Anda di halaman 1dari 2

Identifikasi Masalah

1. Masalah 1
Perusahaan melakukan penebangan secara tidak beraturan sehingga terjadi longsor dan
banjir.
2. Masalah 2
Perusahaan tidak mengalokasikan dana untuk reboisasi
3. Masalah 3
Pemukiman penduduk semakin padat dan masyarakat terkena dampak longsor dan
banjir

Pembahasan Solusi Permasalahan


1. Solusi 2
Perusahaan yang memegang izin resmi Hak Pengelolaan Hutan (HPH) dari
Kementerian Kehutanan, Perusahaan itu diharuskan menebang pohon di areal konsesi
hutan sesuai RKT (Rencana Kerja Tahunan) dan RKU (Rencana Kerja Umum) untuk
rencana kerja 10 tahun. Di dalam aturan rencana kerja, perusahaan diwajibkan memetakan
areal yang akan dijadikan konsesi penebangan setiap tahun.
Selain harus sesuai lahan konsesi, prosedur penebangan pohon di hutan harus sesuai
regulasi. Menurut peraturan Kementerian Kehutanan, ukuran ukuran pohon yang boleh
ditebang maksimal mempunyai diameter sebesar 60 cm. Selain itu perlunya reboisasi hutan
pasca proses penebangan. Di sini, PT Kertas Makmur harus berkomitmen untuk
mengalokasikan dana dari laba yang digunakan sebagai dana reboisasi hutan konsesi setiap
tahun.
2. Solusi 1
Perusahaan mengganti sistem penebangan di HUtan Tanaman Industrinya dengan
Sistem Tebang Pilih dan Sistem Silvikultur. Sistim silvikultur adalah proses penebangan,
pemeliharaan dan penggantian suatu tegakan hutan untuk menghasilkan produksi kayu atau
hasil hutan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencapai penurunan kecepatan degradasi
hutan berkaitan dengan kegiatan silvikultur seperti teknik pemanenan, pemeliharaan
tegakan sisa dan penggantian tegakan kayu atau produk hutan lainnya.
Manajemen hutan lestari sudah diatur dalam sistim Tebang Pilih Tanam Indonesia
(TPTI) dan penyempurnaannya. Pengelolaan hutan lestari diakomodir dalam Tebang Pilih
Tanam Indonesia dan penyempurnaannya dapat diintervensi dengan sistim silvikultur.
3. Solusi 3
Perusahaan membebaskan sejumlah lahan untuk melakukan CSR ((corporate Social
Responsibility) dan pertanggungjawaban atas kegiatan penebang Hutan Tanaman
Industrinya yang salah sebelumnya. Perusahaan melakukan Agroforestry yang merupakan
suatu kegiatan yang dapat didefinisikan sebagai suatu metode penggunaan lahan secara
optimal, yang mengkombinasikan sistem-sistem produksi biologis yang berotasi pendek
dan panjang dengan suatu cara berdasarkan asas kelestarian, secara bersamaan atau
berurutan baik di dalam Kawasan hutan maupun di luar Kawasan hutan. Penghujauan
merupakan salah satu bentuk kegiatan Agroforetry di luar Kawasan hutan sistem-sistem
agroforestry yang tercakup dalam kegiatan penghiajuan antara lain:
1) Pembuatan dan pemeliharaan UP-Usaha Pelestarian Sumber daya Alam
Contoh usaha tani konservasi pada sebidang tanah kering yang dipergunakan
sebagai tempat untuk memperagakan Teknik-teknik konservasi tanah dan air.
2) Pembuatan dan pemeliharaan UP-Usaha Pertanian Menetap
Usaha pertanian menetap pada sebidang lahan atau tanah kering dengan
memperhatikan kemampuan dan dan kesesuaian lahan, antara lain: pembuatan teras
dan saluran pembuangan air.
3) Pembuatan hutan/kebun rakyat
Kebun Rakyat berisi areal tanaman campuran pepohonan didominasi jenis tanaman
buah-buahan dan atau tanaman industri di lahan kritis milik petani di luar kawasan
hutan
4) Pembuatan kebun bibit desa
Persemaian bibit penghijauan yang dilaksanakan oleh kelompok tani dengan
bimbingan teknis serta pengelolaannya merupakan unit usaha bagi kelompok tani
5) Pembuatan dan rehabilitasi terasering
Membangun dan menyempurnakan terasering untuk mengoptimalkan fungsinya..
Hal ini bertujuan untuk melakukan penghijauan dari hutan yang telah ditebang dan gundul
hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pembangunan daerah, pengembangan
ekonomi masyarakat dan pelestarian alam yang dapat menjadi CSR (corporate Social
Responsibility) bagi perusahaan juga mencegah terjadinya bencana alam longsor dan
banjir.