Anda di halaman 1dari 28

BAB II

DATA PERENCANAAN

2.1 SKETSA JARINGAN IRIGASI

180◦

B
A
61◦

Keterangan :
Saluran Primer/Induk
Saluran Sekunder
Saluran Tersier
Jalan Inspeksi

2.2 URAIAN DATA


1 Daerah Irigasi ditanami Padi
2 Kapasitas saluran ditentukan dengan metode efisiensi saluran
3 Luas sawah yang dialiri ( A )
Saluran A = 2065 Ha
Saluran B = 2000 Ha
Saluran C = 65 Ha
4 Elevasi sawah tertinggi di :
B = + 60.00 m
C = + 58.95 m
5 Alat ukur yang dipakai untuk saluran :
B = Sorong - Ambang Lebar
C = Romijn
Crump De Gruyter
Sorong - Cipoleti
6 Kebutuhan air bersih di sawah untuk Padi ( NFR )
NFR = 15.16 mm/hari = 1.755 lt/dt/ha
7 Jalan Inspeksi sepanjang saluran induk dan sekunder dengan lebar 5 m
BAB III
PERENCANAAN SALURAN DAN BANGUNAN IRIGASI

3.1 PERHITUNGAN DEBIT

a) Saluran Primer A
Diketahui : Luas (A) = 2065 ha
NFR = 1.755 lt/dt/ha
c = 1.0 (dari KP 03 hal.12)
Efisiensi : es = 0.9 (Untuk Saluran Sekunder)
et = 0.8 (Untuk Saluran Tersier)
ep = 0.9 (Untuk Saluran Primer)

Sehingga, debit rencana (Q) :


c x NFR x A
Q =
es x et x ep
1.0 x 1.755 x 2065
=
0.9 x 0.8 x 0.9
3623.310
=
0.648
= 5591.528 lt/dt
= 5.592 m³/dt

b) Saluran Sekunder B
Diketahui : Luas (A) = 2000 ha
NFR = 1.755 lt/dt/ha
c = 1.0 (dari KP 03 hal.12)
Efisiensi : es = 0.9 (Untuk Saluran Sekunder)
et = 0.8 (Untuk Saluran Tersier)
ep = 0.9 (Untuk Saluran Primer)

Sehingga, debit rencana (Q) :


c x NFR x A
Q =
es x et
1.0 x 1.755 x 2000
=
0.9 x 0.8
3509.259
=
0.72
= 4873.971 lt/dt
= 4.874 m³/dt

c) Saluran Tersier C
Diketahui : Luas (A) = 65 ha
NFR = 1.755 lt/dt/ha
c = 1.0 (dari KP 03 hal.12)
Efisiensi : es = 0.9 (Untuk Saluran Sekunder)
et = 0.8 (Untuk Saluran Tersier)
ep = 0.9 (Untuk Saluran Primer)
Sehingga, debit rencana (Q) :
c x NFR x A
Q =
0.8
1.0 x 1.755 x 65
=
0.8
114.051
=
0.8
= 142.564 lt/dt
= 0.143 m³/dt
3.2 PERHITUNGAN DIMENSI

a) Saluran Primer A
Diketahui : Debit (Q) = 5.592 m³/dt

Berdasarkan Tabel Karakteristik saluran, dengan menggunakan Q = 5.592 m³/dt, diperoleh :


m = 1.5 5 3
n = 3 6 4
k = 42.5
w = 0.75

I coba-coba = 0.0004

Sehingga,
b = n x h
= 3.000 x h
= 3.000 h

A = ( b + m x h ) x h
= ( 3.000 h + 1.5 h ) x h
= 4.500 h²

P = b + 2 x h x 1 + m²
= 3.000 h + 2x h x 1 + 1.5
= 3.000 h + 2x h x 3.25
= 3.000 h + 3.606 h
= 6.606 h
A
R =
P
4.500 h²
=
6.606 h
= 0.681 h

V = k x R⅔ x I½
= 42.5 x ( 0.681 h ) ⅔ x ( 0.0004 ) ½
= 42.5 x 0.774 h ⅔x 0.020
= 0.658 h⅔

Q = V x A
5.592 = 0.658 h⅔ x 4.500 h²
5.592 = 2.961 h ⁸/₃
h ⁸/₃ = 1.888
h = 1.269 m

Cek :
Masukan nilai h ke dalam persamaan

A = 4.500 h²
= 4.500 x ( 1.269 )²
= 4.500 x 1.611
= 7.248 m²
b = 3.000 h Vmin = 0.55 h0.64
= 3.000 x 1.269 = 0.55 1.269 0.64

= 3.807 m = 0.641 m/dt

⅔ Vmax = 0.75 h⅙
V = 0.658 h
= 0.658 x ( 1.269 ) ⅔ = 0.75 1.269 ⅙
= 0.771 m/dt = 0.780 m/dt
Kontrol : Vmin < V < Vmax
0.641 < 0.771 < 0.780 ...ok!!!
Maka :

Q = V x A
= 0.771 x 7.248
= 5.592 ...Oke
b) Saluran Sekunder B
Diketahui : Debit (Q) = 4.874 m³/dt

Berdasarkan Tabel Karakteristik saluran, dengan menggunakan Q = 4.874 m³/dt, diperoleh :


m = 1.5 5 3
m³/dt, diperoleh : n = 2.8 5 3
k = 40
w = 0.6

I coba-coba = 0.0004

Sehingga,
b = n x h
= 2.800 x h
= 2.800 h

A = ( b + m x h ) x h
= ( 2.800 h + 1.5 h ) x h
= 4.300 h²

P = b + 2 x h x 1 + m²
= 2.800 h + 2x h x 1 + 1.5
= 2.800 h + 2x h x 3.25
= 2.800 h + 3.606 h
= 6.406 h

A
R =
P
4.300 h²
=
6.406 h
= 0.671 h

V = k x R⅔ x I½
= 40 x ( 0.671 h ) ⅔ x ( 0.0004 ) ½
= 40 x 0.767 h ⅔x 0.020
= 0.613 h⅔

Q = V x A
4.874 = 0.613 ⅔
h x 4.300 h²
4.874 = 2.637 h ⁸/₃
h ⁸/₃ = 1.848
h = 1.259 m

Cek :
Masukan nilai h ke dalam persamaan

A = 4.300 h²
= 4.300 x ( 1.259 )²
= 4.300 x 1.585
= 6.816 m²
b = 2.800 h Vmin = 0.55 h0.64
= 2.800 x 1.259 = 0.55 1.259 0.64

= 3.525 m = 0.637 m/dt

V = 0.613 h ⅔ Vmax = 0.75 h⅙


= 0.613 x ( 1.259 ) ⅔ = 0.75 1.259 ⅙
= 0.715 m/dt = 0.779 m/dt
Cek : Vmin < V < Vmax
0.637 < 0.715 < 0.779 ...ok!!!
Maka :

Q = V x A
= 0.715 x 6.816
= 4.874 ...No
c) Saluran Tersier C
Diketahui : Debit (Q) = 0.143 m³/dt

Berdasarkan grafik saluran tersier, dengan menggunakan 0.143 m³/dt, diperoleh :


m = 1 0 1
n = 1.000 0 1
k = 35
w = 0.4

I coba-coba = 0.0011

Sehingga,
b = n x h
= 1.000 x h
= 1.000 h

A = ( b + m x h ) x h
= ( 1.000 h + 1 h ) x h
= 2.000 h²

P = b + 2 x h x 1 + m²
= 1.000 h + 2x h x 1 + 1
= 1.000 h + 2x h x 2
= 1.000 h + 2.828 h
= 3.828 h

A
R =
P
2.000 h²
=
3.828 h
= 0.522 h

V = k x R⅔ x I½
= 35 x ( 0.522 h ) ⅔ x ( 0.0011 ) ½
= 35 x 0.649 h ⅔x 0.033
= 0.753 h⅔

Q = V x A
0.143 = 0.753 ⅔
h x 2.000 h²
0.143 = 1.506 h ⁸/₃
h ⁸/₃ = 0.095
h = 0.413 m

Cek :
Masukan nilai h ke dalam persamaan

A = 2.000 h²
= 2.000 x ( 0.413 )²
= 2.000 x 0.171
= 0.341 m²
b = 1.000 h Vmin = 0.55 h0.64
= 1.000 x 0.413 = 0.55 0.413 0.64

= 0.413 m = 0.312 m/dt


V = 0.753 h Vmax = 0.750 h⅙
= 0.753 x ( 0.413 ) ⅔ = 0.75 0.413 ⅙
= 0.418 m/dt = 0.647 m/dt
Cek : Vmin < V < Vmax
0.312 < 0.418 < 0.647 ...ok!!!
Maka :

Q = V x A
= 0.418 x 0.341
= 0.143 ...Oke
TABEL DIMENSI SALURAN

Nama Luas Dimensi Debit (Q) Kecepatan (V)


Saluran (Ha) b (m) h (m) w (m) m I m³/dt m/dt
Primer A 2065 3.8 1.27 0.75 1.5 0.0004 5.592 0.771
Sekunder B 2000 3.5 1.26 0.6 1.5 0.0004 4.874 0.715
Tersier C 65 0.4 0.41 0.4 1 0.0011 0.143 0.418
3.3 PERHITUNGAN ELEVASI MUKA AIR BANGUNAN SADAP
Elevasi muka air di hulu bangunan sadap
a) Elevasi Tertinggi dan terjauh yang akan diair

- Elevasi sawah tertinggi di daerah B = + 60.00


- Lapisan air di sawah = 0.10
- Head loss dari saluran kuarter ke sawah = 0.05
- Head loss di box bagi kuarter ( 2 x 0.05 ) = 0.10
- Head loss sepanjang saluran kuarter (IxL) ( 0.0011 x 300 ) = 0.33
- Head loss di box bagi tersier ( 6 x 0.05 ) = 0.30
- Head loss sepanjang saluran tersier (IxL) ( 0.0011 x 1000 ) = 1.10
- Head loss sepanjang saluran tersier bangunan pembawa(Gorong",dll) = 0.30
- Head loss dibangunan sadap tersier(Romijn,dll) = 0.30
- variasi muka air untuk eksploitasi di jaringan utama = 0.05

= + 62.63 m

b) Saluran Sekunder B

- Elevasi sawah tertinggi di daerah B = + 60.00


- Head loss sepanjang saluran primer (IxL) ( 0.0004 x 1500 ) = 0.60
- Head loss di bangunan pembawa = 0.30
- Head loss di bangunan sadap = 0.30

= + 61.20 m

c) Saluran Tersier C

- Elevasi sawah tertinggi di daerah C = + 58.95


- Head loss sepanjang saluran sekunder (IxL) ( 0.0004 x 1200 ) = 0.48
- Head loss di bangunan pembawa = 0.30
- Head loss di bangunan sadap = 0.30

= + 60.03 m

Elevasi muka air di hulu bangunan sadap = Elevasi maksimum di hilir + head loss intake + 0.1
= 61.20 + 0.20 + 0.1
= 61.50 m
Elevasi sawah tertinggi da
kedalaman air di sawah (10 c
variasi muka air di sawah dan
kehilangan tinggi energi di sa
kehilangan tinggi energi di bo
total kehilangan tinggi energ
total kehilangan tinggi energ
sepanjang jaringan
total kehilangan tinggi energ
kehilangan tinggi energi di ba
variasi muka air untuk eksplo
(sekitar 0,05-0,30 cm
Muka air rencana di hulu
total kehilangan tinggi energ
total kehilangan tinggi energ
di saluran sekunder
total kehilangan energi di ban

Muka air rencana di hul


total kehilangan tinggi ene
total kehilangan tinggi ene
di saluran primer
total kehilangan energi di

Muka air rencana di hul


kehilangan energi di salura
kehilangan energi di bangu
faktor keamanan ( 10 cm
Muka air rencana di hul
kehilangan energi di salura
kehilangan energi di bangu
faktor keamanan ( 10 cm
wah tertinggi dan terjauh yang akan diairi = EL.7
air di sawah (10 cm) = EL.6
a air di sawah dan saluran kuarter ( 5 cm) = EL.A
tinggi energi di saluran kuarter ( IrxL) = EL.5
tinggi energi di boks kuarter ( 5 cm) = EL.B
gan tinggi energi di saluran tersier (Ir x L) = EL.4
gan tinggi energi di bangunan pembawa
panjang jaringan tersier (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) = EL.C
gan tinggi energi di boks tersier ( 5 cm/boks) = EL.D
tinggi energi di bangunan sadap tersier (1/3 H, Romijn) = EL.E
a air untuk eksploitasi di jaringan utama = 0,18 h100
kitar 0,05-0,30 cm) = EL.F
encana di hulu bangunan sadap tersier = ……
gan tinggi energi di saluran sekunder (Ir x L) = EL.3
gan tinggi energi di bangunan pembawa
saluran sekunder (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) = EL.G
gan energi di bangunan sadap ( 10 cm/bangunan) = EL.H

encana di hulu bangunan sadap sekunder = ……


ngan tinggi energi di saluran induk (Ir x L) = EL.2
ngan tinggi energi di bangunan pembawa 3
aluran primer (gorong-gorong, bangunan terjun, dll) = EL.I
ngan energi di bangunan sadap ( 10 cm/bangunan) = EL.J

encana di hulu bangunan sadap primer =…


energi di saluran kantong lumpur (diabaikan = 0 cm) = EL.1
energi di bangunan intake ( 20 cm) = EL.K
manan ( 10 cm) = EL.L
encana di hulu bangunan sadap primer =…
energi di saluran kantong lumpur (diabaikan = 0 cm) = EL.1
energi di bangunan intake ( 20 cm) = EL.K
manan ( 10 cm) = EL.L
3.4 PERHITUNGAN DIMENSI BANGUNAN PEMBAWA DI SALURAN PRIMER
a. Gorong - gorong b.
Diketahui : Debit (Q) = 5.592 m³/dt
Kecepatan aliran (v) = 1.5 m/dt .... KP-04 Bab V hal. 95
Direncanakan gorong-gorong berpenampang segi empat = 12 m
ε keluar = 1.00
.... KP-04 Bab V hal. 87
ε masuk = 0.5
k = 70 (Beton) .... KP-04 Bab V hal. 85
b = 3 m
.... KP-04 Bab V hal. 104
h = 2.5 m
m = 0.8 .... KP-04 Bab V hal. 99

Luasan Gorong-gorong (A)


A = b x h
= 3 x 2.5
= 7.5 �^2 dipakai gorong-gorong tipe double

Hitung kehilangan energi (ΔH)


• Kehilangan energi masuk (ΔH₁)
2
( va - v )
ΔH₁ = ε masuk x .... KP-04 Bab V hal. 99
2 x g
2
( 1.500 - 0.771 )
= 0.5 x
2 x 10
= 0.013 m
• Kehilangan akibat gesekan (ΔH₂)
P
R =
A
8.0
=
7.5
= 1.067 m

va² x L
ΔH₂ = 2 4/3 .... KP-04 Bab V hal. 99
k x R
2
1.5 x 12
=
( 70 2 x 1.067 4/3)
= 0.005 m
• Kehilangan energi keluar (ΔH₃)
2
( va - v )
ΔH₃ = ε keluar x .... KP-04 Bab V hal. 100
2 x g
2
( 1.500 - 0.771 )
= 1.00 x
2 x 10
= 0.027 m
Sehingga, diperoleh nilai ΔH tot = ΔH₁ + ΔH₂ + ΔH₃
= 0.013 + 0.005 + 0.027
= 0.045 m
Talang c. Sipon
Diketahui : Debit (Q) = 5.592 m³/dt Diketahui :
Kemiringan Talang (I) = 0.001 m/dt .... KP-04 Bab V hal. 111
Sudut (α) = 20 ° .... KP-04 Bab V hal. 116
Direncanakan talang berpenampang persegi dengan = 10 m
diambil, b = 2h (b/h = 1 sampai 3) .... KP-04 Bab V hal. 110
ε keluar = 1.00
.... KP-04 Bab V hal. 87
ε masuk = 0.50
k = 70 (Beton) .... KP-04 Bab V hal. 85

Hitung dimensi talang


Q = A x V
1/2
Q = A x k x R 2/3 x I
1/2
5.592 = b x h x 70 x (A/P) 2/3x 0.001 Hitung diameter go
5.592 = 2h² x 2.214 x ½h 2/3 Q
8/3
2.526 = h
A
h = 1.416 m

Sehingga diperoleh nilai = 2.831 m

Hitung kehilangan energi (ΔH)


• Kehilangan energi masuk (ΔH₁) A
ΔH₁ = ε masuk x (hv₁ - hv₂) .... KP-04 Bab V hal. 118

B - b
L₁ = x Cos α ....KP-04 Bab V hal. 117
2
3.8 - 2.831
= x Cos 20°
2 d²
= 0.459 m d

2
v Kontrol kecepatan a
hv2 = ....KP-04 Bab V hal. 118
2 x g A
2
0.771
=
2 x 10
= 0.030 m
Q
hv1 = L₁ x ( S₁ - S₂ ) .... KP-04 Bab V hal. 118
V
= 0.459 x ( 0.001 - 0.0004 )
= 0.0003 m

Sehingga diperoleh nilai Δ = ε masuk x ( hv2 - hv1 )


= 0.50 x ( 0.030 - 0.0003 )
= 0.015 • Kehilangan energ

ΔH₁
• Kehilangan sepanjang talang (ΔH₂)
ΔH₂ = Ltalang x S₂ .... KP-04 Bab V hal. 118
= 10 x 0.0004
= 0.004 m
• Kehilangan energi keluar (ΔH₃) • Kehilangan akiba
ΔH₃ = ε keluar x (hv₃ - hv₂) .... KP-04 Bab V hal. 118 R
S₂ + S₃
hv₂ = L₁ x ....KP-04 Bab V hal. 118
2
0.001 + 0.0004
= 0.459 x
2
ΔH₂
= 0.0003 m

2
v
hv₃ = ....KP-04 Bab V hal. 118
2 x g
2
0.771
=
2 x 10
= 0.030 m • Kehilangan pada

ΔH₃
Sehingga diperoleh nilai Δ = ε keluar x ( hv₃ - hv₂ )
= 1.00 x ( 0.030 - 0.0003 )
= 0.029 m

Jadi, kehilangan energi total (ΔH = ΔH₁ + ΔH₂ + ΔH₃


= 0.015 + 0.004 + 0.029 Karena ada 2 bag
= 0.048 m ΔH₃ total

• Kehilangan energ

ΔH₄

• Kehilangan energ

ΔH₅

Jadi, diperoleh nilai


Diketahui : Debit (Q) = 5.592 m³/dt
Kecepatan aliran (v) = 1.5 m/dt .... KP-04 Bab V hal. 106
Sudut bagian siku (α) = 30 ° .... KP-04 Bab V hal. 90
Direncanakan sipon berpenampang bulat dengan = 30 m
ε keluar = 1.10
.... KP-04 Bab V hal. 88
ε masuk = 0.55
k = 70 (Pipa Beton) .... KP-04 Bab V hal. 85
kb = 0.11 .... KP-04 Bab V hal. 90
β = 1.8 (Penampang Bulat) .... KP-04 Bab V hal. 108
Jarak Antar kisi-kisi (b) = 0.3 m
Diameter Tulangan (s) = 0.1 m

Hitung diameter gorong-gorong (d)


= A x V
Q
=
V
5.592
=
1.5
= 3.728 m²

= ¼ x π x d²
A
=
¼ x π
3.728
=
¼ x π
= 4.746
= 2.179 m ambil diameter = 1.25 m (2 Sipon)

Kontrol kecepatan aliran (v)


= ¼ x π x d²
2
= ¼ x π x 1.25
= 1.227 m²

= A x V
Q dipakai Q 1 Sipon = 2.796 m³/dt
=
A
2.796
=
1.227
= 2.278 m/dt ..... Aman (1 < V < 3, … aman )

Kehilangan energi masuk (ΔH₁)


2
( va - v )
ΔH₁ = ε masuk x .... KP-04 Bab V hal. 85
2 x g
2
( 1.500 - 0.771 )
= 0.5 x
2 x 10
= 0.013 m
Kehilangan akibat gesekan (ΔH₂)
= ¼x D .... KP-04 Bab V hal. 84
= ¼ x 1.25
= 0.3

v² x L
ΔH₂ = 1/6 2 .... KP-04 Bab V hal. 84
( kb x R ) x R
2
0.8 x 30
=
( 70 x 0.3 1/6 ) 2 x 0.3
= 0.017 m

Kehilangan pada belokan (ΔH₃)


2 .... KP-04 Bab V hal. 89
v
ΔH₃ = kb x
2 x g
1.5 2
= 0.11 x
2 x 10
= 0.012

Karena ada 2 bagian siku pada sipon, maka :


ΔH₃ total = 2 x ΔH₃
= 2 x 0.012
= 0.025

Kehilangan energi keluar (ΔH₄)


2
( va - v )
ΔH₄ = ε keluar x .... KP-04 Bab V hal. 108
2 x g
2
( 1.500 - 0.771 )
= 1.10 x
2 x 10
= 0.029 m

Kehilangan energi pada kisi-kisi (ΔH₅)


4/3
s
c = β x x sin α .... KP-04 Bab V hal. 108
b
4/3
0.1
= 1.8 x x 0.5
0.3
= 0.208


ΔH₅ = c x .... KP-04 Bab V hal. 85
2 x g
2.25
= 0.208 x
2 x 10
= 0.023

Jadi, diperoleh nilai ΔH tot = ΔH₁ + ΔH₂ + ΔH₃ + ΔH₄ + ΔH₅


= 0.013 + 0.017 + 0.025 + 0.029 + 0.023
= 0.108 m
3.5. PERHITUNGAN DIMENSI BANGUNAN PENGATUR TINGGI MUKA AIR 2) Saluran Tersie

1) Saluran Sekunder B Dicoba tiga jen

Digunakan pintu air berupa pintu sorong a. Pintu Romij

+ 61.50
+ 61.20
h1

a h2
+ 60.23
+ 59.94
Data :
debit (Q) = 4.874 m3/dt h1/a = 2.115
h1 = 1.27 m h2/a = 2.098
h2 = 1.26 m

Dicoba b = 3 m dipakai 2 pintu


a = 0.6 m
Sehingga, diperoleh nilai K dan μ dari grafik H1
K = 1.00 ..... KP-04 Bab III hal.55
μ = 0.55 ..... KP-04 Bab III hal.56

Cek :
Q= K. μ . a . b 2g h1
= 1.00 . 0.55 . 0.6 . 3 20 . 1.27
= 4.988 m3/dt

4.874 < 4.988 . . . . . OK


Saluran Tersier C b. Pintu Crump De Gru

Dicoba tiga jenis pintu air berupa Romijn, Crump De Gruyter, Sorong - Cipoletti

a. Pintu Romijn +
H1
+ 61.50 h1

+ 60.03

h + 60.23

Data :
+ 60.23 debit (Q)
+ 59.62 y1
Data :
debit (Q) = 0.143 m3/dt Cd =
dicoba h = 0.4 m w =
b = 0.4 m Dicoba
Kecepatan (v) = 0.42 m/dt ..... KP-04 Bab II hal.37
Luas Penampang saluran (A= 0.341 m2
H1 = h1 + ( v2/2g ) = 0.41 + ( 0.42 2
/ 20 ) = 0.4 m < 0.5 m memenuhi 0.143
ambil L = 0.4 m ( < 1,2 H1 maks ) 0.143
0.177
>> Hitung Cd 0.315
Cd = 0,93 + 0,1 ( H1 / L ) untuk 0,1 < H1/L < 1,0
= 0.93 + 0.10 . 1.055 Sehingga, diperoleh
= 1.035 w = 0.63
>> Tentukan Cv = 0.63
= Cd x ( A* / A ) dicoba b = 0.40 m = 0.199
= 1.035 ( 0.16 / 0.341 ) h = 0.40 m
= 0.485 sehingga diperoleh : p1 = y1
A* = b x h = 1.27
= 0.4 x 0.4 = 0.954
= 0.16 m2
dari hasil plot grafik, diperoleh : ..... KP-04 Bab II hal.9
Cv = 1.050

Cek :
Q = (Cd . Cv . 2/3 . 2/3 . g b h1 1,5 ) x 2
= 1.035 x 1.05 x 2/3 2/3 . 10 0.40 ( 0.41 ) 1,5
) x 2
= 1.255 m3/dt

0.143 < 1.255 . . . . . OK


b. Pintu Crump De Gruyter c. Pintu Sorong Cipolleti

61.50
+ 60.03

+ 59.62

60.23

Data Rencana :
debit (Q) = 0.143 m /dt
3
Debit (Q) =
= 1.27 m h₁ =

0.94 Maka,
..... KP-04 Bab II hal.40
0.63 x h1 h = ⅓
b = 0.50 m = ⅓
= 0.423
Q = Cd . b . w 2g . ( h1 . w )
0.143 = 0.94 x 0.5 x 0.63 h1 20 ( h1 - 0.63 h1 ) D = 2
0.143 = h
0.47 x 0.63 1 x 7.40 h1 = 2
0.177 = h1 3/2 = 0.846
m = h1
H = D
Sehingga, diperoleh : = 0.846
0.63 x h1 = 1.269
0.63 x 0.315
0.199 m Q = 1.86
0.143 = 1.86
y1 - h1 0.143 = 1.86
1.27 - 0.315 1.86 B = 0.518
0.954 m B = 0.279
ntu Sorong Cipolleti

ata Rencana :
0.143 m
1.27 m

x h₁
x 1.27
0.423 m

x h
x 0.423
0.846 m

D + h
0.846 + 0.423
1.269 m

3/2
B x h
3/2
B x 0.423
B x 0.275
0.518
0.279 m