Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH KIMIA FISIK II

PENGARUH SUHU TERHADAP KESETIMBANGAN

Dosen Pengampu: Dra. Wilda Syahri, M.Pd

MAKALAH KIMIA FISIK II PENGARUH SUHU TERHADAP KESETIMBANGAN Dosen Pengampu: Dra. Wilda Syahri, M.Pd Disusun Oleh:

Disusun Oleh:

KELOMPOK III

LUSIANA SIMALANGO VICARIA ADELINA

(RSA1C114009)

(RRA1C114004)

PENDIDIKAN KIMIA PGMIPAU

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT. karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Ketergantungan Konstanta Kesetimbangan pada Temperatur”. Dalam penulisan makalah ini, penulis haturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang telah memberikan masukan dan sumbangsih dalam penyelesaian makalah ini, kepada :

  • 1. Ibu Dra. Wilda Syahri, M.Pd selaku Dosen Pengampu mata kuliah Kimia Fisik II atas bimbingan serta motivasi yang tulus.

  • 2. Orang tua beserta keluarga atas materi, dan do’a yang tulus.

  • 3. Serta teman-teman yang telah ikut mendukung secara moriil sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun sebagai landasan penulis dalam berkarya lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan dalam upaya pembangunan bangsa.

Jambi, 24 Februari 2015

Penulis

DAFTAR ISI

COVER KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar Belakang

  • 1.2 Tujuan

  • 1.3 Rumusan Masalah

  • 1.4 Manfaat

BAB II PEMBAHASAN

  • 2.1 Sistem komposisi variabel kesetimbangan kimia

  • 2.2 Konstanta kesetimbangan Kx dan Kc

  • 2.3 ketergantungan konstanta kesetimbangan pada temperatur

BAB III PENUTUP

  • 3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

  • 1.1 Latar Belakang.

BAB I PENDAHULUAN

Seperti pada kesetimbangan umum-nya, kesetimbangan uap cair dapat di tentukan ketika ada variabel yang tetap (konstan) pada suatu waktu tertentu. Saat kesetimbangan model ini, kecepatan antara molekul-molekul campuran yang membentuk fase uap sama dengan kecepatan molekul-molekulnya membentuk cairan kembali. Data kesetimbangan uap cair merupakan data termodinamika yang diperlukan dalam perancangan dan pengoperasian kolom-kolom distilasi. Contoh nyata penggunaan data termodinamika kesetimbangan uap cair dalam berbagai metoda perancangan kolom distilasi packed column dan try column. Percobaan langsung yang betul- betul lengkap baru dapat diperoleh dari serangkaian metoda pengukuran. Selain itu, percobaan langsung seperti itu memerlukan waktu yang banyak dan biaya yang besar. Sehingga cara yang umum ditempuh adalah mengukur data tersebut pada beberapa kondisi kemudian meringkasnya dalam bentuk model-model matematik yang relatif mudah diterapkan dalam perhitungan- perhitungan komputer.

Salah satu contoh dari kesetimbangan uap cair ini adalah pembuatan tabung gas LPG. Proses pembuatan tabung gas LPG ini menggunakan prinsip distilasi. Prinsip distilasi pada proses pembuatan tabung tersebut adalah tekanan uap dalam tabung bila semakin besar akan mengubah gas di dalam tabung tersebut menjadi cair.

  • 1.2 Tujuan

Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap konstanta kesetimbangan

  • 1.3 Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh suhu terhadap konstanta kesetimbangan ?

  • 1.4 Manfaat

Dapat mengetahui pengaruh suhu terhadap konstanta kesetimbangan

BAB II PEMBAHASAN

  • 2.1 Sistem komposisi variabel kesetimbangan kimia

Persamaan Fundamental Energi Bebas Campuran Potensial Kimia Gas Ideal Murni Kesetimbangan Kimia dalam Campuran Gas Nyata Kesetimbangan Kimia dalam Campuran Kesetimbangan Kimia dalam Campuran Gas Ideal Kesetimbangan Kimia dalam Campuran Gas Nyata

  • 2.2 Konstanta Kesetimbangan Kx, dan Kc Ada baiknya juga untuk mengungkapkan konstanta kesetimbangan suatu gas dalam terminologi fraksi mol, xi, atau konsentrasi, ci daripada sekedar tekanan parsial. Tekanan parsial, pi, fraksi mol, dan tekanan total, p, dihubungkan dengan pi = xi.p. Dengan menggunakan hubungan ini untuk setiap tekanan parsial dalam konstanta kesetimbangan, dari persamaan (2. ) diperoleh 14

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sistem komposisi variabel kesetimbangan kimia Persamaan Fundamental Energi Bebas Campuran Potensial Kimia

Konstanta kesetimbangan fraksi mol didefinisikan dengan

Dimana ∆ v adalah jumlah koefisien stoikiometrik Untuk term konsentrasi dipenuhi hubungan 2.3 Ketergantungan Konstanta Kesetimbangan

Dimana v adalah jumlah koefisien stoikiometrik Untuk term konsentrasi dipenuhi hubungan

Dimana ∆ v adalah jumlah koefisien stoikiometrik Untuk term konsentrasi dipenuhi hubungan 2.3 Ketergantungan Konstanta Kesetimbangan

2.3 Ketergantungan Konstanta Kesetimbangan pada Temperatur

Konstanta kesetimbangan dapat ditulis sebagai berikut

Dimana ∆ v adalah jumlah koefisien stoikiometrik Untuk term konsentrasi dipenuhi hubungan 2.3 Ketergantungan Konstanta Kesetimbangan

Dengan diferensiasi

Dimana ∆ v adalah jumlah koefisien stoikiometrik Untuk term konsentrasi dipenuhi hubungan 2.3 Ketergantungan Konstanta Kesetimbangan

Jika persamaan (2. 14) dibagi T

dengan diferensiasi didapat

dengan diferensiasi didapat

dengan diferensiasi didapat
dengan diferensiasi didapat
dengan diferensiasi didapat

3.1 Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Ada tiga faktor yang dapat mengubah kesetimbangan kimia, antara lain :

  • 1. Konsentrasi reaktan atau produk

  • 2. Suhu

  • 3. Tekanan atau volume pada sistem yang mengandung fasa gas

Pengaruh suhu terhadap konstanta kesetimbangan

NH 3(g) + 92 kJ/mol N 2(g) + 3 H 2(g) (Endoterm) N 2(g) + 3 H 2(g) 2 NH 3(g) + 92 kJ/mol (Eksoterm)

Ketika temperatur dinaikkan maka kesetimbangan bergeser ke zat yang bereaksi secara endoterm, artinya jumlah konsentrasi NH 3 berkurang sementara itu konsentrasi N 2 dan H 2 bertambah. 2 NH 3(g) + 92 kJ/mol N 2(g) + 3 H 2(g) Ketika temperatur diturunkan maka kesetimbangan bergeser ke zat yang bereaksi secara eksoterm, artinya jumlah konsentrasi NH 3 bertambah sementara itu konsentrasi N 2 dan H 2 berkurang. N 2(g) + 3 H 2(g) 2 NH 3(g) + 92 kJ/mol

DAFTAR PUSTAKA

Castellan. 1979. Phisycal Chemistry Third Edition. California: Wesley Publishing Company

Tahir,

Iqmal. .

Termodinamika Kimia. Yogyakarta: PMIPA UGM