Anda di halaman 1dari 19

I.

PENDAHULUAN

1.1 Deskripsi
Jenis-jenis itik pedaging

Itik Peking

Itik peking berasal dan di kembangkan pertama kali di daratan Cina.


Popularitasnya sebagai itik penghasil daging yang utama telah menyebar keseluruh
dunia, baik di belahan bumi utara maupun selatan, termasuk di daerah tropis. Itik peking
memiliki badan yang lebih kompak dibandingkan dengan beberapa jenis itik lainnya.
Leher itik peking relatif lebih pendek dan penampilannya lebih tegak.

Warna bulu itik peking umumnya putih, tetapi ada juga yang berwarna cream
dengan kaki dan paruh yang berwarna jingga. Matanya agak gelap dan berwarna
kebiruan dengan posisi yang tenggelam karena bagian pipi relatif lebih menonjol. Itik
peking mempunyai kepala yang agak besar dengan pipi yang tampak berisi, paruh lebih
pendek dari Aylesbury. Punggungnya sekitar 65% lebih panjang dari lebarnya, namun
demikian tampak agak pendek karena bagian ekor terangkat ke atas, serta rump
(tungging) yang menebal, sedangkan bagian depan punggung rata. Badan itik peking
berimbang antara panjang dan lebar, serta relatif kekar. Kakinya kuat dan tidak terlalu
panjang, bulunya lebar dan fluffy terutama pada bagian posterior.

Itik Aylesbury

Itik Aylesbury adalah bangsa itik pedaging yang berasal dari Inggris, Aylesbury
Buckinghampshire. Itik Aylesbury memiliki sedikit corak berwarna oranye atau kuning,
sudah tercampur keturunannnya dengan jenis itik Peking. Bulunya berwarna putih halus
dan kaki berwarna oranye dan cukup panjang. Perutnya menyentuh tanah ketika itik ini
berdiri diam. Kepala agak besar, panjang, dan tampak kokoh (sturdy), paruh panjang
dengan kulman kurus, mata cerah tetapi tidak menonjol, leher cukup panjang, kuat dan
sedikit melengkung, punggung datar, ekor cukup panjang agak terangkat ke atas
dibagian punggung, sayap terlipat rapih, badan seimbang antara panjang dan lebarnya,
dada lebar dan menonjol, bulu padat halus.

1
Itik Muskovi

Itik muskovi mempunyai kepala besar, padat, dan kasar dengan karankula.
paruh agak pendek lebih mirip paruh angsa daripada paru itik asli .mata seperti murung,
tetapi mengesankan sikap suka bertengkar. Leher cukup panjang, punggung cukup
lebar, 65% lebih panjang dari lebar nya. Ekor panjang, jauh lebih panjang dari pada itik
asli, tidak memiliki bulu sex. sayap amat kuat dengan muskulus yang kuat sehingga
dapat terbang jauh. badan seimbang dengan panjang dan lebar punggung, dada lebar,
perut cukup besar dan tidak tergantung kebawah, kaki pendek. Bulu padat dan lustrous,
penampilan hampir mendatar atau horizontal. Berat standar: jantan dewasa 12lbs
(5,5kg) dan betina dewasa 7lbs ( 3kg). Ada tiga warna standar itik muskovi, yaitu warna
gelap (hitam), putih dan biru.

Itik Pedaging Lokal

1. Itik lokal jantan

Saat ini, daging itik lokal banyak digemari oleh konsumen karena rasanya yang gurih
berbeda dengan unggas pedaging lainnya. Dari pengalaman dan informasi dari peternak
dan pembibitan ternyata permintaan anak itik jantan dan itik lokal sangat tinggi.
Kekurangan itik lokal jantan adalah pertumbuhan badan maupun bulunya lambat serta
kurang efisien dalam penggunaan pakan.

2. Entok

Dari segi pertumbuhan dan besarnya badan, sebenarnya entok lebih banyak
menghasilkan daging dibandingkan dengan itik lokal. Bobot badan entok jantan dapat
mencapati 1.5- 2 kali bobot entok betina. Laju perkembangan entok agak lambat karena
telur yang dihasilkan sedikit serta proses penetasan yang lebih lama dibanding dengan
itik (35 hari).

2
3. Mandalung dan Tiktok
Mandalung adalah hasil persilangan itik dan entok dan pada
umumnya untuk menghasilkan mandalung dilakukan secara
alami, yaitu dengan menggunakan itik sebagai pejantan dan
entok betina. Hal ini dilakukan karena perbedaan berat antara
entok dan itik. Tapi dari segi produksi, cara ini kurang efisien
karena telur yang dihasilkan entok betina jumlahnya tidak
sebanyak itik. Selanjutnya setelah entok betelur antara 15 – 20
butir, entok harus mengerami telur tetas selama 35 hari dan
baru mulai betelur lagi setelah 2 bulan kemudian.

Untuk menghasilkan mandalung dalam jumlah yang besar, perkawinan silang alami
dilakukan dengan menggunakan entok sebagai penjantan dan itik betina. Tetapi
perbedaan bentuk badan merupakan permasalah yang timbul sehingga proses
perkawinan silang secara alami sulit untuk dilakukan. Untuk mengantisipasi hal tersebut
di atas, dapat ditempuh dengan melakukan proses perkawinan silang melalui cara
kawin suntik atau inseminasi buatan (IB).

4.Itik Raja
Itik raja merupakan itik hibrida jantan hasil perkawinan silang
antara itik mojosari dan itik alabio yang dikembangkan oleh
Balitnak Ciawi Bogor dengan BPTU Kambing Domba dan
Itik Pelaihari, Kalimantan Selatan. Itik ini memiliki
keunggulan pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan
itik lokal serta memiliki daging yang lebih tebal. Di samping
itu, itik raja tahan terhadap penyakit dan tahan stres serta
mudah beradaptasi dengan lingkungan.
Dengan menerapkan sistem pemeliharaan secara intensif, dalam waktu 6 minggu,
bobot badan itik raja dapat mencapai berat antara 1,2 – 1,4 kg dengan persentase karkas
60 – 65 %. Dengan melihat keunggulan itik raja maka sudah selayaknya itik raja ini
menjadi pilihan bagi peternak yang akan menekuni usaha ternak itik lebih khususnya
usaha itik pedaging.

5. Itik PMp

Bibit Itik Pedaging Unggulan Lokal


Itik PMp merupakan bibit itik tipe pedaging baru yang
dikembangkan oleh Balai Penelitian Ternak di Ciawi-Bogor.
Bibit itik ini secara genetis mengandung kombinasi darah itik
Peking dan itik Mojosari putih, dan diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan konsumen dari tingkat bawah sampai atas
dan dapat diproduksi lokal. Itik ini dapat digunakan untuk menghasilkan karkas ukuran
sedang ataupun besar, sesuai permintaan konsumen, dengan kualitas daging itik yang
tinggi. Adanya bibit itik yang baru ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan itik
tipe petelur dalam penyediaan daging itik yang dapat berakibat pada terjadinya
pengurasan sumberdaya genetik itik petelur. Selain itu, dalam upaya memenuhi
kebutuhan daging itik, adanya itik PMp ini juga merupakan substitusi daging itik impor.

3
1.2 Manfaat bagi Kehidupan Manusia

1. Daging bebek dapat menjaga kerja otot dan tingkatan tekanan darah dikarenakan
daging bebek mengandung sodium yang baik sekali bagi tubuh
2. Daging bebek dapat menjaga kesehatan fisik dan mental karena mengandung
tembaganya
3. Daging bebek dapat mencegah anemia karena mengandung zat besi dalam
pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah dan kandungan vitamin b12
yang juga melawan anemia
4. Daging bebek dapat mengobati suara yang serak
5. Daging bebek sangat baik untuk mempercantik kulit tubuh dan wajah
6. Daging bebek dapat menambah vitalitas pria
7. Daging bebek dapat merangsang dan memperbaiki sistem imun karena
mengandung zinc
8. Dapat membantu sistem metabolisme karena mengandung fosfor, b6, asam
amino dan asam lemak
9. Daging bebek dapat digunakan sebagai anti oksidan karena mengandung
selenium

4
II. PEMBAHASAN

2.1 Perkembangbiakan ternak

1. Bobot Itik
Di Indonesia, di beberapa daerah pembudidayaan itik pedaging salah satunya
itik peking umumnya dalam pemeliharaan selama 3 bulan dari anak itik umur sehari
dapat mencapai bobot 4 – 4,5 kg/ekor. Masa pemeliharaan 1,5 bulan dapat mencapai
bobot sekitar 3 kg. Masa pemeliharaan sekitar 7 minggu dapat mencapai bobot seitar 3,5
kg/ekor. Sementara itik lokal yang dipelihara selama 2 – 3 bulan hanya dapat mncapai
bobot sekitar 2 kg/ekor. Perbedaan percepatan tumbuh di berbagai daerah atau wilayah
karena perbedaan iklim dan keadaan lingkungan. Walapun itik peking dapat mencapai
bobot hingga 4,5 kg, namun untuk memenuhi selera konsumen umumnya itik pedaging
mulai dipotong pada umur 40-45 hari.

2. Perkawinan (Reproduksi)
Perkawinan antar saudara atau antar anak dengan induknya tidak dianjurkan
karena akan menghasilkan telur dengan daya tetas rendah. Selain itu, anak anak itik
yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan induknya.
a. Perkawinan secara alami
Perkawinan itik selama alami dilakukan antara itik betina dengan itik jantan
yang bukan sekerabat. Perbandinngan antara jumlah itik betina dengan itik jantan
berpengaruh terhadap kesuburan telur (fertillitas). Perbndingan itik jantan dan itik
betina yang baik yaitu 1 : 4 (satu pejantan membuahi empat itik betina). Dengan
perbandingan tersebut diperoleh telur dengan fertilitas (bertunas) tinggi, yakni sekitar
80%.
Itik tergolong unggas air. Oleh karena itu, perkawinan secara alami
sebaiknya dilakukan di dalam kandang dengan model yang dilengkapi daengan kolam.
Kekurangan perkawinan itik secara alami yaitu bias menularkan penyakit karena terjadi
kontak organ tubuh (reproduksi). Beberapa jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui
perkawinan alami yaitu coryza, parathypus, dan kolera. Kekurangan lainnya yaitu
penggunaan jantan yang lebih banyak dibandingkan dengan perkawinan secara
inseminasi buatan sehingga biaya pemeliharaannya lebih besar.

5
Kelebihan sistem perkawinan secara alami yaitu tidak diperlukan
peralatan dan keterampilan pekerja secara khusus dalam proses perkawinannya. Selain
itu, sperma juga tidak terkontaminasi oleh mikroflora, feses, dan kotoran lainnya
sehingga tetap berkualitas.
b. Inseminasi buatan
Inseminasi buatan atau kawin suntik adalah suatu cara memindahkan sel-
sel reproduksi jantan (spermatozoa) ke dalam alat reproduksi betina menggunakan alat
bantu yang dilakukan oleh manusia.
Kelebihan sistem perkawinan dengan inseminasi buatan bisa
meningkatkan fertilitas (kesuburan) telur, mempermudah proses perkawinan,
meningkatkan efisiensi penggunaan pejantan, mengurangi penyebaran penyakit akibat
kontak langsung pada proses perkawinan alami, serta meningkatkan kualitas dan
produktivitas anakan.
Kekurangan sistem perkawinan secara inseminasi buatan yaitu sperma
yang dihasilkan tidak bisa disimpan lebih lama, maksimal 30 menit setelah ejakulasi.
Penyimpanan dalam jangka watu lama bisa menurunkan kualitas dan daya gerak sperma
(motilitas). Tidak seperti halnya semen ternak besar seperti sapi, semen itik tidak bisa
disimpan lebih lama di dalam nitrogen cair. Selain itu, kekurangan lainnya yaitu sperma
mudah terkontaminasi. Dibutuhkan pula kecermatan, keterampilan, serta keahlian dalam
melakukan inseminasi buatan.
Pelaksanaan inseminasi buatan pada itik melalui tiga tahap yaitu
persiapan induk, pengambilan sperma jantan, dan pemasukan (inseminasi) sperma ke
dalam alat reproduksi induk betina.

2.2 Cara Pemberian Makanan

a. Jenis makanan yang biasa diberikan

Pakan yang digunakan untuk itik ada berbagai macam. Di tiap-tiap


daerah, terdapat berbagai variasi jenis pakan maupun bahan pakan yang
diberikan. Pakan dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu:

6
1. Bahan Pakan

Pemilihan bahan pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi itik, terutama
apabila itik dipelihara secara intensif. Bahan pakan itik di antaranya seperti, limbah roti,
keong mas segar, tepung keong mas, bekicot rebus, tepung bekicot,tepung kepala
udang, bungkil kelapa, bungkil kedelai, tepung ikan, nasi kering (aking), jagung,
bekatul. Saat ini, bekatul masih menjadi bahan pakan yang banyak digunakan oleh
peternak itik.. Prinsip penyediaan bahan pakan untuk itik adalah adanya bahan pakan
sumber protein dan bahan pakan sumber energi.

2. Konsetrat Pakan

Konsentrat pakan adalah campuran bahan pakan yang mempunyai kandungan


protein tinggi dan penggunaannya untuk itik perlu dicampur dengan bahan pakan lain,
misalnya bekatul dan jagung. Konsentrat pakan adalah produksi dari pabrik dan selalu
berbentuk tepung. Secara umum ada dua jenis konsentrat, yaitu konsentrat untuk grower
dan konsentrat untuk petelur.

3. Pakan Jadi

Pakan jadi adalah pakan yang bisa langsung diberikan pada ternak tanpa dicampur
dengan bahan yang lain, yang biasanya diproduksi oleh pabrik pakan. Sering juga
disebut pakan komersial. Umumnya pakan ini mempunyai kualitas yang terjamin,
terutama kandungan gizinya. Pakan jadi mempunyai 3 bentuk, yaitu: Pelet : Pakan
berbentuk butiran, yaitu hasil dari pemadatan pakan pada mesin pelet. Crumble : Pakan
berbentuk butiran yang lebih kecil, yaitu hasil pemecahan pelet agar dapat dimakan oleh
anak ayam yang masih kecil. Mash : Pakan berbentuk tepung dari hasil pencampuran
berbagai bahan pakan. Pakan jadi umumnya harganya relatif lebih mahal, sehingga
penggunaannya harus dipertimbangkan dengan hasil produksinya, agar peternak tidak
rugi. Pakan jadi biasanya hanya digunakan untuk pemeliharaan anak itik (meri), yaitu
sampai umur 2-3 minggu saja.

4. Suplemen pakan

Suplemen pakan adalah bahan yang ditambahkan untuk melengkapi kekurangan zat
gizi yang berasal dari bahan pakan. Zat gizi yang sering kurang dari bahan pakan, antara

7
lain mineral dan vitamin. Suplemen vitamin dan mineral tersebut di pasaran dikenal
dengan sebutan premix, yaitu suatu campuran dari berbagai mineral dan vitamin yang
disusun berdasarkan kebutuhan unggas. Khusus untuk memenuhi kebutuhan mineral
kalsium, bahan yang paling murah adalah batu kapur. Seekor itik setiap hari
memerlukan kalsium murni sekitar 5-6 gram per ekor, sebagian besar di antaranya
adalah untuk mencukupi kebutuhan proses pembuatan kerabang telur, yang sebagian
besar memang tersusun dari kalsium. Suplemen mineral kalsium dapat diberikan secara
terpisah yaitu pada kompleks kandang diberikan grit batu kapur atau grit dari cangkang
kerang.

b. Cara pemberian makanan

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan itik adalah mengenai
pelaksanaan pemberian pakan yang konsisten dari waktu ke waktu. Pemberian pakan
berasal dari bahan dan proporsi yang sama, waktu yang sama, orang yang sama, dan
cara yang sama. Bahkan kalau mungkin mengenakan baju yang sama juga. Setiap
perubahan dalam perlakuan pemberian pakan dapat berpotensi untuk menimbulkan
stres, yang akibatnya dapat menurunkan produksi telur. Oleh karena itu, peternak harus
memperhitungkan ketersediaan pakan atau bahan pakan sebelum memutuskan untuk
memberikan pada itik. Peternak itik, umumnya memberi makan dua kali sehari yaitu
pagi dan sore. Dalam pemberian pakan harus diperhitungkan jumlah kebutuhannya.

c. Takaran pemberian makanan

Dalam menetapkan jumlah konsumsi pakan, bisa dilakukan dengan sistem coba-coba.
Misalnya diperhitungkan kebutuhan pakan setiap ekor itik 180 gram per hari, dengan
sistem pemberian 2 kali sehari. Bila diberikan 2 kali, maka kebutuhan untuk sekali
makan = 90 gram per ekor. Setelah dicoba diberikan pada itik, dapat dilihat bagaimana
respon itik dalam mengonsumsi makanan tersebut. Jika pakan yang diberikan ternyata
langsung dikonsumsi habis seketika itu juga, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah
pemberiannya masih kurang, sehingga masih perlu ditambah. Pemberian pakan yang
telah memenuhi kebutuhan apabila habisnya pakan dari tempat pakan sekitar 3 sampai 5
jam sebelum pemberian pakan berikutnya. Misalnya telah ditetapkan pemberian pakan
pagi hari jam 7.00 dan pemberian pakan sore jam 15.00 maka pakan yang diberikan

8
pada pagi hari baru habis pada jam 10.00 sampai jam 12.00. Apabila dipertimbangkan
pakan yang dibutuhkan terlalu banyak, maka dapat diberi hijauan untuk menambah
pakan pada jam-jam di antara waktu pemberian pakan. Pemberian hijauan, selain untuk
menghemat pakan, juga dapat meningkatkan kualitas telur, terutama warna kuning
telurnya lebih kuning. Hijauan yang dapat diberikan di antaranya adalah kangkung,
bayam, daun ketela, daun pepaya, dan enceng gondok.

2.3 Cara Pemeliharaan

Untuk pemeliharaan itik pedaging lebih tepat apabila dilaksanakan dengan


system intensif. Hal ini disebabkan itik pedaging mempunyai kemampuan kecepatan
pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, dimana dalam kurun waktu
pemeliharaan kurang dari dua bulan berat badannya sudah bisa mencapai diatas 3 kg.

a. Tahapan Pemeliharaan Pembibitan


1. Pemeliharaan anak (masa starter)

Pemeliharaan anak (masa starter) dimula pada saat itik berumur 1 hari sampai 60
hari, dimana anak-anak itik dipelihara dalam kandang khusus, yaitu untuk kandang anak
dengan memakai pemanas/induk buatan dalam rangka menghangatkan tubuh dari anak
itik tersebut. Hal ini disebabkan pada umur 1-14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca
dingin karena belum dilengkapi dengan bulu yang sempurna untuk menahan dingin,
sehingga perlu adanya bantuan induk buatan sebagai penghangat tubuh, selain itu, anak
itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang mempunyai kandungan protein sekitar
19-21% kadar protein dan lebih dikenal dnegan makanan “starter”.

Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan kandang
box. Untuk kandang box biasanya dilakukan pada umur 1-14 hari, sedangkan dari umur
15-60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik sudah mulai besar.
Kapasitas kandang padaperiode ini yaitu 10-15ekor/m2.

2. Pemeliharaan masa pertumbuhan (periode grower)

Periode pemeliharaan itik pedaging pada masa pertumbuhan/masa grower perlu


diperhatikan ternak yang dipelihara. Sebab pada masa ini yang banyak dipelihara adalah
itik pedaging betina sebagai calon bibit pengganti/replacement stock atau persediaan

9
bibit dan juga itik pedaging jantan yang berfungsi sebagai penjantan pengganti. Pada
periode ini, itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150 hari,
sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6-8 ekor/m2.

3. Pemeliharaan itik pedaging pada periode bertelur

Itik pedaging yang sudah berumur 5 bulan, baik jantan maupun betina dikategorikan
sebagai itik layer karena pada saat ini kondisi itik sudah bersiap-siap untuk
memproduksi telur,ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan. Namun tetapi secara
umum, itik mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.

Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang itik dewasa.
Kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau
lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam atau saluran air yang berfungsi
untuk mandi itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari.

Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang siap untuk ditetaskan
sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan pemeliharaan itik pedaging.
Kapasitas di kandang dewasa sekitar 3-5 ekor.

b. Tahapan Pemeliharaan Penggemukan

Untuk pemeliharaan itik pedaging dengan tujuan penggemukan hanya dilaksanakan


dalam satu masa pemeliharaan, yaitu dari itik berumur satu hari sampai itik tersebut siap
dijual.

Dengan makanan dan pemeliharaan yang baik, berat badan itik pedaging yaitu
mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan kurang lebih 55-60 hari,yaitumulai umur
satu hari sampai umur 55 hari.Pada umumnya, itik-itik yang dipelihara untuk tujuan ini,
adalah itik pedaging yang jantan, tetapi yang betinanya pun mempunyai kemampuan
yang sama dengan jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.

Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging
yang dihasilkan antara itik pedaging dengan ayam ras pedaging akan lebih unggul itik
pedaging. Itik pedaging dengan waktu pemeliharaan sekitar 53-55 hari bisa
menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk ayam ras pedaging

10
dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32-35 hari menghasilkan daging berat hidup
sekitar 1,2-1,5 kg. Jadi, apabila kita bandingkan dengan waktu yang sama maka akan
diperoleh berat daging itik pedaging melebihi berat dari pada ayam ras pedaging.

c. Sistem Perkandangan
1. Kandang baterai
Di kandang baterai, setiap 1 kandang hanya dihuni seekor itik dewasa. Ukuran
kandang sekitar 50 cm x 50 cm x 45 cm. Bisa juga dibuat berkelompok, dihuni 5 ekor
itik, asalkan kandang lebih luas. Kandang dapat terbuat dari bilah bambu maupun
rangka kawat. Biaya investasi kandang baterai relative tinggi dibandingkan tipe
kandang lain.Perkawinan itik yang tinggal dalam kandang baterai dilakukan dengan
cara inseminasi buatan. Untuk itu, perhitungan tenaga kerjanya mencakup
inseminator—ahli inseminasi buatan. Keuntungannya, produktivitas itik lebih terkontrol
dan pengendalian penyakitnya lebih terjaga.
2. Kandang ranch
Tipe kandang populer sekarang yaitu kandang ranch. Kandang yang merupakan
modifikasi dari kandang postal itu menyediakan ruangan tempatternak sebagai tempat
umbaran—tempat bermain. Tipe kandang itu juga disebut kandang umbaran. Kandang
dilengkapi dengan kolam atau saluran air tempat itik membersihkan diri atau sekedar
mendinginkan tubuh di siang hari. Tipe kandang ranch cocok untuk pemeliharaan itik
petelur dewasa.
3. Kandang postal
Berbeda dengan kandang baterai, kandang postal dihuni lebih dari satu itik. Satu
kandang, populasinya dapat mencapai ratusan hingga ribuan ekor tergantung luas
kandang. Kandang postal itu cocok dipakai untuk itik grower. Tempat makan dan
minum itik disediakan dalam kandang sehingga relative menghemat tempat. Tinggi
kandang tidak boleh kurang dari 2 m. Tujuannya untuk memudahkan saat panen telur,
membersihkan kandang serta pemberian pakan.

11
d. Penyakit dan Pencegahannya

No. Nama Penyebab Gejala Cara


Penyakit Pencegahan/Mengobati
1. Pneumonia Jamur Mengalami kongesti Lebih sering mengganti
Aspergillus paru-paru, yaitu itik alas kandang, bahan-
fumigatus susah bernafas, badan bahan pakan diusahakan
lemah, dan akhirnya bebas dari jamur.
mati.
2. Aflatoxicos Jamur Itik mengalami dapat dikurangi dengan
is Apergillus kerusakan hati diikuti menggunakan
flavus oleh poliferasi saluran fenobarbital dan
empedu. glutation tereduksi.
3. Parasit Leucocytoz Pertumbuhan itik Itik diberi obat cacing
dalam oon spp., terhambat, pucat, secara teratur serta
cacing kadang-kadang terjadi kebersihan kandang
gelang, diare yang disertai diperhatikan.
cacing pendarahan, kadang
pipih. disertai kelumpuhan
4. Parasit luar ektoparasit Darah itik diisap melalui Menggunakan berbagai
berupa kutu. kulit dan pangkal bulu. obat pembasmi kutu
terganggunya kehidupan yang banyak beredar di
itik, terutama pada pasar.
malam hari.
5. Cacar Virus fowl Bintil-bintil di daerah Vaksinasi, yaiu dengan
Unggas fox paruh dan mata. cara menggoreskan
larutan yang
mengandung virus pada
kulit.
6. Hepatitis Virus DVE Itik membantingkan Bila infeksi ini terjadi,
(duck virus badan pada salah satu maka seluruh peralatan
enteritis) sisi, sedangkan kepala dan kandang harus

12
ditundukkan kearah ekor, desinfeksi atau
di samping itu juga dibasmihamakan untuk
timbul kongesti darah di membebaskannya dari
daerah paruh. virus tersebut.
7. Infeksi Bakteri menyebabkan kematian Diobati dengan
Anatipestif Pasteurella atau pertumbuhan yang memberikan
er/ NDD anatipestifer lambat dan karkas yang Sulfaquinoxalin yang
(new duck tidak memenuhi syarat dicampurkan pada
disease) untuk dijual. makanan atau dengan
menggunakan
Terramycin dengan dosis
27,5 mg/kg berat badan
itik.
8. Avian Bakteri Itik mengeluarkan Dapat diberikan
cholera Pasteurella kotoran berwarna hijau- sulfonamid, sedangkan
multocida kuning, terjadi untuk pencegahannya
pembengkakan pada dapat dilakukan
tender joint, vaksinasi
pertumbuhan terhambat,
nafsu makan menurun,
dan mata berarir.
9. Botulismus Bakteri Kelumpuhan, terutama Dengan memberikan 1
Clostridium pada urat leher sehingga gram tablet
botulinum itik yang bersangkutan Sulfokarbolat, setiap 3
kehilangan control. jam dengan jumlah
Kerontokan bulu. maksimum 3 atau 4 kali.
Dapat juga diberikan
suntikan antitoksin.
10. Bumble tempat yang Pembengkakan alas kaki Nanah harus
foot berlantai itik dikeluarrkan dulu dari
keras, bagian yang bengkak
sedikit air tersebut, lalu berikan

13
antiseptic yang kuat di
bagian yang luka.
Prostasi Perkawinan Ditandai dengan keadaan
pballus terjadi pejantan yang tidak
sambil itik mampu menetrasi dan
berenang di memasukkan penis
dalam air. kembali ke tempatnya.
Dapat menimbulkan luka
dan infeksi.
12. Ascites Adanya Terakumulasinya
(water tumor atau abdomen menyebabkan
belly) malfunction abdomen menjadi besar
pada oviduk dan “tergantung”

e. Produktivitas
Sebagian besar bangsa itik tropik dipelihara terutama sebagai penghasil daging.
Bangsa itik ini dibedakan dengan yang lainnya karena besar badannya, bonggol-
bonggol berdaging pada kepalanya dank arena kenyataan bahwa yang jantan
kira-kira dua kali sebesar yang betina.
Itik peking dalam kondisi kondisi subsisten dapat memproduksi itik
potong berbobot sampai 2,7 kilo. Dibawah pengelolaan yang sudah mendapat
perbaikan itik jantan bisa mencapai bobot badan rata rata 4,5 kilo dan itik betina
3,2 kilo . itik peking yang di kelola dengan baik akan mengahasil kan 3,5 kilo
anak itik pada umur 7- 9 minggu dengan itik-itik jantan dan betina dewasa
masing masing berbobot rata rata 4,1 kilo dan 3,6 kilo itik itik paking sangan
berhasil disilang kan dengan bengsa itik daerah sedang seperti itik aylesbury.

14
III. KESIMPULAN

Itik pedaging terdiri dari beberapa jenis salah satunya itik peking, itik aylesbury,
dan itik muskovi. Setiap itik memiliki ciri khas sesuai dengan asalnya. Manfaat
daging itik sebagian besar untuk kesehatan tubuh manusia.

Perkembangbiakan itik dari lahir sampai siap kawin bobotnya tidak selalu
bertambah. Itik pedaging yang siap dipotong berumur 40-45 hari memiliki berat
sekitar 3 kg. Perkawinan itik dapat dengan perkawinan alami dan inseminasi
buatan.

Jenis makanan yang biasa diberikan pada itik pedaging terdiri dari bahan pakan,
konsetrat pakan, pakan jadi, dan suplemen pakan. Pemberian makan dilakukan 2
kali sehari pada pagi dan sore.

Pemeliharaan itik pedaging relatif singkat, terdiri dari tahap pemeliharaan


pembibitan dan tahap penggemukan. Untuk pemeliharaan pembibitan terdiri dari
3 tahapan yaitu masa starter, periode grower, dan periode bertelur.

15
DAFTAR PUSTAKA

Srigandono, Bambang. 1996. Beternak Itik Pedaging. Ungaran: PT Trubus Agriwidya.

Tim Karya Tani Mandiri. 2009. Pedoman Budidaya Beternak Itik. Bandung: C.V
Nuansa Aulia

Payne, W.J.A dan G. Williamson. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis.


Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

http://www.slideshare.net/LouAyyAlzamakhsyari/jenisjenis-itik-di-dunia-indonesia

http://kicauan.files.wordpress.com/2012/01/tipe-kandang-itik.pdf

http://disnak.jabarprov.go.id/index.php/subblog/read/2014/2579/Manfaat-Daging-
Bebek-Bagi-Kesehatan/artikel

http://tutorialbudidaya.blogspot.com/2013/09/cara-pemberian-pakan-itik.html

http://tutorialbudidaya.blogspot.com/2013/09/jenis-dan-bahan-pakan-itik.html

16
LAMPIRAN

1. Nama : Dhenil Sulaiman O.

NPM : 200110140032

Pertanyaan : Itik muskovi itu berasal darimana?

Jawaban : dari Meksiko, Amerika Tengah

2. Nama : Titi Murati

NPM : 200110140024

Pertanyaan : Itik peking itu hasil dari persilangan antara itik apa?

Jawaban : Itik peking merupakan itik asli

3. Nama : Devinna Saraswati

NPM : 200110140125

Pertanyaan : Mengapa persebaran itik peking lebih luas dibandingkan jenis yang
lain?

Jawaban : karena itik peking memiliki kualitas daging yang baik

4. Nama : Dita Swafitriani

NPM : 200110140030

Pertanyaan : Jelaskan proses perkawinan yang berbeda (tidak sekerabat)

Apa yang menyebabkan itik stress?

Jawaban : perkawinan antara jantan dan betina yang tidak satu induk atau sedarah.

Bila dalam kandang bising dan cara pemberian makanan berubah.

17
5. Nama : Ramadhan Tri Atmojo

NPM : 200110140040

Pertanyaan : Penyakit apa yang sering menyerang itik pedaging dan cara
pencegahannya?

Jawaban : salah satu penyakitnya yaitu pneumonia dan avian cholera,


pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang dan diberi vaksinasi

6. Nama : Muhammad faris afif

NPM : 20010140168

Pertanyaan : adakah perlakuan /pemeliharaan lebih bagi itik anakan (masa starter)
aspek apa saja yang harus dipelihara?

Jawaban : Pada masa starter harus ditempati pada kandang yang memiliki
pemanas/iduk buatan. Dan pemberian pakan harus diberikan
makananyang kecil seperti crumble ( pemecahan pelet )

7. Nama : Annisa Nurrohman

NPM : 200110140172

Pertanyaan : Apakah cara pemberian pakan dari 3 andang yang disebutkan itu sama
atau berbeda?

Jawaban : pemberian pakannya sama, yang bebeda itu dari masa pemeliharaannya,
seperti kandang baterai untuk masa starter, postal untuk masa grower,
ranch untu masa dewasa

8.Nama : Elis holisoh

NPM : 200110140128

Pertanyaan : Mengapa kelompok anda lebih memilih menjelaskan itik peking

Jawaban : karena itik peking merupaka itik yang paling unggul sebagai itik
pedaging

18
9.Nama : Yusita A.

NPM : 200110140217

Pertanyaan : Tolong jelaskan mengenai pakan itik sesuai dengan umurnya

Jawaban : anak itik = crumble (pemecahan pellet)

Itik muda = konsentrat grower

Itik dewasa = keong, bekicot, tungkil

10.Nama : Annisa savitri wijaya

NPM : 200110140221

Pertanyaan : di slide itik muskovi ada kata karankula, apa yang dimaksud dengan
karankula?

Jawaban : bagian yang menutupi sebagian dari muka dan paruh atas, berwarna
merah atau hitam

19