Anda di halaman 1dari 4

10 Rahasia untuk Lolos Program

Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019


1. Jangan pernah salah kamar !

Untuk pemula di PKM perlu dipahami dahulu bahwa ada 5 jenis PKM yaitu, PKM – P
(Penelitian), PKM T (Penerapan Teknologi), PKM K (Kewirausahaan) , PKM – M
(Pengabdian Masyarakat), PKM – KC (Karsa Cipta).

Nah, cara paling cepat untuk tidak lolos adalah kita salah kamar. Artinya apa? Artinya kita
menyusun proposal penelitian tetapi kita ikutkan PKM – Pengabdian masyarakat, atau kita
memasukkan proposal PKM – Kewirausahaan tetapi isinya malah penelitian.

2. Pahami kunci penilaian di masing-masing PKM !

Masing-masing PKM memiliki kunci-kunci penilaian. Berikut ini secara singkat – kunci-
kunci penilaian di masing-masing PKM

PKM P (PKM Penelitian)

1. Pkm p penelitian. Mencari solusi. Tertulis peneltian.. Metode mencari jawab.


Ekperimen dengan coba-coba atau menyebar kuesioner. Empat bidang lainnya
bukan penelitian
2. PKM T (PKM Penerapan Teknologi)
1. Permasalahan pada mitra. Masyarakat produktif. Produktivitas. Kualitas.
Lingkungan kerja. Pemasaran
2. Metode
3. Mitra kompeten atau tidak
3. PKM K (PKM Kewirausahaan)
1. Metode . Produksi hanya bagian dari pkm k. Kreasi inovatif menciptakan
peluang pasar.
2. Produksi. Pengemasan. Pemasaran. Evaluasi. Proses itu terus menerus. Tidak
hanya diakhir program.
3. Survei pasar harus dilakukan sebelum membuat proposal
4. Orientasi profit
5. Output trend penjualan
6. Meyakinkan tren positif dan kesinambungan
7. Expert judgment untuk melihat apakah kegiatan akan berhasil atau tidak
8. Analisis kelayakan usaha
4. PKM M (PKM Pengabdian Masyarakat)
1. Pengabdian masyarakat tidak sama dengan penyuluhan
2. Penyuluhan adalah bagian dari pengabdian pada masyarakat
3. Harus ada pendampingan
4. Harus ada evaluasi
5. Jangan ada survei lapangan
6. Pertama sosialisasi
7. Pendampingan
8. Evaluasi dilakukan setiap saat
9. Masyarakat sasaran harus dilampirkan… Kerjasama harus sesuai dengan judul
10. Lembar kesediaan mitra .. Diketik semua
11. Sasaran masyarakat konsumtif
5. PKM KC (PKM Karsa Cipta)
1. Penciptaan yang didasari pada karsa dan nalar mahasiswa
2. Mengasilkan suatu sistem, disain, model barang, atau prototipe dan sejenisnya
3. Nilai-nilai yang bersifat instan
4. Menggunakan teknologi yang mutakhir
5. Bukan hanya tidak ada mitra, tetapi lebih masalah kebaruan

3.Ide dasar sesuai sesuai dengan kompetensi

PKM akan menilai kreativitas mahasiswa, artinya kalau anda punya ide yang bagus maka
peluang anda untuk menang akan besar. Ide kreatif itu seperti apa? Tidak harus sesuatu yang
tidak pernah dibuat orang, tetapi lebih mengembangkan ke hal yang sudah ada. Coba pakai
teknik Amati Tiru dan Modifikasi. Ide kreatif anda bisa ke masalah produksi, pengemasan,
pemasaran, metode atau anda sesuaikan dengan tren yang akan datang.

Selanjutnya ide kreatif tersebut harus didukung kompetensi. Apabila anda memiliki ide
kreatif terkait dengan masalah pertanian, padahal anda anak akuntansi, yah anda bisa gandeng
teman anda dari pertanian. Atau anda punya ide untuk membuat suatu mesin, maka sebaiknya
anda gandeng anak dari teknik mesin. Ide kreatif tidak sama dengan ide ngawur, harus anda
sesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki team.

4. Perhatikan Format

Perhatikan sungguh-sungguh format penulisan mulai dari cover sampai ke daftar pustaka.
Reviewer tidak segan-segan membuang proposal ke bak sampah, apabila penulisan tidak
sesuai format. Pastikan ada satu anggota team yang bertanggungjawab masalah format
penulisan. Coba dibaca lagi untuk petujuk penulisan di Pedoman PKM 2014.

5. Pentingnya Ringkasan

Ringkasan sangat penting. Rata-rata reviewer akan membaca 300 sd 500 proposal. Oleh
karenanya membuat ringkasan yang menarik dan meyakinkan adalah faktor yang sangat
menentukan keberhasilan lolos/tidaknya proposal PKM.

Beberpoa kunci dalam penulisan ringkasan.

1. Ringkasan bukan latar belakang


2. Latar belakang satu paragraf
3. Tujuan
4. Metode
5. Prediksi hasil. Apa Dampaknya . Yakinkan reviewer bahwa usaha akan jalan

6. Aspek Administratif harus lengkap !

Cek lagi, cek lagi dan cek lagi. Anda harusnya membagi team anda yang mengkonsep, ada
yang mengedit dan ada yang mengecek. Bekerjasama tidak sama artinya dengan bekerja
bersama (mengerjakan satu hal bersama-sama) tetapi lebih sama-sama bekerja untuk tujuan
yang sama sesuai fungsi masing-masing. Beberapa hal yang perlu anda cek untuk
kelengkapan administratif:

1. Kelengkapan dokumen
2. Ada nomer halaman
3. Pendahuluan sd terakhit pakai angka
4. Depan sampai pendahuluan huruf romawi
5. Kesesuaian format
6. Persetujuan dari atasan
7. Kesesuaian judul dengan bidang yang dipilih
8. Ketepatan waktu penyerahan proposal

7. Aspek Subtantif – pastikan Nyambung !

Setelah anda susun ide anda coba cek apakah Latar Belakang — Perumusan Masalah —
Metode sudah nyambung ! Kalau anda punya ide hebat tetapi nulisnya nggak nyambung… ya
nggak akan lolos !. Itu dulu. Setelahnya coba cek hal-hal berikut ini:

1. Kreatifitas originalitas dan unsur kebaruan


2. Kelaayakan sdm, teknologi, peralatan, waktu, dan pembiayaan
3. Sudah mengadopsi teknologi yang tinggi belum
4. Ruang lingkup masalah.. Apakah level RT atau level kabupaten
5. Ada benang merah antara judul, latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan
dan metodologi
6. Perumusan masalah 3, tujuan 3 , kesimpulan 3.
7. Manfaat hasil PKM bagi masyarakat
8. Laporan akhir tidak ada tidak masuk ke pimnas
9. Kreativitas bisa ditunjukkan dimana-mana
10. Kreativitas bisa ditunjukkan dalam judul, latar belakang, tinjauan pustaka, dan
metodologi
11. Originalitas rendah , misalnya menggsnti material, menggubah besaran parameter…
12. Originalitas tinggi.. Kalau kita sudah tahu solusinya maka kita gunakan pkm t dan
pkm m
13. Kebaruan
14. Background dan pengalaman. Paling penting adalah pengalaman
15. Jumlah anggota tim dan angkatan
16. Kelayakan metode
17. Comprehensiveness dan kedetailan. Metode diharapkan bisa menjawab rumusan
masalah. Misl. Rumusan masalah no 1 belum terjawab. Apakah metode yang dipilih
adalah metode terbaik. Misalnya mengukur nano pakai meteran
18. Ketersediaan alat
19. Kemutakhiran ….
20. Kalau ada kendala … Misalkan dengan menyewa
21. Kelayakan waktu dan pembiayaan… Apakah waktunya cukup
22. Apakah biaya cukup
23. Pelaksanaan 3 sd 5 bulan
24. Dana 2.5 sd 12.5 juta
25. Pelaksana 3 sd 5 orang
26.
8. Optimalkan dosen pembimbing !
Seringkali dosen pembimbing hanya digunakan sebagai juru tandatangan saja. Padahal beliau
akan dapat memberikan masukan terutama untuk masalah metode, sistematika, benang
merah, dan teknik penulisan. Patut diingat bahwa PKM adalah ide mahasiswa, dosen hanya
mengarahkan mahasiswa untuk bisa menuangkan ide hebat tersebut kedalam sebuah
proposal.

9. Jangan telat !
Lebih baik tidak tidak sempurna tetapi tepat waktu, daripada sempurna tetapi telat. Kalau
anda telat pasti tidak lolos. Jadi anda harus punya deadline. Ketika deadline itu sudah dekat,
anda fokus untuk mengolah apa yang ada. Anda harus punya prioritas. Mungkin tidak semua
ide, data atau masukan bisa anda masukkan ke proposal. Ingat ini baru proposal. Nanti anda
akan punya cukup banyak waktu dan dana ketika anda sudah menang.

10. Luruskan Niat, Terus berusaha dan berdoa !

Hal yang paling penting, jangan jadikan PKM sebagai ajang mencari duit. Ini sudah niatan
yang salah. Niatkan untuk membantu orang lain, uang dari proposal PKM hanya sekedar
untuk mengganti biaya dan uang saku saja. Anda akan punya banyak pengalaman dari
kegiatan ini. Kedua jangan hanya diniatkan untuk menjadikan PKM sebagai proyek, yaitu
PKM selesai kegiatan selesai. Meskipun anda menang tetapi cara tersebut tidak mulia.

Ok . Apapun itu. Mulai sekarang juga karena batas akhir PKM di akhir November 2018
sudah sangat dekat. Jangan menunggu kesempurnaan. Jangan menunggu kesiapan. Langsung
mulai!