Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam suatu proses belajar mengajar, ada tiga unsur yang sangat penting
yaitu metode, media, dan pemanfaatan sumber belajar. Ketiga aspek ini saling
berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi
jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain
yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain tujuan
pembelajaran, jenis tugas dan respons yang diharapkan, ternasuk karakteristik
siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media
pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim,
kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap
siswa. Seperti yang telah banyak kita temukan bahwa gaya megajar yang kurang
disukai oleh siswa akan berpengaruh pada tinggi-rendahnya minat belajar siswa.
Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat
membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi
pelajaran pada saat itu, sehingga yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa
tercapai secara maksimal.
Dewasa ini media pendidikan memiliki peranan penting di dalam proses
pembelajaran. Dunia pendidikan menuntut penggunaan media pendidikan dari
yang sederhana sampai yang canggih. Dengan kata lain media itu tidak hanya
sekedar sebagai alat bantu, melainkan dipandang sebagai komponen penting
dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dewasa ini telah banyak
menggunakan multimedia dan mulai mengurangi penyampaian bahan pelajaran
dengan cara ceramah. Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran yang menekankan
keterampilan proses, maka peranan media menjadi sangat penting
.

1
Seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan
komunikasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software)
akan membawa perubahan yaitu bergesernya peranan guru termasuk guru IPS
sebagai penyampai pesan/informai. Guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber
informasi dalam pembelajaran karena siswa dapat memperoleh informasi dari
berbagai sumber, misalnya buku literatur, TV, siaran radio, surat kabar, dan
majalah, bahkan dari jaringan internet. Masalahnya sekarang apakah guru-guru
IPS, termasuk anda sudah memanfaatkan media sebagai sumber pembelajaran
secara efektif ?.
Telah terjadinya pergeseran pola sistem mengajar yaitu dari guru yang
mendominasi kelas menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran. Guru
seharusnya berperan fasilitator belajar dari pada sebagai pengajar dan tidak
merupakan satu-satunya sumber informasi. Dalam rangka meningkatkan kualitas
pembelajaran, guru harus menciptakan kondisi belajar yang aktif dan kreatif.
Kegiatan pembelajaran harus menantang, menyenangkan, mendorong eksplorasi,
memberi pengalaman sukses, dan mengembangkan kecakapan berfikir siswa
(Dikti.:2005).
Pembelajaran yang berkualitas akan tercapai apabila guru menguasai
teknik- teknik penyajian materi atau metode yang tepat (Roestiyah.NK. 1989;1).
Metode atau pendekatan merupakan pelicin jalan untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Penggunaan metode dan pendekatan dalam proses pembelajaran
yang dipilih guru merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas pembelajaran.
Keberhasilan proses pembelajaran IPS khususnya kelas 3 dan 4 sangat ditentukan
oleh metode, media, dan sumber belajar yang digunakan dalam proses
pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan paparan latar belakang yang telah penulis sajikan tersebut,
ada beberapa permasalahan yang harus dicari tahu dalam metode, media, dan
pemanfaatan sumber belajar IPS kelas 3 dan 4. Secara operasional permasalahan
yang akan penulis bahas di antaranya sebagai berikut :

2
1. Bagaimana merancang dan menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas
3 dan 4 yang berlandaskan pendekatan kognitif ?
2. Bagaimana merancang dan menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas
3 dan 4 yang berlandaskan pendekatan sosial ?
3. Bagaimana merancang dan menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas
3 dan 4 yang berlandaskan pendekatan personal ?
4. Bagaimana merancang dan menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas
3 dan 4 yang berlandaskan pendekatan modifikasi perilaku ?
5. Bagaimana merancang dan menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas
3 dan 4 yang berlandaskan pendekatan ekspositori ?

C. Tujuan
Tujuan dari rumusan masalah di atas adalah agar :
1. Dengan membaca makalah ini maka, guru dapat merancang dan
menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas 3 dan 4 yang berlandaskan
pendekatan kognitif.
2. Dengan membaca makalah ini maka, guru dapat merancang dan
menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas 3 dan 4 yang berlandaskan
pendekatan sosial.
3. Dengan membaca makalah ini maka, guru dapat merancang dan
menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas 3 dan 4 yang berlandaskan
pendekatan personal.
4. Dengan membaca makalah ini maka, guru dapat merancang dan
menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas 3 dan 4 yang berlandaskan
pendekatan modifikasi perilaku.
5. Dengan membaca makalah ini maka, guru dapat merancang dan
menerapkan metode pembelajaran IPS di kelas 3 dan 4 yang berlandaskan
pendekatan ekspositori.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Merancang dan Menerapkan Metode Pembelajaran IPS di SD Kelas 3


dan 4 dengan Pendekatan Kognitif
1. Pengertian Metode, Media, Dan Sumber Belajar
a. Metode
Metode mengajar adalah kemampuan yang perlu dimiliki oleh
seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya.
Dalam memilih metode, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut ;
1) Tujuan pembelajaran
2) Kemampuan guru terhadap materi dan metode yang akan dipilih
3) Kemampuan siswa belajar
4) Situasi atau kondisi saat belajar
5) Fasilitas yang dimiliki (media dan sumber belajar )
6) Fasilitas yang dimiliki
7) Evaluasi yang dimiliki
Namun ada beberapa metode yang memiliki keunggulan dan kelemahan,
diantaranya ;
1) Metode ceramah
Ceramah adalah pidato yang disampaikan oleh seorang pembicara
didepan kelompok pengunjung ( dalam hal ini siswa ).
Keunggulan dari metode ini bila siswanya berjumlah banyak dan
baik juga untuk menjelaskan materi yang banyak, namun dengan waktu
yang terbatas.
Kelamahannya metode ini apabila guru kurang menguasai bahan
atau materi serta alat peraga yang terbatas, dan kurang baik apabila
seorang guru tidak pandai berbicara.

4
2) Metode diskusi kelompok
Diskusi kelompok adalah percapakan yang direncanakan atau
dipersiapkan diantara 3 atau lebih topic tertentu, dengan seorang
pemimpin.
Keunggulan, pendengar atau siswa dapat ikut serta mengemukakan
pendapatnya. Hal ini akan memperluas pandangan dari masing-masing
kelompok dan memupuk rasa kesatuan dan persatuan.
Kelemahannya, kurang baik jika dipakai dalam kelompok yang
besar. Disamping itu, informasi yang diperoleh peserta terbatas pada topic
diskusi. Jika moderator kurang terampil dalam memimpin diskusi maka
akan terjerumus ke dalam masalah lain.

3) Panel
Adalah pembicaraan yang sudah direncanakan didepan pengunjung
tentang sebuah topic. Pada diskusi panel diperlukan 3 panelis atau lebih
dan seorang pemimpin diskusi atau moderator.
Keunggulan, dapat membangkitkan pemikiran bagi para peserta
dan mendorong memberikan analisis. Dalam diskusi panel diperlukan
pandangan yang berbeda-beda.
Kelemahan, mudah tersesat ke dalam masalah lain. Selain itu tidak
semua peserta dapat mengambil bagian dalam pembicaraan. Apalagi jika
panelis terlalu banyak bicara.

4) Studi kasus
Studi kasus ialah sekumpulan situasi masalah, termasuk detail-
detail yang memungkinkan kelompok menganalisis masalah itu.
Keunggulan, studi kasus adalah dapat disajikan secara tertulis,
lisan, difilmkan, direkam atau diceritakan. Selain itu, dapat ditugaskan
sebelum diskusi dimulai.

5
Kelemahannya, membutuhkan ketrampilan untuk menuliskan suatu
msalah. Memerlukan waktu yang lama. Sulit mencari moderator yang
terampil.

5) Metode brainstorming
Adalah semacam cara pemecahan msalah, dimana anggota
mengusulkan dengan cepat semua kemungkinan pemecahan yang
terpikirkan. Tidak ada kritik, evaluasi atas pendapat-pendapat tadi
dilakukan kemudian.
Keunggulannya, membangkitkan pendapat baru dan merangsang
semua anggota untuk mengambil bagian. Selain itu juga membangkitkan
reaksi berangkai dalam mengeluarkan pendapat. Menghemat waktu dan
dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil. Tidak memerlukan
pemimpin diskusi yang hebat, disamping itu tidak membutuhkan
peralatan yang banyak.
Kelemahannya, mudah terlepas dari control. Selain itu anggota
kelompok cenderugn membuat evaluasi segera setelah pendapat diajukan.
Terkadang tidak semua anggota bisa menerima pendapat tersebut.

6) Diskusi formal
Adalah metode pemecahan masalah yang sistematis, mencakup :
(a) Penyampaian permasalahan
(b) Pemgumpulan data
(c) Mempertimbangkan pemecahan yang mungkin
(d) Memilih cara pemecahan yang terbaik
Keunggulannya, membangkitkan pemikiran yang logis, mendorong
analisis secara menyeluruh. Prosedur yang dipakai dapat diterapkan pada
bermacam-macam problema dapat membangkitkan pemusatan pikrian
pada masing-masing peserta dan meningkatkan ketrampilan dalam
mengenali problema.

6
Kelemahannya, membutuhkan waktu yang banyak dan sulit, jika
dipakai pada kelompok yang besar. Selain itu memerlukan pemimpin
yang bnenar-benar terampil. Kadang sulit memperoleh hasil diskusi yang
tuntas.
7) Metode tanya jawab
Metode ini dapat dipakai pada hal-hal berikut ;
(a) Menanyakan kembali pelajaran/materi yang diajarkan
(b) Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa
(c) Memimpin pengamatan dan pemikiran siswa
Keunggulannya adalah ;
(a) Siswa lebih aktif karena tidak hanya mendengarkan
(b) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga guru
mengetahui apa yang belum dimengerti oleh siswa
(c) Guru mengetahui pemahaman siswa terhdap apa yang telah
diterangkan.
Kelemahannya,
(a) Dengan tanya jawab, pembicaraan kadang-kadang menyimpang dari
pokok pembicaraan
(b) Membutuhkan waktu yang lebih lama.

8) Metode kerja kelompok


Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar-
mengajar yang membagi siswa dalam satu kelas menjadi bebrapa
kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

Metode kerja kelompok dapat digunakan untuk hal-hal sebagai


berikut ;
(a) Mengatasi kekurangan alat dan sumber belajar.
(b) Mengatasi perbedaan kemampuan belajar siswa.
(c) Mengatasi adanya perbedaan minat belajar siswa.
(d) Mengatasi tugas pekerjaan yang sangat banyak atau sangat luas.

7
Kelebihannya,
(a) Dapat memupuk rasa kerja sama
(b) Tugas yang luas dapat diselesaikan dengan cepat
(c) Timbul persaingan yang sehat
Kekurangannya,
(a) Adanya sifat-sifat seseorang yang ingin menonjol atau sebaliknya
yang lemah merasa rendah diri dan selalu bergantung kepada orang
lain.
(b) Orang yang kurang cakap akan menghambat kelancaran tugas atau
didominasi oleh seseorang.
Metode tersebut dapat digunakan secara bersama-sama atau
sendiri-sendiri sesuai dengan tujuan intruksional umum dan khusus, serta
bahan dan alat yang tersedia.
b. Media
Media dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan seebagai berikut ;
1) Media visual
Merupakan media yang dapat dipandang. Media ini dapat dibagi menjadi
2, diantaranya ;
(a) Media visual yang tidak diproyeksikan
Media visual yang tidak diproyeksikan adalah media yang tidak
dapat dipantulkan pada layar. Hal itu dikarenakan bahan yang
dipakai tidak transparan atau tidak tembus cahaya.
Faktor-faktor yang mendukung digunakannya media ini antara lain ;
(1) Gambar mati atau gambar diam
(2) Ilustrasi
(3) Karikatur
(4) Poster
(5) Bagan
(6) Diagram
(7) Grafik
(8) Peta

8
(b) Media visual yang diproyeksikan
Media ini dapat dipantulkan pada layar karena bahan yang dipakai
tembus cahaya.
2) Media audio
Merupakan jenis media yang hanya dapat didengar.
3) Media audio-visual
Media ini selain dapat dilihat juga dapat didengar. Contohnya, slide suara
dan televisi. Slide suara merupakan media visual yang diiringi suara,
orang sering menyebut film bingkai. Televisi merupakan suatu media
yang menampilkan gambar yang bergerak.
c. Sumber Belajar
Sumber belajar adalah segala bentuk penyajian bahan atau materi
yang dapat dijadikan sumber untuk belajar. Contohnya, buku-buku,
majalah, surat kabar, peta.

2. Pendekatan Kognitif
Pendekatan kognitif dalam proses belajar-mengajar ( pembelajaran ),
meliputi 3 aspek pokok sebagai berikut ;
a. Aspek pengetahuan ( knowledge )
b. Aspek pemahaman ( comprehension )
c. Aspek penerapan ( application )
Selain 3 aspek pokok tersebut, ada 3 aspek lain yang mempunyai
tingkatan lebih tinggi, sebagai berikut;
a. Analisis
b. Sintesis
c. Evaluasi

3. Merancang Metode, Media, Dan Sumber Belajar


Dalam metode, media, dan sumber balajar IPS di SD Kelas 3 dan 4,
yang harus diperhatikan adalah :
a. Susunan program atau struktur program

9
b. Garis-garis besar program pengajaran ( GBPP )
c. Analisis materi pelajaran.

4. Menerapkan Metode, Media, dan Sumber Belajar


Dalam menerapkan metode, media, dan sumber belajar IPS di SD
perlu disusun Analisis Materi Pembelajaran ( AMP ).

B. Merancang dan Menerapkan Metode Pembelajaran IPS di SD kelas 3


dan 4 Berlandaskan Pendekatan Sosial
1. Pengertian Pendekatan Sosial
Pendekatan Sosial diterapkan untuk membantu anak didik
mengembangkan kemampuan hubungan dengan masyarakat dan mampu
mengadakan hubungan antar pribadi.
Maksud dari pendekatan sosial adalah sebagai berikut :
a. Model Investigasi Kelompok
Bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan berpartisipasi dalam
proses sosial (kelompok ) melalui ketrampilan interpersonak dan inkuiri
ilmiah.
b. Model Inkuiri Sosial
Bertujuan agar siswa mampu memecahkan masalah sosial , teruatama
melalui inkuiri ( penemuan )
c. Model Laboratori
Bertujuan agar siswa memiliki keterampilan hubungan interpersonal dan
keterampilan bekerja kelompok sehingga memiliki kesadaran pribadi dan
fleksibilitas.
d. Model Yurisprudensial
adalah model mengajar yang menekankan pada penyusunan pola untuk
mengajar kerangka acuan yurisprudensial untuk menyelesaikan masalah.

10
e. Model Bermain Peran
Bertujuan mendesain pandangan siswa ke dalam nilai- nilai sosial,
dengan tiingkah laku mereka sendiri dan nilai- nilai tersebut menjadi
sumber bagi penemuan mereka.
f. Model Simulasi Sosial
Bertujuan menolong siswa mendapat pengalaman dari proses yang
bervariasi serta menilai reaksi siswa sendiri dan mendesak keputusan
mereka.
2. Merancang Metode, Media, Dan Sumber Belajar IPS Di SD Kelas 3 Dan 4
Dengan Pendekatan Sosial
Model pendekatan sosial memiliki tiga ciri utama :
a. Adanya aspek- aspek sosial dalam kelas.
b. Adanya hipotesis untuk memecahkan masalah.
c. Menguji hipotesis
Dalam menggunakan model inquiri sosial ada tahap – tahap yang harus
dilalui yaitu :
a. Tahap Orientasi
b. Tahap Hipotesis
c. Tahap Definisi
d. Tahap Eksplorasi
e. Tahap Pembuktian
f. Tahap Generalisasi

3. Menerapkan Metode , Media, dan Sumber Belajar IPS di SD kelas 3 dan 4


dengan model inkuiri sosial.
a. Tahap Orientasi
Contoh : menentukan masalah yang berkaitan dengan kerja bakti
dillingkungan tetangga di kota ( RT/ RW ).
Masalahnya adalah faktor- faktor penghambat kerja bakti :
 Penduduk kota kurang mengenal sama lain
 Gotong royong kurang baik.

11
b. Tahap Hipotesis
 Sulitnya kerja bakti di kota karena warga kurang mengenal satu
sama lain
 Sulitnya kerja bakti di kota karena gotong royong penduduk kurang
baik

c. Tahap Definisi
 Warga di kota ( dalam RT/ RW ) kurang mengenal antara satu
dengan yang lain sehingga ada rasa enggan untuk bersama- sama
kerja bakti.

d. Tahap Eksplorasi
Siswa menguji hepotesis dengan logika deduksi dan mengembangkan
hipotesis dengan implikasinya serta asumsinya yang mendasarinya.

e. Tahap Pembuktian
Siswa melakukan pengumpulan data tentang mengapa kerja bakti di kota
( RT/RW ) sulit dilakukan. Setelah data terkkumpul di analisis dan
dibungkan dengan hipotesis.
f. Tahap Generalisasi
Setelah hipotesis terbukti siswa atas bimbingan guru menyusun
pernyataan terbaik sebagai jawaban dari masalah.

C. Merancang dan Menerapkan Metode Pembelajaran IPS di SD Kelas 3


dan 4 Dengan Pendekatan Personal
1. Pengertian Pendekatan Personal
Pendekatan personal adalah suatu pendekatan dalam mengajar yang
berorientasi kepada perkembangan diri individu dan pembentukan pribadi.
Melalui pendekatan personal, siswa diharapkan dapat melihat diri
pribadi dan sebagai pribadi yang berbeda dalam suatu kelompok sertaa
memiliki kecakapan tertentu.

12
Teori-teori yang menghasilkan model-model yang serumpun dengan
pendekatan personal adalah :
a. Model pengajaran non direktif, oleh Van Rogers
b. Model latihan kesadaran, oleh Frits Pers dan William Schults
c. Model Synaptic oleh William Gordon
d. Model system konvensional oleh David Hunt
e. Model pertemuan kelas oleh William Glasser
Masalah yang muncul setiap individu disebabkan individu tersebut
mengaalami kegagalan di dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
Glasser berpendapat kegagalan sekolah bukan dibidang akademik,
tetapi didalam menciptakan hubungan yang hangat dan konstruktif untuk
keberhasilan belajar.
Glasser membedakan pertemuan kelas menjadi 3, yaitu ;
a. Tipe pertemuan pemecahan masalah sosial
b. Tipe pertemuan terbuka
c. Tipe pertemuan terarah terbuka

2. Merencanakan atau Merancang Penggunaan Metode Pembelajaran IPS


di SD yang Berlandaskan Pendekatan Personal
Pendekatan yang dipilih adalah model pertemuan kelas yang terarah
terbuka. Tahap-tahap yang harus dilalui ;
a. Menciptakan iklim yang mengundang keterlibatan
Diperlukan iklim yang bersifat pribadi, hangat, menciptakan hubungan
yang baik antara guru-siswa, siswa-siswa.
b. Menyajikan masalah untuk diskusi
c. Mengembangkan pertimbangan nilai pribadi
d. Mengidentifikasi alternative tindakan
e. Merumuskan kesepakatan
f. Perilaku tindak lanjut.

13
3. Menerapkan Penggunaan Metode Pembelajaran IPS di SD yang
Berlandaskan Pendekatan Personal
Penerapan metode ini meliputi ;
a. Kompetensi dasar
b. Materi pokok
c. Hasil belajar
d. Indikator

D. Merancang dan Menerapakan Metode Pembelajaran IPS di SD Kelas 3


dan 4 yang Berlandaskan Pendekatan Modifikasi Perilaku
1. Pengertian Pendekatan Modifikasi Perilaku
Ciri dari pendekatan perilaku adalah adanya kecenderungan memecah
tugas belajar, menjadi sejumlah perilaku yang kecil ( langkah-langkah kecil)
dan berurutan.
Belajar bukan sebagai sesuatu yang menyeluruh, tetapi diuraikan ke
dalam langkah-langkah yang konkrit dan diamati. Mengajar pada dasarnya
adalah mengusahakan terjadinya perubahan dalam perilaku siswa dan
perubahan perilaku tersebut dapat diamati secara jelas.
Pendekatan perilaku dapat dibedakan menjadi enam, yaitu :
a. Pendekatan pengelolaan kontingensi ( Skinner)
Menekankan pada penguasaan fakta, konsep dan skill yang dijadikan
dasar pengubahan tingkah laku.
b. Pendekatan mawas diri ( Skinner)
Menekankan pada bentuk tingkah laku social dan ketrampilan mawas
diri.
c. Pendekatan relaksasi ( David C. Rimm dan John C. Masters)
Menekankan pada pembentukan pada pribadi yang dapat menanggulangi
stress
d. Pendekatan reduksi stress ( David C. Rimm dan John C. Masters)
Menekankan pada cara menghadapi kecemasan dalam situasi social

14
e. Pendekatan assertive training ( J. Welpe, Arnold A. Lazarrus dan A.
Salter)
Memiliki tujuan yang bersifat langsung, dalam merasakan perubahan
social.
f. Pendekatan direct training ( Robert Gagne, Karl. U. SAmith dan
Margareth Foltz Smith)
Menekankan pada pendekatan pola-pola tingkah laku dan ketrampilan

2. Merancang Penggunaan Metode Pembelajaran IPS di SD kelas 3 dan 4


yang Berlandaskan Pendekatan Modifikasi Perilaku
Pembelajaran dengan pendekatan mawas diri melalui 5 tahap, yaitu :
a. Tahap pengenalan prinsip tingkah laku
Guru mengenalkan program dan prinsip-prinsip pengendalian diri dan
membentuk siswa agar dapat menunjukkan keinginan yang murni untuk
berprestasi. Tahap ini bertujuan agar siswa memahami kesulitan yang
dihadapi dalam pengendalian diri yang terletak pada fungsi lingkungan
yang tidak permanen.
b. Tahap menetapkan data dasar
Dimaksudkan untuk mengetahui dengan pasti perangsang yang
terkendali, perilaku yang terbentuk dan respons yang sesuai atau tidak
sesuai.
c. Tahap menyiapkan program yang realistis
Guru membantu siswa dalam menyusun program secara realistis dan
seimbang serta mendorong siswa untuk melaksanakan program tersebut.
d. Tahap pelaksanaan program
Siswa melaksanakan program yang telah direncanakan selama jangka
waktu pelaksanaan program, siswa mengadakan pertemuan secara
berkala dengan guru untuk menelaah kemajuan dan mengubah program
bila diperlukan.
e. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
Guru mengadakan penilaian terhadap tingkah laku siswa.

15
3. Menerapkan Penggunaan Metode Pembelajaran IPS di SD yng
Berlandaskan Pendekatan Modifikasi Perilaku
Untuk menerapkan metode ini, diambil contoh materi dari GBPP IPS
SD kelas 4 semester 1.
a. Kompetensi dasar
Kemampuan menunjukkan jenis dan persebaran sumber daya alam serta
pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat (
Provinsi).
b. Materi pokok
Sumber daya alam dan kegiatan ekonomi
c. Hasil belajar
Menguraikan sumber daya alam yang ada dilingkungan setempat
(Provinsi).
d. Indikator
 mengendalikan jenis-jenis sumber daya alam dan keitannya dengan
kegiatan ekonomi
 menggunakan peta setempat ( Provinsi) untuk menunjukkan
persebaran sumber daya alam yang ada.

E. Merancang dan Menerapkan Metode Pembelajaran IPS di SD Kelas 3


dan 4 yang Berlandaskan Pendekatan Ekspositori
1. Pengertian Pendekatan Ekspositori
Pendekatan ekspositori adalah pendekatan yang menekankan pada
pengolahan materi pelajaran yang telah jadi atau siap disampaikan kepada
siswa.

2. Cara Merancang Metode Pembelajaran IPS di SD Kelas 3 dan 4 yang


Berlandaskan Pendekatan Ekspositori
Dengan menggunakan metode ceramah, namun ada beberapa
kelemahan dalam menggunakan metode ceramah, diantaranya ;
a. kurang memberikan kesempatan untuk bertanya/diskusi

16
b. kadang pertanyaan/penjelasan lisan sukar ditangkap/dipahami
c. kurang memberikan kesempatan untuk mengembangkan kecakapannya
untuk berpendapat
d. kurang cocok untuk anak yang tingkat abstraksinya kurang
e. dapat menimbulkan kebocoran
Metode ceramah dapat digunakan apabila ;
a. Bahan ceramah yang akan diberikan jumlahnya sangat banyak
b. Materi yang diberikan merupakan bahan baru
c. Siswa dapat memahami informasi melalui kata-kata
Langkah-langkah dalam melaksanakan metode ceramah
a. Melakukan kegiatan pendahuluan
b. Menyajikan bahan pelajaran
c. Menutup pelajaran dengan kegiatan

4. Menerapkan Penggunaan Metode Pembelajaran IPS di SD


Berlandaskan Pendekatan Ekspositori
Contoh diambil dari kels 3 dan 4 semester 1 menggunakan metode
ceramah
a. Kompetensi dasar
b. Materi pokok
c. Hasil belajar
d. Indikator

17
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang metode, media, dan pemanfaatan sumber
belajar IPS kelas 3 dan 4, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
1. Pendekatan social perlu dikembangkan mengingat proses social akan di alami
oleh anak didik, sehingga kegiatan belajar mengajar harus membantu anak
didik untuk mengembangkan kemampuan hubungan pribadi dan social.
Metode inkuiri social memungkinkan siswa berpikir dan mencari fakta-fakta,
informasi atau data yang mendukung pembuktian hipotesis dalam situasi
beabas dan terarah.
2. Pendekatan personal dalah suatu pendekatan yang menekankan pada usaha
membantu siswa untuk mengembangkan dirinya dan pembentukan sikap.
Salah satu contoh pendekatan personal adalah metode pertemuan kelas.
3. Pendekatan modifikasi perilaku adalah cara mengajar yang bertujuan
mengusahakan terjadinya perilaku siswa.
4. Model mengajar pengendalian diri melalui 5 tahapan, yaitu ;
a. Pengenalan prinsip tingkah laku
b. Penetapan data dasa
c. Menyiapkan data yang realsitis
d. Pelaksanaan program
e. Evaluasi tindak lanjut
5. Pendekatan ekspositori menitikberatkan pada peranan guru dalam pengolahan
dan penyampaian materi pelajaran yang telah siap diterima siswa.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis ingin menyampaikan
beberapa saran yaitu :
1. Guru dalam melakukan pembelajaran hendaknya dapat memilih dan
menggunakan metode, media, dan pemanfaatan sumber belajar IPS

18
khususnya di kelas 3 dan 4 yang sesuai demi peningkatan prestasi peserta
didik.
2. Guru dalam dalam melakukan pemilihan dan penggunaan metode, media, dan
pemanfaatan sumber belajar IPS khususnya di kelas 3 dan 4 hendaknya
disesuaikan dengan tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai.

19
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Katalog Universitas Terbuka 2006.


Jakarta : Universitas Terbuka

Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Sardjiyo, dkk. 2014. Pendidikan IPS di SD. Tangerang Selatan : Universitas


Terbuka

20