Anda di halaman 1dari 8

Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang

Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam


Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

ANALISIS EFEKTIVITAS PERATURAN MENTERI NOMOR 108


TAHUN2017 TENTANG PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ORANG
DAN KENDARAAN BERMOTOR UMUM TIDAK DALAM TRAYEK
TERHADAP GO-JEK DI WILAYAH SURABAYA

𝐚𝐝𝐢𝐭𝐲𝐚 𝐃𝐚𝐫𝐦𝐚𝐰𝐚𝐧 𝟏) ,𝐌𝐨𝐤𝐡𝐚𝐦𝐚𝐝 𝐋𝐮𝐭𝐡𝐟𝐢𝟐) ,𝐘𝐨𝐬𝐞𝐩𝐡 𝐆𝐚𝐫𝐢𝐧𝐭𝐢𝐨𝟑) ,𝐈𝐧𝐝𝐫𝐢 𝐅𝐨𝐠𝐚𝐫 𝐒𝐮𝐬𝐢𝐥𝐨𝐰𝐚𝐭𝐢∗)


1
16040704155, Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri
Surabaya
Adityadz1997@gmail.com
2
16040704152, Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri
Surabaya
Mokhamadluthfi152@gmail.com
3
16040704092, Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri
Surabaya
yosephgarintio@gmail.com
* indrifogar@unesa.ac.id

Abstrak
Go jek merupakan angkutan umum yang baru saat ini, dengan adanya Go-jek maka
masyarakat sudah tidak perlu untuk mencari kendaraan umum lainya, tinggal
menggunakan gadget masing masing dan kendaraan pun akan datang. Adanya Go-jek
tentu menimbulkan pro dan kontra di mana para ojek pangkalan yang dulunya digunakan
untuk kendaraan umum sekarang sudah ketinggalan. Maka dari itu aturan untuk
kendaraan tidak dalam trayek ini diatur dalam Permenhub Nomor 26 Tahun 2017. Yang
menjadi masalah kali ini adalah apakah Go-jek di Wilayah Surabaya kinerja dan
aturanya sudah sesuai dengan permenhub tersebut. Metode yang digunakan adalah
metode deskriptif yaitu metode yang menjelaskan sesuatu sesuai dengan keadaan yang
ada. Selain itu juga menggunakan metide wawancara guna mendapat informasi yang
sesuai di lapangan dan setelah itu dilakukan pengkajian ulang dengan peraturan yang
berlakui.Harapanya dengan adanya penelitian ini adalah diketahuinya kinerja Go-Jek di
wilayah surabaya apakah sudah sesuai dengann Peraturan yang ada apa belum dan
menjadi acuan untuk kedepanya agar Go-Jek selalu memperbaiki kinerjanya.
Kata Kunci : Efektivitas Peraturan Menteri, Kendaraan Bermotor, Go-Jek Commented [A1]: italic
Commented [WU2R1]: sudah
Abstract
Go jek is a new public transportation at this time, with the existence of Go-jek, the
community does not need to look for other public transportation, just use each gadget
and the vehicle will come.The existence of Gojek certainly raises the pros and cons in
which the base motorcycle taxi drivers who were used for public transportation are now
out of date.Therefore the rules for vehicles not on this route are regulated in Permenhub
Number 26 of 2017..The method used is descriptive method which is a method that
explains something in accordance with the circumstances. In addition, it also uses
interview metrics to obtain information that is appropriate in the field and after that a
review is carried out with applicable regulations. The hope with this research is that the
performance of Go-Jek in Surabaya is known whether it is in accordance with the
existing regulations and has not become a reference for the future so that Go-Jek will
always improve its performance.

Keyword : Effectiveness of Ministerial Regulations, Motorized Vehicles, Go-Jek

1
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

1. Pendahuluan
Pembangunan ekonomi suatu kota membutuhkan jasa angkutan yang
cukup serta memadai. Tanpa adanya transportasi sebagai sarana penunjang tidak
dapat diharapkan tercapainya hasil yang memuaskan dalam usaha pengembangan
ekonomi suatu negara. 1

Kemajuan teknologi informasi adalah suatu keniscayaan bagi segala


bidang usaha dan perdagangan. Tidak ada satupun bidang usaha perdagangan
yang tidak tersentuh dan tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
alasan pemanfaatan teknologi adalah efisiensi dengan interkoneksi dari kemajuan
teknologi informasi. Masyarakat perdagangan seperti terkaget kaget bahwa
teknologi informasi tidak harus secara formal berbadan hukum. Bisnis online
diberbagai bidang termasuk didalam transportasi online ternyata tidak
mengharuskan berbentuk korporasi sehingga pengaturan bisnis transportasi online
hanya membutuhkan aplikasi teknologi informasi dan pemilik aplikasi tidak perlu
memasuki bisnis transportasi melainkan hanya memfasilitasi saja atau hanya
mempermudah. Aplikasi itu hanya mempertemukan konsumen pemakai jasa
transportasi dengan driver penyedia layanan jasa transportasi.2
.Gojek merupakan babak baru untuk transportasi Indonesia. Dengan
adanya taksi online kini pengguna jasa tidak perlu repot pergi ke jalan untuk
memanggil taksi. Cukup lewat aplikasi di smartphone pengguna jasa bisa dapat
memesan layanan Gojek kapan saja dan di mana saja. Hal tersebut merupakan
salah satu keunggulan yang disajikan. Namun, kehadirannya membuat resah taksi
konvensional. Taksi konvensional melayangkan aksi demonstrasi untuk menolak
Gojek. Taksi Konvensional menuntut untuk kepada pemerintah untuk melarang Commented [A3]: Sumber atau data tidak ada

Gojek beroperasi.3 Sebab, pendapatan sopir taksi konvensional turun sejak adanya
Gojek. Menurut mereka, taksi online tidak bisa sebagai dibilang transportasi.
Karena, Gojek menggunakan mobil pribadi yang tidak mempunyai badan hukum.
Untuk menanggapi perseteruan dua pihak tersebut, pemerintah melalui
Kementerian Perhubungan mengatur taksi online lewat sebuah regulasi. Yakni,
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelengaraan
Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Commented [A4]: Perhatikan cara menyingkat aturan

Namun, peraturan itu ditolak habis-habisan oleh taksi online. Aturan tersebut
dianggap memihak taksi konvensional. Sehingga, taksi online meminta
pemerintah untuk merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun

1
Abbas Salim. Manajemen Transportasi (Cet.6. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002)
2
Pribadiono Agus, 2016. Transportasi Online Vs Transportasi Tradisional Non-Online Persaingan
Tidak Sehat Aspek Pemanfaatan Aplikasi Oleh Penyelenggara On Line. Lex Jurnalica, Volume 13
Nomor 2. Hal 2
3
Zahara Tiba, Ketika Taksi Konvensional Terusik Jasa Transportasi Daring, diakses dari
https://www.benarnews.org/indonesian/berita/taksi-konvensional-atau-daring-
03242016104053.html. Pada tanggal 5 September 2018 pukul 19.30

2
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

2017 tersebut. Seakan luluh pemerintah pun mengiyakan permohonan taksi


online. Pemerintah hanya memberikan sosialisasi selama enam bulan yang
dimulai dari November agar taksi online dapat mengikuti aturan. Sosialisasi ini
sejalan dengan revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 ini.
Dalam melakukan revisi pemerintah berkoordinasi seluruh pemangku
kepentingan, seperti pengamat, akademisi, Organisasi Angkutan Darat (Organda),
dan pihak taksi online. Oleh karena itu, kajian yang digunakan dalam
menganalisis angkutan orang dengan kendaraan tidak dalam trayek di Surabaya
ini adalah yuridis normatif. Artinya kajian dilakukan melalui studi pustaka dengan
bahan utama berupa peraturan perundangundangan, referensi serta dokumen
hukum yang berkaitan dengan permasalahan.

Penelitian ini penting untuk dilakukan karena ada beberapa hal. Pertama,
untuk mengetahui keefektifitansan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108
Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dan kendaraan bermotor
umum tidak dalam trayek terhadap Go-Jek di wilayah Surabaya. Kedua, apabila
ditemui ketidak efektifitasan terhadap Go-Jek di surabaya jika suatu pelanggaran
akan terjadi dan akan diketahui apa saja pelanggaran yang dilakukan. Ketiga,
membuat Go-Jek mentaati peraturan menteri tersebut dengan cara mengetahui apa
saja ketidakefektifitan dan pelanggaranya. Penelitian ini menggunakan Go-Jek
adalah karena di Wilayah surabaya armada terbesar adalah Go-Jek armada
angkutan umum Online yang paling besar, maka dari itu suatu kemungkinan
untuk adanya pelanggaran dan ketidakefektifitasan Peraturan akan jauh lebih
besar

Tujuan khusus dari penelitian ini untuk memberi informasi kepada semua
dalam hal menanggapi perseteruan dua pihak tersebut, pemerintah melalui
Kementerian Perhubungan mengatur taksi online lewat sebuah regulasi. Yakni,
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelengaraan
Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
Namun, peraturan itu ditolak habis-habisan oleh taksi online. Aturan tersebut
dianggap memihak taksi konvensional. Dan diharapkan kedepannya penelitian ini
dapat bermanfaat bagi pihak terkait

2. Metode Penelitian
Metode dalam penelitian ini adalah Kualitatif, Lincoln dan Guba
mengemukakan bahwa dalam pendekatan kualitatif peneliti seyogianya Commented [A5]: Perhatikan substansi tentang metopen dan
data yang diambil siapa dan dengan cara apa
memanfaatkan diri sebagai instrumen, karena instrumen nonmanusia sulit
Commented [A6]: Sudah
digunakan secara luwes untuk menangkap berbagai realitas dan interaksi yang
terjadi. Pada pendekatan kualitatif ini diperoleh data-data berupa kata, kalimat
maupun gambar. Metode ini dianggap dapat menggambarkan secara langsung dari
driver yang terjun langsung dalam melakukan pekerjaan yang ada dalam
penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode wawancara terhadap Driver

3
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

Ojek Online yang terjun langsung melakukan pekerjaan tersebut. Alasan


penentuan sempel dan populasi yang dipilih adalah :
A. Populasi yang dipilih adalah Mahasiswa Hukum Universitas Negeri Surabaya
yang bekerja sampingan sebagai Driver Ojek Online
B. Mahasiswa Hukum dianggap telah mengetahui aturan aturan yang ada dalam
Ojek Online dan dianggap telah cakap Hukum sekaligus menjadi ruang
lingkup yang paham akan penegakan Hukum
Secara garis besar, pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan
melalui dua cara, yaitu penggalian data primer dan data sekunder. Pengambilan
data Primer yang Pertama, dilakukan dengan cara mengkaji lebih dalam Peraturan
Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Kendaraan Bermotor
Umum Tidak Dalam Trayek dimana dalam peraturan ini di jelaskan apa saja
aturan terhadap Angkutan Umum Berbasis Aplikasi. Kedua, in-depth interview
(wawancara mendalam). Melalui teknik ini, terlebih dahulu melakukan getting in
dengan berinteraksi bersama informan. Setelah getting in berhasil, kemudian
melakukan wawancara secara mendalam berdasarkan pedoman wawancara yang
telah dirancang sebelumnya untuk mendapatkan data tentang kepatuhan terhadap
Undang Undang yang berlaku bagi pekerjaan ini. Jenis pertanyaan yang
terangkum dalam pedoman wawancara adalah pertanyaan terbuka yang dapat
memberikan kesempatan kepada informan untuk memberikan jawaban secara
bebas selama masih dalam koridor pertanyaan yang diajukan. Selanjutnya, segala
data yang diperoleh di lapangan, baik melalui proses observasi maupun in-depth
interview (wawacara mendalam) dicatat dalam bentuk transkrip wawancara.
Catatan dalam bentuk transkrip wawancara kemudian diolah dalam bentuk field
note (catatan lapangan). Commented [A7]: ????

3. Hasil Dan Pembahasan Commented [A8]: 1.Perhatikan penulisan subbab


2.Sumber citasi tidak da

Gambaran Umum Go-Jek Commented [A9]: Transkip hasil wawancara diatur kembali
untuk menjadi pembahasan
Commented [WU10R9]:
Gojek berdiri pada tahun 2011 oleh seorang pemuda yang sangat kreatif.
Commented [WU11R9]:
Pendiri gojek bernama Michaelanglo maron dan Nadiem makarin. Mereka
mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama PT Go-jek Indonesia.
Perusahaan ini bertujuan untuk menghubungkan ojek dengan penumpang ojek.
Mereka melihat para ojek pangkalan hanya menghabiskan waktu seharian dan
belum tentu mendapatkan pelanggan. Jadi mereka membuat perusahaan ini, untuk
membantu para tukang ojek mendapatkan penumpangnya dengan lebih cepat dan
efisien. Sampai sekarang tujuan mereka memang terbukti ampuh. Tukang ojek
harus lebih produktif supaya bisa mendapat penghasilan yang lebih banyak.
Para tukang ojek pangkalan tersebut terkadang menunggu 8 sampai 10
jam, tetapi paling hanya mendapatkan 4 sampai 7 orang penumpang saja. Pendiri
gojek berinisiatif membuat sesuatu yang berbeda. Gojek ini menggunakan sebuah
system yang lebih tertata rapi. Awalnya gojek hanya melayani lewat call center

4
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

saja, tetapi lambat laun gojek mulai berkembang dan membuat aplikasi gojek.
Dengan aplikasi ini, anda bisa memesan secara online, membayar secara kredit
dan mengetahui keberadaan driver yang akan menjemput anda. inilah salah satu
kelebihan dari gojek dibandingkan dengan ojek pangkalan lainnya.
Pada awal pendaftaran menjadi driver gojek, akan terdapat berbagai
pelatihan. Bagaimana melayani pelanggan yang baik, tidak boleh ugal-ugalan di
jalan, mematuhi lalu lintas dan menggunakan pakaian yang safety. Pendiri gojek
ini memang sangat mengutamakan kepuasan pelanggan. Ketika menggunakan
gojek anda akan diberikan jaket, helm, penutup kepala dan juga masker. Jadi
memang benar-benar mematuhi lalu lintas yang ada. Selain itu para driver gojek
juga diajari bagaimana menggunakan aplikasi gojek, m-bangking dan masih
banyak lainnya.

Asuransi Go-Jek
Menurut wawancara kami dengan narasumber, PT. GO-Jek Indonesia
telah bekerja sama dengan PT. Asuransi Allianz Utama Indonesia dalam
menangani masalah asuransi. Kerja sama ini adalah untuk memberikan
perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi para pengguna jasa transportasi GO-
JEK. Perlindungan asuransi kecelakaan diri atau Personal Accident ini hanya
berlaku ketika pengguna jasa transportasi GO-JEK menjadi penumpang GO-JEK
(selama durasi perjalanan sebagai penumpang GO-JEK).

Syarat dan ketentuan klaim dari asuransi kecelakaan ini adalah sebagai
berikut :

1. Bookingan harus dibuat via aplikasi untuk memastikan layanan kamu


terdaftar di sistem kami.
2. Penerima santunan memiliki kartu identitas yang berlaku
3. Bersedia menyerahkan:
a. Kwitansi asli dari dokter/rumah sakit yang asli
b. Fotocopy asil pemeriksaan medis (x-ray, laboratorium, dll)
c. Resume medis pasien

Manfaat yang diberikan bagi penumpang GO-JEK dari asuransi kecelakaan diri
berupa:
1. Santunan Kematian dan Cacat Tetap akibat Kecelakaan
hinggaRp.10,000,000.-
2. Penggantian Biaya Pengobatan akibat Kecelakaan hinggaRp.5,000,000.-

Asuransi kesehatan yang ditawarkan dalam program ini telah didesain dan
disesuaikan dengan kebutuhan mitra driver GO-JEK dengan manfaat yang
lengkap dan premi yang terjangkau. Manfaat yang diberikan adalah manfaat rawat

5
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

inap dan juga manfaat rawat jalan.Manfaat rawat inap akan memberikan
pertanggungan biaya kamar rumah sakit, kunjungan konsultasi dokter umum
maupun dokter spesialis, pembedahan dan manfaat rawat inap lainnya sesuai
syarat dan ketentuan dalam polis asuransi. Sementara untuk manfaat rawat jalan
akan menanggung biaya konsultasi dokter, obat-obatan, tes diagnostik, fisioterapi
dan juga imunisasi dasar.

Mitra GoJek juga bisa menikmati pembayaran cashless di rumah sakit


rekanan Allianz. Untuk bisa menikmati program ini, driver tinggal mendaftar di
aplikasi mobile untuk pengendara dan melakukan pengisian data pribadi.
Kedepannya, para mitra pengemudi GO-JEK dapat melakukan registrasi secara
online untuk bergabung dan menikmati benefit yang ditawarkan. Untuk
melakukan registrasi secara online, mitra pengemudi GO-JEK cukup membuka
aplikasi mobile GO-JEK untuk driver, kemudian melakukan pengisian data
pribadi dan menentukan pilihan untuk sekaligus mendaftarkan anggota
keluarganya atau tidak.Aplikasi ini juga dilengkapi oleh informasi mengenai
asuransi kesehatan yang ditampilkan dalam bentuk video untuk dapat
memudahkan mitra pengemudi GO-JEK memahami manfaat dan prosedur
asuransi kesehatan.

Perbedaan Plat Nomor Data Dalam Aplikasi Dengan Data Kendaraan


Driver ojek online yang memiliki profil (foto, nama, pelat nomor) yang
berbeda dengan kenyataannya. Konsumen pun dibuat resah karena menyangkut
tanggung jawab keselamatan mereka.Namun menurut Go-Jek, jika konsumen
mendapatkan kondisi seperti foto atau driver berbeda dengan identitas sebenarnya
contohnya beda plat nomor, Menurut wawancara kami beda plat nomor bukan
berarti sengaja akan mengelabuhi aplikasi kadang sepeda motor mereka dipakai
teman pergi ke kampus seperti mahasiswa kadang juga sepeda motor mereka
rusak harus menginap di bengkel lalu pinjam ke teman mereka

Gojek mengimbau konsumen melaporkannya kepada Go-


Jek.MenurutMichael petugas di kantor Gojek, saat perekrutan driver, pihaknya
memang hanya meregistrasikan satu nomor kendaraan. Dengan demikian, jika
menemukan pelat nomor yang berbeda dengan yang ada di aplikasi, pihaknya
mengimbau untuk melaporkannya. Meski demikian, saat ditanya lebih lanjut soal
alasan kepemilikan dua unit sepeda motor, ia mengatakan belum bisa memberi
keterangan. Dia mengaku akan mencari informasi mengenai hal itu terlebih
dahulu. Biasanya driver online yang menggunakan pelat nomor berbeda beralasan
memiliki dua unit motor sedangkan motor yang didaftarkan di aplikasi dalam
perbaikan di bengkel. Ini berbeda dengan ojek tradisional yang hanya
mengandalkan tempat mangkal dan sepeda motor tanpa konsumen mengecek data
kendaraan mereka terlebih dahulu. Dengan kata lain gojek dengan teknologinya
mendekati penumpang, sedangkan ojek pangkalan menunggu penumpang.

6
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

4. Kesimpulan Commented [A12]: Perhatikan rumusan masalah

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Go-Jek sebagai salah satu


perusahaan angkutan umum berbasis online sudah mengupayakan dengan
mentaati peraturan yang ada dalam Permenhub No. 108 Tahun 2017 tentang
Angkutan Umum Tidak Dalam Trayek, dimana dala poin-poin peraturan tersebut
satu demi persatu sudah mulai ditaati oleh pihak Go-Jek salah satunya dengan
adanya asuransi yang diadakan untuk penumpang dan juga kepada driver Go-Jek
karena program asuransi sama dengan program perlindungan terhadap tenaga
kerja apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan terjadi secara tiba-tiba. Pihak
Go-Jek sangat berupaya dan selalu memperbaiki diri agar bisa mentaati peraturan
Menteri Perhubungan yang telah diundangkan atas dasar sebagai perlindungan
hukum terhadap angkutan umum tidak dalam trayek seperti Go-Jek. Namun
ketidaktaatan justru datang dari para driver Go-Jek sendiri yaitu dengan tidak
sama atau tidak sesuainya data kendaraan motor yang digunakan. Dimana data
kendaraan bermotor yang digunakan dan yang tercantum dalam aplikasi tidak
sama. Hal inilah yang menjadi permasalahan dalam penegakan aturan di
perusahaan Go-Jek sendiri. Oleh karena itu, perusahaan Go-Jek menyediakan
pilihan laporan kepada perusahaan untuk melaporkan tindakan kejahatan maupun
ketidaktaatan driver dengan aturan-aturan yang ada.

5. Ucapan Terima Kasih


Terima kasih kepada Universitas Negeri Surabaya yang telah mendanai
penelitian ini, tahun anggaran 2018. Selain itu juga berterima kasih kepada para
pihak informan yang telah bersedia memberikan informasi untuk membantu Commented [A13]: ????

menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2018

7
Analisis Efektivitas Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 Tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang Dan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam
Trayek Terhadap Go-Jek Di Wilayah Surabaya

6. Referensi Commented [A14]: Sesuaikan dengan pedoman

Buku Commented [A15]: Sitasi dari mana ini?

P.Joko Subagyo, S.H, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, Rineke Cipta,
Jakarta, 1997
Transportasi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Dan LLAJ Provinsi Jawa Timur,
Jembatan Timbang Jawa Timur Berbenah, edisi kedua, CV.Elang Persada,
Surabaya 2012

Erwan Agus Purwanto, Ph.D dan Dyah Ratih Sulistyastuti, M.Si, Implementasi
Kebijkan Publik Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia, Gava Media,
Yogyakarta, 2012

Jurnal
e-journal.uajy.ac.id

Ni Pt. Emmy Oktariani, P. Alit Suthayana, I G. Putu Suparsa. Analisis Kebutuhan


Pengembangan Angkutan Khusus Karyawan pada Pusat Pemerintahan
Kota Denpasar di Lumintang. Jurnal Spektran Vol.3 No.1 Januari 2015
hlm. 38-45

Peraturan Perundang-Undangan
Keputusan Menteri Perhubungan No. 35 tahun 2003tentang Penyelenggaraan
Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum
Peraturan MenteriPerhubungan Nomor 108 Tahun 2017tentang
Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor
Umum Tidak Dalam Trayek
Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan
Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan
Pengemudi