Anda di halaman 1dari 8

Nama : Ardiansyah Bagus S (14)

Dwiky Rido Oktama (18)

Pameran Seni Rupa


A. Panitia Pameran

1) Ketua Panitia

Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggung jawab terhadap
kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua dalam pelaksanaan tugasnya harus dapat
berkomunikasi, bekerja sama dengan baik, dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang
mendukung dan menyukseskan kegiatan pameran. Seorang ketua harus memiliki sikap tegas,
jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

2) Wakil Ketua

Secara umum tugas sebagai wakil ketua adalah pendamping ketua, bertanggung jawab atas
kepengurusan berbagai hal dan memperlancar kegiatan seksi-seksi, juga mengganti ketua
atau melaksanakan tugas ketua, apabila ketua berhalangan. Seorang wakil ketua harus
memiliki sikap tegas, jujur, sabar, serta memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan.

3) Sekretaris

Tugas pokok sekretaris dalam suatu kegiatan pameran atau suatu organisasi diantaranya
adalah menulis seluruh kegiatan panitia selama penyelenggaraan pameran. Pembuatan surat-
surat pemberitahuan kepada kepala sekolah, orang tua, kepada dinas terkait, apabila
pergelaran tersebut akan dilangsungkan di sekolah. Sedangkan apabila pameran tersebut akan
diselenggarakan di luar sekolah, perlu ada surat izin dan dan pemberitahuan kepada instansi
pemerintah yang berwewenang.

Tugas sekretaris lainnya adalah mengarsipkan surat-surat penting tersebut dan menyusunnya
sesuai tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur. Selain itu,
bersama ketua, membuat laporan kegiatan sebelum, sedang dan sesudah pergelaran
berlangsung. Sekretaris harus memiliki sikap jujur, tangung jawab, dan tertib karena tugas
sekretaris sangat erat hubungannya dengan administrasi.

4) Bendahara

Seorang bendahara bertanggung jawab secara penuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan
penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Bendahara
harus juga dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dan pengelolaan
keuangan selama pameran berlangsung. Bendahara harus memiliki sikap jujur, tanggung
jawab, teliti, dan cermat dalam mengatur pengrluaran yang digunakan selama kegiatan
berlangsung.

5) Seksi-Seksi

Seksi-seksi dibentuk dalam rangka membantu tugas dan menyukseskan kegiatan yang akan
dilaksanakan. Pembentukan seksi-seksi bisa berkembang sesuai kebutuhan acara yang akan
digelar. Seksi-seksi harus memiliki sikap jujur, bertangung jawab, dan disiplin dalam
melaksanakan tugas-tugasnya. Berikut merupakan contoh dari seksi-seksi

a) Seksi Kesekretariatan

Seksi ini bertugas membantu sekretaris dalam pembuatan dokumen tertulis seperti surat-
menyurat, penyusunan proposal kegiatan, dan mencatat segala sesuatu yang terjadi hingga
pameran selesai.

b) Seksi Sponsor

Seksi ini berkewajiban membantu Ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai
pihak, untuk mmencukupi biaya pameran.

c) Seksi Publikasi dan Dokumentasi

Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media, seperti
dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran, katalog,
undangan, dan sebagainya. Apabila dalam masalah pemberitahun tersebut ternyata
memerlukan surat-surat izin dapat berhubungan dengan sekertaris penyelenggaraan pameran.

Seksi publikasi juga bertugas untuk membuat laporan dokumentasi pameran, dengan jalan
mengumpulkan hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai selesai (berakhir),
dokumentasi pameran ini sangat penting sebagai tolok ukur dan wawasan di masa
mendatang.

d) Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang

Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang pameran bertugas mengatur tata ruang pameran. Seksi
ini selain bertugas untuk menghias ruang pameran juga bertugas mengatur denah dan
penempatan karya yang dipamerkan.

e) Seksi Stand

Seksi stand atau petugas stand adalah penjaga pameran yang bertugas menjaga kelancaran
pameran, mengatur (mengarahkan) pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar dari ruang
pameran. Petugas penjaga stand diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan
sopan membantu memberikan informasi tentang karya-karya yang dipamerkan.

f) Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya

Karya yang akan dipamerkan dikumpulkan dan dipilih, dikategorikan sesuai dengan tema
pameran yang ditentukan. Seksi pengumpulan dan seleksi karya bertugas melakukan
pencataan dan pendataan karya (nama seniman, judul, tahun pembuatan, kelas, harga, dll)
serta melakukan pemilihan karya yang akan dipamerkan.

g) Seksi Perlengkapan
Seksi Perlengkapan memiliki tugas untuk mengatur berbagai perlengkapan (alat dan fasilitas
lain) yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran. Seksi ini bekerjasama dengan seksi
dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan pameran serta
berkordinasi secara khusus dengan seksi pengumpulan dan seleksi karya dalam pengumpulan
dan pemilihan karya.

h) Seksi Keamanan

Tugas seksi keamanan dinataranya menjaga ketertiban dan keamanan lokasi pameran
khususnya kemanan karya-karya yang dipamerkan.

i) Seksi Konsumsi

Seksi Konsumsi bertugas menyediakan dan mengatur konsumsi ketika pembukaan dan
penutupan pameran. Seksi konsumsi juga bertanggung jawab menyediakan dan mengatur
konsumsi dalam kegiatan kepanitian pameran.

j) Seksi Kegiatan

Seksi kegiatan bertugas mengatur jadwal berlangsungnya acara dan bertangung jawab atas
keberlangsungan acara.

k) Seksi Humas(Hubungan Masyarakat)

Seksi ini bertugas mengurus segala perijinan dengan pihak terkait yang akan digunakan atau
diminta bantuan dalam acara.

2.Proposal

3.Materi

2. Jeni Pameran karya seni rupa

4.Kurasi

Kurasi pameran adalah tulisan yang berisi informasi tentang koleksi materi pameran (seni
lukis, grafis, desain, kriya, dan lain lain) baik dari aspek konseptual, aspek visual, aspek
teknik artistik, aspek estetik, aspek fungsional, maupun aspek nilai seni, desain, atau kriya
yang dipamerkan. Tujuan penulisan kurasi pameran adalah agar mudah dipahami oleh
pengunjung pameran. Kurasi pameran biasanya ditulis oleh kurator seni rupa, guru seni
budaya (seni rupa), dan dapat pula ditulis oleh siswa yang berbakat menulis kritik seni.

Fungsi seorang kurator dalam pameran adalah menganalisis berbagai faktor keunggulan seni
yang dipamerakan, kecenderungan kreatif peserta pemran, baik untuk bidang seni lukis,
desain, maupun kriya. Maka, pengunjung mendapatkan bahan banding untuk mengapresiasi
karya yang diamatinya. Artikel kurasi pameran dimuat dalam katalog pamerna, sehingga
isinya menjadi topik bahasan yang menarik dalam aktivitas diskusi yang dilaksanakan.

5. Nilai
Aktivitas pameran seni rupa murni,desain, dan kriya adalah bagian akhir dari suatu kegiatan
pembelajaran di sekolah. Dengan pameran, akan diketahui potensi bakat seni rupa tiap seklah
dalam hal seni lukis, desain, atau lainnya. Namun, yang lebih penting dipahami dalam arti
pernting pembelajaran seni budaya adalah pemeran melatih kemampuan siswa bekerja sama,
berorganisasi, berfikir logis, bekerja efisien, dan efektif dalam penyelenggaraaan pameran
seni rupa. Maka, nilai pameran, tujuan, sasaran dan tema pameran tercapai dengan baik.

Pengkajian Seni Rupa

1. Aspek visual
Dalam karya seni rupa murni adalah aspek yang berhubungan dengan wujud karya
seni rupa. Wujud karya seni rupa dapat direspon oleh indera manusia. Seni rupa
adalah wujud hasil karya manusia yang dapat dinikmati melalui indara penglihatan
(visual). Aspek visual dalam karya seni rupa terapan terdiri dari struktur visual,
komposisi, dan gaya pribadi.

2. Aspek keterampilan
Berkaitan dengan proses penciptaan sebuah karya seni rupa. Sebuah karya seni
dihasilkan melalui beberapa tahap yang harus dilalui. Langkah-langkah kerja dalam
keseluruhan proses perwujudan karya dimulai dari penetapan bahan, peralatan utama
dan pendukung, serta teknik-teknik dalam memperlakukan bahan dengan
peralatannya. Seluruh proses dikelompokkan ke dalam tiga tahap:
a. Tahap persiapan. pengadaan dan pengolahan bahan utama, bahan pendukung, dan
pengadaan peralatan.
b. Tahap Pelaksanaan, berkenaan dengan pengalaman artistik, aktivitas proses kreasi
dari awal hingga selesai.
c. Tahap akhir, karya seni rupa yang sudah diciptakan, masih membutuhkan
tindakan-tindakan khusus supaya siap dipamerkan. Jenis karya seni rupa tertentu
memerlukan pembersihan menyeluruh, lapisan pengawet (coating), atau lembaran
kaca dan bingkai. Jenis lain membutuhkan kemasan. Semuanya harus digarap dengan
baik, sampai sebuah karya seni rupa dikatakan siap pamer.
3. Aspek konseptual
Dalam penciptaan karya seni rupa murni berhubungan dengan konsep-konsep
penciptaan sebuah karya seni rupa itu sendiri. Aspek konseptual ini sangat
berpengaruh terhadap hasil karya seni yang akan dibuat atau diciptakan. Aspek
konseptual penciptaan karya seni rupa murni terdiri dari penemuan sumber inspirasi,
penetapan interes seni, penetapan interes bentuk, dan penerapan prinsip bentuk.
4. Aspek Kreativitas
Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kreativitas yang bersangkutan dengan karya
seni. Banyak cara untuk menemukan kreativitas, misalnya dalam penggunaan media,
bahan, alat, dan teknik yang berbeda dari yang sebelumnya. Kreativitas juga bisa
didapat dengan menampilkan bentuk-bentuk baru atau memadukan unsur baru dengan
yang lama. Bila-halhal di atas dapat dicapai pada penciptaan karya seni rupa,
khususnya karya seni rupa terapan, maka penilaian dari aspek ini menjadi penting
untuk dipertimbangkan.
No. Corak Seni Rupa

A.Seni Rupa Pra- Modern Tokoh Contoh

1. Primitivisme Paul klee


Primitivisme merupakan corak Henri Matisse
karya seni rupa yang memilik
beberapa sifat diantaranya
bersahaja, sederhana, naif, jujur,
spontan, baik dari segi
penggarapan bentuk maupun
pewarnaannya. Seniman bebas
dari belenggu profesionalisme,
teknik, tradisi, dan latihan formal
proses kreasi seni ini. Ciri-ciri
aliran primitivisme yaitu
menggambarkan sebuah subjek
dengan bagian yang sangat datar
dan cenderung sangat sederhana
sekali, selain itu juga terikat
dengan kehidupan manusia saat
zaman dahulu yang cenderung
primitif

2. Naturalisme 1.Pirngadi
Naturalisme merupakan corak 2.Basoeki
karya seni rupa dengan teknik 3.Abdullah,
pelukisannya yang berpedoman 4.Trubus,
pada peniruan alam untuk 5.Abdullah
menghasilkan karya seni. Oleh 6.Wakidi,
sebab itu seniman terikat pada 7.Dullah,
hukum proporsi, perspektif, 8.Rustamadji,
anatomi dan teknik pewarnaan 9.Wahdi
untuk mendapatkan kemiripan
yang sesuai dengan perwujudan
objek yang dilihat mata.
3. Realisme 1.Raden Saleh
Aliran seni rupa ini merupakan (realisme
perkembangan lebih lanjut dari romantis),
aliran naturalisme. Aliran ini 2.Soedjojono,
muncul di belahan dunia Barat 3.Dullah,
sekitar pertengahan abad ke-17. 4.Rustamadji
Aliran ini menunjukkan keyakinan (realisme
seniman terhadap realitas duniawi fotografis)
yang kasat mata sebagai objek 5.Dede Eri
penciptaan karya seni. Supria, 6.Ronald
7.Manullang
Pada umumnya realisme (Realisme Baru).
dibedakan menjadi beberapa
katagori, seperti realisme sosialis
(cenderung mengungkapkan
adegan-adegan kehidupan manusia
yang serba sengsara, getir, dan
pahit). Herbert Read menyatakan,
seni rupa yang sepenuhnya dapat
disebut sebagai realistis adalah
yang berusaha dengan segala daya
untuk menyatakan perwujudan
objek dengan tepat, dan seni
seperti ini, sebagaimana halnya
filsafat realisme, selalu
berdasarkan atas keyakinan
keberadaan objektif dari sesuatu.

Jadi dalam pengertian murni aliran


realis berusaha melukiskan
keadaan secara nyata, seniman
realis memandang dunia ini tanpa
adanya ilusi, mereka menciptakan
karya seni rupa yang nyata
menggambarkan apa-apa yang
nyata dan benar-benar ada di dunia
ini.
4. Dekorativisme 1.Kartono
Karya seni rupa dekoratif Yudokusumo,
senantiasa berhubungan dengan 2.Widayat,
hasrat untuk menyederhanakan 3.Suparto,
bentuk dengan jalan mengadakan 4.Ratmoyo,
distorsi. Ciri-cirinya yaitu bersifat 5.Batara Lubis,
kegarisan, ritmis, berpola, 6.AmrusNatalsya,
pewarnaan yang rata, dan secara 7.Irsam,
umum mempunyai kecenderungan 8. Sarnadi Adam,
yang kuat untuk menghias. Tujuan 9.Ahmad
dan sifat hias ini akan Sopandi,
menyebabkan keindahan rupa 10. Boyke
dekoratif termasuk kategori seni Aditya, 11.A.Y.
yang mudah dicerna oleh Kuncana, 12.I
masyarakat. Pada karya seni dua Gusti Nyoman
dimensi sering mengabaikan unsur Lempad,
perspektif dan anatomi, sedangkan 13. I Gusti Ketut
pada karya seni tiga dimensi Kobot,
mengabaikan plastisitas bentuk 14. I Gusti Made
(naturalistis). Deblog,

No. Corak Seni Rupa


B. Seni Rupa Modern Tokoh Contoh
1. Seni Pop 1.Roy Lichtenstein
Pop art pada dasarnya berasal dari 2.Andy Warhol
istilah Popular Culture, yaitu sebuah 3.RichardHamilton
ungkapan untuk menggambarkan 4.George Segal
sebuah budaya yang lebih berkaitan 5.Wedha Abdul
dengan hiburan, komersial, dan Rasyid
sifatnya non formal.
Pop Art adalah suatu gerakan dalam
seni modern yang meniru metode,
gaya, dan tema dari budaya populer
dan media massa, seperti komik,
iklan, dan fiksi ilmiah.
Pop Art mensasarkan kepada
penonton yang luas dan pop art
merupakan bentuk perluasan subjek
seni yang berasal dari (kemasan)
desainer grafik kemasan, tanda,
billboard dan iklan.

2. Seni Optik M.C.Escher


Seni optik (optical art) adalah gaya seni
visual yang menggunakan ilusi optikal.
Dalam seni lukis seni optik adalah
metode melukis yang memperhatikan
interaksi antara ilusi dan
menggabungkan pemahaman dan
penglihatan. Seni optik bersifat abstrak,
kebanyakan berbentuk potongan yang
hanya dibuat dengan warna hitam putih.
Ketika orang melihat karya ilusi optikal
maka akan memberikan sebuah impresi
pergerakan, benda yang tersembunyi,
getaran, atau pola tertentu.
3. Seni Konseptual Damien Hirst
Seni konseptual (conceptual art ), Ai Wei Wei
adalah gerakan dalam seni rupa yang Jenny Holzer
lebihmengutamakan konsep daripada
obyek perupaannya. Seniman
konseptual memandang bah!a pada saat
itu seni telah menjadi komoditidaripada
suatu pesan (message). "arena itu,
mereka menginginkan lahirnya gerakan
seniyang benar-benar berbeda cara
pengungkapannya dengan aliran seni
sebelumnya, serta memiliki perbedaan
yang ekstrim dengan seni sebelumnya.
/aka seni konseptualdi!ujudkan secara
fisikal, hanya menampilkan idenya saja
tanpa ada upaya per!ujudankarya secara
piktorial dan skulptural.

4. Seni Kontenporer 1.Jim Supangkat,


Seni kontemporer yaitu seni yang 2.FX. Harsono,
‘kekinian’. Seni ini dibuat oleh orang 3.Dadang Christanto,
masa kini yang masih hidup. Namun 4.Heri Dono,
istilah ‘kekinian’ tidak dapat diartikan 5.Agus Suwage,
begitu saja, karena rincian-rincian yang 6.Eddie Hara,
ada di sekitar kata ini kadang rumit dan 7.TisnaSanjaya,
sulit dimengerti. Belum lagi pandangan 8.Nindityo,
setiap orang tentang istilah ‘kekinian’ 9.Mella Jaarsma,
bisa berbeda-beda. Seni kontemporer 10.Arahmaiani,
seringkali muncul karena respon 11.Tita Rubi
terhadap dunia global yang memiliki
budaya yang beragam dan teknologi
yang maju. Seni kontemporer juga dapat
menjadi cerminan atas masalah-masalah
dunia modern yang kompleks

NO Corak Seni Rupa


C. Seni Rupa PosModern Tokoh Contoh
1. Seni Lukis Pablo Picasso
Seni lukis merupakan salah satu cabang
dari seni rupa murni yang berdimensi
dua. Dari pembubuhan cat, para pelukis
mencoba mengekspresikan berbagai
makna atau nilai subjektif. nilai-nilai
yang melekat pada lukisan dipengaruhi
oleh budaya yang dimiliki pelukisnya.
Seni lukis Indonesia yang berkembang,
pada gilirannya nanti ikut mempertegas
jati diri seni budaya Nusantara.
Sedangkan seni lukis mancanegara
menjadi pembanding seni budaya
Nusantara.
2. Seni Patung Ali Umar
Seni patung merupakan cabang dari seni Edhi Sunarso
rupa murni yang berdimensi tiga.
Membuat patung berarti membuat benda
tiga dimensi dengan bahan, alat, dan
teknik tertentu sehingga menghasilkan
karya yang indah dan bermakna.
3. Seni Grafis RJ Katamsi
Seni Grafis merupakan cabang dari karya Raden Soejadi
seni rupa murni yang berdimensi dua. Tjahjono Abdi
Berdasarkan dimensinya, seni grafis
sama dengan seni lukis, namun dari segi
teknik pembuatannya memiliki
perbedaan. Seni lukis dengan teknik
aquarel, plakat, atau tempra, sedangkan
seni grafis dibuat dengan teknik
mencetak. Seni grafis dapat dibuat
dengan teknik cetak tinggi, cetak dalam,
setak saring, dan cetak cahaya
(photography).