Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

A. DEFENISI
Pil KB adalah salah satu jenis kontrasepsi oral hormonal yang diminum secara
rutin setiap hari untuk mencegah kehamilan. Hormon yang terkandung didalam pil
KB yaitu hormon estrogen dan progesterone, adalah hormone yang sama yang
diproduksi oleh tubuh wanita. Meminum pil KB secara teratur akan membantu
menstabilkan level kedua hormon didalam tubuh, dan hal ini yang akan membantu
dalam pencegahan kehamilan.
B. JENIS-JENIS
Ada 5 jenis pil KB/kontrasepsi oral, yaitu :
1. Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill
Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron dan diminum sehari
sekali. Estrogen dalam pil oral kombinasi, terdiri dari etinil estradiol dan
mestranol. Dosis etinil estradiol 30-35 mcq. Dosis estrogen 35 mcq sama
efektifnya dengan estrogen 50 mcq dalam mencegah kehamilan. Progestin dalam
pil oral kombinasi, terdiri dari noretindron, etindiol diasetat , linestrenol,
noretinodel, norgestrel, levonogestrel, desogestrel dan gestoden.
Terdiri dari 21-22 pil KB/kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat
estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil
KB/kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid,
selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya setelah 2-3 hari
sesudah pil KB/kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid,
yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. Penggunaan pada siklus
selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari
pertama perdarahan haid.
Pil oral kombinasi mempunyai 2 kemasan, yaitu :
a. Kemasan 28 hari
7 pil (digunakan selama minggu terakhir pada setiap siklus) tidak
mengandung hormon wanita. Sebagai gantinya adalah zat besi atau zat
inert. Pil-pil ini membantu pasien untuk membiasakan diri minum pil
setiap hari.
b. Kemasan 21 hari
Seluruh pil dalam kemasan ini mengandung hormon. Interval 7 hari
tanpa pil akan menyelesaikan 1 kemasan (mendahului permulaan kemasan
baru) pasien mungkin akan mengalami haid selama 7 hari tersebut tetapi
pasien harus memulai siklus pil barunya pada hari ke-7 setelah
menyelesaikan siklus sebelumnya walaupun haid datang atau tidak. Jika
pasien merasa mungkin hamil, ia harus memeriksakan diri. Jika pasien
yakin ia minum pil dengan benar, pasien dapat mengulangi pil tersebut
sesuai jadwal walaupun haid tidak terjadi.
2. Pil KB atau kontrasepsi oral tipe sekuensial
Pil dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus.
Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14-16
hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5-7 hari
terakhir. Terdiri dari 14-15 pil KB/kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen
dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. Cara
penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Efektivitasnya sedikit lebih rendah
dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
3. Pil KB atau kontrasepsi oral tipe pil mini
Pil mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui. Pil mini yaitu pil KB yang
hanya mengandung progesteron saja dan diminum sehari sekali. Berisi derivat
progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara
pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Dosis progestin dalam pil mini
lebih rendah daripada pil kombinasi. Dosis progestin yang digunakan adalah 0,5
mg atau kurang. Karena dosisnya kecil maka pil mini diminum setiap hari pada
waktu yang sama selama siklus haid bahkan selama haid.
Contoh pil mini, yaitu :
a. Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0,35 mg noretindron.
b. Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
c. Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
d. Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
e. Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat
4. Pil KB atau kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pill)
Morning after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis
tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus
pemerkosaan dan kondom bocor. Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali
sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari berturut-
turut.
5. Once A Moth Pill
Pil hormon yang mengandung estrogen yang ”long acting” yaitu pil yang
diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang.
Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia, namun masih terbatas antara
lain.
a. Mifepristone, yaitu alat kontrasepsi oral harian yang mengandung anti
progesteron yang digunakan dalam uji klinis penelitian.
b. Ormeloxifene (centchroman), yaitu alat kontrasepsi oral yang berupa modulator
reseptor estrogen yang digunakan 1-2 kali per minggu dan hanya tersedia di
India.
C. KEUNTUNGAN
1. Keuntungan pil KB secara umum
a. Sangat efektif bila dipakai dengan benar.
b. Tidak mengurangi kenyamanan hubungan suami istri.
c. Menstruasi (Haid) menjadi teratur, lebih sedikit dan lebih singkat waktunya,
juga mengurangi rasa nyeri haid.
d. Dapat dipakai selama diinginkan, tidak harus beristirahat dulu.
e. Dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduktif.
f. Dapat dipakai oleh wanita yang belum pernah hamil.
g. Dapat dihentikan pemakaiannya dengan mudah kapan saja.
h. Kesuburan segera kembali setelah pemakaian pil dihentikan.
i. Dapat dipakai sebagai kontrasepsi emergensi setelah hubungan suami istri
yang
2. Keuntungan Pil oral kombinasi
a. Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
b. Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
c. Tidak mengganggu hubungan seksual.
d. Mudah digunakan.
e. Mudah dihentikan setiap saat.
f. Mengurangi perdarahan saat haid.
g. Mengurangi insidens gangguan menstruasi.
h. Mengurangi insidens anemia defisiensi besi.
i. Mengurangi insidens kista ovarium.
j. Mengurangi insidens tumor jinak mammae.
k. Mengurangi karsinoma endometrium.
l. Mengurangi infeksi radang panggul.
m. Mengurangi osteoporosis.
n. Mengurangi rheumatoid artritis.
3. Keuntungan Pil Mini
a. Sangat efektif apabila digunakan secara benar.
b. Tidak mempengaruhi air susu ibu.
c. Nyaman, mudah digunakan.
d. Tidak mengganggu hubungan seksual.
D. KERUGIAN
1. Pil oral kombinasi
a. Mahal.
b. Penggunaan pil harus diminum setiap hari dan bila lupa minum akan
meningkatkan kegagalan.
c. Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
d. Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin,
fenilbutason dan antibiotik tertentu).
e. Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
f. Efek samping ringan/jarang, namun dapat berupa amenorea, mual, rasa tidak
enak di payudara, sakit kepala, mengurangi ASI, berat badan meningkat,
jerawat, perubahan mood, pusing, serta retensi cairan, tekanan darah tinggi,
komplikasi sirkulasi yang jarang namun bisa berbahaya khususnya buat
perokok.
2. Pil mini
a. Mahal.
b. Menjadi kurang efektif bila menyusui berkurang.
c. “Breaktfrough bleeding” perdarahan bercaak, amenorea dan haid tidak teratur.
d. Harus diminum setiap hari (bila lupa minnum maka kemungkinan hamil).
e. Gejala khusus : nyeri kepala, perubahan mood, penambahan atau penurunan
berat badan, payudara menegang, nausea, pusing, dermatitis atau jerawat,
hiersutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan pada daerah
muka) sangat jarang.
f. Bagi wanita yang pernah mengalami kehamiilan ektopik, pil mini tidak
menjamin akan melindungi dari kista ovarium di masa depan.
g. Tidak melindungi dari penyakit menular sseksual, HBV, HIV/AIDS.
E. EFEK SAMPING
Gejala-gejala sampingan yang mungkin timbul selama penggunaan pil berupa
gejala-gejala subjektif dan objektif.
Gejala-gejala subyektif, yaitu :
a. Mual atau muntah (terutama tiga bulan pertama).
b. Sakit kepala ringan, migrain.
c. Nyeri payudara (rasa sakit/tegang pada buah dada).
d. Tidak ada haid.
e. Sukar untuk tidak lupa.
f. Kemasan baru selalu harus tersedia setelah pil kemasan sebelumnya habis.
g. Nafsu makan bertambah.
h. Cepat lelah.
i. Mudah tersinggung, depresi.
j. Libido bertambah/berkurang.
Gejala-gejala obyektif, yaitu :
a. Sedikit meningkatkan berat badan.
b. Tekanan darah meninggi.
c. Gangguan pola perdarahan yaitu menorrhagia, metrorrgia, spotting, perdarahan
diantara masa haid (lebih sering perdarahan bercak), terutama bila lupa menelan
pil atau terlambat menelan pil.
d. Perubahan pada kulit: acne, kulit beminyak, pigmentasi/ chloasma.
e. Keputihan (flour albus).
f. Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengganggu jumlah dan kualitas Air
Susu Ibu (ASI).
g. Tidak dapat dipakai oleh perokok berat, atau wanita dengan tekanan darah tinggi
terutama pada usia > 35 tahun.
F. INDIKASI
a. Usia reproduksi
b. Telah memiliki anak atau belum
c. Gemuk atau kurus
d. Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
f. Pasca keguguran
g. Menyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan
h. Anemia
i. Nyeri haid hebat
j. Haid teratur
k. Riwayat kehamilan ektopik
l. Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.
Yang di bolehkan untuk memakai Pil KB antara lain :
Secara umum, kebanyakan wanita dapat memakai Pil KB sebagai cara kontrasepsi
secara aman dan efektif, meskipun mereka :
a. Belum mempunyai anak
b. Remaja
c. Gemuk atau kurus
d. > 35 tahun , tidak merokok
e. Merokok tapi < 35 tahun
f. Segera setelah keguguran
Wanita dalam kondisi dibawah ini pada umumnya dapat memakai Pil KB :
a. Haidnya banyak dan nyeri
b. Anemi kekurangan zat besi
c. Siklus haid tidak teratur
d. Tumor jinak payudara
e. Diabetes tanpa kelainan pembuluh darah
f. Endometriosis
g. Penyakit radang panggul
h. Penyakit tiroid (kelenjar gondok)
i. Mioma utyeri
j. TBC (kecuali dalam pengobatan dengan rifampicin
G. KONTRAINDIKASI
Kontra indikasi dari penggunaan berbagai jenis pil KB adalah sebagai berikut :
a. Kehamilan
b. Kecurigaan atau adanya Carcinoma mammae
c. Adanya neoplasma yang dipengaruhi oleh estrogen
d. Menderita penyakit thromboemboli atau varices yang luas
e. Faal hepar yang terganggu,
f. Perdarahan per vagina yang tidak diketahui sebabnya.
H. CARA PENGGUNAAN
a. Pil Kombinasi
 Petunjuk Umum
Panduan penggunaan pil kombinasi secara umum :
1) Pil kombinasi sebaiknya diminum setiap hari pada saat yang sama.
2) Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke tujuh siklus
haid.
3) Penggunaan pil kombinasi dianjurkan diminum pada hari pertama haid.
4) Pada kemasan 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai dengan
hari yang ada pada kemasan.
5) Bila kemasan 28 pil habis, sebaiknya mulai minum pil dari kemasan
yang baru.
6) Bila kemasan 21 pil habis, tunggu 1 minggu kemudian mulai minum pil
dari kemasan yang baru.
7) Minum pil yang lain, apabila terjadi muntah dalam waktu 2 jam setelah
meminumnya.
8) Penggunaan pil kombinasi dapat diteruskan, apabila tidak memperburuk
keadaan saat terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam.
9) Penggunaan pil apabila terjadi muntah dan diare berlangsung sampai 2
hari atau lebih sama dengan aturan minum pil lupa.
10) Tes kehamilan dilakukan apabila tidak haid.
Aturan Pil Lupa
Apabila lupa minum 1 pil (hari 1-21), maka setelah ingat segera minum 2
pil pada hari yang sama (tidak perlu menggunakan metode kontrasepsi lain).
Apabila lupa minum 2 pil (hari 1-21), sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai
jadual yang ditetapkan (sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi lain atau
tidak melakukan hubungan seksual sampai pil habis).
 Petunjuk Untuk Pasien Post Partum yang Tidak Menyusui
Pil kombinasi diminum setelah 3 minggu post partum. Jika sudah
6 minggu post partum dan sudah melakukan hubungan seksual, sebaiknya
menunggu haid dan gunakan metode barier.
 Petunjuk Untuk Pasien Post Partum yang Menyusui
Petunjuk untuk pasien post partum yang menyusui sama dengan
petunjuk umum dan aturan pil lupa. Sebelum menggunakan pil kombinasi,
berikan konseling dan KIE pada pasien tentang berbagai metode
kontrasepsi.
b. Pil Sequential
Pil ini dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap
siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan
selama 14–16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen
selama 5–7 hari terakhir.
c. Mini Pil atau Pil Progestin
Mini pil mulai dapat digunakan pada hari pertama sampai hari ke lima
pada siklus haid (tidak memerlukan metode kontrasepsi lain) apabila:
1) Lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan pasien telah mendapat haid.
2) Pasien sebelumnya menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin ganti
dengan mini pil.
3) Pasien sebelumnya menggunakan AKDR (termasuk AKDR yang
mengandung hormon).
Mini pil mulai dapat digunakan setiap saat apabila :
1) Diduga tidak terjadi kehamilan.
2) Pasien mengalami amenorea (tidak haid) dan dipastikan tidak hamil
(sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau gunakan
kontrasepsi lain untuk 2 hari).
3) Menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pasca persalinan dan tidak haid (bila
menyusui penuh, tidak memerlukan kontrasepsi tambahan).
Selain itu, mini pil dapat digunakan saat :
1) Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin
ganti dengan mini pil. Pil dapat segera diberikan dan tidak perlu menunggu
haid berikutnya, apabila penggunaan kontrasepsi sebelumnya digunakan
dengan benar dan tidak hamil.
2) Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi suntikan dan ingin ganti
mini pil. Pil dapat diberikan pada jadual suntikan berikutnya dan tidak
memerlukan metode kontrasepsi tambahan lain.
Cara Minum Mini Pil atau Pil Progestin
1) Mini pil diminum setiap hari pada saat yang sama sampai habis.
2) Pil pertama sebaiknya diminum pada saat hari pertama siklus haid.
3) Metode barier digunakan pada hari ke tujuh atau 4-6 minggu post partum
walaupun haid belum kembali.
4) Pada pasien 9 bulan post partum sebaiknya beralih menggunakan pil
kombinasi karena efektifitas mini pil mulai menurun.
5) Bila pasien muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, minum pil
yang lain atau gunakan metode kontrasepsi lain jika akan melakukan
hubungan seksual pada 48 jam berikutnya.
6) Meskipun pasien belum haid, mulai paket baru sehari setelah paket terakhir
habis.
7) Bila pasien mendapat haid teratur setiap bulan dan kehilangan 1 siklus
(tidak haid), atau merasa hamil, maka lakukan tes kehamilan.
8) Apabila pasien mengalami spotting atau perdarahan selama masa interval,
tetap minum pil sesuai jadwal (perdarahan biasa terjadi selama bulan-bulan
pertama).
9) Apabila pasien mengalami kram, nyeri perut hebat atau demam maka
segera periksa ke pelayanan kesehatan.
10) Sarankan pada pasien untuk menggunakan kondom ataupun spermisida
selain memakai mini pil apabila kemungkinan terinfeksi penyakit menular
seksual (termasuk HBV dan HIV/AIDS) atau lupa minum pil.
Aturan Pil Lupa
1) Bila lupa minum pil atau terlambat minum pil, segera minum pil saat ingat
dan gunakan metode barier selama 48 jam.
2) Bila pasien lupa minum 1 atau 2 pil, segera minum pil yang terlupa dan
gunakan metode barier sampai akhir bulan.
DAFTAR PUSTAKA

http://septikhairani.blogspot.co.id/2016/04/makalah-pil-kb.html