Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL PENYULUHAN KELOMPOK

PERSONAL HYEGINE PADA LANSIA


DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SICINCIN

OLEH:
Kelas 3A
KELOMPOK III

Kelompok 3
Kelompok 6
1. Fany Rahmayuni
(163110165) 7. Tari Oktavia(163110187)
2. Happy Yulan Three (163110188) 8. Titania Andam (163110188)
3. Indira Pertiwi (163110169) 9. Wulanda Haeryuni (163110190)

4. Julianti Marta (163110170) 10. Yulia Titania (163110191)


5. Lili Yusliani (163110171) 11. Zaharatul Fitria (163110192)

6. Miftah Khairunnisa (163110172) 12.Yuvinda Amritama (163110231)

DOSEN PEMBIMBING:
Tasman,S.kp.M.Kep.Sp.Kom
H.Sunardi,SKM.M.Kes

PRODI D III KEPERAWATAN PADANG


POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
2018

LEMBAR PENGESAHAN

1
PENYULUHAN KELOMPOK “ OSTEOPOROSIS PADA LANSIA ”

DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SICINCIN

KELOMPOK 3 DAN 6

PEMBIMBING AKADEMIK PEMBIMBING KLINIK

( ) ( )

PRAKTEK KEPERAWATAN GERONTIK

POLTEKKES KEMENES RI PADANG

2018

BAB I

PENDAHULUAN

2
A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan
harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan.
Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial, keluarga,
pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan. Dimana
secara alamiah tingkat perkembangan kehidupan terdiri dari tiga tahapan yaitu, anak,
dewasa, dan tua.

Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaaan yang terjadi didalam kehidupan
manusia. Proses menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari
suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Menjadi tua
merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap
kehidupannya, yaitu anak, dewasa dan tua. Tiga tahap ini berbeda, baik secara
biologis maupun psikologis. Memasuki usia tua berarti mengalami kemunduran,
misalnya kemunduran fisik yang ditandai dengan kulit yang mengendur, rambut
memutih, gigi mulai ompong, pendengaran kurang jelas, pengelihatan semakin
memburuk, gerakan lambat dan figur tubuh yang tidak proporsional (Nugroho, 2006).

Dipandang dari sudut sosial, lansia dengan personal hygiene yang baik lebih dapat
diterima di masyarakat dibandingkan dengan lansia yang memiliki personal hygiene yang
kurang baik. Lansia dengan personal hygiene yang baikpun menurunkan resiko untuk
terjadi penyakit infeksi. Kebutuhan akan personal hygiene harus menjadi prioritas utama
bagi lansia, karena dengan personal hygiene yang baik maka lansia memiliki resiko yang
rendah untuk mengalami penyakit infeksi(Gateaway, 2013).

Upaya pemeliharaan personal hygiene meliputi kebersihan rambut, mata, telinga, gigi,
mulut, kulit, kuku, dan membersihkan gaun. Dalam upaya untuk menjaga personal
hygiene ini, pengetahuan keluarga tentang pentingnya personal hygiene sangat
diperlukan. Tindakan seseorang dapat dibentuk dengan pengetahuan atau kognitif,
sehingga kognitif atau pengetahuan merupakan domain yang sangat penting.

Dari 3 wisma ( wisma Fujiama,wisma Salasih dan Wisma gunuang tigo) yang terdiiri
dari 16 Orang lansia,ada 5 Orang lansia yang mengalami gangguan kebersihan

3
diri,olehkarena itu kami tertarik untuk melakukan penyuluhan tentang personal hyegine
pada lansia.

B. Tujuan

1) Tujuan Umum

Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 20 menit klien mampu mengetahui dan
melakukan kebersihan perseorangan.

2) Tujuan Khusus

Setelah mengikuti proses penyuluhan selama 20 menit klien mampu menyebutkan dan
melakukan :

a. Pengertian personal hygiene

b. Tujuan dilakukan personal hygiene

c. Manfaat dilakukannya personal hygiene

d. Cara melaksanakan personal hygiene yang baik dan benar

e. Menjelaskan cara melakukan personal hygiene :

a) Cara keramas yang baik

b) Cara cuci tangan yang baik

c) Cara membersihkan telinga, mulut, gigi yang baik dan benar

d) Cara membersihkan kulit dan cara mandi yang benar

e) Cara memotong kuku yang baik

4
BAB II

PELAKSANAAN PENYULUHAN

A. Kegiatan penyuluhan

No Komunikator Komunikan waktu

a) Memberi salam pembuka dan Menjawab salam


memperkenalkan diri Memperhatikan & 5menit
b) Menginformasikan materi yang akan menjawab pertanyaan
1
disampaikan
c) Menjelaskan tujuan yang hendak di capai
pada akhir penyuluhan
d) Apersepsi dengan cara menggali
pengetahuan yang dimiliki peserta
Menjelaskan materi penyuluhan mengenai Mendengarkan dan 10 mnt
personal higiene; kepentingan, hal-hal yang memperhatikan
harus diperhatikan head to toe.
2
a) Pengertian personal hygiene

b) Tujuan dilakukan personal hygien

c) Manfaat dilakukannya personal hygiene

d) Cara melaksanakan personal hygiene yang


baik dan benar

e) Menjelaskan cara melakukan personal


hygiene

4 Memberikan kesempatan kepada komunikan Mengajukan 10


untuk bertanya tentang materi yang pertanyaan
disampaikan

5 Menyimpulkan bersama-sama hasil kegiatan 5 mnt

5
penyuluhan Menjawab

Menutup penyuluhan dan mengucapkan salam Mendengarkan

B. Media penyuluhan

1. Materi SAP
2. materi penyuluhan

C. Metode evaluasi
1. Metode Evaluasi : Tanya jawab
2. Jenis Evaluasi : Lisan

D.Pembagian Tugas

a. Moderator : Titania andam


b. Penyaji : zaharatul Fitria
c. Notulen : wulanda
d. Observer : Yuvinda Amrita
e. Dokumentasi :Tari Oktavia

f. Fasilitator : Yulia titania,Indira pertiwi,Fani rahmayuni,Happy Yulan


Three,Julianti Marta,Lili yusliani,Mifta Khairunnisa

E. Waktu dan Tempat


Hari / Tanggal : 26 oktober 2018

Jam : 14.00 wib

Tempat : Di Aula PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin

I. Setting Tempat

Pb P M

CI
6
F L L L L F

L L L F L L L

F L L L L L F

O
Keterangan :

L = Lansia

P = Penyuluh

M = Moderator

F = Fasilitator

O = Observer

Pb = Pembimbing

BAB III

MATERI PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE

A. Pengertian Personal Hygiene

Personal hygiene merupakan kebersihan perseorangan yang harus di lakukan oleh


setiap lansia yang mana kebersihan itu di mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, di

7
antaranya dari kebersihan rambut, mata, telinga, hidung, mulut, gigi, kulit, kuku dan genital
yang semuanya itu harus dijaga dan dibersihkan setiap hari agar terhindar dari serangan
penyakit, selain itu agar tampak lebih bersih dan rapi .

Hygiene Perorangan adalah cara perawatan diri seseorang untuk memelihara kesehatan
mereka .(Perry &Potter, 2006)

B. Tujuan Personal Hygiene

1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang

2. Memelihara kebersihan diri seseorang

3. Mencegah penyakit

4. Menciptakan keindahan

5. Meningkatkan rasa percayadiri

C. Tanda dan Gejala

Menurut Depkes Tanda dan gejala klien dengan defisit perawatan diri adalah:

1. Fisik

Badan bau, pakaian kotor, Rambut dan kulit kotor, Kuku panjang dan kotor, Gigi
kotor disertai mulut bau, Penampilan tidak rapi.

2. Psikologis

Malas, tidak ada inisiatif, Menarik diri, isolasi diri, Merasa tak berdaya, rendah
diri dan merasa hina.

3. Sosial

Interaksi kurang,Kegiatan kurang, Tidak mampu berperilaku sesuai norma, Cara


makan tidak teratur BAK dan BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi
tidak mampu mandiri.

D. Macam-macam Personal Hygiene

1. Perawatan rambut

2. Perawatan kulit

8
3. Perawatan gigi

4. Perawatan kuku

5. Perawatan mata

6. Perawatan telinga

E. Cara perawatan personal hygiene

1. Perawatan Kulit Rambut dan Kepala.

Penampilan dan kesejahteraan seseorang seringkali tergantung dari cara penampilan


dan perasaan mengenai rambutnya. Penyakit atau ketidakmampuan mencegah klien
untuk memelihara perawatan rambut sehari-hari. Menyikat, menyisir dan bersampo
(minimal 2 kali seminggu) adalah cara-cara dasar higienis untuk perawatan kulit
rambut dan kepala

2. Gigi

a) Sikat gigi minimal dua kali sehari/sehabis makan lalu bilas.

b) Menyikat gigi sebelum tidur penting.

c) Ketika gosok gigi, perhatikan untuk membersihkan partikel makanan yang


tersangkut diantara dan didalam celah antara gigi rata dibelakang, gigi geraham
dan gigi geraham bungsu.

d) Sikat dengan arah kebawah untuk gigi atas dan sikat kearah atas untuk gigi
bawah.

e) Gunakan gerakan melingkar. Bersihkan juga lidah dan bagian dalam gigi.

f) Sikat gigi harus memiliki ujung bulu yang dapat kembali ke bentuk semula.

g) Sikat harus dibilas bersih dan kering setelah dipakai.

h) Gunakan pasta gigi yang tidak mengandung bahan pengasah atau antiseptic
yang kuat.

3. perawatan Mata.

9
1) Cahaya harus cukup terang ketika membaca atau bekerja.

2) Hindari tempat berdebu.

3) Makanlah makanan yang banyak mengandung vitamin A (wortel, hati dll).

4. Perawatan Hidung.

1) Untuk mengurangi masuknya polusi udara yang masuk pakailah kain untuk
menutupi hidung pada saat berjalan.

2) Supaya tidak tertular ketika orang bersin/batuk pakailah penutup hidung.

3) Hiruplah udara segar pada pagi hari.

5. Perawatan Telinga.

1) Bersihkan telinga dengan menggunakan cotton buds.

2) Bisa menggunakan washlap yang dilembabkan, dirotasikan ke daun telinga


dengan lembut.

6. Perawatan Kuku Kaki dan Tangan.

1) Potonglah kuku kaki dan tangan yang pendek dan memperhatikan sudut-
sudutnya.

2) Jangan memotong kuku terlalu dekat dengan ujung kulit. Badan sehat
mempunyai kuku sehat. Kuku rapuh/tak berwarna merah mengindikasika
kondis kurang sehat atau adanya penyakit.

7. Perawatan Kulit Seluruh Tubuh.

1) Mandi dua kali sehari, yang bertujuan:

a) Membersihkan kulit dari bakteri, mengurangi keringat dan sel kulit yang
mati yang meminimalkan iritasi kulit dan mengurangi kesempatan infeksi.

b) Mengurangi bau badan.

c) Peningkatan citra diri.

d) Meningkatkan relaksasi dan perasaan segar kembali dan kenyamanan.

10
F. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene

1. Dampak Fisik

Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya


kebersihan perorangan dengan baik.Gangguan fisik yang sering terjadi adalah
gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut, infeksi pada mata dan
telinga, dan gangguan fisik pada kuku.

2. Dampak Psikososial

Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan


kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan harga
diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Nugroho, 2000. Keperawatan Gerontik. Edisi 2. Jakarta : EGC Kedokteran

Setiabudhi, T & Hardiwinoto, 1999. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek
Menjaga Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia, Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama

Tarwoto & Wartonah, 2004. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proes Keperawatan. Edisi 4.
Jakarta : EGC

11
12
13
14
15
16