Anda di halaman 1dari 3

Trauma telinga adalah trauma yang dapat terjadi berbagai "idera traumatika yang nyeri pada

aurikula, meatus akustikus eksterna dan membran timpani. =/ody, Kern, Pearson. !66!?

!7 >(. Trauma telinga tengah adalah per%orasi membran timpani yang dapat disebabkan
oleh perubahan tekanan mendadak-barotrauma, trauma ledakan-atau karena benda asing
dalam liang telinga =aplikator berujung kapas, ujung pena, klip kertas, dll>. =+dams. !663?

60>*. Trauma telinga adalah tuli yang disertai gambaran atoskopik yang dapat disebabkan
oleh berbagai jenis trauma, meliputi kompresi udara mendadak, udara di meatus akustikus
eksternus, masuknya benda asing ke dalam telinga mserta trauma kapitis yang menyebabkan
%raktura os temporale. =/ody, Kern, Pearson. !66!? 67> .

Trauma pada sistem pendengaran adalah trauma pada daun telinga yang dapat terjadi pada
waktu bertinju atau akibat ke"elakaan.=&arold. !66(>

E T I O L O G I
!. Menurut 9oepardi =(777? *7>, penyebab utama dari trauma telinga antara lain?
a. Ke"elakaan lalu lintas
b. Perkelahian".
Ke"elakaan dalam bidang olahraga
d. uka tembak
e. Kebiasaan mengorek kuping
(. Menurut /ody, Kern, Pearson =!66!? 67>, penyebab utama trauma telinga yaitu?
a. Kompresi mendadak udara di liang telinga.
b. +danya benda-benda asing =misal? kapas lidi atau ranting-ranting pohon>.".
Trauma kapatis yang menyebabkan %raktur os temporale.*.
Menurut +dams =!663? 5 , 60, !*!>, penyebabnya antara lain?
a. Kebiasaan mengorek kuping dengan jari atau suatu alat seperti jepit rambut:klip kertas.
b. Perubahan tekanan mendadak-barotrauma, trauma ledakan- atau karena benda asing dalam
liang telinga =aplikator berujung kapas, ujung pena, klip kertas, dll>.". Terpapar bising:suara
industri yang berintensitas tinggi dan lamanya paparan

PATO!ISIOLOGI
Tuli yang disertai gambaran otoskopik dapat disebabkan oleh berbagai jenis trauma, meliputi
kompresi mendadak udara di meatus akustikus eksternus, masuknya benda asing ke dalam
telinga serta trauma kapitis yang menyebabkan %raktura os temporale. Penyebab yang
pertama, kompresi mendadak udara di liang telinga. 9uatu kejadian yang tampaknya ringan,
seperti tamparan pada telinga mungkin "ukup menyebabkan ruptura membran timpani. Pasien
akan mengalami nyeri telinga yang hebat dan terdapat perdarahan yang ber#ariasi pada tepi
per%orasi. )apat timbul tuli kondukti% dengan derajat yang tergantung atas ukuran dan
lokasi per%orasi.

Penyebab yang kedua yaitu masuknya benda-benda asing, seperti kapas lidai atau ranting-
ranting pohon, bila masuk ke dalam meatus akustikus eksternus dapat menimbulkan"idera
yang terasa nyeri, ber#ariasi dari laserasi kulit liang telinga sampai destruksi total teinga
dalam. Pada trauma hebat, dapat terjadi per%orasi membran timpani disertai perdarahan dan
disrupsi tulang-tulang pendengaran, serta pasien akan mengalami episode #ertigo hebat
berlarut-larut disertai gejala penyertanya, yang menunjukkan terkenanya telinga dalam.
Trauma yang kurang berat yang menyebabkan tuli kondukti% berupa per%orasimembran
timpani dengan atau tanpa dislokasi tulang-tulang pendengaran. =/ody, Kern, Pearson, !66!?
67>

KLASI!IKASI
Menurut 9oepardi =(777? *7-*!> dan &arold =!66(>?!. Trauma )aun Telinga =liang telinga
luar>Trauma daun telinga mungkin dapat terjadi pada waktu bertinju atau akibat suatu
ke"elakaan, akibatnya timbul hematom di bawah kulit.
(. Trauma $s Temporal Pada beberapa jenis trauma dapat menyebabkan depresi mendadak pada
%ungsi #estibular, dengan akibat terjadi episode #ertigo hebat yang berlarut-larut.

MANI!ESTASI KLINIS
!. Menurut 9oepardi =(777? *7>, mani%estasi klinik trauma telinga antara lain?
a. Edema
b. aserasi".
uka robek
d. &ilangnya sebagian:seluruh daun telingae.
Perdarahan%. &ematoma.
Nyeri kepalah. Nyeri tekan pada kulit kepalai.
Araktur tulang temporal
(. Menurut +dams =!663? 60>, mani%estasi klinik trauma telinga antara lain?
9ekret berdarah dari telinga".
@angguan pendengarand.
@angguan kesadarane.

KOMPLIKASI
a. !. Tuli Kondukti% Terjadi karena adanya per%orasi membran timpani dengan atau tanpa
dislokasi tulang-tulang pendengaran.(.
b. Paralisis Cajah DnilateralTerjadi karena trauma yang mengenai ner#us %asialis di
sepanjang perjalanannya melalui os temporale sehingga dapat menyebabkan paralisis
wajah unilateral.*.
c. 4ertigo &ebat)isebabkan oleh berbagai jenis trauma yang dapat menyebabkan depresi
mendadak pada %ungsi #estibular, sehingga terjadilah #ertigo yang mendadak, hebat
dan berlarut-larut.

P E M E R I K S A A N P E N U N 8 A N G I.
Pe e/iksaan "en6an O*osko;ik
Mekanis e :
- ersihkan serumen-
ihat kanalis dan membran timpani
In*e/;/e*asi :
- Carna kemerahan, bau busuk dan bengkak menandakan adanya in%eksi-
Carna kebiruan dan keru"ut menandakan adanya tumpukan darah dibelakang gendang.-
Kemungkinan gendang mengalami robekan.

II. Pe e/iksaan ketajaman pendengaran


III. U>i Ke*a>a an Den6an Ga/;u Tala uji weber
-Menguji hantaran tulang =tuli konduksi>
PENATALAKSANAAN
Pasien diistirahatkan duduk atau berbaring
atasi keadaan kritis = tran%usi, oksigen, dan sebagainya >
ersihkan luka dari kotoran lalu hentikan perdarahan
Pasang tampon steril yang dibasahi antiseptik atau salep antibiotik.
Periksa tanda-tanda #ital
Pemeriksaan otoskopi se"ara steril dan dengan penerangan yang baik,
Pemeriksaan radiology bila ada tanda %raktur tulang temporal. ila mungkin langsung
dengan pemeriksaan /T s"an.

I N T E R B E N S I 1.
N-e/i @e/hu@un6an "en6an ;/oses in+la asi.
Tujuan ? 9etelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 G ( jam rasa nyeri pasien dapat
berkurang,
Kriteria hasil?
oMelaporkan nyeri berkurang : terkontrol.
oMenunjukkan ekspresi wajah : postur tubuh rileks.

2NTE 4EN92 ?!.


$bser#asi keluhan nyeri, perhatikan lokasi atau karakter dan intensitas skala nyeri
mengidenti%ikasi terjadinya komplikasi dan untuk inter#ensi selanjutnya.(.
+jarkan tehnik relaksasi progresi%, na%as dalam guided imagery. :.
bantu klien untuk mengurangi persepsi nyeri atau mangalihkan perhatian klien dari nyeri.*
.Kolaborasi? erikan obat analgetik sesuai indikasi

$. Gan66uan senso/i ;e/se;si #au"i*o/i( @e/hu@un6an "en6an ;e/u@ahan senso/i ;e/se;si.


Tujuan ? 9etelah dilakukan tindakan 1 G ( jam diharapkan ketajaman pendengaran pasien
meningkat
Kriteria&asil ?
•Pasien dapat mendengar dengan baik tanpa alat bantu pendengaran
•mampu menentukan letak suara dan sisi paling keras dari garputala
•membedakan suara jam dengan gesekan tangan2
•Pasien tidak meminta mengulang setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya

2NTE 4EN92 ?!.


$bser#asi ketajaman pendengaran,"atat apakah kedua telinga terlibat. :.
Mengetahui tingkat ketajaman pendengaran pasien
. erikan lingkungan yang tenang dan tidak ka"au, jika diperlukan seperti musik lembut. :.
Membantu untuk menghindari masukan sensori pendengaran yang berlebihan dengan
mengutamakan kualitas tenang.*.
+njurkan pasien dan keluarganya untuk mematuhi program terapi yang diberikan :.