Anda di halaman 1dari 1

Nama : Muhammad Faris

Kelas : X MIPA
Absen :33

Tema: Sejarah Nasioanal

KYAI HAJI MAS MANSUR (1896-1946) PAHLAWAN PERGERAKAN NASIONAL

Umur 12 tahun ia ke Mekkah untuk belajar agama. Kemudian meneruskan ke Universitas Al


Azhar di Kairo. Disana ia banyak membaca buku-buku sastra Barat yang sudah diterjemahkan.
Perjuangan nasionalisme Mesir untuk melepaskan diri dari cengkeraman penjajahan sangat
mempengaruhi jiwanya.

Dia adalah Kyai Mas Mansur yang dilahirkan di Surabaya pada tanggal 25 Juni 1896. Setelah
kembaali dari kairo, ia mengajar di pesantren Mufidah di Surabaya. Jiwa Nasionalnya terus
berkembang. Ia kemudian menjadi anggoa Muhammadiyah dan kemudian memasuki Persatuan
Bangsa Indonesia (PBI). Sewaktu di Muhammadiyah Mas Mansur giat mengadakan dakwah ke
daerah-daerah. Ia kemudian diangkat menjadi ketua cabang dan selanjutnya diangkat menjadi Konsul
Muhammadiyah untuk Jawa Timur. Pada tahun 1937 ia pun terpilih menjadi ketua puncuk pimpinan
Muhammadiyah.

Pada waktu pendudukan jepang, mas mansur tetap giat dalam Organisasi Muhammadiyah.
Ketika pada tahun 1943 jepang mendirikan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), dan Kyai Haji Mas
Mansur diangkat sebagai salah seorang pemimpinnya. Bagi Mas Mansur tugas dalam PUTERA tidak
menyenangkan hatinya, tetapi demi kepentingan umat islam, dia menerimanya juga. Namun pada
tanggal 1944ia mengundurkan diri dengan alasan kesehatan teganggu.

Dekat waktu proklamasi Kemerdekaan, Mas Mansur diangkat menjadi anggota Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia. pada waktu perang kemerdekaan, ia ditangkap Belanda karena
giat membantu gerakan pemuda-pemuda Surabaya yang berjuang melawan penjajahan. Beliau
kemudian meninggal dunia di dalam penjara Kalisosok Surabaya pada tanggal 25 April 1946.

Namaa Penulis : Eddy Soetrisno & Elizabeth Tara, MD

Tahun Terbit : 2001

Judul Buku : Buku Pintar 100 Pahlawan Nasional & Sejarah dan Perjuangannnya

Nama Penerbit : Ladang Pustaka & Intimadin