Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PEMETAAN TEMATIK

INTERPOLASI SPASIAL

LAPORAN PRAKTIKUM PEMETAAN TEMATIK INTERPOLASI SPASIAL Disusun Oleh : Santa Claudia Sitepu (23116053) PROGRAM STUDI TEKNIK

Disusun Oleh :

Santa Claudia Sitepu (23116053)

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

JURUSAN TEKNOLOGI INFRASTRUKTUR DAN KEWILAYAHAN

INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

2018

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Untuk menentukan lokasi yang tepat terkadang ada syarat yang mengharuskan kemiringan tertentu, misalnya lokasi sekolah, perumahan, dan lain-lain. Oleh karena itu dibutuhkan data layer yang digunakan untuk menentukan lokasi dengan syarat tersebut. Biasanya syaratnya tidak hanya slope, jarak tertentu dari jalan raya, polusi, daerah rawan bencana dan lain sebagainya. Untuk DEM sendiri biasanya data yang tersedia berupa kontur yaitu garis-garis yang merepresentasikan ketinggian tertentu. ArcGIS memiliki fasilitas topografi untuk membuat DEM yang bertipe raster agar lebih mudah di-overlay dengan kriteria-kriteria yang lain.

DEM digunakan dalam berbagai apllikasi baik secara langsung dalam bentuk visualisasi model permukaan tanah maupun dengan diolah terlebih dahulu sehingga menjadi produk lain. Informasi dasar yang diberikan DEM dan digunakan dalam pengolahan adalah koordinat titik-titik pada permukaan tanah.

Informasi lain yang dapat diturunkan dari DEM adalah :

1. Jarak pada relief atau bentuk permukaan tanah

2. Luas permukaan suatu area

3. Volume galian dan timbunan

4. Slope dan Aspect

5. Kontur

6. Profil

Contoh aplikasi-aplikasi yang menggunakan DEM, yaitu :

1. Rekayasa teknik sipil

2. Pemetaan hidrografi

3. Pemetaan topografi

4. Pemetaan geologi dan geofisiska

5. Rekayasa pertambangan

6. Simulasi dan visualisasi permukaan tanah

1.2

TUJUAN PRAKTIKUM

1.Memperoleh data spasial (baru) dengan cara menerapkan metode atau teknik interpolasi spasial.

2.Memahami proses pembentukan DEM (Digital Elevation Model)

1.3 RUMUSAN MASALAH

1.Apa itu teknik interpolasi spasial?

2.Bagaimana proses pembentukan DEM (Digital Elevation Model)?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEM DAN INTERPOLASI

Digital Elevation Model (DEM) merupakan bentuk penyajian ketinggian permukaan bumi secara digital. Dilihat dari distribusi titik yang mewakili bentuk permukaan bumi dapat dibedakan dalam bentuk teratur, semi teratur, dan acak. Sedangkan dilihat dari teknik pengumpulan datanya dapat dibedakan dalam pengukuran secara langsung pada objek (terestris), pengukuran pada model objek (fotogrametris), dan dari sumber data peta analog (digitasi). Teknik pembentukan DEM selain dari Terestris, Fotogrametris, dan Digitasi adalah dengan pengukuran pada model objek, dapat dilakukan seandainya dari citra yang dimiliki bisa direkonstruksikan dalam bentuk model stereo. Ini dapat diwujudkan jika tersedia sepasang citra yang mencakup wilayah yang sama.

Terdapat beberapa definisi tentang DEM, yaitu :

“DEM adalah teknik penyimpanan data tentang topografi suatu terrain. Suatu DEM merupakan penyajian koordinat (X, Y, H) dari titik-titik secara digital, yang mewakili bentuk topografi suatu terrain.” [Dipokusumo dkk, 1983]

Digital Elevation Model (DEM) adalah representasi statistik permukaan tanah yang kontinyu dari titik-titik yang diketahui koordinat X, Y, dan Z nya pada suatu sistem koordinat tertentu.” [Petrie dan Kennie, 1991]

“DTM/DEM adalah suatu set pengukuran ketinggian dari titik-titik yang tersebar di permukaan tanah. Digunakan untuk analisis topografi daerah tersebut.” [Aronoff, 1991]

“DEM adalah suatu basis data dengan koordinat X, Y, Z, digunakan untuk merepresentasikan permukaan tanah secara digital.” [Kingston Centre for GIS,2002]

Dari beberapa defenisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa semua defenisi tersebut merujuk pada pemodelan permukaan bumi ke dalam suatu model digital permukaan tanah tiga dimensi dari titik-titik yang mewakili permukaan tanah tersebut.

Interpolasi adalah suatu metode atau fungsi matematika yang mengestimasikan/prediksi nilai pada lokasi-lokasi yang datanya tidak tersedia atau tidak diperoleh pada sampel data yang diambil. Interpolasi spasial mengasumsikan bahwa atribut data bersifat kontinu di dalam ruang dan atribut ini saling berhubungan secara spasial.

Pendugaan atribut data atau estimasi dapat dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi di sekitarnya dan nilai pada titik-titik yang berdekatan akan lebih mirip dari pada nilai pada titik-titik yang terpisah lebih jauh.

Definisi lainnya Interpolasi adalah metode untuk mendapatkan data berdasarkan beberapa data yang telah diketahui. Dalam ruang lingkup pemetaan interpolasi adalah proses estimasi nilai pada wilayah yang tidak disampel atau diukur, sehingga terbuatlah peta atau sebaran nilai pada seluruh wilayah. Didalam melakukan interpolasi, sudah pasti dihasilkan sebuah bias dan error.

2.2 Software ArcGIS

ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science dsn Research Institute) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI pada tahun 2000. Produk utama dari ArcGIS adalah ArcGIS desktop, dimana ArcGIS desktop merupakan software GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu : ArcView (komponen yang fokus kepada pengguna data yang komprehensif, pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisis geoprosesing).

SoftwareArcGIS pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh ESRI pada tahun 1999, yaitu dengan kode versi 8.0 (ArcGIS 8.0). ArcGIS merupakan penggabungan, modifikasi dan peningkatan dari 2 software ESRI yang sudah terkenal sebelumnya yaitu ArcView GIS 3.3 (ArcView 3.3) dan Arc/INFO Workstation 7.2 (terutama untuk tampilannya). Bagi yang sudah terbiasa dengan kedua software tersebut, maka sedikit lebih mudah untuk bermigrasi ke ArcGIS. Setelah itu berkembang dan ditingkatkan terus kemampuan si ArcGIS ini oleh ESRI yaitu berturut-turut ArcGIS 8.1, 8.2, 9.0, 9.1, 9.2 dan terakhir saat ini ArcGIS 9.3 (9.3.1)dan sekarang sudah ArcGIS 10. ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Alat

Alat yang digunakan pada praktikum pemetaan tematik ini hanya menggunakan laptop yang memiliki software ArcMap.

3.2 BAHAN

Bahan dalampraktikum ini adalah :

1.Data spasial topografi (kontur)

2. Data spasial batas administrasi

3.3 Waktu dan Tempat Praktikum

Hari/Tanggal : Senin, 05 November 2018

Waktu

: 09.00 s.d selesai

Tempat

: Lab Geosains gd.D Institut Teknologi Sumatera

3.4 PROSEDUR PRAKTIKUM

Adapun langkah kerja dalam praktikum ini adalah :

1.Buat folder baru dengan nama Praktikum 2.

2.Klik kanan new-File Geodatabase

3.Kemudian beri nama layer.

4.Klik kanan Properties- Klik Projected coordinat system- UTM- Pilih WGS 1984.

5. Pilih WGS 1984 UTM Zone 48S.kemudian pilih apply.

6.modul kontur tarik ke dalam/tengah

Untuk kontur Girimulyo klik kanan export daa-thedata frame-output-kontur girimulyo- save file and personal.

.
.

7.pilih Arctoolbox-spatial analisis tools-interpolation-topo to raster-input kontur_ girimulyo-failed height-type kontur-output topo_to_raster-girimulyo-OK.

height-type kontur-output topo_to_raster-girimulyo-OK. 8.Geoprocessing-clip input kontur_girimulyo-clip feature

8.Geoprocessing-clip input kontur_girimulyo-clip feature kec.Girimulyo-output clip kontur_Girimulyo. 9.Arctoolbox-spasial analysis tools-interpolation-topo to raster-input clip_kontur-failed height-type kontur-outputna topo_to_raster_girimulyo1.

10.Buat DEM topo_to_raster_girimulyo-ok-klik kanan properties-Simbology-started-ok. Arctoolbox-spasial analysis

10.Buat DEM topo_to_raster_girimulyo-ok-klik kanan properties-Simbology-started-ok. Arctoolbox-spasial analysis tools-extraction-extrak by mask-inputnya topo_to _raster- input fetures-output mask_dem_girimulyo-ok. 11.Interpolasi menggunakan tin Hapus semua centang kecuali clip kontur girimulyo1 Arctoolbox-data management-tin-create tin-output masukkan modul 2 nama tin_girimulyo-input kontur_girimulyo.

masukkan modul 2 nama tin_girimulyo-input kontur_girimulyo. 12.Arctoolbox-conversion-from tin-tin to raster-input tin

12.Arctoolbox-conversion-from tin-tin to raster-input tin tin_girimulyo-output tin _to_ raster_girimulyo simpan di geodatabase. 13.Arctoolbox-spatial analysis tools-masking-ekstraction-ekstrak by mask-inputnya tin_to_raster-features kec.Girimulyo-outputnyamask_dem_girimulyo1-ok. 14.klik 3D analysis tools-raster survace-input mask_dem_girimulyo1.

4.1 HASIL

BAB IV

HASIL DAN ANALISIS

4.1 HASIL BAB IV HASIL DAN ANALISIS
4.1 HASIL BAB IV HASIL DAN ANALISIS
4.2 ANALISIS Dalam data kontur girimulyo masih terlihat jelas perubahan kontur saat di ditambah.saat melakukan

4.2 ANALISIS

Dalam data kontur girimulyo masih terlihat jelas perubahan kontur saat di ditambah.saat melakukan topo to raster data DEM nya ketutupan oleh hasil tin dan kontur girimulyo karena sebelumnya di layar saat saya memproses hasil DEM hasilnya unknown.Kemungkinan karena hal itu.Dari data semua yg saya lakukan terlihat perbedaan yg sangat terlihat dari awal hanya kontur kemudisaat tin dilakukan mendapatkan hasil kontur yg tergambar di permukaan bumu dalam 3D,kemudian saat membuka topo to raster ada hitam putih seperti awan tapi agaklebih gelap.Saat di mask DEM girimulyonya terlihat hasil data raster dalam topografi yg sudah ada batasnya. DEM terbentuk dari titik-titik yang memiliki nilai koordinat 3D (X, Y, Z). Permukaan tanah dimodelkan dengan memecah area menjadi bidang-bidang yang terhubung satu sama lain dimana bidang-bidang tersebut terbentuk oleh titik-titik pembentuk DEM. Titik-titik tersebut dapat berupa titik sample permukaan tanah atau titik hasil interpolasi atau ekstrapolasi titik-titik sample. Titik-titik sample merupakan titik- titik yang didapat dari hasil sampling permukaan bumi, yaitu pekerjaan pengukuran atau

pengambilan data ketinggian titik-titik yang dianggap dapat mewakili relief permukaan tanah. Data sampling titik-titik tersebut kemudian diolah hingga didapat koordinat titik- titik sample.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Proses interpolasi adalah mengisi kekosongan data dengan metoda tertentu dari suatu kumpulan data untuk menghasilkan sebaran yang kontinyu. Pada modul interpolasi spasial proses ini dilakukan dengan menjalankan fungsi Interpolate Gridyang terdapat pada menu Surface.Aplikasi yang biasanya menggunakan fungsi ini antara lain adalah membuat DEM (Digital Elevation Model, Model Ketinggian Digital) dari titik-titik ketinggian yang dimiliki pada suatu area. Ada beberapa metode interpolasi yang sering digunakan dalam SIG, masing masing metode memiliki karakteristik serta kelebihan dan kekurangan masing-masing. metode interpolasi pada SIG antara lain Inverse Distance Weighted (IDW), Natural Neighbor, Kriging dan Spline.

5.2 SARAN

1.Lebih disiplin waktu dalam melakukan praktikum karena takut akan terburu-buru di kelas dan yg praktikum banyak yg ketinggalan bahkan kurang mengerti.

2.Diberikan penjelasan ataupembukaan materi walaupun sedikit agar yg praktikum paham maksud dan tujuan dari praktikum.

REFERENSI

kontur/ Dibuka pada 12 November 2018 pukul 23.30

Dibuka pada 13 November 2018 pukul 02.23

DAFTAR PUSTAKA

3.pdf Dibuka pada 11 November 2017, pukul 17.30

21.10

pada

11 November

2017,

pukul