Anda di halaman 1dari 3

I.

s
II. s
III. s
IV. s
V. s
VI. s
VII. PEMBAHASAN
Percobaan mengenai spektrometri serapan atom telah dilaksanakan dengan tujuan
memahami prinsip dan cara kerja AAS, mengetahui cara menentukan konsentrasi sampel
dengan menggunakan AAS, dan menentukan kadar suatu senyawa dengan AAS.

Spektrometri merupakan suatu metode analisis kuantitatif yang pengukurannya


berdasarkan banyaknya radiasi yang dihasilkan atau yang diserap oleh spesi atom atau
molekul analit. Salah satu bagian dari spektrometri ialah Spektrometri Serapan Atom (SSA),
merupakan metode analisis unsur secara kuantitatif yang pengukurannya berdasarkan
penyerapan cahaya dengan panjang gelombang tertentu oleh atom logam dalam keadaan
bebas (Skoog et. al., 2000).

Prinsip kerja SSA adalah sampel cair yang memasuki alat pertama kali dikabutkan di
nebulizer. Titik-titik air yang halus dihasilkan dari nebulizer yang menghisap larutan cuplikan
yang kemudian disemburkan ke bagian tengah pembakar (burner) yang telah menyala dan
mengalami deatomisasi. Lalu direaksikan dengan sumber energi eksterna yang berupa HCL
maka atom pada keadaan dasar membutuhkan energi yang besar dan untuk mendapatkan
energi tersebut, atom akan menyerap energi dari sumber cahaya yang ada pada SSA (Sari,
2009).

Langkah awal yang dilakukan dalam percobaan ini adalah membuat larutan induk K 1000
ppm sebanyak 1000 ml dengan melarutkan serbuk KCl dalam aquades. Kemudian diambil 0,
2, 4, 6, 8 ml, larutan induk dan sampel, lalu ditambahkan aquades sampai mencapai batas
25ml. Kemudian dilakukan pengukuran absorbansi dari masing-masing sampel yang tersedia.

Dengan membuat kurva kalibrasi, yaitu kurva hubungan linier antara absorbansi (sumbu
Y) dan konsentrasi (sumbu X), konsentrasi suatu sampel dapat ditentukan. Dari hasil
percobaan diperoleh kurva kalibrasi dengan persamaan garis : y = 0,0167x + 0,003 dengan R
= 0,998. Nilai R ini menunjukkan linieritas suatu hasil pengukuran. Bila nilai R semakin
mendekati 1 maka hasil pengukuran tersebut semakin linier. Data absorbansi yang diperoleh
dari konsentrasi rendah ke tinggi adalah 0; 0.0388; 0.0721; 0.1030; 0.1349; 0.0159. Hasil
tersebut bila disusun dalam kurva kalibrasi sudah betul karena menunjukkan hubungan linier
antara konsentrasi larutan dengan absorbansi.
Dari persamaan garis pada kurva kalibrasi ini dapat digunakan untuk menghitung besarnya
kadar KCl dalam sampel dengan mensubstitusikan nilai y dengan absorbansi rerata dari
sampel dimana nilai x adalah konsentrasinya. Dari hasil perhitungan diperoleh besarnya
konsentrasi KCl adalah sebesar 0,772 ppm.