Anda di halaman 1dari 18

Skenario 2

cairan amnion
fisiologi
asal
Kehamilan sangat muda
ultrafiltrasi dari plasma maternal dan dibentuk oleh sel amnion
Setalah kehamilan 12 minggu yang ikut membentuk ketuban
a. Ginjal janin : dijumpai urea , kreatin, asam urat
b. Deskuamasi kulit janin : terdapat rambut lanugo, vernik kaeosa, dll
c. Sekresi paru janin
d. Transudat dari permukaan amnion plasenta
e. Hormonal atau zat mirip hormon dalam air ketuban :
- Epidermal Growth Factor (EGF) dan EGF like growth factoor
Berfungsi menumbuhkembangkan paru janin dan sistem gastrointestinal
- Parathyroid hormone releted protein (PTH-rP) dan endotelin-1
Berfungsi memberikan rangsangan pembentukan surfaktan
Trimester II
difusi ektraseluler melalui kulit janin
Setelah trimester II
terbentuk zat tanduk kulit janin yang menghalangi difusi plasma janin
sehingga
ketuban berasal dari
- sel amnion
- air kencing janin (400-1200cc/hari)
*Ginjal mengeluarkan urin sejak usia 12 minggu
- paru-paru janin (250-400cc/hari)
fungsi
1. Melindungi fetus dari trauma, panas, dingin
2. Pertumbuhan paru janin
3. Untuk pertumbuhan fetus ke segala arah
4. Pertahanan infeksi
5. Meratakan tekanan his keseluruhan dinding Rahim
volume
kelainan
hidramnion
definisi
Jumlah cairan amnion melebihi normal >2000cc
PX AFI >25, 1 pocket air ketuban >8cm
etiopatogenesis
1. 50-60% idiopatik
2. Kelainan penelanan janin : atresia esofagus, fistula trakeoesofageal
Sehingga janin tidak bisa menealan dan cairan menumpuk di kantong amnion
3. Spina bifida
Peningkatan transudasi cairan meninges yang terpajan ke rongga amnion
4. Anensefali
Urinasi yang berlebih (karena hilangnya stimulus pusat serebrospinal dan penurunan efek ADH akibat
gangguan sekresi vasopresin)
5. Tranfusi kembar ke kembar (syndrom twin to twin)
Salah satu janin merebut lebih banyak bagian sirkulasi yang harusnya buat keduanya , sehingga tubulus
renalis dilatasi, kantong kemih membesar , dan peningkatan urin
6. Anomali SSP + neuromuskular sehingga disfungsi menelan
7. Anomali ritme jantung kongenital
Hidrops, perdarahan fetal ke maternal, infeksi
8. Anomali kromosom : trisomi 21, 18, 13
9. Penyebab plasenta : korionigioma
10. Ibu DM
Hiperglikemia ibu menyebabkan janin hiperglikemia dan diuresis osmotik
Wanita dengan DM resiko hidamnion 5x
11. Anomali fetus lain:
- Atresia duodenum
- Atresia trakea,
- Atresia GIT
- Agenesis trakea
- Tumor
12. Obat-obatan
13. Isoimunisasi pada ibu
klasifikasi
akut (LEBIH PARAH DARIPADA KRONIS)
- Terjadi kenaikan fundus uteri 1cm dalam sehari dan berlangsung 14 hari
- perlu terapi SEGERA untuk mengurangi keluhan
- morbiditas dan mortalitas makin TINGGI dan kelainan konginetal janin
- menyebabkan persalinan prematurtas , solusio plasenta, ketuban pecah dini
kronis
-Kejadian lebih lama dari 14 hari
- keluhan tidak terlalu berat dan mendadak
tingkatan
1. Ringan : Largest ventrical Pouch 8-11cm
2. Sedang : Largest ventrikal pouch 12-15cm
3. Berat : Largest ventrikal pouch >16 cm
*LVP diketahui dengan USG
manifestasi klinis
a. perut tampak lebih besar dari usia kehamilan dan tmpak tegang sehingga TFU melebihi usia hamil
TFU normal :
-bulan ke V (20 minggu) : 3 jari bawah pusar
-bulan ke VI (24 minggu) : setinggi pusar
-bulan ke VII (28 minggu) : 3 jari diatas pusar
-bulan ke VIII(32 minggu) : 3 jari dibawah prosesus sypoideus
-bulan ke X (40 minggu) : pas di prsesus sypoidesu
b.dispneu
=> ibu lebih mudah bernafas tegak karena desakan uterus ke diafragma dan organ sekitar
c. Edema
=> karena kompresi vena akibat penekan uterus , biasanya ektremitas bawah , dinding abdomen dan
vulva
d. Oliguria
=> penekanan uterus sehingga ureter obstuksi
e. Proteinuria
f. miror syndrom
=> kondisi ibu mneyerupai janin
Ibu edema, proteinuria, preeklamsia
efek

komplikasi
1.Solusio Plasenta : plasenta lepas sebelum waktunya
2. Disfungsi uterus : distensi berlebih terus atoni
3. Perdarahan pasca partum : karena distensi berlebih lalu atoni
diagnosis
• Anamnesis
Perut lebih besar dari usi kehamilannya
o Sesak nafas, nyeri ulu hati, sianosis karena penekanan pada organ
o Edema tungkai vulva, abdomen
o Pada akut dan besar bisa syok, keringat dingin, sesak
• Inspeksi
o perut bulat dan tegang
o kulit berkilat
o retak kulit terlihat
o umbilikus mendatar
o ibu terlihat sesak dan sianosis
• Palpasi
o Perut tegang dan nyeri tekan
o TFU lebih tinggi dari normal
o Bagian janin sukar diraba
o Jika kepala janin teraba ada ballotement
• Auskultasi
o DJJ sulit terdengar , kalau terdengar halus sekali
• Px Dalam
o Selaput ketuban tegang + nonjol
• PX USG dan AFI
o AFI > 25 dan LVP> 8cm
o Pada USG nampak bayangan berselubung kabur karena banyaknya cairan, kadang bayangan janin tidak
jelas
diagnosis banding
Gemeli
asites
kista ovari
kehamilan beserta tumor
pemeriksaan
- USG lebih spesifik untuk memerkirakan isi cairan amnion
- Px tinggi fundus
- Pengukuran indeks cairan amnion (ICA) dengan USG , bagian perut dibagi 4 kuadran , tiap kuadran dicari
kantong terbesar. dijumlahkan keempat kuadran.
Nilai ICA normal: 5-20 cm
- Pengukuran LVP (Largest Ventrical Pouch) dengan mencari kantong amnion terbesar dan diukur, indikasi
hidramnion LVP > 8cm
tata laksana
1. Hidramnion kronis
*Indometasin
Kerjanya menurunkan produksi urin sehingga mengurangi jumlah ketuban
Namun memiliki efek samping mempercepat penutupan ductus arteriosus, vasokontriksi pembuluh darah
termasuk SSP
2. Hidramnion akut <35 minggu
a. Amniosintesis
- Cairan amnionnya diambil dari luar
- Air ketuban diambil 500cc setiap tindakan dan dilakukan pada usia kehamilan < 35 minggu
- Komplikasi :
Induksi prematur
Terjadi solusio palsenta
Trauma pada janin dan plasenta sehingga perdarahan intrauterin
Infeksi
b. Amniotomi
- Ketuban dipecah
- Dilakukan <35 minggu jika janin punya kelainan konginetal yang fatal dan janin tidak mungkin bertahan
hidup
3. Hidramnion akut > 35 minggu
*Amniotomi atau pecah ketuban
Komplikasi :
Fetal distress, solusio plasenta , prolaps tali pusat
oligohidramnion
definisi
• Apabila AFI < 5cm, volume air ketuban <500cc
• Ketuban kental karena bercampur dengan mekonium
• Insufiensi plasenta kronik
• Kompresi tali pusat dan distress janin
• Kehamilan lebih bulam
etiologi
1. Obstruksi traktus urinarius janin atau malformasi saluran
2. agenesis ginjal/ tidak terbentuk ginjal
3. perkembangan amnion kurang baik
4. Kebocoran akibat defek membran urin
5. Obat obatan ACE inhibitor yang menyebabkan gangguan RAA janin sehingga perkembangan ginjal
terganggu
6. Solusio plsenta
7. Penyebab pada ibu : insufiensi uteroplasenta, hipetensi, preeklamsia, DM gestasional
8. Penyebab pada janin : abnormalitas kormosom, anomali kongenital, kehamilan lebih bulan
patogenesis
• Oligohidramnion -> tidak ada bantalan janin -> tekanan dnding rahim besar -> wajah potter
• Oligohidramnion -> rahim sempit-> abnormalitas anggota gerak’
• Oligohidramnion -> perkembangan paru terhenti -> paru tidak befungsi
*Syndrom Potter
o keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan oligohidramnion
o kedua mata terpisah jauh , lipatan epikantus, pangkal hidung lebar, dagu tertarik ke belakang, telinga
rendah
o tidak terbentuk air kemih
o -gawat nafas
manifestasi
- uterus lebih kecil dari usia kehamilan
- tidak ada ballotement
- nyeri perut tiap bayi gerak
- berakhir partus prematur
- DJJ sudah terdengar mulai bulan kelima dan lebih jelas
- HIS sedikit
- Jika ketuban pecah dini air ketuban sedikit
KLASIFIKASI
ringan : AFI< 5cm
sedang : AFI < 3cm
berat : AFI 2-1 cm
KOMPLIKASI
a. Maternal
Secara umum tidak ada kecuali karena persalinan seperti pendarahan, infeksi , perlukaan jalan lahir
b. Janin
Oligouria menyebabkan janin mengalami tekanan langsung
- Deformitas janin
Seperti leher menekuk atau miring, bentuk tulang kepala ,deformitas ekstremitas
- Kompresi tali pusat langsung sehingga menimbulkan fetal distress, club foot
Apabila fetal distress akan merangsang nervus vagus sehingga pengeluarn mekonium sehigga semakin
mengentalkan air ketuban
- Amniotic band
Air ketuban dikit , menyebaban ganguan tumbuh kembang janin, kelainan ektremitas
- kulit jadi tenal dan kering (lethery appereance).
- Hipoplasia pulmonal
Kompresi toraks sehingga mengurangi gerakan bernafas janin, inflow kurang,
Kemungkinan terjadinya hipoplasia pulmonal meningkat bila oiligohidramnion terjadi pada minggu < 29 dan
durasinya > 14 hari
Pathogenesis hipoplasia pulmonal :
a. kompresi toraks yang mencegah gerakan dinding dada sehingga terjadi penurunan gerakan nafas sehingga
mengurangi inflow paru dan menghambat ekspansi paru
b. kegagalan dalam mempertahankan cairan amnion intrapulmonal yang sangat dibutuhkan dalam
pertumbuhan dan perkembangan paru janin => hormon PTH rp
DIAGNOSIS
a. ICA< 5cm
b. TFU lebih kecil dari seharusnya
c. Perut lebih kecil
TATALAKSANA
Amniotic infusion : untuk mengurangi kompresi dan memungkinan persalinan pervaginal
Bentuknya ada 2 :
1. Bolus amniotic infusion
-infus 10-15cc/mnt samapi 800cc
-tetesan dikurangi sampai terdapat tambahan 250cc untuk mengurangi kompresi tali pusat
2. Continous Amniotic Infusion
-diberi 10cc/ menit selama 1 jam
-diikuti 3cc/ menit sampai kompresi menghilang

HEG (Hiperemesis Gravidarum)


definisi
Rasa mual muntah yang berlebihan hingga menyebabkan dehidrasi, BB menurun, keluhan
mental dalam bentuk dilirium (kebingungan parah, berkurangnya kesadaran), diplobia
(penglihatan ganda), nystagmus (gerakan mata involunter), serta penimbunan benda keton
dalam darah / ketoniemia akibat metabolism anaerob.

ETIOLOGI
Belum ada penyebab pasti, dalam buku pengantar kuliah obstetric dibagi 2 :
1) PSIKOLOGIS
Kehamilan yang diinginkan / tidak oleh ibu
2) FISIK
• Masuknya vili korialis ke sirkulasi ibu dianggap benda asing muntah
• Peningkatan hCG dan tubuh ibu belum beradaptasi dg keadaan tsb
Lebih sering pada primigravida, hCG makin meningkat pada mola hidatidosa, hamil ganda, hidramnion.
• Hormone kehamilan esterogen & progesterone meningkat
• Gangguan pengosongan lambung
• Gizi saat hamil : anemia saat kehamilan HEG
• Wanita dengan kelainan nafsu makan : anorexia, hulimia nervosa
PATOFISIOLOGI
o Diawali mual muntah, penurunan tekanan darah, diuresis menurun perfusi ke jaringan
menurun perubahan metabolism aerob menjadi anaerob penimbunan benda keton dan
asam laktat
o Muntah berlebihan perubahan elektrolit pH darah tinggi
o Muntah berkelanjutan gangguan fungsi organ kematian
o Muntah dehidrasi, akibat yang ditimbulkan :
• Dehidrasi perubahan elektrolit Ph darah lebih basa karena elektrolit banyak keluar, alkalosis
hipokloremik
• Dehidrasi perfusi O2 ke hepar menurun kerusakan sel hepar icterus
• Dehidrasi volume cairan tubuh menurun tekanan darah turun & diuresis menurun perfusi O2
jaringan menurun jaringan tidak dapat nutrisi dan O2 memicu metabolism anaerob produksi asam
laktat dan benda keton
• Dehidrasi penurunan perfusi ke otak memicu metabolism anaerob penumpukan benda keton
ensefalopati wernikle, diplobia, gangguan kesadaran & mental, nystagmus
• Dehidrasi penurunan fungsi ginjal untuk diuresis tidak ada eksresi (anuria) penumpukan benda
keton.
manifestasi klinis

DIAGNOSIS
1) Anamnesis
o Mual muntah ( >10x / 24 jam) mulai pada minggu 4 -7 kehamilan, meningkat pada minggu ke-9 / pada
awal trimester 1, jika onset muncul pada minggu 10+3
kehamilan penyebab lain perlu di pertimbangkan kalau berlangsung lama bisa menyebabkan gangguan
tumbuh kembang janin intrauteri
o Berat badan turun > 3kg ( atau 5% dari BB saat hamil )
o Tanda dehidrasi kulit kering, lidah kering & kotor, mata cekung
o Lemah otot (HIPONATREMIA)
2) Px. Fisik
o VITAL SIGN : TD meningkat (Derajat 1) / TD menurun (Derajat 2 atau 3) ; Nadi meningkat, suhu
meningkat
o Penurunan Kesadaran
o Inspeksi : warna kulit, sclera, turgor kulit
o KU mual muntah, hipersalivasi, sakit kepala, perut kembung, lemah
3) Px Obstetrik
Apakah mual muntahnya benar karena kehamilan HEG
Cek tanda-tanda kehamilan
4) Px Penunjang
o Px. Darah : ketonemia, hyponatremia, hypokalemia, alkalosis metabolic, hipokloremik
o Px. Urin : ketonuria, proteinuria
o USG : untuk tau hamil ganda ; mola hidatidosa
Initial clinical assessment and baseline investigation should be done before deciding on
treatment :
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Ulkus peptikum, kolestasis, perlemakan hati, keracunan paracetamol, hepatitis, grave disease,
infeksi kronik H.pylori, gastritis kronik
TATALAKSANA / MANAJEMEN
1) Dehidrasi berat atasi dengan pemberian cairan IV
- elektrolit i.v., garam fisiologi (ex NaCl, Ringer Laktat)
- Pemberian glukosa dekstrosa 5%
2) Drugs Therapy
A. ANTI-EMETIC :
First line anti-emetic
o Phenothiazines - Prochlorperazine (Stemetil)
12.5mg IM
5 -10 mg peroral 2-3x/day
o Antihistamines -Cyclizine 50mg by IM or IV injection x 3 daily
o Dimenhydrinate 12.5 - 25 mg every 4 - 6 hour
Second line anti-emetic
o Ondansetron 4 mg 3x/hari
o Metoclopramide 10mg 3x/day
Third line anti-emetic
o Prednisolone
o Hydrocortisone
Fourth line anti-emetic
o Domperidone
10 mg 3x/hari per oral
30mg 2x/hari per rectal (maks 7 hari)

B. Kortikosteroid : medulla oblongata menekan reflek muntah


*Digunakan ketika standard therapy gagal
C. Suplemen
Thiamine (B6) 50mg per oral 1x/day
3) Terapi psikologi
Hypnosis
4) Terapi Isolasi : menjauhkan ibu dari lingkungan yang bisa menyebabkan tekanan.
5) Complementary therapy
Ginger
Meningkatkan motilitas pencernaan, menurunkan stimulasi pada pusat muntah di medulla oblongata
akupunktur

ANEMIA GRAVIDARUM
definisi
Anemia adalah kondisi berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah,
berkurangnya kadar dan konsentrasi Hb sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai
pembawa oksigen keseluruh jaringan.
Anemia dalam kehamilan : kadar Hb <11 g/Dl (pada trimester 1 dan 3) atau 10,5g/Dl (pada
trimester 2) ; Hmt <33%
Anemia fisiologik dalam kehamilan bertujuan menurunkan viskositas darah maternal sehingga
meningkatkan perfusi plasental, membantu penghantaran nutrisi O2 dan nutrisi.
Perubahan fisiologis pada saat kehamilan : plasma darah meningkat tapi eritrosit tidak sehingga
terjadi hemodilusi terlihat seperti penurunan Hb oksigenasi ke jaringan menurun. Ekspansi
volume plasma terjadi sejak minggu ke-6, maks minggu ke-24
klasifikasi
Jenis-jenis anemia yang terjadi pada kehamilan :
1. Anemia defisiensi besi (62,3%)
Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah.
ETIOLOGI
- Intake Fe kurang
- Gangguan resorbsi duodenum
- GI mual, muntah, diare
- Perdarahan ibu hamil Fe keluar terlalu banyak
- Infeksi cacing dan malaria
GEJALA KLINIS
- Cepat lelah, nafsu makan menurun
- Berdebar-debar, takikardi,
- Kegagalan pada anemia berat
- Gangguan nutrisi pada janin
- Jika sudah diberi terapi sebelumnya terjadi peningkatan retikulosit
TERAPI
Prinsip terapi : koreksi Hb dengan pemulihan cadangan besi
1) NON-MEDIKAMENTOSA
- Konsumsi makanan tinggi zat besi : hati, daging merah, sayur hijau
- Konsumsi makanan yang meningkatkan absorbs zat besi : sayur dan buah, Vit.C (Asam Askorbat) daun
katuk, daun singkong, bayam, jambu, tomat, jeruk, dan nanas
- Hindari makanan yang menghambat absorbsi zat besi : kopi, teh, kalsium, fitic acid
2) MEDIKAMENTOSA
Untuk profilaksis / suplemen saat hamil
Tablet besi 100mg + 0.5 asam folat
Buku pengantar kuliah (ijo)
2. Anemia megaloblastic
Anemia yang disebabkan oleh defisiensi asam folat, jarang sekali karena defisiensi vitamin B12.
a) Defisiensi asam folat - PENYEBAB I
- Kebutuhan folat pada saat hamil 5 - 10 x atau 400ug/hari
- Peningkatan esterogen dan progesterone = menurunkan absorbs asan folat
b) Defisiensi B12 (Kobalamin) - PENYEBAB II
GEJALA KLINIS
o Gejala umum + kulit kasar & glotitis berat (lidah meradang dan nyeri) + sering pusing & sinkop
o Diare
o Kehilangan nafsu makan
o Malnutrisi
PATOFISIOLOGI
Volume plasma meningkat 45 - 65% dimulai pada trimester II kehamilan, maksimum pada minggu ke-9
mulai meningkat, volume plasma meningkat sekitar 1000ml, menurun sedikit menjelang aterm dan
kembali normal 3 bulan setelah partus.
PADA CEK LABORATORIUM DITEMUKAN :
- MCV tinggi >100fL makrositik bisa hiperkromik / normokromik
- Perbandingan inti dan sitoplasma abnormal (inti ditepi)
- Peningkatan saturasi besi dan transferrin serum
- HIPERSEGMENTASI NEUTROFIL
- Gambaran umum sumsum tulang : megaloblastic eritropoesis, trombositopenia, leukopenia (kalau
sudah parah)
- Indicator status folat dalam sel darah merah menurun (pada defisiensi folat dan B12)
- TANDA AWAL, kadar folat serum <3ng/mL
Tapi membaik kalau asupan folat diperbaiki
KOMPLIKASI
Pada janin : defek pada penutupan tabung neural (neural tube defect), kelainan jantung, saluran kemih,
alat gerak, predisposisi kongenital
TERAPI
Asam folat 1 - 5 mg/hari
Konsumsi folat cukup 400ug/hari
3. Anemia karena hilangnya darah secara mendadak
4. Anemia karena penyakit menahum
5. Anemia hemolitik didapat / herediter
Klasifikasi berdasar kadar Hb
- Ringan : 10.5 - 10 g/dL
- Sedang : 7 - 10 g/dL
- Berat : < 7g/dL
- Sangat berat : < 4g/dL

TOTAL 1000 mg