Anda di halaman 1dari 17

HALAMAN JUDUL

MAKALAH

BOILER DAN AIR PADA INDUSTRI


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Utilitas

Dosen Pengampu Fauzan Saifuddin, ST., MT

Disusun Oleh :

NAMA : NANI SOFROH

NIM : 21115081

KELAS : A1

TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SERANG RAYA

TAHUN 2017
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...............................................................................................i

KATA PENGANTAR............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.1 Latar Belakang........................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...................................................................................2

1.3 Tujuan Penulisan.....................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN........................................................................................4

2.1 BOILER...................................................................................................4

2.1.1 Pengertian.........................................................................................4

2.1.2 Proses Kerja......................................................................................4

2.1.3 Komponen – Komponen Boiler......................................................7

2.1.4 Klasifikasi Boiler..............................................................................9

2.2 AIR PADA INDUSTRI.........................................................................15

2.2.1 Pengertian.......................................................................................15

2.2.2 Karakteristik air............................................................................16

2.2.3 Kegunaan Air Dalam Produksi.....................................................18

2.2.4 Air Yang Bisa Diproduksi dalam Industri..................................19

BAB III PENUTUP..............................................................................................22

3.1.1 Kesimpulan.........................................................................................22

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................23

DAFTAR ISI

ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini instalasi tenaga uap sekurang-kurangnya terdiri dari
pembangkit uap atau yang dikenal dengan sebutan ketel uap yang berfungsi
sebagai sarana untuk mengubah air menjadi uap bertekanan. Ketel uap dalam
bahasa inggris disebut dengan nama boiler berasal dari kata boil yang berarti
mendidihkan atau menguapkan,sehingga boiler dapat diartikan sebagai alat
pembentukan uap yang mampu mengkonversi energi kimia dari bahan bakar
padat ( padat cair dan gas ) yang menjadi energi panas. Uap yang dihasilkan dari
ketel uap merupakan gas yang timbul akibat perubahan fase cairan menjadi uap
atau gas melalui cara pendidihan yang memerlukan sejumlah energi dalam
pembentukannya. Zat cair yang dipanaskan akan mengakibatkan pergerakan
moleku-molekul menjadi cepat,sehingga melepas diri dari lingkungannya dan
berubah menjadi uap. Air yang berdekatan dengan bidang pemanas akan memiliki
temperature yang lebih tinggi (berat jenis yang lebih rendah) dibandingkan
dengan air yang bertemperatur rendah, sehingga air yang bertemperatur tinggi
akan naik kepermukaan dan air yang bertemperatur rendah akan turun. Peristiwa
ini akan terjadi secara terus menerus (sirkulasi) hingga berbentuk uap. Uap yang
dihasikan oleh ketel uap dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara
lain : Utilitas suatu daya pembangkit tenaga listrik dan industri.
Sebagai negara kepulauan yang mempunyai sumber air yang sangat
melimpah, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar pada sektor
perikanan, pariwisata maupun industri. Dalam dunia industri, air memiliki
manfaat yang sangat penting. Manfaat air dalam proses industri sangatlah banyak,
selain digunakan untuk bahan baku pada industri-industri minuman juga dapat
digunakan sebagai pemutar turbin untuk pembangkit listrik.
Kualitas air juga perlu diberikan perhatian lebih di karenakan air yang
digunakan dalam industri haruslah bersih. Air bersih dapat ditinjau dari segi fisik,
kimia, mikrobiologi, dan radioaktif. Namun kualitas air yang baik ini tidak
selamamya tersedia di alam sehingga diperlukan upaya perbaikan, baik upaya

1
secara sederhana maupun modern. Jika air yang digunakan belum memenuhi
standar kualitas air bersih, akibatnya akan menimbulkan masalah lain yang akan
mengakibatkan kerugian bagi pengunanya.
Selain itu industri–industri juga bisa menjadi penyebab rusaknya kualitas
air bersih. Dikarnakan banyaknya pelaku industri yang membuat limbah industrinya
di sungai ataupun laut. Hal ini memnyebabkan air bersih terkadang menjadi barang
langka bagi masyarakat maupun pelaku industri tersebut.
Ada beberapa cara untuk memecahkan masalah tersebut, salah satunya
dengan aplikasi teknologi yang tepat guna dimana yang dapat menghasilkan air
dengan kualitas baik, menguntungkan dan mudah digunakan. Teknologi yang
digunakan untuk pengolahan air antara lain yaitu dapat dilakukan dengan pengolahan
secara fisik (filtrasi), pengolahan secara kimia ( adsorbs ), serta desinfeksi
mengunakan UV.

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian boiler
2. Bagaimana proses kerja dari boiler
3. Komponen - komponen boiler
4. Klasifikasi boiler
5. Definisi Air
6. Karakteristik Air
7. Kegunaan Air Dalam Proses Industri
8. Air Yang Bisa Dibuat Dalam Industri

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui pengertian boiler
2. Mengetahui proses kerja dari boiler
3. Mengetahui komponen – komponen boiler
4. Mengetahui klasifikasi dari boiler
5. Mengetahui Definisi Air
6. Mengetahui Karakteristik Air
7. Mengetahui Kegunaan Air Dalam Proses Industri

2
8. Mengetahui Air Yang Bisa Dibuat Dalam Industri

3
BAB II PEMBAHASAN

2.1 BOILER

2.1.1 Pengertian
Boiler atau ketel uap merupakan gabungan yang kompleks dari pipa-pipa
penguapan (evaporator), pemanas lanjut (superheater), pemanas air (ekonomiser)
dan pemanas udara (air heater). Pipa-pipa penguapan (evapurator) dan pemanas
lanjut (superheater) mendapat kalor langsung dari proses pembakaran bahan bakar,
sedangkan pemanas air (economiser) dan pemanas udara (air heater) mendapat
kalor dari sisa gas hasil pembakaran sebelum dibuang ke atmosfer.
Ketel uap adalah sebuah alat untuk menghasilkan uap, dimana terdiri dari
dua bagian yang penting yaitu: dapur pemanasan, dimana yang menghasilkan
panas yang didapat dari pembakaran bahan bakar dan boiler proper, sebuah alat
yang mengubah air menjadi uap. Uap atau fluida panas kemudian disirkulasikan
dari ketel untuk berbagai proses dalam aplikasi pemanasan.
Uap yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk:
a. Mesin pembakaran luar seperti: mesin uapdan turbin
b. Suplai tekanan rendah bagi kerja proses di industry sepert
industry pemintalan, pabrik gula dan sebagainya
c. Menghasilkan air panas, dimana bisa digunakan untuk instalasi pemanan
bertekanan rendah.

2.1.2 Proses Kerja


Boiler atau ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk
mengubah air menjadi uap. Proses perubahan air menjadi uap terjadi dengan
memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa dengan memanfaatkan panas dari
hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam
ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar.

4
Uap yang dihasilkan boiler adalah uap superheat dengan tekanan dan
temperatur yang tinggi. Jumlah produksi uap tergantung pada luas permukaan
pemindah panas, laju aliran, dan panas pembakaran yang diberikan. Boiler yang
konstruksinya terdiri dari pipa-pipa berisi air disebut dengan water tube boiler.

Pada unit pembangkit, boiler juga biasa disebut dengan steam generator
(pembangkit uap) mengingat arti kata boiler hanya pendidih, sementara pada
kenyataannya dari boiler dihasilkan uap superheat bertekanan tinggi.
Siklus Air di Boiler
Siklus air merupakan suatu mata rantai rangkaian siklus fluida kerja.
Boiler mendapat pasokan fluida kerja air dan menghasilkan uap untuk dialirkan ke
turbin. Air sebagai fluida kerja diisikan ke boiler menggunakan pompa air pengisi
dengan melalui economiser dan ditampung didalamsteam drum.
Economiser adalah alat yang merupakan pemanas air terakhir sebelum
masuk ke drum. Di dalam economiser air menyerap panas gas buang yang keluar
dari superheater sebelum dibuang ke atmosfir melalui cerobong.

Peralatan yang dilalui dalam siklus air adalah drum boiler, down comer,
header bawah (bottom header), dan riser. Siklus air di steam drum adalah, air
dari drum turun melalui pipa-pipadown comer ke header bawah (bottom header).
Dari header bawah air didistribusikan ke pipa-pipa pemanas (riser) yang tersusun
membentuk dinding ruang bakar boiler. Didalam riser air mengalami pemanasan
dan naik ke drum kembali akibat perbedaan temperatur.
Perpindahan panas dari api (flue gas) ke air di dalam pipa-pipa boiler
terjadi secara radiasi, konveksi dan konduksi. Akibat pemanasan selain temperatur
naik hingga mendidih juga terjadi sirkulasi air secara alami, yakni dari drum turun
melalui down comer ke header bawah dan naik kembali ke drum melalui pipa-
pipa riser. Adanya sirkulasi ini sangat diperlukan agar terjadi pendinginan
terhadap pipa-pipa pemanas dan mempercepat proses perpindahan panas.
Kecepatan sirkulasi akan berpengaruh terhadap produksi uap dan kenaikan
tekanan serta temperaturnya.

5
Selain sirkulasi alami, juga dikenal sirkulasi paksa (forced circulation).
Untuk sirkulasi jenis ini digunakan sebuah pompa sirkulasi (circulation pump).
Umumnya pompa sirkulasi mempunyai laju sirkulasi sekitar 1,7, artinya jumlah air
yang disirkulasikan 1,7 kali kapasitas penguapan. Beberapa keuntungan dari
sistem sirkulasi paksa antara lain :
a. Waktu start (pemanasan) lebihcepat
b. Mempunyai respon yang lebih baik dalam mempertahankan aliran air kepipa –
pipa pemanas padas aat start maupun beban penuh.
c. Mencegah kemungkinan terjadinyas tagnasi pada sisi penguapan

Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai


tekanan, temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang
akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan
tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high
pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatansteam yang keluar dari sistem
boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan
menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers), atau
membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi
mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik
(power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler
tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan
energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur
rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery
boiler.
Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem
bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis
sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan
perawatan dan perbaikan dari sistem air umpan, penanganan air umpan diperlukan
sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi kerusakan dari sistem steam.
Sistem steammengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler.

6
Steamdialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan
sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat
pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua perlatan yang digunakan
untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.
Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan
bakar yang digunakan pada sistem.

2.1.3 Komponen – Komponen Boiler


Komponen sistem ketel uap terdiri dari komponen utama dan komponen
bantu yang masing-masing memiliki fungsi untuk menyokong prinsip kerja ketel
uap.
1. Ruang Pembakaran (Furnace)
Furnace adalah dapur sebagai penerima panas bahan bakar untuk
pembakaran, yang terdapat fire gate di bagian bawah sebagai alas bahan bakar dan
yang sekelilingnya adalah pipa-pipa air ketel yang menempel pada dinding tembok
ruang pembakaran yang menerima panas dari bahan bakar secara radiasi,
konduksi, dan konveksi.
2. Pemanas Lanjut (Super Heater)
Super heater adalah bagian-bagian ketel yang berfungsi sebagai pemanas
uap, darisaturated steam (±250°C) menjadi super heated steam (±360°C).
3. Air Heater
Air heater adalah alat pemanas udara penghembus bahan bakar.
4. Drum Air dan Drum Uap
Drum air terletak pada bagian bawah yang berisi dari tangki kondensat
yang dipanaskan dalam daerator, disamping itu berfungsi sebagai tempat
pengendapan kotoran-kotoran dalam air yang dikeluarkan melalui
proses blowdown. Drum uap terletak pada bagian atas yang berisi uap yang
kemudian disalurkan ke steam header.

7
5. Dust Collector
Dust collector adalah alat pengumpul abu atau penangkap abu pada
sepanjang aliran gas pembakaran bahan bakar sampai kepada gas buang.
6. Soot blower
Soot blower adalah alat yang berfungsi sebagai pembersih jelaga atau abu
yang menempel pada pipa-pipa.
Sedangkan untuk komponen bantu dalam sistem ketel uap antara lain:
1. Dearator
Merupakan pemanas air sebelum dipompa kedalam ketel sebagai air
pengisian. Media pemanas adalah exhaust steam pada tekanan ± 1 kg/cm2 dengan
suhu ± 150°C, sehingga didapatkan air pengisian ketel yang bersuhu antara 100°C-
105°C. Fungsi utamanya adalah menghilangkan oksigen (O 2) dan untuk
menghindari terjadinya karat pada dinding ketel.
2. Air pengisi ketel (boiler feed water)
Air pengisi ketel didapatkan dari 2 sumber yaitu: air condensate,
didapatkan dari hasil pengembunan uap bekas yang telah digunakan sebagai
pemanas pada evaporator,juice heaterdan vacuum pan. Air condensateini
ditampung dan kemudian dialirkan ke station boiler sebagai air umpan pengisi
ketel dengan persyaratan Ph: 8,5, Iron (ppm) : 0,002, Oxygen (ppm) : 0,02
3. High pressure feed water pump
Berfungsi untuk melayani kebutuhan air pengisi ketel yang dijadikan uap,
sampai dengan kapasitas ketel yang maksimum, sehingga ketel uap akan dapat
bekerja dengan aman. Kapasitas pompa harus lebih tinggi dari kapasitas ketel,
minimum 1,25 kali, tekanan pompa juga harus lebih tinggi dari tekanan kerja
ketel, agar dapat mensupply air kedalam ketel.

4. Secondary Fan

8
Merupakan alat bantu ketel yang berfungsi sebagai alat penghembus
pembakaran bahan bakar yang kedua sebagai pembantu F.D.F. untuk mendapatkan
pembakaran yang lebih sempurna lagi.
5. Induced Draft Fan (I.D.F)
Alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghisap gas asap sisa
pembakaran bahan bakar, yang keluar dari ketel.
6. Force Draft Fan (F.D.F)
Merupakan alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghembus bahan bakar.
7. Cerobong asap(Chimney)
Berfungsi untuk membuang udara sisa pembakaran. Diameter cerobong
berkisar berukuran 3 m dan tinggi cerobong 40 m, ini berbeda setiap industri.
8. Ash Conveyor
Merupakan alat pembawa atau pengangkut abu dari sisa-sisa pembakaran
bahan bakar, baik yang dari rangka bakar (fire grate) ataupun juga dari alat-alat
pengumpul abu (dust collector), untuk dibuang dan diteruskan ke kolam
penampungan dan ini biasanya digunakan sebagai kompos diperkebunan tebu.

2.1.4 Klasifikasi Boiler


Klasifikasi ketel uap ada beberapa macam, untuk memilih ketel uap harus
mengetahui klasifikasinya terlebih dahulu, sehingga dapat memilih dengan benar
dan sesuai dengan kegunaannya di industri. Karena jika salah dalam pemilihan
ketel uap akan menyababkan penggunaan tidak akan maksimal dan dapat
menyebabkan masalah dikemudian harinya.
Kalsifikasi ketel uap:
1. Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
A. Ketel pipa api (Fire tube boiler)
Pada ketel pipa api, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan
ketel ada di dalam shell untuk dirubah menjadi steam. Ketel pipa api

9
dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bkar padat
dalam operasinya.

B. Ketel pipa air (water tube boiler)

Pada ketel pipa air, air diumpankan boiler melalui pipa-pipa


masuk kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas
pembakaran membentuk steam pad a daerah uap dalam drum. Ketel ini
dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada
kasus ketel untuk pembangkit tenaga. Untuk ketel pipa air yang
menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.

Karakteristik ketel pipa air sebagai berikut:

1. Fored, induced dan balanced draft membantu untuk


meningkatkan efisiensi pembakaran.

2. Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant


pengolahan air.

3. Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

10
Gambar Ketel Pipa Air

Gambar Ketel Pipa Air

2. Berdasarkan pemakaiannya

1. Ketel stasioner (stasionary boiler) atau ketel tetap

11
Ketel uap stasioner adalah ketel-ketel yang didudukan pada suatu
pondasi yang tetap, seperti ketel untuk pembangkitan tenaga, untuk
industri dll

2. Ketel mobil (mobile boiler), ketel pindah/portable boiler

Ketel mobil adalah ketel yang dipasang pada pondasi yang


berpindah-pindah (mobil), seperti boiler lokomotif, loko mobile dan
ketel panjang serta lain yang sepertinya termasuk ketel kapal (marine
boiler) .

Gambar Ketel Stasioner Gambar Ketel Mobil

3. Berdasarkan letak dapur (furnace posisition )

1. Ketel dengan pembakaran di dalam (internally fired steam boiler)

Dalam ketel uap ini dapur berada (pembakaran terjadi) di bagian


dalam ketel . kebanyakan ketel pipa api memakai sistem ini.

2. Ketel dengan pembakaran di luar (outernally fired steam boiler)

Dalam ketel uap ini dapur berada (pembakaran terjadi)di bagian


dalam ketel . Kebanyakan ketel pipa air memakai system ini.

12
4. Berdasarkanjumlah lorong (boiler tube)

1. Ketel dengan lorong tunggal (single tube steam boiler)

Pada single tube steam boiler, hanya terdapat 1 lorong saja, lorong
api maupun lorong air. Cornish boiler adalah single fire tube boiler dan
simple vertikal boiler adalah single water tube boiler.

2. Multi fire tube boiler

Multi fire tube boiler misalnya ketel scotch dan multi water
tube boiler misalnya ketel B dan W dll.,

5. Berdasarkan pada porosnya tutup drum (shell)

1. Ketel tegak (vertikal steam boiler)

Seperti ketel cocharn, ketel clarkson dll.

2. Ketel mendatar (horizontal steam boiler) Seperti ketel cornish,


lancashire, scotch dll

13
Gambar ketel tegak Gambar ketel mendatar

6. Berdasarkan bentuk dan letak pipa

1. Ketel dengan pipa lurus, bengok dan berlekak-lekuk (stright, bent and
sinoustubeler heating surface).

2. Ketel dengan pipa miring datardan miring tegak (horizontal, inclined or


vertical tubeler heating surface).
7. Berdasarkan peredaran air ketel ( water circulation )
1. Ketel dengan peredaran alam ( natural circulation steam boiler )
Pada natural circulation boiler, peredaran air dalam ketel terjadi secara
alami yaitu air yang ringan naik, sedangkan terjadilah aliran aliran conveksi
alami. Umumnya ketel beroperasi secara aliran alami, seperti ketel lancashire,
babcock & wilcox.
2. Ketel dengan peredaran paksa (forced circulation steam boiler)
Pada ketel dengan aliran paksa, aliran peksa diperoleh dari sebuah
pompa centrifugal yang digerakkan dengan elektric motor misalnya la-mont
boiler, benson boiler, loeffer boiler dan velcan boiler.
8. Bedasarkantekanan kerjanya

14
1. tekanan kerja rendah : ≤5 atm
2. tekanan kerja sedang : 5-40 atm
3. tekanan kerja tinggi : 40-80 atm
4. tekanan kerja sangat tinggi : >80 atm

9. BerdasarkanKapasitasnya
1. kapasitas rendah : ≤2500 kg/jam
2. kapasitas sedang : 2500-50000 kg/jam
3. kapasitas tinggi : >50000 kg/jam

10. Berdasarkanpada sumber panasnya (heat source )


1. ketel uap dengan bahan bakar alami
2. ketel uap dengan bahan bakar buatan
3. ketel uap dengan dapur listrik
4. ketel uap dengan energi nuklir

15