Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PENERAPAN NILAI
KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

Oleh:

ARFANDI
180910512 / KELAS A

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS SAINSTEK
UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER

TANGGETADA
2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami ucapkan kepada Allah SWT, atas taufiq dan hidayah, baik petunjuk
maupun kekuatan yang telah dilimpahkan sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan
makalah ini, shalawat dan salam buat Rasulullah Muhammad SAW, yang telah membawa
manusia dari zaman kejahilan ke zaman yang beradab dan berilmu melalui petunjuk Al-Quran
dan sunnah beliau sehingga manusia menikmati kebahagiaan dan keselamatan dunia wal
akhirat.
Dalam menyelesaikan Makalah ini kami banyak mendapat bantuan, sumbangan pikiran
dan motivasi dari berbagai pihak. Makalah dapat juga kami sajikan, dalam bentuk yang sangat
sederhana dan sangat jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT,
tapi tanpa mengenal lelah kami tetap berusaha untuk mencapai kesempurnaan. Untuk itu kami
banyak mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan pembuatan makalah ini.

TANGGETADA, OKTOBER 2018

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i

DAFTAR ISI ........................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ............................................................................................................ 1


1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1
1.3. Tujuan ......................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................ 2

2.1. Makna Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ........................................................... 2

2.2. Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ......................................... 3

2.3. Nilai-nilai Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab .................................................. 3

2.4. Alasan Pentingnya Keberadaan Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ............. 4

2.5. Pelanggaran dan Cara Mencegah Pelanggaran Terhadap Sila Kemanusiaan Yang

Adil Dan Beradab ........................................................................................................ 5

BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 7

Kesimpulan ............................................................................................................................. 7

Saran ....................................................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan Negara Indonesia, bukan
terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang
terjadi pada ideologi-ideologi lain di dinua, namun terbentuknya Pancasila melalui proses yang
cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.

Secara kausalitas Pancasila sebulum disyahkan menjadi dasar filsafat Negara nilai-
nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai adat-
istiadat, kebudayaan, dan nilai-nilai religius. Kemudian para pendiri Negara Indonesia
mengangkat nilai-nilai tersebut dirumuskan secara musyawarah mufakat berdasarkan moral
yang luhur, antara lain dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, sidang Panitia Sembilan yang
kemudian menghasilkan Piagam Jakarta yang memuat Pancasila yang pertama kali, kemudian
dibahas lagi dalam sidang resmi PPKI Pancasila sebagai calon dasar filsafat nagara dibahas
serta disempurnakan kembali dan akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 disyahkan oleh PPKI
sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia.

1.2. Rumusan Masalah


2. Apakah makna kemanusiaan yang adil dan beradab ?
3. Implementasi sila kemanusiaan yang adil dan beradab ?
4. Bagaimana nilai-nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab ?
5. Apa alasan pentingnya keberadaan sila kemanusiaan yang adil dan beradab?
6. Pelanggaran dan cara mencegah pelanggaran terhadap sila kemanusiaan yang adil dan
beradab

1.3. TUJUAN

1) Untuk memenuhi salah tugas Mata Kuliah Pancasila.


2) Memakai sila kedua, Pancasila “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” sebagai salah
satu nilai yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3) Menerapkan sila kedua Pancasila beserta nilai-nilai yang terkandung didalamnya dalam
kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Makna Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Arti kemanusiaan dalam sila kedua mengandung makna : kesesuaian sifat – sifat dan
keadaan negara dengan hakikat (abstrak) manusia. Isi arti sila – sila pancasila adalah suatu
kesatuan bulat dan utuh. Oleh karena itu sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah dijiwa
dan didasari oleh sila ‘ Ketuhanan yang Maha Esa ’ , dan mendasari sila Persatuan Indonesia
karena persatuan tersebut maka sila ‘ Kemausiaan yang adil dan beradab ’ senantiasa
terkandung didalamnya keempat sila yang lainnya.1

Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi
harkat dan martabat manusia sabagai makhluk yang beradab. Oleh karena itu dalam kehidupan
kenegaraan terutama dalam peraturan perundang-undangan Negara harus mewujudkan
tercapainya tujuan ketinggian harkat dan martabat manusia, terutama hak-hak kodrat manusia
sebagai hak dasar (hak asasi) harus dijamin dalam peraturan perundang-undangan Negara.
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan
tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan
dengan norma-norma dan kebudayaan pada umumnya baik terhadap diri sendiri, terhadap
sesama manusia maupun terhadap lingkungannya. Nilai kemanusiaan yang beradab adalah
perwujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang berbudaya bermoral dan beragama.

Nilai kemanusiaan yang adil mengandung suatu makna bahwa hakikat manusia sebagai
makhluk yang berbudaya dan beradap harus berkodrat adil. Hal ini mengadung suatu
pengertian bahwa hakikat manusia harus adil dalam hubungan dengan diri sendiri, adil terhadap
manusia lain, adil terhadap masyarakat bangsa dan Negara, adil terhadap lingkungannya serta
adil terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Konsekuensinya nilai yang terkandung dalam
Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia,
menghargai atas kesamaan hak dan derajat tanpa membedakan suku, ras, keturunan, status
sosial maupun agama. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, tenggang

1 http://duwihernas.blogspot.co.id/2014/08/sila-kedua-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1

2
rasa, tidak semena-menaterhadap sesama manusia, menjunjung tinggi nila-nilai kemanusiaan
(Darmodihardjo, 1996).

2.2. Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Sila kedua ini mengandung makna warga Negara Indonesia mengakui adanya manusia
yang bermartabat (bermartabat adalah manusia memiliki kedudukan, dan derajat yang lebih
tinggi dan harus dipertahankan dengan kehidupan yang layak), memperlakukan sesama secara
adil (adil dalam pengertian tidak berat sebelah, jujur, tidak berpihak dan memperlakukan orang
secara sama) dan beradab (beradab dalam arti mengetahui tata krama, sopan santun dalam
kehidupan dan pergaulan) dimana manusia memiliki daya cipta, rasa niat, dan keinginan
sehingga jelas adanya perbedaan antara manusia dan hewan.2

Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sila ini membentuk watak bangsa kita
menjadi bangsa yang lemah lembut, sopan santun, tengang rasa, saling mencintai, bergotong
royong dalam kebaikan, dan lain sebagainya. Sehubungan dengan hal tersebut maka
pengamalannya adalah sebagai berikut :

1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antara sesama
manusia
2. Saling menghargai sesama manusia
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.3

2.3. Nilai-nilai Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, mengandung makna : kesadaran sikap dan
perilaku yang sesuai dengan nilai moral dalam hidup bersama atas tuntutan mutlak hati nurani
dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.4

2 http://s[4]http://syawal09.blogspot.co.id/2015/05/makalah-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1

3 http://duwihernas.blogspot.co.id/2014/08/sila-kedua-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1
4 http://s[4]http://syawal09.blogspot.co.id/2015/05/makalah-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1

3
Dengan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, manusia diakui dan diperlakukan
sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yamng Maha Esa. Memiliki
derajat, hak dan kewajiban asasi yang sama tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama
dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Adil pada hakekatnya berarti memberikan atau memperlakukan seseorang atau pihak
lain sesuai dengan apa yang menjadi haknya. Hak setiap manusia adalah diakui dan
diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya yang sama derajatnya, yang sama hak dan
kewajiban-kewajiban asasinya, tanpa membedakan suku, keturunan dan sebagainya. Jadi orang
dikatakan bersikap dan bertindak adil kalau ia tidak melanggar hak orang lain, atau secara
positif memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya.

Kewajiban asasi atau esensi manusia adalah keharusan melakukan suatu tindakan yang
harus dipertanggungjawabkan atas pelaksanaan hak kebebasan asasi sebagai mahluk ciptaan
Tuhan. Kewajiban sosial berbeda dengan kewajiban asasinya. Kewajiban sosial adalah
keharusan manusia menghormati batasan-batasan kebebasannya sebagai mahluk sosial yang
harus hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Batasan-batasan kebebasan sosial adalah
norma-norma hukum, adat istiadat, dan sopan santun yang berlaku di dalam masyarakat yang
telah merupakan kesepakatan bermasyarakat.

Dengan melaksanakan kewajiban kewajiban asasi atau esensial dan kewajiban sosial
manusia bersikap adil.5

2.4. Alasan Pentingnya Keberadaan Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi dasar norma dan aturan dalam
kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Banyak sekali
nilai yang terkandung dalam sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab dan harus kita
terapkan, antara lain: Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Menyambut tantangan ke depan bangsa
Indonesia dalam menghadapi era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya laten terorisme,
komunisme dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa
Indonesia. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa di
Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh pengaruh asing untuk

5 http://www.pusakaindonesia.org/nilai-dasar-sila-pertama-kedua-ketiga-dalam-pancasila/

4
dikotak kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi juga oleh pandangan terhadap ke
Tuhanan Yang Maha Esa.

Pemahaman nasionalisme yang berkurang turut menjadikan sila kedua Pancasila


merupakan sesuatu yang amat penting untuk dikaji. Di saat negara membutuhkan soliditas dan
persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecil masyarakat terutama justru yang ada di
perkotaan justru lebih mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkan negara lain
dibandingkan kepentingan negaranya. Untuk itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling
berinterospeksi diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari
keterpurukan dan krisis multidimensi.

2.5. Pelanggaran dan Cara Mencegah Pelanggaran Terhadap Sila Kemanusiaan Yang
Adil Dan Beradab

Dari beberapa butir isi dari sila ke 2 Pancasila kita dapat merasakan adanya degradasi
(kemunduran) perilaku masyarakat Indonesia. Butir-butir dari sila ke dua Pancasila sudah
mulai tidak diperhatikan oleh masyarakat dalam kehidupan bernegaranya. Sebagai warga
Negara kita memiliki kewajiban untuk hidup bernegara sesuai dengan dasar-dasar Negara kita.
Perilaku-perilaku yang menyimpang seperti adanya sikap premanisme yang brutal
menunjukkan bahwa perlunya pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat baik itu di
jenjang pendidikan formal ataupun pendidikan berwarga Negara di dalam lingkungan
masyarakat.6

1. Beberapa Pelanggaran Terhadap Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab


a. Tragedi kemanusiaan Trisakti

Pada tanggal 12 Mei 1998, situasi Indonesia khususnya Ibukota Jakarta sedang genting.
Demonstrasi mahasiswa untuk menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto
kian membesar tiap hari. Salah satu momentum penting yang menjadi titik balik perjuangan
mahasiswa adalah peristiwa yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti, Elang
Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendrawan Sie. Mereka ditembak aparat
keamanan saat melakukan aksi damai dan mimbar bebas di kampus A Universitas Trisakti,
Jalan Kyai Tapa Grogol, Jakarta Barat.

6 http://duwihernas.blogspot.co.id/2014/08/sila-kedua-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1

5
Tragedi Kemanusiaan etnis Tionghoa.

Sebelas tahun sudah tragedi 13-15 Mei 1998 berlalu. Tragedi kemanusiaan ini
menyisakan banyak keprihatinan dan tanya bagi banyak orang, khususnya bagi para keluarga
korban yang harus kehilangan keluarga dengan cara paksa, perempuan yang menjadi korban
pemerkosaan dan etnis Tionghoa yang dijadikan korban kekejaman para pihak yang tidak
bertanggungjawab.

Tragedi ini tidak hanya terjadi di Jakarta, namun terjadi juga di kota-kota besar lainnya
di Indonesia. Tragedi ini merupakan rentetan kejadian yang memilukan, dimana sehari
sebelumnya (12 Mei 1998) empat mahasiswa Universitas Trisakti menjadi korban penembakan
oleh aparat TNI pada saat menggelar aksi menuntut Reformasi. Kejadian beberapa tahun silam
tersebut adalah sejarah kelam bangsa ini.

2. Cara Mencegah Pelanggaran Terhadap Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
 Melakukan kontrak/ perjanjian bahwa akan mendapatkan perlakuan dan keadilan yang
sama.
 Melakukan pembinaan oleh pihak berwajib tentang bahaya yang ditimbulkan.
 Menyadari bahwa menghilangkan nyawa orang lain itu dosa besar dan hanya Tuhan
yang boleh mengambil nyawa mahluk-NYA
 Menyadari bahwa manusia sama di hadapan Tuhan.
 Memberi hukuman berat bagi hakim dan pelaku penyogokan.
 Selalu ingat bahwa Tuhan selalu mengawasi kita, melalui perantara para malaikat.
 Kurangi penggunaan perhiasan yang berlebihan bagi perempuan, terutama ditempat
umum.7

7 http://maknapanca.blogspot.co.id/2015/04/pancasila-sila-ke-2.html?m=1

6
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab adalah berwujudan nilai kemanusiaan sebagai
makhluk yang berbudaya, bermoral dan beragama, dalam kehidupan kenegaraan, kita harus
senantiasa dilandasi moral kemanusiaan, misalnya dalam kehidupan pemerintah Negara,
politik, ekonomi, hokum, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta dalam kehidupan
bersama dalam Negara harus dijiwai oleh moral kemanusiaan untuk saling menghargai
meskipun terhadap perbedaan.

3.2. Saran

Sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai dasar negara Pancasila seharusnya
mampu mengamalkan nilai-nilai pancasila. Terutama sila Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab, karena demi mewujudkan bangsa yang berkarakter perlu adanya kesadaran yang
tinggi bagi warga negaranya.

7
DAFTAR PUSTAKA

http://duwihernas.blogspot.co.id/2014/08/sila-kedua-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1

http://maknapanca.blogspot.co.id/2015/04/pancasila-sila-ke-2.html?m=1

http://syawal09.blogspot.co.id/2015/05/makalah-kemanusiaan-yang-adil-dan.html?m=1

http://www.pusakaindonesia.org/nilai-dasar-sila-pertama-kedua-ketiga-dalam-pancasila/