Anda di halaman 1dari 12

Dislipidemia

By Kevin Trigono

Definisi

kelainan metabolisme lipid, ditandai dengan kenaikan atau penurunan fraksi lipid dalam
plasma

 Kolesterol total >


 LDL >
 Trigliserida >
 HDL <

Metabolisme lemak

Pathway eksogen
Pathway endogen

Reverse transport
Jenis-jenis lipoprotein

Lipoprotein Apoprotein Komposisi


Kilomikron B-48 Trigliserida (+), Kolesterol (+), Protein
VLDL B-100 Trigliserida (+), Kolesterol (-), Protein
IDL B-100 Kolesterol (-), Protein
LDL B-100 Kolesterol (+), Protein
HDL A-1/A-2 Kolesterol (-), Protein
ApoE : reseptor untuk masuk ke hepar. Semua punya

Klasifikasi dyslipidemia

Primer

Tipe Lipid Lipoprotein


I – Familial lipoprotein lipase deficiency Trigliserid Chylomicron
IIa – Familial hypercholesterolemia Cholesterol LDL
IIb – Polygenic hypercholesterolemia Cholesterol, Trigliserid LDL, VLDL
III – Familial dysbetalipoproteinemia Cholesterol, Trigliserid IDL
IV – Familial Hypertriglyceridemia Trigliserid VLDL
V – Familial combined hyperlipidemia Trigliserid VLDL, Chylomicron

Familial lipoprotein lipase deficiency (FLLD)(I)

Diakibatkan oleh mutasi gen LPL, menyebabkan defisiensi lipoprotein lipase. Lipoprotein
lipase berfungsi untuk memecah Trigliserida. Defisiensi enzim ini mengakibatkan
penumpukan Trigliserida.

Familial hypercholesterolemia (FH)(IIa)


a.k.a. autosomal dominant hypercholesterolemia type 1. Peningkatan LDL tanpa peningkatan
Trigliserida. Disebabkan karena mutasi yang menyebabkan gangguan pada gen yang
mengkode reseptor LDL, menyebabkan penurunan clearance LDL dari sirkulasi.
Polygenic hypercholesterolemia (PH)(IIb)

Penyebab hiperkolesterol yang paling sering, ditandai dengan peningkatan LDL. Diduga
terjadi karena gen yang rentan terpapar oleh faktor-faktor seperti diet atherogenik, obesitas,
dan gaya hidup sedenter, namun gen yang terlibat tersebut belum ditemukan. Mekanisme
yang mengakibatkan PH adalah : produksi berlebihan VLDL yang terkonversi menjadi LDL,
atau uptake oleh reseptor LDL yang tidak mencukupi akibat diet atherogenik.

Familial dysbetalipoproteinemia (FDBL)(III)

Gangguan genetik resesif. Peningkatan kolesterol dan Trigliserida akibat penumpukan


kilomikron remnant, VLDL remnant, atau IDL. ApoE yang terdapat dalam kilomikron
remnant dan IDL berfungsi untuk membantu pembuangannya melalui reseptor lipoprotein
hepatik. FDBL terjadi akibat mutasi pada gen yang mengkode apoE, terutama apoE2, yang
mengakibatkan terbentuknya protein apoE yang lebih sulit diikat oleh reseptor lipoprotein.

Familial hypertriglyceridemia (FHTG)(IV)

Ditandai dengan meningkatnya Trigliserida tanpa penyebab sekunder yang jelas, LDL
sebatas rata-rata atau di bawah rata-rata, HDL rendah, dan riwayat keluarga
hipertrigliseridemia. Disebabkan oleh penurunan lipolisis Triglyceride Rich Lipoprotein
(TRL) seperti VLDL. Tidak ada gen spesifik yang terkait dengan FHTG

Familial combined hyperlipidemia (FCHL)(V)

Ditandai dengan peningkatan Trigliserida dan penurunan HDL. Fenotifnya dapat muncul
sebagai salah satu dari 3 kemungkinan : (1) peningkatan LDL, (2) peningkatan Trigliserida
karena peningkatan VLDL, atau (3) peningkatan LDL dan Trigliserida. Profil lipid orang
dengan FCHL dapat berubah-ubah antara ketiga fenotif tersebut tergantung dari diet,
olahraga, BB, dan sensitivitas insulin. Kelainan diakibatkan oleh produksi VLDL yang
berlebihan. Etiologi FCHL secara molekuler tidak diketahui, tidak ada gen spesifik yang
diidentifikasi berhubungan dengan FCHL.
Sekunder

Karena penyakit lain

 DM
Pada DM yang tidak terkontrol, terjadi lipolysis dari jaringan sehingga lebih banyak
lemak yang terbawa ke hepar. Trigliserida dari jaringan untuk menjadi asam lemak
bebas memerlukan hormone-sensitive lipase yang pada keadaan normal terinhibisi
oleh insulin. Terjadi hipertrigliseridemia, penurunan HDL, dan terbentuknya LDL
yang kecil.

 Hipotrioid
Hormon tiroid dapat menginduksi HMG-CoA reductase inhibitor yang menghambat
sintesis Kolesterol. Hormon T3 juga meningkatkan kerja reseptor LDL sehingga
meningkatkan penyerapan LDL. HDL juga dapat terpengaruh oleh hormon tiroid
dengan mengingkatkan aktivitas cholesteryl ester transfer protein yang menukar
cholesteryl ester dari HDL ke VLDL.
 Penyakit hati obstruktif
Terjadi peningkatan LDL dan HDL, namun juga ada grup yang dengan peningkatan
LDL tanpa peningkatan HDL
 Sindroma nefrotik
Mekanisme jelasnya belum diketahui. Terjadi peningkatan apoB, C-II, dan E. Apo A-
I dan A-II biasanya normal. Terjadi peningkatan LDL dan Trigliserida. HDL normal
atau menurun
 Obat yang meningkatkan LDL dan menurunkan HDL (progestin, steroid anabolic,
kortikosteroid, beta-blocker)
Diagnosis

Lihat faktor risiko penyakit KV untuk menentukan target LDL

Sejujurnya, gw bener” bingung soal ini. Di PPT kuliah dr. Luse aja ada 2 yang menyatakan berbeda. Gw cari
dan ketemu yang baru tapi beda total dari kuliah dr. Luse. Jadi ini gw kasi yang paling simpelnya aja biar
gampang dimengerti

Faktor risiko penyakit KV

 Pria berusia > 45 tahun atau wanita berusia > 55 tahun


 Riwayat keluarga dengan penyakit arteri koroner dini (ayah < 55 tahun atau ibu < 65
tahun)
 Kebiasaan merokok atau perokok pasif
 Hipertensi (> 140/90 mmHg atau sedang mendapat obat anti hipertensi)
 Kolesterol HDL rendah
 Riwayat keluarga dengan hyperlipidemia
 Penyakit gagal ginjal kronis
 Penyakit inflamasi kronis
 Pria dengan lingkar pinggang > 90 cm atau wanita dengan lingkar pinggang > 80 cm
 Disfungsi ereksi
 Aterosklerosis atau abdominal aneurisma
 Manifestasi klinis dari hyperlipidemia
 Obesitas
 Diabetes

FR 0-1 = < 160 mg/dL

FR ≥ 2 = < 130 mg/dL

Dengan penyakit KV kronis atau ekuivalennya = <100 mg/dL

Pemeriksaan penunjang

 Kolesterol total
 LDL
 HDL
 Trigliserida
Kadar lipid normal menurut ATP III

Kolesterol total

 < 200 baik


 200-239 borderline tinggi
 ≥ 240 tinggi

LDL

 < 100 baik


 100-129 agak tinggi
 130-159 borderline tinggi
 160-189 tinggi
 ≥ 190 sangat tinggi

HDL

 < 40 rendah
 ≥ 60 tinggi

Trigliserid

 < 150 baik


 150-199 borderline tinggi
 200-499 tinggi
 ≥ 500 sangat tinggi

Tatalaksana

Terapi non farmako

Diet

 Lemak jenuh yang rendah akan menurunkan LDL


 Kolesterol < 200 mg/hari, lemak total < 30%, lemak jenuh < 7%
 Karbohidrat 50-60% kalori, tinggi serat (sayur, buah, karbohidrat kompleks)
 Serat 20-30 g/hari
 Protein 10-25 g/hari
Olahraga

 Meningkatkan HDL, mempengaruhi ukuran LDL (LDL kecil lebih buruk krn lbh
susah dibuang)
 OR intensitas sedang, min 30 menit hampir setiap hari

Terapi farmakologis
Statin (HMG CoA reductase inhibitor)

Menurunkan sintesis Kolesterol oleh hepar, menurunkan Kolesterol intrasel sehingga


menstimulasi upregulation dari reseptor LDL. Sehingga menurunkan Kolesterol di jaringan
dan perlahan-lahan secara keseluruhan

Statin dapat menstabilkan plaque aterosklerosis sehingga juga menurunkan risiko terjadinya
serangan kardiovaskular
Efek samping statin

Biasanya jarang dan ringan

Miopati : myalgia, myositis, rhabdomyolisis. Onset beberapa minggu – 4 bulan, hilang


setelah dihentikan

Gangguan hati : peningkatan amino-transferase dalam 3 bulan pertama, terkait dosis

SSP : demensia. Jika ada, ganti yang hidrofilik (pravastatin, rosuvastatin)

Fibrat

Menurunkan Trigliserida : menurunkan sekresi VLDL hepatik melalui aktivasi reseptor


PPAR-alpha, menstimulasi lipoprotein lipase dan pembuangan TRL

Meningkatkan HDL : stimulasi sintesis HDL, meningkatkan transfer apoA-1, nurunin transfer
Kolesterol dari HDL ke VLDL

Preparat : gemfibrozil, fenofibrate

Efek samping fibrat : Batu empedu, dyspepsia, diare, mual muntah, nyeri perut, eksema, rash,
vertigo, myalgia

Asam nikotinik

Hambat VLDL hepatik dan menurunkan LDL plasma, meningkatkan HDL dengan hambat
transfer lipid dari HDL ke VLDL dan menurunkan klirens HDL, meningkatkan ukuran LDL,
mengurangi kadar fibrinogen plasma.

Efek samping asam nikotinik : flushing, nausea, paresthesia, pruritis, peningkatan fungsi hati
(bisa jadi hepatitis fulminant sehingga ikterik), resistensi insulin, hiperglikemia,
hiperurisemia, hipotensi (jika dikombinasi dengan vasodilator lain dapat menyebabkan
unstable angina)
Bile acid sequestrants

Meningkatkan sekresi asam empedu di usus sehingga dikeluarkan dengan tinja

Menurunkan Kolesterol LDL dan meningkatkan HDL

Efek samping bile acid sequestrants : penggunaan terbatas, gangguan GIT, meningkatkan
fungsi hati

Kontraindikasi : pasien dengan hipertrigliseridemia

Ezetimibe (zettia)

Obat penurun lipid terbaru, bukan lini pertama. Menghambat selektif penyerapan Kolesterol
dari makanan maupun asam empedu di usus halus. Menurunkan LDL. Perlu dikombinasi
dengan obat penurun lipid lain (biasanya statin). Berguna kalau LDL tidak mencapai target
dengan statin

Efek samping ezetimibe : (jarang) miopati, peningkatkan fungsi hati terutama bila digunakan
bersama dengan statin
Algoritma terapi