Anda di halaman 1dari 3

[ PERKULIAHAN MINGGU KE-1 (B) ]

GRUP, CONTOH-CONTOH,
DAN SIFAT-SIFAT ELEMENTERNYA
Sri Wahyuni
Departemen Matematika - FMIPA UGM

1. MOTIVASI

Diperhatikan himpunan semua bilangan bulat

Z = {· · · , −3, −2. − 1, 0, 1, 2, 3 · · · }

dan operasi penjumlahan bilangan bulat +. Mudah kita pahami bahwa Z terhadap
operasi + memenuhi sifat:
(i). (∀a, b ∈ Z) a + b ∈ Z
(ii). (∀a, b, c ∈ Z) (a + b) + c = a + (b + c)
(iii). (∃0 ∈ Z)(∀a ∈ Z) 0 + a = a = a + 0
(iv). (∀a ∈ Z)(∃b ∈ Z) a + b = 0 = b + a.

2. PROSES ABSTRAKSI DAN PENDEFINISIAN STRUKTUR GRUP

Termotivasi dari sifat-sifat himpunan Z terhadap operasi penjumlahan + yang


telah dipaparkan sebelumnya, dilakukan proses abstraksi dan didefinisikan struktur ab-
strak yang disebut grup (group).
diabstraksikan
Z −−−−−−−−→ sebarang himpunan tak kosong G
diabstraksikan
+ −−−−−−−−→ sebarang operasi biner ∗ pada G
Definisi 1 Misalkan G adalah himpunan tak kosong, dan pada G didefinisikan suatu
operasi biner ∗. Himpunan G disebut grup terhadap operasi ∗ jika memenuhi sifat:
(i). (∀a, b ∈ G) a ∗ b ∈ G (sifat tertutup1 )
(ii). (∀a, b, c ∈ G) (a ∗ b) ∗ c = a ∗ (b ∗ c) (sifat asosiatif )
(iii). (∃eG ∈ G)(∀a ∈ G) eG ∗ a = a = a ∗ eG (eksistensi elemen netral)
(iv). (∀a ∈ G)(∃b ∈ G) a ∗ b = eG = b ∗ a. (eksistensi elemen invers untuk setiap
elemen di G)

Grup G terhadap operasi ∗ secara ringkas ditulis dengan (G, ∗). Jika operasi ∗
pada grup G bersifat komutatif - yakni memenuhi (∀a, b ∈ G) a ∗ b = b ∗ a maka (G, ∗)
disebut grup abelian atau grup komutatif.

1
Pada beberapa referensi/buku, ketika operasi * sudah jelas dikatakan merupakan operasi biner,
aksioma ketertutupan ini kadang tidak dituliskan.

1
3. CONTOH-CONTOH GRUP
1). (Z, +), (Q, +), (R, +), dan (C, +) masing-masing merupakan grup (komutatif).

2). (Q\{0}, ·), (R\{0}, ·), dan (C\{0}, ·) masing-masing merupakan grup (komutatif).

3). G = Q\{−1} merupakan grup terhadap operasi ∗ dengan definisi a ∗ b = a + b + ab


untuk setiap a, b ∈ G.
Petunjuk Pembuktian:
(i). Harus dibuktikan operasi ∗ merupakan operasi biner (tertutup dan well-defined). Untuk
membuktikan sifat tertutup, harus ditunjukkan bahwa a ∗ b ∈ Q dan a ∗ b 6= −1. Untuk
membuktikan sifat well-defined, diambil sebarang a1 , a2 , b1 , b2 ∈ G dengan a1 = a2 dan
b1 = b2 , harus ditunjukkan a1 ∗ b1 = a2 ∗ b2 .
(ii). Ditunjukkan operasi * bersifat asosiatif.

(iii). Dicari elemen netralnya, yakni dengan langkah pertama memisalkan e ∈ G adalah elemen
yang bersifat e∗g = g, dan selanjutnya diuraikan sehingga akan diperoleh bentuk dari elemen
e tersebut. Perlu dicek juga apakah e yang diperoleh tersebut memenuhi sifat g ∗ e = g.
(iv). Diambil sebarang elemen g ∈ G. Dicari invers dari elemen g, yakni dengan langkah pertama
memisalkan h ∈ H adalah elemen yang bersifat g ∗h = e, dan selanjutnya diuraikan sehingga
diperoleh bentuk dari elemen h tersebut. Perlu dicek juga apakah h yang diperoleh tersebut
memenuhi sifat h ∗ g = e.

4). Himpunan semua matriks berukuran 2 × 2 atas R, dinotasikan M2×2 (R), meru-
pakan grup (komutatif) terhadap operasi penjumlahan matriks +. Secara umum,
(Mn×n (R), +) merupakan grup (komutatif).

5). Himpunan G = {A ∈ M2×2 (R) | det(A) = 1} merupakan grup (tidak komutatif)


terhadap operasi perkalian matriks ·. Secara umum, G0 = {A ∈ Mn×n (R) | det(A) =
1} merupakan grup (tidak komutatif) terhadap operasi perkalian matriks.

6). Himpunan G = {A ∈ M2×2 (R) | det(A) 6= 0} merupakan grup (tidak komutatif)


terhadap operasi perkalian matriks ·.

7). Himpunan Z × Q = {(x, y) | x ∈ Z, y ∈ Q} merupakan grup (komutatif) terhadap


operasi ∗ dengan definisi (a, b)∗(x, y) = (a+x, b+y) untuk setiap (a, b), (x, y) ∈ Q×Z.

8). Misalkan (G, ∗G ) dan (H, ∗H ) keduanya adalah grup. Himpunan G × H = {(x, y) |
x ∈ G, y ∈ H} merupakan grup terhadap operasi ∗ dengan definisi (a, b) ∗ (x, y) =
(a ∗G x, b ∗H y) untuk setiap (a, b), (x, y) ∈ G × H.

9). Misalkan X adalah sebarang himpunan tak kosong, dan P(X) adalah koleksi semua
def.
himpunan bagian dari X. Didefinisikan operasi biner ∆ pada P(X), yaitu A∆B =
(A\B)∪(B\A) untuk setiap A, B ∈ P(X). Dapat dibuktikan bahwa P(X) terhadap
operasi ∆ merupakan grup komutatif.
10). Himpunan T = {a, b, c, d} merupakan grup terhadap operasi biner yang didefinisikan
pada Tabel Cayley berikut:

2
4. SIFAT-SIFAT ELEMENTER GRUP

Kembali ke grup bilangan bulat Z = {· · · , −3, −2. − 1, 0, 1, 2, 3 · · · } terhadap


operasi penjumlahan +, nampak bahwa hanya ada satu elemen netral yakni 0 (elemen
netralnya tunggal) dan setiap elemen dalam Z hanya mempuanyai satu invers (inver-
snya tunggal). Akan ditunjukkan bahwa sifat tersebut juga berlaku pada sebarang grup
(G, ∗) sebagaimana dinyatakan dalam proposisi sebagai berikut:

Proposisi 1 Jika (G, ∗) merupakan grup, maka

1. Elemen netral (G, ∗) tunggal.

2. Invers setiap elemen dalam (G, ∗) tunggal

3. Jika a, b ∈ G maka (a ∗ b)−1 = b−1 ∗ a−1

4. Jika a ∈ G maka (a−1 )−1 = a

5. Selanjutnya jika a adalah elemen dalam grup G dan n adalah bilangan bulat dapat
didefinisikan an sebagai berikut: a1 = a dan an = an−1 a untuk setiap n > 1. Dan
kita definsikan a0 = e, dimana e adalah elemen identitas / netral pada G, dan an
sebagai invers dari an , maka akan dapat ditunjukkan bahwa: am+n = am an dan
amn = (am )n untuk setiap bialngan bulat m dan n.

Pembuktian dapat dilihat salah satunya di


http : //www.maths.tcd.ie/ dwilkins/Courses/311/311S10 708.pdf
(”Abstract Algebra” by D. R. Wilkins).