Anda di halaman 1dari 18

Tabel III-1 Matrik Perkiraan Dampak Yang Akan Muncul

Sumber Dampak Jenis Dampak Besaran Dampak Keterangan


1. Tahap Pra Konstruksi
a. Pembebasan lahan  Peningkatan Luasan 3.298 m2  Jual beli yang syah
, pendapatan/retribusi Masyarakat sekitar  Pendekatan terhadap
 Keresahan masyarakat masyarakat

2. Tahap Konstruksi
a. Mobilisasi kendaraan  Meningkatnya kadar debu di Sekitar wilayah kegiatan dan  Keluar masuknya kendaraan
udara lingkungan sekitar pengangkut material
 akibat aktivitas kendaraan
 Meningkatnya kebisingan
akibat
 aktivitas kendaraan
 Sekitar wilayah kegiatan
Keluar masuknya kendaraan
 pengangkut material
b. Aktifitas pembangunan  Meningkatnya kadar debu di Sekitar wilayah kegiatan dan  Ada aktivitas alat berat
udara lingkungan  Aktivitas pembangunan
sekitar pondasi,
 Meningkatnya kebisingan  pembangunan jalan,
akibat pemasangan tonblok
 Adanya peluang kerja  Adanya mobilisasi
 Meningkatnya penghasilan kendaraan
penduduk  pengangkut material
 Menurunnya kualitas air  Perekrutan pekerja
 Kerusakan jalan bangunan
 Kualitas kesehatan menurun  Pendirian warung nasi
 Pembukaan lahan parkir
 Menambah kas daerah
3. Tahap Operasi
a. Aktivitas/Operasional  Meningkatnya taraf Sekitar wilayah perumahan  Perekrutan kerja di
bengkel dan stockyard hidup/ekonomi masyarakat dan lingkungan sekitar perumahan
 Tertatanya lingkungan sekitar  sebagai satpam, tukang
 Transportasi menjadi lebih kebun, dll
mudah  Meningkatkan kondisi
 Peningkatan iklim mikro lingkungan sekitar
 Menurunnya kulitas air  Aktivitas mck pekerja
 Meningkatnya limbah padat  Aktivitas bengkel
Mobilisasi kendaraan  Meningkatnya pulusi udara Sekitar wilayah perumahan  Aktivitas kendaraan
konsumen  Meningkatnya kebisingan dan lingkungan sekitar
Tabel V-I Matrik Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak Sumber Dampak Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Rencana Darurat

1. Tahap Pra Konstruksi


Pembebasan Lahan Kegiatan jual beli Memberikan kompensasi Masyarakat sekitar Sebelum kegiatan Menghentikan sementara
harga yang sesuai, lokasi konstruksi kegiatan dan melakukan
memberikan penyuluhan musyawarah dengan
warga setempat
2. Tahap Konstruksi
a. Peluang Kerja dan Aktivitas pembangunan  Perekrutan pekerja Sekitar lokasi Selama kegiatan Perekrutan secara
usaha baru konstruksi  Pembukaan warung pembangunan konstruksi terbuka dan langsung
makan
b. Penurunan kualitas Aktivitas pembangunan  Melakukan penyiraman Sekitar lokasi Selama kegiatan Menghentikan sementara
udara konstruksi  Pembatasan kecepatan pembangunan konstruksi kegiatan
udara
 Membersihkan material
yang tercecer
c. Peningkatan  Kegiatan mobilitas alat  Pengaturan/penjadwalan Sekitar lokasi Selama kegiatan Menghentikan sementara
intensitas dan bahan/material pengngkutan alat-alat pembangunan konstruksi kegiatan
kebisingan  Pematangan lahan berat
 Pengaturan jadwal
kegiatan mobilisasi
d. Peningktan Air Kegiatan pematangan  Melaksanakan Sekitar lokasi Selama kegiatan Menghentikan sementara
lahan, pembuatan jaringan pengurugan lahan pembangunan konstruksi kegiatan
Larian (Run Off)
dan utilitas serta  Pembuatan saluran
pembangunan sarana dan drainase darurat
prasana Bengkel Motor  Konstruksi saluran air
hujan direncanakan yang
layak
 Pembuatan kolam
sedimentasi
 Mengoptimalisasi lahan
untuk ruang terbuka
hijau (RTH)
e. Penurunan kualitas adanya peningkatan laju  Penataan air limpasan Sekitar lokasi Selama kegiatan Menghentikan sementara
air permukaan air larian akibat kegiatan (saluran drainase pembangunan konstruksi kegiatan

Jenis Dampak Sumber Dampak Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Rencana Darurat
pembukaan, penyiapan dan darurat)
pematangan lahan yang  Pengecekan dan
akan menyebabkan pemeliharaan kelancaran
terjadinya pendangkalan di pengaliran air disaluran
badan air penerima desa
 Membuat sedimentasi
dilokasi tertentu
f. Peningkatan Arus kegiatan keluar masuk  Pengaturan atau Sekitar lokasi Selama kegiatan Menghentikan sementara
Lalu Lintas kendaraan pengangkut alat penjadwalan kendaraan pembangunan konstruksi kegiatan
dan material kelokasi  Menempatkan petugas
kegiatan lalu lintas
 Melaksanakan semua
rekomendasi kajian lalu
lintas
g. Kerusakan jalan kegiatan mobilisasi alat  Melakukan pembatasan Sekitar lokasi Selama kegiatan Menghentikan sementara
dan bahan/material beban kendaraan pembangunan konstruksi kegiatan
 Melakukan pemeliharaan
dan rehabilitasi secara
berkala terhadap saluran
drainase
 Menutup bak kendaraan
pengangkut material dan
bahan dengan terpal atau
plastik
3. Tahap Operasional
a. Peningkatan kegiatan test drive dan  Pembatasan kecepatan Sekitar lokasi bengkel Selama kegiatan Segera melakukan
intensitas aktivitas kendaraan yang kendaraan pada saat bengkel penjadwalan
Kebisingan keluar masuk bengkel keluar masuk bengkel
motor
 Pelaksanaan kegiatan
bengkel dilakukan pagi
hari/jam kerja bengkel
dari pukul 08.00-18.00
WIB
b. Peningkatan arus kegiatan keluar masuk  Penjadwalan kendaraan Sekitar lokasi bengkel Selama kegiatan Segera melakukan
Jenis Dampak Sumber Dampak Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Rencana Darurat
lalu lintas kendaraan kegiatan car carier keluar masuk bengkel pengaturan
oerasional bengkel akan dilakukan pada
siang hari
 Bekerjasama dengan
dinas perhubungan
Bupati Tulang
Bawang/polantas
setempat apabila terjadi
kemacetan lalu lintas
 Menempatkan petugas
lalu lintas
 Melaksanakan semua
rekomendasi kajian lalu
lintas
c. Penanggulangan Aktivitas bengkel dan  Melakukan minimalisasi Sekitar lokasi bengkel Selama kegiatan Segera menghentikan
limbah pekerja limba bengkel kegiatan
 Pencegahan terkadinya
kontaminasi air dengan
bahan lain seperti oli,
bahan bakar, gemuk dan
lain-lain
d. Timbulan Limbah Aktivitas bengkel dan  Menyediakan bak/wadah Sekitar lokasi bengkel Selama kegiatan Segera menghentikan
Padat pekerja tempat penampungan bengkel kegiatan
sementara
 Pengadan pekerja yang
bertugas untuk
mengawasi dan mengatur
sampah
e. Pencemaran Udara Aktivitas bengkel  Dilengkapi dengan alat Sekitar lokasi bengkel Selama kegiatan Segera menghentikan
penguji emisi bengkel kegiatan
 Smoke tester untuk
mengukur kepekatan
asap dari kendaraan
berbahan bakar diesel
f. Pengelolaan Oli Aktivitas bengkel  Didaur ulang untuk Sekitar lokasi bengkel Selama kegiatan Segera menghentikan
Jenis Dampak Sumber Dampak Upaya Pengelolaan Lokasi Waktu Rencana Darurat
Bekas digunakan kembali bengkel kegiatan
 Daur ulang oli bekas
dapat dilakukan di
industri pengolahan
pelumas bekas, yaitu
industri yang kegiatannya
memproses pelumas
bekas dengan
menggunakan teknologi
tertentu untuk
menghasilkan pelumas
dasar.
Tabel V-II Matrik Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
Parameter Yang Cara dan Periode
Jenis Dampak Sumber Dampak Tolak Ukur Dampak Lokasi Pemantauan
Dilakuakan Pemantauan
1. Tahap Pra Konstruksi
Keresahan Masyarakat Survey dan investigasi Tidak adanya konflik sosial Masyarakat sekitar Tanggapan masyarakat Pengamatan langsung di
dengan warga sekitar lokasi lokasi terhadap proyek lapangan sebelum
proyek kegiatan konstruksi
2. Tahap Konstruksi
a. Penanggulanagan Aktivitas pembangunan Berkurangnya kadar debu di Pemukiman penduduk Parameter pencemaran  Pengamatan langsung
debu dan mobilisasi udara yang berbatasan udara dan survey di
kendaraan proyek dengan proyek lapangan
adanya ceceran tanah di  Tiap satu bulan sekali
jalan
b. Peningkatan Aktivitas pembangunan Memantau tingkat intensitas Di sekitar lokasi Tingkat kebisingan  Pengamatan langsung
kebisingan dan mobilisasi kebisingan dan survey di
kendaraan proyek lapangan
 Tiap satu bulan sekali
c. Peningkatan erosi Aktivitas pembangunan Penurunan kualitas tanah Di sekitar lokasi Kondisi tanah yang peka  Pengamatan langsung
terhadap terhadap erosi di lapangan
 Tiap satu bulan
d. Kesempatan kerja Aktivitas pembangunan Perekrutan tenaga kerja Di sekitar lokasi Jumlah kesempatan kerja  Pengamatan langsung
pembangunan yang terserap dan jumlah di lapangan
penduduk yang  Tiap satu bulan
memperoleh peluang
berusaha.
e. Peningkatan air Aktivitas pembangunan Penurunan kualitas tanah Di sekitar lokasi Perubahan neraca air  Pengamatan langsung
larian pembangunan yaitu meningkatnya di lapangan
volume run off dan  Tiap satu bulan
menurunnya volume
infiltrasi.
3. Tahap Operasional
a. Perubahan iklim Operasional bengkel Peningkatan suhu Di sekitar lokasi Pengukuran suhu udara  Pengamatan langsung
mikro bengkel dilokasi dan disekitar di lapangan
lokasi  Tiap satu bulan
b. Kuantitas air tanah Kegiatan kebutuhan Penurunan debit air tanah Di sekitar lokasi Melakukan pengukuran  Pengamatan langsung
bengkel dan penggunaan bengkel debit air tanah di lapangan
Parameter Yang Cara dan Periode
Jenis Dampak Sumber Dampak Tolak Ukur Dampak Lokasi Pemantauan
Dilakuakan Pemantauan
sarana serta prasarana  Tiap tiga bulan sekali
c. Kualitas air Kegiatan MCK dari Penurunan kualitas air Di sekitar lokasi Parameter yang dipantau  Pengamatan langsung
permukaan pekerja dan kegiatan bengkel BOD, COD, DO, pH, suhu, di lapangan
bengkel zat padat terlarut (TDS =  Tiap tiga bulan sekali
Total Dissolved Solid), zat
padat tersuspensi (TSS =
Total Suspended Solids)
dll, dipantau dengan
menganalisis sampling air
di Laboratorium.
d. Pencemaran udara Operasional bengkel Peningkatan pulutan di Di sekitar lokasi Parameter yang dipantau  Pengamatan langsung
udara bengkel CO, CO2, Pb2+, SOX, NOX, di lapangan
dan partikulat dengan  Tiap tiga bulan sekali
melakukan pengukuran
dan analisis udara
e. Peningkatan arus Kegiatan aktivitas Kemacetan arus lalu lintas Di sekitar lokasi Jumlah kendaraan  Pengamatan langsung
lalu lintas bengkeldan pengguna bengkel di lapangan
sarana serta prasarana  Tiap satu bulan
f. Estetika lingkungan Penanganan limbah Bau akibat penanganan Di sekitar lokasi Tingkat kebauan serta  Pengamatan langsung
padat limbah bengkel munculnya serangga di lapangan
 Tiap satu bulan
g. Ketertiban dan Adanya gangguan Tingkat keamanan dan Di sekitar lokasi Tingkat keamanan dan  Pengamatan langsung
keamanan diwilayah bengkel ketertiban bengkel ketertiban di lapangan
 Tiap satu bulan
h. Kesehatan Kegiatan dan perilaku Jumlah penderita penyakit Di sekitar lokasi Pengamatan pola penyakit  Pengamatan langsung
masyarakat pekerja bengkel dimasyarakat, antara lain di lapangan
status gizi, penyakit  Tiap tiga bulan sekali
menular dan penyakit
lainnya
Tabel IV-II Matriks UKL-UPL
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola
Parameter
Lokasi Periode Bentuk Upaya Lokasi Periode Dan
Jenis Dampak Sumber Dampak Yang Keterangan
Bentuk Upaya Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
Dipantau
Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

1. Tahap Pra Konstruksi

Tanggapan  Pemilik
Luas Lahan masyarakat bengkel
yang terhadap motor
Selama proses
Kegiatan jual beli dibebaskan Memberikan kompensasi harga Sebelum proyek  Badan
Masyarakat Masyarakat perijinan dan
Pembebasan Lahan Survey dan 3.298 m2 dan yang sesuai, memberikan kegiatan Tidak adanya pertanahan
sekitar lokasi sekitar lokasi pembebasan
investigasi tidak adanya penyuluhan konstruksi konflik sosial  Lurah dan
lahan
keluhan dengan warga Camat
masyarakat sekitar lokasi  Badan
proyek perizinan

2. Tahap Konstruksi

Sekitar
lingkungan
Jumlah
pembangunan
kesempatan
bengkel  Pemilik
kerja yang
jumlah bengkel
Aktivitas  Perekrutan pekerja Selama terserap dan Selama
a. Peluang Kerja dan penggunaan Sekitar lokasi Di sekitar lokasi motor
pembangunan  Pembukaan warung kegiatan jumlah pembangunan
usaha baru tenaga kerja pembangunan pembangunan  Lurah dan
konstruksi makan konstruksi penduduk yang bengkel
penduduk Camat
memperoleh
lebih dari 20%
peluang
dari jumlah
berusaha.
karyawan
yang ada
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola
Parameter
Lokasi Periode Bentuk Upaya Lokasi Periode Dan
Jenis Dampak Sumber Dampak Yang Keterangan
Bentuk Upaya Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
Dipantau
Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

Kandungan
CO, CO2,
Pemantauan
Pb2+, SOX,
 Melakukan penyiraman kualita udara
Aktivitas NOX, dan  Pembatasan kecepatan Selama Selama  Pemilik
b. Penurunan Sekitar lokasi dengan Di sekitar lokasi
pembangunan partikulat udara kegiatan pembangunan begkel
kualitas udara pembangunan parameter pembangunan
konstruksi harus sesuai  Membersihkan material konstruksi bengkel  BLH
pencemaran
dengan PP yang tercecer
udara
No.41 Tahun
1991

 Kegiatan
Tidak Melebihi
mobilitas alat  Pengaturan/penjadwalan Memantau
c. Peningkatan dan 70 dB sesuai pengngkutan alat-alat Selama Selama  Pemilik
Sekitar lokasi tingkat Di sekitar lokasi
intensitas bahan/materi dengan berat kegiatan pembangunan begkel
pembangunan intensitas pembangunan
kebisingan al KepMenLH No  Pengaturan jadwal konstruksi bengkel  BLH
kebisingan
 Pematangan 50 Tahun 1996 kegiatan mobilisasi
lahan

Level  Melaksanakan pengurugan


lahan Perubahan
Kegiatan permukaan air
 Pembuatan saluran neraca air
pematangan lahan, tanah rata –
drainase darurat yaitu
pembuatan rata pada
jaringan dan  Konstruksi saluran air Selama meningkatnya Selama  Pemilik
d. Peningktan Air musim hujan hujan direncanakan yang Sekitar lokasi Di sekitar lokasi
utilitas serta kegiatan volume run off pembangunan begkel
Larian (Run Off) dan musim layak pembangunan pembangunan
pembangunan konstruksi dan bengkel  BLH
kemarau di  Pembuatan kolam
menurunnya
sarana dan
prasana Bengkel tapak sedimentasi
Motor kegiatan dan  Mengoptimalisasi lahan volume
untuk ruang terbuka infiltrasi.
sekitarnya
hijau (RTH)
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola
Parameter
Lokasi Periode Bentuk Upaya Lokasi Periode Dan
Jenis Dampak Sumber Dampak Yang Keterangan
Bentuk Upaya Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
Dipantau
Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

Parameter
yang dipantau
BOD, COD, DO,
adanya Peraturan pH, suhu, zat
peningkatan laju Menteri padat terlarut
air larian akibat kesehatan RI  Penataan air limpasan (TDS = Total
kegiatan No. (saluran drainase Dissolved
pembukaan, 416/Menkes/ darurat) Solid), zat
e. Penurunan penyiapan dan  Pengecekan dan Selama Selama  Pemilik
PER/IX/1990, Sekitar lokasi padat Di sekitar lokasi
kualitas air pematangan lahan pemeliharaan kelancaran kegiatan pembangunan begkel
tentang pembangunan tersuspensi pembangunan
permukaan yang akan pengaliran air disaluran konstruksi bengkel  BLH
menyebabkan pengawasan desa (TSS = Total
terjadinya dan  Membuat sedimentasi Suspended
pendangkalan di persyaratan dilokasi tertentu Solids) dll,
badan air Kualitas Air dipantau
penerima Bersih dengan
menganalisis
sampling air di
Laboratorium.

Sebagai tolok
 Pengaturan atau  Pemilik
kegiatan keluar ukur adalah penjadwalan kendaraan begkel
masuk kendaraan tidak adanya  Menempatkan petugas Selama Kemacetan Selama
f. Peningkatan Arus Sekitar lokasi Di sekitar lokasi  BLH
pengangkut alat gangguan arus lalu lintas kegiatan lalu lintas pembangunan
Lalu Lintas pembangunan pembangunan  Dinas
dan material dan  Melaksanakan semua konstruksi yang terjadi bengkel
kelokasi kegiatan keselamatan rekomendasi kajian lalu Perhubung
lalu lintas lintas an
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola
Parameter
Lokasi Periode Bentuk Upaya Lokasi Periode Dan
Jenis Dampak Sumber Dampak Yang Keterangan
Bentuk Upaya Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
Dipantau
Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

 Melakukan pembatasan
beban kendaraan  Pemilik
Sebagai tolok  Melakukan pemeliharaan begkel
kegiatan mobilisasi ukur adalah dan rehabilitasi secara Selama Kemacetan Selama  BLH
berkala terhadap saluran Sekitar lokasi Di sekitar lokasi
g. Kerusakan jalan alat dan tidak adanya kegiatan lalu lintas pembangunan  Dinas
drainase pembangunan pembangunan
bahan/material gangguan lalu konstruksi yang terjadi bengkel Perhubung
 Menutup bak kendaraan
lintas pengangkut material dan an
bahan dengan terpal atau  Dinas PU
plastik

3. Tahap Operasional

 Pembatasan kecepatan
kendaraan pada saat
Tidak Melebihi Memantau
kegiatan test drive keluar masuk bengkel
a. Peningkatan dan aktivitas 70 dB sesuai motor Selama Selama  Pemilik
Sekitar lokasi tingkat Di sekitar lokasi
intensitas kendaraan yang dengan  Pelaksanaan kegiatan kegiatan bengkel begkel
bengkel intensitas bengkel
Kebisingan keluar masuk KepMenLH No bengkel dilakukan pagi bengkel beroperasi  BLH
50 Tahun 1996 hari/jam kerja bengkel kebisingan
bengkel
dari pukul 08.00-18.00
WIB

 Penjadwalan kendaraan
car carier keluar masuk
akan dilakukan pada
siang hari
 Pemilik
Sebagai tolok  Bekerjasama dengan
kegiatan keluar dinas perhubungan Bupati begkel
ukur adalah Selama Kemacetan Selama
b. Peningkatan arus masuk kendaraan Tulang Bawang/polantas Sekitar lokasi Di sekitar lokasi  BLH
tidak adanya kegiatan lalu lintas bengkel
lalu lintas kegiatan setempat apabila terjadi bengkel bengkel  Dinas
gangguan lalu bengkel yang terjadi beroperasi
oerasional bengkel kemacetan lalu lintas Perhubung
lintas  Menempatkan petugas an
lalu lintas
 Melaksanakan semua
rekomendasi kajian lalu
lintas
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola
Parameter
Lokasi Periode Bentuk Upaya Lokasi Periode Dan
Jenis Dampak Sumber Dampak Yang Keterangan
Bentuk Upaya Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
Dipantau
Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

 Melakukan minimalisasi
Tolak ukur
limba Pengamatan
adalah prilaku  Pencegahan terkadinya Selama Selama  Pemilik
c. Penanggulangan Aktivitas bengkel Sekitar lokasi kesehatan Di sekitar lokasi
pekerja dan kontaminasi air dengan kegiatan bengkel begkel
limbah dan pekerja bengkel masyarakat bengkel
konsumen bahan lain seperti oli, bengkel beroperasi  BLH
dan pekerja
bengkel bahan bakar, gemuk dan
lain-lain

Tingkat
kebauan serta
munculnya
serangga
 Menyediakan bak/wadah
Tolak ukur tempat penampungan Pengamatan
d. Timbulan Limbah
adalah prilaku sementara Selama pola penyakit Selama  Pemilik
Padat dan Aktivitas bengkel Sekitar lokasi Di sekitar lokasi
pekerja dan  Pengadan pekerja yang kegiatan dimasyarakat, bengkel begkel
kesehatan dan pekerja bengkel bengkel
masyarakat konsumen bertugas untuk bengkel antara lain beroperasi  BLH
bengkel mengawasi dan mengatur status gizi,
sampah penyakit
menular dan
penyakit
lainnya

Kandungan
CO, CO2,
Pengukuran
Pb2+, SOX,  Dilengkapi dengan alat
e. Pencemaran penguji emisi suhu udara
NOX, dan Selama Selama  Pemilik
Udara dan  Smoke tester untuk Sekitar lokasi dan parameter Di sekitar lokasi
Aktivitas bengkel partikulat kegiatan bengkel begkel
perubahan iklim mengukur kepekatan bengkel udara dilokasi bengkel
harus sesuai bengkel beroperasi  BLH
mikro asap dari kendaraan dan disekitar
dengan PP
berbahan bakar diesel lokasi
No.41 Tahun
1991
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola
Parameter
Lokasi Periode Bentuk Upaya Lokasi Periode Dan
Jenis Dampak Sumber Dampak Yang Keterangan
Bentuk Upaya Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan Pemantauan Pemantauan Pemantauan Pemantauan
Dipantau
Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

 Didaur ulang untuk


digunakan kembali
 Daur ulang oli bekas
Banyaknya dapat dilakukan di
kendaraan industri pengolahan
pelumas bekas, yaitu Selama Jumlah Selama  Pemilik
f. Pengelolaan Oli yang Sekitar lokasi Di sekitar lokasi
Aktivitas bengkel industri yang kegiatannya kegiatan pengelolaan bengkel begkel
Bekas mengganti oli bengkel bengkel
memproses pelumas bengkel oli bekas beroperasi  BLH
dalam satu
bekas dengan
hari menggunakan teknologi
tertentu untuk
menghasilkan pelumas
dasar.
Gambar II-I Peta Lokasi Pembangunan Bengkel Mobil