Anda di halaman 1dari 38

6

Politeknik Negeri
Sriwijaya

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Profil Perusahaan

2.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Pupuk Sriwidjaja

Selama lebih dari 50 tahun, Pusri telah memberikan kontribusi yang

signifikan bagi kemajuan indrustri pupuk, ketahanan pangan dan kemakmuran

nasional. PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) adalah perusahaan yang

didirikan sebagai pelopor produsen pupuk urea di Indonesia pada tanggal 24

Desember 1959 di Palembang Sumatera Selatan, dengan nama PT. Pupuk

Sriwidjaja (Persero).

Pusri memulai operasional usaha dengan tujuan utama untuk melaksanakan

dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan

pembangunan nasional, khususnya di industri pupuk dan kimia lainnya. Sejarah

panjang Pusri sebagai pelopor produsen pupuk nasional selama lebih dari 50

tahun telah membuktikan kemampuan dan komitmen kami dalam melaksanakan

tugas penting yang diberikan oleh pemerintah.

Selain sebagai produsen pupuk nasional, Pusri juga mengemban tugas

dalam melaksanakan usaha perdagangan, pemberian jasa dan usaha lain yang

berkaitan dengan industri pupuk. Pusri bertanggung jawab dalam melaksanakan

distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi kepada petani sebagai bentuk

pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) untuk mendukung program pangan

nasional dengan memprioritaskan produksi dan pendistribusian pupuk bagi petani

Bab II Pembahasan
7

Politeknik Negeri
Sriwijaya

di seluruh wilayah Indonesia. Penjualan pupuk urea non subsidi sebagai

pemenuhan kebutuhan pupuk sektor perkebunan, industri maupun eksport

menjadi bagian kegiatan perusahaan yang lainnya diluar tanggung jawab

pelaksanaan Public Service Obligation (PSO).

Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas kelangsungan industri

pupuk nasional, Pusri telah mengalami berbagai perubahan dalam manajemen dan

wewenang yang sangat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah. Sejak

tanggal 18 April 2012, Kementerian BUMN meresmikan PT. Pupuk Indonesia

(Persero) sebagai mana induk perusahaan pupuk yang baru, menggantikan nama

PT. Pusri (Persero).

PT. Pupuk Indonesia (persero) merupakan pemegang saham utama dan

pengendali Pusri dengan kepemilikan sebesar 99,9998%. Sementara entitas

pemilik akhir dari Pupuk Indonesia adalah Pemerintah Republik Indonesia yang

memiliki seluruh (100,00%) saham Pupuk Indonesia (Persero). Hingga saat ini

Pusri secara resmi beroperasi dengan nama PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang dan

tetap menggunakan brand dan merek dagang Pusri.

2.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Pada tahun 2012, Pusri melakukan review terhadap Visi, Misi, Nilai, dan

Budaya Perusahaan. Proses review ini merupakan penyesuaian atas perubahan

posisi perusahaan sebagai anak perusahaan dari PT. Pupuk Indonesia (Persero)

dan lingkup lingkungan bisnis perusahaan pasca spinoff.

Bab II Pembahasan
8

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Dasar pengesahan hasil analisa Visi, Misi, dan Tata Nilai adalah Surat

Keputusan Direksi No. SK/DIR/207/2012 tanggal 11 Juni 2012.

a. Visi

Menjadi perusahaan pupuk terkemuka tingkat regional.

b. Misi

Memproduksi serta memasarkan pupuk dan produk agribisnis secara efisien,

berkualitas prima dan memuaskan pelanggan.

2.1.3 Makna Lambang Perusahaan

Nama Sriwidjaja diabadikan di perusahaan ini untuk mengenang dan

mengangkat kembali masa kejayaan kerajaan maritim pertama di Indonesia yang

termahsyur di seluruh penjuru dunia. Sebuah penghormatan kepada leluhur yang

pernah membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Pendirian pabrik

pupuk dengan nama PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang, adalah warisan yang

sekaligus menjadi visi bangsa Indonesia terhadap kekuatan, kesatuan, dan

ketahanan wawasan Nusantara.

Gambar 2.1 Lambang PT. PUSRI

Bab II Pembahasan
9

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Makna lambang perusahaan di atas adalah sebagai berikut :

Lambang Pusri yang berbentuk huruf "U" melambangkan

singkatan "Urea". Lambang ini telah terdaftar di Ditjen

Haki Dep. Kehakiman & HAM No. 021391

Setangkai padi dengan jumlah butiran 24 melambangkan

tanggal akte pendirian PT. Pusri.

Butiran-butiran urea berwarna putih sejumlah 12,

melambangkan bulan Desember pendirian PT. Pusri.

Setangkai kapas yang mekar dari kelopaknya. Butir kapas

yang mekar berjumlah 5 buah Kelopak yang pecah

berbentuk 9 retakan ini, melambangkan angka 59 sebagai

tahun pendirian PT. Pusri (1959).

Perahu Kajang, merupakan legenda rakyat dan ciri khas

kota Palembang yang terletak di tepian Sungai Musi.

Perahu Kajang juga diangkat sebagai merk dagang PT.

Pupuk Sriwidjaja.

Kuncup teratai yang akan mekar, merupakan imajinasi

pencipta akan prospek perusahaan dimasa datang.

Bab II Pembahasan
10

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Komposisi warna lambang kuning dan biru benhur dengan

dibatasi garis-garis hitam tipis (untuk lebih menjelaskan

gambar) yang melambangkan keagungan, kebebasan cita-

cita, serta kesuburan, ketenangan, dan ketabahan dalam

mengejar dan mewujudkan cita-cita itu.

2.1.4 Sistem Distribusi PT. Pusri

Distribusi dan Pemasaran pupuk yang dilakukan Pusri mengutamakan

terpenuhinya kebutuhan pupuk dalam negeri guna mendukung program

pembangunan pertanian dan penguatan ketahanan pangan secara nasional. Dengan

memperhatikan perkembangan fisik, distribusi dan pemasaran pupuk, manajemen

Pusri dituntut untuk selalu waspada, memonitor dan menyiapkan metode kerja

yang strategis dalam bidang distribusi dan pemasarannya.

Pusri dihadapkan kepada misi yang cukup berat, kondisi internal maupun

eksternal yang cukup kompleks dan pupuk harus mencapai sasaran ENAM

TEPAT (tepat waktu, jumlah, jenis, tempat, mutu, dan harga).

Pola distribusi dan stok pemasaran dihadapkan pada faktor-faktor dimana

sumber produksinya (pabrik pupuk) mempunyai ciri-ciri produksi konstan, sedang

penggunaan pupuk berfluktuasi dipengaruhi faktor musim, belum lagi faktor-

faktor yang ada dalam masalah angkutan (kondisi laut, pelabuhan, saran jalan,

truk dan KA).

Usaha-usaha maksimal terus dilakukan guna menghindari timbulnya High

Cost Economy yang tidak dikehendaki yaitu dengan mengembangkan pola

Bab II Pembahasan
11

Politeknik Negeri
Sriwijaya

distribusi dan penyaluran dengan metode Least Cost Distribution Pattern dan

Pipe Line Distribution System.

2.1.5 Struktur Pemilikan Saham

PT. Pupuk Sriwidjaja sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas

kelangsungan industri pupuk nasional telah mengalami berbagai perubahan dalam

manajemen dan wewenang yang sangat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan

pemerintah. Sejak tanggal 18 April 2012, Kementerian BUMN meresmikan PT.

Pupuk Indonesia (Persero) sebagai nama induk perusahaan pupuk yang baru,

menggantikan nama PT. Pusri (Persero).

PT. Pupuk Indonesia (Persero) merupakan pemegang saham utama dan

pengendali Pusri dengan kepemilikan saham sebesar 99,9998%. Sementara entitas

pemilik akhir dari Pupuk Indonesia adalah Pemerintah Republik Indonesia yang

memiliki seluruh (100,00%) saham Pupuk Indonesia (Persero).

Bab II Pembahasan
12

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.2 Struktur Pemilikan Saham

2.1.6 Struktur Organisasi Perusahaan

PT. Pusri memakai sistem organisasi line and staff organization dengan

bentuk perusahaan perseroan terbatas dan modal pengolahan pabrik berasal dari

pemerintah. Dewan komisaris selalu memberikan pembinaan dan pengawasan

yang diperlukan untuk tugas operasionalnya, sesuai dengan SK/DIR/020/2002

tanggal 1 April 2002, pengoperasian PT. Pusri dipimpin oleh dewan direksi yang

terdiri dari Direktur Utama yang membawahi empat orang direktur, yaitu :

1. Direktur Produksi

2. Direktur Komersial

Bab II Pembahasan
13

Politeknik Negeri
Sriwijaya

3. Direktur Teknik dan Pengembangan

4. Direktur SDM dan Umum

Struktur organisasi PT. Pusri sesuai dengan pola umum yang ditetapkan

oleh dewan direksi berdasarkan surat keputusan Direksi No. SK/069/1968 tanggal

28 September 1976 adalah :

1. Direktur, terdiri dari 1 orang Direktur Utama dan 4 orang

Direktur.

2. General Manajer

3. Manajer

4. Superintenden

5. Supervisor, staff dan pelaksana

6. Foreman

Organisasi PT. Pusri dipimpin oleh seorang direktur utama dan dibantu oleh

5 orang direksi. Dalam kegiatan operasionalnya, direksi dibantu oleh staf dan

kepala departemen. Direksi ini bertanggung jawab kepada dewan komisaris, dan

dewan komisaris terdiri dari wakil-wakil pemegang saham yang bertugas

menentukan kebijaksanaan umum atas kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan

oleh dewan direksi. Dewan komisaris terdiri dari wakil-wakil pemerintah, yaitu:

1. Departemen Pertanian

2. Direktur Keuangan Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri

3. Departemen Perindustrian Direktorat Jendral Industri Kimia Dasar

4. Departemen Pertambangan dan Energi

Bab II Pembahasan
14

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Dalam pengoperasian pabrik, direktur yang berhubungan dengan proses atau

pelaksanaan tugas operasional adalah direktur produksi. Direktur produksi

membawahi 3 kompartemen / divisi yaitu :

1. Kompartemen Pemeliharaan

2. Kompartemen Operasi

3. Kompartemen Pengendalian Pabrik, Keselamatan kerja dan Lingkungan

(PPKKL)

Bab II Pembahasan
15

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.3 Struktur Organisasi PT. PUSRI

2.2 Unit Kerja Praktek

Bab II Pembahasan
16

Politeknik Negeri
Sriwijaya

2.2.1 Departemen Rendal Pemeliharaan

Departemen Rendal Pemeliharaan berada di bawah Divisi Pemeliharaan,

dipimpin oleh seorang manager dan membawahi bagian Turn Around

Management System, Perencanaan Rutin, dan bagian Sarana Teknik.

Departemen ini dipimpin oleh seorang manager yang sebelumnya sebagai

Kepala Departemen Rendal Pemeliharaan. Adapun tugas dari masing-masing

bagian yaitu :

a. Direktorat Produksi mempunyai tugas sebagai berikut :

- Memimpin pengelolaan dan pengendalian kegiatan produksi secara efektif

dan efisien dengan mengacu kepada perencanaan dan strategi perusahaan.

- Melaksanakan koordinasi dengan perusahaan supplier gas alam untuk

kelancaran operasional pabrik.

- Memimpin dan mengawasi pengelolaan pabrik dan fasilitas pendukung

serta pemeliharaan rutin dan pemeliharaan tahunan.

- Mengelola, mengoptimalkan, dan mengkoordinasikan seluruh aktivitas

yang berkaitan dengan Dermaga khusu di Palembang.

- Mengelola dan mengoptimalkan seluruh aktivitas pendukung pabrik.

b. Bagian Turn Around Management System mempunyai tugas yaitu melakukan

pengelolaan, memformulasi dan mengimplementasikan rencana strategi untuk

melakukan suatu pembaharuan pabrik atau perusahaan.

c. Bagian Perencanaan Rutin mempunyai tugas yaitu memberikan pengarahan

yang baik kepada manager dan karyawan nonmanajerial, meramalkan,

membuat serta menyusun rencana yang akan laksanakan.

Bab II Pembahasan
17

Politeknik Negeri
Sriwijaya

d. Bagian Sarana Teknik mempunyai tugas yaitu melaksanakan urusan

pengelolaan, dan penyediaan sarana dan prasarana teknik yang dibutuhkan

perusahaan..

2.2.2 Struktur Organisasi Dept. Rendal Pemeliharaan

Bab II Pembahasan
18

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Bab II Pembahasan
19

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.4 Struktur Organisasi Dept. Rendal Pemeliharaan

2.3 Pelaksanaan Kerja Praktek

2.3.1 Laporan Kegiatan Selama Kerja Praktek

Pelaksanaan Kerja Praktek yang dimulai pada tanggal 1 Agustus 2018

sampai dengan 31 Agustus 2018 di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang dilakukan

selama hari kerja yaitu dari hari senin sampai hari jumat, dimulai dari pukul 07.30

sampai pukul 16.30 terkecuali pada hari jumat. Selama kerja praktek berlangsung,

penulis diwajibkan mengikuti semua peraturan yang ada di PT. Pusri Palembang.

Hingga saat ini PT. Pusri Palembang memiliki kurang lebih 30 Unit Kerja

setingkat Departemen yang dalam kegiatannya melakukan aktifitas pencatatan

kegiatan bulanan. Aktifitas tersebut sangat rutin intensif dilakukan di tiap unit

kerja masing-masing sebagai tolok ukur akan hasil dari kegiatan dan sebagai

perencanaan kegiatan yang akan dilakukan pada periode berikutnya.

Sejauh ini PT. Pusri Palembang selalu melakukan perbaikan rutin terhadap

mesin-mesin yang ada di setiap pabrik mereka dalam jangka waktu tertentu, yang

biasa disebut dengan turn around. Semua mesin yang terdapat di pabrik akan

dimatikan atau dinonaktifkan total sementara waktu, guna untuk menahan

penurunan dan pemulihan dari kinerja perusahaan, serta menghemat biaya

pengeluaran perusahaan jika harus mengganti baru mesin-mesin di pabrik.

Pada Departemen Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan atau yang

biasa disingkat Rendal Pemeliharaan adalah departemen yang memperhatikan

kebutuhan para pekerja turn around di pabrik PT Pusri, seperti kebutuhan meal

dan snack dari para pekerja turn around.

Bab II Pembahasan
20

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Sebelumnya sudah terdapat sistem pemesanan meal dan snack yang

dilakukan oleh sekretaris di setiap unit keja dan melaporkan pesanannya kepada

admin di Departemen Rendal Pemeliharaan. Sistem yang diterapkan masih

manual, setiap sekretaris akan memberitahukan jumlah pesanan meal dan snack-

nya kepada admin melalui bon pemesanan dan melakukan konfirmasi lewat

telepon, kemudian admin akan membuat rekapan semua pesanan dari seluruh unit

kerja pada Microsoft Excel, dan memberitahukan kepada pihak Cafetaria

mengenai jumlah seluruh pesanan meal dan snack melalui telepon.

Hal ini cukup merepotkan dan juga memakan waktu mengingat dalam

pemesanan yang dilakukan oleh sekretaris setiap unit kerja, dan rekap pesanan

oleh admin yang menggunakan Microsoft Excel, karena admin harus menunggu

semua konfirmasi pesanan dari sekretaris setiap unit, serta memberikan

konfirmasi pesanan kepada Cafetaria melalui telepon.

Tetapi kendala dapat diatasi dengan dibuatnya Sistem Informasi Pemesanan

Snack dan Meal, tidak diperlukan lagi setiap sekretaris unit kerja melakukan

pemesanan kepada admin Departemen Rendal Pemeliharaan melalui telepon.

2.3.2 Analisis Masalah

Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya sering mengalami

berbagai masalah atau hambatan, baik masalah yang berasal dari dalam

perusahaan itu sendiri (masalah internal) maupun masalah dari luar perusahaan

(masalah eksternal). Oleh karena itu, masalah-masalah tersebut harus diatasi

dengan solusi yang terbaik dan bersifat membangun kinerja dari perusahaan.

Bab II Pembahasan
21

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Perlunya Sistem Informasi Pemesanan Snack dan Meal pada Departemen

Rendal Pemeliharaan di PT. Pusri Palembang, karena adanya permasalahan yang

harus diatasi, yaitu :

1. Belum adanya Sistem Informasi khusus untuk pemesanan snack dan

meal di Departemen Rendal Pemeliharaan PT. Pusri Palembang.

2. Karena belum adanya Sistem Informasi pemesanan snack dan meal,

maka proses dalam pemesanan cukup merepotkan dan mrmbutuhkan

waku yang sedikit lama karena admin harus menunggu semua

konfirmasi dari sekretaris setiap unit kerja.

Masalah-masalah diatas perlu diatasi dengan adanya suatu Sistem Informasi

khusus untuk pengolahan pemesanan snack dan meal pada Departemen Rendal

Pemeliharaan PT. Pusri Palembang yang dirancang dengan baik demi terwujudnya

informasi yang cepat dan akurat.

2.3.3 Pemecahan Masalah

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa yang dilakukan penulis tentang

kegiatan yang berjalan pada Departemen Rendal Pemeliharaan PT. Pusri

Palembang, maka penulis memberikan solusi berupa dibuatnya Sistem Informasi

Pemesanan Snack dan Meal pada Departemen Rendal Pemeliharaan PT. Pusri,

sehingga proses pengolahan pemesanan snack dan meal bisa dilakukan dengan

mudah, efisien, dan efektif.

Bab II Pembahasan
22

Politeknik Negeri
Sriwijaya

2.3.4 Rancangan Sistem yang Diusulkan

Adapun masalah yang dapat dideteksi pada tahap ini yaitu dapat mendeteksi

apakah arsitektur sistem yang diinginkan dapat dibuat atau tidak dan mendeteksi

resiko yang mungkin terjadi dari arsitektur yang dibuat. Dalam hal ini penulis

membuat suatu rancangan sistem. Untuk itu penulis menggunakan alat bantu

berupa Diagram Use Case.

2.3.4.1 Diagram Use Case

Use case merupakan kegiatan atau urutan interaksi yang saling berkaitan

antara sistem dan aktor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe

interaksi antara user sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita

bagaimana sebuah sistem dipakai. Diagram use case menjelaskan bagaimana

hubungan atau proses interaksi admin dan user di dalam sistem, yaitu admin dapat

melakukan login, kelola data user/unit kerja, kelola kegiatan, kelola kuota unit

kerja, unduh laporan pesanan meal dan snack, dan logout. Sedangkan user dapat

melakukan login, kelola pesanan, cetak struk pesanan, dan logout. Berikut

merupakan Diagram Use Case yang dapat dilihat pada gambar 2.6 berikut ini:

Bab II Pembahasan
23

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.5 Diagram Use Case

Bab II Pembahasan
24

Politeknik Negeri
Sriwijaya

2.3.4.2 Skenario Use Case

Skenario use case merupakan alur proses use case dari sisi aktor dan

sistem. Berikut merupakan penjelasan skenario use case dari diagram use case

yang telah dirancang. Skenario terdiri dari skenario normal dan skenario alternatif

dapat berjumlah lebih dari satu. Berikut merupakan skenario-skenario use case

sistem.

1. Use Case Login

Use case : Login

Aktor : Admin dan User

Deskripsi : Aktor login dengan memasukkan username dan password

Pra kondisi : Aktor telah membuat akun

Post kondisi : Aktor telah berhasil login dan berada pada halaman utama

Tabel 2.1 Skenario Use case Login

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Normal
1) Memasukkan username dan 2) Memeriksa validasi data admin dan
password user dengan memeriksa pada
masing-masing tabel admin dan
user
3) Masuk ke halaman utama
Skenario Alternatif (jika username dan password tidak benar)
1) Memasukkan username dan 2) Memeriksa validasi data admin dan
password user dengan memeriksa pada
masing-masing tabel admin dan
user

Bab II Pembahasan
25

Politeknik Negeri
Sriwijaya

3) Menampilkan pesan login tidak


valid
4) Memasukkan username dan 5) Memeriksa validasi data admin dan
password user dengan memeriksa pada
masing-masing tabel admin dan
user
6) Masuk ke halaman utama

2. Use Case Kelola Data User dan Karyawan

Use case : Data User dan Karyawan

Aktor : Admin

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah admin dapat melakukan kelola data

user dan karyawan yaitu mengisi form data user dan karyawan,

mengubah, menghapus dan melihat data user dan karyawan.

Mengisi form data user dilakukan dengan cara memasukkan data

user dan username. Sedangkan form data karyawan dilakukan

dengan cara memasukkan unit kerja, kegiatan dan jumlah kuota.

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama

Post kondisi : Aktor telah melakukan kelola data user dan karyawan

Tabel 2.2 Skenario Use Case Kelola Data User dan Karyawan

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Normal (melakukan input data user dan karyawan)

Bab II Pembahasan
26

Politeknik Negeri
Sriwijaya

1) Pilih menu Data dan User atau 2) Menampilkan halaman form data
Karyawan user dan karyawan
3) Mengisi data user dan karyawan
pada form
4) Tekan tombol ‘Simpan’ 5) Memeriksa kelengkapan isi form
6) Data user dan karyawan tersimpan
ke dalam database
7) Menampilkan pesan ‘Sukses’
8) Menampilkan data yang telah diisi
Skenario Alternatif (jika form belum terisi lengkap)
1) Pilih menu Data dan User atau 2) Menampilkan halaman form data
Karyawan user dan karyawan
3) Mengisi data user dan karyawan
pada form
4) Tekan tombol ‘Simpan’ 5) Memeriksa kelengkapan isi form
6) Menampilkan pesan pada data yang
masih kosong
7) Mengisi data yang kosong
8) Tekan tombol ‘Simpan’ 9) Memeriksa kelengkapan isi form
10) Data user dan karyawan tersimpan
ke dalam database
11) Menampilkan pesan ‘Sukses’
12) Menampilkan data yang telah diisi

Skenario Alternatif (melakukan ubah data user dan karyawan)


1) Pilih menu Data dan User atau 2) Menampilkan halaman daftar user
Karyawan dan karyawan
3) Pilih salah satu data user dan
karyawan
4) Tekan tombol ‘Edit’ 5) Menampilkan halaman Edit form
data user dan karyawan
6) Mengubah data user dan karyawan
7) Tekan tombol ‘Simpan’ 8) Memeriksa kelengkapan isi form
9) Data baru berhasil tersimpan ke
dalam database

Bab II Pembahasan
27

Politeknik Negeri
Sriwijaya

10) Menampilkan pesan ‘Sukses’


11) Menampilkan isi data user dan
karyawan terbaru
Skenario Alternatif (melakukan hapus data user dan karyawan)
1) Pilih menu Data dan User atau 2) Menampilkan halaman daftar user
Karyawan dan karyawan
3) Pilih salah satu data user dan
karyawan
4) Tekan tombol ‘Delete’ 5) Menampilkan pesan hapus data
user dan karyawan terpilih
6) Tekan ‘OK’ atau ‘Yes’ 7) Data user dan karyawan terhapus
dari database
Skenario Alternatif (melihat data user dan karyawan)
1) Pilih menu Data dan User atau 2) Menampilkan daftar user dan
Karyawan karyawan

3. Use Case Kelola Kegiatan

Use case : Kegiatan

Aktor : Admin

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah admin dapat melakukan kelola data

kegiatan yaitu mengisi form kegiatan, mengubah, menghapus dan

melihat laporan kegiatan. Mengisi form kegiatan dilakukan dengan

cara memasukkan data nama kegiatan, tanggal mulai dan tanggal

selesai serta catatan (note).

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama

Post kondisi : Aktor telah melakukan kelola data kegiatan

Bab II Pembahasan
28

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Tabel 2.3 Skenario Use Case Kelola Kegiatan

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Normal (melakukan input kegiatan)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman form
kegiatan
3) Mengisi data kegiatan pada form
4) Tekan tombol ‘Simpan’ 5) Memeriksa kelengkapan isi form
6) Data kegiatan tersimpan ke dalam
database
7) Menampilkan pesan ‘Sukses’
8) Menampilkan data yang telah diisi
Skenario Alternatif (jika form belum terisi lengkap)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman form
kegiatan
3) Mengisi data kegiatan
4) Tekan tombol ‘Simpan’ 5) Memeriksa kelengkapan isi form
6) Menampilkan pesan pada data yang
masih kosong
7) Mengisi data yang kosong
8) Tekan tombol ‘Simpan’ 9) Memeriksa kelengkapan isi form
10) Data kegiatan tersimpan ke dalam
database
11) Menampilkan pesan ‘Sukses’
12) Menampilkan data yang telah diisi
Skenario Alternatif (melakukan ubah data kegiatan)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman daftar
kegiatan
3) Pilih salah satu data kegiatan
4) Tekan tombol ‘Edit’ 5) Menampilkan halaman Edit form
data kegiatan
6) Mengubah data kegiatan
7) Tekan tombol ‘Simpan’ 8) Memeriksa kelengkapan isi form
9) Data baru berhasil tersimpan ke
dalam database
10) Menampilkan pesan ‘Sukses’

Bab II Pembahasan
29

Politeknik Negeri
Sriwijaya

11) Menampilkan isi data kegiatan

Skenario Alternatif (melakukan hapus data kegiatan)


1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman daftar
kegiatan
3) Pilih salah satu data kegiatan
4) Tekan tombol ‘Delete’ 5) Menampilkan pesan hapus data
kegiatan terpilih
6) Tekan ‘OK’ atau ‘Yes’ 7) Data kegiatan terhapus dari
database
Skenario Alternatif (melihat data user dan karyawan)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan daftar kegiatan

4. Use Case Kelola Kuota Unit Kerja

Use case : Kuota Unit Kerja

Aktor : Admin

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah admin dapat melakukan kelola kuota

unit kerja yaitu mengisi form kuota unit kerja, mengubah,

menghapus dan melihat laporan daftar kuota unit kerja. Mengisi

form kuota unit kerja dilakukan dengan cara memasukkan unit

kerja, nama kegiatan, dan jumlah kuota.

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama admin

Post kondisi : Aktor telah melakukan kelola data kuota unit kerja

Tabel 2.4 Skenario Use Case Kelola Kuota Unit Kerja

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Normal (melakukan input form kuota unit kerja)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman form kuota
unit kerja

Bab II Pembahasan
30

Politeknik Negeri
Sriwijaya

3) Mengisi data kuota unit kerja


4) Tekan tombol ‘Simpan’ 5) Memeriksa kelengkapan isi form
6) Data kuota unit kerja tersimpan ke
dalam database
7) Menampilkan pesan ‘Sukses’
8) Menampilkan daftar kuota unit
kerja
Skenario Alternatif (jika form belum terisi lengkap)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman form kuota
unit kerja
3) Mengisi data kuota unit kerja
4) Tekan tombol ‘Simpan’ 5) Memeriksa kelengkapan isi form
6) Menampilkan pesan pada data yang
masih kosong
7) Mengisi data yang kosong
8) Tekan tombol ‘Simpan’ 9) Memeriksa kelengkapan isi form
10) Data kuota unit kerja tersimpan ke
database
11) Menampilkan pesan ‘Sukes’
12) Menampilkan daftar kuota unit
kerja
Skenario Alternatif (melakukan ubah data kuota unit kerja)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman daftar kuota
unit kerja
3) Pilih salah satu data kuota unit
kerja
4) Tekan tombol ‘Edit’ 5) Menampilkan halaman Edit form
kuota unit kerja
6) Mengubah data kuota unit kerja
7) Tekan tombol ‘Simpan’ 8) Memeriksa kelengkapan isi form
9) Data baru berhasil tersimpan ke
dalam database
10) Menampilkan pesan ‘Sukses’
11) Menampilkan daftar kuota unit
kerja
Skenario Alternatif (melakukan hapus data kuota unit kerja)

Bab II Pembahasan
31

Politeknik Negeri
Sriwijaya

1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan halaman daftar kuota


unit kerja
3) Pilih salah satu data kuota unit
kerja
4) Tekan tombol ‘Delete’ 5) Menampilkan pesan hapus data
kuota unit kerja terpilih
6) Pilih ‘OK’ atau ‘Yes’ 7) Data kuota unit kerja terhapus dari
database
Skenario Alternatif (melihat laporan data kuota unit kerja)
1) Pilih menu Kegiatan 2) Menampilkan laporan kuota unit
kerja

5. Use Case Unduh Laporan Pesanan Meal dan Snack

Use case : Laporan Pesanan Meal dan Snack

Aktor : Admin

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah admin dapat melakukan melihat dan

unduh berkas laporan pesanan meal dan snack yang telah user

input. Data yang akan diunduh tersimpan dalam format .xls.

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama admin

Post kondisi : Aktor telah melakukan unduh berkas laporan pesanan meal dan

snack

Tabel 2.5 Skenario Use Case Unduh Laporan Pesanan Meal dan Snack

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Alternatif (mencetak berkas laporan pesanan meal dan snack)
1) Pilih menu Laporan 2) Menampilkan pilihan kategori
laporan yaitu meal atau snack
3) Pilih salah satu kategori 4) Menampilkan pilihan laporan yaitu
all (semua), jumlah pesanan
meal/snack, meal/snack malam,
dan meal/snack lembur.

Bab II Pembahasan
32

Politeknik Negeri
Sriwijaya

5) Pilih salah satu pilihan laporan 6) Menampilkan halaman laporan


pesanan meal atau snack
7) Tekan tombol ‘Print Data’ dan 8) Menampilkan berkas laporan meal
‘Export’ atau snack yang telah terunduh
dalam bentuk excel (.xls)

6. Use Case Kelola Pesanan

Use case : Pesanan

Aktor : User

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah user dapat melakukan kelola pesanan

yaitu memilih kategori pesanan, mengisi form pesanan, mengubah

data pesanan terbatas hanya satu hari pengubahan data , menghapus

data pesanan, dan melihat data pesanan.

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama user

Post kondisi : Aktor telah melakukan kelola pesanan

Tabel 2.6 Skenario Use Case Kelola Pesanan

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Normal (melakukan input form kelola pesanan)
1) Pilih menu Pesanan 2) Menampilkan pilihan kategori
pesanan
3) Pilih kategori pesanan yaitu meal 4) Menampilkan halaman daftar
atau snack pesanan
5) Tekan tombol ‘Add’ 6) Menampilkan form pesanan
7) Mengisi data pesanan
8) Tekan tombol ‘Simpan’ 9) Memeriksa kelengkapan isi form

10) Data pesanan tersimpan ke

Bab II Pembahasan
33

Politeknik Negeri
Sriwijaya

database
11) Menampilkan pesan ‘Sukses’
12) Menampilkan daftar pesanan
Skenario Alternatif (jika form belum terisi lengkap)
1) Pilih menu Pesanan 2) Menampilkan pilihan kategori
pesanan

3) Pilih kategori pesanan yaitu meal 4) Menampilkan halaman daftar


atau snack pesanan
5) Tekan tombol ‘Add’ 6) Menampilkan form pesanan
7) Mengisi data pesanan
8) Tekan tombol ‘Simpan’ 9) Memeriksa kelengkapan isi form
10) Menampilkan pesan pada data yang
masih kosong
11) Mengisi data yang kosong
12) Tekan tombol ‘Simpan’ 13) Memeriksa kelengkapan isi form
14) Data kuota unit kerja tersimpan ke
database
15) Menampilkan pesan ‘Sukes’
16) Menampilkan daftar pesanan

Skenario Alternatif (melakukan ubah data kuota unit kerja)


1) Pilih menu Pesanan 2) Menampilkan halaman daftar
pesanan
3) Pilih salah satu data pesanan

4) Tekan tombol ‘Edit’ 5) Menampilkan halaman Edit form


pesanan
6) Mengubah data pesanan
7) Tekan tombol ‘Simpan’ 8) Memeriksa kelengkapan isi form
9) Data baru berhasil tersimpan ke
dalam database
10) Menampilkan pesan ‘Sukses’
11) Menampilkan daftar pesanan

Skenario Alternatif (melakukan hapus data kuota unit kerja)


1) Pilih menu Pesanan 2) Menampilkan halaman daftar
pesanan

Bab II Pembahasan
34

Politeknik Negeri
Sriwijaya

3) Pilih salah satu data pesanan

4) Tekan tombol ‘Delete’ 5) Menampilkan pesan hapus data


pesanan terpilih
6) Pilih ‘OK’ atau ‘Yes’ 7) Data pesanan terhapus dari
database
Skenario Alternatif (melihat laporan data kuota unit kerja)
3) Pilih menu Pesanan 4) Menampilkan laporan pesanan

7. Use Case Cetak Struk

Use case : Cetak Struk

Aktor : User

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah user dapat melakukan cetak dan unduh

struk pesanan yang telah dibuat sebelumnya. Data yang dicetak dan

diunduh tersimpan dalam format pdf.

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama user

Post kondisi : Aktor telah melakukan cetak struk

Tabel 2.7 Skenario Use Case Cetak Struk


Aksi Aktor Respon Sistem
Skenario Alternatif (mencetak struk)
1) Pilih menu Pesanan 2) Menampilkan halaman daftar
pesanan
3) Pilih salah satu data pesanan

5) Tekan tombol ‘Cetak Struk’ 6) Menampilkan preview berkas struk


dalam bentuk pdf

8. Use Case Logout

Bab II Pembahasan
35

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Use case : Logout

Aktor : Admin dan User

Deskripsi : Fungsi use case ini adalah admin dan user dapat melakukan

logout ketika selesai menggunakan sistem demi menjaga keamanan

Pra kondisi : Aktor berada pada halaman utama

Post kondisi : Aktor telah melakukan logout dan berada pada halaman login

Tabel 2.8 Skenario Use Case Logout

Aksi Aktor Respon Sistem


Skenario Normal (melakukan Logout)
1) Memilih menu Logout 2) Melakukan Logout
3) Menampilkan halaman Login

2.3.4.3 Tampilan Hasil Rancangan Sistem

Penulis mencoba memberikan gambaran nyata mengenai wujud sistem yang

telah dirancang yaitu sebuah sistem informasi untuk melakukan pemesanan meal

dan snack turn around di PT Pusri Palembang. Berikut adalah tampilan hasil

rancangan sistem yang telah dibuat.

1. Halaman Login

Halaman Login adalah halaman yang pertama kali diakses admin dan user

untuk dapat masuk ke sistem. Pada halaman ini admin dan user harus

memasukkan username dan password sebelum masuk ke sistem. Berikut

merupakan tampilan halaman login.

Bab II Pembahasan
36

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.6 Halaman Login

2. Halaman Home
Halaman home merupakan halaman yang tampil setelah admin dan user

melakukan login ke sistem. Pada halaman Home terdapat halaman Main

Navigation (Navigasi Utama) yang terletak disebelah kiri sistem. Halaman Main

Navigation ini merupakan halaman yang berisi menu-menu utama dalam sistem

pemesanan meal dan snack yang bias diakses.. Berikut adalah tampilan halaman

Home.

Gambar 2.7 Halaman Home


3. Halaman Data
Pada Menu Data terdapat dua submenu yaitu user dan karyawan. Submenu

user berfungsi untuk mengelola data user seperti mengisi form data user,

mengubah, menghapus dan melihat daftar user. Halaman form data user adalah

Bab II Pembahasan
37

Politeknik Negeri
Sriwijaya

halaman input data user. Pada form tersebut terdapat input data name dan

username. Pada submenu karyawan berfungsi untuk mengelola data karyawan

seperti mengisi form data karyawan, mengubah, menghapus, dan melihat data

karyawan. Halaman form data karyawan adalah halaman input data karyawan unit

kerja. Pada form tersebut terdapat input unit kerja, kegiatan, dan jumlah kuota.

Gambar 2.8 Halaman Data User

Gambar 2.9 Halaman Form Data User

Bab II Pembahasan
38

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.10 Halaman Data Karyawan

4. Halaman Kegiatan
Pada Menu Kegiatan terdapat sebuah submenu jadwal kegiatan yang mana

pada halaman tersebut juga menampilkan data kuota unit kerja. Menu kegiatan

berfungsi untuk mengelola data kegiatan seperti mengisi form kegiatan,

mengubah, menghapus, dan melihat daftar kegiatan. Pada form kegiatan terdapat

input nama kegiatan, tanggal mulai, tanggal selesai, dan note.

Gambar 2.11 Halaman Kegiatan dan Kuota Unit Kerja

Bab II Pembahasan
39

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.12 Halaman Input Kegiatan

Gambar 2.13 Halaman Input Kuota Unit Kerja

5. Halaman Pesan
Pada Menu Pesan terdapat dua submenu yaitu meal dan snack. Halaman ini

berfungsi untuk mengelola pesanan meal dan snack yang hanya bisa diakses oleh

user. Pada halaman ini user bisa melakukan pengisian form pesanan, menghapus,

melihat daftar pesanan, serta melakukan pengubahan data pesanan namun user

hanya bisa mengubah data pesanan pada hari atau waktu yang sama dimana user

Bab II Pembahasan
40

Politeknik Negeri
Sriwijaya

melakukan input pesanan atau pengubahan data pesanan hanya berlaku satu hari.

Selain itu juga pada halaman ini user dapat melakukan cetak struk pesanan.
Pada halaman pengisian form pesanan baik meal ataupun snack terdapat

pilihan kegiatan, dan input jumlah pesanan berdasarkan jumlah tenaga kerja yaitu

staf, non staf, TKNO, dan tamu. Pengisian data jumlah pesanan dilakukan pada

setiap waktu kerja yaitu siang, malam dan lembur.

Gambar 2.14 Halaman Daftar Pesanan

Gambar 2.15 Halaman Input Meal

Bab II Pembahasan
41

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.16 Halaman Input Snack

6. Halaman Laporan
Halaman laporan merupakan halaman yang berfungsi untuk melihat laporan

data pesanan meal dan snack. Terdapat beberapa kategori laporan yang bisa admin

pilih yaitu all (semua), jumlah, dan kategori waktu kerja (siang, malam, lembur).

Pada halaman laporan ini admin dapat melakukan unduh laporan dengan memilih

pilihan ‘Print Data > Export’. Laporan yang diunduh tersimpan ke dalam

komputer dalam format .xls.

Gambar 2.17 Halaman Laporan

7. Output Laporan Pesanan

Bab II Pembahasan
42

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Berikut ini adalah hasil unduh atau output Laporan Pesanan.

Gambar 2.18 Output Laporan Pesanan

8. Output Cetak Struk


Berikut ini adalah output atau hasil cetak struk dalam format pdf.

Bab II Pembahasan
43

Politeknik Negeri
Sriwijaya

Gambar 2.19 Hasil Cetak Struk

Bab II Pembahasan