Anda di halaman 1dari 2

FAKTOR RISIKO

Faktor risiko terjadinya pertumbuhan janin terhambat adalah


 Faktor Ibu
Hipertensi kronis , penyakit ginjal, diabetes,penyakit auto-imun , hemoglobinopati, malnutrisi
protein-kalori,malformasi uterus, kardiopulmonal pada kehamilan ganda, merokok
 Faktor plasenta
Infark plasenta,solusio plasenta, plasenta previa,kelainan pembuluh darah plasenta,insersi
velamentosa,plasenta sirkumvlata
 Faktor Janin
Kelainan pada kromosom misalnya trisomy 13,18 dan 21, Sindroma turner,Malformasi
janin,infeksi oleh CMV (cytomegalovirus)

PATOFISIOLOGI
Pada kelainan sirkulasi uteroplasenta akibat dari perkembangan plasenta yang
abnormal, pasokan oksigen, nutrisi dan pengeluaran hasil metabolic menjadi abnormal. Janin
menjadi kekukarangan oksigen dan nutrisi pada trimester akhir sehingga timbul pertumbuhan
janin terhambat yang asimetrik yaitu lingkar perut yang jauh lebih kecil daripada lingkar
kepala. Pada keadaan yang parah mungkin akan terjadi kerusakan tingkat seluler berupa
kelainan nukleus dan mitokondria. Pada keadaan hipoksia, produksi radikal bebas di plasenta
menjadi sangat banyak dan antioksidan relative kurang (misalnya : preeklamsia) akan
menjadi lebih parah. Soothill et al telah melakukan pemeriksaan gas darah dan menemukan
asidosis dan hiperkapnia, hipoglikemia, dan eritroblastosis. Kematian pada jenis asimetrik
lebih parah jika dibandingkan dengan simetrik.

PERKEMBANGAN PJT INTRAUTERIN


Peningkatan rasio berat plasenta terhadap berat lahir ditimbulkan oleh
kondisi diet rendah nutrisi terutama protein
1. Kondisi kekurangan nutrisi pada awal kehamilan
awal kehamilan pertumbuhan embrio dan trofoblas dipengaruhi oleh makanan
2. Kondisi kekurangan nutrisi pada tengah kehamilan
Defisiensi makanan mempengaruhi pertumbuhan janin dan
plasenta,tapi bisa juga terjadi peningkatan pertumbuhan plasenta sebagai kompensasi.
Didapati ukuran plasenta yang luas
3.Kondisi kekurangan nutrisi pada akhir kehamilan
Terjadi pertumbuhan janin yang lambat yang mempengaruhi interaksiantara janin dengan pla
senta. Efek kekurangan makan tergantung padalamanya kekurangan. Pada kondisi akut terjadi
perlambatan pertumbuhandan kembali meningkat jika nutrisi yang diberikan membaik. Pada
kondisi kronis mungkin telah terjadi proses perlambatan pertumbuhan irreversibel

MANIFESTASI KLINIS
Bayi yang dilahirkan dengan IUGR biasanya tampak kurus, pucat, dan berkulit keriput. Tali
pusat umunya tampak rapuh dan layu dibandingkan bayi normal yang tampak tebal dan kuat.
IUGR muncul sebagai akibat dari berhentinya pertumbuhan jaringan atau sel. Hal ini terjadi
saat janin tidak mendapatkan nutrisi dan oksigenasi yang cukup untuk perkembangan dan
pertumbuhan organ dan jaringan, atau karena infeksi. Meski pada sejumlah janin, ukuran kecil
untuk masa kehamilan bias diakibatkan karena factor genetik. IUGR dapat terjadi kapanpun
dalam kehamilan. IUGR yang muncul dini sering berhubungan dengan kelainan kromosom
dan penyakit ibu. Sementara, IUGR yang muncul terlambat (> 32 minggu ) biasanya
berhubungan dengan problem lain. Ketika aliran darah ke plasenta tidak cukup, janin akan
menerima hanya sejumlah kecil oksigen, ini dapat berakibat denyut jantung menjadi abnormal,
dan janin berisiko tinggi mengalami kematian. Bayi-bayi yang dilahirkan dengan IUGR akan
mengalami keadaan berikut :
 Penurunan level oksigenasi
 Nilai APGAR rendah (suatu penilaian untuk menolong identifikasi adaptasi bayi segera
setelah lahir)
 Aspirasi meconium (tertelannya faeces/tinja bayi pertama di dalam kandungan)
 Hipoglikemi
 Kesulitan mempertahankan suhu tubuh janin
 Polisitemia

DIAGNOSIS
1 Anamnesis Faktor Ibu
Ibu hamil dengan penyakit hipertensi, penyakit paru kronik, penyakit jantung, pemakaian
obat-obatan, merokok, riwayat PJT sebelumnya
2. Tinggi Fundus Uteri dan Lingkar Perut
Cara ini sangat mudah, murah, aman, dan baik untuk diagnose pada kehamilan kecil.
Caranya dengan menggunakan pita pengukur yang diletakkan dari simphisis pubis sampai
bagian teratas fundus uteri. Bila pada pengukuran didapat panjang fundus uteri 2 atau 3
sentimeter di bawah ukuran normal untuk masa kehamilan itu maka kita dapat mencurigai
bahwa janin tersebut mengalami hambatan pertumbuhan. Cara ini tidak dapat diterapkan pada
kehamilan multiple,hidramnion, janin letak lintang
3.USG Fetomaternal
Pada USG yang diukur adalah diameter biparietal atau cephalometry angka
kebenarannya mencapai 45-100%. Bila pada USG ditemukan cephalometry yang tidak normal
maka dapat kita sebut sebagai asimetris IUGR. Selain itu dengan lingkar perut kita dapat
mendeteksi apakah ada pembesaran organ intra abdomen atau tidak, khusunya pembesaran
hati. Tetapi yang terpenting pada USG ini adalah perbandingan antara ukuran lingkar kepala
dengan lingkar perut (HC/AC) untuk mendeteksi adanya asimetris IUGR.
Pada USG kita juga dapat mengetahui volume cairan amnion, oligohidramnion,
biasanya sangat spesifik pada asimetris IUGR dan biasanya ini menunjukan adanya penurunan
aliran darah ke ginjal. Setiap ibu hamil memiliki patokan kenaikan berat badan. Umumnya,
kenaikan pada trimester awal sekitar 1kg/bulan. Sedangkan, pada trimester akhir pertambahan
bobot sekitar 2kg/bulan
4.Doppler Velocimetry
Dengan menggunakan Doppler kita dapat mengetahui adanya bunyi end-diastolik yang
tidak normal pada arteri umbilicalis, ini menandakan bahwa adanya IUGR
5. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan gula darah, bila ada indikasi diabetes mellitus, screening penyakit infeksi
misalnya infeksi TORCH, pengukuran kadar enzim transaminase, Hepatiti B dan C

REFERENSI

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. 4 ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono.


Prawirohardjo; 2010.