Anda di halaman 1dari 6

MINGGU VII

MEMBUAT PETA KELERENGAN DAN KLASIFIKASI


A. Teori:

1
2
B. Bahan Latihan:
IG tema kontur yang sudah diolah dan disusun dalam basisdata (geodatabase) pada
materi praktek sebelumnya.

C. Tahapan pembuatan peta kelerengan (Slope):

Tahapan pembuatan peta kelerengan secara garis besar adalah sbb:


1. Pembuatan TIN dari data kontur
2. Rasterisasi TIN
3. Pembuatan slope dari TIN (dlm format raster)
4. Klasifikasi slope ( dibuat dalam 5 kategori) dengan kelas pembobotan sebagai berikut:

Kelas Kelerengan Bobot

I 0 % s.d. 8 % 2

II 9 % s.d. 17 % 3

III 18 % s.d. 26 % 4

IV 27 % s.d. 35 % 5

V >35% 1

5. Potong area (tools: clip) cakupan peta kelerengan berdasarkan batas administrasi.

6. Konversi data raster ke data vector.

3
D. Contoh Pembuatan slope dan klasifikasinya
1. Kelerengan dibuat dengan data dasarnya kontur yang diolah menjadi TIN
kemudian menjadi slope dan diklaskan menjadi beberapa kelas sesuai ketentuan
yang ditetapkan terkait dengan kebutuhan untuk analisis spasial.
2. Untuk membuat TIN aktifkan extension 3D dengan klik Tools  Extensions 
(centang) 3D Analyst.

3. Klik 3D Analyst  Create/Modify TIN  Create TIN From Features.

4. Pada jendela yang muncul centang kontur.shp kemudian Height Source :


TINGGI dan tentukan folder serta nama file klik OK.

5. Hasil pembuatan TIN adalah sebagai berikut.


6. Buat slope dengan klik 3D Analyst  Surface Analysis  Slope.
7. Pada jendela slope isikan Input surface : tin , Output Measurement : Percent ,
Z factor : 1 dan Output Raster merupakan foder penyimpanan dan nama file.
Kemudian klik OK.
8. Berikut hasil langkah 7 yang merupakan data slope.
9. Hasil tersebut jadikan raster dengan klik kanan layer pilih Data  Export Data.
10. Pada jendela yang muncul tentukan Location penyimpanan file, Name file dan
Format : IMAGINE Image. Kemudian klik Save.

4
11. Hasil slope dalam IG format raster.
Contoh:

12. Hasil langkah 11 diklasifikasi dengan klik 3D Analyst  Reclassify.

13. Pada jendela reclassify pilih input, klik Classify  Classes : 5 (contoh: 5 kelas)
Method : Manual  OK.
14. Isikan nilai klasifikasi yang baru di kolom Old values berdasarkan kriteria nilai setiap
kelas (kategori) yang sudah ditentukan sebelumnya. Kemudian klik OK. Hasilnya
adalah kelerengan dengan 5 klas, contoh:

15. Kemudian hasil raster diubah ke feature dengan klik 3D Analyst  Convert 
Raster to Features, tentukan Input raster : reclassi dan Output features
merupakan tujuan penyimpanan file.

16. Selanjutnya pengisian skor dengan klik kanan layer pilih Open Attributes Table 
Options  Add Field  Name : skor  Type : Short Integer  OK.

17. Klik Editor  Start Editing  Options  Select By Attributes kemudian isi skor
dengan klik kanan kolom skor pilih Field Calculator seperti berikut.

5
- Contoh pengisian skor 3

18. Lakukan untuk skor yang lain.


19. Hasil akhir agar sesuai dengan wilayah kajian, potong (clip) berdasarkan wilayah
administrasi.
20. Untuk dapat melakukan analisa spasial berikutnya jika fitur tersebut akan
diintegrasikan dengan fitur lain (format vektor), maka hasil fitur kelerengan tersebut
perlu disimpan dalam format vektor.

Selamat berlatih