Anda di halaman 1dari 26

PERBANDINGAN FILSAFAT BARAT DAN TIMUR

Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Filsafat
Sejarah
Dosen Pengampu : Muna Yastuti Madrah, MA.

Disusun Oleh:

1. Aswan Pratama (3250140012 )


2. Dody Mashadi Nor Ahmad (32501400122)
3. Satiul Komariah (325014001 )
4. Slamet Setioboro (325014001 )

SEJARAH PERADABAN ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

SEMARANG

2017
KATA PENGANTAR

‫ وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا ً عبده‬، ‫ أشهد أن ال إله إال هللا وحده ال شريك له‬،‫الحمد هلل رب العالمين‬
‫ أما بعد‬،‫ وصلى هللا عليه وعلى آله وصحبه أجمعين‬،‫ورسوله األمين‬

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul
“Perbandingan Filsafat Barat dan Timur” tepat pada waktunya.

Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada dosen Mata Kuliah Filsafat
Sejarah, Miss Muna Yastuti Madrah, MA yang telah membimbing kami dalam
menyusun makalah ini. Makalah yang kami buat ini mengangkat tema tentang
“Perbandingan Filsafat Barat dan Timur”. Makalah ini dibuat guna memenuhi
tugas Mata Kuliah Filsafat Sejarah yang ditugaskan oleh dosen Mata Kuliah yang
bersangkutan.

Penulis mohon ma’af apabila dalam pembuatan makalah ini masih


terdapat kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan penulis dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Penulis
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Semarang, 8 Desember 2017


Hormat Kami

Penulis

ii
DAFTAR ISI

COVER .................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I ...................................................................................................................... 2
PENDAHULUAN .................................................................................................. 2
1. LATAR BELAKANG ................................................................................. 2
2. PERMASALAHAN ..................................................................................... 2
3. TUJUAN ...................................................................................................... 2
BAB II ..................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ..................................................................................................... 3
A. Filsafat Barat ................................................................................................ 3
B. Sejarah Filsafat Barat ................................................................................... 3
a. Zaman Kuno (600 SM 4OO M). .............................................................. 3
b. Zaman Keemasan Yunani ........................................................................ 4
c. Zaman Hellenisme .................................................................................... 5
d. Zaman Patristik dan Skolastik (400 1500 M). .......................................... 6
e. Zaman Modern (1500-1800 M). ............................................................... 6
f. Zaman Sekarang (1800-......) .................................................................... 8
C. Filsafat timur .................................................................................................. 11
1. Sejarah Filsafat Timur ................................................................................ 11
2. Filsafat Persia dan Timur Tengah .............................................................. 12
3. Filsafat Cina ............................................................................................... 13
4. Filsafat Islam .............................................................................................. 14
D. Perbandingan Filsafat Barat dan Timur ......................................................... 16
1. Ontologis Barat-Timur. .............................................................................. 16
2. Secara Epistimologis. ................................................................................. 17
3. Aksiologi. ................................................................................................... 18
4. Pengetahuan. .............................................................................................. 18
5. Sikap Terhadap Alam. ................................................................................ 18

iii
6. Cita-Cita Hidup. ......................................................................................... 19
7. Status Manusia. .......................................................................................... 19
BAB III ................................................................................................................. 20
PENUTUP ............................................................................................................. 20
A. KESIMPULAN .......................................................................................... 20
B. SARAN ...................................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 21

iv
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Kata filsafat diambil dari bahasa Arab. Sedangkan Falsafah daimbil dari
bahasa Yunani yaitu ‘Philos’ berarti cinta dan ‘Sophia’ berarti bijak. Harun
mengatakan bahwa filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk
memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati (1980:7-8).

Filsafat lahir karena perdebatan akal dengan hati tentang segala sesuatu
didalam alam semesta, tentang asal muasal segala sesuatu yang ada didunia.
Bahkan filsafat menanyakan akan asal muasal manusia. Filsafat muncul dan
berkembang sejak berabad-abad lalu. Perkembangan filsafat tidak hanya dalam
satu wilayah, melainkan meluas sampai keseluruh negeri dengan masa kejayaan
yang berbeda-beda. Para filsuf muncul dengan pemikiranya tentang asal muasal
segala sesuatu yang ada didunia ini.

Dua filsafat yang berkembang pesat dan bertolak belakang yaitu filsafat
barat dan filsafat timur. Keduanya memiliki waktu tertentu dalam mencapai
masa keemasanya, sehingga mempengaruhi pemikiran-pemikiran yang
berkembang pada masa itu sampai pada masa sekarang. Ada beberapa tokoh
penting yang turut menyumbang pemikirannya dalam mendominasi konsep
filsafat barat maupun timur sesuai dengan periodesasinya. Sehingga, antara
filsafat Barat dan Timur terdapat perbedaan yang mencolok. Dan penting untuk
para penikmat filsafat dalam menelaah lebih dalam lagi akan konsep-konsep
yang diterima sebelum akhirnya dijadikan landasan dalam berfikir.

1
2. PERMASALAHAN

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana sejarah perkembangan Filsafat Barat dan Timur?.


b. Siapa saja tokoh yang berperan dalam konsep Filsafat Barat dan Timur?.
c. Apa perbedaan antara Filsafat Barat dan Timur?.

3. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
a. Mengetahui sejarah perkembangan Filsafat Barat dan Timur.
b. Mengetahui tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam konsep Filsafat Barat dan
Timur.
c. Mengetahui perbedaan antara Filsafat Barat dan Timur.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Filsafat Barat

Pada abad ke-18, filsafat Barat mengalami kejayaanya dari masa-masa


sebelumnya yang mengalami keterpurukan. Filsafat Barat pada abad tersebut
memiliki nama periodesasi masing-masing. Salah satu contohnya seperti pada
filsafat di Jerman dengan julukan masa Aufklarung atau Pencerahan.
Sedangkan pemakaian terma Inggris menamakan masa Enlightment. Keduanya
memiliki makna yang serupa, yaitu peleraian pertarungan antara rasionalisme
dan empirisme.

Menilik masa-masa yang lain, filsafat Barat memiliki masa yang cukup
rinci untuk dibahas. Namun, pada kesempatan kali ini, penulis hanya akan
merangkum secara garis besar tentang sejarah Filsafat Barat mulai dari zaman
Kuno sampai zaman modern. Berikut pembahasanya.

B. Sejarah Filsafat Barat


Sejarah Filsafat Barat terbagi dalam 4 periode:
a. Zaman Kuno (600 SM 4OO M).
1. Para Filsuf Alam (Pra Socrates)
Filsafat Filsuf Alam muncul pada abad ke 6SM dengan ciri khas para
filsuf yang menanyakan tentang asal mula alam (arche). Awalnya
perkara alam lebih condong ke pada pembahasan mitologis, namun lama-
lama pembahasan itu berubah menjadi kosmologis.
Beberapa filsuf mengemukakan pendapatnya tentang hakikat asal
muasal alam. Ada yang mengatakan bahwa alam berasal dari air, udara
bahkan ada pula yang mengatakan bahwa alam berasal dari keduanya –
alam dan air.

3
b. Zaman Keemasan Yunani
Jika pada zaman kuno filsafat Barat beralih dari mitologis ke
kosmosentris, filsafat barat pada zaman keemasan beralih paham dari
kosmosentris ke antroposentris, yaitu tentang hakikat manusia secara
seutuhnya. Selain itu, pada zaman keemasan ini, para filsuf juga mencari
tahu tentang hakikat kebenaran yang ada disekitar manusia.
Pada zaman keemasan ini muncul tiga tokoh utama yang sangat
berperan dalam memajukan Filsafat Barat. Berikut biografi dan
pemikiran sedikit dari Socrates, Plato dan Aristoteles.
a. Socrates
Sokrates hidup tahun 469-399 SM, ia memindahkan filsafat dari
langit ke bumi sasaran yang diselidiki bukan lagi jagat raya,
melainkan manusia sebagai obyeknya. Socrates memberikan
ajarannya dengan kebijakan atau kautaman (arate), yaitu pengetahuan
tentang yang baik adalah satu dan menyeluruh. Sokrates juga dikenal
dengan parameter proses tanya jawab sehingga melahirakn budi yang
baik atau dikenal dengan metode maieutik. Selain itu dalam proses
pemikirannya Sokrates percaya akan adanya wujud Tuhan walaupun
dalam riwayat hidupnya dianggap membuat dewa baru dan merusak
pemikiran kaum muda yang pada akahirnya menekam di penjara
sampai akhir hayatnya.
b. Plato
Plato dilahirkan di Athena pada tahun 427 SM., dan meninggal
pada tahun 347 SM pada usia 80 tahun. Ia berasal dari keluarga
aristokrasi yang secara turun temurun memegang peranan penting
dalam politik Athena. Plato merupakan pengikut sekaligus murid setia
dari Socrates. Plato sendiri memiliki sebuah academica, dimana
selama 40 tahun hidupnya di abadikan untuk mengajarkan ilmu
filsafat kepada murid-muridnya.

4
Intisari pemikiran filsafat Plato adalah pendapatnya tentang Idea.
Konsep ‘pengertian’ yang dikemukakan Sokrates diperdalam oleh
Plato menjadi idea. Idea itu berbeda sekali dengan ‘pendapat orang
orang’. Berlakunya idea itu tidak bergantung kepada pandangan dan
pendapat orang banyak. Idea timbul semata-mata dari kecerdasan
berpikir.’Pengertian’ yang dicari dengan pikiran adalah idea. Idea
pada hakekatnya sudah ada.
c. Aristoteles
Aristoteles lahir di Stageria di Semenanjung Kalkidike, Trasia
(Balkan) pada tahun 384 SM., dan meninggal di Kalkis pada tahun
322 SM., di usianya ke-63. Bapaknya adalah seorang dokter dari raja
Macedonia, Amyntas II. Sampai usia 18 tahun ia mendapatkan
pendidikan langsung dari ayahnya tersebut. Aristoteles terkenal
sebagai ‘bapak’ logika. Logika tidak lain dari berpikir secara teratur
menurut urutan yang tepat atau berdasarkan hubungan sebab dan
akibat. Aristoteles sendiri memberi nama model berpikirnya tersebut
dengan nama ‘analytica’, tetapi kemudian lebih populer dengan
dengan sebutan ‘logika’.
Intisari dari ajaran logikanya adalah silogistik, atau dapat juga
digunakan kata ‘natijah’ daalam bahasa Arab. Silogistik maksudnya
adalah ‘uraian berkunci’, yaitu menarik kesimpulan dari pernyataan
yang umum atas hal yang khusus, yang tersendiri. Misalnya: Semua
manusia akan mati (umum); Aristoteles adalah seorang manusia
(khusus); Aristoteles akan mati (kesimpulan). Pertimbangan ini, yang
berdasarkan kenyataan umum, mencapai kunci keterangan terhadap
suatu hal, yang tidak dapat disangkal kebenaranya.
c. Zaman Hellenisme
Hellenisme diambil dari kata ‘Hellas’ yang berarti Yunani. Pada
masa Hellenisme ini, filsafat Yunani menyebar ke seluruh wilayah
Iskandar Agung, India Barat sampai ke Mesir. Kegiatan intelektulitas

5
berada dipusat Yunani. Sehingga, masa ini disebut masa Yunani atau
Hellenisme.

d. Zaman Patristik dan Skolastik (400 1500 M).


Pada zaman patristik dan skolastik terjadi dominasi dari gereja dan
imam kristini. Sehingga tidak khayal pada zaman ini dinamakan zaman
patristik, selain itu, banyak sekolah didirikan digereja sebagai tempat
belajar mengajar, sehingga dinamakan zaman skolastik.
Pada zaman ini merupakan zaman penghujung zaman kuno dan abad
pertengahan. Pada zaman ini terjadi sekitar tahun 900 dan 1200.
1. Zaman Patristik
Patristik berasal dari kata ‘Patres’ berarti Bapa Gereja atau Pater
yang diangkan dari bahasa Yunani, mengingat dominasi yang muncul
pada zaman sebelumnya yaitu zaman keemasan Yiunani. Pada zaman
ini dibagi menjadi dua bagian, pertama patristik Yunani dan kedua yaitu
Patrsitik Romawi.
2. Zaman Skolastik
Kata ‘Scolastik’ berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘guru’.
Zaman ini disebut zaman skolastik karena pada zaman ini filsafat mulai
diajarkan dibiara-biara dan universitas sebagai kurikulum tetap.
Pada zaman ini pemikiran fenomenal Plotinus didunia filsafat
mulai diganti dengan pemikiran Aristoteles. Pemikiran Aristoteles
dikenalkan oleh para filsuf Islam sepeti Avecina (980-1087)
Mamonides, dan Averroes (1126- 1198).
e. Zaman Modern (1500-1800 M).
1. Renaissance
Zaman Renaissance merupakan zaman kelahiran kembali
kebudayaan klasik Yunani dan Romawi. Zaman ini terjadi pada tahun
1400 s.d 1600 dengan pemahaman yang antroposentris yang menggeser
pemahaman kosmosentris. Pada zaman ini para filsuf lebih
mengutamakan aspek rasio dari pada mitologis.

6
Bidang ilmu yang muncul pada saat ini adalah seni, kesustraanya
dan ispirasi dari yunani-romawai. Dimana bidang ilmu tersebut sudah
mulai ditinggalkan oleh orang-orang dalam jangka waktu 1000 tahun
hingga akhirnya muncul lagi.
Beberapa tokoh pada zaman ini adalah N. N. Macchiavell (1469-
1527), Th. Robbers(1588-1679), F. Bacon(1561- 1626), Th. More
(1478-1535).
2. Zaman Barok
Pada zaman barok pemahaman yang disebar melanjutkan zaman
renaissance, dimana perhatian keilmuan lebih ditekankan pada aspek
rasionya. Sedangkan pusat pemahaman yang tersebar pada zaman ini
yaitu mengenai pemahaman Matematika atau Matematikus sebagai
dasar filsafatnya.
3. Zaman Pencerahan
Pada zaman ini memiliki nama berbeda-beda. Saat masuk zaman
Jerman, dinamakan zaman Aufklarung, sedangkan di Inggris dinamakan
zaman Enlightenment atau Fajar Budi. Zaman ini dinamakan zaman
pencerahan karena pada zaman ini manusia semakin menekankan pada
aspek rasionya dan mengindahkan aspek mitologis.
Pada zaman ini salah satu pemikiran yang terkenal yaitu muncul
dari tokoh Immanuel Kant dari Jerman dengan pemahamanya ‘Saphire
Aide!’ yang artinya (beranilah berfikir). Immanuel Kant juga
menyebarkan sintesa dengan rasionalisme dan empinisme. Immanuel
Kant juga dianggap filsuf terpenting jaman modern.
4. Zaman Romantik
Pada zaman romantik terdapat aliran Idealisme dengan pemahaman
terpenting mengenai ide. Para filsuf pada zaman ini berpendapat bahwa
ide merupakan bagian terpenting dari segalanya, bukan materi yang
menguasai segalanya melainkan ide. Tokoh yang berperan yaitu F.
Hegel dengan kemunculanya pada abad 19 dan 20.

7
Sedangkan filsuf lainya yaitu ada J. Fichte (1762- 1814), F.
Schelling (1775-1854) yang berasal dari Jerman. Kedua filsuf tersebut
menyumbangkan pemikirannya yang besar di zaman romantik.
f. Zaman Sekarang (1800-......)
1. Positivisme
Gerakan lairan positivisme inilah yang mengembangkan bagaimana
suatu kebenaran didapat dengan empirisme, dengan bukti nyata.
Sehingga dengan kebenaran panca indra dari manusia lah sesuatu
kebenaran dapat dipercaya.
Tokoh filsuf yang terkenal di Positivisme adalah Isidore Auguste
Marie Francois Xavier Comte (1798-1857), telah menampilkan ajaran
yang sangat terkenal kemudian disebut hukum tiga tahap (law of three
stages).
2. Marxisme
Sesuai namanya dalam paradigma Marxime terinspirasi dari filsuf
sensasional dari Jerman Karl Marx yang kemudian dikembangkan lagi
oleh Engels. Gerak sejarah bagi Karl Mark dikarenakan ekonomi yang
membuat perubahan-perubahan termasuk didalamnya yang kemudian
dikenal sebagai pertentangan kelas.
Secara universal pemikiran Karl Marx bertumpu pada tiga pokok
yaitu (1) perkembangan histori berlangsung melalui sintesis ketegangan
atau kontradiksi yang inheren-dialektika; (2) institusi sosial dan politik
dibentuk dan ditentukan oleh ekonomi materialisme historis; (3)
gerakan dialektik sejarah terungkap dalam pertentangan atau konflik
antar kelompok-kelompok ekonomi pertentangan kelas.
3. Eksitensialisme
Tokoh dari pandangan eksistensialisme yang terkenal adalah
Freidrich Nietzche. Filsuf kenamaan dari jerman dan termasuk tokoh
yang kontroversial dimana Nietzche menggangap dunia adalah hampa
atau kekosongan.

8
Fokus filsafatnya adaalah pengembangan diri manusia semaksimal
mungkin, dan analisis kebudayaan di jamnnya. Ia menekankan sikap
menerima dan merayakan kehidupannya, kreativitas, kekuasaan, segala
kontradiksi, serta absuditas hidup manusia. Ia menolak untuk mengakui
adanya dunia lain di lur dunia ini. Ide paling penting didalam filsafat
Nietzsche adalah ide penerimaan pada hidup. Konsekuensinya semua
ajaran dan pemikiran di dalam peradaban manusia yang menolak
kehidupan ditolak olehnya. Dengan pemikirannya ini ia meberikab
inspirasi besar bagi para penyair, filsuf, sosiolog, atis dan para pemikir
progresif di kemudian hari.
Tokoh eksistensialisme yang lain adalah Søren Aabye Kierkegaard (5
Mei 1813-11 November 1855), K. Jeespers.
4. Fenomenolog.
Pandangan filsuf fenomenologi lebih mengutamakan pengalaman
subjektif pada fenomena objektif. Tokoh filsuf fenomenologis
diantaranya Edmund Gustav Albrecht Husserl dan Max Scheler.
Pandangan fenomenologi melihat bahwa hal yang dituju manusia
adalah nilai. Jika ada orang yang mengejar kenikmatan, maka hal itu
bukan demi kepuasan perasaan, melainkan karena kenikmatan yang
dipandang sebagai suatu nilai. Nilai tidak bersifat relatif, melainkan
mutlak. Nilai bukan ide atau cita-cita, melainkan sesuatu yang kongkret,
yang hanya dapat dialami dengan jiwa yang bergetar dan dengan
emosi.. Dalam pengertian sehari-hari, nilai sering dikacaukan dengan
hal yang bernilai.Namun Max Scheler telah membedakan dengan jelas
antara nilai dan hal yang bernilai.Nilai adalah kualitas yang membuat
suatu hal menjadi hal yang bernilai, sedangkan hal yang bernilai
merupakan suautu hal yang membawa kualitas nilai.
5. Pragmatisme.
Tokoh-tokoh filsuf pragmatisme yang terkenal ada William James
dan John Dewey. Pragmatisme dalam pandangan William James
merupakan sikap memandang jauh terhadap benda-benda pertama,

9
prinsip-prinsip dan kategori-kategori yang dianggap sangat penting,
serta melihat ke depan kepada benda-benda yang terakhir, buah
berakibat dan fakta-fakta.
Pragmatisme lebih menekankan kepada metoda dan pendirian
daripada kepada doktrin filsafat yang sistematis. Ia adalah metoda
penyelidikan eksperimental yang dipakai dalam segala bidang
pengalaman manusia.
Sedangkan dalam paradigma John Dewey, pengalaman adalah
pokok. Pengalaman adalah hasil dari pengaruh timbal balik antara
organisme dan lingkungannya.
6. Neo-Kantianismc dan neo-tmismc
Tokoh yang terkenal adalah Joseph Marechal dan A. Sertilliangers.
Joseph Marechal dalam karya filsafat terpentingnya adalah Le point de
depart de la metaphisique (Titik Tolak Metafisika dalam lima jilid dari
tahun 1922 sampai 1926, yang terakhir diterbitkan setelah dia
meninggal). Dia lahir pada tahun 1878 dan meninggal pada 1944.
Marechal berusaha mengadakan konfrontasi antara thomisme dan
filsafat Kant, hasilnya adalah thomisme transendetal yang menjelaskan
struktur dan berfungsinya pengenalan manusia berdasarkan dinamisme
rasional yang terarah kepada Allah sebagai tujuannya. Menurut
Marechal, pengetahuan obyektif didasari pada suatu analisis dari
akhir rasio.
7. Filsafat Analitis.
Wittgenstein adalah penulis Tractatus Logico-Philosophicus yang
merupakan sumber inspirasi kaum logis-positivis dalam hal analisis
antara pernyataan yang bermakna dengan pernyataan yang tidak
bermakna. Dia menjelaskan ini melalui teori pemaknaan yang dikenal
sebagai teori gambar. Dalam karyanya kemudian, Philosphical
Investigations, dia mengoreksi pandangan awalnya dalam Tractatus dan
lebih menekankan pendekatan holistik-praktis dalam pendekatan
terhadap persoalan bahasa. Pandangan ini memengaruhi

10
para filsuf yang menganut paham ordinary language philosophy,
seperti Gilbert Ryle.

8. Strukturalisme
Claude Lévi-Strauss berpendapat bahwa "pikiran primitif"
memiliki struktur yang sama dengan pikiran yang "beradab" dan bahwa
ciri-ciri manusia itu sama saja di mana-mana. Pengamatannya ini
berpuncak pada bukunya yang terkenal, Tristes Tropiques, yang
menempatkan Lévi-Strauss sebagai tokoh utama dalam aliran
pemikiran strukturalis. Strukuralisme didefinisikan sebagai "pencarian
pola-pola pikiran tersembunyi di dalam segala bentuk kegiatan
manusia". Lévi-Strauss telah menerima kehormatan dari berbagai
universitas di seluruh dunia dan memimpin Antropologi Sosial
di Collège de France (1959–1982). Dia terpilih sebagai
anggota Akademi Prancis atau Académie Française pada 1973.

C. Filsafat timur
1. Sejarah Filsafat Timur
Filsafat timur merupakan produk pemikiran filosofis yang muncul dari
masyarakat Asia terutama China, India, Jepang dan lain-lain. Masing-
masing dari negara tersebut memiliki pemikiran yang berbeda-beda,
sehingga pemikirannya lebih bersifat pluralisme. Salah satunya yaitu
Filsafat China yang terbagi menjadi dua pemahaman. Filsafat Konfuisme
dan Taoisme. Kemudian India ada pemahaman filsafat Hindu dan Budha.
Sedangkan Islam seperti yang ada ditimur tengah secara garis besar terbagi
menjadi filsafat teoretis (al-hikmah al-nazhariyyah) dan filsafat praktis (al-
hikmah al-‘amaliyyah).
Salah satu ciri khas dari Filsafat Barat yaitu akan pemahamanya yang
lebih kepada tentang Ketuhanan atau berkaitan dengan Agama. Sempat
terjadi perdebatan oleh kaum post kolonial akan keyakinan apakah filsafat
timur bisa dianggap sebagai filsafat atau tidak. Filsafat Timur tetap

11
menyebar dengan pandangan ciri khasnya yang mistis sebagai suatu
keilmuan. Padahal pandangan seperti yang demikian bisa dipatahkan begitu
saja dengan bukti yang telah diciptakan oleh Filsafat Timur. Salah satunya
yaitu perkembangan filsafat yang begitu besar. Penemuan-penemuan yang
luar biasa dimulai dari filsafat Timur.
Bahkan para filsuf barat sempat mengkaji keilmuan yang ada difilsafat
Timur. Hal tersebut menunjukkan bukti bahwa filsafat Timur sudah sangat
layak untuk disebut sebagai filsafat. Salah satu contohnya yaitu, kitab al-
Quran fi al-Tibb hasil pemikiran Ibnu Sina sudah menyebar sampai ke Barat
dengan julukan The Canon sebagai buku panduan kedokteran yang sampai
sekarang masih digunakan.
2. Filsafat Persia dan Timur Tengah
Filsafat Persia dan Timur Tengah yang tertua berada di Negara India
dengan pemahaman yang mendominasi yaitu tentang philosophia. Ajaran ini
memaparkan tentang cara-cara yang dapat ditempuh agar manusia mencapai
kebahagiaan yang kekal. Selain itu, pemahaman yang menyebar tidak
melulu tentang keilmuan mencapai kebahagiaan yang kekal, melainkan juga
tentang pembebasan diri dari segala hal yang mengurung jiwa.
Bagus takwin (2003: 38) Hinduisme sendiri merupakan suatu
kepercayaan monetheistik yang hanya pada satu Tuhan. Selain itu, ajaran
Hinduisme juga familiar dengan istilah Sanathana Dharma, dimana kata
tersebut memiliki arti ‘kebajikan’.
Filsafat India bercorak religius dan etis. Sejarah filsafat India dibagi
menjadi empat periode, yaitu periode Weda (1500-600 SM), periode
Wiracarita (600 SM–200 M), periode Sutra -Sutra (200-sekarang), periode
Skolastik (200M-sekarang).
1. Periode Weda Samhita.
Suatu pengumpulan mantra-mantra yang berbentuk syair,yang
dipergunakan untuk mengundang Dewa, yang untuknya akan
dipersembahkan korban..
2. Periode Wiracarita.

12
Periode ini sering disebut periode epic. Sistem-sistem dari
Budhisme, Jainisme,Syiwaisme, dan Wishnuisme termasuk periode ini.
3. Periode Suta-Sutraskema.
Kefilsafatan yang pendek dan ringkas. Ikhtisar ini dibuat dalam
bentuk sutra-sutra.
4. Periode Skolastik.
Sukar sekali dipisahkan dengan periode sutra-sutra, tetapi di sini
muncul tokoh-tokoh besar seperti Kumarila, Sankara, Syridhara,
Ramanuja, Madhwa,Wacapati, Udayana, Bhaskara, dan Jayanta.C.
3. Filsafat Cina
Filsafat Cina berkembang sekitar abad ke 6 SM. Saat itu pemerintahan
dibawah tonggak kepemimpinan Kon Fu Tze, Lao Tze, Meng Tze dan
Chuang Tze yang sudah menjadi perhatian dunia. Mereka dberi julukan
sebagai peletak dasar dan pengasas filsafat China. Pemikiran mereka yang
sistematis dan terbentuk dengan apik mampu meluapkan filsafat Yunani dan
Romawi saat itu.
Filsafat Cina dibagi dalam empat periode, yakni zaman kuno (600-200
SM),zaman pembauran (200 SM-1000 M), zaman neo-konfusianisme
(1000-1900 M),dan zaman modern (1900-sekarang). Zaman Kuno ditandai
dengan munculnya aliran-aliran filsafat klasik antara lain sebagai berikut :
a. Konfusianisme.
Suatu aliran yang terdiri atas orang –orang terpelajar yang
mempunyai keahlian di bidang kitab-kitab klasik yang menitik beratkan
tentang etika, Tokoh konfusianisme adalah Ju Chia Taonisme-Tao Te
Chia terutama mengenai metafisika dan filasfat social. Tokoh terbesar
dari aliran ini adalah Lao Tzu dan Chuang Tzu.
Mazhab Yin Yang Menurut pandangan orang Cina, Yin dan Yang
merupakandua prinsip pokok di alam semesta. .Mohisme atau Mo Chia
Yaitu suatu aliran yang terdiri atas kelompok kaum kesatria yang telah
kehilangan kududukannyaTokohnya Mo Tzu (479-381SM).
b. Dialektisisme.

13
Aliran ini dipelopori oleh orang-orang yang ahli dalam bidang debat
Legalisme. Fa Chia Yaitu suatu aliran yang dipelopori oleh orang-
orangyang ahli di dalam bidang pemerintahan, Tokoh yang terkenal
adalah Han Fei Tzu dan Li Sse.
c. Zaman Pembaharuan.
Zaman ini ditandai dengan masuknya Budhisme dari India, sehingga
kemudian melahirkan aliran baru dalam Budhisme Cina yang diberi
nama Ch’an Budhismeatau Ch’anisme. Selain Budhisme muncul juga
aliran Neo-Taoisme yang memberikan arti baru Tao sebagai Nirwana.
Puncak dari zaman pembaruan yang terjadi pada waktu
pemerintahan Dinasti Han, dengan munculnya seorang tokoh Tung
Chung Shu.
d. Zaman Neo-Konfusianisme.
Zaman ini ditandai dengan adanya gerakan untuk kembali kepada
ajaran-ajaran Konfusius yang asli, tokohnya adalah Kong Hu Cu.

e. Zaman Modern
Zaman modern China sekitar tahun 1900 Aliran yang paling
berpengaruh adalahpragmatisme yang berasal dari Amerika Serikat. Pada
tahun 1950 daratan Cina dikuasai oleh pemikiran Marx, Lenin dan tokoh
yang terkenal Mao Ze Dong.B.
4. Filsafat Islam
Berdasarkan Ensiklopedi Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve,
Filsafat Islam dijelaskan sebagai kebudayaan Yunani yang masuk ke
daerah-daerah Islam melalui ekspansi Alexander Agung, penguasa
Macedonia (336-323 SM), setelah mengalahkan Darius pada abad ke-4 SM
di kawasan Arbela (sebelah timur Tigris). Alexander Agung mengambil
kebijakan yang sangat berarti dengan tidak membinasakan kebudayaan yang
ada, melainkan menyatukan kebudayaan Yunani dengan Persia. Sehingga,
pusat-pusat kebudayaan Yunani berada di wilayah Timur, seperti

14
Alexandria di Mesir, Antiokia di Suriah, Jundisyapur di Mesopotamia, dan
Bactra di Persia.
Bertolak belakang dari Alenxandrea, pada masa Dinasti Umayyah,
pengaruh kebudayaan Yunani dalam Islam tidak begitu terlalu menonjol
karena tidak mendapat perhatian besar dari Umayyah. Perhatian penguasa
Umayyah saat itu lebih didominasi oleh kebudayaan Arab. Seiring
berjalanya waktu, kebudayaan Yunani mulai bercampur pada masa Dinasti
Abasiyyah. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya orang-orang persia
yang duduk dalam jabatan penting di dinasti Abasiyah.
Para Khalifah Abbasiyah pada mulanya hanya tertarik pada ilmu
kedokteran Yunani berikut dengan sistem pengobatannya. Tetapi kemudian
mereka juga tertarik pada filsafat dan ilmu pengetahuan lainnya. Perhatian
pada filsafat meningkat pada zaman Khalifah Al-Makmun (198-218 H/813-
833 M).
Hal yang menonjol dari masuknya filsafat Yunani ke dalam dunia Islam
yaitu dengan diadakanya penerjemahan-penerjemahan buku-buku filsafat.
Upaya yang demikian melahirkan tokoh filosuf Islam terkenal seperti al-
Kindi, Ibn Rusyd, Ibn Sina, ibnu bajjah dan lain-lain.
1. Al-Kindi
Hidup pada tahun 796-873 M pada masa khalifah al-Ma’mun dan al-
Mu’tashim. Al-Kindi menganut aliran Mu’tazilah dan kemudian
belajar filsafat. Menurut Al-Kindi filsafat yang paling tinggi adalah
filsafat tentang Tuhan.
Menurut Al-Kindi memiliki suatu pandangan bahwa filsafat yang
termulia dan tertinggi derajatnya adalah ilmu tentang Yang Benar
Pertama yang menjadi sebab dari segala yang benar. Masih menurut Al-
Kindi kebenaran ialah bersesuaian apa yang ada dalam akal dan yang ada
diluar akal.
2. Al-Farabi
Al-Farabi hidup tahun 870-950 M, dia meninggal dalam usia 80
tahun. Filsafatnya yang terkenal adalah teori emanasi (pancaran).

15
Filsafatnya mengatakan bahwa yang banyak ini timbul dari Yang Satu.
Tuhan bersifat Maha Satu tidak berubah, jauh dari materi , jauh dari arti
banyak, Maha sempurna dan tidak berhajat apapun.
3. Ibnu Sina
Ibnu Sina lahir di Asyfana 980 M dan wafat di Isfahana tahun 1037
M.pemikiran terpenting yang dihasilkan oleh Ibnu Sina adalah tentang
jiwa. Ibnu Sina juga manganut paham pancaran, jiwa manusia memancar
dari akal kesepuluh. Ibnu Sina membagi jiwa dalam tiga bagian yaitu al
nafs nabatiyyah (tumbuh-tumbuhan), al nafs hayawaniyyah (nafsu
kehewanan) dan terakhir al nafs mutmainnah (jiwa ke-Tuhanan).

D. Perbandingan Filsafat Barat dan Timur

Filsafat Barat dan Filsafat Timur tampak amat berbeda sebab berkembang
di dalam budaya yang amat berbeda, dan sepanjang sejarah tidak terlalu banyak
pertemuan di antara keduanya, kecuali di dalam filsafat Islam. Meskipun
demikian, bukan berarti tidak ada persamaan di antara keduanya.
1. Ontologis Barat-Timur.
Pendasaran oleh sudut pandang dunia sebagai objek untuk dipikirkan,
diekploitasi, dan dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan masusia.
Ilmu Pengetahuan berbasis pancaindra maka ontologinya menjadi "ada yang
dapat dicerna oleh panca indra manusia". Jadi ada itu adalah ada yang dapat
dipikirkan, dirasakan, dan diwujudkan di dunia ini, dan di sini dimana
tempat kita hidup dan menjalani kehidupan. Dunia timur memahami hakikat
ontologi itu, adalah "hana tan hana", ada itu dan yang ada di dunia ini
disebabkan oleh yang tidak ada, dengan demikian yang hakiki ada adalah
yang tidak ada itu. Kalau diandaikan memandang sesuatu dunia Barat
melihat ke bawah, dan dunia Timur ke atas. Andaikan ulat dengan kupu-
kupu. Kalau kupu-kupu mencari makan masih di dunia ini dengan mengisap
sar bunga yang ada di tanah, dengan tanah sebagai tempat tumbuh pohon
yang berbunga itu. Sedangkan ulat tidak memandang akar, daun, bunga
semua yang ada di dunia ini dimakan dengan perutnya sebagai pengolah

16
makanan untuk menjadi sari makanan itu, jadi bedanya seperti antara tanah
dan langit.
2. Secara Epistimologis.
Bedanya bagaikan Paus dengan Arjuna. Panca Indra menjadi dasar
berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam mengolah alam
secara kultural (cultur=mengolah alam), sehingga dunia barat sebagai tempat
lahirnya IPTEK. Sedangkan dunia Timur melakukan olah bhudi
(Budayah=olah bhudi), hasilnya semua agama-agama besar terlahir di dunia
Timur. Sejarah kelahiran agama-agama besar itu jauh sebelum tahun 1
Masehi sudah lahir, bahkan hindu sudah lahir sekitar 2000-1500 tahun
sebelum masehi.
Perbedaan dalam sudut pandang filosopis itu memunculkan cara
pandang berbeda dalam memandang alam ini, dunia barat mengambil jarak
dengan alam, sehingga menjadi eksploitatif, dengan IPTEK, lebih bersifat
teknologis dalam membantu kelemahan pancaindranya, dan renungan
terdalam dalam berbagai persoalan hidup menjadikan munculnya aliran
filsafat barat yang juga berpengaruh ke dunia timur setelah terjadi kontak
peradaban dengan dunia timur.
Sedangkan dunia Timur memandang dirinya menyatu dengan alam
(bagian dari alam), sehingga menjadikan dunia timur seperti lebih bersifat
mitologis dalam menjelaskan hakikat hunungan manusia dengan alam.
manusia, dan penciptanya. Pandangan yang berbeda itu menjadikan ciri-ciri
keilmuan dan penemuan hakikat hidup berbeda-beda. Dharsana yang muncul
atau filsafat yang muncul lebih banyak terkait dengan persoalan keberadaan
kausa prima (brahman), atmat, dosa, surga, neraka, pengabdian, kerja dalam
hidup dan sebagainya. Muncul berbagai sistem dan metoda dalam
menghubungkan diri dengan-Nya, memaham-Nya dan sebagainya. yang
Hana tan Hana itu ada dimana-mana masuk dan merasuk di seluruh
ciptaannya.

17
3. Aksiologi.
Nilai guna yang didapatkan adalah barat melakukan kajian mendalam
terhadap alam, sehingga muncul ilmu-ilmu natural (natural science), beserta
turunannya kemudian seperti komputer dan gelombang (TV, Radio dan
sebagainya). Dunia Timur menguraikannya dalam bentuk mitologi, efos, dan
cerita lainnya. Sehingga lebih banyak bersifat ideologis, magis, dan religis.
Jika dilihat dari apa yang dihasilkan dengan menggunakan dua
paradigma yang berbeda antara barat dan timur dapat dijelaskan, "kemajuan
dan teknologi" memang anak dari filsafat barat, sedangkan agama dan sistem
religi merupakan anak dari filsafat timur. Tentu pandangan antroposentris
ini, dapat dibalik dengan memandang agama sebagai ciptaan Tuhan,
sehingga dari agama itu muncul peradaban lain terkait dengan kehidupan
manusia, tetapi persoalannya adalah apakah agama lahir mendahului
kemampuan manusia berpikir, atau kemampun berpikir lebih menjadikan
manusia beragama untuk menyelamatkan kehidupan yang dibayangkan
dapat hancur jika tidak dikendalikan, karena nafsu manusia memiliki sifat
serakah dan menghancurkan sehingga perlu agama dan atau filsafat
(kebajikan) untuk mengendalikannya
4. Pengetahuan.
Filsafat Barat sejak masa Yunani telah menekankan akal budi dan
pemikiran yang rasional sebagai pusat kodrat manusia. Filsafat Timur lebih
menekankan hati daripada akal budi, sebab hati dipahami sebagai instrumen
yang mempersatukan akal budi dan intuisi, serta intelegensi dan perasaan.
Tujuan utama berfilsafat adalah menjadi bijaksana dan menghayati
kehidupan, dan untuk itu pengetahuan harus disertai dengan moralitas.
5. Sikap Terhadap Alam.
Filsafat Barat menjadikan manusia sebagai subyek dan alam sebagai
obyek sehingga menghasilkan eksploitasi berlebihan atas alam. Sementara
itu, filsafat Timur menjadikan harmoni antara manusia dengan alam sebagai
kunci. Manusia berasal alam namun sekaligus menyadari keunikannya di
tengah alam.

18
6. Cita-Cita Hidup.
Jikalau filsafat Barat menganggap mengisi hidup dengan bekerja dan
bersikap aktif sebagai kebaikan tertinggi, cita-cita filsafat Timur adalah
harmoni, ketenangan, dan kedamaian hati. Kehidupan hendaknya dijalani
dengan sederhana, tenang, dan menyelaraskan diri dengan lingkungan.
7. Status Manusia.
Filsafat Barat amat menekankan status manusia sebagai individu dengan
segala kebebasan yang ia miliki, dan masyarakat tidak bisa menghilangkan
status seorang manusia dengan kebebasannya. Filsafat Timur menekankan
martabat manusia tetapi dengan penekanan yang berbeda, sehingga manusia
ada bukan untuk dirinya melainkan ada di dalam solidaritas dengan
sesamanya.

19
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Filsafat merupakan dasar-dasar dari keseluruhan yang terjadi pada diri
manusia serta makhluk hidup lain yang ada di muka bumi ini baik dari awal
penciptaan manusia dimuka bumi ini, ilmu-ilmu pengetahuan, dan ilmu-ilmu
lainnya. Lahirnya filsafat karena rasa ingin ketahuan manusia terhadap sesuatu
hingga lahirlah para-para filsuf baik dari belahan Bumi Barat maupun dari
belahan Bumi Timur. Dengan adanya filsafat ini manusia dapat berfikir dari
alur yang berpikir rasional dan meninggalkan alur pikir yang selalu
mengaitkan sesuatu dengan mitos atau mistis yang kejadiannya bisa saja
secara kebetulan. Filsafat merupakan teoritis ilmu yang dapat mematahkan
teori lain dengan adanya pembuktian yang menyatakan bahwa teori itu dapat
diterima dengan akal pikiran serta terbukti kebenarannya atau disebut
empirisme.
Secara garis besar filsafat Timur banyak memasukkan unsur-unsur
agama yang menjadikan filsafat Timur memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan
filsafat Barat,sehingga banyak ahli berdebat mengenai dapat atau tidaknya
pemikiran Timur dikatakan sebagai fisafat, walaupun terdapat perbedaan-
perbedaan diantara filsafat Barat dan Timur keduanya tidak dapat nilai mana
yang lebih baik karena memiliki keunikan tersendiri. Selain itu, keduanya
diharapkan dapat saling melengkapi khazanah filsafat secara luas.

B. SARAN
Untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan lebih lanjut seperti
Kelebihan dan Kekurangan masing-masing paradigma Filsafat Barat dan
Timur kemudian Apakah dampak yang ada setelah mempelajari Filsafat Barat
dan Timur tersebut bagi seorang individu.

20
DAFTAR PUSTAKA

Akhmadi, Asmoro. (2003). Filsafat Umum -(Cet V). Jakarta: Raja


Grafindo Persada

Drajat,Amroeni. (2005). Suhrawardi Kritik Filsafat Peripatetik -(Cet


I). Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara

Damopolii, Mujahid. (2014). Tradisi Pemikiran Ilmiah Renaissance,


Aufklarung, serta Zaman Modern . TADBIR Jurnal Managemen
Pendidikan. Vol. 02 No. 2 Agustus 2014. Hal. 214

Gazalba,Sidi. (1992). Sistematika Filsafat -(Cet IV). Jakarta: Bulan


Bintang

Hadiwijono, Harun. (1993). Sari Sejarah Filsafat Barat 2-Cet IX.


Yogyakarta: Kanisius. Hal. 47

Kartenagara,Mulyadhi. (2005). Panorama Filsafat Ilmu –(Cet II).


Bandung: Mizan Pustaka

Kurnia, Dian. Aufklarung “Masa Pencerahan Eropa” . Diakses


melalui http://dian-kurnia.blogspot.co.id/2010/05/aufklarung -
masa-pencerahan-eropa.html.Pada 6 Januari 2017, pukul 21.21
WIB

Praja, Juhaya S. (2005). Aliran-aliran filsafat dan Etika-(Cet II.


Jakarta: Prenada Media. Hal.115

Palimous, Stephen. (2002). The Tree of Philosophy, diterjemahkan


oleh Muhammad Shodiq. Cet I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hal. 85

Ravertz, Jerome R. (2004). The Philosophy of Science,diterjemahkan


oleh Saut Pasaribu.Cet I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal.53

21
Soemargono, Soejono. (1992). Sejarah Ringkas Filsafat Barat.
Yagyakarta: Tiara Wacana Yogya

Surajiyo. (2005). Ilmu Filsafat -Cet I. Jakarta: Bumi Aksara. Hal. 66-
67

22