Anda di halaman 1dari 2

ASESMEN RESIKO JATUH PASIEN RAWAT INAP

No Dokumen No Revisi Halaman


SPO K/SKP 39/8/2017 0 1/3
Ditetapkan,
SPO TanggalTerbit Direktur RSIA FatmaBojonegoro
01 Agustus 2017

Dr.Winandra Putra M.MKes

PENGERTIAN 1. Asasmen resiko jatuh adalah kegiatan penilaian atau pengkajian


terhadap adanya resiko jatuh pada pasien dengan menggunakan
asasmen rsesiko jatuh pada pasien dewasa menggunakan “
Morse Fall Scale (MFS)“ dan asesmen resiko jatuh pada anak
menggunakan “ The Humpty Dumpty Scale”
2. Pasien rawat inap adalah semua pasien yang datang di RSIA
Fatma bojonegoro yang memerlukan tindakan atau layanan medis
lanjutan yang mengharuskan pasien untuk tinggal atau menginap
di rumah sakit
TUJUAN 1. Mengetahui adanya pasien yang mempunyai resiko jatuh
2. Mencegah terjadinya insiden pasien jatuh dan melindungi pasien
dari cidera selama dalam perawatan di RSIA Fatma bojonegoro
KEBIJAKAN

P a. Asesmen awal / skrining


R 1) Perawat IGD melakukan penilaian / asesmen resiko jatuh
O dan mencatatnya pada status pasien dengan :
S
a) Asesmen resiko jatuh pada pasien dewasa
E
D menggunakan “ Morse Fall Scale”
U b) Asesmen resiko jatuh pada pasien anak menggunakan “
R Humpty Dumpty Scale “
2) Perawat ruang neonatus melakukan penilaian / asesmen
resiko jatuh dengan humpty dumpty scale pada semua
bayi baru lahir
3) Informasikan resiko pasien jatuh kepada pasien dan
keluarga
4) Tindakan pencegahan diberikan kepada pasien yang
beresiko sedang dan rendah
5) Tindakan pencegahan resiko tinggi diberikan kepada
pasien dengan hasil asesmen resiko jatuh skala “resiko
tinggi”
6) Skrining farmasi dilakukan jika terdapat adanya resiko
jatuh pada pasien

b. Asesmen ulang
1) Asesmen ulang resiko jatuh dilakukan :
ASESMEN RESIKO JATUH PASIEN RAWAT INAP
No Dokumen No Revisi Halaman
SPO K/SKP 39/8/2017 0 2/3
Ditetapkan,
SPO TanggalTerbit Direktur RSIA FatmaBojonegoro
01 Agustus 2017

Dr.Winandra Putra M.MKes

a) Setiap transfer ke unit lain


b) Setiap adanya perubahan kondisi pasien
c) Setiap adanya kejadian jatuh pada pasien
2) Asesmen ulang untuk pasien resiko tinggi dilakukan setiap
pergantian shift, dan jika skor (< 45 untuk pasien dewasa
dan < 12 untuk pasien anak) dilakukan observasi 1x24 jam
untuk mengubah kategori dari resiko tinggi ke resiko
rendah dan sedang
3) Asesmen ulang untuk pasien resiko sedang dan rendah
setiap hari pada shift pagi
4) Hasil asesmen ulang resiko jatuh dicatat di rekam medis
pasien
5) Penilaian menggunakan asesmen resiko jatuh yang sudah
ditentukan dan tindakan pencegahan disesuaikan dengan
hasil asesmen ulang
6) Tindakan pencegahan resiko tinggi diberikan kepada
pasien dengan hasil asesmen resiko jatuh skala “resiko
tinggi”
Ucapkan terima kasih

Unit terkait 1. Instalasi Gawat Darurat (IGD)


2. Instalasi Bedah Sentral (IBS)
3. Ruang Perawatan