Anda di halaman 1dari 2

Implementasi Pancasila sila ke-5 dalam Aspek Politik

Sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” mempunyai arti
yang sangat luas. Beberapa hal yang berkaitan dengan contoh penerapan nilai–nilai pancasila
dalam bidang politik yang erat dengan konsep sila kelima ini antara lain adalah gotong royong,
tolong menolong, dan kasih sayang terhadap sesama. Dalam ranah politik, keadilan sosial juga
harus diterapkan. Berikut beberapa contoh penerapan nilai pancasila sila ke-5 dalam bidang
politik:
 Penetapan kebijakan politik yang lebih menjunjung kepentingan umum daripada kepentingan
pribadi atau golongan.
 Para pejabat selalu menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban selama menjalankan
tugasnya.
 Tidak menggunakan kekuasaan politik untuk hal – hal yang bersifat pribadi.
 Pemimpin harus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.
 Undang-undang ditaati oleh semua warga negara termasuk perwakilan rakyat dan pemimpin tanpa
terkecuali
Pembangunan dan pengembangan bidang politik harus mendasarkan pada manusia. Hal
ini didasarkan pada kenyataan objektif bahwa manusia adalah sebagai subjek negara. Oleh karena
itu, kehidupan politik harus benar-benar merealisasikan tujuan demi harkat dan martabat manusia.
Pengembangan politik negara terutama dalam proses reformasi dewasa ini harus mendasarkan
pada moralitas sebagaimana tertuang dalam sila-sila Pancasila, sehingga praktek-praktek politik
yang menghalalkan segala cara seperti memfitnah, memprovokasi, dan menghasut rakyat harus
segera diakhiri. Selain itu, perwujudan Pancasila dalam pengembangan kehidupan politik dapat
dilakukan dengan cara:
 Mewujudkan tujuan negara demi peningkatan harkat dan martabat masyarakat Indonesia.
 Memposisikan rakyat Indonesia sebagai subjek dalam kehidupan politik, bukan hanya
sebagai objek politik penguasa semata.
 Sistem politik negara harus mendasarkan pada tuntutan hak dasar kemanusiaan, sehingga
politik negara harus mampu menciptakan sistem yang menjamin perwujudan hak asasi
manusia.
 Para penyelenggara negara dan para politisi senantiasa memegang budi pekerti
kemanusiaan serta memegang teguh cita-cita moral rakyat Indonesia.
Contoh permasalahan atau perilaku yang tidak sesuai dengan paradigma pembangunan politik:
1. Tidak menganut sistem pemerintahan yang demokrasi
2. Tidak melaksanakan pemilu secara luberjurdil
3. Presiden bersikap semena-mena
Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik diartikan bahwa Pancasila
bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan
menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat
sebagai berikut:
o Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik, budaya, agama, dan
ekonomi dalam kehidupan sehari-hari
o Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) dalam pengambilan keputusan
o Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep
mempertahankan persatuan