Anda di halaman 1dari 19

PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG

LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penerimaan konsumen terhadap suatu produk yang biasanya diawali dengan


adanya penilaiannya terhadap penampakan, flavor, dan tekstur.
Sedangkan untuk alat uji kualitas air adalah alat yang dirancang untuk
pengujian kualitas air yang profesional, dengan parameter PH, DO, dan Salinitias
(keasinan). Uji organoleptik atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian
dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya
penerimaan terhadap produk. Rangsangan yang dapat diindra dapat bersifat mekanis
(tekanan, tusukan), bersifat fisis (dingin, panas, sinar, warna), sifat kimia (bau, aroma,
rasa). Pada waktu alat indra menerima rangsangan, sebelum terjadi kesadaran
prosesnya adalah fisiologis, yaitu dimulai di reseptor dan diteruskan pada susunan
syaraf sensori atau syaraf penerimaan. Kualitas tanah (soil quality) kapasitas tanah
berfungsi dalam suatu ekosistem dalam hubungannya dengan daya dukungnya
terhadap tanaman dan hewan, pencegahan erosi dan pengurangan terjadinya pengaruh
negatif terhadap sumberdaya air dan udara, serta menentukan tingkat kesuburan tanah.
Adapun alat yang digunakan dalam pengujian yatu (soil tester). Sedangkan udara adalah
salah satu komponen yang sangat penting dan dibutuhkan oleh makhluk hidup. Udara sangat
dibutuhkan makhluk hidup terutama dalam proses pernapasan. Oleh karenanya, untuk
bernapas dengan baik dibutuhkan udara dengan kualitas yang baik pula. Namun,
tuntutan manusia dalam memenuhi kebutuhannya menyebabkan terjadinya penurunan
kualitas udara. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor
serta industri, dan tingkat kebersihan udara yang dapat diukur dengan R-Quality Meter.

1.2 Maksud dan Tujuan

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

1.2.1 Maksud
Maksud dari praktikum pengujian kualitas air, tanah dan udara yaitu agar
praktikan dapat mengetahui bagaimana tingkat kualitas dari air, tanah dan udara yang
ada disekitar kita yang sesuai dengan batasan normal yang dibutuhkan oleh mahlik
hidup dan juga dapat mengimplementasikan dalam dunia pertambangan yang tarkait
masalah lingkungan.
1.2.2 Tujuan
1. Mengetahui parameter pengujian kualitas air, tanah, dan udara;
2. Menganalisis kualitas air, tanah, dan udara sesuai baku mutu lingkungan
dan nliai ambang batas.

1.3 Alat dan Bahan

1.3.1 Alat
1. Alat Uji Ph;
2. Alat Uji Silinitas;
3. Alat Uji DO-BOD;
4. Alat Uji TDS/CD;
5. Penjepit;
6. Cawan;
7. Gelas Ukur;
8. Pipet volum;
9. Pengaduk magnetik;
10. Oven;
11. Kertas Lakmus;
12. Timbangan.
1.3.2 Bahan
1. Air asin;
2. Air sumur biasa;
3. Aquades;
4. Tanah;

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH
093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

2.1 Pengertian Organoleptik

Uji organoleptik disebut juga dengan pengukuran indera merupakan ilmu


pengetahuan yang menggunakan indera manusia untuk mengukur tekstur,
penampakan, aroma dan flavor produk pangan. Penerimaan konsumen terhadap suatu
produk yang biasanya diawali dengan adanya penilaiannya terhadap
penampakan, flavor, dan tekstur. Objek yang diukur atau dinilai sebenarnya adalah
reaksi psikologis (reaksi mental) berupa kesadaran seseorang setelah diberi
rangsangan, maka disebut juga penilaian sensorik. Rangsangan yang dapat diindra
dapat bersifat mekanis (tekanan, tusukan), bersifat fisis (dingin, panas, sinar, warna),
sifat kimia (bau, aroma, rasa). Pada waktu alat indra menerima rangsangan, sebelum
terjadi kesadaran prosesnya adalah fisiologis, yaitu dimulai di reseptor dan diteruskan
pada susunan syaraf sensori atau syaraf penerimaan. Kriteria-kriteria tersebut sudah
dapat dikaitkan untuk mewakili kualitas suatu bahan pangan, baik minuman maupun
makanan. Selain itu, sistem ini sudah banyak dibakukan dan dijadikan sebagai alat
bantu dalam laboratorium dan bidang lainnya.
Namun, hasil yang didapat tidak 100 % menjamin kebenaran,
diperlihatkan perlakuan yang terbaik atau yang paling disenangi oleh para panelis
atau kekurangannya adalah penilaian dapat bersifat subjektif. Karena itu uji
organoleptik ini biasa disebut dengan uji hedonik. Uji ini tidak akan memperlihatkan
suatu produk yang disenangi oleh panelis karena dalam pengujiannya telah diacak.
Oleh karenanya dibutuhkan suatu analisis data untuk menggabungkan berbagai
penilaian yang telah didapat.
Organoleptik (uji organoleptik atau uji indera atau uji sensori merupakan cara
pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran
daya penerimaan terhadap produk. Uji organoleptik atau uji indera atau uji sensori
merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama
untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk).(Penuntun laboratorium
lingkungan tambang umi).

2.2 Pengertian pH, Salinitas, DO, TDS, TSS, dan Kekeruhan

2.2.1 Pengertian pH

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

pH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman
atau kadar alkali dari suatularutan. Unit pH diukur pada skala 0 sampai 14. Istilah pH
berasal dari "p", lambang matematika dari negatif logaritma, dan " H", lambang kimia
untuk unsur Hidrogen. Definisi yang formal tentang pH adalah negatif logaritma dari
aktivitas ion Hydrogen.

pH = -log[H+]...................................................................................................2.1

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat


keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai
kologaritma aktivitasion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen
tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada
perhitungan teoretis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap
sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan
Internasional. Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawanDenmarkSøren
Peder Lauritz Sørensen pada Tahun 1909. Pengukuran pH secara kasar biasa dilakukan
dengan kertas pH atau kertas indikator pH, dengan perubahan-perubahan pada level
pH yang bervariasi. Indikator ini mempunyai keterbatasan pada tingkat akurasi
pengukuran, dan dapat terjadi kesalahan pengamatan karna yang disebabkan larutan
sampel yang berwarna atau sampel yang keruh.
2.2.2 Pengertian Salinitas
Salinitas adalah tingkat kadar garam atau keasinan terlarut dalam air. Salinitas
juga dapat mengacu pada kandungan garam dalam tanah. Kandungan garam pada
sebagian besar sungai, danau, kolam, aquarium dan saluran air alami sangat kecil
sehingga air di tempat ini dapat dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam
sebenarnya pada air tawar ini secara definisi, kurang dari 0,05 ppt (part-per-thousand).
Jika lebih dari itu, air akan dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila
konsentrasinya 3 sampai 5 ppt. Lebih dari 5 ppt, ia disebut brine. Air laut secara alami
merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3,5 ppt. Beberapa danau garam
di daratan dan beberapa di lautan memiliki kadar garam lebih tinggi dari pada air laut
pada umumnya. Dan sebagai contoh adalah laut mati yang memiliki kadar garam
sekitar 30 ppt.

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

2.2.3 Pengertian DO (Dissolved Oxygent)


DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan
absorbsi atmosfer udara. Semakin banyak jumlah DO maka kualitas air semakin baik.
Satuan DO biasanya dinyatakan dalam persentase saturasi.
2.2.4 Pengertian TDS
Pengertian TDS (Total Dissolved Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat
organic maupun anorganic misalnya garam, dan lain-lain) yang terdapat pada sebuah
larutan. Umumnya berdasarkan definisi di atas seharusnya zat yang terlarut dalam air
(larutan) harus dapat melewati saringan yang berdiameter 2 mikrometer (2×10-6
meter).
2.2.5 Pengertian TSS
TSS (Total Suspended Solids) adalah zat padat tersuspensi dimana sampel
disaring dengan kertas filter, filter yang mengandung zat tersuspensi dikeringkan pada
suhu 105oC selama 2 jam.
2.2.6 Pengertian Kekeruhan
Kekeruhan adalah jumlah butir-butir zat yang tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang yang tergenang dalam air. Kekeruhan biasanya terjadi karena adanya bahan
organik dan anorganik yang tersuspensi dan terlarut (lumpur dan pasir halus)
sedangkan dengan organik dan anorganik yang berupa mikro organisme dan plankton.
Kekeruhan dapat dilihat dengan indera mata untuk mengetahui tingkat kekeruhan pada
suatu jenis air.
Kekeruhan dinyatakan dengan satuan turbiditas, yang setara dengan ukuran 1
mg/liter SiO2. Kekeruhan juga dapat diukur dengan alat yang bernama Turbidity
Meter.
Kekeruhan dapat disebabkan oleh tanah liat dan lempung, buangan industri dan
mikroorganisme. Upaya untuk mengurangi kekeruhan ini antara lain dengan
penyaringan dan koagulasi. Tujuan dari pemeriksaan parameter ini adalah untuk
mengetahui derajat kekeruhan airyang disebabkan oleh adanya partikel-partikel yang
tersebar merata dan dapat menghambat jalannya sinar matahari yang melalui air
tersebut.

2.3 Karakteristik Fsika, Kimia, dan Biologi yang Mempengaruhi kualitas Air,
Tanah, dan Udara

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

2.3.1 Parameter Fisika


a. Warna
Warna perairan dapat dipakai (tidak selamanya) sebagai parameter
apakah suatu perairan sudah tercemar atau belum. Air selokan dapat berubah dari
bening menjadi kelabu karena adanya proses dekomposisi. Warna perairan dapat
pula dipengaruhi oleh biota yang ada di dalamnya, misalnya algae, plankton dan
tumbuhan air. Air sungai pada umumnya berwarna bening sampai
kecoklatan, hal ini karena dipengaruhi oleh adanya pencucian badan sungai itu
sendiri dan kadungan suspensi di dalamnya.
b. Bau
Bau suatu perairan dapat disebabkan oleh adanya dekomposisi zat-zat
organik pada suatu perairan yang dapat menimbulkan gas-gas. Gas yang keluar
dari hasil dekomposisi bukan saja menimbulkan bau yang kurang sedap tetapi
adakalanya dapat mematikan biota yang ada di dalamnya, contohnya adanya
kasus ikan-ikan yang mati atau mabuk pada waduk Cirata, Jawa Barat.
c. Rasa
Parameter ini erat hubungannya dengan pengujian parameter warna dan
bau sehingga seringkali pada pelaksanaannya digabungkan. Rasa suatu perairan
dalam kondisi air berasa hambar, bila suatu periran sudah berwarna kurang baik
dan bau yang kurang sedap secara otomatis akan mempunyai rasa yang kurang
enak.
2.3.2 Parameter Kimia
a. pH (Derajat Keasaman)
pH adalah suatu ukuran keasaman dan kadar alkali dari sebuah contoh
cairan. Kadar pH dinilai dengan ukuran antara 0-14. Sebagian besar persediaan
air memiliki pH antara 7,0-8,2 namun beberapa air memiliki pH di bawah 6,5
atau diatas 9,5. Air dengan kadar pH yang tinggi pada umumnya mempunyai
konsentrasi alkali karbonat yang lebih tinggi. Alkali karbonat menimbulkan
noda alkali dan meningkatkan farmasi pengapuran pada permukaan yang keras.

b. DO (Disolved Oxigent)
Oksigen adalah unsur vital yang di perlukan oleh semua organisme
untuk respirasi dan sebagai zat pembakar dalm proses metabolisme. Sumber

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

utama oksigen terlarut dalam air adalah penyerapan oksigen dari udara melalui
kontak antara permukaan air dengan udara, dan dari proses fotosintesis.
Selanjutnya daur kehilangan oksigen melalui pelepasan dari permukaan ke
atmosfer dan melalui kegiatan respirasi dari semua organisme. Kadar oksigen
terlarut juga berfluktuasi secara harian (diurnal) dan musiman, tergantung pada
pencampuran (mixing) dan pergerakan (turbulence) massa air, aktivitas
fotosintesis, respirasi, dan limbah (effluent) yang masuk ke dalam air.(Effendi,
2003).
2.3.3 Parameter Biologi
a. Jenis-Jenis Plankton
Plankton adalah organisme yang berkuran kecil yang hidupnya
terombang-ambing oleh arus. Mereka terdiri dari makhluk yang hidupnya
sebagai hewan (zooplankton) dan sebagai tumbuhan (fitoplankton). Zooplankton
ialah hewan-hewan laut yang planktonik sedangkan fitoplankton terdiri dari
tumbuhan laut yang bebas melayang dan hanyut dalam laut serta mampu
berfotosintesis (Dianthani, 2003). Karena organisme planktonik biasanya
ditangkap dengan menggunakan jaring-jaring yang mempunyai ukuran mata
jarring yang berbeda, maka penggolongoan plankton dapat pula dilakukan
berdasarkan ukuran plankton. Penggolongan ini tidak membedakan fitoplankton
dari zooplankton, dan dengan cara ini dikenal lima golongan plankton, yaitu:
megaplankton ialah organisme plaktonik yang besarnya lebih dari 2.0 mm yang
berukuran antara 0.2 mm-2.0 mm termasuk golongan makroplankton; sedangkan
mikroplankton berukuran antara 20 µm-0.2 mm.
b. Ikan
Ikan adalah makhluk hidup yang hidupnya diperairan dan juga ikan
merupakan parameter biologi yang dapat digunakan untuk meneliti parameter
kualitas air disuatu perairan. Jika disuatu perairan memiliki jenis ikan tertentu
dalam jumlah yang sedikit ini menunjukkan bahwa perairan itu tercemar atau
kurang baik untuk dilakukannya budidaya ikan, begitu pula sebaliknya, jika
suatu perairan jumlahnya yang terdapat didalamnya jumlah yang banyak dan
beragam jenisnya, maka hal ini menunjukkan bahwa perairan tersebut tidak
mengalami pencemaran dan cocok untuk pembudidayaan.

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

2.4 Perbedaan Pengujian TDS dan TSS Pada Uji Kualitas Air

2.4.1 Pengertian TDS


Pengertian TDS (Total Dissolve Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat
organic maupun anorganic, misalnya garam, dan lain-lain) yang terdapat pada sebuah
larutan. Umumnya berdasarkan definisi di atas seharusnya zat yang terlarut dalam air
(larutan) harus dapat melewati saringan yang berdiameter 2 mikrometer (2×10-6
meter). TDS atau “benda padat yang terlarut” yaitu semua mineral, garam, logam, serta
kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut diluar molekul
airmurni (H2O). Secara umum, konsentrasi benda-benda padat terlarut merupakan
jumlah antara kation dan anion didalam air. TDS terukur dalam satuan Parts per
Million (ppm) atau perbandingan rasio berat ion terhadap air. Total padatan terlarut
merupakan bahan-bahan terlarut dalam air yang tidak tersaring dengan kertas saring
Millipore dengan ukuran pori 0,45 μm. Padatan ini terdiri dari senyawa-senyawa
anorganik dan organik yang terlarut dalam air, mineral, dan garam-garamnya.
Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion
yang umum dijumpai di perairan. Sebagai contoh air buangan sering mengandung
molekul sabun, deterjen, dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan
rumah tangga dan industri pencucian. Banyak zat terlarut yang tidak diinginkan dalam
air. Mineral, gas, zat organik yang terlarut mungkin menghasilkan warna, rasa dan bau
yang secara estetis tidak menyenangkan. Beberapa zat kimia mungkin bersifat racun,
dan beberapa zat organik terlarut bersifat karsinogen. Cukup sering, dua atau lebih zat
terlarut khususnya zat terlarut dan anggota golongan halogen akan bergabung
membentuk senyawa yang bersifat lebih dapat diterima dari pada bentuk tunggalnya
(Misnani, 2010). Sesuai regulasi dari Enviromental Protection Agency (EPA) USA,
menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500
mg/L (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini.
Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000 mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak
dikonsumsi manusia.

2.4.2 Pengertian TSS


TSS (Total Suspended Solids) adalah zat padat tersuspensi dimana sampel
disaring dengan kertas filter, filter yang mengandung zat tersuspensi dikeringkan pada
suhu 105oC selama 2 jam. Total Suspended Solid (TSS) adalah residu dari padatan

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2 μm atau lebih
besar dari ukuran partikel koloid.
Yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, oksida, logam, sulfida,
bakteri dan jamur. TSS umumnya dihilangkan dengan flokulasi dan penyaringan. TSS
memberikan kontribusi untuk kekeruhan (turbidity) dengan membatasi penetrasi
cahaya untuk foto sintesis dan visibilitas di perairan. Perbedaan antara padatan
tersuspensi total (TSS) dan padatan terlarut total (TDS) adalah berdasarkan prosedur
penyaringan. Padatan selalu diukur sebagai berat kering dan prosedur pengeringan
harus diperhatikan untuk menghindari kesalahan yang disebabkan oleh kelembaban
yang tertahan atau kehilangan bahan akibat penguapan atau oksidasi. Pengujian Total
Suspended Solid dengan metode gravimetri.
2.4.3 Perbedaan pengujian BOD dan COD pada kualitas air
a. Biochemical Oksigen Demand (BOD)
Biochemical Oksigen Demand (BOD) atau dalam alat pengukur
indonesia yang banyak disebut Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) adalah
jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah
atau mengoksidasi bahan-bahan buangan didalam air. Jika konsumsi oksigen
tinggi yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa oksigen terlarut, berarti
kandungan polutannya organiknya tinggi. BOD atau KOB adalah analisis
empiris untuk mengukur proses-proses biologis khususnya aktivitas
mikroorganisme yang berlangsung di dalam air. Nilai KOB merupakan suatu
pendekatan umum yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme untuk menguraikan zat organik terlarut dan sebagian zat-zat
organik yang tersuspensi di dalam air. Di dalam pemantauan kualitas air, KOB
merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat
pencemaran air.
b.Chemical Oksigen Demand (COD)
Chemical Oksigen Demand (COD) adalah jumlah oksigen yang
dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air,
secara kimia. Kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan
buangan di dalam air. Melalui kedua cara tersebut diatas dapat ditentukan tingkat
pencemaran air lingkungan. Perbedaan dari kedua cara uji oksigen yang terlarut
di dalam air tersebut secara garis besar adalah sebagai berikut ini. Chemical

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

Oxygen Demand (COD) adalah kapasitas air untuk menggunakan oksigen


selama peruraian senyawa organik terlarut dan mengoksidasi senyawa anorganik
seperti amonia dan nitrit. Biological (biochemical) oxygen demand adalah
kuantitas oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme aerob dalam
menguraikan senyawa organik terlarut. jika BOD tinggi maka dissolved oxygen
(DO) menurun karena oksigen yang terlarut tersebut digunakan oleh bakteri.
akibatnya ikan dan organisme air hubungan keduanya adalah sama-sama untuk
menentukan kualitas air, tapi BOD lebih cenderung ke arah cemaran organik.
Dalam proses penanganan air limbah biologis dengan sistem aerobik, oksigen
menjadi penting untuk penurunan kadar BOD dan COD yang efektif.

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

Pertama-tama menyediakan air biasa dan air asin dengan alat yang sudah
disediakan di laboratorim lingkungan. Mengambil gelas ukur 3 satu untuk air biasa
dan satu untuk air asin masing-masing 200 mL dan satunya untuk air suling digunakan
sebagai penetral alat yang dicelupkan kedalam air asin dan air biasa. Organoleptik,
warna dengan cara melihat air asin dan air biasa. Kemudian, mengcium bau dengan
menggunakan hidung berbau atau tidak berbau. Lalu, merasakan rasa dengan mencoba
air asin dan air biasa apa terasa atau tidak. Intelegent Meter, mengetahui pH
menggunakan alat dengan mengatur ke pH dengan cara mode lalu mengatur ke pH,
lalu memasang kabel untuk mengetahui kualitas pH dengan mencelupkan ke air asin
lalu di netralkan lagi dengan mencelupkan ke air suling dicelupkan kembali ke air
biasa begitupun DO-BOD, TDS/CD tapi kabel yang berbeda-beda dengan mode
berbeda pula. Kekeruhan, mengaduk air asin dan air biasa untuk memperoleh contoh
uji yang lebih homogen, setelah sudah diaduk dilihat tabel NTU. TSS, meletakkan
kertas saring pada peralatan filtrasi. Memasang vakum dan wadah pencuci dengan air
suling berlebih 20 mL. Melanjutkan penyedotan untuk menghilangkan semua sisa
air,matikan vakum, dan hentikan pencucian. Memindahkan kertas saring dari
peralatan filtrasi ke wadah timbang aluminium. Jika digunakan cawan Gooch dapat
langsung dikeringkan. Mengeringkan dalam oven pada suhu 103ºC sampai dengan
105ºC selama 1 jam, dinginkan dalam desikator kemudian timbang. Mengulangi
langkah pada butir sampai diperoleh berat konstan atau sampai perubahan berat lebih
kecil dari 4% terhadap penimbangan sebelumnya atau lebih kecil dari 0,5 mg.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

4.2.1 Air biasa


Tabel 4.1 Percobaan air biasa

4.2.2 Air Asin


Tabel 4.2 Percobaan air asin

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

RUMUS :

𝒄𝒎
𝒙 𝟏𝟎𝟎 = ⋯ %
𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍

HASIL:

𝟖,𝟔
𝒙 𝟏𝟎𝟎 = 78,1 %
𝟏𝟏

𝟎,𝟓
𝒙 𝟏𝟎𝟎 = 4,5 %
𝟏𝟏

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

𝟏,𝟗
𝒙 𝟏𝟎𝟎 = 17,2 %
𝟏𝟏

4.2 Pembahasan

4.2.1 Air biasa


Berdasarkan pengamatan untuk pengujian menggunakan organoleptik adalah
uji organoleptik atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan
menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan
terhadap produk. Warna yang di dapat bening dengan bau hasilnya tidak berbau,
menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia apabila dia tidak berbau
layak untuk di komsomsi. Intelegent Meter alat uji kualitas air adalah alat yang
dirancang untuk pengujian kualitas air yang profesional, dengan parameter pH, DO,
dan Salinitias (keasinan). pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk
menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan dengan
pH didapat untuk air biasa 7,17 di suhu 25o. Salinitas adalah tingkat keasinan atau

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

kadar garam terlarut dalam air dengan Salinitas 0 di suhu 25o. Biological Oxygen
Demand menunjukkan jumlah oksigen dalam satuan ppm yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme untuk memecahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air
dengan DO-BOD yang di dapat 3,8 mg/L di suhu 29,7o, setelah oksigen terlarut 5 hari
di dapat BOD5 16,7 untuk mendapatkan BOD hasil sebelum 5 hari di kurangi dengan
oksigen yang terlarut selama 5 hari jadi di dapat -8,6 mg/L. Pengujian Total Disolved
Solid (TDS) TDS atau “benda padat yang terlarut” yaitu semua mineral, garam, logam,
serta kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut di luar molekul
airmurni (H2O) dengan hasil yang di dapat 20 NTU dengan hasil yang di dapat.
Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia pH yang standar atau batas
minmun dan maksimun 6,5-8,5 dapat di konsumsi jadi untuk air biasa pH 7,17 masi
dapat di konsumsi, sedangkan TDS batas kadar maksimun diperbolehkan 1.000 jadi
air biasa tidak diperbolehkan di konsumsi. NTU (kekeruhan) masi tidak bisa di
konsumsi karena batas kekeruhan 25 menurut PERMENKES.

4.2.2 Air asin


Berdasarkan pengamatan untuk pengujian menggunakan organoleptik adalah uji
organoleptik atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan
menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan
terhadap produk. Warna yang di dapat keruh dengan bau hasilnya berbau, menurut
Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia apabila dia berbau tidak layak untuk
di konsumsi. Intelegent Meter alat uji kualitas air adalah alat yang dirancang untuk
pengujian kualitas air yang profesional, dengan parameter pH, DO, dan Salinitias
(keasinan). pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat
keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan dengan pH didapat untuk air
biasa 6,34 di suhu 25o. Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam
terlarut dalam air dengan Salinitas 0 di suhu 25o. Biological Oxygen Demand
menunjukkan jumlah oksigen dalam satuan ppm yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme untuk memecahkan bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air
dengan DO-BOD yang di dapat 8,1 mg/L di suhu 25o, setelah oksigen terlarut 5 hari
di dapat BOD5 17,7 untuk mendapatkan BOD hasil sebelum 5 hari di kurangi dengan
oksigen yang terlarut selama 5 hari jadi di dapat -8,6 mg/L. Pengujian Total Disolved
Solid (TDS) TDS atau “benda padat yang terlarut” yaitu semua mineral, garam, logam,

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

serta kation-anion yang terlarut di air. Termasuk semua yang terlarut di luar molekul
airmurni (H2O) dengan hasil yang di dapat 50 NTU dengan hasil di dapat 0,808.
Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia pH yang standar atau batas
minmun dan maksimun 6,5-8,5 dapat di konsumsi jadi untuk air biasa pH 6,78 masi
dapat di konsumsi, sedangkan TDS batas kadar maksimun diperbolehkan 1.000 jadi
air asin masi diperbolehkan di komsimsi. NTU (kekeruhan) masi tidak bisa di
komsumsi sesuai dengan batas PERMENKES yaitu 25.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Parameter pengujian kualitas air. Organoleptik (Uji organoleptik atau uji


indera atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera
manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk
dengan terbagi lagi warna, bau, dan rasa. Intelegent Meter alat uji kualitas air adalah
alat yang dirancang untuk pengujian kualitas air yang profesional, dengan parameter
pH, DO-DOB, dan Salinitias (keasinan). NTU dengan cara melihat kekeruhan. TSS
Total Suspended Solid adalah residu dari padatan totalyang tertahan oleh saringan
dengan ukuran partikel maksimal 2μm atau lebih besar dari ukuran partikel
koloid.Nilai ambang batas suatu baku mutu air dilihat air pH, kekeruang dan yang

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056
PRAKTIKUM LINGKUNGAN TAMBANG
LABORATORIUM LINGKUNGAN TAMBANG
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PENGUJIAN KUALITAS AIR TANAH DAN UDARA

paling bisa di lihat warna, bau, dan rasa dengan meilhat golongan yang terbagi-bagi
menurut peraturan RI Nomor 20 Tahun 1990.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk asisten


Percobaan yang di masukkan ke dalam mata acara alangka baiknya
diperhitungkan terlebih dahulu supaya bisa di laksakan dengan baik bukannya hanya
menjadi pajangan pada lembar kartu kontrol asistensi.
5.2.2 Saran untuk Laboratorium
Alat yang belum ada alangka baiknya di adakan kedepannya bukanya hanya
menambah mata acara tapi tidak ada alat.

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

(http://ujiorganoleptikresti.blogspot.com/2014/11/laporan-praktikum-teknik
laboratorium.html).

WIRAWAN HASTAR ST. KHADIJAH REZKIANI TAMAR MDH


093 20180267 093 2014 0056