Anda di halaman 1dari 23

RENCANA DISEMINASI HASIL PENGKAJIAN

(RDHP)

DISEMINASI INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN

PENYULUH UTAMA :

Ir. Max. L.J. Titahena, M.Si

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN


KEMENTRIAN PERTANIAN
BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN
TEKNOLOGI PERTANIAN
BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN MALUKU

0
2016

1
LEMBAR PENGESAHAN

Diseminasi Inovasi Pertanian Dan Peningkatan


1. Judul RDHP :
Komunikasi Inovasi Teknologi Penyuluhan
2. Kegiatan : 1. Pameran Inovasi Teknologi Hasil Penelitian/Pengkajian
2. Pembuatan Media Cetak (Brosur, Leaflet, Lembar
Informasi)
3. Siaran TV Lokal
4. Peningkatan Efektivitas Komunikasi guna Perderasan
adopsi Inovasi Teknologi Pertanian ( Pelaksanaan
Denfarm, Temu Aplikasi Paket Teknologi, Pembinaan
Wilayah Kerja Penyuluhan Kabupaten/Kota)
5. Seminar nasional
3. Unit Kerja : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku
Jl. Chr. Soplanit Rumah Tiga Ambon 97233
4. Alamat Unit Kerja :
Telp. 0911-322664; 3303865; Fax. 0911-322542
5. Sumber Dana : APBN Tahun 2016
6. Status Kegiatan : Lanjutan
7. Penanggung Jawab :
a. Nama : Ir. Max. L.J. Titahena, M.Si
b. Pangkat/Golongan : Pembina, IV/c
c. Jabatan : Penyuluh Pertanian Madya
8. Lokasi Kegiatan : Wilayah Maluku
9. Agroekosistem : ---
10. Jangka Waktu : 1 Tahun
11. Tahun Dimulai : Tahun 2016
12. Tahun Akhir : Tahun 2016
- Terlaksananya pameran
- Terlaksananya Talkshow pada TV local
- Tercetaknya media desiminasi
13. Output Tahunan : - Meningkatnya efektivitas penyuluhan
- Terlaksananya dan terdesiminasinya kegiatan visitor plot
- Terlaksananya dan terdesiminasinya denfarm
- Terlakananya seminar nasional
14. Output akhir : Terdesiminasinya Inovasi Teknologi
Rp. 1.222.750.000 (Satu milyard dua ratus dua puluh juta
13. Biaya :
tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

Koordinator Program, Penanggung Jawab RDHP,

2
Dr. Ismatul Hidayah, SP,MP Ir. Max L. J. Titahena, M.Si
NIP. 19730611 200604 2 017 NIP. 195809221986031001

Mengetahui,
Kepala Balai Besar Pengkajian dan Kepala BPTP Maluku
Pengembangan Teknologi Pertanian

Dr. Ir. Abdul Basit, MS Ir. Demas Wamaer,MP


NIP: 19610929 198603 1 003 NIP: 19630519 199603 1 001

RINGKASAN

Diseminasi Inovasi Pertanian Dan Peningkatan


1. Judul RDHP :
Komunikasi Inovasi Teknologi Penyuluhan

3
2. Judul RODHP : 1. Pameran Inovasi Teknologi Hasil Penelitian/Pengkajian
2. Pembuatan Media Cetak (Brosur, Leaflet, Lembar
Informasi) Siaran TV Lokal
3. Peningkatan Efektivitas Komunikasi guna Perderasan
adopsi Inovasi Teknologi Pertanian ( Pelaksanaan
Denfarm, Temu Aplikasi Paket Teknologi, Pembinaan
Wilayah Kerja Penyuluhan Kabupaten/Kota)
4. Visitor plot
5. Denfarm
6. Seminar nasional

3. Unit Kerja : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku


4. Lokasi Kegiatan : Wilayah Maluku
5. Agroekosistem : ---
6. Status (L/B) : Lama
1. Menyusun dan menyebarkan bahan bacaan berupa
materi informasi teknologi yang aktual hasil pengkajian,
sebagai alat bantu bagi para penyuluh pertanian
lapangan, kontak tani dan petugas lainnya demi
kelancaran kegiatan penyuluhan di daerah
2. Mempublikasikan hasil litkaji dalam bentuk media cetak
(brosur dan leaflet/folder, Lembar Informasi Pertanian,
Poster)
7. Tujuan
3. Menyebarluaskan Inovasi Teknologi Pertanian dan
Komoditas spesifik lokasi yang dihasilkan BPTP Maluku
melalui Demfarm, Temu Lapang, visitor plot dan seminar
nasional
4. Menyebarkan/mempublikasi inovasi teknologi Badan
Litbang Pertanian melalui kegiatan pembinaan wilayah
kerja penyuluhan pertanian tingkat Kabupaten/Kota

Terdesiminasinya Inovasi teknologo Litbang Pertanian


dengan cara :
1. Melalui pameran terpublikasi materi infomasi inovasi
teknologi pertanian dalam berbagai bentuk (media cetak
dan elektronik) dari Badan Litbang Pertanian terutama
hasil kajian BPTP Maluku.
2. Media komunikasi hasil pengkajian 900 eksemplar
3. Terselenggaranya Talkshow melalui siaran TV lokal
Keluaran Jangka 4. Peningkatan efektivitas komunikasi penyuluh dalam
8.
Panjang proses perderasan dan perluasan adopsi inovasi
pertanian semakin meningkat
5. Terselenggaranya fungsi pembinaan penyuluhan
pertanian ke wilayah kerja penyuluhan pertanian tingkat
kabupaten/kota
6. Terselenggaranya Visitor plot
7. Terselenggaranya Denfarm
8. Terselenggaranya Seminar Nasional

9. Perkiraan 1. Pengunjung pameran dapat memahami dan mau


Manfaat dan Dampak menerapkan inovasi teknologi pertanian dari sumber

4
yang akurat
2. Sebagai wahana untuk mempromosikan inovasi
teknologi spesifik lokasi yang telah dihasilkan
3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani .
4. Produk inovasi teknologi pertanian tersosialisasi dengan
baik dengan harapan agar dapat menjawab tantangan
atau isu yang berkembang.
5. Terjadinya percepatan inovasi teknologi pertanian yang
dihasilkan oleh Badan
6. Litbang Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan
Nasional.
7. Terjadinya peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
khususnya keluarga Petani

11. Prosedur : A. Ruang lingkup


Kegiatan meliputi :
- Mengikuti Pameran ( mendukung kegiatan daerah dan
pusat)
- Siaran Televisi (kegiatan peliputan sesuai dengan narasi
siaran yang telah dibuat dan editing)
- Kegiatan publikasi teknologi spesifik lokasi dalam
bentuk media cetak (brosur dan liflet)
- Komunikasi langsung dengan pengguna akan
dilaksanakan melalui demonstrasi keunggulan inovasi
dalam bentuk Demfarm, misalnya ; Demfarm
keunggulan teknologi peningkatan produktivitas
tanaman Kedele, Padi sawah dan Temu Aplikasi
Teknologi.
B. Pendekatan
Dalam rangka mengikuti kegiatan pameran inovasi
teknologi pertanian BPTP Maluku selalu menyesuaikan
dengan kegiatan-kegiatan pameran yang dilakukan di
daerah maupun dalam lingkup badan litbang pertanian dan
untuk pelaksanaan kegiatannya BPTP Maluku berkoordinasi
dengan pihak penyelenggara tentang jadwal
pelaksanaannya. Demikian pula untuk mengkomunikasikan
inovasi hasil pelenitian/pengkajian dari Badan Litbang
pertanian terutama dari BPTP bisa tidak langsung melalui
pembuatan media cetak (Brosur, Leaflet,Lipatan), media
elektronik, misalnya ; Talkshow TV local untuk mengetahui
factor-faktor yang sifatnya mempercepat arus inovasi melalui
yang yang dituu dengan mengggunakan Sistem Diseminasi
Multi Chanel/SDMC. Selanjutnya untuk komunikasi langsung
dengan pengguna akan dilaksanakan demonstrasi
keunggulan inovasi dalam bentuk Demfarm, misalnya ;
Demfarm keunggulan teknologi peningkatan produktivitas
tanaman Kedele, Padi sawah. Disamping itu untuk
melakukan evaluasi sejauhmana keunggulan sebuah inovasi
teknologi pertanian ada dalam proses adopsi perlu dilakukan
verifikasi timbal balik antara peneliti/pengkaji, penyuluh,
petani dan stake holder yang lain, maka Temu Aplikasi

5
Teknologi mutlak dilaksanakan. Dan yang terpenting adalah
para penyuluh lapangan sebagai bagian dari proses SDMC,
maka pembinaan wilayah penyuluhan pertanian tingkat
kabpaten/kota wajib dilaksanakan.

Bahan Dan Metode Pelaksanaan Kegiatan


Data yang dikumpulkan, meliputi data primer dari
lapangan, seperti masalah-masalah yang dihadapi petani
dan kebutuhan yang dirasakan saat itu, data sekunder dari
instansi terkait dan pustaka yang dapat digunakan sebagai
bahan masukan untuk selanjutnya dianalisis untuk dijadikan
referensi dalam menerapkan kegiatan – kegiatan yang
sifatnya implementasi dari metode penyuluhan pertanian
yang mengutamakan bentuk komunikasi langsung maupun
tidak langsung dalam bentuk proses System Diseminasi Multi
Chanel/SDMC.
12. Jangka Waktu : Tahun 2016
Rp. 1.222.750.000 (Satu milyard dua ratus dua puluh juta
13. Biaya :
tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)

SUMMARY

Dissemination of agricultural innovation and improved


1. RDHP Title : communications technology innovation extension

2. RODHP Title : 1. Exhibition of Innovation Technology Research /


Assessment
2. Making the Print Media ( Brochures, Leaflets ,
Information Sheet ) Local TV Broadcasts
3. Improving the Effectiveness of Communication for
Agricultural Technology Innovation adoption Perderasan
( Implementation Denfarm , Retrieval Application
Technology Package , Extension Work Area
Development District / City )
4. Visitor plot
5. Denfarm
6. National seminar

3. Unit Kerja : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku


4. Lokasi Kegiatan : Maluku
5. Agroekosistem : ---
Status
6. : Continue
(Continue/New)
7. Purpose 1. Develop and disseminate information material reading
material in the form of technology that actual results of
the assessment, as a tool for agricultural extension field,
farmer contacts and other officers for the smooth
extension activities in the area

6
2. Publicize the litkaji in the form of print media
( brochures and leaflets / folders, Agriculture
Information Sheet, Poster )
3. Disseminating Agricultural Technology Innovation and
specific commodities generated through Demfarm BPTP
Maluku, Gathering Field, visitor plot and a national
seminar
4. Spread / publish IAARD technological innovation through
the development of agricultural extension work area
district / city level

Dissemination of Agricultural Research Technological


innovation by:
1. Through the exhibition published information material
innovation of agricultural technology in various forms
( print and electronic ) of IAARD mainly study results
BPTP Maluku
2. Media communication assessment results 900 copies
3. The implementation of Talk show through local TV
broadcasts
Long-term output
8. 4. Increasing the effectiveness of extension communication
in the process of acceleration and expansion of the
increasing adoption of agricultural innovations
5. The implementation of agricultural extension
management function into the working area of
agricultural extension district / city level
6. The implementation of Visitor plot
7. The implementation of Denfarm
8. The implementation of the National Seminar

1. Visitors to the exhibition can understand and apply the


innovation of agricultural technology from accurate
sources
2. As a vehicle to promote a specific technology innovation
that has been generated
3. Increased knowledge and skills of farmers
Estimate
4. Product innovation of agricultural technology properly
9. Benefits and Impacts
socialized with the hope to be able to answer the
challenges or issues that develop
5. The occurrence of accelerating agricultural technological
innovation generated by Agency
6. Agricultural Research in support of national food security
7. An increase in Social Welfare family especially Farmers

11. Procedure : A. Scope


Activities include :
 Following the exhibition ( support activities of local
and central )
 Broadcast Television ( reporting activities in
accordance with the narrative broadcasts that have
been made and editing )

7
 Event specific technology publications in the form of
print media ( brochures and leaflets )
 Direct communication with users will be implemented
through a demonstration of innovation in the form
Demfarm advantages, for example; Demfarm
technological advantages increase crop productivity
Soybean, Rice paddy and Retrieval Application
Technology
 Activity Visitor plot
 National Seminar Event

B. Approach
In order to take part in the exhibition of agricultural
technology innovation BPTP Maluku always adapts to the
activities performed in the exhibition area as well as in the
sphere of agricultural R & D agencies and for the
implementation of its activities BPTP Maluku coordinate with
the organizers about the schedule of implementation.
Similarly to communicate the results of innovation
pelenitian / assessment of agricultural foremost
Development Agency of the Ministry of Agriculture can not
directly through the creation of print media (Brochures,
Leaflets, Folds), electronic media, for example; Local TV talk
show to find out the factors that are accelerating the flow of
innovations through which the dituu to use traditional
Dissemination System Multi Chanel / SDMC. Furthermore, for
direct communication with the users will be implemented in
the form of innovation excellence demonstration Demfarm,
for example; Demfarm technological advantages increase
crop productivity Soybean, Rice paddy fields. Besides, to
evaluate the extent of the advantages an agricultural
technology innovation in the adoption process should be
verified tradeoffs between researcher / reviewer, extension
workers, farmers and other stakeholders, the absolute
Retrieval Application Technology implemented. And the most
important is the field extension as part of the process of
SDMC, then coaching kabpaten level agricultural extension
region / city must be implemented.

C. Materials and Methods of Implementation


Activities
Data collected , including primary data from the field , such
as the problems faced by farmers and the perceived need at
the time, secondary data from related institutions and
libraries that can be used as input for further analysis to be
used as a reference in implementing the activities - activities
that are implementation of agricultural extension method
that promotes a form of communication directly or indirectly
in the form of process Dissemination System Multi
Chanel/SDMC
12. Time Periode : 1 Year

8
13. Cost : Rp. 1.222.750.000,-

Diseminasi Inovasi Pertanian Dan Peningkatan


Komunikasi Inovasi Teknologi Penyuluhan

9
I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Proses lahirnya suatu teknologi baru sampai diadopsi oleh pengguna memerlukan
waktu yang relatif panjang, mulai dari proses penelitian, pengkajian, dan diseminasi yang
akhirnya diterapkan oleh para pengguna/petani. Hubungan kerjasama yang erat dan
berkesinambungan antara peneliti-penyuluh dan petani harus dianggap sebagai
kepentingan yang mendasar bagi pembangunan pertanian. Kegagalan menciptakan
hubungan tersebut dapat dianggap kegagalan untuk menyebarluaskan hasil penelitian.

Berkat terjalinnya hubungan dengan penyuluh pertanian, lembaga penelitian dapat


dipastikan akan meneliti permasalahan yang langsung bermanfaat bagi petani. Disamping
itu hubungan erat dengan penyuluh diperlukan untuk menjamin agar hasil percobaan
betul-betul teruji sesuai dengan keadaan lapangan. Petani adalah fihak yang paling
banyak mendapat manfaat dari adanya hubungan erat dan berkesinambungan antara
peneliti dan penyuluh, dan justru akan berbalik menjadi fihak yang paling dirugikan bila
hubungan tersebut tidak memadai. Untuk menjaga harmonisasi hubungan dalam
menerapkan inovasi teknologi pertanian yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian
dimana BPTP sebagai ujung tombaknya, maka perderasan komunikasi melalui iplementasi
metoda penyuluhan dalam menghantar inovasi teknologi pertanian ke pengguna mutlak
dilaksanakan

Selama menjalankan tupoksinya, BPTP telah menghasilkan inovasi pertanian dan


mendapatkan pembelajaran dalam pemberdayaan petani. Berbagai program telah
dirancang dan dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan produktivitas, pendapatan dan
kesejahteraan petani melalui pemberdayaan dalam mengakses informasi, teknologi, dan
modal dalam rangka mengembangkan usaha agribisnis dan kemitraan dengan sektor
swasta. Produk-produk hasil pengkajian yang dihasilkan BPTP dalam bentuk inovasi
teknologi pertanian tidak akan berarti jika hasil inovasi tersebut tidak terkomunikasikan
secara efektif. Untuk itu implementasi beberapa metode penyuluhan pertanian baik
dalam bentuk komunikasi langsung maupun tidak langsung dalam mempublikasikan
inovasi teknologi pertanian menjadi sangat penting, misalnya ; pameran, penyampaian
media cetak dan elektronik/Talkshow TV, Demonstrasi Farm/Demfarm, Pertemuan/Temu
Teknis Peneliti, Penyuluh dan Petani, Temu Lapang dan kunjungan personal penyuluh
untuk tatap muka langsung dengan pengguna dalam menyampaikan inovasi teknologi
pertanian agar hasil-hasil pengkajian akan berdayaguna dan berhasil.

10
Disadari bahwa dalam era pembangunan pertanian yang dinamis ini penyuluhan
tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional, akan tetapi harus menyesuaikan dengan
karakteristik pengguna yang juga sudah berubah karena imbas pembangunan. Untuk
mengetahui, efektivitas komunikasi dalam percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian di
era pembangunan pertanian yang dinamis.

Penerapan metode penyuluhan yang efektif dan sesuai kondisi petani, diharapkan
mampu merubah perilaku petani lebih baik. Salah satu metode penyuluhan pertanian
berdasarkan teknik komunikasi dan indera penerima, yaitu melalui media pertunjukan
seperti pameran, media cetak dan siaran TV. Kegiatan ini merupakan salah satu media
diseminasi yang efektif untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi teknologi
unggulan hasil litkaji BPTP Maluku. Melalui kegiatan pameran, media cetak, siaran TV
terjadi komunikasi secara langsung antara penghasil/sumber inovasi dengan pengguna
teknologi. Komunikasi yang terjadi yaitu menarik perhatian, megguggah hati dan
membangkitkan keinginan serta bila memungkinkan tahap meyakinkan diharapkan dapat
juga tercapai. Selain itu pameran, media cetak, siaran TV merupakan metode dan teknik
penyuluhan pertanian dengan pendekatan massal. Sifat pengunjungnya heterogen, tidak
terbatas hanya pada petani tetapi juga orang yang bukan petani. Dalam pameran akan
dijumpai berbagai macam visual aid yang digunakan secara tunggal atau digabungkan.
Agar kegiatan pameran, media cetak dan siaran TV lebih menarik dan lebih besar
pengaruhnya terhadap perubahan kegiatan sasaran, artinya dapat mengakibatkan
perubahan yang baik dan terarah terhadap pengunjung, maka pameran harus: a)
menggugah hati, b) membangkitkan minat, dan c) mendorong untuk mengadopsi.

Demikian upaya perderasan inovasi teknologi dari sumber ke pengguna disamping


dilakukan dengan beberapa metode penyuluhan yang sifatnya menggugah, membagkitkan
minat tetapi juga memperlihatkan suatu demonstrasi inovasi teknologi pertanian yang
sekaligus meyakinkan para pengguna tentang keunggulan sebuah inovasi teknologi baik
teknis, ekonomis dan memiliki prospek pasar yang menguntungkan. Demi mendorong
sekaligus mempercepat arus inovasi tersebut maka pilihannya melakukan Demfarm
komoditas, misalnya : Demfarm Kedele, Padi Sawah, dan seterusnya.

Dalam paradigma Penelitian untuk Pembangunan, kegiatan diseminasi sangat


memainkan peran strategis dan sama pentingnya dengan kegiatan penelitian dan
pengkajian. Diseminasi adalah cara dan proses penyebarluasan inovasi/teknologi hasil-
hasil litkaji kepada masyarakat atau pengguna untuk diketahui dan dimanfaatkan.

11
Kegiatan diseminasi hasil litkaji dapat dimaknai juga sebagai upaya scalling up dan
scalling out hasil litkaji. Untuk itu, perlu strategi atau mekanisme yang efisien dan efektif.
Kegiatan Diseminasi Hasil Litkaji bertujuan untuk Mempercepat dan meningkatkan
kapasitas bagi para penyuluh didalam memproses Inovasi untuk diadopsi dan
diadaptasikan oleh pengguna dalam mendukung pembangunan pertanian.

Terkait dengan hal tersebut maka BPTP-Maluku akan melaksanakan kegiatan


komunikasi dan diseminasi teknologi pertanian di Maluku dan merupakan kegiatan yang
cukup strategis yaitu “ Pertemuan Aplikasi Paket Teknologi ” dan Pendampingan pada
wilayah penyuluhan pertanian di Kabupaten/kota. Pertemuan Teknis dan Pendampingan
Penyuluh di kabupaten yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2015, dipandang
sangat efektif untuk menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian dan oleh karena itu
kegiatan-kegiatan tersebut akan menjadi salah satu metode penyuluhan yang diharapkan
mampu menjadi solusi untuk mempercepat proses penyampaian inovasi teknologi.

I.2. Dasar Pertimbangan

Upaya penyampaian inovasi teknologi pertanian dari sumber ke pengguna sangat


dibutuhkan peran dari semua pihak, baik peneliti/pengkaji, penyuluh, petani termasuk
pelaku usaha. Apabila ada persamaan persepsi di antara semua pihak yang terlibat di
dalamnya maka arus inovasi timbal balik dari sumber ke pengguna semakin efektif dan
efisien sekaligus ada upaya perbaikan terhadap inovasi karena ada proses evaluasi.

I.3. Tujuan dan Keluaran

Tujuan

1. Menyusun dan menyebarkan bahan bacaan berupa materi informasi teknologi yang
aktual hasil pengkajian, sebagai alat bantu bagi para penyuluh pertanian lapangan,
kontak tani dan petugas lainnya demi kelancaran kegiatan penyuluhan di daerah

2. Mempublikasikan hasil litkaji dalam bentuk media cetak (brosur dan leaflet/folder,
Lembar Informasi Pertanian, Poster)

3. Menyebarluaskan Inovasi Teknologi Pertanian dan Komoditas spesifik lokasi yang


dihasilkan BPTP Maluku melalui Demfarm, Temu Lapang

4. Menyebarkan/mempublikasi inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian melalui


kegiatan pembinaan wilayah kerja penyuluhan pertanian tingkat Kabupaten/Kota

12
5. Menyebarluaskan Inovasi Informasi Teknologi Pertanian melalui Temu Aplikasi
Teknologi teknologi Pertanian yang telah di capai sesuai tupoksi dan pencapaian
program Strategis Kementerian Pertanian.

Keluaran

1. Melalui pameran terpublikasi materi infomasi inovasi teknologi pertanian dalam


berbagai bentuk (media cetak dan elektronik) dari Badan Litbang Pertanian terutama
hasil kajian BPTP Maluku.
2. Media komunikasi hasil pengkajian 900 eksemplar
3. Terselenggaranya Talkshow melalui siaran TV lokal
4. Peningkatan efektivitas komunikasi penyuluh dalam proses perderasan dan perluasan
adopsi inovasi pertanian semakin meningkat
5. Terselenggaranya fungsi pembinaan penyuluhan pertanian ke wilayah kerja
penyuluhan pertanian tingkat kabupaten/kota

1.4. Perkiraan Manfaat Dan Dampak

1. Pengunjung pameran dapat memahami dan mau menerapkan inovasi teknologi


pertanian dari sumber yang akurat

2. Sebagai wahana untuk mempromosikan inovasi teknologi spesifik lokasi yang telah
dihasilkan

3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani

4. Produk inovasi teknologi pertanian tersosialisasi dengan baik dengan harapan agar
dapat menjawab tantangan atau isu yang berkembang.

5. Terjadinya percepatan inovasi teknologi pertanian yang dihasilkan oleh Badan


Litbang Pertanian dalam mendukung ketahanan pangan Nasional.

6. Terjadinya peningkatan Kesejahteraan Masyarakat khususnya keluarga Petani

II. TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu tugas yang menjadi tanggung jawab setiap penyuluh adalah
mengkomunikasikan inovasi, dalam rangka mengubah perilaku masyarakat penerima
manfaat agar tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi demi tercapainya perbaikan
mutu hidupnya. Dalam hubungan ini, perlu diingat bahwa penerima manfaat penyuluhan

13
sangatlah beragam. Baik beragam mengenai karakteristik individunya, beragam
lingkungan fisik dan sosialnya, beragam pula kebutuhan-kebutuhannya, motivasi serta
tujuan diinginkannya. Dengan demikian, tepatlah jika Kang dan Song (1984) dalam
Mardikanto (2009) menyimpulkan tentang tidak adanya satupun metoda yang selalu
efektif untuk diterapkan dalam setiap kegiatan penyuluhan. Karena itu, didalam setiap
pelaksanaan penyuluhan, setiap penyuluh harus memahami dan mampu memilih metoda
penyuluhan yang paling baik sebagai suatu cara yang terpilih untuk tercapainya tujuan
penyuluhan yang dilaksanakannya. Penyuluh pertanian, kelompok tani, dan organisasi
non pemerintah memiliki potensi besar untuk menjangkau petani melalui peningkatan
teknologi dan pengetahuan karena para petani perlu mengelola usahataninya agar lebih
produktif. Upaya tersebut perlu dilakukan agar usahatani yang dilakukan petani dapat
menghasilkan lebih banyak pangan dari lahan yang lebih sempit, pendapatan yang lebih
tinggi, dan meningkatkan mata pencaharian petani.

Diseminasi bermakna sebagai suatu proses penyebaran teknologi kepada


pengguna, sehingga teknologi yang dihasilkan memberi manfaat optimal bagi masyarakat
(Lionberger dan Gwin , 1983). Dalam kaitannya dengan pembangunan pertanian,
diseminasi tidak dapat dipisahkan dari penelitian dan pengkajian pertanian. Besar kecilnya
manfaat suatu teknologi bagi petani tergantung bagaimana proses diseminasi itu berjalan.
Dalam banyak keadaan, suatu perubahan yang kecil dan sederhana dalam budidaya
pertanian mungkin merupakan tindakan paling strategis dalam menghilangkan berbagai
hambatan serta dalam meletakkan landasan bagi pembangunan pertanian. Penting untuk
disadari bahwa teknologi pertanian yang akan didiseminasikan kemasyarakat harus
diterima oleh sejumlah orang dan orang-orang ini disebut sebagai massa kritis (critical
mass) dari teknologi tersebut. Seandainya massa kritis tidak tercapai maka teknologi
tersebut kemungkinan besar tidak diadopsi atau akan hilang begitu saja (Bunch, 2001).
Pada masyarakat yang lebih konservatif massa kritis akan lebih besar dibandingkan pada
masyarakt yang relatif lebih maju.

Diseminasi inovasi teknologi pertanian (Pameran, Media Cetak, Siaran TV)


merupakan salah satu kegiatan komunikasi untuk memberikan informasi kepada peminat
dalam bentuk alat bantu peraga yang dapat menggambarkan tugas dan fungsi serta hasil-
hasil kegiatan suatu institusi. Penyampaian inovasi pertanian melalui pameran
dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang hasil hasil penelitian/pengkajian, serta
kegiatan lain dari suatu lembaga penelitian dan pengkajian yang diwujudkan dalam
bentuk alat peraga dan produk. Peminat yang diharapkan datang ke pameran adalah para

14
pejabat, penyuluh pertanian, petani, pengusaha, mahasiswa/pelajar, dan masyarakat
umum Getarawan dan Sulaiman 2001). Beberapa tahapan penting dalam
penyelenggaraan pameran (Getarawan dan Sulaiman 2001) adalah sebagai berikut: (1).
Menyiapkan lokasi dan waktu pameran. Lokasi disiapkan di ruangan khusus untuk
pameran di gedung atau ruangan yang telah dipersiapkan oleh penyelenggara secara
internal maupun eksternal (event organizer). Waktu pameran ditentukan oleh
penyelenggara dan biasanya dikaitkan dengan peristiwa tertentu, (2). Menyiapkan materi
yang akan disajikan sesuai tema yang telah ditetapkan, berupa berbagai hasil penelitian
dan pengkajian unggulan atau teknologi yang sesuai dengan masalah dan kebutuhan
petani/masyarakat, serta hasil-hasil kegiatan lain yang perlu dipromosikan dan disebarkan
kepada masyarakat luas, (3). Menyiapkan alat bantu peraga antara lain maket, foto,
gambar, rafik, poster, banner, contoh tanaman/hewan, contoh benih, contoh produk
pertanian dan hasil olahannya, slide set, aset video, materi peraga yang dikemas dalam
CD dan multimedia lainnya, serta prototipe alat mesin pertanian (alsintan), (4).
Menyiapkan informasi ringkas tentang materi yang disajikan pada pameran dalam bentuk
folder atau publikasi yang dibuat khusus untuk menguraikan materi pameran, (5). Menata
alat peraga secara menarik dan terstruktur agar dapat dipahami pengunjung alam waktu
singkat sehingga mereka tergugah terhadap inovasi yang dipamerkan, (6). Menyediakan
buku tamu agar pengunjung dapat menuliskan kesan-kesan dan/atau kritiknya yang
bermanfaat sebagai masukan bagi penyelenggaraan pameran di masa mendatang
maupun untuk perencanaan penelitian/pengkajian, diseminasi, serta kegiatan dari
insttitusi pelaksana pameran.

III. PROSEDUR
3.1. Pendekatan

Dalam rangka mengikuti kegiatan pameran inovasi teknologi pertanian BPTP


Maluku selalu menyesuaikan dengan kegiatan-kegiatan pameran yang dilakukan di daerah
maupun dalam lingkup badan litbang pertanian dan untuk pelaksanaan kegiatannya BPTP
Maluku berkoordinasi dengan pihak penyelenggara tentang jadwal pelaksanaannya.
Demikian pula untuk mengkomunikasikan inovasi hasil pelenitian/pengkajian dari Badan

15
Litbang pertanian terutama dari BPTP bisa tidak langsung melalui pembuatan media
cetak (Brosur, Leaflet,Lipatan), media elektronik, misalnya ; Talkshow TV local untuk
mengetahui factor-faktor yang sifatnya mempercepat arus inovasi melalui yang yang
dituu dengan mengggunakan Sistem Diseminasi Multi Chanel/SDMC. Selanjutnya untuk
komunikasi langsung dengan pengguna akan dilaksanakan demonstrasi keunggulan
inovasi dalam bentuk Demfarm, misalnya ; Demfarm keunggulan teknologi peningkatan
produktivitas tanaman Kedele, Padi sawah. Disamping itu untuk melakukan evaluasi
sejauhmana keunggulan sebuah inovasi teknologi pertanian ada dalam proses adopsi
perlu dilakukan verifikasi timbal balik antara peneliti/pengkaji, penyuluh, petani dan stake
holder yang lain, maka Temu Aplikasi Teknologi mutlak dilaksanakan. Dan yang
terpenting adalah para penyuluh lapangan sebagai bagian dari proses SDMC, maka
pembinaan wilayah penyuluhan pertanian tingkat kabpaten/kota wajib dilaksanakan.

3.2. Ruang lingkup

Partisipasi BPTP Maluku dalam kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh


pemerintah daerah maupun lingkup badan litbang pertanian terus dilakukan setiap
tahunnya. Kegiatan ini disesuaikan dengan jadwal acara atau pelaksanaan pameran itu
sendiri. Tampilan materi berupa media informasi maupun produk olahan sangat bervariasi
disesuaikan dengan perkembangan dan peluang inovasi teknologi baru yang dihasilkan
dan mampu bersaing dengan produk komersial lainnya.

3.3. Bahan Dan Metode Pelaksanaan Kegiatan

Data yang dikumpulkan, meliputi data primer dari lapangan, seperti masalah-
masalah yang dihadapi petani dan kebutuhan yang dirasakan saat itu, data sekunder dari
instansi terkait dan pustaka yang dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk
selanjutnya dianalisis untuk dijadikan referensi dalam menerapkan kegiatan – kegiatan
yang sifatnya implementasi dari metode penyuluhan pertanian yang mengutamakan
bentuk komunikasi langsung maupun tidak langsung dalam bentuk proses System
Diseminasi Multi Chanel/SDMC.

IV. ANALISIS RESIKO


4.1. Resiko
No. Resiko Penyebab Dampak
- Tanaman tergenang air,
sehingga target produksi
 Perubahan Iklim (La Nina/El Nino)
menurun
1 Banjir/Kekeringan  Belum ada atau tidak berfungsinya DAM
- Tanaman kekeringan,
Pengendali Banjir
sehingga target produksi
menurun

16
 Varietas unggul yang ditanam tidak
toleran hama dan penyakit - Tanaman terserang OPT,
Serangan Hama dan
2  Kondisi lingkungan (kelembaban tinggi) sehingga target produksi
Penyakit Tanaman
 Pestisida pengendali OPT tidak tersedia menurun
tepat waktu
- Pemeliharaan tanaman
Keterbatasan  Luas kepemilikan lahan rata-rata >1 ha kurang optimal, sehingga
3
Tenaga Kerja per keluarga tani target produksi menurun

Perbedaan waktu - Pelaksanaan kegiatan kurang


 Tidak singkronnya antara ketersediaan
4 pelaksanaan optimal, hasil tidak dapat
saprodi dengan waktu tanam petani
kegiatan dipantau dengan baik
Perubahan Alokasi - Volume kegiatan tidak sesuai
5  Revisi anggaran, dll
Anggaran dengan sasaran

4.2. Penanganan resiko


No. Resiko Penyebab Penanganan Resiko
1 Banjir/Kekeringan  Perubahan Iklim (La Nina/El - Analisis data iklim secara akurat
Nino) - Perbaikan sarana irigasi
 Belum ada atau tidak - Normalisasi aliran sungai
berfungsinya DAM Pengendali
Banjir
2 Serangan Hama dan  Varietas unggul yang ditanam - Pemilihan varietas unggul toleran
Penyakit Tanaman tidak toleran hama dan terhadap hama dan penyakit
penyakit - Pemeliharaan tanaman yang baik dan
 Kondisi lingkungan identifikasi serangan hama & penyakit
(kelembaban tinggi) - Disediakan obat-obatan pengendali
 Pestisida pengendali OPT tidak hama tepat waktu, dosis dan jumlah
tersedia tepat waktu
3 Keterbatasan  Luas kepemilikan lahan rata- - Mekanisasi pertanian (dari pratanam
Tenaga Kerja rata >1 ha per keluarga tani sampai pasca panen)
-
4 Perbedaan waktu  Tidak singkronnya antara - Diperlukan kebijakan khusus
pelaksanaan ketersediaan saprodi dengan pengelolaan dan pertanggung jawaban
kegiatan waktu tanam petani dana kegiatan
Perubahan Alokasi - Konsistensi alokasi dan pemanfaatan
5  Revisi anggaran, dll
Anggaran anggaran

V. TENAGA DAN ORGANISASI PELAKSANAAN


5.1. Tenaga yang Terlibat dalam Kegiatan
Alokasi
Jabatan
Jabatan dalam Waktu
No Nama Instansi Fungsional/ Uraian Tugas
Kegiatan (jam/
Bidang Keahlian
minggu)
1. Ir. Demas BPTP Maluku Peneliti Madya/Sosek Atasan Mengawasi dan 5
wamaer, MP Langsung/Anggot mengevaluasi
a Tim kegiatan
2. Ir. BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Penanggung
Max.L.Titahena, Madya / Ilmu Jawab RDHP
MSi Komunikasi

17
Penyuluhan
3. Drs. Julius Matital BPTP Maluku Staf KSPP Penanggung Mengkordinir 10
jawab RODHP pelaksanaan kegiatan
Pameran dari awal sampai
selesai dan membuat
pelaporan
Ulfa Majid, S.TP BPTP Maluku Peneliti Anggota Membantu 6
Pertama/Pasca pelaksanaan kegiatan
Panen dan membuat
pelaporan
5. Ir. Rizal BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Anggota Membantu 6
Latuconsina Madya / Ilmu pelaksanaan kegiatan
Pertanian dan membuat
pelaporan
6. M. Mocthar BPTP Maluku -- Anggota Membantu 6
Tuhulelu pelaksanaan kegiatan
dan membuat
pelaporan
7. Helena M. BPTP Maluku Pustakawan Anggota Membantu 6
Tarumasely, A.Md pelaksanaan kegiatan
8. Maryke Van Room, BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Anggota Mengkordinir 20
SP pertama/komunikasi pelaksanaan kegiatan
pertanian dari awal sampai
selesai dan membuat
pelaporan
9. Ir. F. Watkaat BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu 15
Pertanian pelaksanaan kegiatan
Madya / Ilmu dan membuat
Pertanian pelaporan
10. Ir. Alexander BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu
Riuwpassa Pertanian Muda / pelaksanaan kegiatan 15
Ilmu Pertanian dan membuat
pelaporan
11. Ir. Kotadiny BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu 15
Elizabeth Pertanian pelaksanaan kegiatan
Madya / Ilmu dan membuat
Peternakan pelaporan

12. Aksan Loou, BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Penanggung Membantu 15


SP,MSi Madya / Ilmu Jawab RODHP pelaksanaan kegiatan
Komunikasi Media Cetak dan membuat
Penyuluhan pelaporan
13. Dini Fibriyanti, SP BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu 15
Pertanian Non pelaksanaan kegiatan
Kelas dan membuat
pelaporan
14. Ir. F. Watkaat BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu 7
Pertanian pelaksanaan kegiatan
Madya / Ilmu dan membuat
Pertanian pelaporan
15. Ir. Hamid Mahu BPTP Maluku Penyuluh Penanggung Mengkoordinir 6
Pertanian Muda / Jawab RODHP pelaksanaan kegiatan
Ilmu Pertanian Siaran TV dan membuat
pelaporan
16. Aksan Loou, BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Anggota Membantu 6
SP,MSi Madya / Ilmu pelaksanaan kegiatan
Komunikasi dan membuat
Penyuluhan pelaporan
17. Ir. Saleh Hurasan BPTP Maluku Peneliti Non Klas/ Anggota Membantu 6
Ilmu Pertanian pelaksanaan kegiatan
dan membuat
pelaporan
18. Ir. BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Penanggung Mengkoordinir 20

18
Max.L.Titahena, Madya / Ilmu Jawab RODHP pelaksanaan kegiatan
MSi Komunikasi Peningkatan dari awal sampai
Penyuluhan Komunikasi selesai dan membuat
pelaporan
19. Ir. Alexander BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu
Riuwpassa Pertanian Muda / pelaksanaan kegiatan 15
Ilmu Pertanian dan membuat
pelaporan
20. Aksan Loou, BPTP Maluku Penyuluh Pertanian Anggota Membantu 15
SP,MSi Madya / Ilmu pelaksanaan kegiatan
Komunikasi dan membuat
Penyuluhan pelaporan
21. Ir. F. Watkaat BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu 15
Pertanian pelaksanaan kegiatan
Madya / Ilmu dan membuat
Pertanian pelaporan
22. Ir. Kotadiny BPTP Maluku Penyuluh Anggota Membantu 15
Elizabeth Pertanian pelaksanaan kegiatan
Madya / Ilmu dan membuat
Peternakan pelaporan
23. Dini Fibriyanti, SP BPTP Maluku Calon Penyuluh Anggota Membantu 15
pelaksanaan kegiatan
dan membuat
pelaporan
24. Dr. Ismatul BPTP Maluku Peneliti pertama Anggota Membantu 15
Hidayah, SP.MP pelaksanaan kegiatan
dan membuat
pelaporan
25. Agung Budi BPTP Maluku Calon Peneliti Anggota Membantu 15
Santoso, SP pelaksanaan kegiatan
dan membuat
pelaporan
26. Ohorella halik, BPTP Maluku --- Anggota Membantu 15
A.Md. Pt pelaksanaan kegiatan
dan membuat
pelaporan
27. Achmad patjina BPTP Maluku PUMK Anggota Mengelola 15
Administrsi Keuangan

5.2. Jadwal Palang Kegiatan


No Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Persiapan x x
2. Identifikasi Lokasi X X
kegiatan
3. Pelaksanaan X x x x x x
Kegiatan
4. Penulisan x x X
Laporan Akhir

5.3. PEMBIAYAAN

19
MENINGKATNYA KOORDINASI,
KOMUNIKASI, DAN DISEMINASI INOVASI
052 PERTANIAN DI PROVINSI MALUKU 0 0 1222750000
A PAMERAN/PENAS 0 0 100000000
521211 Belanja Bahan 0 0 2000000
- Foto copy, dokumentasi, cetak dan
jilid pelaporan 2 PAKET 1000000 2000000
521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya 0 0 4000000
- Upah Penjaga Stand Pameran 80 OH 50000 4000000
Belanja Barang Untuk Persediaan Barang
521811 Konsumsi 0 0 25000000
- ATK, dan komputer Supplies 2 PAKET 1500000 3000000
- Bahan utama kegiatan dan alat
bantu 1 PAKET 22000000 22000000
522141 Belanja Sewa 0 0 30000000
- Sewa stand pameran dan
perlengkapan 2 PAKET 15000000 30000000
524111 Belanja perjalanan biasa 0 0 39000000
- Perjalanan dinas dalam rangka
pelaksanaan kegiatan 6 OP 6500000 39000000
B MEDIA CETAK 0 0 37750000
521211 Belanja Bahan 0 0 5750000
- Foto copy, dokumentasi, cetak dan
pelaporan 4 PAKET 500000 2000000
- Biaya konsumsi seminar hasil
penyusunan brosur, leaflet 75 OK 50000 3750000
Belanja Barang Untuk Persediaan Barang
521811 Konsumsi 0 0 32000000
- ATK, dan komputer Supplies 4 PAKET 500000 2000000
- Biaya cetak brosur, leaflet, booklet,
dll 600 EKSPL 50000 30000000
C SIARAN RADIO/TV LOKAL 0 0 75000000
521211 Belanja Bahan 0 0 2000000
- Foto copy, dokumentasi 4 PAKET 500000 2000000
521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya 0 0 71000000
- Biaya peliputan, penyiaran TV dan
Radio 1 PAKET 71000000 71000000
Belanja Barang Untuk Persediaan Barang
521811 Konsumsi 0 0 2000000
- ATK, dan komputer Supplies, jilid,
cetak laporan 4 PAKET 500000 2000000
PENINGKATAN KOMUNIKASI, KOORDINASI
DAN DISEMINASI INOVASI PERTANIAN DI
D PROVINSI MALUKU 0 0 920000000
521211 Belanja Bahan 0 0 85100000
- Foto copy, dokumentasi, penyiaran
kegiatan, cetak dan jilid pelaporan 11 PAKET 1000000 11000000

20
- Biaya konsumsi Temu
Teknis/Koordinasi Penyuluh 1402 OK 50000 70100000
- Spanduk kegiatan 16 BH 250000 4000000
521213 Honor Output Kegiatan 0 0 20000000
- Upah Petugas lapang 80 OK 250000 20000000
521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya 0 0 49000000
- upah harian Lepas 920 OH 50000 46000000
- Biaya Transport benih ke lokasi 1 PAKET 3000000 3000000
Belanja Barang Untuk Persediaan Barang
521811 Konsumsi 0 0 135000000
- Biaya cetak media komunikasi hasil
kegiatan 1000 EKSPL 15000 15000000
- ATK, dan komputer Supplies 11 PAKET 1000000 11000000
- Bahan Utama pelatihan (seminar kit,
dll) 11 PAKET 4000000 44000000
- bahan Utama saprodi/alat bantu
lainnya 5 KEG 13000000 65000000
522151 Belanja Jasa Profesi 0 0 10000000
- Narasumber kegiatan Temu Teknis
Penyuluh 20 OJ 500000 10000000
524111 Belanja perjalanan biasa 0 0 325500000
- Perjalanan dinas dalam rangka
pelaksanaan kegiatan 93 OP 3500000 325500000
524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota 0 0 4400000
- Biaya transport koordinasi Ke
instansi terkait 40 OH 110000 4400000
Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting
524114 Dalam Kota 0 0 165000000
- Biaya akomodasi pertemuan,
pembinaan dan pelatihan 300 OK 550000 165000000
Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting
524119 Luar Kota 0 0 126000000
- Biaya akomodasi
pertemuan/pelatihan penyuluh/petani 720 OK 150000 108000000
- Perjalanan dinas ke luar
Maluku/Pusat 3 OP 4600000 13800000
- Perjalanan dalam rangka
pelaksanaan kegiatan 6 OH 700000 4200000
E SEMINAR NASIONAL 0 0 90000000
521211 Belanja Bahan 0 0 18000000
- Foto copy, dokumentasi, Spanduk,
baliho 1 PAKET 3000000 3000000
- Biaya Konsumsi Seminar 300 OK 50000 15000000
521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya 0 0 3000000
- Biaya kesenian daerah 1 PAKET 3000000 3000000
Belanja Barang Untuk Persediaan Barang
521811 Konsumsi 0 0 50000000
- Bahan Utama Kegiatan dan alat 1 PAKET 30000000 30000000

21
bantu
- ATK, komputer supplies, 1 PAKET 5000000 5000000
- Biaya Cetak leaflet, sertifikat,
prosiding 1 PAKET 15000000 15000000
522151 Belanja Jasa Profesi 0 0 10900000
- Narasumber 3 OJ 1000000 3000000
- Moderator 3 OJ 700000 2100000
- Ketua/Wakil Panitia 2 OJ 450000 900000
- Anggota/Panitia 15 OJ 300000 4500000
- MC 1 OJ 400000 400000
524111 Belanja perjalanan biasa 0 0 8100000
- Perjalanan dinas dalam rangka
persiapan koordinasi kegiatan 3 OP 2700000 8100000

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2006 Pedoman Desiminasi Teknologi Pertanian. BB2TP Bogor. Badan Litbang
Pertanian

Anonim, 2010. Agro and Food Expo. Departemen Pertanian RI. Departemen Pertanian
Republik Indonesia.

Getarawan, E. dan Sulaiman. 2001. Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Diseminasi


Teknologi dan Informasi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian.

Padmanegara, S. 1996. Pendidikan Untuk Petani. Ekstensia. Majalah Penyuluhan


Pertanian. Vol.3. tahun 11, Februari 1996. Pusat Penyuluhan Pertanian, Jakarta.

Roger. E.M dan Shoemaker. F.F. 1971. Communication of Innovation. The Free Press,
New York.

Wiriatmadja dan Soekandar, 1990. Pokok-Pokok Penyuluhan Pertanian, CV Yasa Guna,


Jakarta.

Van Den Ban. A.W dan Hawkins. H.S. 1999. Penyuluhan Pertanian, terjemahan
Agricultural Extension, Penerbit Kanisius dan Perekonomian.

22