bisa
diilustrasikan sebagai berikut. Ketika seseorang sedang
duduk menunggu giliran periksa kesehatan di sebuah
klinik, dia harus sudah selesai membaca sebuah esai saat
dia berdiri dipanggil masuk ke kamar periksa. Meskipun
aturan ini tidak begitu jelas, patokan "sekali duduk" ini
cukup membantu ketika seseorang ingin menulis sebuah
esai.
Terkait dengan jumlah kata ini, beberapa buku
komposisi memberikan batasan yang lebih jelas. Sebuah
karangan dikategorikan esai bila karangan tersebut
berjumlah antara 500 sampai dengan 1500 kata. Bila

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


2

diketik dalam bentuk dokumen microsoft word, panjang


sebuah esai berkisar antara tiga sampai dengan tujuh
halaman ukuran kertas A4 yang diketik
dengan font berukuran 12 dan berspasi ganda. Sebuah
esai yang melebihi 1500 kata, misalnya 3000 atau 4000
kata, akan digolongkan sebagai extended essay (esai
yang diperpanjang).
Ciri lain esai adalah struktur penulisannya. Struktur
esai terbagi dalam tiga bagian yang diwujudkan dalam
bentuk paragraf. Bagian pertama esai adalah paragraf
pendahuluan atau pengantar. Dalam bagian ini, penulis
memberikan pengantar yang mencukupi dan relevan
tentang topik yang ia tulis. Yang paling penting dalam
paragraf pendahuluan adalah kalimat tesis (thesis
statement) yang berfungsi sebagai gagasan pengontro
(controlling idea) untuk bagian isi esai. Bagian kedua
adalah paragraf-paragraf isi yang merupakan penjabaran
atau pembahasan lebih lanjut dari gagasan yang ingin
disampaikan penulis. Jumlah paragraf dalam bagian ini
tergantung dari jumlah gagasan utama yang hendak
disampaikan dalam esai. Bagian terakhir adalah paragraf
penutup. Bagian ini dapat berisi ringkasan dari gagasan
yang telah disampaikan dalam isi esai atau penegasan
atas gagasan utama yang telah disampaikan.

Ciri yang paling membedakan esai dengan jenis


karangan lain berkaitan dengan gaya bahasa. Pilihan
kata, struktur kalimat, dan gaya penulisan merupakan
hal terkait erat dengan penulis esai. Penulis esai yang
berpengalaman biasanya memiliki ciri tertentu ketika
menulis esai. Semakin sering seseorang menulis esai,

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


3

semakin mudah gaya bahasa orang tersebut dikenali.


Misalnya, esai tulisan Gunawan Muhamad tentu
berbeda dengan esai yang ditulis oleh Bakti Samanto
atau oleh Umar Kayam. Keunikan gaya bahasa ini
menjadi ciri esai yang menonjol.

Sebagai simpulan, esai merupakan buah pikir yang


ditulis secara ringkas. Topik apa pun dapat ditulis dalam
bentuk esai. Karena itu esai menjadi salah satu jenis
tulisan yang sering dijadikan alat uji untuk mengukur
intelegensi seseorang. Seorang yang berpengetahuan
luas akan dapat menyampaikan gagasannya secara
runtut, logis, dan menarik. Semakin sering kita
membaca, semakin besar kemungkinan kita untuk dapat
menulis esai dengan baik.Dengan banyak membaca, kita
akan memiliki lebih banyak gagasan untuk ditulis.
Persoalan utamanya tinggal mewujudkan gagasan yang
sudah tertanam dalam benak kita melalui tulisan yang
harus terus-menerus kita latih agar semakin lama
semakin sempurna. Selamat mencoba.

- See more at:


http://www.menulisesai.com/2012/09/apa-itu-
artikel.html#sthash.4Mcp3swM.dpuf

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


4

Struktur Esai

Sebagai salah satu jenis karangan, esai


mempunyai struktur yang spesifik. Struktur ini
dimaksudkan agar setiap orang dapat menuliskan
gagasan dalam format atau bentuk yang disepakati
secara umum dan berlaku secara luas dalam dunia tulis-
menulis. Dengan struktur yang relatif seragam, pembaca
akan lebih mudah memahami pendapat atau gagasan
yang disampaikan penulisnya. Secara umum, struktur
esai dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan, isi, dan
penutup.
Pendahuluan merupakan bagian yang penting dalam
sebuah esai. Bagian ini menentukan apakah pembaca
akan tertarik untuk terus membaca esai tersebut sampai
selesai. Pendahuluan yang menarik jelas akan
meningkatkan minat pembaca untuk menyelesaikan
bacaannya. Sebaliknya, pendahuluan yang
membosankan akan membuat pembaca mengakhiri
bacaannya. Pada dasarnya bagian pendahuluan berisi
pengantar yang memadai tentang topik bahasan yang
hendak ditulis. Gagasan yang ditulis dalam paragraf
pendahuluan memberikan gambaran umum tentang
gagasan atau argumen yang akan ditulis pada bagian isi
esai. Unsur yang paling penting dalam paragraf
pendahuluan adalah kalimat tesis (thesis statement).
Kalimat tesis merupakan gagasan utama esai yang
dinyatakan secara jelas (tidak ambigu) dan eksplisit.
Kalimat tesis ini berfungsi sebagai pengontrol gagasan
yang hendak disampaikan dalam isi esai.
Bagian isi esai merupakan penjabaran dari gagasan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


5

utama yang dinyatakan dalam kalimat tesis. Penjabaran


gagasan utama ini diwujudkan dalam beberapa paragraf.
Umumnya isi esai terdiri atas beberapa gagasan utama
(minimal dua). Setiap gagasan utama ditulis dan
dijabarkan dalam satu paragraf. Setiap paragraf isi
mendiskusikan gagasan-gagasan yang lebih spesifik dan
lebih detil agar argumen menjadi lebih meyakinkan.
Gagasan-gagasan yang lebih spesifik ini merupakan
kalimat-kalimat pendukung yang berfungsi sebagai
penjelasan yang logis atas argumen yang disampaikan
penulis. Oleh karena itu, argumen dalam paragraf-
paragraf isi ini harus diorganisasi atau dikelola dengan
cermat. Penulis esai harus memastikan bahwa setiap
kalimat penjelas yang ditulis memiliki relevansi yang erat
dengan gagasan. Selain itu, perpindahan antara satu
paragraf isi dengan paragraf isi lainnya harus pula
dirancang dengan seksama. Pengaturan paragraf-
paragraf isi ini dapat disusun berdasarkan urutan
kronologis, logis, atau kepentingan.
Penutup esai diwujudkan dalam satu paragraf
simpulan yang dimaksudkan untuk mengakhiri
pembahasan topik esai. Paragraf ini biasanya berisi
rangkuman dari pokok pikiran yang telah disampaikan
penulis. Paragraf penutup juga bisa berupa penegasan
atas argumen yang telah dijabarkan di bagian isi dengan
maksud agar pembaca mengetahui secara persis posisi
penulis atas suatu masalah. Menutup esai dengan
paragraf yang efektif akan memberikan kesan
ketuntasan (sense of closure) bagi pembaca sehingga
apa yang telah disampaikan penulis dapat diterima oleh
pembaca.

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


6

Secara ringkas, esai yang efektif memiliki struktur


yang baku untuk mempermudah pembaca memahami
alur pemikiran/gagasan yang disampaikan penulis. Esai
yang baik harus diatur secara cermat dan terdiri dari
paragraf-paragraf yang diorganisasi secara terpadu
untuk menjaga kesinambungan gagasan. Menulis esai
secara benar juga membantu kita mengasah logika dan
kreatifitas.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/09/struktur-
esai.html#sthash.QPEomKOl.dpuf

10 Langkah Praktis Menulis Esai

Bagi penulis pemula, menulis esai itu tidak mudah.


Kesulitan utama mereka adalah bagaimana cara
memulainya. Sebenarnya ada banyak teori dalam buku-
buku komposisi yang menjelaskan tehnik dan cara
menulis esai yang efektif. Penjelasan berikut merupakan
ringkasan praktis yang diambil dari berbagai sumber
sebagai panduan bagi penulis pemula. Semoga l0
langkah praktis ini membantu penulis pemula
mengawali langkah penting mereka untuk berani
menulis.

1. Lakukan Riset
Sebelum menulis esai, lakukan riset terlebih dahulu
tentang topik yang ingin Anda tulis. Pastikan bahwa

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


7

Anda cukup ahli atau paham dengan topik bahasan.


Manfaatkan internet, data-data akademis,
perpustakaan, surat kabar, majalah, dan sumber-sumber
terpercaya lain yang dapat memperkaya pemahaman
Anda tentang topik yang akan Anda tulis. Buat catatan
kecil dari temuan-temuan Anda dari riset. Catat pula
kutipan-kutipan penting atau menarik dari riset Anda.

2. Lakukan Analisis
Setelah memiliki dasar pemahaman yang baik tentang
topik yang akan Anda tulis, mulailah dengan
menganalisis argumen-argumen atau gagasan yang
Anda temukan dalam riset. Identifikasi argumen mana
yang valid atau yang disertai bukti dan alasan yang kuat.
Pisahkan argumen yang kuat dari yang lemah. Pada saat
bersamaan pelajari bagaimana para pengarang
menyajikan gagasan dalam esai mereka. Cobalah menilai
esai yang ditulis orang lain.

3. Lakukan Brainstorming
Esai yang baik memuat dan mendiskusikan gagasan
orisinil. Karena itu buatlah daftar pertanyaan tentang
topik yang akan Anda buat dan cobalah untuk
memberikan jawaban. Renungkan dan tuliskan jawaban-
jawaban tersebut pada secarik kertas. Teruslah berpikir
sampai Anda mendapatkan gagasan-gagasan orisinil
yang brilian untuk ditulis.

4. Rumuskan Tesis
Ambil gagasan yang terbaik dan rumuskan dalam satu
kalimat tesis. Kalimat tesis adalah kalimat yang

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


8

menyatakan inti gagasan yang hendak Anda sampaikan


dalam esai. Kalimat ini harus dirumuskan secara ringkas
namun jelas. Esai yang baik harus memiliki kalimat tesis
yang dirumuskan secara ringkas namun jelas.

5. Buat Kerangka
Sebelum menulis, buat terlebih dahulu kerangka esai
(outline). Kerangka ini akan membantu penulisan esai
secara tuntas. Tulis kalimat utama (topik) dalam setiap
paragraph dan tulis gagasan-gagasan penjelas dalam
bentuk poin-poin untuk melukiskan isi argumen dari
setiap aragraph. Atur dan petakan argumen dan gagasan
Anda secara cermat sehingga esai Anda nanti akan
menjadi sebuah karangan yang terpadu.

6. Tulis Pendahuluan
Kini saatnya Anda menulis bagian pendahuluan esai.
Bagian ini harus mampu menarik perhatian dan minat
pembaca. Jelaskan persoalan yang akan Anda bahas
secara garis besar dan arahkan pembahasan pada
kalimat tesis. Pendahuluan hanyalah sebuah pengantar
akan bukan penjelasan atas persoalan yang nanti akan
Anda bahas di bagian isi esai. Jadi, pastikan bahwa
pendahuluan Anda menarik.

7. Tulis Paragraf Isi


Setiap paragraf isi harus fokus pada satu gagasan utama
yang mendukung rumusan tesis Anda. Mulai setiap
paragraf isi dengan kalimat topik. Berikan dukungan
dengan menunjukkan bukti dan penjelasan yang logis
atas topik utama Anda melalui kalimat-kalimat penjelas.

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


9

Penjelasan ini dapat berupa contoh, data statistik,


diskripsi, logika sebab-akibat, perbandingan dan lain-
lain.

8. Tulis Simpulan
Setelah menyelesaikan paragraf-paragraf isi, tutup esai
Anda dengan membuat simpulan yang merangkum apa
yang telah Anda sampaikan dalam esai. Akhiri paragraf
simpulan ini dengan pemikiran yang gampang diingat
pembaca. Ini dapat berupa kutipan, logika yang menarik,
atau sebuah rekomendasi untuk melakukan tindakan.

9. Gunakan Format MLA


Format MLA (Modern Language Association) adalah
format penulisan esai yang dipakai secara internasional.
Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal ini,
silakan melakukan riset lebih lanjut di internet. Format
ini meliputi cara penulisan referensi, catatan kaki,
catatan akhir, dan lain-lain.

10. Perhatikan Gaya Bahasa


Anda belum selesai menulis esai sebelum Anda
memoles gaya bahasa esai Anda. Baca ulang esai Anda
dan edit bahasanya dengan memperbaiki tata bahasa,
alur dan ritme kalimat, penekanan gagasan,
penyesuaian tingkat formalitas bahasa, atmosfir yang
ingin disampaikan, pilihan kata, dan hal-hal lain yang
membuat esai Anda semakin impresif. Hindarkan esai
Anda dari kesalahan-kesalahan elementer seperti salah
ketik, salah ejaan, salah tanda baca seperti huruf kapital,
titik, koma, dan tanda baca lainnhya. Gaya bahasa

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


10

berperan penting dan membuat esai Anda mudah


dicerna.

Selain 10 langkah praktis di atas, perlu juga Anda sadari


bahwa menulis esai memerlukan latihan yang kontinyu.
Bagi penulis pemula, jangan berharap terlalu berlebihan
saat berhasil menyelesaikan esai pertama. Kesalahan
mendasar yang sering dilakukan para penulis pemula
adalah pemikiran bahwa mereka menganggap tulisan
mereka sempurna atau luar biasa. Menulis adalah
kegiatan kreatif yang senantiasa harus diasah. Semakin
sering kita menulis, semakin baik hasil tulisan kita.
Selamat berlatih.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/10/10-langkah-
praktis-menulis-esai.html#sthash.sujnRRLh.dpuf

Menulis Pendahuluan Esai

Mengawali tulisan dengan baik merupakan kunci


keberhasilan sebuah esai. Karena itu, paragraf
pendahuluan esai harus disajikan dengan cermat agar
gagasan yang akan kita sampaikan dalam paragraf isi
mendapat pengantar yang memadai. Pada saat yang
sama, kita juga harus membuat pendahuluan yang
mampu membuat pembaca tertarik untuk membaca
esai kita sampai tuntas. Persoalannya, bagaimana

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


11

membuat paragraf pendahuluan yang ringkas sekaligus


menarik?

Penulis yang belum atau kurang berpengalaman sering


mengalami kesulitan bagaimana mengawali esai. Untuk
mengatasi hal ini, beberapa pihak menyarankan untuk
menulis secara bebas apa pun yang ada di benak kita di
awal tulisan. Pendapat ini ada benarnya, namun gagasan
yang saling tumpang tindih dan kalimat-kalimat yang
sering tidak berkaitan di awal tulisan akan menyulitkan
kita untuk mengedit. Bayangkan berapa lama waktu
yang kita perlukan untuk mengedit tulisan yang
demikian? Bila tujuannya sekedar untuk mendapatkan
gagasan yang sesuai dengan topik yang akan kita tulis,
cara seperti ini dapat saja kita lakukan. Namun, bila kita
sungguh-sungguh ingin menata gagasan dan argumen
secara sistematis, cara seperti ini justru akan menjadi
bumerang.

Kunci keberhasilan dari paragraf pendahuluan adalah


tehnik penyajian yang sistematis dan terstruktur. Berikut
adalah enam tehnik pendahuluan esai yang dapat kita
pilih untuk mengawali tulisan.

1. Informasi umum
Umumnya pendahuluan esai diawali dengan penjelasan
topik secara umum. Penulis menguraikan hal-hal umum
yang berkaitan dengan topik yang ingin ditulisnya.
Informasi umum ini dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman yang memadai akan topik esai. Gambaran

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


12

umum ini memberikan pengantar kepada pembaca


mengapa topik tersebut perlu dibahas, alasan penulisan,
dan tujuan penulisan. Penjelasan semacam ini perlu
dikemukakan supaya pembaca mendapatkan informasi
umum yang memadai sehingga mereka dapat
mengantisipasi pembahasan yang akan ditulis di bagian
isi. Misalnya, ketika penulis ingin membahas perumahan
murah untuk rakyat, penulis dapat menggambarkan
secara umum bahwa rumah merupakan kebutuhan
dasar bagi setiap manusia. Pengantar ini juga bisa
menggambarkan betapa rakyat kecil mengalami
kesulitan untuk mendapatkan rumah murah. Pengantar
umum semacam ini dapat mengarahkan pembaca untuk
mencermati persoalan rumah murah untuk rakyat.
Hanya saja perlu diperhatikan bahwa penggambaran
umum ini disampaikan dengan ringkas dan tidak bertele-
tele.

2. Kutipan
Mengawali esai dengan kutipan dapat membantu
pembaca mengenali topik sekaligus mengantisipasi
bahasan dalam esai. Kutipan dapat berupa perkataan
orang terkenal, peribahasa, penggalan kalimat dari
buku, surat kabar, majalah, jurnal, atau bahkan kitab
suci. Kutipan juga membantu penulis mengawali esai
dengan elegan dan secara tidak langsung memberi tahu
pembaca bahwa persoalan yang akan dibahasnya adalah
sesuatu yang penting karena hal tersebut juga dikatakan
oleh tokoh ternama atau dimuat dalam kitab suci.
Misalnya, bila kita ingin menulis tentang waktu, kita
dapat mengutip peribahasa yang sudah sangat kita kenal

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


13

“WAKTU ADALAH UANG” atau dalam bahasa aslinya


“TIME IS MONEY” di awal tulisan kita. Atau, bila
topiknya adalah cinta kasih, perkataan Yesus berikut
bisa jadi relevan, “Bila kamu ditampar pipi kirimu,
berikan pipi kananmu.” Karena itu, mencatat dan
menyimpan beragam kutipan yang manarik akan
membantu kita mengawali esai kita dengan baik.

3. Pertanyaan Retoris
Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak
memerlukan jawaban secara langsung. Fungsinya untuk
mengajak pembaca memikirkan jawaban atas
pertanyaan yang kita ajukan. Melalui pertanyaan retoris,
penulis esai tidak hanya menantang pembaca untuk ikut
memikirkan jawaban tetapi juga untuk memperkenalkan
topik bahasan. Dalam pendahuluan, dua sampai tiga
pertanyaan retoris dapat disampaikan secara berurutan.
Misalnya, bila kita ingin menulis hal yang terkait dengan
keselamatan berlalu-lintas, kita dapat menyampaikan
dua pertanyaan berikut: Tahukah Anda, berapa korban
meninggal akibat kecelakaan di jalan raya setiap
harinya? Mengapa perilaku berlalu lintas di Indonesian
demikian semrawut? Petanyaan-pertanyaan restoris
semacam ini membuka persepsi pembaca tentang
keadaan lalu lintas di Indonesia. Selain ikut memikirkan
jawaban yang akan dibahas di bagian isi esai, pembaca
juga merasa dilibatkan dalam persoalan yang dibahas
penulis. Jadi, pertanyaan retoris memberi nuansa diskusi
dan komunikasi yang intens antara penulis dan
pembaca.

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


14

4. Definisi
Definisi digunakan untuk membatasi topik bahasan agar
antara pembaca dan penulis memiliki persepsi yang
sama atas persoalan yang ditulis. Difinisi ini khususnya
penting disampaikan di awal esai bila menyangkut topik
yang kurang atau tidak dikenal pembaca dan diperlukan
pemahaman yang sama sehingga pembahasan topik
tersebut menjadi mudah diterima. Bila kita menulis
persoalan yang tidak biasa atau asing, mengawali esai
dengan mendefinisikan topik adalah penting. Misalnya,
topik yang berhubungan dengan dunia kesehatan
seperti “osteoporosis” perlu didefinisikan terlebih
dahulu apa batasan atau arti dari istilah ini. Demikian
pula dengan bidang tehnologi seperti “gadget” yang
tidak mudah dipahami oleh pembaca awam. Semakin
spesifik topik yang kita tulis, semakin perlu kita
memberikan pengertian atau batasan yang memadai
agar antara penulis dan pembaca memiliki titik pijak
yang serupa. Bila pemahaman ini dapat dicapai, penulis
esai akan lebih mudah membahas persoalannya dalam
paragraf-paragraf isi yang mengikutinya.

5. Anekdot
Anekdot adalah cerita atau pengalaman yang
menggambarkan suatu peristiwa. Terkadang, tulisan
yang diawali dengan sebuah cerita atau pengalaman,
baik yang dialami secara pribadi oleh penulis maupun
oleh orang lain, dapat menjadi pengantar yang baik.
Cerita semacam ini menjadi bukti riil yang meyakinkan
bagi para pembaca tentang persoalan yang hendak
dibahas. Gambaran atas peristiwa yang nyata juga dapat

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


15

membangkitkan minat pembaca untuk mengetahui apa


pendapat penulis dan bagaimana penulis memberikan
tanggapan atas peristiwa tersebut. Sebagai contoh,
untuk memperkenalkan sebuah topik tentang kejahatan
jalanan, penulis dapat bercerita tentang peristiwa yang
menimpa diri penulis sendiri atau orang lain yang
ditodong oleh sekawanan preman di jalanan yang ramai.
Tak seorang pun memberikan pertolongan meskipun
korban berteriak minta tolong. Dengan menggambarkan
peristiwa ini, secara tidak langsung penulis sudah
membuat pendahuluan dalam esainya. Pengalaman
atau peristiwa semacam ini juga dapat diambil dari
berita di surat kabar. Yang penting, peristiwa atau
kejadian yang kita ambil dari surat kabar relevan dengan
topik yang kita tulis.

6. Riverse Direction
Agak sulit menerjemahkan riverse direction sebagai
salah satu cara menulis pendahuluan esai ke dalam
bahasa Indonesia. Secara harafiah, istilah ini
diterjemahkan sebagai "arah balik". Maksudnya,
gagasan atau pandangan penulis yang disampaikan
dalam pendahuluan berbalik arah. Lebih jelasnya,
silakan pelajari tehnik ini melalui contoh yang dapat
dibaca pada "Contoh-Contoh Paragraf Pendahuluan."
Sebagai catatan, tehnik ini tidak dianjurkan untuk
penulis pemula karena tingkat kesulitannya cukup tinggi
dan memerlukan perencanaan yang cukup matang.

Keenam tehnik pendahuluan esai di atas tidak


digunakan secara terpisah atau sendiri-sendiri. Mereka

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


16

dapat digabungkan untuk mengawali sebuah esai.


Misalnya, tehnik pengantar umum digabung dengan
tehnik pertanyaan retorik atau anekdot, tehnik kutipan
digabung dengan anekdot dan definisi, atau kombinasi
duat atau tiga tehnik lain. Sebagai penulis, pendahuluan
esai harus ditulis secara kreatif dan menarik karena
tujuan utama pendahuluan adalah untuk membuat
pembaca tertarik membaca esai kita secara tuntas. Apa
pun tehnik yang kita gunakan, yang paling penting
adalah tehnik itu dapat mengarahkan esai kita pada
kalimat pernyataan yang menjadi bagian terpenting dari
pendahuluan esai. Karena itu, tehnik-tehnik ini harus
menjadi acuan dan cara yang memudahkan kita untuk
menulis esai.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/10/menulis-
pendahuluan-esai.html#sthash.32gbwZSm.dpuf

Mengorganisasi Gagasan Esai

Mengorganisasi gagasan dalam esai dengan baik


merupakan hal penting demi keberhasilan
karangan. Organisasi yang baik memungkinkan kita
untuk menyelaraskan pemikiran dan gagasan kita secara
logis sehingga memudahkan pembaca mengikuti alur
pikiran kita. Logika dasar esai dimulai dengan
pendahuluan yang memberi pengantar yang memadai
akan gagasan utama yang hendak disampaikan secara

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


17

lebih mendalam dalam badan esai dan diakhiri dengan


rangkuman gagasan di paragraf penutup (lihat diagram
di bawah). Untuk memahami mengapa mengorgansisasi
gagasan itu penting, cobalah untuk memulai esai dengan
paragraf isi yang kemudian diikuti dengan kalimat tesis
dan sebuah kesimpulan. Esai yang demikian ini sulit
untuk dipahami karena logika berpikirnya salah. Mari
kita cermati masing-masing bagian dari esai dengan
lebih mendalam.

Pendahuluan
Pendahuluan adalah unsur penting dalam struktur esai.
Bagian ini memuat gagasan utama esai dan menyatakan
tujuan penulisan. Pendahuluan juga memuat rumusan
kalimat tesis atau sering juga disebut kalimat topic dan
beberapa kalimat lain yang menguraikan kalimat tesis
ini. Kalimat tesis dan kalimat-kalimat lain yang
menyertainya ini secara kolektif disebut sebagai
“pendahuluan” esai.

Tubuh Esai
Dua sampai lima paragraf yang mengikuti pendahuluan
disebut tubuh esai. Disebut demikian karena paragraf-
paragraf ini membentuk tubuh atau bagian tengah dari
esai yang kita tulis. Tubuh esai biasanya terdiri atas
penjelasan, argumen, dan pembahasan lebih lanjut dari
tema utama yang kita perkenalkan di bagian
pendahuluan. Gagasan-gagasan yang tertuang dalam

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


18

bentuk kalimat-kalimat dalam tubuh esai harus


menopang tesis yang telah dikemukakan di
pendahuluan. Perlu diingat bahwa setiap paragraf tubuh
harus diawali dengan kalimat topik yang menopang tesis

Paragraf Esai
Maing-masing paragraf harus mengandung satu gagasan
utama dan harus ditopang dengan detil-detil yang
relevan sesuai dengan topik dan tesis yang telah
dikemukakan. Kalimat topik dari setiap paragraf harus
mendukung gagasan utama esai

Panjang Paragraf
Walaupun tidak ada aturan baku mengenai panjang
sebuah paragraf, Patokan yang biasa digunakan
mensyaratkan bahwa paragraf esai tidak lebih dari
sepuluh kalimat dan tidak kurang dari dua kalimat.
Panjang paragraf ini bervariasi antara satu esai dengan
esai lainnya, tergantung pada jenis esai yang kita tulis.
Misalnya, panjang paragraf esai bisnis (niaga) umumnya
terdiri atas 4-5 kalimat sementara esai akademik
memiliki rata-rata 8-10 kalimat. Esai akademik
cenderung lebih panjang karena penulis harus
menyatakan pendapat, mendukung pendapat itu
dengan data riset, dan menyampaikan kesimpulan. Esai
yang demikian memerlukan lebih banyak hal yang harus
ditulis.

Peninjauan Ulang
Meninjau atau menulis ulang esai sangat diperlukan
ketika kita telah berhasil menyelesaikan tulisan kita. Ada

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


19

baiknya kita kesampingkan esai kita selama beberapa


jam dan kita baca ulang kemudian. Penting sekali untuk
membaca secara teliti setiap paragraf untuk
memastikan gagasan kita masuk akal dan bahwa kita
telah menyampaikannya secara jelas dan logis. Juga
penting kita pastikan bahwa gagasan yang kita tulis tidak
bergeser dari pokok utama persoalan yang ingin kita
sampaikan. Masing-masing paragraf harus relevan
dengan tesis. Jika kita temukan gagasan yang kurang
atau tidak relevan dengan tesis, menghapus atau
menulis ulang gagasan itu mungkin akan bermanfaat.

Simpulan
Bagian terakhir dalam organisasi esai adalah simpulan.
Bagian ini merangkum poin-poin yang telah disampaikan
dalam pendahulan dan tubuh esai. Fungsi utama
paragraf simpulan adalah bukan hanya membuat
rangkuman namun juga menunjukkan bagaimana
rangkuman tersebut terkait erat dengan tesis esai.
Tehnik penulisan paragraf penutup yang baik bias
dilakukan dengan menuliskan “sebagaimana yang telah
kita lihat”, “oleh karena itu”, “sebagai simpulan”, “pada
dasarnya”, dan lain-lain. Kata-kata penghubung atau
transisi semacam ini membantu kita mengikat gagasan-
gagasan penting yang telah kita sampaikan dalam
esai. Sekali lagi, simpulan harus menyampaikan tinjauan
yang relevan dengan tesis dan gagasan utama.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/10/mengorganisasi-
gagasan-esai.html#sthash.OrTZa0IU.dpuf

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


20

Contoh Esai

Kesalahan yang umumnya dilakukan penulis pemula


adalah cepat puas dengan esai yang berhasil mereka
selesaikan. Kesalahan ini diperparah dengan anggapan
bahwa esainya berkualitas baik, bahkan sangat baik.
Anggapan semacam ini tentu tidak sepenuhnya salah.
Sebagai penulis, kita boleh bangga atau puas dengan
apa yang telah kita hasilkan. Namun, ada baiknya kita
meminta orang lain membaca esai kita dan meminta
pendapat mereka. Hanya orang lainlah yang dapat
menilai apakah tulisan kita berkualitas atau tidak.
Karena itu, berikut adalah sebuah contoh esai sederhana
yang dimaksudkan untuk membantu kita
mengorganisasi gagasan kita dengan baik. Perhatikan
bagaimana esai berjudul “Pesona Bali” ini
menyampaikan gagasan-gagasannya secara sistematis.

Pesona Bali

Siapa tak kenal Bali, pulau kecil di seberang ujung


Timur Jawa ini? Pulau indah nan menawan yang dijuluki

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


21

pulau dewata ini bagai magnit yang menarik wisatawan,


baik domestik maupun mancanegara. Bahkan sebelum
mengenal nama Indonesia, banyak wisatawan asing
lebih dulu mengenal nama Bali. Ada banyak hal yang
dapat dinikmati ketika mengunjungi Bali, mulai dari
wisata pantai, gunung, budaya, dan lain sebagainya.
Jutaan wisatawan mengunjungi Bali setiap tahunnya
karena keramahan masyarakatnya, keindahan
panoramanya, dan keunikan budayanya.
Pertama, Bali menjadi tujuan wisata dunia karena
keramahan masyarakatnya. Sesaat setelah wisatawan
menginjakkan kaki di bumi seribu pura ini, senyum
ramah penduduk Bali akan menyambut mereka.
Masyarakat Bali yang sangat taat menjalankan agama
Hindhu dan adat-istiadat mereka ini sangat terbuka dan
menghargai para pendatang. Sistem pemerintahan desa
yang kuat dengan ribuan banjar di seluruh Bali juga
memberi suasana damai dan tentram bagi para
wisatawan. Dengan masyarakat yang taat adat, Bali
memberikan segala keramahan bagi wisatawan.
Disamping keramahan masyarakatnya, wisatawan
jatuh cinta dengan Bali karena keindahan panoramanya.
Wisatawan dapat memanjakan diri dengan berjemur di
pantai dengan sinar matahari yang hangat di sepanjang
garis pantainya. Bagi mereka yang menyukai olah raga
pantai seperti surfing, snorkeling, dan diving, Bali adalah
surganya. Ombak Pantai Kuta yang bisa mencapai 2-3
meter memberikan tantangan tersendiri bagi
para surfers. Tak heran kalau Pantai Kuta sering
digunakan sebagai ajang
pertandingan surfing internasional. Pantai lain, seperti

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


22

Sanur, menawarkan keindahan batu koral dan air


lautnya yang jernih. Pantai Lovina di Bali Utara
memberikan atraksi lumba-lumba bagi mereka yang
menyukai binatang laut. Selain pantai, wisatawan yang
merindukan udara sejuk pegunungan, Bali tak kalah
menariknya. Kintamani, misalnya, memberikan
kesejukan dan kesegaran alami. Wisatawan dapat
menikmati keanggunan Gunung Batur beserta Danau
Batur yang terkenal dan penuh misteri itu. Mereka pun
bisa pergi ke Sangeh dengan legenda monyetnya atau ke
lereng Gunung Agung yang dipercaya sebagai tempat
bersemayamnya para dewa dengan pura terbesar di
Bali, Besakih. Pendek kata, dari pantai hingga gunung,
panorama Bali tiada duanya.
Yang paling mengesankan adalah keunikan
budaya Bali yang sudah tersohor ke seluruh dunia. Adat
istiadat yang kuat dan tidak pudar dengan derasnya
industri pariwisata merupakan daya tarik tersendiri.
Perayaan dan festival, baik yang bersifat keagamaan
maupun adat, selalu mewarnai kehidupan masyarakat
Bali. Galungan, Kuningan, Nyepi, Purnama, Ngaben, dan
banyak lagi lainnya mampu menghipnotis para
wisatawan. Beragam tarian yang enerjik dan dinamis
akan memberikan ingatan yang tak mudah lenyap di
benak wisatawan. Ini semua dibarengi dengan irama
dan komposisi gamelan yang sesekali lembut, terkadang
menghentak, penuh mistik. Lihatlah tari Janger yang
dinamis, Pendet yang gemulai, atau Kecak yang magis.
Para penarinya pun dihiasi dengan berbagai ornamen,
baik baju maupun pernak-pernik lainnya, dengan
beragam warna-warni yang mengagumkan. Disamping

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


23

pesona festival dan tarian, hasil olah budaya penduduk


Bali juga mengagumkan. Beragam hasil kerajinan Bali
terkenal karena keunikan dan keindahannya. Patung,
ukiran, lukisan, atau cindera mata lain dijual dengan
harga terjangkau. Semua ini dapat dinikmati di pulau
kecil yang dapat dicapai selama dua jam penerbangan
dari Jakarta.
Dengan pesona yang dimiliki Bali, tidaklah
mengherankan bila Bali dikunjungi jutaan wisatawan
setiap tahunnya. Banyak diantara mereka, sepulang
liburan di Bali, mendapatkan pengalaman unik yang
sering menjadi inspirasi dan semangat hidup. Jadi, kalau
Anda bingung menentukan kemana akan liburan tahun
ini, mengapa tidak ke Bali? (527 kata)
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/10/contoh-
esai.html#sthash.cloHm6hW.dpuf

Jenis-Jenis Esai (1)

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


24

Kemampuan untuk menulis secara efektif tidak


diragukan lagi merupakan salah satu ketrampilan
penting yang seseorang harus peroleh selama belajar,
baik di sekolah maupun di universitas. Ketrampilan ini
akan sangat bermanfaat di waktu dan tempat manapun
kita berada. Ketrampilan menulis hanya dapat diperoleh
dengan latihan. Dengan menulis lusinan atau bahkan
ratusan karangan tentang beragam topic secara
kontinyu, seseorang akan secara otomatis
mengembangkan dan mengasah ketrampilan
menulisnya. Meskipun demikian menulis secara efektif
dan baik memerlukan pengetahuan yang memadai
perihal berbagai macam jenis karangan atau esai.
Dengan memahami bentuk, ciri, dan tujuan penulisan,
penulis akan cermat dalam menyampaikan gagasan
sehingga pembaca akan semakin yakin dengan apa yang
ditulis.

Esai memiliki beragam jenis, tergantung pada maksud


dan tujuan penulisannya. Kita mudah kehilangan arah
bila kita tidak mengetahui tujuan penulisan. Karena itu,
memahami jenis-jenis esai sangat diperlukan untuk
membuat tulisan kita lebih bermakna. Jenis-jenis esai
yang umumnya dipelajari di sekolah atau perguruan
tinggi adalah: ekspositori, persuasi, informal,
tinjauan/tajuk, risalah/riset, komentar sastra,
argumentatif, sebab-akibat, dan perbandingan. Tabel
perbandingan yang menggambarkan secara ringkas
tentang cirri dan tujuan setiap jenis esai berikut dapat
memberikan panduan tentang berbagai jenis esai yang
kita kenal (lihat Tabel 1). Sebelum kita melanjutkan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


25

pembahasan, perlu kita pahami bahwa jenis-jenis esai


ini dicirikan dari ciri dan tujuan penulisan.

Tabel 1. Perbandingan antar Jenis Esai


Jenis Nuansa Referensi Tujuan
Harus
Expositori Objektif Menginformasikan
Ada
Persuasi Objektif Harus Ada Membujuk
Esai Informal Subjektif Tidak Ada Mengomunikasikan
Esai Tinjauan Objektif/Subjektif Perlu Menganalisis dan Menyajikan
Harus
Esai Riset Objektif Mengungkap
Ada
Esai Literatur Objektif Perlu Menganalisis Sastra
Harus
Argumentasi Objektif Membuktikan
Ada
Sebab-Akibat Objektif Harus Ada Membangun hubungan
Menunjukkan
Perbandingan Objektif Harus Ada
Persamaan/Perbedaan

Untuk lebih lengkapnya, silakan ikuti penjelasan dan


uraian dari masing-masing jenis esai ini dalam bagian
kedua tulisan ini.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/10/jenis-jenis-esai-
1.html#sthash.rE8KWwsN.dpuf

Jenis-Jenis Esai (2)

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


26

Pada bagian pertama tulisan, kita telah melihat ciri-ciri


menonjol dari berbagai jenis esai yang kita kenal. Bagian
kedua tulisan ini akan mengupas lebih mendalam
tentang jenis-jenis esai ini. Secara berurutan tulisan ini
akan menjelaskan esai ekspositori, persuasi, informal,
tinjauan, riset, literatur, argumentasi, sebab-akibat, dan
perbandingan.

Esai Ekspositori
Fungsi utama esai ekspositori adalah untuk
menjelaskan/menginformasikan atau untuk
memperkenalkan pembaca dengan sesuatu hal. Esai ini
dapat digunakan untuk melukiskan sesuatu,
menghadirkan informasi, atau menjelaskan suatu
persoalan secara gamblang dan terperinci. Menulis esai
ekspositori yang efektif memerlukan persiapan dan riset
yang memadai yang akan membekali penulis dengan
fakta dan informasi yang relevan untuk disampaikan
kepada pembaca. Esai ekspositori memerlukan
pemahaman yang sangat baik akan topik yang ditulis.
Karena itu, esai jenis ini sering ditugaskan para profesor
dan guru saat mereka ingin menguji atau mengecek
pemahaman siswa/mahasiswa mereka tentang suatu
hal. Umumnya, esai ini terdiri atas lima paragraf dengan
satu paragraf pendahuluan, tiga paragraf isi, dan satu
paragraf penutup. Kadang guru meminta siswa menulis
esai ekspositori yang lebih panjang. Seberapa pun
panjangnya, sebuah esai harus memuat paragraf
pendahuluan dan kesimpulan, jumlah paragraf dalam
tubuh esai bisa bervariasi..

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


27

Esai Persuasi
Esai jenis ini tidak hanya memerlukan pembuktian yang
meyakinkan atas gagasan yang disampaikan tetapi juga
harus didasarkan atas penjelasan yang logis dan
memiliki landasan yang kuat. Tugas utama penulis
adalah membuat pembaca yakin bahwa penulis
menyampaikan pandangan yang benar. Untuk menulis
esai persuasi, sangatlah penting untuk menyiapkan
terlebih dahulu dengan melakukan keberpihakan atas
suatu persoalan, menyikapi suatu kasus, mengantisipasi
argument, dan mencari cara bagaimana mematahkan
argumen yang bertentangan dengan argument penulis.
Penulis harus memahami argumen pihak lain dan
menyikapinya secara jujur. Menolak mentah-mentah
argumen pihak lain justru akan melemahkan argumen
kita. Cara yang terbaik adalah mengambil sikap
keberpihakan yang penulis yakini sebagai pihak yang
benar yang memiliki bukti-bukti pendukung yang paling
banyak.

Esai Informal
Esai informal adalah salah stau jenis esai yang ditulis
demi hiburan. Ini tidak berarti bahwa esai jenis ini tidak
bersifat informatif. Namun penyajian gagasannya
disampaikan secara informal dengan pernyataan
gagasan yang lebih rileks, penggambaran masalah
melalui observasi, dan sering kali diselingi humor.
Sebuah esai informal yang baik memiliki gaya yang
populer namun tetap mengikuti struktur esai yang baik
meskipun tidak terlalu kaku seperti esai formal atau

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


28

akademis. Esai informal juga cenderung lebih personal


sifatnya dan lebih banyak mengungkap pandangan-
pandangan subjektif. Dalam esai formal, penulis hadir
secara diam-diam dalam wujud kata-kata; sedangkan
dalam esai informal, penulis sepertinya berbicara
langsung kepada pembaca. Ketiak menulis esai informal,
cobalah untuk menghadirkan suasana personal dalam
tulisan. Tidak perlu khawatir untuk kedengaran terlalu
akademis. Yang penting hindari kecerobohan dalam
menyampaikan gagasan.

Esai Tinjauan

Sebuah tinjauan bisa bersifat formal atau informal,


tergantung konteksnya. Tujuannya adalah untuk
mengevaluasi suatu karya, misalnya novel atau filem. Ini
berarti pendapat personal penulis berperan penting
dalam proses penulisan. Di samping derajat
subjektifitas, standar objektif perlu ditetapkan untuk
memberikan tinjauan atas sebuah karya. Tingkat
formalitas sebuah tinjauan ditentukan oleh seberapa
banyak berupa analisis, sebarapa banyak berupa
ringkasan, dan seberapa banyak reaksi penulis atas
karya yang dia tinjau. Sebuath tinjauan yang lebih formal
tidak hanya membahas karya yang ditinjau saja
melainkan juga menempatkan karya tersebut dalam
konteks yang sesuai. Tinjauan yang dimuat di surat
kabar atau majalah popular cenderung meninjau suatu
karya dalam hal keuangan. Misalnya, apakah buku ini
perlu dibeli atau apakah filem ini layak untuk ditonton?
Sedangkan tinjauan yang dimuat dalam jurnal yang lebih

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


29

kritis akan mencoba menelaah apakah novel baru ini


berhasil mencapai sesuatu yang baru dan menggapai
hasil yang signifikan. Sebuah tinjauan yang baik akan
membahas kedua hal ini dan mengupasnya secara
mendalam.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/11/jenis-jenis-esai-
2.html#sthash.8bpQD2H4.dpuf

Jenis-Jenis Esai (3)

Bagian kedua dari tulisan ini telah membahas empat


jenis esai yang pertama. Bagian ketiga, yang juga adalah
bagian terakhir dari tulisan ini, akan membahas lima
jenis esai lain yang telah disampaikan dalam bagian
pertama tulisan. Kelima jenis esai ini akan dibahasa
secara berturut-turut, yaitu esai riset, esai literatur
(komentar sastra), esai argumentasi, esai sebab-akibat,
dan esai perbandingan.

Esai Riset
Esai jenis ini menuntun Anda menelusuri karya-karya
atau tulisan-tulisan orang lain dan meminta Anda untuk
membandingkan pemikiran mereka dengan pemikiran
Anda. Menulis esai riset melibatkan Anda untuk mencari
sumber-sumber yang relevan dan melakukan sintesa
atas temuan-temuan yang Anda dapatkan dari berbagai
sumber tulisan. Temuan dan gagasan yang Anda
dapatkan ini kemudian dibandingkan dengan gagasan
yang Anda miliki. Anda harus mendapatkan teks atau
tulisan mengenai subjek yang Anda akan tulis dan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


30

menggunakan gagasan yang didapatkan untuk


mendukung topik yang Anda akan tulis. Karena begitu
mudah tenggelam dalam berbagai tulisan yang begitu
banyak didapatkan, Anda harus sangat berhati-hati
dalam membatasi topik yang akan ditulis. Dalam hal ini
Anda harus melakukan klasifikasi dan memilah-milah
informasi mana yang valid dan handal unutk mendukung
gagasan atau topik yang Anda tulis. Bahaya yang paling
sering terjadi dalam penulisan esai jenis ini adalah
penjiplakan (plagiarism). Jika esai Anda lebih banyak
berupa kutipan atau parafrase ketimbang gagasan asli
Anda, Anda tidak melakukan sintesa tetapi hanya
mengkopi gagasan orang lain. Dosen atau guru akan
memberi nilai yang rendah untuk esai yang lebih banyak
berupa kutipan atau parafrase. Apalagi jika kutipan atau
parafrase ini tidak menyertakan sumber dari mana
mereka didapatkan, tulisan ini tergolong sebagai plagiat
dan harus dimasukkan ke tong sampah.

Esai Literatur
Dalam esai jenis ini, Anda melakukan eksplorasi dan
melakukan konstruksi atas makna dari sebuah karya
sastra. Tulisan ini jelas lebih rumit dari pada sekedar
tinjauan meskipun keduanya bermaksud untuk
memberikan evaluasi atas sebuah karya. Esai literatur
lebih condong memberikan komentar atau opini Anda
atas karya literatur yang ditinjau dengan memfokuskan
pada aspek-aspek tertentu yang lebih spesifik. Esai
literatur menitikberatkan pada pembahasan mengenai
bangunan karya sastra yang dibahas seperti: struktur,
karakter dan karaketerisasi, tema, gaya penulisan, nada

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


31

dan suasana, dan keunggulan khusus dari kari karya


yang dibahas. Tulisan harus membahas bagaimana karya
ini menjelaskan atau menyinggung suatu persoalan
tertentu dengan memakai sudut pandang tertentu dan
bagaimana detil-detil karya ini mendukung sudut
pandang tersebut. Anda harus mengambil sudut
pandang tertentu terhadap karya ini dan
mempertanyakan esensi dari tema yang dibahas dan
menemukan bagaimana dan mengapa detil-detil karya
ini mendukung sudut pandang Anda. Sebuah esai
literatur bisa jadi merupakan interpretasi yang Anda
simpulkan yang hanya didasarkan atas membaca karya
sastra tersebut. Esai literatur juga bisa berupa
percampuran pedapat dan interpretasi Anda sendiri dan
kritik-kritik yang ditulis oleh orang lain. Sekali lagi,
waspada terhadap penjiplakan karena mengutip
pandangan para kritikus sastra tanpa menyebutkan
sumbernya.

Esai Argumentasi
Seni menulis esai argumentasi tidak mudah didapatkan.
Banyak orang mungkin berpikir bahwa jika sesorang
menyatakan pendapat, dia dapat memberikan argumen
secara efektif. Kenyataannya, orang-orang semacam ini
sering terkejut ketika orang lain tidak sependapat
dengan mereka karena logika yang nampaknya kurang
meyakinkan. Tambahan pula, penulis argumentasi sering
lupa bahwa tujuan utama dalam menyampaikan
argumen adalah memenangkan/merebut hati dan
pikiran pembaca. Mudah sekali menyebut nama,
mengabaikan pandangan penulis lain yang didapat dari

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


32

riset, mudah menerima argumen penulis lain dan


menganggapnya sebagai ajaran suci, dan bahkan lalai
untuk mengecek landasan argumennya yang dalam
beberapa tahun belakangan sering dipertanyakan
kebenarannya. Hal semacam ini sering terjadi pada para
penulis argumentasi pemula. Untuk menjadi penulis
esai argumentasi yang handal, Anda harus menjadi ahli
di bidang yang Anda tulis. Ketika Anda memilih topik,
hindari menulis persoalan yang tidak mungkin dapat
Anda menangkan, betapa pun kuat perasaan dan hasrat
Anda untuk menulis topik atau persoalan tersebut. Lima
topik terpopuler sepanjang waktu meliputi kepemilikan
senjata api untuk warga sipil, aborsi, hukuman mati,
kebebasan berbicara, dan euthanasia atau hak untuk
mengakhiri hidup. Jika memungkinkan, hindari menulis
kelima topik ini karena Anda tidak mungkin akan dapat
memenangkan hati dan pikiran pembaca karena telah
begitu banyak ahli dan praktisi yang menulis tentang
kelima topik ini. Sebagai pemula, Anda hanya akan
menjadi pengekor dan pengikut saja. Pilihlah topik-topik
yang sedang hangat dibicarakan namun belum banyak
ditulis orang. Dengan begitu, tulisan Anda akan menjadi
rujukan awal dari suatu persoalan yang menyita
perhatian publik. Karena itulah, esai argumentasi
menjadi esai ajuan bagi para editor surat kabar untuk
dimuat di halaman atau rubrik opini mereka.

Esai Sebab-Akibat
Esai sebab-akibat menyertakan beberapa elemen
penulisan yang dianggap lebih bergengsi ketimbang esai
deskripsi atau narasi. Yang perlu diperhatikan ketika

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


33

menulis esai jenis ini adalah nada esai yang harus dijaga
untuk selalu kedengaran masuk akal dan bahwa apa
yang Anda sajikan dalam esai merujuk pada fakta dan
dapat dipercaya. Sumber-sumber yang mendukung
sering diperlukan dan pilihan atas sumber-sumber yang
handal juga merupakan seni tersendiri karena mereka
akan merefleksikan kesahihan esai Anda. Jangan pernah
menggunakan sudut pandang orang pertama (persona
saya). Esai sebab-akibat harus objektif dan tidak
memihak (imparsial). Perhatikan contoh sudut pandang
yang lemah berikut:

1. Saya kira aborsi harus dilarang di bumi Indonesia.

Pemihakan dan penggunaan kata “saya” dalam argumen


di atas kurang objektif. Jauh lebih baik kalau kita
menuliskannya secara langsung dan tidak memihak,
menjadi:

2. Aborsi harus dilarang di bumi Indonesia.

Kalimat 1 menggunakan sudut pandang orang pertama


(saya). Kalimat seperti ini memberi kesan pandangan
penulis yang lemah dan lebih cocok digunakan dalam
esai narasi. Kalimat 2 jauh lebih berdaya dan
pernyataannya tidak hanya membatasi pandangan
penulis, tetapi juga mewakili pandangan pembaca.
Tujuan esai sebab-akibat adalah untuk meyakinkan
pembaca bahwa segala sesuatu ada sebabnya atau
bahwa peristiwa satu mempengaruhi peristiwa lainnya.

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


34

Esai Perbandingan

Tujuan dan fungsi utama esai perbandingan adalah jelas


– menemukan persamaan dan perbedaan antara dua
objek yang diperbandingkan. Jenis esai ini menyaratkan
penulisnya sebagai seorang pengamat. Dalam banyak
kasus, penulis esai perbandingan tidak harus seorang
pakar atau sarjana yang tahu persis akan objek yang
ditulisnya. Esai ini juga tidak mengharuskan perlunya
referensi yang bersifat akademis. Esai perbandingan
pada umumnya bersifat subjektif dan penulisnya
diminta untuk memunculkan perbedaan atau
persamaan yang signifikan dari objek yang ia tulis agar
dapat dijabarkan dan dianalisis dalam tulisan. Meskipun
terdapat penekanan yang berbeda ketika penulis
menitikberatkan pada perbedaan atau persamaan dari
objek yang dia tulis, pola penulisan esainya tetap sama,
yaitu diawali dengan satu paragraf pendahuluan,
beberapa paragraf isi (tubuh esai), dan satu paragraf
penutup. Ketika menulis esai jenis ini, jangan lupa untuk
menggunakan ungkapan-ungkapan bahasa yang menjadi
cirikhas dari esai ini. Ungkapan-ungkapan spesifik yang
cocok digunakan untuk penulisan esai ini dapat
membantu memperjelas tujuan penulisan esai.
Misalnya, Anda dapat menggunakan ungkapan “di lain
pihak”, “sebaliknya”, demikian pula”, “sama halnya
dengan”, “dibandingkan dengan”, “tidak seperti”,
“meskipun demikian”, dan lain-lain. Ungkapan-
ungkapan ini akan membuat gagasan yang Anda
sampaikan menjadi melekat dan menyatu dalam satu

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


35

kesatuan pandangan, sehingga secara otomatis


membuat esai Anda semakin meyakinkan.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/11/jenis-jenis-esai-
3.html#sthash.UlkF4l16.dpuf

Contoh-Contoh Paragraf Pendahuluan


Sebagaimana telah dijelaskan dalam Menulis
Pendahuluan Esai, paragraf pendahuluan dapat
dibandingkan seperti gerbang yang menyambut
pengunjung untuk memasuki sebuah rumah. Demikian
pula paragraf pendahuluan. Paragraf ini harus dirancang
sedemikan rupa agar menarik bagi pembaca sekaligus
menciptakan suasana sambutan yang hangat agar
pembaca melanjutkan membaca isi esai. Untuk
mempermudah pembelajaran kita, berikut adalah enam
tehnik yang dapat digunakan untuk membuka esai kita
dengan menarik dan efektif.

1. Tehnik Pengantar Umum


Topik: Persoalan Banjir di Jakarta

Sebagai ibu kota negara, Jakarta sarat dengan


berbagai persoalan. Salah satu persoalan yang dari dulu
sampai sekarang belum tertangani dengan baik adalah
masalah banjir. Hampir setiap tahun, terutama di musim
penghujan pada periode November – Februari, warga
Jakarta tidak pernah merasa tenang. Banjir selalu
mengancam mereka. Bencana ini selalu datang
meskipun tidak pernah diundang. Bagi masyarakat yang
tinggal di pinggir sungai-sungai yang membelah Jakarta,

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


36

masalah ini sudah menjadi santapan rutin di musim


penghujan. Secara umum, penyebab banjir di Jakarta
disebabkan oleh kondisi geografis/topografis Jakarta,
infrastruktur yang minimal, dan perilaku masyarakat.

2. Tehnik Definisi
Topik: Kategori Nilai Kebajikan Manusia

Tidak mudah membuat batasan apa itu nilai,


mengingat ada cukup banyak pendapat tentang hal ini
yang saling berbeda (lihat Kluckhohn, 1962; Rokeach,
1973; Smith, 1969). Oleh sebab itu, tulisan ini
membatasi makna nilai seperti yang diartikan oleh
Driyarkara bahwa nilai merupakan hakikat suatu hal,
yang menyebabkan hal itu pantas dikejar oleh manusia
(Driyarkara, 1966:38). Lebih lanjut, Driyarkara
menjelaskan bahwa nilai itu erat berkaitan dengan
kebaikan, kendati keduanya memang tidak sama,
mengingat bahwa sesuatu yang baik tidak selalu bernilai
tinggi bagi seseorang atau sebaliknya. Sebagai contoh,
cincin berlian itu baik, tetapi tidak bernilai bagi
seseorang yang mau tenggelam bersama kapalnya.
Kebaikan itu lebih melekat pada ”hal”-nya, sementara
nilai lebih menunjuk sikap orang terhadap suatu hal
yang baik. Oleh karena itu, nilai kebajikan dapat
dibedakan dalam tiga kategori besar, yaitu nilai fisik,
nilai sosial, dan nilai moral.

3. Tehnik Anekdot
Topik: Pelayanan pubik di Jakarta

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


37

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelayanan


publik di Indonesia sangat parah. Ada adagium yang
mengatakan, ”Kalau dapat dipersulit, kenapa
dipermudah?” Kejadian berikut memperkuat adagium di
atas. Seorang teman yang baru pindah ke Jakarta
bermaksud mengurus KTP di salah satu kelurahan di
Jakarta Barat. Setelah memenuhi semua persyaratan
yang diminta, teman tersebut dengan penuh percaya
diri mendatangi kelurahan yang dimaksud. Sebelumnya,
saya sudah mengingatkan dia agar menggunakan ”jalur
belakang” guna mempercepat pembuatan KPT baru
baginya. Namun, dia menolak. Dalam hati saya berkata,
”Belum tahu dia!” Singkat kata, setelah bolak-balik
selama seminggu ke kelurahan, bukan KTP yang dia
dapatkan, tapi kekesalan dan kejengkelan. Kisah ini
menunjukkan bahwa pelayanan publik di Jakarta sangat
memprihatinkan.

4. Tehnik Rhetorical Questions


Topik: Merencanakan liburan yang menyenangkan

Bingung menentukan kemana Anda akan berlibur


akhir tahun ini? Liburan apa yang murah-meriah namun
menyenangkan buat keluarga? Mau ke pantai atau ke
pegunungan? Merencanakan liburan memang gampang-
gampang sulit. Tanpa persiapan dan perencanaan yang
matang, liburan bukan memberi penyegaran tapi malah
menimbulkan stres dan kebosanan. Kalau mau
gampang, serahkan saja liburan Anda ke travel agent.
Namun, liburan seperti ini membutuhkan biaya yang
tidak sedikit. Salah-salah pemborosanlah yang akan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


38

Anda rasakan. Untuk merencanakan liburan yang murah


namun menyenangkan, ikutilah tip-tip berikut.

5. Tehnik Reverse Direction


Topik: Kesadaran masyarakat Jakarta akan kebersihan
lingkungan

Hidup di lingkungan yang bersih menjadi dambaan


setiap orang. Lingkungan yang bersih dan tertata rapi
tidak hanya menyehatkan namun juga membuat orang
kerasan. Singapura menjadi salah satu negara-kota yang
terkenal dengan kebersihan lingkungannya. Denda yang
besar diberlakukan untuk semua orang yang membuang
sampah sembarangan. Hal ini dimaksudkan untuk
menjamin terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Alangkah nikmatnya hidup di lingkungan yang sehat dan
bersih seperti di Singapura. Sayangnya, kalau kita tinggal
di kampung di Jakarta, keinginan untuk tinggal di
lingkungan yang bersih dan sehat masih menjadi impian
semata. Kesadaran masyarakat Jakarta akan kebersihan
lingkungan masih sangat rendah. Buruknya lingkungan
di Jakarta disebabkan oleh perilaku warga yang buruk,
pemahaman warga yang rendah akan manfaat
kebersihan, dan kurangnya kepedulian berbagai pihak
akan lingkungan yang bersih.

6. Tehnik Kutipan
Topik: Makna kehidupan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


39

”Urip mung mampir ngombe.” Demikian bunyi


pepatah Jawa yang kedengarannya mengecilkan makna
kehidupan. Benarkah hidup hanya sekedar mampir
minum? Sedemikian singkatkah hidup sehingga kita
tidak bisa berbuat sesuatu? Dalam kesempatan lain,
protagonis Forrest Gump dalam filem Hollywood yang
sangat populer di 1994 mengatakan, ”Life is like a box of
chocholate. You never know what you’re gonna get.”
Benarkah hidup tak dapat diduga dan tidak memiliki
kepastian? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini
senantiasa mengusik kita. Tidak mudah untuk
menjawabnya. Namun, dari kedua kutipan tersebut, kita
setidaknya mempelajari tiga hal tentang
kehidupan: singkat, tak terduga, dan waspada. Tiga kata
sifat ini dapat menggambarkan makna kehidupan bagi
manusia.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2012/12/contoh-contoh-
paragraf-pendahuluan.html#sthash.hNroqszE.dpuf

Lebih Jauh tentang Esai

Sebuah esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang


mengekspresikan opini penulis tentang subjek tertentu.
Sebuah esai dasar dibagi menjadi tiga bagian:
pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang
mengidentifikasi subjek bahasan dan pengantar tentang
subjek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi
tentang subjek; dan terakhir adalah konklusi yang
memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


40

ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau


menambahkan beberapa observasi tentang subjek.

Esai bukanlah sekadar rekaman fakta-fakta atau hasil


imajinasi murni. Tulisan yang Anda buat dalam pelajaran
sejarah yang dipenuhi dengan fakta-fakta yang
dikumpulkan dari berbagai referensi mungkin nampak
seperti sebuah esai. Namun, seberapa pun cermatnya
Anda dalam menulis ulang semua fakta tersebut,
meskipun dengan bahasa Anda sendiri, tulisan itu
bukanlah esai. Esai juga bukan kejadian atau
pengalaman yang Anda tuliskan dalam pelajaran bahasa,
tak peduli betapa nyata, cerdas, menyentuh, berurutan,
jelas, rinci, dan lengkapnya tulisan Anda itu. Mungkin
Anda telah membuat ratusan tulisan dalam bentuk
seperti di atas dan mengumpulkan semua berdasarkan
'temanya'. Anda mungkin akan menyebutnya sebagai
sebuah esai, tapi itu juga bukan esai. Jadi, apakah esai
itu? Esai adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya.

Apa yang membedakan esai dan bukan esai? Untuk


menjawab pertanyaan ini dapat dilakukan dengan
merujuk pendapat-pendapat atau rumusan-rumusan
yang telah ada, tetapi pendapat-pendapat atau
rumusan-rumusan yang telah ada sering kali masih tidak
lengkap dan kadang bertolak belakang sehingga masih
mengandung kekurangan juga. Misal mengenai ukuran
esai, ada yang menyatakan bebas, sedang, dan dapat
dibaca sekali duduk; mengenai isi esai, ada yang
menyatakan berupa analisis, penafsiran dan uraian
(sastra, budaya, filsafat, ilmu); dan demikian juga

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


41

mengenai gaya dan metode esai, ada yang menyatakan


bebas dan ada yang menyatakan teratur.

Penjelasan mengenai esai dapat lebih "aman dan mudah


dimengerti" jika ditempuh dengan cara meminjam
pembagian model penalaran ala Edward de Bono.
Menurut de Bono, penalaran dapat dibagi menjadi dua
model. Pertama, model penalaran vertikal (memusatkan
perhatian dan mengesampingkan sesuatu yang tidak
relevan) dan kedua model penalaran lateral
(membukakan perhatian dan menerima semua
kemungkinan dan pengaruh). Dari pembagian model
penalaran ini, esai cenderung lebih mengamalkan
penalaran lateral karena esai cenderung tidak analitis
dan acak, melainkan dapat melompat-lompat dan
provokatif. Sebab, esai menurut makna asal katanya
adalah sebuah upaya atau percobaan yang tidak harus
menjawab suatu persoalan secara final, tetapi lebih
ingin merangsang. Menurut Francis Bacon, esai lebih
sebagai butir garam pembangkit selera ketimbang
sebuah makanan yang mengenyangkan.

Karena itu, sebuah esai akan makin baik jika penulisnya


dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi,
pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan
salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu
mengekspresikan opini. Esai memang bisa berbeda
menurut kualitas, jenis, panjang, gaya, dan subjek. Esai
juga bisa berbentuk sederhana sampai yang sangat
kompleks, namun semuanya akan menunjukkan sebuah
opini pribadi sebagai analisa akhir. Inilah perbedaan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


42

mendasar antara esai dengan tulisan ekspositoris atau


sebuah laporan. Sebuah esai tidak hanya sekadar
menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah
pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara
fakta-fakta dan pengalaman tersebut.

Tentu, Anda harus memiliki sebuah opini sebelum


menulis esai. Hanya saja, Anda juga harus memahami
apa yang sebenarnya dimaksud dengan opini itu,
bagaimana menyampaikannya, dan bagaimana
mengungkapkan nilai yang dibawanya. Sebelum
mendapatkan opini, Anda harus lebih dulu menentukan
subjek yang hendak ditanggapi karena opini harus
berhubungan dengan subjek tertentu.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2013/01/lebih-jauh-
tentang-esai.html#sthash.KzRFwJcp.dpuf

10 Langkah Mudah Membuat Esai

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas,


diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang
terus menerus. Pada dasarnya, sebuah esai terbagi
dalam tiga bagian: pendahuluan, tubuh esai, dan
penutup. Pendahuluan berupa paragraf yang
memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut
tesisnya. Tubuh esai terdiri atas beberapa paragraf
(antara dua hingga lima paragraf, tergantung gagasan
yang dikembangkan penulis). Penutup esai berupa
paragraf kesimpulan. Berikut adalah 10 langkah mudah
dalam menulis sebuah esai.

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


43

Langkap 1: Memilih Topik


Bila topik telah ditentukan, Anda mungkin tidak lagi
memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian,
bukan berarti Anda siap untuk menuju langkah
berikutnya. Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang
akan Anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau
analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan
tinjauan umum, Anda dapat langsung menuju ke
langkah berikutnya. Tapi bila Anda ingin melakukan
analisis khusus, topik Anda harus benar-benar spesifik.
Jika topik masih terlalu umum, Anda dapat
mempersempit topik. Sebagai contoh, topik tentang
“Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum.
Jika tujuan Anda menulis adalah menyampaikan
gambaran umum (overview) tentang Indonesia, maka
topik ini sudah tepat. Namun bila Anda ingin membuat
analisis singkat, Anda dapat mempersempit topik ini
menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi
Politik di Indonesia.” Setelah yakin akan apa yang akan
ditulis, Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
Bila topik belum ditentukan, tugas Anda jauh lebih
berat. Di sisi lain, sebenarnya Anda memiliki kebebasan
memilih topik yang Anda sukai, sehingga bisa membuat
esai Anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

Langkah 2: Menentukan Tujuan


Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan Anda
tulis. Apakah esai Anda bertujuan untuk meyakinkan
orang agar mempercayai apa yang Anda sampaikan,
menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu,

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


44

menjelaskan kepada pembaca tentang suatu peristiwa,


seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang
Anda pilih harus sesuai dengan tujuannya.

Langkah 3: Menyampaikan Gagasan


Jika Anda telah menetapkan tujuan esai, tuliskan
beberapa gagasan yang menarik minat anda. Semakin
banyak gagasan yang Anda tulis, akan semakin baik. Jika
Anda memiliki masalah dalam menemukan dan
merumuskan gagasan, coba lihat di sekeliling Anda.
Adakah hal-hal yang menarik di sekitar Anda? Pikirkan
hidup Anda, dan tanyakan diri sendiri apa yang akan
Anda lakukan bila mengalami suatu peristiwa atau
kejadian yang berkaitan dengan topik yang Anda tulis?
Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan
gagasan. Jangan mengevaluasi gagasan-gagasan
tersebut sebelum Anda merasa tuntas
menyampaikannya, tuliskan saja segala sesuatu yang
terlintas di kepala. Langkah ini sebagai wadah
untuk brainstorm.

Langkah 4: Mengevaluasi Gagasan Potensial


Jika telah ada beberapa gagasan yang pantas,
pertimbangkan masing-masing gagasan tersebut. Jika
tujuannya adalah menjelaskan topik, Anda harus
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika
tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus
benar-benar menggairahkan. Yang paling penting,
berapa banyak gagasan yang Anda miliki untuk topik
yang ditulis. Sebelum meneruskan ke langkah
berikutnya, lihat sekali lagi bentuk naskah yang Anda

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


45

tulis. Sama halnya dengan kasus saat Anda menentukan


topik, Anda perlu memikirkan bentuk naskah yang Anda
tulis.

Langkah 5: Membuat Outline (Kerangka Esai)


Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan
gagasan-gagasan tentang topik dalam sebuah format
yang terorganisir. Siapkan selembar kertas dan mulailah
dengan menulis topik di bagian atas. Tuliskan angka
romawi I, II, III di sebelah kiri kertas dengan jarak yang
cukup lebar di antaranya. Tuliskan garis besar gagasan
tentang topik yang Anda maksud. Jika Anda mencoba
meyakinkan, berikan argumentasi terbaik. Jika anda
menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya
sehingga dapat dipahami pembaca. Jika Anda mencoba
menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari
informasi tersebut. Pada masing-masing romawi,
tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri kertas
tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung
gagasan utama.

Langkah 6: Menulis Tesis


Tesis adalah pernyataaan yang dirumuskan dalam
kalimat pernyataan yang memuat gagasan utama esai.
Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin-poin
penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya.
Anda telah menentukan topik esai, sekarang Anda harus
melihat kembali outline yang telah Anda buat dan
memutuskan poin penting apa yang akan Anda
sampaikan. Pernyataan tesis terdiri dari dua bagian:

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


46

Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya


Indonesia atau Korupsi di Indonesia
Bagian kedua menyatakan gagasan utama dari esai
anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa,
memerlukan waktu yang panjang untuk
memberantasnya, dst.

Langkah 7: Menulis Tubuh Esai


Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari
penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan,
menggambarkan, dan memberikan argumentasi dengan
lengkap untuk topik yang telah Anda tentukan. Setiap
gagasan penting yang Anda tulis pada outline akan
menjadi satu paragraf dari tubuh esai anda. Masing-
masing paragraf memiliki struktur yang serupa. Mulailah
dengan menulis ide utama Anda dalam bentuk kalimat.
Misalkan idenya adalah “Pemberantasan korupsi di
Indonesia”, Anda dapat menulis “Pemberantasan
korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan
waktu yang lama.” Kemudian tulis dan uraikan gagasan
yang mendukung ide tersebut, namun sisakan empat
sampai lima baris. Pada setiap gagasan, tuliskan
perluasan dari gagasan tersebut. Elaborasi ini dapat
berupa deskripsi atau penjelasan atau pembahasan. Bila
perlu, Anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan
pada masing-masing paragraf. Setelah menuliskan tubuh
tesis, Anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf:
pendahuluan dan kesimpulan.

Langkah 8: Menulis Paragraf Pendahuluan

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


47

Mulailah dengan menarik perhatian pembaca. Awali


paragraph pendahuluan dengan suatu informasi nyata
dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar
baru, namun bisa menjadi ilustrasi atas gagasan yang
Anda sampaikan. Anda juga bisa mulai dengan anekdot,
yaitu suatu cerita yang menggambarkan persoalan yang
Anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot.
Meski anekdot ini efektif untuk membangun
ketertarikan pembaca, Anda harus menggunakannya
dengan tepat dan hati-hati. Cara lain adalah
menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara
beberapa pembicara untuk menyampaikan topik
Anda. Tambahkan satu atau dua kalimat yang dapat
mengarahkan pembaca pada pernyataan tesis
Anda. Tutup paragraf dengan pernyataan tesis. (Untuk
lebih jelasnya, baca Pararagraf Pendahuluan Esai.)

Langkah 9: Menulis Kesimpulan


Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang
telah Anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir
kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat
kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis
seperti dalam tubuh esai) yang menggambarkan
pendapat dan perasaan Anda tentang topik yang
dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk
menutup esai.

Langkah 10: Memberikan Sentuhan Akhir


Teliti urutan paragraf mana yang paling kuat. Letakkan
paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf
terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


48

masuk akal. Jika esai Anda menjelaskan suatu proses,


Anda harus bertahan pada urutan yang Anda buat. Teliti
format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal,
dan sebagainya. Anda dapat merevisi esai dengan
memperkuat poin yang lemah. Baca kembali esai Anda.
Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu esai Anda dalam
beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih
masuk akal? Apakah kalimat satu dengan yang lain
mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak,
tambahkan beberapa kata dan frase untuk
menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang
berkaitan dengan kalimat sebelumnya.Teliti kembali
penulisan dan tata bahasa Anda.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2013/01/10-langkah-
mudah-membuat-esai.html#sthash.bglGw7JI.dpuf

Menentukan Subjek Esai

Apa yang harus ditulis? Inilah pertanyaan yang sering


diajukan oleh para penulis pemula. Umumnya mereka
menghadapi kebingungan dan kekurang-percayaan diri
ketika harus diminta untuk menulis. Sebenarnya,
pertanyaan ini memiliki jawaban yang tidak terbatas.
Anda dapat menuliskan persoalan apa pun yang dari
segala jenis topik: dari persahabatan, politik, sepatu,
menjual lilin, sampai esai tentang esai itu sendiri. Satu-
satunya persyaratan yang harus dipenuhi adalah bahwa

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


49

penulis harus cukup memahami topik tersebut sehingga


ia dapat membentuk sebuah opini.

Pertanyaan berikut adalah apa batasan dari 'cukup


memahami' itu? Jawabannya juga tidak sulit. Sebagai
manusia, seperti yang lain, kita pasti 'cukup memahami'
dan akrab dengan banyak hal di sekitar kita:
persahabatan, hubungan keluarga, pertumbuhan,
makan, tidur, dan banyak lainnya. Tentunya semua itu
dapat dijadikan pertimbangan dan bahan menulis esai.
Hal yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan diri
berpikir, menimbang-nimbang, dan mencari informasi
yang memadai tentang subjek atau topik yang ingin
Anda tulis dengan banyak membaca. Semakin banyak
informasi yang kita dapatkan tentang subjek yang akan
kita tulis semakin paham kita akan subjek tersebut.

Bagaimanapun juga, 'pemahaman yang cukup' untuk


menuliskan tema-tema spesifik memerlukan
pengetahuan atau pemahaman akan disiplin ilmu
tertentu. Kita mungkin bisa menulis sebuah esai
mengenai topik seperti persahabatan tanpa perlu
memberikan banyak fakta. Namun, untuk topik-topik
seperti puritanisme atau sejenisnya, tentunya kita
memerlukan informasi yang dapat diuji secara
'ilmiah'. Referensi sendiri bisa didapatkan dari banyak
sumber, mulai dari buku sampai media internet. Menulis
tentang bidang yang sesuai dengan minat kita juga akan
sangat mempermudah dan mempercepat proses
penulisan itu sendiri. Karenanya, seorang yang
mempunyai hobi dalam satu bidang tertentu juga dapat

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


50

disebut sebagai seorang yang memiliki 'pemahaman


yang cukup'. Bahkan, sekalipun kita tidak menaruh
minat yang begitu besar dalam satu bidang
pembahasan, kita tetap dapat menulis sebuah esai yang
baik asalkan dapat mengumpulkan banyak fakta.
Dengan membaca berbagai informasi yang bisa
dipertanyakan, dibandingkan, atau yang dapat Anda
nilai sendiri, pengetahuan tentang satu bidang baru juga
akan Anda dapatkan dengan cepat.

Menulis sebuah esai yang didasari oleh pengetahuan


khusus memang cenderung lebih mudah daripada
menulis esai tentang hal-hal atau pengalaman yang
sudah sering ditemui di sekitar kita. Berbeda dengan
kebiasaan yang sering terjadi dalam sebuah opini,
seorang penulis esai hendaknya tidak boleh hanya
berpegang pada 'perasaan bahwa ia benar', namun lebih
beranggapan bahwa 'pikiran saya benar'. Jadi, opini yang
terdapat dalam sebuah esai juga harus didasarkan pada
apa yang Anda pikirkan dan bukan hanya pada apa yang
Anda rasakan. Yang jelas, setiap esai harus memiliki
opini, dan opini yang terbaik didasari oleh pikiran dan
perasaan.

Karena itu, buka wawasan Anda dengan riset, membaca


berbagai sumber, mendengarkan media, dan berbicara
dengan orang yang lebih tahu tentang subjek yang akan
Anda tulis. Ajukan beberapa pertanyaan berikut untuk
mulai mengeksplorasi subjek:
- Apa yang menarik dari subjek atau persoalan ini?
- Mengapa subjek ini penting untuk dibahas?

Dok. pribadi Sabiq Muhammad


51

- Mengapa persoalan ini terjadi?


- Apa penyebabnya?
- Apa yang Anda rasakan terhadap persoalan ini?
- Apa pendapat Anda?
- Apa pengaruh persoalan ini terhadap masyarakat?
- Dan lain-lain
Dengan mempertanyakan subjek atau persoalan yang
akan ditulis, Anda akan mendapat lebih banyak
informasi dan dapat memberikan opini Anda secara
proporsional dan tepat.
- See more at:
http://www.menulisesai.com/2013/01/menentukan-
subjek-esai.html#sthash.YL4xaG2C.dpuf

Dok. pribadi Sabiq Muhammad