Anda di halaman 1dari 63

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1. mendeskripsikan dan menganalisis konsep vektor;


2. mendeskripsikan dan menyelesaikan operasi aljabar vektor;
3. mendeskripsikan dan menyelesaikan masalah jarak dan sudut dua vektor;
4. memecahkan masalah menggunakan kaidah-kaidah vektor.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menunjukkan perilaku disiplin, sikap kerja sama, sikap kritis, dan cermat dalam bekerja menyelesaikan masalah kontekstual;
2. memiliki dan menunjukkan sikap ingin tahu, motivasi internal, rasa senang dan tertarik, dan percaya diri dalam melakukan
kegiatan belajar ataupun memecahkan masalah nyata.

Pengertian Vektor

Vektor di R2
Konsep Vektor
Vektor di R3

Vektor Posisi

Kesamaan Vektor

Penjumlahan Vektor

Operasi Vekor Pengurangan Vektor


Latihan 1 Perkalian Bilangan dengan Vektor

Latihan 2 Perbandingan Vektor

Latihan 3 Panjang Vektor

Panjang Vekor Jarak Antara Dua Titik


Latihan 4 Soal-Soal Materi
Vektor Satuan
Latihan 5
Menyatakan Vektor Menggunakan Vektor
Ulangan Harian Satuan pada Sumbu Koordinat

Hasil Kali Skalar Dua Vektor


Perkalian Skalar
Dua Vekor Besar Sudut Antara Dua Vektor

Dua Vektor Saling Tegak Lurus

Sifat Perkalian Skalar Dua Vektor


Vektor
Proyeksi Vektor Proyeksi Skalar Ortogonal

Proyeksi Vektor Ortogonal

Tugas Membuktikan Rumus Perbandingan Vektor

Sistem Koordinat G G G G
Membuktikan Rumus a · b = | a || b | cos θ
di R3
Menentukan Vektor

Menggunakan Operasi Vektor


Pemantapan
Ilmuwan yang Informasi Kegiatan Menggunakan Vektor Satuan
Mengembangkan
Analisis Vektor Membuktikan Sifat-Sifat Perkalian Skalar
Dua Vektor

Menentukan Panjang Proyeksi Vektor


Selancar Internet
Menjelaskan Dot Product dan Cross Product

Matematika Kelas X 1
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat. 5. Jawaban: e
Koordinat titik P(4, 8) Y
1. Jawaban: d
dan Q(2, –3), maka P
Gaya mempunyai besar/nilai yaitu besarnya gaya JJJG 7
yang bekerja dan mempunyai arah yaitu arah gaya vektor PQ digambar-
6
bekerja. Oleh karena mempunyai besar dan arah kan seperti di samping.
5
maka gaya merupakan besaran vektor. Dari titik P ke kiri 2
Panjang, massa, volume, dan suhu mempunyai 4
satuan (–2) dan ke
besar/nilai tetapi tidak mempunyai arah. Oleh bawah 11 satuan (–11) 3
karena hanya mempunyai besar maka panjang, sampai di titik Q, maka 2
massa, volume, dan suhu termasuk besaran JJJG 1
⎛ −2 ⎞
skalar. PQ = ⎜ ⎟. X
⎝ −11⎠ 0 1 2 3 4 5
2. Jawaban: b –1
JJJG Cara lain:
–2
Pangkal vektor MN adalah titik M dan ujungnya Koordinat titik P(4, 8), Q
titik N. Dari titik M ke kanan 6 satuan (6) dan ke maka xP = 4 dan yP = 8. –3
bawah 3 satuan (–3) sampai di titik N. Jadi, vektor Koordinat titik Q(2, –3),
JJJG ⎛6⎞ maka xQ = 2 dan yQ = –3.
MN = ⎜ ⎟ .
⎝ −3 ⎠ JJJG ⎛ xQ − xP ⎞ ⎛ 2−4 ⎞ ⎛ −2 ⎞
PQ = ⎜ ⎟ = ⎜ −3 − 8 ⎟ = ⎜ −11⎟
3. Jawaban: c ⎝ yQ − yP ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Dari kedudukan titik A, B, dan C diperoleh vektor-
vektor berikut. JJJG ⎛ −2 ⎞
Jadi, PQ = ⎜ ⎟.
JJJG ⎛ −5 ⎞ ⎝ −11⎠
BA = ⎜ ⎟
⎝0⎠ 6. Jawaban: c
JJJG ⎛ −5 ⎞
JJJG ⎛ 1⎞ Koordinat titik K(2, 3) dan KL = ⎜ ⎟ , berarti dari
AC = ⎜ −3 ⎟ ⎝4⎠
⎝ ⎠
titik K ke kiri 5 satuan dan ke atas 4 satuan sampai
JJJG ⎛4⎞ di titik L. perhatikan gambar berikut.
CB = ⎜ 3 ⎟
⎝ ⎠ Y
L
Jadi, pernyataan yang benar adalah (iii). 7
6
4. Jawaban: e
Vektor-vektor di atas dapat dituliskan sebagai 5
berikut. 4
G ⎛5⎞ 3
K
p = ⎜ ⎟ 2
⎝ −2 ⎠
1
G ⎛ −5 ⎞ X
q = ⎜ ⎟ –3 –2 –1 0 1 2 3
⎝2⎠
Diperoleh koordinat titik L(–3, 7).
G ⎛ −2 ⎞
Cara lain:
r = ⎜ −5 ⎟
⎝ ⎠ Misalkan koordinat titik L(xL, yL), maka:
G ⎛2⎞ JJJG
s = ⎜ −5 ⎟ ⎛ x − xK ⎞ ⎛ −5 ⎞ ⎛ xL − 2 ⎞
⎝ ⎠ KL = ⎜ L ⎟ ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎝ yL − yK ⎠ ⎝4⎠ ⎝ yL − 3 ⎠
G ⎛ −2 ⎞
t = ⎜ ⎟ Dari kesamaan tersebut diperoleh:
⎝5⎠ –5 = xL – 2 ⇔ xL = –3
⎛ −2 ⎞ G 4 = yL – 3 ⇔ yL = 7
Jadi, ⎜ ⎟ = t .
5
⎝ ⎠ Jadi, koordinat titik L(–3, 7).

2 Vektor
7. Jawaban: a 10. Jawaban: e
JJJG ⎛ −6 ⎞ Koordinat titik A(–5, 4, 1), maka xA = –5, yA = 4,
Koordinat titik Q(–4, 1) dan PQ = ⎜ ⎟ , berarti dan zA = 1.
⎝ −5 ⎠ Misalkan koordinat titik B(xB, yB, zB), maka:
dari titik P ke kiri 6 satuan dan ke bawah 5 satuan
sampai di titik Q. Perhatikan gambar berikut. ⎛ xB − x A ⎞ ⎛4⎞ ⎛ xB − (−5) ⎞
JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
Y y
AB = ⎜ B − y A⎟ ⇔ ⎜ −2 ⎟ = ⎜ yB − 4 ⎟
⎜z −z ⎟ ⎜5⎟ ⎜ z −1 ⎟
6
P ⎝ B A⎠ ⎝ ⎠ ⎝ B ⎠
5 Dari kesamaan tersebut diperoleh:
4 = xB – (–5) ⇔ xB = –1
4
–2 = yB – 4 ⇔ yB = 2
3 5 = zB – 1 ⇔ zB = 6
2 Jadi, koordinat titik B(–1, 2, 6).

Q
1 11. Jawaban: c
X Koordinat titik D(–2, 0, 1), maka xD = –2, yD = 0,
–4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4
dan zD = 1.
Diperoleh koordinat titik P(2, 6). Misalkan koordinat titik C(xC, yC, zC), maka:
Cara lain: ⎛ xD − x C ⎞ ⎛3⎞ ⎛ −2 − xC ⎞
Misalkan koordinat titik P(xP, yP), maka: JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
CD = ⎜ yD − yC ⎟ ⇔ ⎜ 2 ⎟ = ⎜ 0 − yC ⎟
JJJG ⎛ xQ − xP ⎞ ⎛ −6 ⎞ ⎛ −4 − xP ⎞ ⎜z −z ⎟ ⎜ −5 ⎟ ⎜ 1− z ⎟
PQ = ⎜ ⎟ ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎝ D C⎠ ⎝ ⎠ ⎝ C ⎠
⎝ yQ − yP ⎠ ⎝ −5 ⎠ ⎝ 1 − yP ⎠ Dari kesamaan tersebut diperoleh:
Dari kesamaan tersebut diperoleh: 3 = –2 – xC ⇔ x C = –2 – 3
–6 = –4 – xP ⇔ xP = –4 + 6 ⇔ x C = –5
⇔ xP = 2 2 = 0 – yC ⇔ y C = –2
–5 = 1 – yP ⇔ yP = 1 + 5 –5 = 1 – zC ⇔ z C = 1 + 5
⇔ yP = 6 ⇔ zC = 6
Jadi, koordinat titik P(2, 6). Jadi, koordinat titik C(–5, –2, 6).
8. Jawaban: d 12. Jawaban: b
G
Koordinat titik D(–6, 12, –3). Vektor d merupakan Koordinat titik A(2, –1), maka xA = 2 dan yA = –1.
Koordinat titik B(5, 3), maka xB = 5 dan yB = 3.
⎛ −6 ⎞
G JJJG ⎜ ⎟ JJJG ⎛ xB − x A ⎞ ⎛ 5−2 ⎞ ⎛3⎞
vektor posisi titik D, yaitu d = OD = ⎜ 12 ⎟ . AB = ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
y
⎝ B − y A⎠ ⎝ 3 − (−1) ⎠ ⎝4⎠
⎜ −3 ⎟
⎝ ⎠ G JJJG ⎛ 3 ⎞

⎛ ⎞6 Vektor posisi titik C adalah c = AB = ⎜ ⎟ , maka
G ⎜ ⎟ ⎝4⎠
Jadi, d = ⎜ 12 ⎟ . koordinat titik C(3, 4).
⎜ −3 ⎟ Jadi, koordinat titik C adalah (3, 4).
⎝ ⎠
9. Jawaban: a 13. Jawaban: a
Koordinat titik M(7, –4, 2), maka xM = 7, yM = –4, Koordinat titik P(–1, –3), maka xP = –1 dan yP = –3.
dan zM = 2. Koordinat titik Q(3, –2), maka xQ = 3 dan yQ = –2.
Koordinat titik N(1, 2, –5), maka xN = 1, yN = 2, Koordinat titik R(2, 3), maka xR = 2 dan yR = 3.
dan zN = –5. Misalkan koordinat titik S(xS, yS), maka:
⎛ xM − xN ⎞ ⎛ 7 − 1 ⎞ ⎛6⎞ JJJG JJJG ⎛ xQ − xP ⎞ ⎛ xS − xR ⎞
JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ PQ = RS ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
NM = ⎜ yM − yN ⎟ = ⎜ −4 − 2 ⎟ = ⎜ −6 ⎟ ⎝ yQ − yP ⎠ ⎝ yS − yR ⎠
⎜ z − z ⎟ ⎜ 2 − (−5) ⎟ ⎜7⎟
⎝ M N⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 3 − ( −1) ⎞ ⎛ xS − 2 ⎞
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ y − 3⎟
⎛6⎞ ⎝ −2 − (−3) ⎠ ⎝ S ⎠
JJJG ⎜ ⎟
Jadi, NM = ⎜ −6 ⎟ .
⎜7⎟ ⎛4⎞ ⎛ xS − 2 ⎞
⎝ ⎠ ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ y − 3⎟
⎝ 1⎠ ⎝ S ⎠

Matematika Kelas X 3
Dari kesamaan vektor diperoleh: Diperoleh koordinat titik C(6, 0, –1) sehingga vektor
4 = xS – 2 ⇔ xS = 6
1 = yS – 3 ⇔ yS = 4 G
⎛6⎞
⎜ ⎟
Jadi, koordinat titik S adalah (6, 4). posisinya c = ⎜ 0 ⎟ .
⎜ −1⎟
14. Jawaban: e ⎝ ⎠

⎛ −4 ⎞ ⎛6⎞
G ⎜ ⎟ G
Vektor posisi titik K adalah k = ⎜ −2 ⎟ . ⎜ ⎟
Jadi, vektor posisi titik C adalah c = ⎜ 0 ⎟ .
⎜5⎟ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Koordinat titik L(–2, 3, 1), maka xL = –2, yL = 3,
dan zL = 1.
Misalkan koordinat titik M(xM, yM, yM), maka: B. Uraian
G
⎛ −4 ⎞ ⎛ xM − xL ⎞ 1. a dari titik pangkal ke kiri 3 satuan dan ke atas 1
G JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k = LM ⇔ ⎜ −2 ⎟ = ⎜ yM − yL ⎟ G ⎛ −3 ⎞
⎜5⎟ ⎜z −z ⎟ satuan, maka a = ⎜ ⎟ .
⎝ ⎠ ⎝ M L⎠ ⎝ 1⎠
G
b dari titik pangkal ke kiri 2 satuan dan ke bawah
⎛ −4 ⎞ ⎛ xM − (−2) ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G ⎛ −2 ⎞
⇔ ⎜ −2 ⎟ = ⎜ yM − 3 ⎟ 5 satuan, maka b = ⎜ ⎟ .
⎜5⎟ ⎜ z −1 ⎟ ⎝ −5 ⎠
⎝ ⎠ ⎝ M ⎠ G G
c dari titik pangkal ke bawah 4 satuan, maka c =
Dari kesamaan tersebut diperoleh:
–4 = xM – (–2) ⇔ xM = –6 ⎛0⎞
⎜ ⎟.
–2 = yM – 3 ⇔ yM = 1 ⎝ −4 ⎠
5 = zM – 1 ⇔ zB = 6 G
Jadi, koordinat titik M(–6, 1, 6). d dari titik pangkal ke kanan 4 satuan, maka

15. Jawaban: b G ⎛4⎞


d = ⎜ ⎟.
Koordinat titik A(3, –1, 4), maka xA = 3, yA = –1, ⎝0⎠
dan zA = 4. G
Koordinat titik B(–2, 5, 3), maka xB = –2, yB = 5, e dari titik pangkal ke kanan 8 satuan dan ke atas
dan zB = 3. G ⎛8⎞
Koordinat titik D(1, 6, –2), maka xD = 1, yD = 6, 5 satuan, maka e = ⎜ ⎟ .
dan zD = –2. ⎝5⎠
Misalkan koordinat titik C(xC, yC, zC), maka: G
f dari titik pangkal ke kanan 3 satuan dan ke
⎛ xB − x A ⎞ ⎛ xD − x C ⎞ G ⎛3⎞
JJJG JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ bawah 2 satuan, maka f = ⎜ ⎟ .
AB = CD ⇔ ⎜ yB − y A ⎟ = ⎜ yD − yC ⎟ ⎝ −2 ⎠
⎜z −z ⎟ ⎜z −z ⎟
⎝ B A⎠ ⎝ D C⎠
2. Soal ini bersifat terbuka, artinya ada tak hingga
banyak pasangan titik A(xA, yA) dan B(xB, yB) yang
⎛ −2 − 3 ⎞ ⎛ 1 − xC ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ mungkin diberikan sebagai jawaban. Syarat
⇔ ⎜ 5 − ( −1) ⎟ = ⎜ 6 − yC ⎟ pasangan titik A dan B yang benar adalah
⎜ 3−4 ⎟ ⎜ −2 − z ⎟
⎝ ⎠ ⎝ C⎠
⎛ xB − x A ⎞ ⎛ −4 ⎞
⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ . Lima pasangan titik A dan B
⎛ −5 ⎞ ⎛ 1 − xC ⎞ ⎝ yB − y A ⎠ ⎝8⎠
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ yang memenuhi misalnya:
⇔ ⎜ 6 ⎟ = ⎜ 6 − yC ⎟
⎜ −1⎟ ⎜ −2 − z ⎟ i) A(0, 0) dan B(–4, 8)
⎝ ⎠ ⎝ C⎠
ii) A(4, –8) dan B(0, 0)
Dari kesamaan vektor diperoleh: iii) A(1, 1) dan B(–3, 9)
–5 = 1 – xC ⇔ xC = 6 iv) A(0, 1) dan B(–4, 9)
6 = 6 – yC ⇔ yC = 0 v) A(1, 0) dan B(–3, 8)
–1 = –2 – zC ⇔ zC = –1

4 Vektor
3. Koordinat titik P(2, –5), maka xP = 2 dan yP = –5.
Koordinat titik Q(–6, –8), maka xQ = –6 dan yQ = –8. ⎛ xR − xP ⎞ ⎛ 1− 2 ⎞ ⎛ −1⎞
JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
a. Misalkan koordinat titik R(xR, yR), maka: PR = y
⎜ R − yP⎟ = ⎜ 4 − ( −5) ⎟ = ⎜9⎟
⎜z −z ⎟ ⎜ −6 − (−1) ⎟ ⎜ −5 ⎟
JJJG G ⎛ xR − xP ⎞ ⎛ xQ ⎞ ⎝ R P⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
PR = q ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎝ yR − yP ⎠ ⎝ yQ ⎠ ⎛ xP − xQ ⎞ ⎛ 2 − (−3) ⎞ ⎛5⎞
JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎛ xR − 2 ⎞ ⎛ −6 ⎞ QP = ⎜ yP − yQ ⎟ = ⎜ −5 − 4 ⎟ = ⎜ −9 ⎟
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎜z −z ⎟ ⎜ −1 − 0 ⎟ ⎜ −1⎟
y
⎝ R − ( −5) ⎠ ⎝ −8 ⎠ ⎝ P Q⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ xR − 2 ⎞ ⎛ −6 ⎞
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎛ xR − x Q ⎞ ⎛ 1 − (−3) ⎞ ⎛4⎞
⎝ yR + 5 ⎠ ⎝ −8 ⎠ JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
QR = ⎜ yR − y Q ⎟ = ⎜ 4 − 4 ⎟ = ⎜ 0 ⎟
Dari kesamaan vektor diperoleh: ⎜z − z ⎟ ⎜ −6 − 0 ⎟ ⎜ −6 ⎟
xR – 2 = –6 ⇔ xR = –4 ⎝ R Q⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
yR + 5 = –8 ⇔ yR = –13 5. Koordinat titik A(–6, 2, –3), maka xA = –6, yA = 2,
Jadi, koordinat titik R adalah (–4, –13). dan zA = –3.
b. Koordinat titik S(–4, 1), maka xS = –4 dan yS Koordinat titik D(4, 4, –5), maka xD = 4, yD = 4,
= 1. dan zD = –5.
Misalkan koordinat titik R(xR, yR), maka: a. Misalkan koordinat titik B(xB, yB, zB), maka:
JJJG JJJG ⎛ xQ − xP ⎞ ⎛ xS − xR ⎞
PQ = RS ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ ⎛ −2 ⎞ ⎛ xB − x A ⎞ ⎛ −2 ⎞
JJJG
⎝ yQ − yP ⎠ ⎝ yS − yR ⎠ ⎜ ⎟
AB = ⎜ 8 ⎟ ⇔

y − y
⎟ ⎜ ⎟
⎜ B A⎟ = ⎜8⎟
⎜5⎟ ⎜z −z ⎟ ⎜5⎟
⎛ −6 − 2 ⎞ ⎛ −4 − xR ⎞ ⎝ ⎠ ⎝ B A⎠ ⎝ ⎠
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ 1− y ⎟
⎝ −8 − (−5) ⎠ ⎝ R ⎠
⎛ xB − (−6) ⎞ ⎛ −2 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎛ −8 ⎞ ⎛ −4 − xR ⎞ ⇔ ⎜ yB − 2 ⎟ = ⎜ 8 ⎟
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ 1− y ⎟ ⎜ z − (−3) ⎟ ⎜5⎟
⎝ −3 ⎠ ⎝ R ⎠ ⎝ B ⎠ ⎝ ⎠
Dari kesamaan vektor diperoleh:
–8 = –4 – xR ⇔ xR = 4 ⎛ xB + 6 ⎞ ⎛ −2 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
–3 = 1 – yR ⇔ yR = 4 ⇔ ⎜ yB − 2 ⎟ = ⎜ 8 ⎟
Jadi, koordinat titik R adalah (4, 4). ⎜z + 3⎟ ⎜5⎟
⎝ B ⎠ ⎝ ⎠

⎛2⎞ Dari kesamaan vektor diperoleh:


G JJJG ⎜ ⎟ xB + 6 = –2 ⇔ xB = –8
4. a. Vektor posisi titik P(2, –5, –1): p = OP = ⎜ −5 ⎟
yB – 2 = 8 ⇔ yB = 10
⎜ −1⎟
⎝ ⎠ zB + 3 = 5 ⇔ zB = 2
⎛ −3 ⎞ Diperoleh koordinat titik B(–8, 10, 2).
G JJJJG ⎜ ⎟
Vektor posisi titik Q(–3, 4, 0): q = OQ = ⎜ 4 ⎟ ⎛ xD − xB ⎞ ⎛ 4 − (−8) ⎞ ⎛ 12 ⎞
JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜0⎟ BD = ⎜ yD − yB ⎟ = ⎜ 4 − 10 ⎟ = ⎜ −6 ⎟
⎝ ⎠
⎜z −z ⎟ ⎜ −5 − 2 ⎟ ⎜ −7 ⎟
⎝ D B⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G JJJG ⎛⎜ ⎞⎟
1
Vektor posisi titik R(1, 4, –6): r = OR = ⎜ 4 ⎟ Jadi, koordinat titik B(–8, 10, 2) dan vektor
⎜ −6 ⎟
⎝ ⎠ ⎛ 12 ⎞
b. Koordinat titik P(2, –5, –1), maka x P = 2, JJJG ⎜ ⎟
BD = ⎜ −6 ⎟ .
yP = –5, dan zP = –1.
⎜ −7 ⎟
Koordinat titik Q(–3, 4, 0), maka xQ = –3, yQ = 4, ⎝ ⎠
dan zQ = 0.
Koordinat titik R(1, 4, –6), maka xR = 1, yR = 4,
dan zR = –6.

Matematika Kelas X 5
b. Misalkan koordinat titik C(xC, yC, zC), maka: Diperoleh koordinat titik C(0, 5, –8).

⎛4⎞ ⎛ xD − x C ⎞ ⎛4⎞ ⎛ xC − x A ⎞ ⎛ 0 − (−6) ⎞ ⎛6⎞


JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
CD = ⎜ −1⎟ ⇔ y
⎜ D − y C⎟ = ⎜ −1⎟ AC = ⎜ y C − y A ⎟ = ⎜ 5 − 2 ⎟ = ⎜ 3 ⎟
⎜3⎟ ⎜z −z ⎟ ⎜3⎟ ⎜z −z ⎟ ⎜ −8 − (−3) ⎟ ⎜ −5 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ D C⎠ ⎝ ⎠ ⎝ C A ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Jadi, koordinat titik C(0, 5, –8) dan vektor
⎛ 4 − xC ⎞ ⎛4⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎛6⎞
⇔ ⎜ 4 − yC ⎟ = ⎜ −1⎟ JJJG ⎜ ⎟
⎜ −5 − z ⎟ ⎜3⎟ AC = ⎜ 3 ⎟ .
⎝ C⎠ ⎝ ⎠
⎜ −5 ⎟
⎝ ⎠
Dari kesamaan vektor diperoleh:
4 – xC = 4 ⇔ xC = 0
4 – yC = –1 ⇔ yC = 5
–5 – zC = 3 ⇔ zC = –8

6 Vektor
5. Jawaban: c
A. Pilihlah jawaban yang tepat.

1. Jawaban: e ⎛2⎞ ⎛ −6 ⎞ ⎛ 2 − (−6) ⎞ ⎛8⎞


⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜ −5 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ −5 − 3 ⎟ = ⎜ −8 ⎟
JJJG JJJG JJJG JJJG
BD = BO + OE + CD ⎜ −4 ⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ −4 − (−1) ⎟ ⎜ −3 ⎟
JJJG JJJG JJJG ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= AF + AF + (– AB )
G G G
= v + v + (– u ) 6. Jawaban: b
G G
= 2v – u ⎛ −2 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎛ −8 ⎞ ⎛ −3 ⎞
4⎜ ⎟ – 3⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟
5
⎝ ⎠ −
⎝ ⎠3 20
⎝ ⎠ ⎝ −9 ⎠
2. Jawaban: b
D C ⎛ −8 − (−3) ⎞
= ⎜ ⎟
⎝ 20 − (−9) ⎠
G
v
⎛ −5 ⎞
= ⎜ ⎟
A G B ⎝ 29 ⎠
u

JJJG JJJG JJJG JJJG 7. Jawaban: c


AB + AC + BC + BD
JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG ⎛ −4 ⎞ ⎛5⎞
= AB + ( AB + BC ) + BC + ( BC + CD ) G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG p = ⎜ 0 ⎟ dan q = ⎜ −1⎟
= AB + ( AB + AD ) + AD + ( AD – AB ) ⎜2⎟ ⎜ −3 ⎟
G G G G G G ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= u + (u + v ) + v + ( v – u )
G G G G G G ⎛ −4 ⎞ ⎛5⎞
= u + u + v + v + v – u 1 G G 1 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G
= u + 3v
G 2
p + 3q = 2 ⎜ 0 ⎟ + 3 ⎜ −1⎟
⎜2⎟ ⎜ −3 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
3. Jawaban: b
Berdasarkan gambar diperoleh: ⎛ −2 ⎞ ⎛ 15 ⎞
G G JG G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ 0 ⎟ + ⎜ −3 ⎟
u + v + w = 0
G JG G ⎜ 1⎟ ⎜ −9 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⇔ u + w =0– v
G JG G ⎛ −2 + 15 ⎞
⇔ u + w = –v ⎜ ⎟
G JG G = ⎜ 0 + (−3) ⎟
Jadi, pernyataan yang benar adalah u + w = – v . ⎜ 1 + (−9) ⎟
⎝ ⎠
4. Jawaban: a
⎛ 13 ⎞
G ⎛4⎞ G ⎛5⎞ ⎜ ⎟
u = ⎜ ⎟ dan v = ⎜ ⎟ = ⎜ −3 ⎟
⎝ −3 ⎠ ⎝7⎠ ⎜ −8 ⎟
⎝ ⎠
G G ⎛4⎞ ⎛5⎞
u + v = ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ 8. Jawaban: d
⎝ −3 ⎠ ⎝7⎠
⎛ 4 + 5 ⎞ ⎛ −2 ⎞
= ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
⎝ − 3 + 7 ⎠ Vektor posisi titik A(–2, 1, 5) adalah a = ⎜ 1 ⎟ .
⎛9⎞ ⎜5⎟
= ⎜ ⎟ ⎝ ⎠
⎝4⎠
⎛ −6 ⎞
G ⎜ ⎟
Vektor posisi titik B(–6, 4, –1) adalah b = ⎜ 4 ⎟ .
⎜ −1⎟
⎝ ⎠

Matematika Kelas X 7
G ⎛ −2 ⎞ ⎛ −6 ⎞ ⎛ −10 ⎞ ⎛ 0 ⎞
G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
3a – 2b = 3⎜ 1 ⎟ – 2⎜ 4 ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ −25 ⎟ – ⎜ −39 ⎟
⎜5⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ 40 ⎟ ⎜ 52 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠

⎛ −6 ⎞ ⎛ −12 ⎞ ⎛ −10 − 0 ⎞ ⎛ −10 ⎞


⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜3⎟ – ⎜ 8 ⎟ = ⎜ −25 − (−39) ⎟ = ⎜ 14 ⎟
⎜ 15 ⎟ ⎜ −2 ⎟ ⎜ 40 − 52 ⎟ ⎜ −12 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
12. Jawaban: a
G G G
⎛ −6 − (−12) ⎞ 3u – w = 2 v
⎜ ⎟
= ⎜ 3−8 ⎟ ⎛ −2 ⎞
G
⎛4⎞
⎜ 15 − (−2) ⎟ G G
⎝ ⎠ ⇔ w = 3u – 2 v = 3⎜ 1 ⎟ – 2⎜ 3 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ −2 ⎠ ⎝ −4 ⎠
⎛6⎞ ⎛ 12 ⎞ ⎛ −4 ⎞
⎜ ⎟
= ⎜ −5 ⎟ = ⎜3⎟ – ⎜6⎟
⎜ 17 ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ −6 ⎠ ⎝ −8 ⎠
⎛ 16 ⎞
9. Jawaban: a = ⎜ −3 ⎟
⎜ ⎟
G JJJG G G ⎛ 2⎞ ⎛2⎞ ⎛0⎞ ⎝2⎠
a = PQ = q – p = ⎜ 5 ⎟ – ⎜ −1⎟ = ⎜ 6 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 13. Jawaban: c
G G G G
G JJJG G ⎛ 4 ⎞ ⎛ 2⎞ ⎛2⎞ 4a + 2c = a – b
G G G G G
b = QR = r – q = ⎜ −2 ⎟ – ⎜ 5 ⎟ = ⎜ −7 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇔ 2c = a – b – 4a
G G G
⇔ 2 c = –3 a – b
1 G G 1 ⎛0⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛0⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ 2 ⎞
a + b = 2 ⎜ 6 ⎟ + ⎜ −7 ⎟ = ⎜ 3 ⎟ + ⎜ −7 ⎟ = ⎜ −4 ⎟ G
2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛4⎞ ⎛ −2 ⎞
⇔ 2 c = –3 ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟
10. Jawaban: b −3
⎝ ⎠ ⎝ 1⎠
G G G G G G
c – d = (2 a + b ) – ( a – 2 b ) G ⎛ −12 ⎞ ⎛ −2 ⎞
G G G G ⇔ 2c = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟
= 2a + b – a + 2b ⎝ 9 ⎠ ⎝ 1⎠
G G
= a + 3b G 1 ⎛ −10 ⎞
⇔ c = 2 ⎜ ⎟
⎛ −6 ⎞ ⎛ −3 ⎞ ⎝ 8 ⎠
= ⎜ ⎟ + 3⎜ ⎟
8
⎝ ⎠ ⎝2⎠ G ⎛ −5 ⎞
⇔ c = ⎜ ⎟
⎛ −6 ⎞ ⎛ −9 ⎞ ⎝4⎠
= ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟
8
⎝ ⎠ ⎝6⎠ G ⎛ −5 ⎞
Jadi, vektor c = ⎜ ⎟ .
⎛ −15 ⎞ ⎝4⎠
= ⎜ ⎟
⎝ 14 ⎠ 14. Jawaban: b
11. Jawaban: G G G G
JG G cG 2v + 5 w = 3 w – 4u
w = 3u + 5 v G G G G
G G JG G G G G ⇔ 5 w – 3 w = –4 u – 2 v
u – 3 v – 2 w = u – 3 v – 2(3 u + 5 v ) G G G
⇔ 2 w = –4 u – 2 v
G G G G G G G
= u – 3 v – 6 u – 10 v ⇔ w = –2 u – v
G G G G G
= –5 u – 13 v Diperoleh w = –2 u – v , maka:
G G G G G G G
u + 2 v + w = u + 2 v + (–2 u – v )
⎛2⎞ ⎛0⎞ G G G G
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = u + 2 v – 2u – v
= –5 ⎜ 5 ⎟ – 13 ⎜ −3 ⎟ G G
= v – u
⎜ −8 ⎟ ⎜4⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠

8 Vektor
G G G G
⎛ −1⎞ ⎛2⎞ ⇔ s = p – q + r
= ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟
⎝5⎠ ⎝4⎠
⎛2⎞ ⎛ −1⎞ ⎛5⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎛ −1 − 2 ⎞ = ⎜ −3 ⎟ – ⎜ 4 ⎟ + ⎜ −1⎟
= ⎜ ⎟
⎝ 5−4 ⎠ ⎜ −8 ⎟ ⎜3⎟ ⎜6⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −3 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎛ 2 − (−1) + 5 ⎞ ⎛8⎞
⎝ 1⎠ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ −3 − 4 + (−1) ⎟ = ⎜ −8 ⎟
15. Jawaban: c ⎜ −8 − 3 + 6 ⎟ ⎜ −5 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 1⎞ ⎛2⎞ Jadi, koordinat titik S(8, –8, –5).
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
a = ⎜ −4 ⎟ dan b = ⎜ 5 ⎟ 17. Jawaban: d
⎜3⎟ ⎜ −1⎟ JJJG JJJG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ TV = k UT
JJJG G G G G G G
PQ = 2 a – 3 b ⇔ ( v – t ) = k( t – u )
G G G G
⇔ q – p = 2a – 3b ⎛ ⎛ 8 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ −4 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎞
⇔ ⎜⎜ ⎟ − ⎜ ⎟⎟ = k ⎜⎜ ⎟ − ⎜ ⎟⎟
G G G G ⎝ ⎝ −2 ⎠ ⎝ 2 ⎠ ⎠ ⎝⎝ 2 ⎠ ⎝ 1 ⎠⎠
⇔ –p = 2 a – 3b – q
G G G G ⎛ 12 ⎞ ⎛ −3 ⎞
⇔ p = –2 a + 3 b + q ⇔ ⎜ ⎟ = k⎜ ⎟

⎝ ⎠4 ⎝ 1⎠
G ⎛ 1⎞ ⎛2⎞ ⎛4⎞ ⎛ 12 ⎞ ⎛ −3k ⎞
⇔ p = –2 ⎜ −4 ⎟ + 3 ⎜ 5 ⎟ + ⎜ 1 ⎟ ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ −4 ⎠ ⎝ k ⎠
⎜3⎟ ⎜ −1⎟ ⎜6⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Dari kesamaan di atas diperoleh k = –4.
⎛ −2 ⎞ ⎛6⎞ ⎛4⎞ Jadi, nilai k = –4.
G
⇔ p = 8 + 15 + ⎜ 1 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
18. Jawaban: d
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G G
⎜ −6 ⎟ ⎜ −3 ⎟ ⎜6⎟ JJJG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ AB = b – a

G ⎛8⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −3 ⎞
p ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇔ = ⎜ 24 ⎟ = ⎜ 1 ⎟ – ⎜ −2 ⎟
⎜ −3 ⎟ ⎜ 1⎟ ⎜ 3 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Jadi, koordinat titik P(8, 24, –3).
16. Jawaban: a ⎛5⎞
⎜ ⎟
= ⎜3⎟
G ⎛2⎞ ⎜ −2 ⎟
⎜ ⎟ ⎝ ⎠
Vektor posisi titik P(2, –3, –8) adalah p = ⎜ −3 ⎟ . JJJG
⎜ −8 ⎟ Titik
JJJG P segaris dengan titik A dan B jika AP =
⎝ ⎠ k AB . Pada pilihan nilai xP = 12, maka dapat
G ⎛ −1⎞ dimisalkan koordinat titik P(12, m, n).
⎜ ⎟ JJJG G G
Vektor posisi titik Q(–1, 4, 3) adalah q = ⎜ 4 ⎟ . AP = p – a
⎜3⎟
⎝ ⎠
⎛ 12 ⎞ ⎛ −3 ⎞
⎛5⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G ⎜ ⎟ = ⎜ m ⎟ – ⎜ −2 ⎟
Vektor posisi titik R(5, –1, 6) adalah r = ⎜ −1⎟ . ⎜n⎟ ⎜3⎟
⎜6⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎝ ⎠ ⎛ 15 ⎞
PQRS jajargenjang, maka:
JJJG JJJG ⎜ ⎟
= ⎜m + 2⎟
PQ = SR
G G G G ⎜ n−3 ⎟
⎝ ⎠
⇔ q – p = r – s

Matematika Kelas X 9
⎛ 15 ⎞ ⎛5⎞ 21. Jawaban: a
JJJG JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ JJJG JJJG
AP = k AB ⇔ ⎜m + 2⎟ = k ⎜ 3 ⎟ KH : HL = 2 : 1, maka:
⎜ n−3 ⎟ ⎜ −2 ⎟ G G G
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 2l + k
h =
⎛ 15 ⎞ ⎛ 5k ⎞ 2 +1
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇔ ⎜ m + 2 ⎟ = ⎜ 3k ⎟
1 ⎛ ⎛7⎞ ⎛ 1 ⎞⎞
⎜ n−3 ⎟ ⎜ −2k ⎟ = 3 ⎜2⎜ ⎟ + ⎜ ⎟⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎝ ⎝ 5 ⎠ ⎝ −4 ⎠ ⎠
Dari kesamaan di atas diperoleh:
15 = 5k ⇔ k=3 1 ⎛ ⎛ 14 ⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎞
= 3 ⎜⎜ ⎟ + ⎜ ⎟⎟
m + 2 = 3k ⇔ m + 2 = 9 ⎝ ⎝ 10 ⎠ ⎝ −4 ⎠ ⎠
⇔ m=7
1 ⎛ 15 ⎞ ⎛5⎞
n – 3 = –2k ⇔ n – 3 = –6 = 3 ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⇔ n = –3 ⎝6⎠ ⎝2⎠
Jadi, koordinat titik yang segaris dengan titik A Jadi, koordinat titik H(5, 2).
dan B adalah (12, 7, –3). 22. Jawaban: e
19. Jawaban: c JJJG JJJJG
Dari gambar diperoleh PM : MQ = –3 : 5, maka:
G G
⎛2⎞ ⎛4⎞ ⎛ −2 ⎞ JJG −3q + 5p
JJJG G G ⎜ −2 ⎟ ⎜2⎟ ⎜ ⎟ m =
AB = b − a = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ = ⎜ −4 ⎟ −3 + 5
⎝ 1⎠ ⎝ q⎠ ⎝1 − q⎠
1 ⎛ ⎛ 1⎞ ⎛ 5 ⎞⎞
= 2 ⎜ −3 ⎜ ⎟ + 5 ⎜ ⎟ ⎟
⎛ 8 ⎞ ⎛4⎞ ⎛ 4 ⎞ ⎝ ⎝0⎠ ⎝ −2 ⎠ ⎠
JJJG G G ⎜p + 2⎟ ⎜2⎟ ⎜ p ⎟
AC = c − a = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ 1 ⎛ ⎛ −3 ⎞ ⎛ 25 ⎞ ⎞
⎝ −8 ⎠ ⎝ q⎠ ⎝ −8 − q ⎠ = 2 ⎜⎜ ⎟ + ⎜ ⎟⎟
Titik A, B, dan C segaris sehingga diperoleh ⎝ ⎝ 0 ⎠ ⎝ −10 ⎠ ⎠
hubungan berikut. 1 ⎛ 22 ⎞
JJJG JJJG = 2 ⎜ ⎟
k AB = AC ⎝ −10 ⎠
⎛ 11 ⎞
⎛ −2 ⎞ ⎛ 4 ⎞ = ⎜ ⎟
⇒ k ⎜ −4 ⎟ = ⎜ p ⎟ ⎝ −5 ⎠
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ Jadi, koordinat titik M(11, –5).
⎝1 − q⎠ ⎝ −8 − q ⎠
⎛ −2k ⎞ ⎛ 4 ⎞ 23. Jawaban: d
⇔ ⎜ −4k ⎟ = ⎜ p ⎟ Misalkan titik tengah P(2, –2, 5) dan Q(–4, 0, 1)
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ adalah R, maka:
⎝ (1 − q)k ⎠ ⎝ −8 − q ⎠ G G
G p+q
Dari kesamaan vektor diperoleh: r =
2
–2k = 4 ⇔ k = –2
–4k = p ⇒ p = –4 × (–2) = 8 ⎛ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎞
(1 – q)k = –8 – q ⇒ (1 – q) × (–2) = –8 – q 1 ⎜⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟
= 2 ⎜ ⎜ −2 ⎟ + ⎜ 0 ⎟ ⎟
⇔ –2 + 2q = –8 – q ⎜⎜ 5 ⎟ ⎜ 1 ⎟⎟
⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎠⎠
⇔ 3q = –6
⇔ q = –2 ⎛ −2 ⎞
Jadi, nilai p + q = 8 + (–2) = 6. 1 ⎜ ⎟
= 2 ⎜ −2 ⎟
20. Jawaban: c ⎜6⎟
JJJG JJJG ⎝ ⎠
AB : BP = 3 : –2 dapat digambarkan sebagai
berikut. ⎛ −1⎞
3 ⎜ ⎟
= ⎜ −1⎟
–2
⎜3⎟
⎝ ⎠
A P B Diperoleh koordinat titik R(–1, –1, 3).
Jadi, gambar yang benar ada pada pilihan c. Jadi, koordinat titik tengah P dan Q adalah
(–1, –1, 3).

10 Vektor
24. Jawaban: b B. Uraian
5 JJJG JJJG JJJG JJJG
3 1. a. AB – ED + CD – CB
–2 JJJG JJJG JJJG JJJG
= AB + DE + CD + BC
A(11, 3, –2) P B(6, 8, 3) JJJG JJJG JJJG JJJG
= AB + BC + CD + DE
JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG
AB : BP = 5 : –2 ⇔ AP : PB = 3 : 2 = ( AB + BC ) + ( CD + DE )
2 × 11 + 3 × 6 JJJG JJJG JJJG
2x A + 3xB = AB + CE = AE
xP = = 5
2+3 JJJG JJJG JJJG JJJG
22 + 18 b. AB – AC – CD + BC
= 5 JJJG JJJG JJJG JJJG
= AB + CA + DC + BC
40 JJJG JJJG JJJG JJJG
= 5 =8 = AB + BC + CA + DC
2×3 + 3×8
JJJG JJJG JJJG
2y A + 3yB = AC + CA + DC
yP = = 5
2+3 JJJG JJJG
6 + 24 = AA + DC
= 5 G JJJG JJJG
= 0 + DC = DC
30
= 5 =6 2. S
R
2z A + 3zB 2 × (−2) + 3 × 3
zP = = 5
2+3
−4 + 9 O
= 5
P T Q
5
= 5 =1
JJJG G JJJG G
Jadi, koordinat titik P(8, 6, 1). PQ = u dan PS = v
JJJG JJJG JJJG
25. Jawaban: e a. QS = QP + PS
JJJG JJJG JJJG JJJG
Kedudukan titik M, N, dan K dengan MN : NK = = – PQ + PS
G G
1 : 2 dapat digambarkan sebagai berikut. = –u + v
3 JJJG 1 JJJG
–2
b. OR = 2 PR
1 JJJG JJJG
M N K
= 2 ( PQ + QR )

JJJG JJJG 1 JJJG JJJG


= 2 ( PQ + PS )
Dari gambar diperoleh MN : NK = 1 : 2 ekuivalen
JJJG JJJG 1 G G
dengan MK : KN = 3 : –2 sehingga: = 2 (u + v )
G JJG
G 3n + ( −2)m
k = 3 + (−2) 1 G 1 G
= 2 u + 2 v
JJJG JJJG JJJG
⎛ ⎛ −1⎞ ⎛ 2 ⎞⎞ c. TS = TP + PS
1 ⎜ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟ JJJG JJJG
= 1 ⎜ 3 ⎜ 3 ⎟ + (−2) ⎜ 5 ⎟ ⎟ = – PT + PS
⎜ ⎜0⎟ ⎜ −1⎟ ⎟
⎝ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠⎠
1 JJJG JJJG
= – PQ + PS
2
⎛ −3 ⎞ ⎛ −4 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 1 G G
= ⎜ 9 ⎟ + ⎜ −10 ⎟ =–2 u + v
⎜0⎟ ⎜ 2 ⎟ JJJG JJJG JJJG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ d. RT = RQ + QT
JJJG JJJG
⎛ −7 ⎞ = – QR + (– TQ )
⎜ ⎟ JJJG 1 JJJG
= ⎜ −1⎟ = – PS – PQ
⎜2⎟ 2
⎝ ⎠ G 1 G
= –v – 2 u
Jadi, koordinat titik K(–7, –1, 2).

Matematika Kelas X 11
G G G 4. a. Dari gambar diperoleh:
3. a. a + b + c
G ⎛2⎞
⎛6⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −3 ⎞ u = ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⎝3⎠
−2
⎝ ⎠ 3
⎝ ⎠ ⎝8⎠
G ⎛5⎞
⎛ 6 + 1 + ( −3) ⎞ v = ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ ⎝ −2 ⎠
⎝ −2 + 3 + 8 ⎠
JG ⎛ −3 ⎞
⎛4⎞ w = ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ ⎝5⎠
⎝9⎠ JG
G G G G G
b. 2u – 3 v + w
b. a – b – c
⎛2⎞ ⎛5⎞ ⎛ −3 ⎞
⎛6⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎛ −3 ⎞ = 2⎜ ⎟ – 3⎜ ⎟ + ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ ⎝3⎠ ⎝ −2 ⎠ ⎝5⎠
⎝ −2 ⎠ ⎝3⎠ ⎝ 8 ⎠
⎛4⎞ ⎛ 15 ⎞ ⎛ −3 ⎞
⎛ 6 − 1 − ( −3) ⎞ = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ ⎝6⎠ ⎝ −6 ⎠ ⎝5⎠
⎝ −2 − 3 − 8 ⎠
⎛ 4 − 15 + (−3) ⎞
⎛ 8 ⎞ = ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ ⎝ 6 − ( −6) + 5 ⎠
⎝ −13 ⎠
1 G G G ⎛ −14 ⎞
c. a + 2b – 3c = ⎜ ⎟
2
⎝ 17 ⎠
1 ⎛ 6 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −3 ⎞ G G JG
= 2 ⎜ ⎟ + 2⎜ ⎟ – 3⎜ ⎟ c. u + v + w
⎝ −2 ⎠ ⎝3⎠ ⎝8⎠
⎛2⎞ ⎛5⎞ ⎛ −3 ⎞
= ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟
⎛3⎞ ⎛2⎞ ⎛ −9 ⎞ 3 −2
= ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝5⎠
⎝ −1⎠ ⎝6⎠ ⎝ 24 ⎠
⎛ 2 + 5 + ( −3) ⎞
= ⎜ ⎟
⎛ 3 + 2 − (−9) ⎞
= ⎜ ⎟ ⎝ 3 + ( −2) + 5 ⎠
⎝ −1 + 6 − 24 ⎠
⎛4⎞
= ⎜ ⎟
⎛ 14 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎝6⎠
⎝ −19 ⎠
G G G G ⎛2⎞
d. (3 a + b ) – (4 a – 2 c ) = 2⎜ ⎟
G G G G ⎝3⎠
= 3a + b – 4a + 2c G
G G G = 2u
= –a + b + 2c G G JG G
Terbukti: u + v + w = 2 u
⎛6⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −3 ⎞
= –⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ + 2⎜ ⎟
−2
⎝ ⎠ 3
⎝ ⎠ ⎝8⎠ ⎛ 1⎞ ⎛2⎞
G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
5. a. u = 2 ⎜ 4 ⎟ + 3 ⎜ −1⎟
⎛ −6 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −6 ⎞ ⎜ −2 ⎟ ⎜3⎟
= ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎝2⎠ ⎝3⎠ ⎝ 16 ⎠

⎛ −6 + 1 + ( −6) ⎞ ⎛2⎞ ⎛6⎞


= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ 8 ⎟ + ⎜ −3 ⎟
⎝ 2 + 3 + 16 ⎠
⎜ −4 ⎟ ⎜9⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −11⎞
= ⎜ ⎟
⎝ 21 ⎠ ⎛8⎞
⎜ ⎟
= ⎜5⎟
⎜5⎟
⎝ ⎠

12 Vektor
⎛6⎞ ⎛ 1⎞ JG ⎛ − 1⎞ ⎛3⎞
G 2 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
v = 3 ⎜ 0 ⎟ – 2⎜ 4 ⎟ ⇔ 2 w = 3 ⎜ 4 ⎟ – 5 ⎜ −2 ⎟
⎜ −3 ⎟ ⎜ −2 ⎟ ⎜2⎟ ⎜6⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −3 ⎞ ⎛ 15 ⎞
JG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎛4⎞ ⎛2⎞ ⇔ 2 w = ⎜ 12 ⎟ – ⎜ −10 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜6⎟ ⎜ 30 ⎟
= ⎜0⎟ – ⎜8⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎜ −2 ⎟ ⎜ −4 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛ −18 ⎞
JG ⎜ ⎟
⇔ 2 w = ⎜ 22 ⎟
⎛2⎞
⎜ ⎟ ⎜ −24 ⎟
= ⎜ −8 ⎟ ⎝ ⎠
⎜2⎟ ⎛ −18 ⎞ ⎛ −9 ⎞
⎝ ⎠ JG 1 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇔ w = 2 ⎜ 22 ⎟ = ⎜ 11 ⎟
⎛8⎞ ⎛2⎞ ⎜ −24 ⎟ ⎜ −12 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
b. 2 u – 4 v = 2 ⎜ 5 ⎟ – 4 ⎜ −8 ⎟
⎜5⎟ ⎜2⎟ ⎛ −9 ⎞
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ JG ⎜ ⎟
Jadi, vektor w = ⎜ 11 ⎟ .
⎛ 16 ⎞ ⎛ 8 ⎞ ⎜ −12 ⎟
⎝ ⎠
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ 10 ⎟ – ⎜ −32 ⎟
G G G
⎜ 10 ⎟ ⎜ 8 ⎟ 7. a. u = ma + nb
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −5 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎛3⎞
⎛8⎞ ⇔ ⎜ ⎟ = m⎜ ⎟ + n⎜ ⎟
⎜ ⎟ ⎝6⎠ ⎝4⎠ ⎝2⎠
= ⎜ 42 ⎟
⎜2⎟ ⎛ −5 ⎞ ⎛ −m ⎞ ⎛ 3n ⎞
⎝ ⎠ ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟
6
⎝ ⎠ ⎝ 4m ⎠ ⎝ 2n ⎠
G G JG G
6. a. 2u – 3 v – w = 0
G G G JG ⎛ −5 ⎞ ⎛ −m + 3n ⎞
⇔ 2u – 3 v = 0 + w ⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
JG G G ⎝6⎠ ⎝ 4m + 2n ⎠
⇔ w = 2u – 3 v
Dari kesamaan vektor di atas diperoleh:
–m + 3n = –5 . . . (i)
JG ⎛ − 1⎞ ⎛3⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 4m + 2n = 6 . . . (ii)
⇔ w = 2 ⎜ 4 ⎟ – 3 ⎜ −2 ⎟
⎜2⎟ ⎜6⎟ Eliminasi n dari persamaan (i) dan (ii):
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ –m + 3n = –5 × 2 –2m + 6n = –10
⎛ −2 ⎞ ⎛9⎞ 4m + 2n = 6 × 3 12m + 6n = 18
JG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ––––––––––––– –
⇔ w = ⎜ 8 ⎟ – ⎜ −6 ⎟
–14m = –28
⎜4⎟ ⎜ 18 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇔ m=2
Substitusi m = 2 ke dalam persamaan (ii):
JG ⎛ −11⎞
⎜ ⎟ 4m + 2n = 6
⇔ w = ⎜ 14 ⎟ ⇔ 4 × 2 + 2n = 6
⎜ −14 ⎟ ⇔ 8 + 2n = 6
⎝ ⎠
⇔ 2n = –2
JG ⎛ −11⎞ ⇔ n = –1
⎜ ⎟ G G G
Jadi, vektor w = ⎜ 14 ⎟ .
⎜ −14 ⎟ Diperoleh u = m a + n b dipenuhi oleh m = 2
⎝ ⎠ dan n = –1.
G JG G G JG G G G
b. u = u
5 v – JGw – 2JG G – 3w G Jadi, u = 2 a – b .
G
⇔ – w + 3 w = – 5 v + 2u
u
JG G G
⇔ 2w = 3u – 5 v

Matematika Kelas X 13
G G G
b. v = ma + na
⎛7⎞
⎛ 3 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎛3⎞ ⎜ ⎟
= ⎜ −6 ⎟
⇔ ⎜ ⎟ = m⎜ ⎟ + n⎜ ⎟
⎝ − 12 ⎠ 4
⎝ ⎠ ⎝2⎠ ⎜6⎟
⎝ ⎠
Jadi, koordinat titik D(7, –6, 6).
⎛ 3 ⎞ ⎛ −m ⎞ ⎛ 3n ⎞
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ JJJG JJJG
⎝ −12 ⎠ ⎝ 4m ⎠ ⎝ 2n ⎠ 9. a. Perbandingan AC : CB = 2 : 1 dapat digambar-
kan:
⎛ 3 ⎞ ⎛ −m + 3n ⎞
⇔ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ 2 1
⎝ −12 ⎠ ⎝ 4m + 2n ⎠
Dari kesamaan vektor tersebut diperoleh: A C B
–m + 3n = 3 . . . (i)
4m + 2n = –12 . . . (ii) Diperoleh:
G G G
Eliminasi n dari persamaan (i) dan (ii): 2b + a
c =
–m + 3n = 3 × 2 –2m + 6n = 6 2+1
4m + 2n = –12 × 3 12m + 6n = –36
1 ⎛ ⎛ −4 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎞
––––––––––––– – = 3 ⎜2⎜ ⎟ + ⎜ ⎟⎟
–14m = 42 ⎝ ⎝ 2 ⎠ ⎝ −1⎠ ⎠
⇔ m = –3
Substitusi m = –3 ke dalam persamaan (ii): 1 ⎛ ⎛ −8 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎞
= 3 ⎜⎜ ⎟ + ⎜ ⎟⎟
4m + 2n = –12 ⎝ ⎝ 4 ⎠ ⎝ −1⎠ ⎠
⇔ 4 × (–3) + 2n = –12
⇔ –12 + 2n = –12 1 ⎛ −6 ⎞
⇔ 2n = 0 = 3 ⎜ ⎟
⎝3⎠
⇔ G n = G0 G
Diperoleh u = m a + n b dipenuhi oleh ⎛ −2 ⎞
= ⎜ ⎟
m = –3 G dan nG = 0. G ⎝ 1⎠
Jadi, v = –3 a + 0 b .
Jadi, koordinat titik C(–2, 1).
8. Koordinat A(–4, 5, 2); B(2, –1, 3); dan C(3, –2, 1). JJJG JJJG
b. Perbandingan AB : BC = 3 : 2 dapat digambar-
JJJG ⎛3⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎛7⎞ kan:
G G
a. AC = c − a = ⎜ −2 ⎟ – ⎜ 5 ⎟ = ⎜⎜ −7 ⎟⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 3 2
⎜ 1⎟ ⎜2⎟ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ A B C
⎛ 3⎞ ⎛ 2⎞ ⎛ 1⎞ JJJG JJJG
JJJG G G Perbandingan AB : BC = 3 : 2 ekuivalen
BC = c − b = ⎜ −2 ⎟ – ⎜ −1⎟ = ⎜ −1⎟⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜
JJJG JJJG
⎜ 1⎟ ⎜3⎟ ⎜ −2 ⎟ dengan AC : CB = 5 : –2, sehingga:
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ G G
G 5b + ( −2)a
b. Misalkan koordinat c =
JJJG JJJG titik
JJJG D(x, y, z). 5 + (−2)
AD = 2AC − 3BC
G G JJJG JJJG
⇔ d − a = 2AC − 3BC 1 ⎛ ⎛ −4 ⎞ ⎛ 2 ⎞⎞
= 3 ⎜ 5 ⎜ ⎟ + (−2) ⎜ ⎟ ⎟
⎝ ⎝ ⎠2 ⎝ −1⎠ ⎠
⎛ x ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎛7⎞ ⎛ 1⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 1 ⎛ ⎛ −20 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎞
⇒ y –
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 5 = 2 −
⎜ ⎟7 – 3 ⎜ −1⎟
⎜z⎟ ⎜ 2 ⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ −2 ⎟
= 3 ⎜⎜ ⎟ + ⎜ ⎟⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎝ 10 ⎠ ⎝ 2 ⎠ ⎠

⎛x⎞ ⎛ 14 ⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎛ −4 ⎞ 1 ⎛ −24 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = 3 ⎜ ⎟
⇔ ⎜ y ⎟ = ⎜ −14 ⎟ – ⎜ −3 ⎟ + ⎜ 5 ⎟ ⎝ 12 ⎠
⎜z⎟ ⎜ −2 ⎟ ⎜ −6 ⎟ ⎜2⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −8 ⎞
= ⎜ ⎟
⎛ 11 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎝4⎠
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ −11⎟ + ⎜ 5 ⎟ Jadi, koordinat titik C(–8, 4).
⎜ 4 ⎟ ⎜2⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠

14 Vektor
10. a. Menentukan koordinat titik A. Menentukan koordinat titik C.
2
1 2
P A Q 1
Q R C
Titik A membagi PQ di dalam dengan per-
bandingan 1 : 2 maka PA : AQ = 1 : 2. Titik C membagi QR di luar dengan per-
1× x Q + 2 × xP bandingan 2 : 1 maka QC : CR = 2 : (–1).
xA =
1+ 2 2 × xR − 1× xQ
xC =
2 −1
1× 0 + 2 × 3
=
3 2 × 1 − 1× 0
=
1
6
= 3 =2–0
=2 =2
1× y Q + 2 × yP 2 × yR − 1× yQ
yA = yC =
1+ 2 2 −1

1× 3 + 2 × 0 2 × 0 − 1× 3
= =
3 1
=0–3
3
= 3 = –3
2 × zR − 1× zQ
=1 zC =
2 −1
1× zQ + 2 × zP
zA =
1+ 2 = 2 × (−4) − 1× (−3)
1
1× (−3) + 2 × 6
= −8 + 3
3 = 1
9
= 3 = –5
Diperoleh koordinat titik C(2, –3, –5).
=3
Diperoleh koordinat titik A(2, 1, 3). b. Titik A, B, dan C kolinear jika memenuhi
Titik B merupakan titik tengah PR maka JJJG JJJG
AC = k AB untuk suatu konstanta k.
koordinat titik B:
xP + xR ⎛2⎞ ⎛2⎞ ⎛0⎞
xB = JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
2 −
AB b − a
= = 0
⎜ ⎟ ⎜ ⎟1 = ⎜ −1⎟
3 +1 ⎜ 1⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎜ −2 ⎟
= ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
2
=2 ⎛ 2 ⎞ ⎛2⎞
JJJG G G
yP + yR AC = c − a = ⎜ −3 ⎟ − ⎜ 1 ⎟
yB = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
2
⎝ −5 ⎠ ⎝ 3 ⎠
0+0
= 2 ⎛0⎞
=0 = ⎜ −4 ⎟
⎜ ⎟
zP + zR ⎝ −8 ⎠
zB = 2

6−4
⎛0⎞
= 2
= 4 ⎜ −1⎟
⎜ ⎟
=1 ⎝ −2 ⎠
Diperoleh koordinat titik B(2, 0, 1). JJJG
= 4 AB

Matematika Kelas X 15
JJJG JJJG JJJG
Terdapat k = 4 yang memenuhi AC = k AB , | AB | = 02 + (−1)2 + (−2)2
JJJG JJJG
sehingga AC dan AB searah.
JJJG JJJG = 0 + 1+ 4
Oleh karena AC dan AB keduanya melalui
= 5
titik A, maka A, B, dan C segaris (kolinear). JJJG
Jadi, terbukti titik A, B, dan C kolinear. |BC | = 02 + (−3)2 + (−6)2
JJJG JJJG
c. Perbandingan panjang AB : BC = 0 + 9 + 36
⎛ 2 ⎞ ⎛2⎞ ⎛ 0 ⎞ = 45
JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
BC = c − b = ⎜ −3 ⎟ − ⎜ 0 ⎟ = ⎜ −3 ⎟
⎜ −5 ⎟ ⎜ 1 ⎟ ⎜ −6 ⎟ =3 5
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ JJJG JJJG
Jadi, perbandingan panjang AB : BC
= 5 : 3 5 = 1 : 3.

16 Vektor
A. Pilihan Ganda
= 3 6
1. Jawaban: c
⎛ 1⎞
G ⎛ −2 ⎞ G ⎜ ⎟ G
Panjang vektor v = ⎜ ⎟ : Jadi, p = ⎜ −2 ⎟ dan | p | = 3 6 sehingga
⎝4⎠ ⎜ −7 ⎟
⎝ ⎠
G
| v | = (−2)2 + 42 pernyataan yang benar ada pada pilihan b.

= 4 + 16 5. Jawaban: d

= 20 ⎛a⎞
G G G G ⎜ ⎟
= 2 5 v = a i – b j + c k = ⎜ −b ⎟
G ⎜ c ⎟
⎝ ⎠
Jadi, panjang vektor v adalah 2 5 .
G
2. Jawaban: c Panjang vektor v :
G
G ⎛6⎞ | v | = a2 + (−b)2 + c 2
Dari gambar diperoleh vektor u = ⎜ ⎟ :
⎝ −3 ⎠
= a 2 + b2 + c 2
G
| u | = 62 + (−3)2 G
Jadi, | v | = a 2 + b2 + c 2 .
= 36 + 9
6. Jawaban: b G G G G
= 45 Panjang vektor u = i + 3 j – 3 k :
G
= 3 5 u = 12 + 32 + (−3)2
G
Jadi, nilai | u | = 3 5 .
= 1+ 9 + 9
3. Jawaban: d
= 19 G G G G
⎛ 1⎞ Panjang vektor v = 2 i – 4 j + k :
G ⎜ ⎟
Vektor a = ⎜ 2 ⎟ , maka: G
⎜ −2 ⎟ | v | = 22 + (−4)2 + 12
⎝ ⎠
= 4 + 16 + 1
G
|a| = 12 + 22 + (−2)2 = 21 JG G G G
= 1+ 4 + 4 Panjang vektor w = –2 i + 2 j – 3 k :
JG
= 9 | w | = (−2)2 + 22 + (−3)2
=3
G = 4+4+9
Jadi, nilai | a | = 3.
= 17
4. Jawaban: b
Oleh karena 21 > 19 > 17 , maka urutan
G G JG
⎛ 1⎞ vektor dari yang terpanjang adalah v , u , dan w .
G G G G ⎜ ⎟ G
p = i – 2 j – 7 k = ⎜ −2 ⎟ Jadi, urutan vektor dari yang terpanjang adalah v ,
G JG
⎜ −7 ⎟ u , dan w .
⎝ ⎠
G
|p | = 12 + (−2)2 + (−7)2
= 1 + 4 + 49
= 54

Matematika Kelas X 17
7. Jawaban: d 10. Jawaban: b
⎛6⎞
G ⎜ ⎟ G G ⎛ −5 ⎞ ⎛3⎞ ⎛ −2 ⎞
Panjang vektor u = ⎜ −3 ⎟ : p + q = ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎜3⎟ ⎝6⎠ ⎝2⎠ ⎝8⎠
⎝ ⎠
G G G
2 2
| u | = 6 + (−3) + 3
2 | p + q | = (−2)2 + 82

= 36 + 9 + 9 = 4 + 64
= 54 = 68
= 3 6 = 2 17
⎛ −2 ⎞ G G
G ⎜ ⎟ Jadi, nilai | p + q | = 2 17 .
Panjang vektor v = ⎜ −4 ⎟ :
⎜2⎟ 11. Jawaban: a
⎝ ⎠ G G
G 2 a – b = 2( î – 2 ĵ + 3 k̂ ) – (2 î + ĵ – 4 k̂ )
| v | = 2 + (−4) + 22
2 2
= (2 î – 4 ĵ + 6 k̂ ) – (2 î + ĵ – 4 k̂ )
= 4 + 16 + 4 = (2 – 2) î + (–4 – 1) ĵ + (6 + 4) k̂
= 24 = 0 î – 5 ĵ + 10 k̂
= 2 6 G G
G G |2 a – b | = 02 + (−5)2 + 102
2| u | + | v | = 2 × 3 6 + 2 6
= 0 + 25 + 100
= 6 6 + 2 6
=125 = 5 5
= 8 6 G
G G G
Jadi, panjang vektor (2 a – b ) adalah 5 5 .
Jadi, hasil 2| u | + | v | = 8 6 .
12. Jawaban: d
8. Jawaban: c JJJG G G
G ⎛a⎞ G AB = b – a
Misalkan vektor v = ⎜ ⎟ , maka | v | = a 2 + b2 .
⎝b⎠ ⎛3⎞ ⎛ −3 ⎞
G ⎛a⎞ ⎛ 4a ⎞ = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟
4v = 4⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ −7
⎝ ⎠ ⎝ 1⎠
b
⎝ ⎠ ⎝ 4b ⎠
G ⎛6⎞
2 2 = ⎜ ⎟
|4 v | = (4a) + (4b) ⎝ −8 ⎠
JJJG
= 16a2 + 16b2 | AB | = 62 + (−8)2
= 36 + 64
= 16(a2 + b2 )
= 100
= 16 (a2 + b2 ) = 10
JJJG
= 4 a 2 + b2 Jadi, nilai | AB | = 10.
G 13. Jawaban: e
= 4| v | JJJG G G
G G PQ = q – p
Jadi, nilai |4 v | = 4| v |.
⎛ 0 ⎞ ⎛ −4 ⎞
9. Jawaban: a ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G G = ⎜5⎟ – ⎜3⎟
Vektor u dan v searah, maka berlaku: ⎜ −1⎟ ⎜ 3 ⎟
G G G G ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
|u + v | = |u | + | v | ⎛4⎞
G G G G G G ⎜ ⎟
| u – v | = | u | – | v | jika | u | > | v | = ⎜2⎟
G G G G G G ⎜ −4 ⎟
| u – v | = | v | – | u | jika | u | < | v | ⎝ ⎠
Jadi, pernyataan yang benar adalah pernyataan
(i).

18 Vektor
Jarak antara titik P dan Q sama dengan panjang JJJG
JJJG | LM | = (xM − xL )2 + (yM − yL )2
vektor PQ , yaitu:
JJJG = (−2 − 2)2 + (−1 − 1)2
| PQ | = 42 + 22 + (−4)2
= (−4)2 + (−2)2
= 16 + 4 + 16
= 36 = 16 + 4
=6 = 20
Jadi, jarak antara titik P dan Q adalah 6. JJJG 2 JJJG 2
(i) | KL | + | KM | = ( 10 )2 + ( 10 )2
14. Jawaban: e = 10 + 10
JJJG JJJJG JJJG
PQ = OQ – OP = 20
⎛7⎞ ⎛ 5⎞ = ( 20 )2
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ JJJG
= ⎜ −x ⎟ – ⎜ x ⎟ = | LM |2
⎜3⎟ ⎜ 2⎟ Jadi, segitiga KLM siku-siku di K.
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JJJG JJJG
⎛ 2 ⎞ (ii) | KL | = | KM | = 10 , maka segitiga KLM sama
⎜ ⎟ kaki.
= ⎜ −2x ⎟
⎜ 1 ⎟ (iii) Luas segitiga KLM:
JJJG ⎝ ⎠
1 JJJG JJJG
⎢PQ ⎢ = 3 L = 2 × | KL | × | KM |

⇒ 22 + (−2x)2 + 12 = 3 1
= 2 × 10 × 10
2
⇔ 4 + 4x + 1 = 3
1
2
= 2 × 10
⇔ 4x + 5 = 3
= 5 satuan luas
⇔ 4x2 + 5 = 9 (iv) Keliling segitiga KLM:
⇔ 4x2 = 4 JJJG JJJG JJJG
K = | KL | + | KM | + | LM |
⇔ x2 = 1
= 10 + 10 + 20
⇔ x = –1 atau x = 1
Oleh karena x > 0 maka x = 1. = 2 10 + 2 5
Jadi, nilai x = 1.
= 2( 10 + 5 ) satuan panjang
15. Jawaban: a
≠ 4 10 satuan panjang
Koordinat titik K(1, –2), L(2, 1), dan M(–2, –1), maka:
JJJG Jadi, pernyataan yang benar adalah (i), (ii), dan
| KL | = (xL − xK )2 + (yL − yK )2 (iii).
16. Jawaban: d
= (2 − 1)2 + (1 − (−2))2
Koordinat titik P(3, 2, –1), Q(6, 0, –4), dan
= 12 + 32 R(–1, –2, 3), maka:
JJJG
= 1+ 9 |PQ | = (x Q − xP )2 + (y Q − yP )2 + (zQ − zP )2
= 10
JJJG = (6 − 3)2 + (0 − 2)2 + (−4 − (−1))2
| KM | = (xM − xK )2 + (yM − yK )2
= 32 + (−2)2 + (−3)2
= (−2 − 1)2 + (−1 − (−2))2
= 9+4+9
= (−3)2 + 12
= 22
= 9 +1 JJJG
| PR | = (xR − xP )2 + (yR − yP )2 + (zR − zP )2
= 10
= (−1 − 3)2 + (−2 − 2)2 + (3 − (−1))2

Matematika Kelas X 19
18. Jawaban: b
= (−4)2 + (−4)2 + 42
G ⎛3⎞
a = ⎜ ⎟
= 16 + 16 + 16
⎝ −4 ⎠
= 48 G
| a | = 32 + (−4)2
= 4 3
JJJG = 9 + 16
| QR | = (xR − x Q )2 + (yR − y Q )2 + (zR − zQ )2
= 25 = 5
2 2 2 G
= (−1 − 6) + (−2 − 0) + (3 − (−4)) Vektor satuan dari a :
G
a
= (−7)2 + (−2)2 + 72 êaG = G
|a|
= 49 + 4 + 49 1 ⎛ 3 ⎞
= 5 ⎜ ⎟
= 102 ⎝ −4 ⎠
JJJG JJJG JJJG
Diperoleh | PQ | < | PR | < | QR |.
Jadi, pernyataan ”Sisi PQ lebih pendek daripada ⎛ 3⎞
= ⎜ 4⎟
5
sisi PR” benar. ⎜− ⎟
⎝ 5⎠
17. Jawaban: e
G ⎛ 1⎞ ⎛ 0,6 ⎞
Panjang vektor u = ⎜ ⎟ : = ⎜ ⎟
⎝ 1⎠ ⎝ −0,8 ⎠
G G
| u | = 12 + 12 Jadi, vektor satuan yang searah dengan vektor a

= 1+ 1 ⎛ 0,6 ⎞
adalah êaG = ⎜ ⎟.
= 2 ⎝ −0,8 ⎠

⎛− 1⎞ 19. Jawaban: d
G
Panjang vektor v = ⎜ ⎟ :
2
⎜⎜ 3 ⎟⎟ ⎛3⎞ ⎛2⎞ ⎛ 1⎞
JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ 2 ⎠ PQ = q – p = ⎜ −3 ⎟ – ⎜ −1⎟ = ⎜ −2 ⎟
⎜5⎟ ⎜3⎟ ⎜2⎟
G 2
⎛ 3⎞
2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 1⎞
|v| = ⎜ − 2 ⎟ + ⎜⎜ 2 ⎟⎟ JJJG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
|PQ | = 12 + (−2)2 + 22
1 3
= +
= 1+ 4 + 4
4 4

= 1 = 9
=1 =3
JJJG
⎛ 1 ⎞ Vektor satuan dari | PQ |:
JG ⎜ 5⎟ JJJG
Panjang vektor w = ⎜ 2 ⎟
: PQ 1
⎜ ⎟ êPQ
JJJG
= JJJG = 3
⎝ 5⎠ | PQ |

JG ⎛ 1 ⎞
2
⎛ 2 ⎞
2
⎛ 1 ⎞
|w| = ⎜ ⎟ +⎜ ⎟ ⎜ 3 ⎟
⎝ 5⎠ ⎝ 5⎠ ⎜ 2⎟ 1 G 2 G 2 G
= ⎜− 3 ⎟ = 3 i – 3 j + 3 k
1 4 ⎜⎜ 2 ⎟⎟
= +
5 5 ⎝ 3 ⎠
= 1 Jadi, vektor satuan yang searah dengan vektor
=1 JJJG 1 G 2 G 2 G
Vektor satuan adalah vektor yang panjangnya satu |PQ | adalah êPQ
JJJG
= 3 i – 3 j + 3 k.
G JG
satuan, yaitu v dan w .

20 Vektor
20. Jawaban: d G G ⎛ −6 ⎞ ⎛ −3 ⎞ ⎛ −3 ⎞
b. a – b = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎛ ⎞ 1
⎝8⎠ ⎝5⎠ ⎝3⎠
G ⎜ ⎟ 2
G G
Vektor r = ⎜ k ⎟ merupakan vektor satuan jika: Panjang vektor a – b :
⎜ 1⎟
⎜− ⎟ G G
⎝ 4⎠ | a – b | = (−3)2 + 32
G
|r | = 1 = 9+9

⎛ 1⎞
2 2 = 18
⇔ ⎜2⎟ + k2 + ⎛⎜ − 1 ⎞⎟ = 1
⎝ ⎠ ⎝ 4 ⎠ = 3 2
1 1 G G ⎛ −3 ⎞
⇔ + k2 + =1 Jadi, a – b = ⎜ ⎟ dan panjangnya 3 2 .
4 16
⎝3⎠
5
⇔ k 2 + 16 = 1 ⎛2⎞
G ⎜ ⎟
2. a. Panjang vektor u = ⎜ 4 ⎟ :
5
⇔ k2 + 16 = 12 ⎜ −4 ⎟
⎝ ⎠
G
⇔ k2 = 1 – 16
5 | u | = 2 + 4 + (−4)2
2 2

11
= 4 + 16 + 16
⇔ k2 = 16
= 36
1 =6
⇔ k = ± 4 11
⎛3⎞
G ⎜ ⎟
1 1 Panjang vektor v = ⎜ −4 ⎟ :
Jadi, nilai k = 4 11 atau k = – 4 11 . ⎜ 12 ⎟
⎝ ⎠
G
| v | = 32 + (−4)2 + 122
B. Uraian
= 9 + 16 + 144
G ⎛ −6 ⎞
1. a. Panjang vektor a = ⎜ ⎟ : = 169
⎝8⎠
G = 13 G G
| a | = (−6)2 + 82 Jadi, panjang vektor u dan v berturut-turut 6
dan 13.
= 36 + 64
= 100 ⎛2⎞ ⎛3⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= 10 b. 3 u + 2 v = 3 ⎜ 4 ⎟ + 2 ⎜ −4 ⎟
⎜ −4 ⎟ ⎜ 12 ⎟
G ⎛ −3 ⎞ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Panjang vektor b = ⎜ ⎟ :
⎝5⎠ ⎛ 6 ⎞ ⎛6⎞
G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
2
| b | = (−3) + 5 2
= ⎜ 12 ⎟ + ⎜ −8 ⎟
⎜ −12 ⎟ ⎜ 24 ⎟
= 9 + 25 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 12 ⎞
= 34 ⎜ ⎟
G G = ⎜4⎟
Jadi, panjang vektor a dan b berturut-turut ⎜ 12 ⎟
⎝ ⎠
10 dan 34 .

Matematika Kelas X 21
G G JJJG
Panjang vektor 3 u + 2 v : | AC | = (x C − x A )2 + (y C − y A )2 + (zC − z A )2
G G
|3 u + 2 v | = 122 + 42 + 122
= (−4 − 4)2 + (2 − 1)2 + (1 − (−2))2
= 144 + 16 + 144
= (−8)2 + 12 + 32
= 304
= 4 19 = 64 + 1 + 9
= 74
⎛ 12 ⎞ JJJG
G G ⎜ ⎟
Jadi, 3 u + 2 v = ⎜ 4 ⎟ dan panjangnya 4 19 . |BC | = (xC − xB )2 + (y C − yB )2 + (zC − zB )2
⎜ 12 ⎟
⎝ ⎠ = (−4 − 2)2 + (2 − (−1))2 + (1 − 3)2
G G G G G G
3. Diketahui vektor u = 4 i + 2 j – 5 k dan v = 3 i = (−6)2 + 32 + (−2)2
G G JG G G
– j + a k . Jika panjang vektor w = 2 u – v = 36 + 9 + 4
adalah 8, tentukan nilai a. = 49
Jawaban:
G G G G =7
u = 4 i + 2 j – 5k Jadi, panjang sisi AB, AC, dan BC berturut-
G G G G turut 33 , 74 , dan 7.
v = 3 i – j + ak
JG G G b. Panjang sisi-sisi segitiga ABC berbeda, maka
w = 2u – v segitiga ABC merupakan segitiga sembarang.
G G G G G G Sisi terpanjang segitiga ABC adalah AC =
= 2(4 i + 2 j – 5 k ) – (3 i – j + a k )
G G G G G G 74 , maka:
= (8 i + 4 j – 10 k ) – (3 i – j + a k )
G G G AB2 + BC2 = ( 33 )2 + 72
= 5 i + 5 j – (10 + a) k = 33 + 49
JG = 82
Panjang vektor w :
JG AC2 = ( 74 )2 = 74
| w | = 52 + 52 + (10 + a)2 AB 2 + BC 2 > AC 2 , maka segitiga ABC
merupakan segitiga lancip.
⇔ 8= 25 + 25 + (10 + a)2 Jadi, segitiga ABC merupakan segitiga
⇔ 64 = 50 + (10 + a)2 sembarang dan lancip.
⇔ 14 = (10 + a)2 5. Q
U
⇔ 10 + a = ± 14
⇔ a = –10 ± 14
Jadi, nilai a = –10 ± 14 .
P B
4. a. Koordinat titik A(4, 1, –2), B(2, –1, 3), dan
a. Gerakan pesawat mainan dinyatakan sebagai
C(–4, 2, 1), maka: JJJG
JJJG PB .
| AB | = (xB − x A )2 + (yB − y A )2 + (zB − z A )2 JJJG
Gerakan angin dinyatakan sebagai PU .
= (2 − 4)2 + (−1 − 1)2 + (3 − (−2))2 Gerakan pesawat mainan akibat tertiup angin
JJJG
dinyatakan sebagai PQ .
= (−2)2 + (−2)2 + 52 JJJG
⎢PB ⎢ = 30
= 4 + 4 + 25 JJJG JJJG
⎢BQ ⎢ = PU = 16
= 33

22 Vektor
JJJG JJJG JJJG JJJG
⎢PQ ⎢2 = ⎢PB ⎢2 + ⎢BQ ⎢2 | UQ | 30
b. sin ∠QPU = JJJG
= 34 = 0,8824
| PQ |
= 302 + 162
= 900 + 256 ∠QPU = arc sin 0,8824
= 1.156 ≈ 61,93°
JJJG 2 Jadi, besar sudut arah lintasan pesawat
⎢PQ ⎢ = 1.156 mainan terhadap arah angin kurang lebih
JJJG
⇔ ⎢PQ ⎢ = 34 61,93°.
Jadi, kecepatan pesawat mainan akibat tertiup
angin 34 km/jam.

Matematika Kelas X 23
A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: c
G −2
1. Jawaban: d
a. q = ⎛⎜ ⎞⎟ , maka:
G G ⎝ 1⎠
u = 4i − 5j dan v = i + 6j
G G −2
p · q = ⎛⎜ ⎞⎟ · ⎛⎜ ⎞⎟
G G 5
u ⋅ v = ( 4i − 5j ) × ( i + 6j ) ⎝2⎠ ⎝ 1 ⎠
= 4 × 1 + (–5) × 6 = 5 × (–2) + 2 × 1
= 4 + (–30) = –10 + 2
= –26 = –8
G
q = ⎛⎜ ⎞⎟ , maka:
2. Jawaban: b 0
b.
JJJG G ⎛ 1⎞ ⎛ 4 ⎞ ⎛ −3 ⎞ −
⎝ 4⎠
G
AB = b – a = ⎜ 3 ⎟ – ⎜ −2 ⎟ = ⎜ 5 ⎟ G G
p · q = ⎛⎜ ⎞⎟ · ⎛⎜ ⎞⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 5 0
JJJG G G ⎛ −3 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎝ 2 ⎠ ⎝ −4 ⎠
BC = c – b = ⎜ 2 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ −1⎟ = 5 × 0 + 2 × (–4)
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 0 + (–8)
JJJG JJJG ⎛ −3 ⎞ ⎛ −4 ⎞
AB · BC = ⎜ 5 ⎟ · ⎜ −1⎟ = –8
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G
q = ⎛⎜ ⎞⎟ , maka:
4
= –3 × (–4) + 5 × (–1) c.

⎝ 6⎠
= 12 – 5
G G
p · q = ⎛⎜ ⎞⎟ · ⎛⎜ ⎞⎟
5 4
=7
⎝ ⎠ ⎝ 6⎠
2 −
3. Jawaban: b
G G G = 5 × 4 + 2 × (–6)
c = 2a + b = 20 + (–12)
=8
= 2 ⎛⎜ ⎞⎟ + ⎛⎜ ⎞⎟
2 1
G
q = ⎛⎜ ⎞⎟ , maka:
−5
⎝ ⎠ 3
⎝ ⎠ 2
d.
⎝ −9 ⎠
= ⎛⎜
4 ⎞ ⎛ 1⎞ G G
p · q = ⎛⎜ ⎞⎟ · ⎛⎜ ⎞⎟
⎟ + ⎜3⎟ 5 2
⎝ −10 ⎠ ⎝ ⎠ −
⎝ ⎠ ⎝ 9⎠
2
⎛5⎞ = 5 × 2 + 2 × (–9)
= ⎜ −7 ⎟ = 10 + (–18)
⎝ ⎠
G G = –8
G
d = a + 2b G −6
e. q = ⎛⎜ ⎞⎟ , maka:
= ⎛⎜ ⎞⎟ + 2 ⎛⎜ ⎞⎟
2 1 ⎝ 11 ⎠
−5
⎝ ⎠ 3
⎝ ⎠ G G −6
p · q = ⎛⎜ ⎞⎟ · ⎛⎜ ⎞⎟
5
2
⎝ ⎠ ⎝ 11 ⎠
= ⎛⎜ ⎞⎟ + ⎛⎜ ⎞⎟
2 2
= 5 × (–6) + 2 × 11
⎝ −5 ⎠ ⎝6⎠
= –30 + 22
= –8
= ⎛⎜ ⎞⎟
4
⎝ 1⎠ G G G
Jadi, hasil p · q = –8, kecuali untuk q = ⎛⎜ ⎞⎟ .
4
G G ⎝ −6 ⎠
c · d = ⎛⎜ ⎞⎟ · ⎛⎜ ⎞⎟
5 4

⎝ ⎠ ⎝ 1⎠
7
= 5 × 4 + (–7) × 1
= 20 + (–7)
= 13

24 Vektor
5. Jawaban: c 8. Jawaban: b
G G G G G G
⎛4⎞ ⎛ −3 ⎞ a · b = | a || b | cos ∠( a , b )
G G
a = ⎜ −1⎟ dan b = ⎜ −5 ⎟ = 5 × 2 × cos 30°
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝2⎠ ⎝ 1⎠ = 10 ×
1
3
2
⎛ 4 ⎞ ⎛ −3 ⎞ = 5 3
G G
a · b = ⎜ −1⎟ · ⎜ −5 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 9. Jawaban: a
⎝2⎠ ⎝ 1⎠
= 4 × (–3) + (–1) × (–5) + 2 × 1 G G 2 y
sin ∠( u , v ) = 3 = r → y = 2 dan r = 3
= –12 + 5 + 2
= –5 x= 32 − 22
6. Jawaban: c
= 9−4 3
⎛4⎞ ⎛3⎞ 2
G G = 5
a = ⎜ −2 ⎟ dan b = ⎜ 2 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G G x 5
⎝ 1⎠ ⎝ −2 ⎠ cos ∠( u , v ) = r =
3 x
⎛4⎞ ⎛4⎞
G G 10. Jawaban: b
a · a = ⎜ −2 ⎟ · ⎜ −2 ⎟ G G G G G G
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ a · b = | a || b | cos ∠( a , b )
⎝ 1⎠ ⎝ 1⎠
⇔ 8 = 4 × 6 × cos α
= 4 × 4 + (–2) × (–2) + 1 × 1
⇔ 8 = 24 cos α
= 16 + 4 + 1
8
= 21 ⇔ cos α = 24

⎛4⎞ ⎛3⎞ 1
G G ⇔ cos α = 3
a · b = ⎜ −2 ⎟ · ⎜ 2 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ 1 ⎠ ⎝ −2 ⎠ 1
Jadi, nilai cos α = 3 .
= 4 × 3 + (–2) × 2 + 1 × (–2)
= 12 – 4 – 2 11. Jawaban: d
=6 G G G G
G G G G G G G OA · OB = ( i + 2 j ) · (4 i + j )
a · (a + b) = a · a + a · b =1×4+2×2
= 21 + 6 =4+4=8
= 27 OA ⋅ OB 8
cos θ = =
7. Jawaban: d | OA || OB | 1 +22 2
42 + 22
G
u = 2î + 3 ĵ – 2k̂ 8 8
G = 5 20
= 100
v = aî – 2 ĵ + 4k̂
G G 8 4
u · v = –4 = 10 = 5 5
⇒ 2 × a + 3 × (–2) + (–2) × 4 = –4 3

⇔ 2a – 6 – 8 = –4 tan θ = 4
3
θ
⇔ 2a = 10 4
⇔ a=5 12. Jawaban: a
G G G
Diperoleh v = 5 î – 2 ĵ + 4 k̂ , sehingga: Misalkan α = sudut antara vektor a dan b .
G G G G
u + v = (2 î + 3 ĵ – 2 k̂ ) + (5 î – 2 ĵ + 4 k̂ ) a·b
cos α = G G
| a || b |
= 7 î + ĵ + 2 k̂
4×3 + 2×3 + 2×0
=
4 + 22 + 22 × 32 + 32 + 02
2

Matematika Kelas X 25
JJJG
=
18 Misalkan sudut antara vektor OA dengan vektor
24 × 18 JJJG
AC adalah α.
18 3× 6 1 JJJG JJJG
= = = 2 3 OA ⋅ AC −16 2 2
24 4× 6 cos α = JJJG JJJG = =– =– 13
| OA | | AC | 4 × 2 13 13 13
1 JJJG
Oleh karena cos α = 2 3 maka α = 30°.
Jadi, nilai kosinus sudut antara vektor OA dengan
G G JJJG
Jadi, besar sudut antara vektor a dan b adalah 30°. 2
vektor AC adalah – 13 .
13
13. Jawaban: b
15. Jawaban: d
⎛5⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛3⎞ G G G G G G
JJJG G G ⎜ 1 ⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ ⎟ u · v = | u | | v | cos ∠( u , v )
BA = a – b = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ = ⎜ 2 ⎟
⎝ 3 ⎠ ⎝ −1⎠ ⎝4⎠ ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ π
⎛4⎞ ⎛2⎞ ⎛2⎞ ⇒⎜ 2⎟ ·⎜− 2 ⎟ = 1 + 2 + a2 1 + 2 + a 2 cos 3
JJJG G G ⎜2⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ ⎟
BC = c – b = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ = ⎜ 3 ⎟ ⎜ a ⎟ ⎜ a ⎟
−4
⎝ ⎠ −
⎝ ⎠ 1 ⎝ −3 ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JJJG JJJG
BA · BC = 3 × 2 + 2 × 3 + 4 × (–3) 1
⇔ 1 – 2 + a2 = (1 + 2 + a2) × 2
= 6 + 6 – 12 = 0
JJJG ⇔ 2(–1 + a2) = 3 + a2
| BA | = 32 + 22 + 42
⇔ –2 + 2a2 = 3 + a2
= 9 + 4 + 16 = 29 ⇔ a2 = 5
JJJG ⇔ a= ± 5
| BC | = 22 + 32 + (−3)2
Jadi, nilai a adalah – 5 atau 5.
= 4+9+9 = 22
16. Jawaban: d
Misalkan sudut ABC = α, maka: G G
JJJG JJJG Vektor u tegak lurus v , maka:
BA ⋅ BC 0 G G
cos α = JJJG JJJG = =0
| BA | | BC | 29 × 22 u·v = 0
π
⇒ α= 2 ⎛ 2 ⎞ ⎛ −6 ⎞
⇔ ⎜ ⎟ ·⎜ ⎟ = 0
π ⎝ −3 ⎠ ⎝ p ⎠
Jadi, besar sudut ABC = 2 .
⇔ 2 × (–6) + (–3) × p = 0
14. Jawaban: d ⇔ –12 – 3p = 0
⇔ –3p = 12
⎛ 4⎞ ⎛0⎞
JJJG ⎜ ⎟ JJJG ⎜ ⎟ ⇔ p = –4
OA = ⎜ 0 ⎟ , OC = ⎜ 6 ⎟ Jadi, nilai p = –4.
⎜0⎟ ⎜0⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ 17. Jawaban: a
JJJG JJJG JJJG G G
AC = OC – OA Oleh karena vektor p dan q saling tegak lurus,
G G
⎛0⎞ ⎛ 4⎞ ⎛ −4 ⎞ berlaku p · q = 0.
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜6⎟ – ⎜ 0⎟ = ⎜ 6 ⎟
⎛ 3⎞ ⎛2⎞
⎜0⎟ ⎜0⎟ ⎜0⎟ ⎜ −6 ⎟ · ⎜ −1⎟ = 0
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇒
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎛ 4⎞ ⎛ −4⎞ ⎝ −4 ⎠ ⎝ x ⎠
JJJG JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
OA · AC = ⎜ 0 ⎟ · ⎜ 6 ⎟ ⇔ 3 × 2 + (–6) × (–1) + (–4) × x = 0
⎜0⎟ ⎜ 0 ⎟ ⇔ 6 + 6 – 4x = 0
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 4 × (–4) + 0 × 6 + 0 × 0 = –16 ⇔ 12 – 4x = 0
JJJG ⇔ 4x = 12
| AC | = (−4)2 + 62 + 02 ⇔ x=3
= 16 + 36 + 0 ⎛2⎞
G
= 52 = 2 13 Diperoleh vektor q = ⎜ −1⎟ .
⎜ ⎟
⎝3⎠

26 Vektor
G G G G
⇔ a · a + 2 · 0 + b · b = 169
G ⎛ ⎞
3 ⎛2⎞ ⎛4⎞ G G G G
G G
p – 2 q + 3 r = ⎜ −6 ⎟ – 2 ⎜ −1⎟ + 3 ⎜ −2 ⎟ ⇔ a · a + b · b = 169
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G
⎝ −4 ⎠ ⎝3⎠ ⎝ 1⎠ ⇔ | a |2 + |b|2 = 169
G
⎛3⎞ ⎛4⎞ ⎛ 12 ⎞ ⇔ 52 + | b |2 = 169
= ⎜ −6 ⎟ – ⎜ −2 ⎟ + ⎜ −6 ⎟ ⇔
G
| b |2 = 169 – 25 = 144
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ −4 ⎠ ⎝6⎠ ⎝3⎠ G
⇔ | b | = 12
⎛ 11 ⎞ G
Jadi, panjang vektor b adalah 12.
= ⎜ −10 ⎟
⎜ ⎟
⎝ −7 ⎠
18. Jawaban: c B. Uraian
G G
Oleh karena vektor a tegak lurus dengan vektor c ,
G G G ⎛4⎞
berlaku a · c = 0. 1. a. U(4, 2) ⇒ u = ⎜ ⎟
⇒ 1 × 2 + 2 × 1 + (–x) × 2 = 0 ⎝2⎠
⇔ 2 + 2 – 2x = 0 G ⎛ −1⎞
V(–1, 5) ⇒ v = ⎜ ⎟
⇔ –2x = –4 ⎝5⎠
⇔ x=2
G G G ⎛ 4 ⎞ ⎛ −1⎞
Diperoleh a = î + 2 ĵ – x k̂ = î + 2 ĵ – 2 k̂ . u ·v = ⎜ ⎟·⎜ ⎟
G G ⎝2⎠ ⎝ 5 ⎠
a · a = 1 × 1 + 2 × 2 + (–2) × (–2) = 1 + 4 + 4 = 9
G G = 4 × (–1) + 2 × 5
b · a = 3 × 1 + (–2) × 2 + 1 × (–2) = 3 – 4 – 2 = –3 = –4 + 10
G G
a · c = 1 × 2 + 2 × 1 + (–2) × 2 = 2 + 2 – 4 = 0 =6
G G
b · c = 3 × 2 + (–2) × 1 + 1 × 2 = 6 – 2 + 2 = 6 ⎛2⎞
G G G G G G G G G G G G G ⎜ ⎟
( a + b )( a – c ) = a · a + b · a – a · c – b · c b. U(2, 1, –3) ⇒ u = ⎜ 1 ⎟
= 9 + (–3) – 0 – 6 ⎜ −3 ⎟
⎝ ⎠
=0
G G G G ⎛4⎞
Jadi, ( a + b )( a – c ) = 0. G ⎜ ⎟
V(4, –2, 3) ⇒ v = ⎜ −2 ⎟
19. Jawaban: b ⎜3⎟
G ⎝ ⎠
G G G
a ⊥ b ⇔ a · b =0
G G G ⎛2⎞ ⎛4⎞
a ⊥ ( b + 2 c ), maka: G G
G G G u · v = ⎜ 1 ⎟ · ⎜ −2 ⎟
a · (b + 2c ) = 0 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G G G G ⎜ −3 ⎟ ⎜ 3 ⎟
⇔ a · b + 2a · c = 0 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G = 2 × 4 + 1 × (–2) + (–3) × 3
⇒ 0 + 2a · c = 0
G G = 8 + (–2) + (–9)
⇔ 2a · c = 0 = –3
G G
⇔ a · c =0
G G G G G G G ⎛4⎞ ⎛2⎞
a ⋅ (2b − c) = 2a ⋅ b − a ⋅ c G ⎜ −1⎟ G ⎜ ⎟
2. u = ⎜ ⎟ dan v = ⎜ −3 ⎟
=2×0–0 ⎝2⎠ ⎝ −2 ⎠
=0
⎛4⎞ ⎛2⎞
20. Jawaban: d G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G G G G a. u · v = ⎜ −1⎟ · ⎜ −3 ⎟
a dan b saling tegak lurus ⇒ a · b = 0. ⎝ 2 ⎠ ⎝ −2 ⎠
G G
| a + b | = 13 = 4 × 2 + (–1) × (–3) + 2 × (–2)
G G
⇔ | a + b |2 = 132 =8+3–4=7
G G G G
⇔ ( a + b ) · ( a + b ) = 169
G G G G G G
⇔ a · a + 2( a · b ) + b · b = 169

Matematika Kelas X 27
G
Panjang vektor u :
⎛4⎞ ⎛4⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G
b. u · u = ⎜ −1⎟ · ⎜ −1⎟ |u | = (−3)2 + (−3)2
⎝2⎠ ⎝2⎠
= 9+9
= 4 × 4 + (–1) × (–1) + 2 × 2
= 16 + 1 + 4 = 21 = 18
G G G G G G G
u · (2 v + u ) = 2 u · v + u · u = 3 2
G JJJG G G
= 2 × 7 + 21 = 35 v = AC = c – a
⎛2⎞ ⎛2⎞ ⎛3⎞ ⎛2⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟
c. v · v = ⎜ −3 ⎟ · ⎜ −3 ⎟ ⎝ −2 ⎠ ⎝5⎠
⎝ −2 ⎠ ⎝ −2 ⎠
= 2 × 2 + (–3) × (–3) + (–2) × (–2) ⎛ 1⎞
= ⎜ ⎟
= 4 + 9 + 4 = 17 ⎝ −7 ⎠
G G G G G G G G G
(v + u) · (v – u) = v · v – u · u Panjang vektor v :
= 17 – 21 = –4 G 2 2
G G G G | v | = 1 + (−7)
d. (2 v + u ) · ( v – 3 u )
G G G G G G G G = 1 + 49
= 2 v · v – 6u · v + u · v – 3u · u
G G G G G G
= 2 v · v – 5u · v – 3u · u = 50
= 2 × 17 – 5 × 7 – 3 × 21 = 5 2
= 34 – 35 – 63
G ⎛ −3 ⎞ G ⎛ 1⎞
= –64 b. u = ⎜ ⎟ dan v = ⎜ ⎟ , maka:
⎝ −3 ⎠ ⎝ −7 ⎠
G G G G 1
3. a. | u | = 4, | v | = 2 2 , dan cos ∠( u , v ) = 6, G G ⎛ −3 ⎞ ⎛ 1 ⎞
4
u ·v = ⎜ ⎟ ·⎜ ⎟
maka: ⎝ −3 ⎠ ⎝ −7 ⎠
G G G G G G
u · v = | u || v | cos ∠( u , v ) = –3 × 1 + (–3) × (–7)
1 = –3 + 21
=4× 2 2 × 6 = 18
4
G G
= 2 12 c. Nilai kosinus sudut antara vektor u dan v :
G G
G G u⋅v
= 4 3 cos ∠( u , v ) = G G
| u || v |
G G G G
b. | u | = 3 2 , | v | = 5 3 , dan ∠( u , v ) = 45°. 18
G G G G G G =
u · v = | u || v | cos ∠( u , v ) 3 2 ×5 2

= 3 2 × 5 3 × cos 45° 18
= 30
1
= 15 6 × 2
2 3
= 5
15
= 12
2
5. Diketahui A(3, 3, –2), B(3, 7, 2), dan C(–1, 7, –2).
= 15 3
JJJG ⎛3⎞ ⎛3⎞ ⎛0⎞
4. Diketahui A(2, 5), B(–1, 2), dan C(3, –2). a. BA = 3 – 7 = ⎜ −4 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
a. u = AB = b – a ⎝ −2 ⎠ ⎝2⎠ ⎝ −4 ⎠

⎛ −1⎞ ⎛2⎞ ⎛ −1⎞ ⎛3⎞ ⎛ −4 ⎞


= ⎜ ⎟ – ⎜ ⎟ JJJG
⎝2⎠ ⎝5⎠ BC = ⎜ 7 ⎟ – ⎜ 7 ⎟ = ⎜ 0 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ −2 ⎠ ⎝2⎠ ⎝ −4 ⎠
⎛ −3 ⎞
= ⎜ ⎟
⎝ −3 ⎠

28 Vektor
JJJG
| BA | = 02 + (−4)2 + (−4)2 7. Vektor , , dan searah maka =n dan
G G
a = mc .
= 0 + 16 + 16 = 32
JJJG ⎛ ⎞
|BC | = (−4)2 + 02 + (−4)2 G G ⎜ x ⎟ ⎛ 2z ⎞
a = n b ⇒ ⎜ −4 ⎟ = n ⎜ − y ⎟
= 16 + 0 + 16 = 32 ⎜1 ⎟ ⎜ ⎟
⎜ y⎟ ⎝ 18 ⎠
⎝2 ⎠
JJJG JJJG ⎛ 0 ⎞ ⎛ −4 ⎞
b. BA · BC = ⎜ −4 ⎟ · ⎜ 0 ⎟ Dari kesamaan vektor diperoleh:
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ −4 ⎠ ⎝ −4 ⎠ –4 = –ny ⇔ n =
4
y
= 0 × (–4) + (–4) × 0 + (–4) × (–4)
= 0 + 0 + 16 = 16 1 1 4
JJJG JJJG 2
y = 18n ⇒ 2 y = y
× 18
BA ⋅ BC 16 16 1
c. cos ∠ABC = JJJG JJJG
| BA || BC |
= 32 32
= 32
= 2 ⇔ y2 = 4 × 36
⇔ ∠ABC = 60° ⇔ y = ±2 × 6
Jadi, besar ∠ABC = 60°. = ±12
6. A(4, 3, 2), B(2, 4, 2), dan C(3, 1, 2) Oleh karena y bilangan bulat positif maka y = 12.

JJJG G G ⎛2⎞ ⎛4⎞ ⎛ −2 ⎞ ⎛ ⎞


⎜ x ⎟ ⎛ 1⎞
AB = b – a = ⎜ 4 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ 1 ⎟ G G
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ a = mc ⇒ ⎜ −4 ⎟ = m ⎜ − x ⎟
⎝2⎠ ⎝2⎠ ⎝0⎠ ⎜1 ⎟ ⎜ ⎟
⎜ y⎟ ⎝ z ⎠
JJJG ⎛3⎞ ⎛4⎞ ⎛ −1⎞ ⎝2 ⎠
G G
AC = c – a = ⎜ 1 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ −2 ⎟ ⎛ ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ x ⎟ ⎛ 1⎞
⎝2⎠ ⎝2⎠ ⎝0⎠ ⇔ ⎜ −4 ⎟ = m ⎜ − x ⎟
JJJG JJJG
AB · AC = –2 × (–1) + 1 × (–2) + 0 × 0 ⎜1 ⎟ ⎜ ⎟
⎜ ⋅ 12 ⎟ ⎝ z ⎠
=2–2+0 ⎝2 ⎠
=0 ⎛ x ⎞ ⎛ 1⎞
JJJG ⇔ ⎜ −4 ⎟ = m ⎜ −x ⎟
| AB | = (−2)2 + 12 + 02 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝6⎠ ⎝ z ⎠
= 4 + 1+ 0 Dari kesamaan vektor diperoleh:
= 5 x=m×1⇔m=x
JJJG –4 = m × (–x) ⇒ –4 = x × (–x)
| AC | = (−1)2 + (−2)2 + 02 ⇔ 4 = x2
⇔ x = ±2
= 1+ 4 + 0 Oleh karena x bilangan bulat positif maka x = 2.
= 5 6 = mz ⇒ 6 = xz
⇔ 6 = 2z
Misalkan sudut BAC = α, maka:
JJJG JJJG ⇔ z=3
AB ⋅ AC 0
cos α = JJJG JJJG = =0 Dengan demikian diperoleh:
| AB | | AC | 5× 5 G 1 1
⇒ α = 90° a = x î – 4 ĵ + × y k̂ = 2 î – 4 ĵ + × 12 k̂
2 2
Diperoleh besar ∠BAC = 90°. = 2 î – 4 ĵ + 6 k̂
JJJG JJJG G
Oleh karena | AB | = | AC | maka segitiga ABC sama b = 2z î – y ĵ + 18 k̂ = 2 × 3 î – 12 ĵ + 18 k̂
kaki, sehingga: = 6 î – 12 ĵ + 18 k̂
1 G
∠ABC = ∠ACB = 2 (180° – 90°) = 45° c = î – x ĵ + z k̂ = î – 2 ĵ + 3 k̂
Jadi, ∠BAC = 90° dan ∠ABC = ∠ACB = 45°.

Matematika Kelas X 29
⇔ –6 – x + 10 = 0
G G G ⎛ 2 ⎞ ⎛⎛ 6 ⎞ ⎛ 1 ⎞⎞ ⇔ –x + 4 = 0
a · ( b – c ) = ⎜ −4 ⎟ · ⎜ ⎜ −12 ⎟ − ⎜ −2 ⎟ ⎟
⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎟⎟ ⇔ x=4
G G
⎝ 6 ⎠ ⎝ ⎝ 18 ⎠ ⎝ 3 ⎠ ⎠ Vektor b searah dengan c maka:
G G
⎛ 2⎞ ⎛ 5 ⎞ b = mc
= ⎜ −4 ⎟ · ⎜ −10 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ 6 ⎠ ⎝ 15 ⎠ ⎛3⎞ ⎛ y⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= 2 × 5 + (–4) × (–10) + 6 × 15 ⇒ ⎜ −1⎟ = m ⎜ −2 ⎟
⎜2⎟ ⎜ x ⎟
= 10 + 40 + 90 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 140 ⎛3⎞ ⎛ y⎞
G G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
Jadi, nilai a · ( b – c ) = 140. ⇔ −
⎜ ⎟1 = m ⎜ −2 ⎟
G G ⎜2⎟ ⎜4⎟
8. | a | = 13 dan | b | = 8 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
12
tan α = 5 ⇔ cos α = 13
5 ⎛3⎞ ⎛ ym ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G G G G 5
⇔ ⎜ −1⎟ = ⎜ −2m ⎟
a. a · b = | a | | b | cos α = 13 × 8 × 13 = 40 ⎜2⎟ ⎜ 4m ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G G G G G G
b. a · ( a + b ) = a · a + a · b Dari kesamaan vektor diperoleh:
G G G 1
= | a |2 + a · b –1 = –2m ⇔ m = 2
= 132 + 40 1
ym = 3 ⇒ y × 2 = 3
= 169 + 40
= 209 ⇔ y=3×2=6
G G 2 G G 2
c. |a + b| = (a + b) Jadi, nilai x = 4 dan y = 6.
G G G G
= (a + b) · (a + b) ⎛ −2 ⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎛ y ⎞
G G G G G G G G G G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= a · a + a ·b + b · a +b ·b b. a + b – c = ⎜ x ⎟ + ⎜ −1⎟ − ⎜ −2 ⎟
G G G G ⎜ 5⎟ ⎜2⎟ ⎜ x ⎟
= | a |2 + 2 a · b + | b | 2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 132 + 2 × 40 + 82 ⎛ −2 ⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎛ 6 ⎞ ⎛ −5 ⎞
= 169 + 80 + 64 = 313 = ⎜ 4 ⎟ + ⎜ −1⎟ − ⎜ −2 ⎟ = ⎜ 5 ⎟
G G 2 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
| a + b | = 313 ⎜ 5⎟ ⎜2⎟ ⎜ 4⎟ ⎜3⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G
⇔ | a + b | = 313 ⎛ −5 ⎞
G G G G G G G
d. | a – b |2 = ( a – b )2 Jadi, hasil operasi ( a + b – c ) adalah ⎜ 5 ⎟ .
G G G G ⎜ ⎟
= (a – b) · (a – b) ⎜3⎟
G G G G G G G G ⎝ ⎠
= a · a – a · b – b · a + b · b G JG
G G G G 10. Misal θ = sudut antara vektor u dan w .
= | a |2 – 2 a · b + | b |2 G JG G JG
= 132 – 2 × 40 + 82 ( u + w ) · ( u + w ) = 13
G G G JG JG JG
= 169 – 80 + 64 = 153 ⇔ u · u + 2 u · w + w · w = 13
G G G G JG JG
| a – b | = 153
2
⇔ | u |2 + 2| u || w | cos θ + | w |2 = 13
G G
⇔ | a – b | = 153 = 3 17 ⇔ ( 4 3 )2 + 2 × 4 3 × 5 × cos θ + 52 = 13
G G ⇔ 48 + 40 3 × cos θ + 25 = 13
9. a. Vektor a tegak lurus dengan b maka:
G G
a · b= 0 ⇔ 40 3 × cos θ = –60
⎛ −2 ⎞ ⎛ 3 ⎞ 1
⇔ cos θ = – 3
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 2
⇒ ⎜ x ⎟ · ⎜ −1⎟ = 0 ⇔ θ = 150°
⎜ 5⎟ ⎜2⎟ G JG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Jadi, besar sudut antara vektor u dan w adalah
⇔ –2 × 3 + x × (–1) + 5 × 2 = 0 150°.

30 Vektor
A. Pilihan Ganda Panjang proyeksi vektor pada
1. Jawaban: b
JJJG JJJG =
Proyeksi vektor AC pada AB digambarkan
sebagai berikut. 2 × 3 + ( −1) × (−4)
=
32 + ( −4)2
C
6+4
B =
9 + 16
E
10
= 5 =2
A
5. Jawaban: e
JJJG JJJG JJJG G G G G G G
Jadi, proyeksi vektor AC pada AB adalah AE . u = 3i − 4j dan v = 5i + 2j
G G G G G G
2. Jawaban: c JJJG JJJG u – v = (3i − 4j) − (5i + 2j)
Proyeksi vektor AB pada AD digambarkan G G
sebagai berikut. = – 2i − 6j
G G
D C Proyeksi skalar ortogonal vektor ( u – v ) pada
G
vektor u
P G G G
(u − v) ⋅ u
= G
|u|

A (−2) × 3 + (−6) × (−4)


B =
JJJG JJJG JJJG 32 + (−4)2
Jadi, proyeksi vektor AB pada AD adalah AP
dengan P pada AD sedemikian hingga BP tegak −6 + ( −24)
lurus AD. = 9 + 16

3. Jawaban: c −30
JG G G = 25
Vektor w merupakan proyeksi vektor u pada v
digambarkan sebagai berikut. −30
= 5
Pada segitiga siku-siku
di samping berlaku: = –6
JG G
|w| u 6. Jawaban: e
cos α = G
|u| G G
−4
Proyeksi vektor u = ⎛⎜ ⎞⎟ pada vektor v = ⎛⎜ ⎞⎟
a
JG G α
JG G
⇔ | w | = | u | × cos α w v 2
⎝ ⎠ −
⎝ 2⎠
G G JG
Jadi, panjang proyeksi vektor u pada v adalah adalah w , maka:
G G G
| u | × cos α. JG u⋅ v
|w| = G
|v|
4. Jawaban: d
G ⎛2⎞ ⎛3⎞ ⎛ a ⎞ ⎛ −4 ⎞
G ⎜ ⎟⋅⎜ ⎟
m = ⎜ −1⎟ dan n = ⎜ −4 ⎟ ⎝ −2 ⎠ ⎝ 2 ⎠
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇔ 4 5 =
(−4)2 + 22

a × (−4) + (−2) × 2
⇔ 4 5 = 16 + 4

Matematika Kelas X 31
G G G
−4a − 4 Proyeksi skalar ortogonal ( 4p + q ) pada 2q
⇔ 4 5 = 20 G G G
(4p + q) ⋅ (2q)
⇔ = G
4 5× 20 = –4a – 4 2q

⇔ 4 100 = –4a – 4 ⎛ 2 ⎞ ⎛ −4 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇔ 40 = –4a – 4 ⎜ 17 ⎟ ⋅ ⎜ 2 ⎟
⇔ 4a = –4 – 40 ⎜ −10 ⎟ ⎜ 4 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⇔ 4a = –44 =
(−4)2 + 22 + 42
⇔ a = –11
−8 + 34 − 40
Jadi, nilai a = –11. = 16 + 4 + 16
7. Jawaban: a −14
= 36
⎛2⎞ ⎛3⎞
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
a = ⎜ −3 ⎟ dan b = ⎜ −2 ⎟ 14
=– 6 =–3
7
⎜ 1⎟ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G 9. Jawaban: c
Panjang proyeksi vektor a pada vektor b G G
a⋅b 1 m × 2 + (−6) × 1 + (−3) × (−2) 4
G G G =13 ⇒ = 3
a ⋅b |b| 2 2
2 + 1 + (−2)2

= G
|b| 2m − 6 + 6 4
⇔ = 3
9
⎛ 2⎞ ⎛ 3⎞ 2m 4
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⇔ = 3
⎜ −3 ⎟ ⋅ ⎜ − 2 ⎟ 3
⎜ 1 ⎟ ⎜ −1 ⎟
=– ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇔ 2m = 4
32 + (−2)2 + (−1)2 ⇔ m=2
Jadi, nilai m adalah 2.
2 × 3 + (−3) × (−2) + 1× (−1)
= 9 + 4 +1 10. Jawaban: a
6 + 6 −1
G G
= Proyeksi skalar ortogonal vektor u pada v adalah
14
2 6 , maka:
11 G G
= u⋅ v
14 G
|v|
= 2 6
11 4 × 1+ a × 1 + 3 × a
= 14 14 ⇒ = 2 6
12 + 12 + a2
8. Jawaban: d 4 + 4a
⇔ = 2 6
2 + a2
G G ⎛ 1⎞ ⎛ −2 ⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ (4 + 4a)2
4p + q = 4 ⎜ 4 ⎟ + ⎜ 1 ⎟ ⇔ =4×6
2 + a2
⎜ −3 ⎟ ⎜2⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇔ 16 + 32a + 16a2 = 24(2 + a2)
⎛ 4 ⎞ ⎛ −2 ⎞ ⇔ 2 + 4a + 2a2 = 3(2 + a2)
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ 16 ⎟ + ⎜ 1 ⎟ ⇔ 2 + 4a + 2a2 = 6 + 3a2
⎜ −12 ⎟ ⎜2⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⇔ a2 – 4a + 4 = 0
⇔ (a – 2)2 = 0
⎛ 2 ⎞ ⇔ a–2=0
⎜ ⎟
= ⎜ 17 ⎟ ⇔ a=2
⎜ −10 ⎟
⎝ ⎠ Dengan demikian diperoleh:
G
u = 4 î + a ĵ + 3 k̂ = 4 î + 2 ĵ + 3 k̂
G ⎛ −2 ⎞ ⎛ −4 ⎞ G
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ v = î + ĵ + a k̂ = î + ĵ + 2 k̂
2q = 2 ⎜ 1 ⎟ = ⎜ 2 ⎟ G G
⎜2⎟ ⎜4⎟ u – v = (4 – 1) î + (2 – 1) ĵ + (3 – 2) k̂
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 3 î + ĵ + k̂

32 Vektor
G G G G
|u – v | = 32 + 12 + 12 Proyeksi ortogonal vektor a pada vektor b
G G
a ⋅b JG
= 9 + 1+ 1 = G 2b
|b|
= 11 ⎛ −4 ⎞ ⎛ 5 ⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
Jadi, panjang ( u – v ) = 11 . ⎜ −2 ⎟ ⋅ ⎜ −1⎟
⎜ 2 ⎟ ⎜ 4 ⎟ JG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
11. Jawaban: c = b
5 + (−1)2 + 42
2

G ⎛3⎞ −4 × 5 + (−2) × (−1) + 2 × 4 JG


Panjang vektor v = ⎜ −4 ⎟ : = b
⎝ ⎠ 25 + 1 + 16

G 14. Jawaban: d
|v| = 32 + (−4)2 G G
Proyeksi ortogonal vektor a pada vektor b
G G
= 9 + 16 a·b G
= G b
| b |2
= 25
9 × 2 + ( −2) × 2 + 4 × 1
=5 = (2 î + 2 ĵ + k̂ )
( )
2
G G 22 + 22 + 12
Panjang proyeksi vektor u pada vektor v = 15.
G G 18
Vektor proyeksi ortogonal vektor u pada vektor v = (2 î + 2 ĵ + k̂ )
G 9
v
= 15 × G
|v| = 2(2 î + 2 ĵ + k̂ )
= 4 î + 4 ĵ + 2 k̂
1 ⎛ 3 ⎞ G
= 15 × 5 ⎜ −4 ⎟ G
⎝ ⎠ Jadi, proyeksi ortogonal vektor a pada vektor b
adalah 4 î + 4 ĵ + 2 k̂ .
⎛3⎞
= 3 ⎜ −4 ⎟
⎝ ⎠ 15. Jawaban: c

⎛ 9 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −3 ⎞
= ⎜ −12 ⎟ JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ AB = b – a = ⎜ 4 ⎟ − ⎜ −1⎟ = ⎜ 5 ⎟
⎜ −2 ⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ −1⎟
12. Jawaban: d ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G
a = 3 î + 4 ĵ ⎛ 5⎞ ⎛2⎞ ⎛3⎞
G JJJG G G
b = 2 î + ĵ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
AC = c – a = ⎜ 0 ⎟ − ⎜ −1⎟ = ⎜ 1 ⎟
G G ⎜ −3 ⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ −2 ⎟
Proyeksi vektor ortogonal a pada b ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G
a⋅b G
= G2 b
−3 ⎛ 3 ⎞
JJJG JJJG ⎛⎜ ⎞⎟ ⎜ ⎟
|b|

3 × 2 + 4 ×1 AB · AC = ⎜ 5 ⎟ · ⎜ 1 ⎟
= 2
(2 î + ĵ ) ⎜ −1⎟ ⎜ −2 ⎟
⎛ 22 + 12 ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎝ ⎠
= –3 × 3 + 5 × 1 + (–1) × (–2)
6+4 = –9 + 5 + 2
= (2 î + ĵ )
4 +1 = –2 JJJG JJJG
10 Proyeksi vektor ortogonal AB pada AC
= 5 (2 î + ĵ ) = 4 î + 2 ĵ JJJG JJJG
AB ⋅ AC JJJG
= JJJG 2 AC
| AC |
13. Jawaban: a
−2
⎛ −4 ⎞ ⎛5⎞ = (3 î + ĵ – 2 k̂ )
( )
2
G G
a = ⎜ −2 ⎟ dan b = ⎜⎜ −1⎟⎟
⎜ ⎟ 32 + 12 + ( −2)2

⎜2⎟ ⎜4⎟ −2
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ = 9 + 1+ 4 (3 î + ĵ – 2 k̂ )
1
= – 7 (3 î + ĵ – 2 k̂ )

Matematika Kelas X 33
16. Jawaban: c
⎛ 1⎞
G ⎛ −3 ⎞ G ⎛ 1⎞ 5−8+9 ⎜ ⎟
a = ⎜ 4 ⎟ dan b = ⎜ 2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 6 ⎜ −2 ⎟
⎜ −1⎟
⎝ ⎠
G G ⎛ −3 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −2 ⎞
a + b = ⎜ 4 ⎟ + ⎜2⎟ = ⎜ 6 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛ 1⎞
G G G
Proyeksi ortogonal vektor ( a + b ) pada vektor b : 6 ⎜ ⎟
= 6 ⎜ −2 ⎟
G G G ⎜ −1⎟
(a + b) ⋅ b JG ⎝ ⎠
= G b
|b|
⎛ 1⎞
⎛ −2 ⎞ ⎛ 1 ⎞ ⎜ ⎟
⎜ ⎟⋅⎜ ⎟ ⎛ 1⎞ = ⎜ −2 ⎟
= ⎝ 6 ⎠ ⎝2⎠ ⎜2⎟
12 + 22 ⎝ ⎠ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠
−2 × 1 + 6 × 2 ⎛ 1⎞
= ⎜2⎟ 18. Jawaban: e
1+ 4 ⎝ ⎠
G G G G 2π
−2 + 12 ⎛ 1⎞ u · v = | u || v | cos
3
= ⎜2⎟
5 ⎝ ⎠
1
= 12 × 4 × (– 2 ) = –24
⎛ 1⎞ ⎛2⎞
= 2 ⎜2⎟ = ⎜4⎟ G G
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Proyeksi vektor u pada v
G G
17. Jawaban: a
u⋅v G −24 G 24 G 3 G
= G
| v |2 v = 2 v = – 16 v = – 2 v
4
⎛3⎞ ⎛2⎞
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟ 19. Jawaban: e
u = ⎜ 1 ⎟ dan v = ⎜ 3 ⎟
⎜ −5 ⎟ ⎜ −4 ⎟ ⎛ −1 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −3 ⎞
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
PQ = q – p = ⎜ a ⎟ − ⎜ −1⎟ = ⎜ a + 1⎟
⎛3⎞ ⎛2⎞ ⎛5⎞ ⎜ −11⎟ ⎜ −3 ⎟ ⎜ −8 ⎟
G ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
u + v = ⎜ 1⎟ + ⎜3⎟ = ⎜4⎟
⎜ −5 ⎟ ⎜ −4 ⎟ ⎜ −9 ⎟ ⎛ 4⎞ ⎛ 2⎞ ⎛ 2⎞
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
PR = r – p = −3 −
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ −1 = ⎜ −2 ⎟
⎜ −2 ⎟ ⎜ −3 ⎟ ⎜ 1⎟
⎛3⎞ ⎛2⎞ ⎛ 1⎞ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
u – v = ⎜ 1 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ −2 ⎟ ⎛ −3 ⎞ ⎛ 2 ⎞
⎜ −5 ⎟ ⎜ −4 ⎟ ⎜ −1⎟ JJJG JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ PQ · PR = ⎜ a + 1⎟ · ⎜ −2 ⎟
G G ⎜ −8 ⎟ ⎜ 1 ⎟
Proyeksi ortogonal vektor ( u + v ) pada vektor ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G
( u – v ): = –3 × 2 + (a + 1) × (–2) + (–8) × 1
G G G G = –6 – 2a – 2 – 8
(u + v)(u − v) G G
= G G
| u − v |2
(u – v)
= –2a – 16
JJJG JJJG
⎛5⎞ ⎛ 1⎞ Proyeksi vektor ortogonal PQ pada PR adalah
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜ 4 ⎟ ⋅ ⎜ −2 ⎟ ⎛ 1⎞ –4 î + 4 ĵ – 2 k̂
⎜ −9 ⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
=
1 + (−2)2 + (−1)2
2 ⎜ −2 ⎟
⎜ −1⎟ JJJG JJJG ⎛ −4 ⎞
⎝ ⎠ PQ ⋅ PR JJJG ⎜ ⎟
⇒ JJJG PR = ⎜ 4 ⎟
| PR |2
⎛ 1⎞ ⎜ −2 ⎟
5 × 1 + 4 × (−2) + (−9) × (−1) ⎜ ⎟ ⎝ ⎠
= 1+ 4 + 1 ⎜ −2 ⎟ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −4 ⎞
⎜ −1⎟ −2a − 16
⎜ ⎟= ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⇔ ( 2 + (−2)2 + 12 )2
2
⎜ −2 ⎟ ⎜ 4 ⎟
⎜ 1 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠

34 Vektor
B. Uraian
⎛ 2 ⎞ ⎛ −4 ⎞ JG
−2a − 16 ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟ G
⇔ 4 + 4 +1 ⎜ −2 ⎟ ⎜ 4 ⎟
1. a. Vektor w merupakan proyeksi vektor u pada
⎜ 1 ⎟ ⎜ −2 ⎟ G JG
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ v , maka | w | = 2.
Perhatikan gambar berikut.
⎛ 2 ⎞ ⎛ −4 ⎞

−2a − 16 ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
9 ⎜ −2 ⎟ ⎜ 4 ⎟
⎜ 1 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 2⎞ ⎛ 2⎞

−2a − 16 ⎜ ⎟ = –2 ⎜ ⎟
9 ⎜ −2 ⎟ ⎜ −2 ⎟ α
⎜ 1⎟ ⎜ 1⎟ JG G
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ w v

Dengan demikian, Pada segitiga siku-siku di atas berlaku:


JG
−2a − 16 |w| 2
= –2 cos α = G = 5
9 |u|
⇔ –2a – 16 = –18 G
Jadi, nilai kosinus sudut antara vektor u pada
⇔ –2a = –2
G 2
⇔ a=1 vektor v adalah 5 .
Jadi, nilai a = 1. JG G
b. Vektor w merupakan proyeksi vektor v pada
20. Jawaban: b G
G u , maka:
G G JG
p merupakan proyeksi u pada v , maka berlaku
|w|
cos α = G
|v|
⎛ −4 ⎞ ⎛a⎞
G G
p = n v , yaitu ⎜ −4 ⎟ = n ⎜ a ⎟ .
JG
2 |w|
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⇔ =
⎜4⎟ ⎜b⎟ 5 3
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JG 6
4
⇔ |w| = 5
–4 = na ⇔ n = – a . . . (1) G
Jadi, panjang proyeksi vektor v pada vektor
4
4 = nb ⇔ n = b . . . (2) G 6
u adalah .
5
Dari persamaan (1) dan (2) diperoleh a = –b.
GG
uv
cos θ = | uG || vG | ⎛ 1 ⎞ ⎛ −2 ⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
2. a. a · b = ⎜ −2 ⎟ · ⎜ 1 ⎟
3 ab − 12a − ab ⎜ 3 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⇒ = ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
4 b2 + 144 + a 2 a2 + a2 + b2
3 −12a = 1 × (–2) + (–2) × 1 + 3 × (–2)
⇔ =
4 b2 + 144 + a 2 a2 + a2 + b2 = –2 – 2 – 6 = –10
3 12b
G
⇔ = |b | = 4 + 1+ 4 = 9 = 3
4 2b2 + 144 3b2 G G
G G a⋅b −10
Proyeksi skalar a pada b = G = 3
3 12 |b|
⇔ = G G G G G G G G
4 2
2b + 144 3 b. a · b = (6 i + 2 j – k ) · (3 i – 4 j + 5 k )
⇔ 48 = 3 2b2 + 144 = 6 × 3 + 2 × (–4) + (–1) × 5
= 18 – 8 – 5
⇔ 16 = 2b2 + 144 =5
⇔ 256 = 2b2 + 144 G
| b | = 32 + (−4)2 + 52
⇔ b2 = 56
⇔ b = ± 56 = 9 + 16 + 25
⇔ b = 2 14 atau b = –2 14 (tidak memenuhi) = 50
Jadi, nilai b = 2 14 . = 5 2

Matematika Kelas X 35
G G
Proyeksi skalar a pada b ⎛ −3 ⎞ ⎛ −6 ⎞
G G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
a⋅b 5 2 1 b. 2 m = 2 ⎜ −2 ⎟ = ⎜ −4 ⎟
= G = × = 2
|b| 5 2 2 2 ⎜ −1⎟ ⎜ −2 ⎟
G G G ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G G G
c. a · b = (2 i + 4 j ) · (–8 i + 6 j + 10 k ) G
Panjang vektor 2 m :
= 2 × (–8) + 4 × 6 + 0 × 10 G
= –16 + 24 + 0 |2 m| = (−6)2 + (−4)2 + (−2)2
=8 = 36 + 16 + 4
G =
|b | = (−8)2 + 62 + 102 56

= 64 + 36 + 100 = 2 14
G G G G G G
=200 = 10 2 5. a. a = 2 i + k dan b = 3 i + 4 j
G G G G G G G G
G G a · b = (2 i + 0 j + k ) · (3 i + 4 j + 0 k )
Proyeksi skalar a pada b
G G =2×3+0×4 +1×0
a⋅b 8 2
= G = × =6+0+0=6
|b| 10 2 2 G
8 2 | b | = 9 + 16 + 0 = 25
2

= 20 2 = 5 2 G G
Proyeksi vektor a pada b
G G G G
G ⎛2⎞ G ⎛ −5 ⎞ a⋅b G 6
3. a = ⎜ 3 ⎟ dan b = ⎜ 12 ⎟ = G2 b = (3 i + 4 j )
25
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ |b|
G G
a. Proyeksi skalar ortogonal a pada b
⎛4⎞ ⎛2⎞
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
G G
⎛ 2 ⎞ ⎛ −5 ⎞ b. a = ⎜ −1⎟ dan b = ⎜ 3 ⎟
a⋅b ⎜ 3 ⎟ ⋅ ⎜ 12 ⎟ −10 + 36 26
= G = ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= = 13 = 2 ⎜ −2 ⎟ ⎜ 1⎟
|b| 2
( −5) + 12 2 169 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G ⎛ 4 ⎞ ⎛2⎞
b. Proyeksi vektor ortogonal a pada b G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
a · b = ⎜ −1 ⎟ ⋅ ⎜ 3 ⎟
⎛ 10 ⎞ ⎜ −2 ⎟ ⎜ 1 ⎟
G G
a⋅b G 2 ⎛ −5 ⎞ ⎜ − 13 ⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= G b = 13 ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
| b |2 ⎝ 12 ⎠ ⎜ 24 ⎟ = 4 × 2 + (–1) × 3 + (–2) × 1
⎜ ⎟
⎝ 13 ⎠ =8–3–2=3

⎛ −3 ⎞ ⎛ 2 ⎞ G
G G | b |2 = ( 22 + 32 + 12 )2 = 4 + 9 + 1 = 14
4. a. m · n = ⎜⎜ −2 ⎟⎟ · ⎜⎜ −1⎟⎟ G G
⎜ x ⎟ ⎜ −2 ⎟ Proyeksi vektor a pada b
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= (–3) × 2 + (–2) × (–1) + x × (–2) G G ⎛2⎞
a⋅b G 3 ⎜ ⎟
= G b = 14 ⎜ 3 ⎟
= –6 + 2 – 2x = –4 – 2x | b |2
⎜ 1⎟
⎝ ⎠
G
|n | = 22 + (−1)2 + (−2)2
6. A(2, 3), B(–1, –1), dan C(5, –1)
= 4 + 1+ 4 JJJG G G ⎛ 2 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎛3⎞
BA = a – b = ⎜ 3 ⎟ – ⎜ −1⎟ = ⎜4⎟
= 9 =3 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G
m⋅n −2 −4 − 2x −2 JJJG G G ⎛ 5 ⎞ ⎛ −1⎞ ⎛6⎞
G = 3 ⇔ = 3 BC = c – b = ⎜ −1⎟ – ⎜ −1⎟ = ⎜ 0 ⎟
|n| 3 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JJJG JJJG
⇔ –4 – 2x = –2 a. Proyeksi vektor BA pada BC :
⇔ 2x = –2 JJJG
JJJG JJJG
BA ⋅ BC JJJG
⇔ x = –1 JJJG 2 BC
BD = | BC |
Jadi, nilai x = –1.
3×6 + 4×0 ⎛6⎞
= ⎜0⎟
62 + 02 ⎝ ⎠

36 Vektor
Dengan demikian diperoleh:
18 ⎛ 6 ⎞
= 36 ⎜ 0 ⎟ G 1 1
⎝ ⎠ a = x î – 4 ĵ + 2 × y k̂ = 2 î – 4 ĵ + 2 × 12 k̂
1 ⎛6⎞ = 2 î – 4 ĵ + 6 k̂
= 2 ⎜0⎟ G
⎝ ⎠
b = 2z î – y ĵ + 18 k̂ = 2 × 3 î – 12 ĵ + 18 k̂
⎛3⎞
= ⎜0⎟ = 6 î – 12 ĵ + 18 k̂
⎝ ⎠ G
JJJG G G c = î – x ĵ + z k̂ = î – 2 ĵ + 3 k̂
b. BD = d – b
G JJJG G ⎛3⎞ ⎛ −1⎞ ⎛2⎞ G G G ⎛ 2 ⎞ ⎛⎛ 6 ⎞ ⎛ 1 ⎞⎞
⇔ d = BD + b = ⎜ 0 ⎟ + ⎜ −1⎟ = ⎜ −1⎟ a · ( b – c ) = ⎜ −4 ⎟ · ⎜ ⎜ −12 ⎟ − ⎜ −2 ⎟ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎟⎟
⎝ 6 ⎠ ⎝ ⎝ 18 ⎠ ⎝ 3 ⎠ ⎠
Jadi, koordinat titik D(2, –1).
G G G G G ⎛ 2⎞ ⎛ 5 ⎞
7. Vektor a , b , dan c segaris maka a = n b dan = ⎜ −4 ⎟ · ⎜ −10 ⎟
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
a = mc .
⎝ 6 ⎠ ⎝ 15 ⎠
⎛ ⎞ = 2 × 5 + (–4) × (–10) + 6 × 15
G G ⎜ x ⎟ ⎛ 2z ⎞
a = n b ⇒ ⎜ −4 ⎟ = n ⎜ − y ⎟ = 10 + 40 + 90 = 140
⎜1 ⎟ ⎜ ⎟ G G G
⎜ y⎟ ⎝ 18 ⎠ Jadi, nilai a · ( b – c ) = 140.
⎝2 ⎠
Dari kesamaan vektor diperoleh: ⎛ 4 ⎞ ⎛0⎞ ⎛4⎞
G JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
4 8. u = PQ = q – p = ⎜ a ⎟ − ⎜ 0 ⎟ = ⎜ a ⎟
–4 = –ny ⇔ n = ⎜ −4 ⎟ ⎜ 0 ⎟
y ⎜ −4 ⎟
1 1 4 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
2
y= 18n ⇒ 2 y = y × 18
⎛ 4 ⎞ ⎛0⎞ ⎛4⎞
⇔ y2 = 4 × 36 G JJJG G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
− −
v = PR = r – p = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = ⎜ −2 ⎟
2 0
⇔ y = ±2 × 6 ⎜ 4 ⎟ ⎜0⎟ ⎜4⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= ±12
Oleh karena y bilangan bulat positif maka y = 12. ⎛4⎞ ⎛4⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
u · v = ⎜ a ⎟ ⋅ ⎜ −2 ⎟ = 4 × 4 + a × (–2) + (–4) × 4
⎛ ⎞
G G ⎜ x ⎟ ⎛ 1⎞ ⎜ −4 ⎟ ⎜ 4 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
a = mc ⇒ ⎜ −4 ⎟ = m ⎜ − x ⎟ = 16 – 2a – 16 = –2a
⎜1 ⎟ ⎜ ⎟
⎜ y⎟ ⎝ z ⎠ G G
⎝2 ⎠ Proyeksi vektor ortogonal u pada v = –2 î + ĵ – 2 k̂
⎛ ⎞ G G ⎛ −2 ⎞
⎜ x ⎟ ⎛ 1⎞ u⋅ v G ⎜ ⎟
⇔ ⎜ −4 ⎟ = m ⎜ − x ⎟ G v = ⎜ 1⎟
| v |2
⎜1 ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎜ ⋅ 12 ⎟ ⎝ z ⎠ ⎝ ⎠
⎝2 ⎠
⎛4⎞ ⎛ −2 ⎞
⎛ x ⎞ ⎛ 1⎞ −2a ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇒ −2 =
⇔ ⎜ −4 ⎟ = m ⎜ −x ⎟ ( 42 + (−2)2 + 42 )2 ⎜ ⎟ ⎜ 1⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜4⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝6⎠ ⎝ z ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Dari kesamaan vektor diperoleh: ⎛ 4 ⎞ ⎛ −2 ⎞
−2a ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
x=m×1⇔m=x ⇔ ⎜ −2 ⎟ = ⎜ 1 ⎟
16 + 4 + 16
–4 = m × (–x) ⇒ –4 = x × (–x) ⎜ 4 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⇔ 4 = x2
⇔ x = ±2 ⎛ 4 ⎞ ⎛ −2 ⎞
Oleh karena x bilangan bulat positif maka x = 2. −2a ⎜ ⎟ ⎜ 1⎟
6 = mz ⇒ 6 = xz ⇔ 36 ⎜ −2 ⎟ = ⎜ ⎟
⎜ 4 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⇔ 6 = 2z ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⇔ z=3

Matematika Kelas X 37
10. B(1, 1, 1)
⎛ 4 ⎞ ⎛ −2 ⎞
a ⎜ ⎟
⇔ − ⎜ −2 ⎟ = ⎜ 1 ⎟
18 ⎜ ⎟
⎜ 4 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −2 ⎞ ⎛ −2 ⎞
a ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇔ − 1
× (–2) ⎜ ⎟ = ⎜ 1 ⎟
18
⎜ −2 ⎟ ⎜ −2 ⎟ A(5, –3, –6) D C(–2, 4, –6)
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ −2 ⎞ ⎛ −2 ⎞
a ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎛1 ⎞ ⎛ 5 ⎞ ⎛ −4 ⎞
1 JJJG G
⇔ 9 ⎜ ⎟ = ⎜ 1⎟ a.
G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
AB = b – a = ⎜ 1 ⎟ − ⎜ −3 ⎟ =
⎜ ⎟
⎜ −2 ⎟ ⎜ −2 ⎟ ⎜4⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎜ 1 ⎟ ⎜ −6 ⎟ ⎜7⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Dengan demikian, diperoleh:
JJJG ⎛ −2 ⎞ ⎛ 5 ⎞ ⎛ −7 ⎞
G G
AC = c – a = ⎜⎜ 4 ⎟⎟ − ⎜⎜ −3 ⎟⎟ ⎜ ⎟
a
9
=1⇔ a =9 = ⎜7⎟
Jadi, nilai a = 9. ⎜ −6 ⎟ ⎜ −6 ⎟ ⎜0⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G ⎛ −4 ⎞ ⎛ −7 ⎞
9. Proyeksi skalar ortogonal vektor p pada vektor JJJG JJJG ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G AB · AC = ⎜ 4 ⎟ · ⎜ 7 ⎟
q adalah − 2 , maka:
G G ⎜7⎟ ⎜0⎟
p⋅q ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G
| q|
= − 2 = –4 × (–7) + 4 × 7 + 7 × 0
1× 3 + (−5) × 5 + (−a) × (−4) = 28 + 28 + 0 = 56
⇒ = − 2
32 + 52 + (−4)2 JJJG JJJG JJJG
3 − 25 + 4a
Proyeksi vektor ortogonal AB pada AC = AD
JJJG JJJG JJJG
⇔ 9 + 25 + 16
= − 2 AB ⋅ AC JJJG
AD = JJJG 2 AC
| AC |
4a − 22
⇔ 50
= − 2 ⎛ −7 ⎞
56 ⎜ ⎟
= ⎜7⎟
⇔ 4a – 22 = − 2 × 50 ( (−7)2 + 72 + 02 )2 ⎜0⎟
⇔ 4a – 22 = –10 ⎝ ⎠
⎛ −7 ⎞
⇔ 4a = 12 56 ⎜ ⎟
= 49 + 49 + 0 ⎜7⎟
⇔ a=3 ⎜0⎟
G ⎝ ⎠
Dengan demikian, diperoleh p = î – 5 ĵ – 3 k̂ . ⎛ −7 ⎞
G G 56 ⎜ ⎟
Proyeksi vektor ortogonal q pada p : = 98 ⎜7⎟
G G ⎜0⎟
q⋅p G 3 × 1+ 5 × (−5) + (−4) × (−3) G ⎝ ⎠
G p = p
| p |2
( 1 + (−5) + (−3) )
2
2 2 2
⎛ −7 ⎞ ⎛ −4 ⎞
⎜ ⎟
4 ⎜ ⎟
3 − 25 + 12 = ⎜7⎟ = ⎜4⎟
7
= 1+ 25 + 9 ( î – 5 ĵ – 3 k̂ ) ⎜0⎟ ⎜0⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠JJJG JJJG
−10 Jadi, proyeksi vektor AB pada AC adalah
= 35 ( î – 5 ĵ – 3 k̂ )
2 ⎛ −4 ⎞
= – 7 ( î – 5 ĵ – 3 k̂ ) ⎜ ⎟
G G ⎜ 4 ⎟ atau –4 î + 4 ĵ .
Jadi, proyeksi vektor ortogonal q pada p adalah ⎜0⎟
⎝ ⎠
2
– 7 ( î – 5 ĵ – 3 k̂ ).

38 Vektor
JJJG JJJG
b. BD merupakan garis tinggi segitiga ABC c. | AC | = (−7)2 + 72 + 02
JJJG JJJG JJJG JJJG JJJG
BD = BA + AD = AD – AB = 49 + 49 + 0
⎛ −4 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎛0⎞ = 98
= ⎜ 4 ⎟ − ⎜ 4 ⎟ = ⎜⎜ 0 ⎟⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜0⎟ ⎜ 7⎟ ⎜ −7 ⎟ = 7 2
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ JJJG JJJG
1
JJJG Luas segitiga ABC = 2 × | AC | × | BD |
| BD | = 02 + 02 + (−7)2
1
= 49 = 2 × 7 2 ×7
=7 49
Jadi, tinggi segitiga ABC = 7. = 2 2

Matematika Kelas X 39
JJJG JJJG JJJG
A. Pilihan Ganda 3) EG = EH + EF
JJJG JJJG JJJG
1. Jawaban: c 4) GB = GF + GC
Vektor-vektor di atas dapat dituliskan sebagai JJJG JJJG JJJG
5) HA = HD + HE
berikut.
Jadi, pernyataan yang salah adalah pilihan b.
G ⎛2⎞ G ⎛ −2 ⎞
a = ⎜3⎟ d = ⎜3⎟ 5. Jawaban: d
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G ⎛ −3 ⎞ G ⎛ −3 ⎞ 1 G G 1 ⎛ −3 ⎞ ⎛4⎞
b = ⎜2⎟ e = ⎜ −2 ⎟ – u – 2v = – ⎜ ⎟ – 2⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
3 3 ⎝ 6 ⎠ ⎝ −1⎠
G ⎛3⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ −8 ⎞ ⎛ −7 ⎞
c = ⎜ −2 ⎟ = ⎜ ⎟ + ⎜ ⎟ = ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ −2 ⎠ ⎝2⎠ ⎝0⎠
⎛3⎞ G 6. Jawaban: e
Jadi, ⎜ −2 ⎟ ditunjukkan oleh c . G G G
⎝ ⎠ 3( a – 2 b + c ) = –9 î – 15 ĵ + 6 k̂
G G G
2. Jawaban: c ⇔ 3 a – 6 b + 3 c = –9 î – 15 ĵ + 6 k̂
G JJJG G G G
p = QR ⇔ p = r – q ⎛x⎞ ⎛0⎞ ⎛0⎞ ⎛ −9 ⎞
G G ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G ⇒ 3 ⎜ 4 ⎟ – 6 ⎜ 2 ⎟ + 3 ⎜ −5 ⎟ = ⎜ −15⎟
⇔ r = p + q ⎜0⎟ ⎜ 2y ⎟ ⎜0⎟ ⎜ 6 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G ⎛8⎞ ⎛4⎞ ⎛ 3x ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎛ −9 ⎞
⇔ r = ⎜ −5 ⎟ + ⎜ −2 ⎟ ⇔
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜ ⎟
⎝ −6 ⎠
⎜ ⎟
⎝5⎠
12
⎜ ⎟ ⎜ – 12 ⎟ + ⎜ −15 ⎟ = ⎜ −15⎟
⎜ 0 ⎟ ⎜ 12y ⎟ ⎜ 0 ⎟ ⎜ 6 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G ⎛ 12 ⎞ ⎛ 3x ⎞ ⎛ −9 ⎞
⇔ r = ⎜ −7 ⎟ ⇔
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜ ⎟ ⎜ −15 ⎟ = ⎜ −15⎟
⎝ −1⎠ ⎜ −12y ⎟ ⎜ 6 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Jadi, koordinat titik R(12, –7, –1).
Dari kesamaan vektor diperoleh:
3. Jawaban: e 3x = –9 ⇔ x = – 3
JJJG JJJG JJJG 1
BC = BE + EC –12y = 6 ⇔ y = – 2
JJJG JJJG JJJG
= AD + ( ED + DC ) 1 1
JJJG JJJG JJJG Nilai x – y = –3 – (– 2 ) = –2 2
= AD – DE + DC
G G G
= v – u + w 7. Jawaban: b
JJJG JJJG JJJG G
BD = BA + AD A v D
JJJG JJJG G 1 JJJG 1 G G 1 ⎛ ⎛ − 4 ⎞ ⎛ −2 ⎞ ⎞
= – AB + AD G p = 2 BA = 2 ( a – b ) = 2 ⎜ ⎜ ⎟ − ⎜ ⎟ ⎟
G G u u
G G
w ⎝ ⎝ 3 ⎠ ⎝ −1 ⎠ ⎠
= –u + v
1 ⎛ −2 ⎞
JJJG JJJG JJJG = 2 ⎜ ⎟ = ⎛⎜ −1⎞⎟
AC = AD + DC G ⎝4⎠ ⎝2⎠
G G B v E C
= v + w Jadi, koordinat titik P(–1, 2).
JJJG JJJG JJJG G G G G G G G
BC – BD + AC = ( v – u + w ) – (– u + v ) + ( v + w ) 8. Jawaban: b
G G G G G G G G G
= v –u + w +u – v + v + w G G G G
G G 5d + 3a + 2b = 2c + 3d – 2b
= v + 2w G G G G G
⇔ 2d = 2c – 2b – 3a – 2b
4. Jawaban: b G G G
Pernyataan yang benar: = 2c – 4b – 3a
JJJG JJJG JJJG
1) AF = AB + AE
JJJG JJJG JJJG
2) BD = BA + BC

40 Vektor
1 ⎛⎛6⎞ ⎛ −6 ⎞ ⎞
⎛3⎞ ⎛5⎞ ⎛ −2 ⎞ = 4 ⎜ ⎜ 1 ⎟ + ⎜ 39 ⎟ ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎠⎠
= 2 ⎜ 4 ⎟ − 4 ⎜ 4 ⎟ − 3 ⎜ −8 ⎟
⎜ −2 ⎟ ⎜ −5 ⎟ ⎜6⎟ 1 ⎛ 0 ⎞ ⎛0⎞
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ = 4 ⎜ 40 ⎟ = ⎜ 10 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 6 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎛ −6 ⎞ Jadi, koordinat titik C(0, 10).
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ 8 ⎟ − ⎜ 16 ⎟ − ⎜ −24 ⎟ 11. Jawaban: c
⎜ −4 ⎟ ⎜ −20 ⎟ ⎜ 18 ⎟ A(2, 1, –4) dan B(2, –4, 6)
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
AP : PB = 3 : 2
⎛ 6 − 20 + 6 ⎞ ⎛ −8 ⎞ 3xB + 2x A 3× 2 + 2× 2 6+4
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ xP = = = =2
= ⎜ 8 − 16 + 24 ⎟ = ⎜ 16 ⎟ 3+2 5 5
⎜ −4 + 20 − 18 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ yP =
3yB + 2y A
=
3 × (−4) + 2 × 1
=
−12 + 2
= –2
3+2 5 5

G ⎛ −8 ⎞ ⎛ −4 ⎞ 3zB + 2z A 3 × 6 + 2 × (−4) 18 − 8
1 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ zP = = = =2
⇔ d = 2 ⎜ 16 ⎟ = ⎜ 8 ⎟ 3+2 5 5
⎜ −2 ⎟ ⎜ −1⎟ Diperoleh koordinat titik P(2, –2, 2).
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G
Jadi, vektor d = –4 î + 8 ĵ – k̂ . JJJG ⎛ −2 ⎞ ⎛2⎞ ⎛ −4 ⎞
G G
PC = c − p = ⎜ 5 ⎟ – ⎜ −2 ⎟ = ⎜⎜ 7 ⎟⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
9. Jawaban: b ⎜4⎟ ⎜2⎟ ⎜2⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JJJG G ⎛4⎞ ⎛ 6 ⎞ ⎛ −2 ⎞ JJJG
G Jadi, PC = –4 î + 7 ĵ + 2 k̂ .
AB = b – a = 3 – 4 = ⎜ −1 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ x ⎠ ⎝ −2 ⎠ ⎝x + 2⎠ 12. Jawaban: c
JJJG ⎛0⎞ ⎛6⎞ ⎛ −6 ⎞ 3
G G
AC = c – a = ⎜ 1 ⎟ – ⎜ 4 ⎟ = ⎜ −3 ⎟ –1
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ 10 ⎠ ⎝ −2 ⎠ ⎝ 12 ⎠ A 2 B 1 C
Titik A, B, dan C segaris maka:
Titik C membagi garis yang melalui titik A dan B
JJJG ⎛ −2 ⎞ ⎛ −6 ⎞ di luar dengan perbandingan 3 : 1 sehingga
JJJG
k AB = AC ⇒ k ⎜ −1 ⎟ = ⎜ −3 ⎟ AC : CB = 3 : –1. Oleh karena AC : CB = 3 : –1
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ maka:
⎝x + 2⎠ ⎝ 12 ⎠
G G
⎛ −2k ⎞ ⎛ −6 ⎞ G 3b − a
c =
⇔ ⎜ −k ⎟ = ⎜ −3 ⎟ 3 −1
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G
⎝ (x + 2)k ⎠ ⎝ 12 ⎠ 1 G
= 2 (3 b – a )
Dari kesamaan vektor diperoleh:
–2k = –6 ⇔ k = 3 1 ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎞
= 2 ⎜ 3⎜ ⎟ − ⎜ ⎟ ⎟
(x + 2)k = 12 ⇒ (x + 2) × 3 = 12 ⎝ ⎝3⎠ ⎝ 3 ⎠⎠
⇔ x+2=4
⇔ x=2 1 ⎛ ⎛ 0 ⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎞
= 2 ⎜⎜ ⎟ − ⎜ ⎟⎟
Jadi, nilai x = 2. ⎝⎝9⎠ ⎝ 3 ⎠⎠
10. Jawaban: a 1 ⎛ 4⎞
= 2⎜ ⎟
G ⎛ −2 ⎞ G ⎛6⎞ ⎝6⎠
a = ⎜ 13 ⎟ dan b = ⎜ 1 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 2⎞
Oleh karena AC : CB = 1 : 3 maka: = ⎜ ⎟
G G ⎝ 3⎠
G b + 3a 1 G G
c = = 4 (b + 3a ) Jadi, koordinat titik C(2, 3).
1+ 3

1 ⎛⎛6⎞ ⎛ −2 ⎞ ⎞
= 4 ⎜ ⎜ 1 ⎟ + 3 ⎜ 13 ⎟ ⎟
⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎠⎠

Matematika Kelas X 41
13. Jawaban: c 15. Jawaban: d
V U JJJG G G ⎛3⎞ ⎛0⎞ ⎛3⎞
G PQ = q – p = ⎜ 6 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜3⎟
b ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G ⎝ −1⎠ ⎝ 2⎠ ⎝ −3 ⎠
a
S T 3 JJJG
| PQ | = 32 + 32 + (−3)2
G 5
c R Q = 9+9+9
G
b
2
=
27 = 3 3
G JJJG
a Vektor satuan dari PQ :
O P JJJG
W PQ 1
JJJJG JJJG JJJG G G JJJG = (3 î + 3 ĵ – 3 k̂ )
| PQ | 3 3
OQ = OP + OR = a + b
JJJJG JJJJG JJJG JJJJG 1
UW : QW = 5 : 2 maka UQ : QW = 3 : 2 = ( î + ĵ – k̂ )
3
Dengan demikian, 16. Jawaban: b
JJJJG 2 JJJG 2 JJJG 2 G 2 G A(1, –4), B(4, 3), dan C(2, –5)
QW = 3 UQ = 3 (– OS ) = 3 (– c ) = – 3 c
JJJJG JJJJG JJJJG G ⎛ 1⎞ G ⎛4⎞ G ⎛2⎞
OW = OQ + QW a = ⎜ −4 ⎟ , b = ⎜ 3 ⎟ , dan c = ⎜ −5 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G 2 G
= (a + b ) – 3 c JJJG G G ⎛2⎞ ⎛ 1⎞ ⎛ 1⎞
AC = c – a = ⎜ −5 ⎟ – ⎜ −4 ⎟ = ⎜ −1⎟
G G 2 G
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= a + b – 3c JJJG G G ⎛2⎞ ⎛4⎞ ⎛ −2 ⎞
BC = c – b = ⎜ −5 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ −8 ⎟
14. Jawaban: d ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Titik S merupakan titik tengah PQ maka: JJJG JJJG ⎛ 1 ⎞ ⎛ −2 ⎞
AC · BC = ⎜ −1⎟ · ⎜ −8 ⎟
xP + xQ 2+2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
xS = 2
= 2
=2 = 1 × (–2) + (–1) × (–8)
yP + yQ 4+0 = –2 + 8
yS = 2
= 2
=2
=6
zP + zQ 5 +1
zS = 2
= 2
=3 17. Jawaban: c
G G G G
Diperoleh koordinat titik S(2, 2, 3). a · b = | a | | b | cos 45°
Titik T merupakan titik tengah QR maka: 1
=4×3× 2 2 =6 2
x Q + xR 2+6
xT = 2
= 2
=4
18. Jawaban: e
y Q + yR 0+2 1 G G
yT = 2
= 2
=1 (2 u) · v = 7
zQ + zR 1+ 3
zT = 2
= 2
=2 ⎛ 4 ⎞ ⎛ −1⎞

1 ⎜ ⎟ · ⎜ −2 ⎟ = 7
Diperoleh koordinat titik T(4, 1, 2). 2 ⎜ −6 ⎟ ⎜ ⎟
⎜6⎟ ⎜a⎟
Panjang ST: ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JJJG ⎛ 2 ⎞ ⎛ −1⎞
| ST | = (x T − x S )2 + (y T − y S )2 + (z T − zS )2 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⇔ ⎜ −3 ⎟ · ⎜ −2 ⎟ = 7
= (4 − 2)2 + (1 − 2)2 + (2 − 3)2 ⎜3⎟ ⎜a⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 4 + 1+ 1 ⇔ 2 × (–1) + (–3) × (–2) + 3 × a = 7
⇔ –2 + 6 + 3a = 7
= 6 ⇔ 4 + 3a = 7
⇔ 3a = 3
Jadi, panjang ST = 6.
⇔ a=1

42 Vektor
⎛ −1⎞ G
G ⎜ ⎟ |a | = 42 + (−2)2 + 22
Dengan demikian, v = ⎜ −2 ⎟
⎜ 1⎟ = 16 + 4 + 4 = 24 = 2 6
⎝ ⎠ G
G G |b | = 12 + 12 + 22 = 1+ 1+ 4 = 6
u + 2 v = (4 î – 6 ĵ + 6 k̂ ) + 2(– î – 2 ĵ + k̂ ) G G
= 4 î – 6 ĵ + 6 k̂ – 2 î – 4 ĵ + 2 k̂ Misalkan sudut yang dibentuk oleh vektor a dan b
adalah α.
= 2 î – 10 ĵ + 8 k̂ G G
a ⋅b 6 6 1
cos α = G G = = 12 = 2
19. Jawaban: e | a ||b | 2 6× 6
G G G 1
a · b = | a |2 Oleh karena cos α = 2 , diperoleh α = 60°.
G G G G G
⇔ a · b = a · a G
Jadi, besar sudut yang dibentuk oleh vektor a dan b
⎛ 4 ⎞ ⎛9⎞ ⎛4⎞ ⎛4⎞ adalah 60°.
⇒ ⎜ − 2 ⎟ · ⎜ 3 ⎟ = ⎜ −2 ⎟ · ⎜ −2 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ 22. Jawaban: b
⎝ x ⎠ ⎝ 3⎠ ⎝ x ⎠ ⎝ x ⎠
Posisi balok dapat digambarkan sebagai berikut.
⇔ 36 – 6 + 3x = 16 + 4 + x2
Z
⇔ x2 – 3x – 10 = 0
⇔ (x – 5)(x + 2) = 0 E H(0, 4, 4)
⇔ x – 5 = 0 atau x + 2 = 0 F
G

⇔ x = 5 atau x = –2
⎛4⎞
G ⎜ ⎟ A(0, 0, 0) D(0, 4, 0)
Oleh karena x < 0, maka x = –2 diperoleh a = ⎜ −2 ⎟ . Y

⎝ −2 ⎠ B(2, 0, 0) C(2, 4, 0)

⎛ 4 ⎞ ⎛9⎞ ⎛ −5 ⎞
G G
a – b = ⎜ −2 ⎟ – ⎜ 3 ⎟ = ⎜ − 5 ⎟
X
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ JJJG G G
⎝ −2 ⎠ ⎝ 3 ⎠ ⎝ −5 ⎠ AB = b – a
G G = (2 – 0) î + (0 – 0) ĵ + (0 – 0) k̂
| a – b | = (−5)2 + (−5)2 + (−5)2
= 2 î + 0 ĵ + 0 k̂
JJJG G G
25 + 25 + 25 = 3 × 25 = 5 3
= BH = h – b
G G
Jadi, panjang ( a – b ) adalah 5 3 . = (0 – 2) î + (4 – 0) ĵ + (4 – 0) k̂
= –2 î + 4 ĵ + 4 k̂
20. Jawaban: a JJJG JJJG
G G AB · BH = 2 × (–2) + 0 × 4 + 0 × 4
p = î + 2 ĵ dan q = 4 î + 2 ĵ
G G = –4 + 0 + 0 = –4
p⋅q JJJG
cos θ = G G
| p || q | | AB | = 22 + 02 + 02
5
1× 4 + 2 × 2 =
= 3 4 =2
12 + 22 × 42 + 22 θ JJJG
4+4 | BH | = (−2)2 + 42 + 42
4
= 5 × 20
= 4 + 16 + 16
8 4
= 10 = 5 = 36 = 6
4 3 JJJG JJJG
cos θ = 5 ⇔ sin θ = 5 Misalkan θ = sudut antara AB dengan BH .
JJJG JJJG
3 AB ⋅ BH
Jadi, nilai sin θ = 5 . cos θ = | AB
JJJG JJJG
| | BH |
−4
21. Jawaban: c = 2× 6
G G
a · b = (4 î – 2 ĵ + 2 k̂ ) · ( î + ĵ + 2 k̂ ) =–
1
3
= 4 × 1 + (–2) × 1 + 2 × 2 JJJG JJJG
=4–2+4=6 Jadi, nilai kosinus sudut antara AB dan BH adalah
1
– .
3

Matematika Kelas X 43
23. Jawaban: d ⇔ 2a + 6 = 2
G G G ⇔ 2a = –4
a · a = | a |2 = 42 = 16
G G G ⇔ a = –2
b · b = | b |2 = 62 = 36
G G G G ⎛ −2 ⎞
G
|a + b | = 8 ⇔ | a + b |2 = 82 Dengan demikian, diperoleh u = ⎜ 7 ⎟ .
G G G G ⎜ ⎟
⇔ ( a + b ) · ( a + b ) = 64 ⎝8⎠
G G G G G G −
⎛ ⎞2 ⎛ ⎞4 ⎛ ⎞2
⇔ a · a + 2 a · b + b · b = 64 G G
G G u + v = ⎜ 7 ⎟ + ⎜ 4 ⎟ = ⎜ 11⎟
⇔ 16 + 2 a · b + 36 = 64 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G G ⎝8⎠ ⎝ −2 ⎠ ⎝6⎠
⇔ 2 a · b = 12 G G
G G Jadi, vektor posisi dari ( u + v ) adalah 2 î + 11 ĵ + 6 k̂ .
⇔ a · b =6
G G G G G G 26. Jawaban: a
| a – b |2 = ( a – b ) · ( a – b ) G G
G G G G G G a + b = (3 î – 4 ĵ – 4 k̂ ) + (2 î – ĵ + 3 k̂ )
= a · a – 2a · b + b · b
= 16 – 2 × 6 + 36 = 5 î – 5 ĵ – k̂
G G G
= 52 – 12 = 40 ( a + b ) · c = (5 î – 5 ĵ – k̂ ) · (4 î – 3 ĵ + 5 k̂ )
G G
Jadi, hasil | a – b | = 40 = 2 10 . = 5 × 4 + (–5) × (–3) + (–1) × 5
= 20 + 15 – 5
24. Jawaban: b
= 30
⎛0⎞ ⎛ a ⎞ ⎛ −a ⎞ G G G
JJJG G G Proyeksi skalar ortogonal ( a + b ) pada c
PQ = q – p = ⎜ 4 ⎟ – ⎜ −2 ⎟ = ⎜ 6 ⎟ G G G
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ (a + b) ⋅ c
⎝5⎠ ⎝ 3 ⎠ ⎝ 2⎠ = G
|c|
30
⎛2⎞ ⎛0⎞ ⎛ 2 ⎞ =
JJJG G G 42 + ( −3)2 + 52
QR = r – q = ⎜ 5 ⎟ – ⎜ 4 ⎟ = ⎜ 1 ⎟ 30
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ =
⎝ c ⎠ ⎝5⎠ ⎝c − 5⎠ 16 + 9 + 25
JJJG JJJG 30
PQ tegak lurus QR berarti: =
50
JJJG JJJG
PQ · QR = 0 ⇒ –2a + 6 + 2(c – 5) = 0 30
=
⇔ –2a + 6 + 2c – 10 = 0 5 2
⇔ –2(a – c) = 4 6
=
⇔ a – c = –2 2
Jadi, hasil a – c = –2. 6
= 2
2
25. Jawaban: d
G G =3 2
Misalkan θ = sudut antara u dan v .
1 5 27. Jawaban: b
tan θ = 2 5 = θ
2 P(1, –3), Q(2, –1), dan R(4, 1)
3 JJJG
2 2 G G
maka cos θ = 3 PQ = q – p

cos θ = 3
2 ⎛2⎞ ⎛ 1⎞
5 = ⎜ −1⎟ – ⎜ −3 ⎟
G G ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
u⋅ v 2
G
|v|
= 3 ⎛ 1⎞
= ⎜2⎟
4a + 7 × 4 + 8 × (−2) 2 ⎝ ⎠
⇒ = 3 JJJG G G
42 + 42 + (−2)2 PR = r – p
4a + 12 2
⇔ = 3 ⎛4⎞ ⎛ 1 ⎞
36 = ⎜ 1 ⎟ – ⎜ −3 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
2a + 6 1
⇔ 6
= 3 ⎛3⎞
= ⎜4⎟

2a + 6
=1 ⎝ ⎠
2

44 Vektor
JJJG JJJG
Proyeksi skalar ortogonal PQ pada PR ⎛ −3 ⎞
G G G
JJJG JJJG a ⋅b 1 ⎜ ⎟
=
PQ ⋅ PR
JJJG =
1× 3 + 2 × 4
=
11
=
1
25
G b = 14 ⎜ 2 ⎟
| b |2
| PR | 32 + 42
5 ⎜ −1⎟
⎝ ⎠
28. Jawaban: e ⎛3⎞ ⎛ −3 ⎞
G 7 − 2x ⎜ ⎟ 1 ⎜ ⎟
a = –3 î – ĵ + x k̂ ⇒ ( 32 + (−2)2 + 12 )2 ⎜ −2 ⎟ = 14 ⎜ 2 ⎟
G
b = 3 î – 2 ĵ + 6 k̂ ⎜ −1⎟ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G
a · b = –3 × 3 + (–1) × (–2) + x × 6 ⎛3⎞ ⎛3⎞
= –9 + 2 + 6x 7 − 2x ⎜ ⎟ 1 ⎜ ⎟
⇔ 9 + 4 +1 ⎜ −2 ⎟ = – 14 ⎜ −2 ⎟
= –7 + 6x ⎜ −1⎟ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G
|b | = 32 + (−2)2 + 62 ⎛3⎞ ⎛3⎞
⎜ ⎟ 7 − 2x
1 ⎜ ⎟
= 9 + 4 + 36
⇔ ⎜ −2 ⎟ = – 14
14 ⎜ −2 ⎟
⎜ −1⎟ ⎜ −1⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= 49 = 7
G G Dari kesamaan vektor diperoleh:
Proyeksi skalar ortogonal a pada b adalah 5,
7 − 2x 1
berarti: 14
= – 14
G G
a⋅b −7 + 6x ⇔ 7 – 2x = –1
G
|b|
=5 ⇒ 7
=5
⇔ 2x = 8
⇔ –7 + 6x = 35 ⇔ x=4
⇔ 6x = 42 Jadi, nilai x = 4.
⇔ x=7
Jadi, nilai x = 7. B. Uraian
1. a. G H G
v
29. Jawaban: d
E
G G G F G
Proyeksi vektor ortogonal p pada q adalah r . w
G G
G p⋅q G 4 × 1+ (−5) × (−1) + 3 × 2 G G
r = q= q D u
( 1 + (−1) + 2 )
G2 2
C
q 2 2 2

4+5+6 G A B
= 1+ 1+ 4 q JJJG JJJG JJJG
AH = AE + EH
15 G JJJG JJJG
= 6 q = CG + EH
JJJG JJJG
5 G = – GC + EH
= 2 q G G
= –w + v
G G JJJG JJJG JJJG
Jadi, proyeksi vektor ortogonal p pada q adalah DF = DH + HF
5 G JJJG JJJG JJJG
q. = CG + ( HG + GF )
2 JJJG JJJG JJJG
30. Jawaban: c = – GC + DC + HE
JJJG JJJG JJJG
G G = – GC + DC – EH
a · b = (2 î + x ĵ + k̂ ) · (3 î – 2 ĵ + k̂ ) G G G
= –w + u – v
= 2 × 3 + x × (–2) + 1 × 1 JJJG JJJG G
= 6 – 2x + 1 BC = EH = v
JJJG JJJG JJJG G G G G G G
= 7 – 2x AH + DF + BC = – w + v – w + u – v + v
G G G
G 1 = u + v – 2w
c =
14
(–3 î + 2 ĵ – k̂ )

Matematika Kelas X 45
b. G H G
v ⎛ −3 ⎞ ⎛ −3 ⎞
G G
E F a. u + v = ⎜ −1⎟ + ⎜ 8 ⎟
G
w ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎜3⎟ ⎜ −6 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G
D u
C ⎛ −6 ⎞
A
= ⎜⎜ 7 ⎟⎟
B
JJJG JJJG JJJG ⎜ −3 ⎟
⎝ ⎠
AC = AD + DC
JJJG JJJG
= EH + DC ⎛ −3 ⎞ ⎛ −3 ⎞
G G G
4 u – 2 v = 4 ⎜ −1⎟ – 2 ⎜⎜ 8 ⎟⎟
⎜ ⎟
G
= v + u b.
JJJG JJJG JJJG ⎜3⎟ ⎜ −6 ⎟
DE = DH + HE ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
JJJG JJJG
= CG – EH
JJJG JJJG ⎛ −12 ⎞ ⎛ −6 ⎞
= ⎜⎜ −4 ⎟⎟ – ⎜⎜ 16 ⎟⎟
= – GC – EH
G G
= –w – v ⎜ 12 ⎟ ⎜ −12 ⎟
JJJG JJJG JJJG ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
BH = BF + FH
JJJG JJG JJJG
= CG + ( FE + EH ) ⎛ −6 ⎞
JJJG JJJG
= – GC + CD + EH
JJJG = ⎜⎜ −20 ⎟⎟
JJJG JJJG JJJG ⎜ 24 ⎟
= – GC – DC + EH ⎝ ⎠
G G G
= –w – u + v
JJJG JJJG JJJG G G G G
AC + DE – BH 3. a. 2a + 4b = c – a
G G G G G G G G G G
= v + u – w – v – (– w – u + v ) ⇔ c = 3a + 4b
G G G G G G G
= v +u –w – v + w + u – v
G G ⎛7⎞ ⎛ −1⎞
= 2u – v = 3 ⎜ −5 ⎟ + 4 ⎜ 3 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G JJJG G G
2. u = PQ = q – p ⎛ 21 ⎞ ⎛ −4 ⎞
= ⎜ −15 ⎟ + ⎜ 12 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 1⎞ ⎛4⎞
= ⎜⎜ −3 ⎟⎟ – ⎜⎜ −2 ⎟⎟ ⎛ 17 ⎞
= ⎜ −3 ⎟
⎜6⎟ ⎜3⎟ ⎝ ⎠
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G G G G G
b. 6a – 5b + 2c = 3a + 4c
⎛ −3 ⎞ G G G
⇔ 2c = 3a – 5b
= ⎜⎜ −1⎟⎟
⎜3⎟ ⎛7⎞ ⎛ −1⎞
⎝ ⎠ = 3 ⎜ −5 ⎟ – 5 ⎜ 3 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G JJJG G G
v = QR = r – q ⎛ 21 ⎞ ⎛ −5 ⎞
= ⎜ −15 ⎟ – ⎜ 15 ⎟
⎛ −2 ⎞ ⎛ 1⎞ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= ⎜⎜ 5 ⎟⎟ – ⎜⎜ −3 ⎟⎟ ⎛ 26 ⎞
⎜0⎟ ⎜6⎟ = ⎜ −30 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
G 1 ⎛ 26 ⎞ ⎛ 13 ⎞
⎛ −3 ⎞ ⇔ c = 2 ⎜ −30 ⎟ = ⎜ −15 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= ⎜⎜ 8 ⎟⎟
⎜ −6 ⎟
⎝ ⎠

46 Vektor
2xB + (−1) × x A
⎛ −2 ⎞ ⎛x⎞ ⎛ 6 ⎞ xC = 2 −1
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
4. a = ⎜ 0 ⎟ , b = ⎜ 3 ⎟ , dan c = ⎜ x + y ⎟ 2 × 3 + (−1) × 1
⎜ 1⎟ ⎜ −1⎟ ⎜ −3 ⎟ = 1
5
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
2yB + (−1) × y A
Titik A, B, dan C segaris jika AB = k AC. yC = 2 −1
G G G G
AB = k AC ⇒ b – a = k( c – a ) 2 × 1 + (−1) × 2
= 1
=0
⎛ x ⎞ ⎛ −2 ⎞ ⎛ ⎛ 6 ⎞ ⎛ −2 ⎞ ⎞ 2zB + (−1) × zA
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟ zC = 2 −1
⇒ ⎜ 3 ⎟ – ⎜ 0 ⎟=k ⎜⎜x + y⎟ − ⎜ 0 ⎟⎟
⎜ −1⎟ ⎜ 1 ⎟ ⎜ ⎜ −3 ⎟ ⎜ 1 ⎟ ⎟ 2 × 2 + (−1) × 3
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎠⎠ = 1
=1
⎛ x + 2⎞ ⎛ 8 ⎞ Jadi, koordinat titik C(5, 0, 1).
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ JJJG G G
⇔ ⎜ 3 ⎟ = k ⎜x + y⎟ b. AC = c – a
⎜ −2 ⎟ ⎜ −4 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
⎛ 5⎞ ⎛ 1⎞ ⎛4⎞
Dari kesamaan vektor diperoleh: ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
1 = ⎜ 0 ⎟ – ⎜ 2 ⎟ = ⎜ −2 ⎟
–2 = k(–4) ⇔ k = 2 ⎜ 1⎟ ⎜ 3⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
1
x+2=k×8 ⇒ x+2= 2 ×8 JJJG
⎢AC ⎢= 42 + (−2)2 + (−2)2
⇔ x+2=4
⇔ x=2 = 16 + 4 + 4
1 = 24
3 = k(x + y) ⇒ 3 = 2 (2 + y)
= 2 6
⇔ 6=2+y JJJG
Jadi, panjang vektor AC adalah 2 6 .
⇔ y=4
6. A(2, 4, –1), B(–4, 7, 5), dan C(2, 4, –5)
⎛2⎞ ⎛6⎞
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟
Dengan demikian, diperoleh b = ⎜ 3 ⎟ dan c = ⎜ 6 ⎟ ⎛2⎞ ⎛ −4 ⎞ ⎛2⎞
G ⎜4⎟ G ⎜7⎟ G ⎜ ⎟
⎜ −1⎟
⎝ ⎠
⎜ −3 ⎟
⎝ ⎠ a = ⎜ ⎟ , b = ⎜ ⎟ , dan c = ⎜ 4 ⎟
JJJG JJJG G G G G ⎝ −1⎠ ⎝5⎠ ⎝ −5 ⎠
AB · BC = ( b – a ) · ( c – b ) a. AP : PB = 2 : 1
G G
⎛ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −2 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 6 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎞ G 2b + a
⎜⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟ p =
= ⎜⎜ 3 ⎟ − ⎜ 0 ⎟⎟ · ⎜⎜ 6 ⎟ − ⎜ 3 ⎟⎟ 2+1
⎜⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟ ⎜⎜ ⎟ ⎜ ⎟⎟ G G
⎝ ⎝ −1⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎠ ⎝ ⎝ −3 ⎠ ⎝ −1⎠ ⎠ 1
= 3 (2 b + a )
⎛4⎞ ⎛4⎞
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎛ ⎛ −4 ⎞ ⎛ 2 ⎞⎞
= ⎜3⎟ · ⎜3⎟
= 3 ⎜⎜ 2 ⎜ 7 ⎟ + ⎜ 4 ⎟ ⎟⎟
1
⎜ −2 ⎟ ⎜ −2 ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎜ ⎜ 5⎟ ⎜ ⎟⎟
⎝ ⎝ ⎠ ⎝ −1⎠ ⎠
= 4 × 4 + 3 × 3 + (–2) × (–2) ⎛ ⎛ −8 ⎞ ⎛ 2 ⎞⎞
= 3 ⎜ 14 + ⎜ 4 ⎟ ⎟⎟
= 16 + 9 + 4 1 ⎜⎜ ⎟
⎜ ⎜ 10 ⎟ ⎜ ⎟⎟
= 29 ⎝⎝ ⎠ ⎝ −1⎠ ⎠
JJJG JJJG
Jadi, nilai AB · AC = 29. ⎛ −6 ⎞ ⎛ −2 ⎞
1 ⎜ 18 ⎟ ⎜ ⎟
= 3 ⎜ ⎟ = ⎜6⎟
5. a. 2
⎝9⎠ ⎝3⎠
–1
Jadi, koordinat titik P(–2, 6, 3).
A(1, 2, 3) B(3, 1, 2) C(xC, yC, zC)

JJJG JJJG JJJG JJJG


AC : BC = 2 : 1 ⇔ AC : CB = 2 : –1

Matematika Kelas X 47
G JJJG G G 8.
b. u = AB = b – a
G G G
u u w
⎛ −4 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛ −6 ⎞ 30°
= ⎜ 7 ⎟ –⎜ 4 ⎟ = ⎜ 3 ⎟ 90° 90°
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ G
⎝ 5 ⎠ ⎝ −1⎠ ⎝6⎠ v
G JJJG G G G G
v = CP = p – c Dari gambar di atas terlihat bahwa ∠( u , w ) = 30°.
G G G G
Vektor u dan v saling tegak lurus maka u · v = 0.
⎛ −2 ⎞ ⎛2⎞ ⎛ −4 ⎞ G G G G G G
= ⎜6⎟ – ⎜4⎟ = ⎜2⎟ v · w = | v | | w | cos ∠( v , w )
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = 8 × 6 cos 120°
⎝3⎠ ⎝ −5 ⎠ ⎝8⎠
1
⎛ −6 ⎞ ⎛ −4 ⎞ = 8 × 6 × (– 2 )
G G
u · v = ⎜ 3⎟ · ⎜ 2⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = –24
⎝6⎠ ⎝8⎠ G G G G G G
u · w = | u | | w | cos ∠( u , w )
= 24 + 6 + 48
= 4 × 6 cos 30°
= 78 1
G G =4×6× 2 3
Jadi, hasil u · v = 78.
7. A = 12 3
θ
G G G
| u + v + w |2
G G G G G G
= (u + v + w ) · (u + v + w )
G G G G G G G G G G
= u · u + u · v + u · w + u · v + v · v
G G G G G G G G
+ v · w + u · w + v · w + w · w
B C G G G G G G G G G
JJJG = | u |2 + | v |2 + | w |2 + 2 u · v + 2 u · w +2v · w
JJJG JJJG
AC = AB + BC = 42 + 82 + 62 + 2 × 0 + 2 × 12 3 + 2 × (–24)
⎛ −2 ⎞ ⎛2⎞ ⎛0⎞ = 16 + 64 + 36 + 0 + 24 3 – 48
= ⎜ −4 ⎟ + ⎜ 1 ⎟ = ⎜ −3 ⎟ = 68 + 24 3
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝2⎠ ⎝ 1⎠ ⎝3⎠ G G G
JJJG JJJG Jadi, | u + v + w | = 68 + 24 3 .
AB ⋅ AC
cos ∠BAC = JJJG JJJG G G
| AB || AC | 19
9. Proyeksi skalar ortogonal a pada b = – 3
⎛ −2 ⎞ ⎛ 0 ⎞
⎜ −4 ⎟ ⋅ ⎜ −3 ⎟ G G
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ a⋅b 19
⎝ 2⎠ ⎝ 3⎠ G =– 3
= |b|
(−2)2 + (−4)2 + 22 × 02 + (−3)2 + 32
x(−2) + y(4) + 12(−4) 19
−2 × 0 + (−4) × (−3) + 2 × 3 ⇒ =– 3
= (−2)2 + 42 + (−4)2
4 + 16 + 4 × 0 + 9 + 9
0 + 12 + 6 −2x + 4y − 48 19
= ⇔ =– 3
24 × 18 4 + 16 + 16

18 −2x + 4y − 48 19
= ⇔ 6
=– 3
24 × 18

18 ⇔ –2x + 4y – 48 = –38
= ⇔ –2x + 4y = 10
24

18 ⇔ x = 2y – 5 . . . (1)
= 24 G
Panjang vektor a = 13
3 1
= = 3
4 2 ⇒ x 2 + y 2 + 122 = 13
1
Oleh karena cos ∠BAC = 3 maka ∠BAC = 30°. ⇔ x2 + y2 + 144 = 169
2
Jadi, besar ∠BAC = 30°. ⇔ x2 + y2 = 25 . . . (2)

48 Vektor
Substitusikan persamaan (1) ke dalam persamaan
⎛2⎞ ⎛3⎞
(2) diperoleh: ⎜ ⎟
= −4 + ⎜ 1⎟
(2y – 5)2 + y2 = 25 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ −2 ⎠ ⎝ −3 ⎠
⇔ 4y2 – 20y + 25 + y2= 25
⎛5⎞
⇔ 5y2 – 20y = 0 = ⎜ −3 ⎟
⎜ ⎟
⇔ y2 – 4y = 0 ⎝ −5 ⎠
G G
⇔ y(y – 4) = 0 b. Proyeksi vektor ortogonal c pada a
G G
⇔ y = 0 atau y = 4 c.a G
= G
| a |2
a
Untuk y = 0 ⇒ x = 2(0) – 5 = –5
Untuk y = 4 ⇒ x = 2(4) – 5 = 3 ⎛ 1⎞
5 × 1 + (−3) × (−2) + (−5) × (−1) ⎜ −2 ⎟
Jadi, nilai x = –5 dan y = 0 atau x = 3 dan y = 4. =
12 + (−2)2 + (−1)2 ⎜ ⎟
⎝ −1⎠
⎛ 1⎞ ⎛3⎞
G ⎜ ⎟ G ⎜ ⎟ ⎛ 1⎞ ⎛ 1⎞
10. a = ⎜ −2 ⎟ dan b = ⎜ 1⎟ 16 8
⎝ −1⎠ ⎝ −3 ⎠ = 6 ⎜ −2 ⎟ = 3 ⎜ −2 ⎟
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
G G G ⎝ −1⎠ ⎝ −1⎠
a. c = 2 a + b
G G
⎛ 1⎞ ⎛3⎞ Jadi, proyeksi vektor ortogonal c pada a adalah
⎜ −2 ⎟ ⎜ ⎟
= 2⎜ ⎟ + ⎜ 1 ⎟ 8
( î – 2 ĵ – k̂ ).
⎝ −1⎠ ⎝ −3 ⎠ 3

Matematika Kelas X 49
A. Pilihlahan Ganda 4. Jawaban: d
1. Jawaban: c
 3  −4  3
  
6 3 a – 2 b + 3 c = a =  1  – 2  3  + 3  −2 
       
a + b =  −4  +  2  2
 
5
 
2
 
   
5  1
   
 3   −8  9
9 = 1 – 6 +  −6 
   
     
=  −2   2   10 
   
6
 
 
6
 
 3+8+9 

=  1− 6 − 6 
 2 2 2
|a + b| = 9 + (−2) + 6  
 2 − 10 + 6 
= 81 + 4 + 36  

= 121  20 
= 11 =  −11
   
Jadi, panjang a + b adalah 11.  −2 
 
2. Jawaban: d
     20 
 
AE = AD + DE Jadi, a – 2 b + 3 c =  −11 .
   
1  −2 
= AD + · DC
2
 
 1  5. Jawaban: d
= AD + 2
· AB 
D C

 1  | AC | = 122 + 92
= v + 2 u 
v
= 144 + 81 9 cm
3. Jawaban: b
    = 225 
a = 5 i – 3 j + 6k u
    = 15 A 12 cm B
b = –2 i + 2 j + 3 k      
u · v = | u | · | v | · cos ∠( u · v )
       
2 a – 3 b = 2(5 i – 3 j + 6 k ) – 3(–2 i + 2 j + 3 k ) 12
= 12 · 15 · ( 15 )
     
= 10 i – 6 j + 12 k + 6 i – 6 j – 9 k = 144
    
= 16 i – 12 j + 3 k Jadi, u · v = 144.
    
Jadi, 2 a – 3 b = 16 i – 12 j + 3 k .

50 Ulangan Akhir Semester


6. Jawaban: b 9. Jawaban: d
 
3  −5   −2  Misalkan α = sudut antara vektor a dan b .
        
| a + 3 b – 2 c | =  −1 + 3  2  − 2  4   
a ⋅b 3 ⋅ 2 + 2 ⋅ 3 + 4 ⋅ ( −3)
2  4  4 cos α =   =
      | a |⋅|b| 3 + 22 + 42 ⋅ 22 ⋅ 32 ⋅ ( −3)2
2

 3   −15   −4  0
      =
=  −1 +  6  −  8  29 ⋅ 22
 2   12   8  =0
     
karena cos α = 0 maka α = 90°
 3 − 15 + 4   
  Jadi, besar sudut antara vektor a dan b adalah
−1 + 6 − 8 
=  90°.
 2 + 12 − 8 
 
10. Jawaban: c
 −8 
  2   −3  m
−3  
=   a =  0  , b =  1  , dan c =  −2 
 6      
  3 n + 2  −1
     
= (−8)2 + (−3)2 + (6)2 Titik A, B, dan C segaris jika AB = k · AC
= 64 + 9 + 36 = 109 AB = k · AC
      
Jadi, nilai | a + 3 b – 2 c | = 109 . ⇔ b – a = k · (c – a)

7. Jawaban: d  −3   2   m  2
  ⇔   –  = k   −2  −  0  
Jika AB = BC maka B – A = C – B  1  0    
n + 2  3   −1  3  
⇔ 2B = C + A        
1
⇔ B = 2 (C + A)
 −5  m − 2
1 ⇔   = k 
⇔ B= 2
((3, 6) + (–1, 2))  1   −2 
 n − 1  −4 
1    
⇔ B= 2
(2, 8) = (1, 4)
Dari kesamaan vektor diperoleh:
Jadi, titik B adalah (1, 4). 1
• 1 = k(–2) ⇔ k = – 2
8. Jawaban: b
   1
c = ma + nb • –5 = k(m – 2) ⇔ –5 = – 2 (m – 2)
1
8  −6   −5  ⇔ –5 = – 2 m + 1
  = m  + n 
−7
  5
  4 ⇔
1
m=6
0  −2   −3  2
     
⇔ m = 12
Diperoleh 8 = –6m – 5n . . . (1)
1
–7 = 5m + 4n . . . (2) • n – 1 = k(–4) ⇔ n – 1 = – 2 (–4)
0 = –2m – 3n . . . (3)
Eliminasi n dari persamaan (1) dan (2) ⇔ n–1=2
8 = –6m – 5n | × 4 | 32 = –24m – 20n ⇔ n=3
–7 = 5m + 4n | × 5 | –35 = 25m + 20n Jadi, nilai m – 4n = 12 – 4(3) = 0.
––––––––––––––– +
–3 = m 11. Jawaban: d
Substitusi m = –3 ke persamaan (1)
8 = –6(–3) – 5n x  2
⇔ 8 = 18 – 5n
     
a =  3  ; b =  −6 
⇔ 5n = 10  2 3
   
⇔ n=2
Nilai m – n = –3 – 2 = –5
Jadi, nilai m – n = –5.

Matematika Kelas X 51
  14. Jawaban: c
|a | = |b |

⇔ 2 2 2  2   −1 3
x 2 + 32 + 22 = 2 + (−6) + 3   
AB = b – a =  7  –  1  =  6 

2
13 + x = 49      
2  8   −1 9
⇔ x = 36      
⇔ x=±6  1  
Karena AC = 3 AB maka vektor AC adalah
6
  
Untuk x = 6 maka a =  3  . 3  1
 2
 1  1  =  
AC = 3 AB = 3
  6 2
  9 3
a · b = 6 × 2 + 3(–6) + 2 × 3    
= 12 – 18 + 6 Misalkan koordinat titik C adalah (p, q, r) maka:
=0
     1  p   −1
Oleh karena a · b = 0 maka a dan b membentuk   
sudut 90°. AC = c – a ⇔ 2 = q –  1
   
     
 −6  3  r   −1
     
  
Untuk x = –6 maka a =  3  .
 2 p  1  −1
    =   +  
 
a · b = –6 × 2 + 3(–6) + 2 × 3  q 2  1
= –12 – 18 + 6 r  3  −1
     
= –24
    0
Oleh karena a · b < 0 berarti a dan b membentuk
= 3
sudut tumpul.  
Jadi, pernyataan yang benar pilihan d. 2
 
12. Jawaban: a Jadi, koordinat titik C adalah (0, 3, 2).
 
a · b = 16 15. Jawaban: d
⇔ (3 × 2) + (–4 × m) + (2 × (–5)) = 16 Menentukan Q dengan rumus perbandingan vektor.
⇔ 6 – 4m – 10 = 16  
 3b + 2a 3(3, − 8, 5) + 2(−2, 2, − 5)
⇔ –4m = 20 q = = 5
2+3
⇔ m = –5 (9, − 24, 15) + (−4, 4, − 10)
Diperoleh: = 5
       
a = 3 i – 4 j + 2 k dan b = 2 i – 5 j – 5 k (5, − 20, 5)
= 5
Sehingga
        = (1, –4, 1)
a + b = (3 i – 4 j + 2 k ) + (2 i – 5 j – 5 k ) Menentukan vektor CQ
    
= 5 i – 9 j – 3k CQ = q – c = (1, –4, 1) – (–3, –2, 1)
    
Jadi, hasil a + b adalah 5 i – 9 j – 3 k . = (4, –2, 0)
16. Jawaban: d
13. Jawaban: a  
    AB : AC = 3 : 2
u = 4 i – 2 j + k (zu = 1)  
    ⇔ 3 AC = 2 AB
v = – i + 4 j – 2 k (zv = –2)    
⇔ 3( c – a ) = 2( b – a )
       
w = 2 i + j – 3 k (zw = –3) ⇔ 3c – 3a = 2b – 2a
  
    ⇔ 3c = 2b + a
p = 4u – 2 v – w       
⇔ 3 c = 2(– i + 2 j + 5 k ) + (5 i – 7 j + 5 k )
zp = 4zu – 2zv – zw    
= 4 × 1 – 2 × (–2) – (–3) ⇔ 3 c = 3 i – 3 j + 15 k
   
= 4 + 4 + 3 = 11 ⇔ c = i – j + 5k

Jadi, komponen vektor p pada arah sumbu Z Jadi, koordinat titik C adalah (1, –1, 5).
adalah 11.

52 Ulangan Akhir Semester


  
17. Jawaban: a  (4 i − 10 j + 2k)
⇔ c =
2
  m  −1  m + 1   
  –   =   
AB = B – A = ⇔ c = (2 i – 5 j + k )
5  3   2 
n  1   n −1    
      Jadi, c = 2 i – 5 j + k .

 −7   −1  −6  19. Jawaban: c



AC = C – A =  7  –  3  =  4 
     
Diketahui | a | = 4, | b | = 14, cos α =
3
3  1 2 7
       
a ⋅b
  cos α =  
Titik A, B, dan C segaris, maka berlaku k · AB = AC . | a |⋅|b|
 
3 a ⋅b
 m + 1  −6   k(m + 1)   −6  ⇔ =
7 4 ⋅ 14
⇔ k  2  =  4  ⇔  2k  =  4 
        3
 
a ⋅b
 n −1 2  k(n − 1)  2 ⇔ =
        7 56
Dari kesamaan vektor diperoleh:   3 ⋅ 56
a · b =
2k = 4 ⇔ k = 2 7
k(m + 1) = –6 ⇔ 2(m + 1) = –6  
a · b = 24
⇔ m + 1 = –3   
⇔ m = –4 Dicari nilai a ( a + b )
      
k(n – 1) = 2 ⇔ 2(n – 1) = 2 a(a + b) = a · a + a · b
⇔ n–1=1   
= | a |2 + a · b
⇔ n=2 = 42 + 24
Sehingga A = (–1, 3, 1), B(–4, 5, 2), dan C(–7, 7, 3) = 16 + 24
= 40
  −7   −4   −3    
BC = C – B =  7  –  5  =  2  Jadi, nilai a ( a + b ) = 40.
     
3 2  1 20. Jawaban: c
       
 
Diketahui | a | = 12, | b | = 8, sudut a dan b = 60°,
 −4   −1  −3   
 misal α = sudut antara a dan b .
AB = B – A =  5  –  3  =  2 
   
   
2  1  1 a · b = | a | | b | cos α
      = 12 · 8 · cos 60°
  1
AB : BC = (–3, 2, 1) : (–3, 2, 1) = 1 : 1 = 96 · 2
  = 48
Jadi, AB : BC = 1 : 1.  
Akan dicari panjang ( a – b )
18. Jawaban: c m      
   ( a – b )2 = ( a – b )( a – b )
1a + 2c n
b = m+n      
A 2 B 1 C = ( a )( a ) – 2 a b + ( b )( b )
      
2c = 3b – a  = | a |2 – 2 a b + | b |2
 b 
  a c = 122 – 2 · 48 + 82
 3b − a
⇔ c = = 144 – 96 + 64
2
= 112
       
 3(3 i − 4 j + 2k) − (5 i − 2 j + 4k) O maka |( a – b )| = 112
⇔ c =
2
      =4 7
 (9 i − 12 j + 6k) − (5 i − 2 j + 4k)  
⇔ c = Jadi, panjang ( a – b ) adalah 4 7 .
2

Matematika Kelas X 53
21. Jawaban: c 23. Jawaban: b
  1 K 5
a ⋅b    A B
cos θ =   b + 5a
|a || b | k =
1+ 5
a ⋅b 
cos 60 =  k 
4⋅5 (−1, 4, 3) + 5(5, − 2, − 3) a b
  1
= 6
a · b = ·4·5
2
  =
(−1, 4, 3) + (25, − 10, − 15)
⇔ a · b = 10 6
   
Maka dipunyai | a | = 4, | b | = 5, a · b = 10 (24, − 6, − 12)
   =
     6
( a + b )( a + b ) = ( a )2 + 2 a · b + ( b )2
= (4, –1, –2)
   

= | a |2 + 2( a · b ) + | b |2
Jadi, vektor posisi k adalah (4, –1, –2).
= 42 + 2 · 10 + 52
= 61 24. Jawaban: a
     
Jadi, nilai ( a + b )( a + b ) = 61. Jika vektor a dan vektor b saling tegak lurus,
 
22. Jawaban: d maka θ = 90°, akibatnya a · b = 0.
    
 a · b = 0 ⇔ m(–4) + 2(m – 2) + 5 · 2 = 0
( a + b )( a + b ) = 13
⇔ –4m + 2m – 4 + 10 = 0
     
⇔ a · a + 2 · a · b + b · b = 13 ⇔ –2m = –6
    ⇔ m=3
⇔ | a |2 + 2 · a · b + | b |2 = 13 Jadi, nilai m = 3.
 
⇔ 52 + 2 a · b + ( 4 3 )2 = 13 25. Jawaban: a
  Menentukan nilai m terlebih dahulu. Oleh karena
⇔ 25 + 2 a · b + 48 = 13
a dan b tegak lurus, maka berlaku:
 
⇔ 2 a · b = 13 – 25 –48  
a · b =0
 
⇔ 2 a · b = –60      
  ⇔ (3m i + 5m j – 6 k )(3 i – 3 j + 8 k ) = 0
⇔ a · b = –30 ⇔ (3m · 3) + (5m · (–3)) + (–6 · 8) = 0
   
Dipunyai | a | = 5, | b | = 4 3 , a · b = –30 ⇔ 9m – 15m – 48 = 0
  ⇔ –6m = 48
Misalkan α = sudut antara vektor a dan vektor b .
⇔ m = –8
 
a ⋅b Dengan demikian, diperoleh:
cos α =  
| a |⋅|b|       
−30 a = 3m i + 5m j – 6 k = –24 i – 40 j – 6 k
= 5⋅4 3       
c = –10 i – 8 j + 2m k = –10 i – 8 j – 16 k
30
=– 20 3 Sehingga:
       
3 3 a – c = (–24 i – 40 j – 6 k ) – (–10 i – 8 j – 16 k )
=–2 3
·
3   
3
= –14 i – 32 j + 10 k
=–6 3     
Jadi, a – c = –14 i – 32 j + 10 k .
1
=–2 3 26. Jawaban: c
   
1 • a tegak lurus b maka a · b = 0
Karena cos α = – 2 3 , maka α = 150°.  
a · b =0
       
Jadi, sudut antara vektor a dan b adalah 150°. ⇔ (5 i + m j + 3 k )(n i + 7 j + 2 k ) = 0
⇔ (5n + 7m + 6) = 0
⇔ 5n + 7m = –6 . . . (1)

54 Ulangan Akhir Semester


   
• b tegak lurus c maka b · c = 0 −2 + 9 + 12
=
  4 + 9 + 16
b · c =0
      19 19
⇔ (n i + 7 j + 2 k )(3 i + m j – k = 0 = 29
= 29
29
⇔ 3n + 7m – 2 = 0  
⇔ 3n + 7m = 2 . . . (2) Jadi, proyeksi skalar ortogonal AB pada AC
Eliminasi m dari persamaan (1) dan (2) 19
adalah 29 .
5n + 7m = –6 29
3n + 7m = 2
––––––––––– – 29. Jawaban: e
2n = –8
   2 0 2
⇔ n = –4
Substitusi n = –4 ke persamaan (1) KL =  – k =  2  –  2  =  0 
5(–4) + 7m = –6 0 2  −2 
     
⇔ 7m = –6 + 20
⇔ m=2 0 0 0
     
a + 2b – c KM = m + k =  0  –  2  =  −2 
        0 2  −2 
= (5 i + 2 j + 3) + 2(–4 i + 7 j + 2 k ) – (3 i + 2 j – k )      
  
= (–6 i + 14 j + 8 k ).  
Proyeksi vektor ortogonal KL pada KM
27. Jawaban: c  
KL ⋅ KM 
    =  · KM
a ⊥ b ⇒ a · b =0 | KM |2

⇔ 2(–8) + 2(y) + z(–5) = 0


0
⇔ –16 + 2y – 5z = 0 . . . (1) 2 ⋅ 0 + 0 ⋅ (−2) + (−2) ⋅ (−2)  
    = 2  −2 
c // d → d = k · c  02 + (−2)2 + (−2)2 
   −2 
   
 2x   x
    0
 22 − z  = k  4y 
 8  4 = 4  −2 
    8
 −2 
Dari kesamaan vektor diperoleh:  
8=k·4 ⇒ k=2
k=2 ⇒ 22 – z = 8y . . . (2) 0 0
=
1   =  
Eliminasi y dari persamaan (1) dan (2) 2  −2   −1
16 + 2y – 5z = 0 → 2y – 5z = 16 × 4 8y – 20z = 64  −2   −1
22 – z = 8y → 8y + z = 22 ×1 8y + z = 22    
––––––––––– –  
–21z = 42 Jadi, proyeksi vektor ortogonal KL pada KM
z = –2     
Substitusi z = –2 ke persamaan (2) adalah 0 i – j – k = – j – k .
z = –2 → 8y – 2 = 22
30. Jawaban: d
⇔ 8y = 24
⇔ y=3 2  1  2+3   5 
 
Jadi, nilai (y + z) = 3 + (–2) = 1. a + 3 b =  1  + 3  −4  =  1 − 12  =  −11
       
28. Jawaban: b  −3  2  −3 + 6   3 
          
AB = b – a = (3, 1, 4) – (2, –2, 1) = (1, 3, 3)   
   Proyeksi skalar ortogonal vektor ( a + 3 b ) pada b
AC = c – a = (0, 1, 5) – (2, –2, 1) = (–2, 3, 4)   
Proyeksi skalar ortogonal: (a + 3b) ⋅ b
= 
  |b|
AB ⋅ AC
= 
| AC |  5   1
   
(1, 3, 3) ⋅ ( −2, 3, 4)  −11 ⋅  −4 
=  3  2
=    
( −2)2 + (3)2 + (4)2
12 + (−4)2 + 22

Matematika Kelas X 55
 
5 + 44 + 6 Proyeksi skalar ortogonal r pada v
= 21
8  2 
55 55    
= = 21  5 ⋅  3 
21 21 r ⋅v  3   −1
 =    
  |v|
Jadi, proyeksi skalar ortogonal vektor ( a + 3 b ) 22 + 32 + (−1)2
 55
pada b adalah 21 . 16 + 15 − 3
21 = 4 + 9 +1
31. Jawaban: e  28

  a ⋅b = 14
Proyeksi skalar ortogonal a pada b = | b |
28 14
 2   −4  = 14
·
    14
 3 ⋅ x 
1  −1  2  28 14
⇔ =     =
3 2 2 2 14 ⋅ 14
(−4) + x + 2

−8 + 3x − 2
= 2 14
1  
⇔ 3
= 2
x + 20 Jadi, proyeksi skalar ortogonal vektor (2 u + 3 v )

pada v adalah 2 14 .
⇔ x 2 + 20 = 9x – 30
⇔ x2 + 20 = 81x2 – 540x + 900 33. Jawaban: b
⇔ 2
80x – 540x + 880 = 0 Proyeksi skalar ortogonal  
  a ⋅b
⇔ 8x2 – 54x + 88 = 0 a pada b = | b |
⇔ (8x – 22)(x – 4) = 0
22 2  x 
⇔ x = 8 atau x = 4    
3 ⋅ 0
4 4 3
Karena x ∈ bilangan bulat, maka x = 4 diperoleh ⇔ =    
5
x 2 + 02 + 3 2
 −4 

b =  4  4 2x + 0 + 12
⇔ 5
= x2 + 9
2
 
2  −4  ⇔ 4 x 2 + 9 = 5(2x + 12)
 
a + 2b =  3  + 2 4  2
     4 x2 + 9 
 −1 2 ⇔   = (10x + 60)2
     
 2−8   −6  ⇔ 16(x + 9) = 100x2 + 1.200x + 3.600
2

=  3 + 8  =  11 
  ⇔ 16x2 + 144 = 100x2 + 1.200x + 3.600
 −1 + 4  3 ⇔ 84x + 1.200x + 3.456 = 0
2
   
⇔ 7x2 + 100x + 288 = 0
 −6  ⇔ (7x + 72)(x + 4) = 0
 
Jadi, nilai a + 2 b adalah  11  .
72
3 ⇔ x = – 7 atau x = –4
 
32. Jawaban: d Jadi, salah satu nilai x yang memenuhi adalah –4.
  
Misalkan r = 2 u + 3 v maka 34. Jawaban: e
 
  a ⋅b
 1 2 Proyeksi skalar ortogonal a pada b = | b |

r = 2 −2 + 3  3 
 
   
3  −1  8  m
       
 −2  ⋅  0 
 4  4
⇔ 8=    
 2+6  8
m2 + 16
=  −4 + 9  =  5 
 6 + (−3)  3
    ⇔ 8=
8m + (−2) ⋅ 0 + 4 ⋅ 4
m2 + 16

56 Ulangan Akhir Semester


36. Jawaban: e
⇔ 8 m2 + 16 = 8m + 16    
a = 2i + 4j – k
   
⇔ m2 + 16 = m + 2 b = 2i – 2j + k
   
2 c = x i + y j + zk
 
⇔  m2 + 16  = (m + 2)2   
  Vektor c tegak lurus a dan b , berarti
⇔ m + 16 = m2 + 4m + 4
2  
a · c = 0 ⇒ 2x + 4y – z = 0 . . . . (1)
⇔ 4m = 12  
⇔ m=3 b · c = 0 ⇒ 2x – 2y + z = 0 . . . . (2)

3 | c | = 41 ⇒ x2 + y2 + z2 = 412 . . . . (3)

Diperoleh m = 3, maka b =  0  . Eliminasi x dari persamaan 1 dan 2:
4 2x + 4y – z = 0
  2x – 2y + z = 0
–––––––––––––– –
8 3 8 6  14  6y – 2z = 0 ⇔ z = 3y
   
a + 2 b = −2 + 2 0 = −2 + 0 =  −2 
     
          Eliminasi z dari persamaan 1 dan 2:
4 4 4 8  12  2x + 4y – z = 0
         
  2x – 2y + z = 0
| a + 2 b | = 142 + (−2)2 + 122 –––––––––––––– +
1
4x + 2y = 0 ⇔ x = – 2 y
= 196 + 4 + 144 = 344 1
  Substitusi z = 3y dan x = – 2 y ke persamaan 3:
Jadi, panjang a + 2 b adalah 344 . x2 + y2 + z2 = 412
35. Jawaban: b 1
⇔ 4 y2 + y2 + 9y2 = 412
    4 41 2
a = 4 i – 5 j + 3 k =  −5  ⇔ 4
y = 412
 
3 ⇔ y2 = 4 × 41
     1 ⇔ y = ± 2 41
b = i + p j + k = p 
  Oleh karena vektor c membentuk sudut tumpul
 1
dengan sumbu Y arah positif maka y = –2 41.
   4   1 
a · b =  −5   p  = 4 – 5p + 3 = 7 – 5p ⇒ z = 3y = 3 × (–2 41) = –6 41
  
 3   1 1 1
  2
⇒ x = – 2 y = – 2 × (–2 41) = 41
Panjang b = | b | = 12 + p2 + 1 = p + 2    
   Jadi, vektor c = 41 i – 2 41 j – 6 41 k
Proyeksi skalar ortogonal a pada b = 2 × panjang b   
  = 41( i – 2 j – 6 k ).
a·b 2
⇒  = 2 p +2 37. Jawaban: c
b
   
7 − 5p 2 a = 2 i + 3 j – 6k
⇔ = 2 p +2
p2 + 2

|a| = 22 + 32 + (−6)2
⇔ 7 – 5p = 2(p2 + 2)
⇔ 7 – 5p = 2p2 + 4 = 4 + 9 + 36 = 49 = 7
     
⇔ 2p2 + 5p – 3 = 0 ⇔ ( a – b )2 = a 2 – 2 a · b + b 2
⇔ (2p – 1)(p + 3) = 0      
⇔ | a – b |2 = | a |2 – 2 a · b + | b |2
⇔ 2p – 1 = 0 atau p + 3 = 0  
1
⇔ 102 = 72 – 2 a · b + 92
⇔ p= 2 atau p = –3  
⇔ 2 a · b = 49 + 81 – 100
1 
Jadi, nilai p = –3 atau p = .  30
2 ⇔ a · b = 2
 
⇔ a · b = 15

Matematika Kelas X 57
 
  a ⋅b 40. Jawaban: d
Proyeksi skalar ortogonal a pada b = | b |
D
15 5
= 9 = 3
 
Jadi, proyeksi skalar ortogonal a pada b 500 m
F E
5
adalah 3 . 80 m/menit
B
A 80 m/menit C
38. Jawaban: e
   
a =2i –2j + k Kecepatan perahu setelah terkena arus adalah
 AE = AB2 + BE2
| a | = 22 + (−2)2 + 12 = 4 + 4 + 1 = 9 =3
   
a · b = | a | · | b | · cos 120° = 802 + 802
1 = 80 2
= 3 · 4 · (– 2 )
Panjang lintasan perahu yang dilewati:
= –6
  AE BE
Proyeksi vektor otogonal b pada a AD
= CD
 
b⋅a  AE ⋅ CD
= 2 · a AD =
|a| BE

2 80 2 ⋅ 500
=
·  −2 
−6
= 80
32
 1 = 500 2
 
Waktu perahu untuk sampai ke tepi:
2 jarak
2   waktu =
= –3  −2 
kecepatan
 1
  500 2
=
80 2
4  4  2 
=–3 i + 3 j – 3 k = 6,25 = 6 menit 15 detik

39. Jawaban: e B. Uraian


D 
1. Diketahui: | a | = 3

|b | = 5
 
vP = 3 m/s B 60 m Misalkan θ = sudut antara a dan b
vR = 5 m/s    
a · b = | a | · | b | · cos θ
vS = 4 m/s
E
= 3 · 5 · cos 60°
A
C
1 1
Asumsikan bahwa perahu bergerak lurus beraturan =3·5· 2 =72
menempuh lintasan AD dan resultan kecepatan       
perahu dan air adalah 5 m/s (dengan aturan a. a(a + b) = a · a + a · b
Phytagoras)   
= | a |2 + a · b
Dengan membandingkan sisi ABC dan ADE maka
1
diperoleh: = 32 + 7 2
AB BC AB ⋅ DE
AD
= DE ⇔ AD = BC
1 1
= 9 + 7 2 = 16 2
5 ⋅ 60 
= = 100   1
3 Jadi, a ( a + b ) = 16 2 .
Jadi, panjang lintasan yang ditempuh perahu
adalah 100 m.

58 Ulangan Akhir Semester


         
b. b(a + b) = b · a + b · b Sehingga: DE = e – d
  
= b · a + | b |2 
1  1  
1 = 4 (3 c + b ) – 3 (2 a + c )
= 72 + 52    
3(3c + b) − 4(2a + c)
=
1 12
= 7 2 + 25    
9c + 3b − 8a − 4c
=
1 12
= 32 2 1   
= 12 (–8 a + 3 b + 5 c )
   1
Jadi, nilai b ( a + b ) = 32 2 .     1 
Jadi, DE dalam a , b , dan c adalah 12 (–8 a
     
c. |( a + b )|2 = ( a + b ) · ( a + b )  
+ 3 b + 5 c ).
     
= a · a + 2a · b + b · b
4. Vektor posisi untuk titik P, Q, dan R adalah
      
= | a |2 + 2 · a · b + | b |2 p = (3, 0, 6), q = (0, 3, –3), dan r = (1, 0, –4).
= 9 + 15 + 25 a. 1) A membagi PQ di dalam dengan
= 49 PA : AQ = 1 : 2.
 
Jadi, nilai |( a + b )| = 49 = 7.  
 1⋅ q + 2 ⋅ p (0, 3, − 3) + 2 ⋅ (3, 0, 6)
      a = 1+ 2 = 3
d. |( a – b )|2 = ( a – b ) · ( a – b )
      (6, 3, 9)
= a · a – 2a · b + b · b = = (2, 1, 3)
3
   
= | a |2 – 2 · a · b + | b |2 
Diperoleh a = (2, 1, 3)
= 9 – 15 + 25
Jadi, koordinat tititk A(2, 1, 3).
= 19
 2) B titik tengah PR, maka PB = BR
  
Jadi, nilai |( a + b )| = 19 .  p+r (3, 0, 6) + (1, 0, − 4)
b = 2 = 2
2. Jarak yang ditempuh pesawat terbang yang tinggal
landas menuju Surabaya dihitung dengan rumus (4, 0, 2)
jarak: = 2
= (2, 0, 1)
 
| r | = (x 2 − x1)2 + (y 2 − y1)2 + (z2 − z1)2 Diperoleh b = (2, 0, 1)
Jadi, koordinat titik B(2, 0, 1).
= (353 − 128)2 + (198 − 88)2 + (108 − 24)2 3) C membagi QR di luar dengan QC : RC =
2:1
 
= (225)2 + (110)2 + (84)2  2r − q 2(1, 0, − 4) − (0, 3, − 3)
c = 2 −1 = 1
= 50.625 + 12.100 + 7.056 = (2, –3, –5)
= 69.781 
Diperoleh c = (2, –3, –5)
= 264,16 Jadi, koordinat titik C(2, –3, –5).
Jadi, jarak yang ditempuh pesawat adalah b. Akan dibuktikan bahwa A, B, dan C kolinier.
264,16 km. Syarat titik yang segaris adalah AC = k · AB.
   AC = k · AB
2 ⋅ a + 1⋅ c 
3. C d = 2 +1   
c – a = k · (b – a )
E
1    2  2 2 2
= 3 (2 a + c )
       
D
   −3  –  1  = k ·  0  –  1 
 3 ⋅ c + 1⋅ b  −5   3   1  3 
e =        
3 +1
A B
1   0 0
= 4 (3 c + b )    

 4 = k ·  −1
 −8   −2 
   

Matematika Kelas X 59
 
Dari kesamaan di atas diperoleh: c. Proyeksi vektor ortogonal a pada b
1) –4 = k · (–1)   
a ⋅b
k=4 = 2 · b
|b|
2) –8 = k · (–2)
k=4  −3 
Jadi, A, B, dan C kolinier karena terpenuhi =
18  
( 18)2 3
AC = k · AB dengan k = 4. 0
   
c. Nilai perbandingan AB : BC
    −3 
AB = b – a = (2, 0, 1) – (2, 1, 3) = 18  3 
= (0, –1, –2) 18  
0
    
BC = c – b = (2, –3, –5) – (2, 0, 1)
= (0, –3, –6)  −3 
Diperoleh: = 3
   
AB : BC = (0, –1, –2) : (0, –3, –6) 0
 
=1:3  
  Jadi, proyeksi vektor ortogonal a pada b
Jadi, nilai perbandingan AB : BC = 1 : 3.
   −3 
5. a. Misalkan θ = sudut yang dibentuk oleh a dan b adalah  3  .
 
 
a ⋅b 0
cos θ = | a | ⋅ | b |  

 
 −4  −3  6. Proyeksi skalar ortogonal a pada b
  
 2  3 
 −2  0   
  
= = a ⋅ b
(−4)2 + 22 + (−2)2 ⋅ (−3)2 + 32 + 02 |b|

4(−3) + (2 ⋅ 3) + (−2) ⋅ 0 1 (m, 6, n) ⋅ ( −4, − 2, 4)


= ⇔ 13 =
16 + 4 + 4 ⋅ 9 + 9 + 0 ( −4)2 + ( −2)2 + (4)2

12 + 6 + 0 4 −4m − 12 + 4n
= ⇔ =
24 ⋅ 18 3 16 + 4 + 16

18 4 −4m + 4n − 12
= ⇔ 3
= 6
24 ⋅ 18
⇔ 24 = 3(–4m + 4n – 12)
18 3 1
= = = 3 ⇔ 24 = –12m + 12n – 36
24 4 2
⇔ 60 = –12m + 12n
1 ⇔ –m + n = 5
Karena cos θ = 2 3 , maka θ = 30°
⇔ n=5+m . . . (1)
  
b. Proyeksi skalar ortogonal a pada b Panjang vektor a = 7
 
a ⋅b
 m2 + 62 + n2 = 7
= |b| m2 + 36 + n2 = 49
m2 + n2 = 13 . . . (2)
 −4  −3  Substitusikan persamaan (1) ke persamaan (2)
  
 2  3  n=5+m → m2 + n2 = 13
 −2  0 
   ⇔ m2 + (5 + m)2 = 13
=
(−3)2 + (3)2 + 02 ⇔ m2 + 25 + 10m + m2 = 13
⇔ 2m2 + 10m + 12 = 0
18 ⇔ (2m + 6)(m + 2) = 0
= = 18 = 3 2
18 ⇔ m = –3 atau m = –2
  Untuk m = –3 ⇒ n = 5 + (–3) = 2
Jadi, proyeksi skalar ortogonal a pada b
Untuk m = –2 ⇒ n = 5 + (–2) = 3
adalah 3 2 . Jadi, nilai m = –3 dan n = 2 atau m = –2 dan n = 3.

60 Ulangan Akhir Semester


       
7. b ⊥ ( a – 2 c ) maka b · ( a – 2 c ) = 0 a. Proyeksi skalar ortogonal AK pada AL
 1    −4   x − 3   2  2 
  ·   – 2   = 0   
 4  4 
 2   5   2x    
AK ⋅ AL  4  0 
 2   1   2 − x   =   
      | AL |
22 + 42 + 02

 1    −4   2x − 6   4 + 16 + 0 20
  ·   –   = 0 = = = 20

 2   5   4x  
20 20
 2   1   4 − 2x    
      Jadi, proyeksi skalar ortogonal AK pada AL
adalah 20 = 2 5 .
 1   −2x + 2   
⇔   ·   =0 b. Proyeksi skalar ortogonal DK pada DC
 2   5 − 4x 
 2   2x − 3   2  4 
      
   0  0 
⇔ (–2x + 2) + 2(5 – 4x) + 2(2x – 3) = 0 DK ⋅ DC  4  0 
 =   
⇔ –2x + 2 + 10 – 8x + 4x – 6 = 0 | DC |
42 + 02 + 02
⇔ –6x + 6 = 0
⇔ 6x = 6 8+0+0 8
⇔ x=1 = = =2
16 4
 
 x − 3   1 − 3   −2  Jadi, proyeksi skalar ortogonal DK pada DC
 adalah 2.
Diperoleh c =  2x  =  2 ⋅ 1  =  2    
     
 2 − x   2 − 1  1  c. AG = G – A = (4, 4, 4) – (0, 0, 0) = (4, 4, 4)
        
  AC = C – A = (4, 4, 0) – (0, 0, 0) = (4, 4, 0)
Proyeksi skalar ortogonal a pada c  
  Proyeksi vektor ortogonal AG pada AC
a⋅c
= 
|c|  4  4 
  
 −4   −2     4  5  4
AG ⋅ AC   4  0 
  
 5  2 

| AC |2
· AC =   
· 4
 1  1  ( 42 + 42 + 02 )2  
   0
=  
(−2)2 + 22 + 12
4 4
· 4 = 4
 
32
=
8 + 10 + 1 =
 32  
9 0 0
   
19 1  
= 3 =63 Jadi, proyeksi vektor ortogonal AG pada AC
adalah (4, 4, 0).
  1   
Jadi, proyeksi skalar ortogonal a pada c adalah 6 3 . d. AK = K – E = (2, 4, 4) – (0, 0, 4) = (2, 4, 0)
  
FG = G – F = (4, 4, 4) – (4, 0, 4) = (0, 4, 0)
8. ZA  
H(0, 4, 4) K(2, 4, 4) G(4, 4, 4) Proyeksi vektor ortogonal EK pada FG
 2  0 
  
E(0, 0, 4)    4  4 
0
F(4, 0, 4) EK ⋅ FG   0  0 

| FG |2
· FG = · 4
  
( 02 + 42 + 02 )2  
Y 0
 
D(0, 4, 0) 0 0
· 4 = 4
C(4, 4, 0) 16
L(2, 4, 0) =
16    
0 0
X    
A(0, 0, 0) B(4, 0, 0)
 
Jadi, proyeksi vektor ortogonal EK pada FG
adalah (0, 4, 0).

Matematika Kelas X 61
10. Akan dicari nilai m terlebih dahulu.
  4  −2  6 
9. AB = b – a =   –   =   
Proyeksi vektor ortogonal a pada b
 1  −1 2  
a ⋅b 
 −1  −2   1 = 2 · b
  |b|
AC = c – a =   –   =        
5  −1 6 1
(4 i + 4 j + 2k ) =
(4, m, 0) ⋅ (4, 4, 2)
· (4 i +4 j + 2k )
9 ( 42 + 42 + 22 ) 2
Pada gambar di atas jelas terlihat bahwa AD adalah
  1      
proyeksi vektor ortogonal AC pada AB . (4 i + 4 j + 2k ) = 16 + 4m + 0 · (4 i + 4 j + 2 k )
9 36
   1  6  1
 AC ⋅ AB     6 ⇔ = 16 + 4m
 62 9 36
AD = | AB |2
· AB =  
( 6 + 2 ) 2
2 2 2
⇔ 36 = 9(16 + 4m)
⇔ 4 = 16 + 4m
6 + 12  6  ⇔ 4m = –12
= 36 + 4  
2 ⇔ m = –3
  
18 6 Dengan demikian, diperoleh vektor a = 4 i – 3 j
= 40    
2 Proyeksi vektor ortogonal b pada a
 
 54  b⋅a 
 20  =  ·a
9 6   | a |2
=   =  18 
20
2   (4, 4, 2) ⋅ (4, − 3, 0)  
 20  = 2 2 2 2
· (4 i – 3 j )
( 4 + ( −3) + 0 )
  
AD = d – a  
  = 16 + (−12) + 0 · (4 i – 3 j )
 25
d = AD + a  
4
= 25
(4 i – 3 j )
 54   14   7 
 20   −2   20   10 
   
=  18 
+   =  2 

= 
 1
 1
= 25 (16 i – 12 j )
   −1 −  − 
 20   20   10 
 
7 1 Jadi, proyeksi vektor ortogonal b pada a adalah
Jadi, koordinat titik D adalah ( 10 , – 10 ).
1  
25
(16 i – 12 j ).

62 Ulangan Akhir Semester