Anda di halaman 1dari 5

 Definisi

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot/ atau nyeri sendi yang
disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik.
Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi
(peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh.

 Patomekanisme
Virus dengue dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus
sebagai vektor ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk tersebut. Infeksi yang
pertama kali akan memberikan gejalan seperti Demam Dengue (DD). Apabila orang
tersebut mendapat infeksi berulang oleh tipe virus dengue yang berlainan, maka reaksi
yang ditimbulkan akan berbeda.
DBD dapat terjadi bila seseorang yang telah terinfeksi dengue pertama kali
mendapatkan infeksi berulang virus dengue lainnya. Virus akan bereplikasi di nodus
limfatikus regional dan menyebar ke jaringan lain, terutama ke sistem
retikuloendotelial (RES) dan kulit secara bronkogen maupun hematogen. Tubuh akan
membentuk kompleks virus antibodi dalam sirkulasi darah sehingga akan
mengaktivasi sistem komplemen yang berakibat dilepaskannya anafilatoksin C3a dan
C5a, sehingga permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat.
Akan terjadi juga agregasi trombosit yang melepaskan ADP. Trombosit
melepaskan vasoaktif yang bersifat meningkatkan permeabilitas kapiler dan
melepaskan trombosit faktor 3 yang merangsang koagulasi intravaskular. Terjadinya
aktivasi faktor XII akan menyebabkan pembekuan intravaskular yang meluas dan
meningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah.
 Tatalaksana
Tidak ada penatalaksanaan spesifik untuk pasien DBD. Terapi untuk DBD
bersifat simptomatik dan kontrol terhadap manifestasi klinis dari syok dan perdarahan
yang terjadi. Pasien yang syok jika tidak ditatalaksana dalam waktu 12- 24 jam akan
mengalami kematian. Manajemen terpenting pada pasien DHF adalah observasi ketat
terhadap tanda vital dan monitoring laboratorium.
Manajemen demam DBD sama seperti penatalaksanaan DD. Paracetamol
direkomendasisikan untuk menurunkan suhu dibawah 39 C. Pemberian cairan oral
sangat direkomendasikan selama pasien dapat mentolerir cairan yang diberikan
seperti halnya pasien diare. Cairan IV perlu diberikan terutama jika pasien muntah
terhadap makanan atau cairan yang diberikan
Protokol I. Penanganan Tersangka (probable) demam berdarah dengue dewasa
tanpa syok
Apabila didapatkan nilai Hb, Ht dan trombosit seperti:
1. Hb, Ht, trombosit normal atau trombosit antara 100.000-150.000, pasien dapat
dipulangkan dengan anjuran kontrol ke polklinik dalam waktu 24 jam berikutnya
dimana dilakukan pemeriksaan Hb, Ht dan Leukosit, trombosit tiap 24 jam, atau
apabila keadaan pendrita memburuk, segera kembali ke IGD
2. Hb, Ht normal tapi trombosi <100.000, dianjurkan untuk dirawat
3. Hb, ht meningkat dan trombosit normal dan atau turun juga dianjurkan
untuk dirawat

Protokol II. Penanganan Tersangka (probable) demam berdarah dengue dewasa


diruang rawat
Pasien tersangka demam berdarah dengue tanpa perdarahan spontan dan masif dan
tanpa syok, diberikan cairan infuse kristaloid dengan jumlah seperti rumus :
1500+(20 x(BB dalam kg-20)
Setelah pemberian cairan, dilakukan pemeriksaan Hb, Ht tiap 24 jam:
1. Bila Hb, Ht meningkat 10-20 % dan trombosit < 100.000, jumlah pemberian cairan
tetap sesuai rumus diatas dengan pemantauan Hb,Ht trombosit tiap 12 jam
2. Bila Hb, Ht meningkat >20% dan trombosit < 100.000, maka pemberian cairan
sesuai dengan protokol III
Protokol III. Penatalaksanaan demam berdarah dengue dengan peningkatan Ht
>20 %
Peningkatan Ht > 20 % berarti tubuh mengalami deficit cairan sebanyak 5 %.
Tetapi awal pemberian cairan adalah infuse cairan kristaloid 6-7 ml/kgBB/jam:
1. Bila terdapat perbaikan setelah pemantauan 3-4 jam, dengan tanda-tanda ht
menurun, frekuensi naïf (hearts rate) turun, tekanan darah stabil, produksi
meningkat, maka cairan infuse dikurangi menjadi 5 ml/KgBB/jam. Bila keadaan
membaik setelah pemantauan 2 jam, maka cairan infuse dikurangi lagi menjadi 3
ml/KgBB/jam. Jika keadaan tetap membaik, maka pemberian cairan dapat
dihentikan 24-48 jam kemudian.
2. Bila tidak terdapat perbaikan setelah pemantauan 3-4 jam, dengan tanda- tanda ht
dan frekuensi nadi meningkat, tekanan darah turun , < 20 mmHg, produksi
menurun, maka naikkan jumlah cairan cairan infuse menjadi 10 ml/KgBB/jam.
Bila keadaan membaik setelah pemantauan 2 jam, maka cairan infuse dikurangi
menjadi 5 ml/KgBB/jam, tetapi bila keadaan tidak membaik maka naikkan jumlah
cairan infuse 15 ml/KgBB/jam dan bila perkembangan menjadi buruk dengan
tanda-tanda syok, tangani pasien sesuai dengan protocol V. Bila syok teratasi maka
pemberian cairan dimulai lagi seperti pemberian terapi awal.
Protokol IV. Penatalaksanaan Perdarahan spontan pada demam berdarah
dengue dewasa
Perdarahan spontan dan masif pada penderita DBD dewasa adalah epistaksis yang
tidak terkendali walaupun telah diberikan tampon hidung, perdarahan saluran cerna
(hematemesis dan melena atau hematoskezia), hematuria, perdarahan otak atau
perdarahan tersembunyi dengan jumlah perdarahan 4-5 cc/KgBB/jam. Pemeriksaan
Hb, Ht, trombosit sebaiknya diulang setiap 4-6 jam. Pemberian heparin diberikan
apabila secara klinis didapatkan tanda-tanda koagulsi intravaskular diseminata/ KID
(protrombin time), PTT (partial protrombin time), fibrinogen, D-Dimer atau CT
(clotting time), BT (blooding time), tes parakoagulasi dengan ethanol gelation test.
Tranfusi komponen darah sesuai indikasi, seperti FFP (fresh frozen plasma) jika
terdapat defisiensi faktor pembekuan dengan PT dan APTT yang memanjang, PRC
(packed red cell) bila Hb < 10 gr% dan tranfuse trombosit jika terdapat perdarahan
spontan dan masif dengan jumlah trombosit < 100.000/ µl disertai atau tanpa KID.
Referensi : IPD