Anda di halaman 1dari 6

Director of Photography (DOP)

Seorang teknik (sinematik look) dalam sebuah film serta bertanggungjawab


atas semua supervise personil kamera. Dengan pengetahuannya tentang teknik
pencahayaan, lensa, kamera, emulsi film dan imaji digital, seorang sinematografer
menciptakan kesan/rasa yang tepat, suasana dan gaya visual pada setiap shot yang
membangkitkan emosi sesuai keinginan sutradara.

Tugas dan kewajiban sinematografi/DOP:

Tahap Produksi

1. Menganalisa skenario dan membahasnya bersama sutradara dan penata


artistik, dengan menciptakan konsep dan look uyang di sepakati
2. Bersama penata artistik dan sutradara menetapkan lokasi shooting hasil
dari team hunting.
3. Membentuk team work yang sudah disepakati
4. Menjabarkan konsep visual dalam pencapaian look dan mood (mencakup
warna, pencahayaan, karakter visual, komposisi yang juga menghasilkan
gerak) lebih baik dengan referensi foto/gambar yang selanjutnya
didiskusikan dengan personil kamera dan pendukungnya.
5. Menentukan kebutuhan dan menjamin semua peralatan dengan spesifikasi
sesuai dengan desain visual.
6. Ikut menentukan laboratorium/studio pascaproduksi (film).

Tahap Produksi

1. Mempelajari breakdown script dan shooting script dimana seorang


sinematografer dapat mengembangkan checklist di setiap harinya dan
merencanakan berapa set up per harinya. Dalam setiap set up
sinematografer harus memperhatikan lingkungan dan masalah
pencahayaan
2. Memberikan pengarahan tegas kepada personil kamera sesuai dengan
design yang sudah dibuat.
3. Mengawasi set lampu dan waspada terhadap kontiniti. Mengarahkan dan
menjaga kesinambungan suasana (atmosfer) dan format visual serta tata
cahaya dari setiap shot. Menuntun dan mengembangkan teknis kreatif
pencahayaan sebagai gaya dan perubahan peralatan untuk menerangi area
aksi/subyek visual untuk menentukan eksposur yang tepat.
4. Pada saat sutradara mengarahkan aktornya, sinematografer menyiapkan
sudut pengambilan gambar, komposisi sesuai dengan blocking sutradara.
5. Selalu mengingatkan tanggungjawab keselamatan personil dan seluruh
sarana peralatan dan bahan baku yang dipergunakan dalam produksi.

Hak-hak Sinematografer/Pengarah Fotografi/PF/DOP:


1. Mendapatkan jumlah dan kualitas awak/kru produksi, sarana peralatan
kerja dan bahan baku sesuai dengan desain produksi, serta memenuhi
standar mutu.
2. Memberikan persetujuan; sarana teknis yang akan digunakan, penetapan
hasil-hasil shooting yang baik (OK), memberikan persetujuan atas kualitas
hasil cetakan release copy.
3. Memberikan usul kreatif baik teknis, artistik, dan dramatik kepada
sutradara dalam hal perekaman visual untuk mendapatkan hasil yang baik.
4. Jika ada perubahan yang mendasar dari konsep awal look film,
sinematografer berhak diberitahu sebelumnya.

Aktifitas Seorang Dop di lapangan


Aktifitas seorang DOP di lapangan adalah Seluruh aktifitas yang
dilakukan oleh team kamera dan lighting tidak lepas dari kebutuhan yang tertuang
dalam skenario.Langkah awal Penata Sinematografi (Director of Photography)
bersama dengan sutradara menentukan serta memilih sudut penempatan kamera.
Acuannya bisa saja didapat dari kesepakatan yang secara bersama sudah
diputuskan pada saat hunting location dilakukan, ataupun penentuan yang
merupakan penyesuaian dengan blocking pemain dan situasi pada set yang sudah
digarap oleh team artistik.

Penempatan sudut penempatan ini juga mungkin saja sekaligus disertai


dengan penggunaan sarana pendukung kamera (grip). Langkah berikutnya,
Director of Photography berkoordinasi dengan Gaffer dan crew lighting memilih
jenis lampu, filter dan berbagai sarana pendukung lainnya, kemudian menentukan
peletakannya. Dalam melaksanakan tahapan aktifitas mengacu kepada pola kerja
efektif, baik dalam masalah pengaturan waktu, maupun dalam pencapaian
targetnya.
Juru Kamera - Operator Kamera

Pengertian Juru Kamera (Operator Kamera) secara teknis melakukan


perekaman visual dengan kamera mekanik ataupun elektronik dalam produksi
film di bawah arahan pengarah fotografi dan bertanggungjawab kepadanya.
Sutradara juga bekerja sama dekat dengan operator kamera untuk memastikan
bahwa pandangan sutradara ditangkap oleh film sebagaimana yang diinginkan.
Operator kamera.
Tanggungjawab pribadi adalah menjalankan kamera dan menghentikannya
sesuai petunjuk/isyarat dari sutradara. Mengoperasikan kamera sesuai mood cerita
dan efisien selama produksi dan menjaga komposisi frame yang pantas. Dalam
produksi menggunakan video, juru kamera menggunakan headset yang
dihubungkan dengan sutradara.
Pada proyek film dengan bujet kecil, peran operator kamera biasa
dipegang langsung oleh pengarah fotografi. Ia berkonsentrasi pada semua hal
yang berhubungan dengan sinematografi dengan bantuan beberapa orang asisten.
Sistem Inggris (English System), biasanya memerlukan seorang operator kamera
untuk melakukan pembingkaian gambar, karena pengarah fotografi berkonsentrasi
penuh terhadap penataan cahaya. Ia menginstruksikan operator kamera tentang
penggunaan lensa dan filter yang dibutuhkan, serta gerak kamera yang
berhubungan dengan penggunaan alat bantu lainnya, seperti dolly atau crane.

Tugas dan Kewajiban Juru kamera (Operator Kamera):

Tahap Pra produksi:

1. Menganalisa mood dari skenario dan konsep sutradara. Dengan melakukan


pengarahan, melakukan persiapan dan pemeliharaan peralatan kamera
serta sarana penunjangnya.
2. Melakukan uji coba secara teknis atas peralatan dan bahan baku yang akan
dipergunakan dalam produksi.
3. Melakukan koordinasi dengan key grip sehingga secara teknis dan efisien
mampu melaksanakan konsep visual dan gerakannya.

Tahap Produksi:

1. Melakukan perekaman visual secara teknis sesuai arahan pengarah


fotografi, baik dalam hal komposisi, sudut pengambilan, gerak kamera
dengan segala perubahannya.
2. Mengkoordinasikan awak/kru kamera dalam melaksanakan tugasnya.
3. Menjaga dan memelihara peralatan kamera dalam kondisi baik dan siap
pakai.
Hak-Hak Juru Kamera Operator Kamera

1. Memberikan usulan yang bersifat teknis agar tercapai hasil rekaman yang
baik.
2. Meminta pengambilan ulang bila secara teknis hasil rekaman sebelumnya
kurang baik.
3. Operator kamera berhak untuk mengingatkan setelah pengambilan
gambar, seperti menegur pengatur boom atau microphone apabila masuk
ke dalam shot.

Layout Pencahayaan dan kameramen (Videograffer)


Teknik pencahayaan

1. Teknik Pencahayaan Continous Light yaitu cahaya yang stabil terus


menerus contohnya adalah lampu kamar ataupun lampu rumah.
2. Teknik pencahayaan Natural Light yaitu cahaya yang berasal dari sinar
matahari.
3. Teknik pencahayaan Window light yaitu cahaya yang berasal dari sinar
matahari yang melalui tembusan jendela.
 Arti Warna Dalam Kotak (Dalam Rumah)

 Kuning : Kamar 1

 Merah : Kamar 2 (Loc.Shooting)

 Abu-abu : Kamar 3

 Arti Warna Dalam Kotak (Lingkungan Sekolah)

 Hijau : Halaman SMK Az Zahra

 Ungu : Gedung Tsm

 Orange : Musholla (Loc.Shooting)

 Biru muda : Perpustakaan (Loc.Shooting)

 Biru tua : Unit Produksi SMK

 Coklat : Gedung SMP