Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu kebutuhan manusia saat ini adalah sabun karena berbagai
jenis aktifitas sehari-hari tidak akan pernah lepas dari sabun misalnya mencuci,
mandi, membersihkan muka, dan lain lain. Sabun dalam bidang industri dipakai
untuk pengolahan berbagai jenis tambang dan berbagai jenis mesin-mesin yang
sekarang. Oleh karena itu kebutuhan sabun untuk masyarakat dunia sangat
besar dari tahun ketahun sehingga negara yang memiliki bahan baku utama
seperti Indonesia sangatlah diuntungkan dengan keadaan ini.
Sabun mandi sebagai pembersih semakin banyak peminat (pembeli)
dan beragam, sabun dijual secara komesial terlihat pada jenis, warna, wangi,
dan manfaat. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya merek sabun
yang beredar di masyarakat yang mana banyaknya merek sabun ini sesuai
dengan kebutuhan yang semakin meningkat dan berbagai tingkat ekonomi
masyarakat.
Sabun merupakan salah satu pembersih yang sudah umum dipakai
masyarakat dimana bahan baku untuk pembuatnya itu membutuhkan bahan
utama lemak atau reaksi antara lemak dengan bahan alkali (NaOH) yang mana
sabun ini memiliki berbagai jenis seperti sabun padat dan cair.
Indonesia memiliki banyak keragaman tumbuhan yang sangat banyak,
kurang lebih 40.000 spesies tumbuhan dan 1300 diantaranya merupakan
tanaman yang memiliki khasiat (180 spesies digunakan pada industri jamu
tradisional) yang mana kondisi ini memiliki potensi pasar yang sangat besar
bagi perkembangan dunia herbal. Menurut WHO (World Health Organization)
sebanyak 65% negara maju dan 80% negara berkembang memakai bahan
herbal.
Buah pisang merupakan salah satu jenis tanaman herbal dimana semua
masyarakat pernah mengonsumsi daging buah pisang. Pisang yang dihasilkan
di Indonesia memiliki berbagai jenis dan kualitas yang berbeda contohnya
pisang ambon, pisang susu, pisang raja, pisang seribu, pisang sunripe, pisang
kapok dan lain-lain. Konsumsi pisang terbanyak ada pada negara maju seperti
Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang.
Pisang sering diolah atau dijadika bahan konsumsi dan industri
pengolahan seperti, keripik pisang, tepung pisang, snack pisang, dan lainnya.
Hal ini menyebabkan setiap mengonsumsi atau mengolah buah pisang selalu
menimbulkan masalah berupa limbah kulit pisang. Kulit pisang umumnya
hanya digunakan sebagai pakan ternak atau limbah organik yang merupakan
sumber pencemaran. Berdasarkan buku (Someya et al., 2002) jika senyawa
antioksidan yang terdapat pada kulit pisang yaitu katekin, gallokatekin dan
epikatekin yang merupakan golongan senyawa flavonoid. Selain itu, menurut
Zuhrina (2011) dalam Supriyadi, dkk. (2005), kandungan unsur gizi yang
terdapat pada kulit pisang cukup lengkap seperti karbohidrat, lemak, protein,
kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan air. Sehingga kulit pisang
memiliki potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai sumber
antioksidan.
Berdasarkan penjabaran di atas, penelitian dengan memanfaatkan
limbah kulit pisang sebagai bahan pembuatan sabun herbal perlu dilakukan,
karena selama ini kulit pisang hanya dijadikan bahan limbah padat dan sabun
selalu berasal dari bahan kimia.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah sabun mandi dapat di buat dari bahan limbah kulit pisang ?

1.3 Tujuan Penelitian


Mengetahui pembuatan sabun mandi dari bahan kulit pisang

1.4 Manfaat Penelitian


1. Manfaat untuk peneliti : Mengetahui cara pembuatan sabun dari bahan
limbah kuli pisang (mendaur ulang)
2. Manfaat untuk akademi : Memberikan informasi bahwa limbah kulit pisang
dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan sabun.
3. Manfaat untuk industri : Memberikan nilai lebih terhadap kulit pisang.
4. Manfaat untuk masyarakat : Mengetahui kulit pisang dapat didaur ulang
menjadi barang yang memiliki nilai jual sehingga mengurangi dampak
pencemaran lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA

Adi Nugroho S.P. 2015. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Sabun. Program
Studi Farmasi Politeknik Indonusa : Surakarta

Musliawan Adi Sulung. 2012. Penggunaan Limbah Kulit Pisang Sebagai Bahan
Baku Pembuatan Sabun Mandi. Universitas Muhammadiyah : Malang

Someya, S., Y. Yoshiki and K. Okubo. 2002. Antioxidant Compounds From


Bananas Food Chemistry, Vol. 79 (3) : 351-354

Supriyadi, Ahmad dan Suyanti Satuhu. 2008. Pisang, Budidaya, Pengolahan dan
Prospek Pasar. Penebar Swadaya : Jakarta
FORMULA PEMBUATAN SABUN CAIR DARI LIMBAH
KULIT PISANG

Dian Pratiwi
2161203

AKADEMI FARMASI TADULAKO FARMA


PALU
2018