Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KELOMPOK

BIOKIMIA KLINIK

“GLUKONEOGENESIS”

OLEH :

KELOMPOK 5

JUNAEDI (70100117041)

KURNIATI RARE (70100117007)

RAHMIATI (70100117013)

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

SAMATA - GOWA

2018

GLUKONEOGENESIS

1
Glikogen hati yang merupakan sumber glukosa pscaprandial yang
esensial, , dapat memenuhi kebutuhan tubuh hanya selama 10-18 jam
tanpa asupan makanan karbohidrat selama puasa yang lama, simpanan
glikogen di hati akan dihabiskan, dan glukosa akan dibentuk dari
prekusor seperti laktat, piruvat,glisrol( diperoleh dari rangka
triasidgliserol) dan asama keto- alfa dihasilkan dari katabolisme asam
amino glukogenik. Pembentukan glukosa tidak terjadi melalui proses
kebalikan glikolisis yang sederhana, karena kesetimbangan glikolisis
secara keseluruhan lebih mendukung pembentukan piruvat. Sebaliknya
glukosa disintesis melalui jalur yang khusus, yaitu: glukoneogenesis.
Selama puasa semalaman hamper 90% glukoneogenesis terjai di hati dan
10% terjadi di ginjal untuk m,enyintesis molekul glukosa yang baru.
Meskipun demikian selama puasa yang lama, ginjal menjadi organ utama
yang membentuk glukosa yang menghasilkan sekitar 40% dari total
pembentukan glukosa (Richard A dkk.2010:142)
I. SUSBTRAT UNTUK GLUKONEOGENESIS
Prekursos glukoneogenik merupakan molekul yang dapat
digunakan untuk menghasilkan sintesis glukosa netto. Prekursor ini
meliputi semua zat antara glikolisis dan siklus asam sitrat. Gliserol,
laktat, dan asam keto-α yang diperoleh dari deaminasi asam amino
gilogenik, merupakan precursor glukoneogenik yang terpenting .
a. Gliserol
Gliserol dilepaskan selama glikolisis triasidgliserol dijaringan
adipose dan diangkut oleh darah ke hati. Gliserol difosforilasi oleh
gliserol kinase menjadi gliserol fosfat, yang dioksidasi oleh gliserol
fosfat dehidrogenase menjadi dihidroksi aseton fosfat yang merupakan
zat antara glikolisis.

b. laktat
Laktat dilepaskan kedalam darah oleh otot rangka yang sedang
beraktivitas, dan oleh sel yang tidak mempunyai mitokondria seperti sel
darah merah. Pada siklus cori glukosa yang berasal dari darah diubah

2
oleh otot yang sedang beraktivitas menjadi laktat yang kemudian
berdifusi kedalam darah. Laktat ini akan diambil oleh hati dan diubah
kembali menjadi glukosa yang akan dilepaskan kembali kedalam
sirkulasi.
c. Asam amino
Asam amino yang berasal dari hidrolisis protein jaringan
merupakan sumber glukosa yang utama selama puasa. asam keto, seperti
oksaloasetat dan keto glutarat αberasal dari metabolism asam amino
glukogenik substansi ini dapat memasuki siklus asam sitrat dan
membentuk oksaloasetat precursor langsung fosfoenolpiruvat (Richard A
dkk.2010:143)
II. REAKSI REAKSI YANG KHAS UNTUK
GLUKONEOGENESIS
Tujuh reaksi glikolisis yang bersifar reversible dan digunakan
dalam sintesis glukosa dari laktat atau piruvat namun demikian tiga
reaksi lainnya bersifat irreversible dan harus dihindarkan oleh empat
reaksi alternative lainnya, yang secara energetika mendukung sintesis
glukosa. Reaksi –reaksi yang khas terjadi pada glukoneogenesis
diantaranya:(Richard A dkk.2010:143-147)
1. Karboksilat piruvat
Rintangan pertama yang dihadapi pada sintesis glukosa dari
piruvat adalah perubahan piruvat menjadi fosfoenolpiruvat, secara
irreversible oleh piruvat jinase dalm proses glijolisis. Pada
glukoneogenesis piruvat prtama-tama akan dikarboksilasi oleh piruvat
karboksilase menjadi oksoloasetat yang kemudian diubah menjadi PEP
melalui kerja PEP karboksokinase
a. Biotin
Adalah koenzim piruvat karboksilase mengandung biotin
yang berikatan kovalen degan protein enzim melalui gugus amino-€ lisin,
dan membentuk enzi yang aktif. Ikatan kovalen ini membentuk biotin
yang disebut biositin pemecahan fosfat berenergi tinggi dari ATP
menghasilkan pembentukan zat antara diantara enzim-biotin-

3
CO2.kompleks berenergi tinggi ini selanjutnya mengkarboksilasi piruvat
untuk membentuk oksaloasetat.
b. Pengaturan alosterik
Piruvat karboksilase secara alosterik diaktivasi oleh asetil
KOA. Kadar asetil KOA yang meningkat dapat meberikn sinyal pada
satu dari beberapa keadaan metabolic yang membutuhkan peningkatan
sintesis oksaloasetat. Misalnya, hal ini terjadi selama puasa sehingga
OAA dipakai untuk sintetik glukosa melalui glukoneogenesis dihati dan
ginjal. Sebaliknya, pada keadaan kadar asetil KOA yang rendah, piruvat
kkarboksilase sangat tidak aktif, dan piruvat terutama dioksidasi oleh
piruvat dehidrogenase untuk membentuk asetil KOA yang selanjutnya
dapat dioksidasi oleh siklus TCA.
2. Transport oksaloasetat ke sitosol
Oksaloasetat yang dibentuk dalam mitokondria harus
memasuki sitosol tempat enzim glukonegenesis lainnya berada. Namun
demikian, OAA tidak bisa kangsung melewati membrane mitokondria
bagian dalam, tetapi harus terlebuh dahulu direduksi menjadi malat oleh
malat dihedrogenase di mitokondria. Malat dapat ditransfor dan
mitokondria ke sitosol, tempat malat akan dioksidasi kembali menjadi
oksaloasetat oleh malat dehidrogenase di sitosol
3. Dekarboksilasi oksaloasetat di sitosol
Oksaloasetat didekarboksilasi dan di fosforilasi didalam sitosol
oleh PEP karboksikinase. reaksi ini disebabkan oleh hidrolisis GTP.
Kombinasi kerja piruvat karboksilasi dan PEP karboksikinase
menghasilkan energy yang mendukung jalur reaksi dari piruvat menjadi
PEP. PEP kemudian bekerja pada reaksi glikolisis yang berjalan dengan
arah yang terbalik sampai menjadi fruktosa 1,6 difosfat
4. Defosforilasi fruktosa 1,6 bifosfat
Hidrolisis fruktosa 1,6 bifosfat oleh fruktosa 1,6 bifosfatase
memintas reaksi fosfofruktokinase-1 yang bersifat irreversible, dan
menyediakan jalur secara energetika lebih menguntungkan untuk
pembentukan fruktosa 6-fosfat. Reaksi ini merupakan tempat pengaturan
yang penting untuk glukoneogenesis.

4
a. Pengaturan melalui kadar energy di dalam sel
Fruktosa 1,6-bifosfatase dihambat oleh kadar AMP yang
tinggi, merupakan sinyal yang menandakan keadaan miskin energy di
dalam sel. Sebaliknya kadar ATP yang tinggi dan konsentrasi AMP yang
rendah akan merangsang glukonegenis.
b. pengaturan oleh fruktosa 2,6-bifosfat
fruktosa 1,6-bifosfatase yang ditemukan di hati dan
ginjal dihambat oleh fruktosa 2,6-bifosfat,pengubah alosterik yang
konsentrasinya dipengaruhi oleh kadar glucagon di dalam sirkulasi.
5. Defosforilasi glukosa 6-fosfat
Hidrolisis glukosa 6-f0sfat oleh glukosa 6-fosfatase memintas
reaksi heksokinase yang irreversible, dan menyediakan jalur yang secara
energetika lebih menguntungkan untuk pembentukan glukosa bebas.
Hanya organ hati dan ginjal yang melepaskan glukosa bebas dari glukosa
6-fosfat. Proses ini sebenarnya memerlukan dua enzim.
6. Ringkasan reaksi glikolisis dan glukoneogenesis
Dari sebelas reaksi yang diperlukan untuk mengubah piruvat
menjadi glukosa bebas, tujuh diantaranya dikatalisis oleh enzim glikolitik
yang bersifat reversible . reaksi glikolisis yang bersifat ireversible
dikatalisis oleh heksokinase, fosfofruktikinase dan piruvat kinase
dihambat oleh glukosa 6-fosfate, fruktosa 1,6-bifosfatase dan piruvat
karboksilase.

III. PENGATURAN GLUKONEGENESIS


A. Glukagon
Hormon pulau-pulau pankreas ini merangsang glukoneogenesis
melalui tiga mekanisme (Richard A dkk.2010:147-148)
1. Perubahan efektor alosterik
glukagon menurunkan kadar fruktosa 2,6-bifosfat, sehingga
menyebabkan aktivitas fruktosa 1,6-bifosfatase dan menghamabt
fosfofruktikinase.
2. Modifikasi kavalen aktivitas enzim

5
Glukagon melalui peningkatan kadar CAMP dan aktivitas
protein kinase yang bergantung pada CAMP, akan merangsang
pengubahan piruvat kinase menjadi bentuk inaktifnya.
3. Induksi sintesis enzim
glukagon meningkatkan transkripsi gen PEP karboksikinase
sehingga meningkatan ketersediaan aktivitas enzim ini pada saat kadar
substratnya meningkat selam puasa.
B. Ketersediaan substrat
Ketersediaan precursor glukoneogenik, terutama asam amino
glukogenik, secara bermakna memengaruhi laju sintesis glukosa. Kadar
insulin yang rendah membantu mobilisasi asam amino dari protein otot,
dan mengahasilkan rangka karbon untuk glukoneogenesis.
C. Asetil Akttivitas alosterik oleh asetil KoA
Aktivitas alosterik piruvat karboksilase hati oleh asetil KoA
terjadi selama puas. Akibatnya terjadi lipolisi yang berlebihan dijaringan
adipose, sehingga hati menjadi penuh dengan asam lemak.

D. Penghambatan alosterik oleh AMP


Fruktosa 1,6-bifosfatase dihambat oleh AMP- komponen yang
mengaktivasi fosfofruktokinase. peningkatan AMP kemudian
merangsang jalur yang mengoksidasi bahan makanan untuk
menghasilkan energy bagi sel. (catatan : ATP dana NADH yang dibentuk
dalam jumlah yang cukup banyak selama puasa melalui jalur katalitik,
seperti oksidasi asam lemak, dibutuhkan untuk glukoneogenesis.

6
DAFTAR PUSTAKA
Harvey Richard A.2010.Biokimia ulasan bergambar edisi III: EGC.Jakarta