Anda di halaman 1dari 1

RINGKASAN

Kota Tasikmalaya sedang menerapkan 5 fokus pembangunan daerah di sektor pertanian,


perikanan dan kehutanan yang telah menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian. Salah satu
fokus pembangunan daerah yang sedang dilaksanakan yaitu program P3KK (Peningkatan
Produktivitas dan Pendapatan Keluarga berbasis Komunitas) dengan kriteria kegiatannya bersifat
prospektif, tidak memerlukan biaya yang relatif besar, manfaatnya tidak memerlukan waktu lama,
memperhatikan sumber daya, minat peserta dan potensi lokal, serta dilaksanakan secara
berkelompok melalui pengembangan pertanian yang tidak memerlukan areal yang luas, komoditi
yang dikembangkan bernilai ekonomis tinggi dan mudah dibudidayakan, serta dapat berkontribusi
dalam menekan angka pengeluaran dan penerapan teknologi pertanian.
Berkurangnya lahan pertanian yang dijadikan pembangunan kosan atau kontrakan,
mengakibatkan warga Cikunten Indah hanya sedikit yang melakukan kegiatan budidaya pertanian,
khususnya tanaman sayuran. Akibatnya, warga Cikunten Indah lebih sering mendapatkan
kebutuhan sayuran dari pedagang keliling, yang sebenarnya dapat dilakukan secara budidaya di
lingkungan rumah secara praktis dan dapat menunjang kelestarian lingkungan.
Beberapa jumlah pemuda yang belum memiliki pekerjaan membutuhkan kesempatan
kegiatan yang menunjang untuk meningkatan produktivitas waktu mereka. Dari hasil survey,
diperoleh lahan pekarangan milik warga yang tidak digunakan seluas 13 bata (182 m2) di wilayah
RT 08, dan 25 bata (350 m2) di wilayah RT 09. Sejauh ini, warga Cikunten Indah belum
memanfaatkan lahan tersebut karena keterbatasan keterampilan dan teknologi. Padahal, lahan ini
akan menjadi potensial jika diberdayakan secara intensif.
Kegiatan pertanian di taruna tani PDK ini sudah mulai berjalan sejak bulan September lalu
dengan sumber anggaran diperoleh secara swadaya. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan
yaitu pengolahan lahan, pembuatan pupuk organic, pembuatan pestisida nabati, penyemaian,
pemindahan bibit ke polybag, perawatan, panen dan pemasaran hasil pertanian ke penduduk di
Perum PDK. Namun, salah satu hal yang menjadi penghambat dalam kegiatan pertanian ini yaitu
keterbatasan modal.
Dari uraian diatas, terdapat beberapa masalah yaitu lahan pekarangan yang belum terkelola
dengan baik, masih minimnya produktivitas dan keterampilan dari kalangan pemuda yang belum
memiliki pekerjaan, serta keterbatasan modal dalam melakukan kegiatan budidaya. Hal ini perlu
ditunjang oleh fasilitator yang membantu dalam memberdayakan kegiatan ini. Oleh karena itu,
kami sebagai mahasiswa Universitas Siliwangi melalui PKMM ini bermaksud untuk melakukan
pengabdian kepada masyarakat Perum PDK Cikunten Indah, khususnya bagi pemuda untuk dapat
melakukan kegiatan pertanian di sektor hortikultura sebagai salah satu penunjang dalam
mengoptimalkan lahan pekarangan menjadi lestari dan lebih produktif, meningkatkan solidaritas
antar warga masyarakat perum PDK, dan terciptanya pemuda yang ulet, mandiri, serta mampu
memberikan dampak positif bagi sesama dan lingkungan.

Kata Kunci : lahan pekarangan, produktivitas, lestari, pengabdian masyarakat, hortikultura.