Anda di halaman 1dari 18

Kelompok : VIII

Nama : - Indah Agus Puspasari 1401462


- Yunifa Agustiyawati 1601084
- Syahrul Efendi 16
- Endika 160

Sifat golongan VIII A


Helium (He): Fakta, Sifat, Penggunaan & Efek Kesehatannya

Fakta Singkat Helium

Nomor atom: 2

Massa atom: 4,00260 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Titik lebur: – 272,2 (26 atm) °C

Titik didih: – 268,9 °C

Radius Vanderwaals: 0.118 nm

Radius ionik: tidak diketahui


Isotop: 2

Energi ionisasi pertama: 2372 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsey pada tahun 1895

Sifat Kimia & Fisika Helium

Helium merupakan salah satu gas mulia kelompok O dalam tabel periodik. Gas ini
merupakan unsur paling ringan kedua setelah hidrogen.

Sumber helium utama dunia adalah serangkaian ladang gas alam di Amerika Serikat.

Helium adalah gas tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak beracun. Gas ini
kurang larut dalam air dibandingkan gas lainnya.

Helium merupakan unsur kurang reaktif dan hampir tidak membentuk senyawa kimia dengan
unsur lain.

Kepadatan dan viskositas uap helium sangat rendah, sedangkan konduktivitas termik dan
kandungan kalorinya sangat tinggi.

Helium bisa dicairkan namun harus dilakukan dalam suhu amat rendah dan tekanan tinggi.

Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta, setelah hidrogen. Helium
menyumbang 23% dari semua massa dasar alam semesta.

Helium terbentuk di bumi oleh peluruhan radioaktif alami unsur yang lebih berat. Sebagian
besar helium ini bermigrasi ke permukaan dan memasuki atmosfer.

Namun demikian, berat molekul yang rendah memungkinkan helium untuk terlepas ke ruang
angkasa pada tingkat yang sama dengan laju pembentukannya.
Penggunaan Helium

Helium memiliki berbagai sifat unik seperti titik didih rendah, kepadatan rendah, kelarutan
yang rendah, konduktivitas termal tinggi, dan tidak reaktif.

Helium adalah gas pertama yang digunakan untuk mengisi balon karena sifatnya yang lebih
ringan dari udara.

Penggunaan utama helium adalah sebagai gas pelindung inert dalam pengelasan autogenous.

Potensi terbesar helium juga ditemukan dalam aplikasi yang membutuhkan suhu sangat
rendah. Helium adalah satu-satunya pendingin yang mampu mencapai suhu lebih rendah dari
15 Kelvin.

Aplikasi utama dari suhu amat rendah adalah dalam menciptakan suasana superkonduktivitas,
di mana tahanan terhadap fluks listrik hampir nol.

Helium juga digunakan sebagai gas penekan dalam propelan cair untuk roket, dalam
campuran helium-oksigen bagi para penyelam, sebagai fluida pendingin di reaktor nuklir, dan
sebagai gas pembawa dalam analisis kromatografi gas.

Efek Kesehatan Helium

Helium dapat diserap ke dalam tubuh jika terhirup.

Saat terhirup, gas ini akan menyebabkan suara menjadi tinggi, pusing, sakit kepala, dan
perasaan tercekik.

Kontak helium cair pada kulit bisa memicu radang dingin (frostbite) dan dalam kasus parah
membutuhkan amputasi anggota tubuh.

Neon (Ne): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya


Fakta Singkat Neon

Nomor atom: 10

Massa atom: 20,179 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Kepadatan: 0,9*10 -3 g/cm3 pada 20 °C

Titik lebur: -249 ° C

Titik didih: -246 ° C

Radius Vanderwaals: 0,16 nm

Radius ionik: tidak diketahui

Isotop: 3

Energi ionisasi pertama: 2080 kJ/mol

Energi ionisasi kedua: 3952 kJ/mol

Potensial standar: 6122 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1898

Sifat Kimia dan Fisika Neon


Neon adalah gas mulia teringan kedua setelah helium.

Gas ini berwarna oranye kemerahan saat dimasukkan dalam tabung vakum dan dalam lampu
neon.

Kapasitas pendingin neon 40 kali lebih besar dari helium cair dan 3 kali hidrogen cair (per
unit volume).

Neon merupakan refrigeran lebih murah daripada helium di sebagian besar aplikasi.

Meskipun pada umumnya tidak reaktif (inert), gas ini dapat membentuk senyawa eksotis
dengan fluor di laboratorium.

Belum diketahui secara pasti apakah terdapat senyawa neon di alam akibat sifatnya yang
tidak reaktif.

Meskipun neon adalah unsur paling melimpah keempat di alam semesta, atmosfer bumi
hanya mengandung 0,0018% neon.

Penggunaan Neon

Warna oranye kemerahan yang dipancarkan oleh neon secara luas digunakan untuk membuat
lampu iklan dan display lainnya.

Kegunaan lain dari neon meliputi sebagai indikator tegangan tinggi, penangkal petir, tabung
meteran gelombang, dan tabung televisi.

Neon dan helium digunakan untuk membuat suatu jenis laser gas.

Neon cair juga secara komersial digunakan sebagai refrigeran kriogenik.

Efek Kesehatan Neon

Neon bisa terhirup melalui pernapasan. Neon yang terlepas dalam ruangan tertutup bisa
memicu sesak napas.

Kontak kulit dengan neon cair yang bersuhu amat rendah bisa menyebabkan radang dingin
(frostbite).

Neon yang terhirup dalam jumlah besar akan memicu pusing, mual, muntah, kehilangan
kesadaran, dan kematian.

Dalam ruangan yang tertutup, neon yang terlepas bisa mengurangi konsentrasi oksigen di
udara.
Konsentrasi oksigen yang hilang hingga 75% bisa berakibat fatal (kematian).

Dampak Lingkungan Neon

Neon adalah gas atmosfer langka dan dengan demikian tidak beracun serta bersifat inert.

Neon tidak menimbulkan ancaman bagi lingkungan karena tidak membentuk senyawa kimia
dengan unsur lain.

Argon (Ar): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya

Fakta Singkat tentang Argon

Nomor atom: 18

Massa atom: 39,948 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: tidak diketahui

Kepadatan: 1,78.10^-3 g/cm3 pada 0 °C

Titik lebur: -189 °C

Titik didih: -185,7 °C

Radius Vanderwaals: 0,192 nm

Radius ionik: tidak diketahui


Isotop: 6

Energi ionisasi pertama: 1520 kJ/mol

Energi ionisasi kedua: 2665,8 kJ/mol

Energi ionisasi ketiga: 3931 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1894

Sifat Kimia dan Fisika Argon

Argon diduga terdapat dalam udara oleh Henry Cavendish pada tahun 1785, tapi tidak
ditemukan sampai tahun 1894 oleh Lord Rayleigh dan Sir William Ramsay.

Argon adalah gas mulia ketiga dan berkontribusi pada sekitar 1% atmosfer bumi.

Argon memiliki kelarutan mirip oksigen dan sekitar 2,5 kali lebih mudah larut dalam air dari
nitrogen.

Unsur kimia inert ini tidak berwarna dan tidak berbau baik dalam bentuk cair dan gas. Argon
biasanya diperoleh melalui fraksinasi udara cair.

Sebagai informasi, atmosfer Mars mengandung 1,6% Ar-40 dan 5 ppm Ar-36.

Dalam atmosfer bumi, Ar-39 tercipta oleh aktivitas sinar kosmik. Dalam lingkungan bawah
permukaan, argon dihasilkan melalui penangkapan neutron oleh K-39 atau emisi alpha oleh
kalsium.

Argon-37 dihasilkan dari peluruhan kalsium-40, hasil dari ledakan nuklir bawah tanah.

Argon juga hadir dalam sebagian mineral kalium karena peluruhan radioaktif isotop kalium-
40.

Penggunaan Argon

Argon tidak bereaksi dengan filamen bola lampu bahkan pada suhu tinggi, sehingga
digunakan sebagai gas pengisi bola lampu.

Argon juga memiliki nilai penting bagi industri logam dan digunakan sebagai perisai gas
inert dalam arc welding dan pemotongan logam.
Kegunaan lain argon adalah sebagai selimut non-reaktif dalam pembuatan titanium dan unsur
reaktif lainnya, serta sebagai atmosfer pelindung untuk menumbuhkan kristal silikon dan
germanium.

Argon-39 telah digunakan untuk sejumlah aplikasi, terutama ice coring.

Unsur ini digunakan pula dalam scuba diving untuk mengembangkan drysuit karena sifatnya
yang tidak reaktif serta kemampuannya mengisolasi panas.

Argon juga digunakan untuk gas pengisi ban mobil-mobil mewah.

Efek Kesehatan Argon

Argon bisa terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Jika terhirup pada ruangan tertutup, korban
bisa lemas karena kekurangan oksigen akibat didesak oleh argon.

Efek lain yang mungkin timbul saat menghirup argon adalah pusing, sakit kepala, sesak
nafas, mual, muntah, kehilangan kesadaran, dan pada kasus parah mengakibatkan kematian.

Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau kehilangan
kesadaran sehingga mencegah upaya penyelamatan diri.

Dampak Lingkungan Argon

Tidak ada kerusakan ekologis yang diketahui yang disebabkan oleh argon.

Argon merupakan gas yang terjadi secara alami dan akan terlarut dengan cepat di area yang
memiliki ventilasi baik.

Efek dari argon pada tanaman atau hewan belum diketahui. Argon juga diyakini tidak
membahayakan kehidupan air
Kripton (Kr): Fakta, Sifat, Kegunaan
& Efek Kesehatannya

Fakta Singkat Kripton

Nomor atom: 36

Massa atom: 83,80 g/mol

Densitas: 3,73 10-3 g/cm3 pada 20 °C

Titik lebur: -157 °C

Titik didih: -153 °C

Radius Vanderwaals: 0,197 nm

Isotop: 15

Energi ionisasi pertama: 1351 kJ/mol

Energi ionisasi kedua: 2350,4 kJ/mol

Energi ionisasi ketiga: 3565 kJ/mol

Ditemukan oleh: Sir Ramsay pada tahun 1898


Sifat Kimia dan Fisika Kripton
Kripton terdapat di udara dengan konsentrasi sekitar 1 ppm. Gas ini ditandai dengan
spektrum garis-garis cerah hijau dan oranye.

Pada tahun 1960, disepakati secara internasional bahwa satuan dasar panjang, meter,
didefinisikan sebagai 1 m = 1.650.763,73 panjang gelombang (dalam vakum) dari garis
oranye-merah Kr-33.

Dalam kondisi normal, kripton merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, dan berharga
cukup mahal.

Kripton padat berwujud zat kristal putih dengan struktur kubus, seperti pada umumnya “gas
mulia” lainnya.

Senyawa kripton umumnya tidak stabil, kecuali diisolasi dalam matriks pada suhu yang
sangat rendah.

Kripton mungkin merupakan salah satu gas paling langka di atmosfer. Terdapat total lebih
dari 15 miliar ton gas ini di atmosfer dengan sekitar 8 ton per tahun diekstrak melalui udara
cair.

Penggunaan Kripton
Kripton digunakan untuk mengisi bola lampu listrik yang menggunakan campuran kripton
dan argon.

Kripton juga digunakan dalam lampu proyeksi fotografi, dalam lampu energi tinggi seperti
yang digunakan di bandara dan di strobo-lamp karena memiliki respon yang sangat cepat
pada arus listrik.

Campuran isotop stabil dan tidak stabil kripton dihasilkan oleh fisi neutron lambat uranium
dalam reaktor nuklir sebagai Kripron-85, isotop yang paling stabil.

Kripton juga digunakan untuk mendeteksi kebocoran dalam wadah tertutup, untuk
merangsang fosfor dalam sumber cahaya tanpa memerlukan energi dari luar, dan dalam
kedokteran untuk mendeteksi bukaan jantung abnormal.

Efek Kesehatan Kripton


Gas ini bersifat inert dan diklasifikasikan sebagai gas yang menyebabkan sesak nafas ringan.

Inhalasi dalam konsentrasi berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, kehilangan
kesadaran, dan bahkan kematian.
Kematian bisa terjadi akibat kesalahan dalam penilaian, kebingungan, atau kehilangan
kesadaran yang mencegah penyelamatan diri.

Pada konsentrasi oksigen rendah, ketidaksadaran dan kematian dapat terjadi dalam hitungan
detik tanpa peringatan.

Pengaruh gas sesak nafas ringan sebanding dengan sejauh mana kripton mengurangi jumlah
(tekanan parsial) oksigen di udara yang dihirup.

Oksigen dapat berkurang sampai 75% dari persentase normal di udara dan berpotensi
berakibat fatal dalam hitungan menit.

Ketika gas ini mencapai konsentrasi 50%, berbagai gejala mulai terlihat seperti sesak nafas
ringan, pernapasan yang cepat, dan kelaparan udara (air hunger).

Gejala lain meliputi berkurangnya kewaspadaan mental dan terganggunya koordinasi otot.

Dampak Lingkungan Kripton


Kripton adalah gas atmosfer langka, tidak beracun, dan bersifat inert.

Gas pada suhu dingin yang ekstrim (-244 derajat C) akan membekukan organisme saat terjadi
kontak, meskipun hal ini hampir mustahil terjadi secara alami
Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa atom relatif 131,29;
berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak ada rasanya.

Xenon diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk mengisi lampu sorot, dan
lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik gelembung yang dipergunakan oleh ahli fisika
untuk mempelajari partikel sub-atom.

Manfaat Xenon Bagi Kehidupan Manusia

Gas mulia merupakan bagian kecil pada atmosfer yang memiliki kestabilan tinggi serta dapat
ditemukan dalam bentuk monoatomik di alam. Gas mulia pada sistem periodic termasuk pada
golongan VIIIA. Gas mulia tersebut terdiri atas Argon (Ar), Helium (He), Neon (Ne), Kripton ( Kr),
Radon (Rn) serta gas mulia Xenon (Xe). Xenon sendiri adalah salah satu gas mulia yang ditemukan
oleh Sir William Ramsay yang merupakan ahli kimia dan berasal dari Skotlandia dan Morris M.
Travers yang berasal dari Inggris. Xenon ditemukan pada tahun 1898 pada tanggal 12 juli tak lama
setelah penemuan mereka akan unsur- unsur neon dan kripton. Sama seperti kedua unsur neon dan
kripton, xenon ditemukan berasal dari studi udara yang dicairkan. Asal mula nama xenon sendiri
berasal dari bahasa Yunani yang berarti asing. Xenon yang memiliki lambang kimia Xe ini memiliki
nomor atom 54 dan massa atom relative yaitu 131, 29. Salah satu dari anggota gas mulia ini banyak
digunakan pada lingkungan industri kimia dan industri elektronik karena tidak bereaksi dengan
elemen- elemen yang lain.
Kandungan xenon yang dapat ditemukan di bumi kita hanya sedikit bahkan di bagian bumi dengan
udara kering, kandungan xenon hanya terdapat sekitar 0,000008%. Xenon memiliki sifat kimia yang
tidak berbau, tidak berwarna, tidak berwarna dan pada keadaan standar dari gas mulia, xenon ini
tidak bisa dibakar. Unsur ini dapat ditemukan dalam bentuk gas yang oleh mineral air tertentu
dilepaskan. Xenon dihasilkan secara komersial melalui ekstraksi dari udara yang kemudian
dicairkan. Xenon dapat memancarkan cahaya sehingga dapat difungsikan pada lampu yang berguna
untuk membunuh bakteri serta sebagai laser daya ruby. Dengan verat atom Xenon yang tinggi, ion
dari Xenon juga digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin ion eksperimental pada kapal roket
jarak deep space 1.

Adapun manfaat-manfaat xenon ini adalah sebagai berikut :

1. Digunakan dalam alat pemancar


Xenon dapat digunakan ke dalam beragam alat pemancar cahaya seperti pada lampu bacterisida
lampu arc xenon dan lain- lain. Sekarang i i telah banyak sekali ditemukan penjualan produk
HID/xenon yang memungkinkan untuk digunakan pada lampu utama pada mobil- mobil. Hebatnya
lagi produk ini juga dapat digunakan pada lampu rumah. Namun kelemahannya adalah ketika
penggunaan HID/Xenon ini tidak dilakukan dengan benar yaitu dengan mengatur arah sinar lampu
secara tepat, akan terjadi pantulan dari sinar yang tidak diinginkan yaitu reflektor pada arah yang tak
beraturan.

Hal ini tentu dapat menganggu pengendara lain karena silau cahayanya. Bukan hanya menyilaukan
bagi pengendara yang tengah berpapasan melainkan juga pada mobil yang berjalan searah namun
berada tepat di depan mobil kita. Kini xenon telah banyak digunakan untuk membuat lampu dengan
intensitas yang tinggi serta digunakan untuk mengisi lampu sorot.

2. Bagi dunia kedokteran


Dalam dunia kedokteran xenon dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan organ tubuh seperti
paru- paru, jantung serta pada aliran darah.
Radon adalah unsur logam dengan nomor atom 86 dan simbol Rn. Pada tabel periodik unsur, ditemukan di
Golongan 18 dan Periode 6 di sebelah kanan astatin. Radon adalah salah satu gas Mulia, juga disebut gas
inert,
bersama dengan helium, neon, argon, kripton, dan xenon. Namanya berasal dari variasi pada unsur lain,
radium.
Radon, pada satu waktu disebut thoron, sangat radioaktif, dengan waktu paruh pendek. Ia memiliki dua
puluh isotop dikenal, hanya tiga di antaranya terjadi di alam, dan berbagai isotop yang ditemukan oleh para
ilmuwan yang berbeda. Meskipun Ernest Rutherford menemukan Radon-220, penemuan radon-222 oleh
Friedrich Ernst Dorn di Halle, Jerman pada tahun 1900 dihitung oleh beberapa orang sebagai penemuan
resminya. Dorn menyebutnya pancaran radium, dan nama itu, serta simbol Em, yang kadang-kadang
digunakan.
Radon adalah gas inert tidak berwarna secara kimiawi-tidak aktif. Jari-jari atom adalah 1,34 angstrom dan
itu adalah gas yang dikenal terberat – radon adalah sembilan kali lebih padat daripada udara. Karena
merupakan gas atom tunggal (seperti oksigen, O2, yang terdiri dari dua atom) dengan mudah menembus
banyak bahan umum seperti kertas, kulit, plastik kepadatan rendah (seperti tas plastik, dll) sebagian besar
cat, dan bahan bangunan seperti gipsum papan (sheetrock), blok beton, adukan semen, kertas selubung
(tarpaper), panel kayu, dan sebagian isolasi

Manfaat Radon
Radon memiliki sejumlah kegunaan. Hal ini, misalnya, digunakan sebagai sumber neutron dan memiliki
peran dalam memprediksi gempa bumi. Tapi penggunaan utama radon adalah dalam pengobatan
radioterapi untuk kanker. Ini ironis, karena radon adalah penyebab utama kedua kanker paru-paru, serta
menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru yang dapat berkembang menjadi fibrosis paru dan emfisema.
Produksi Radon
Radon tidak diproduksi sebagai produk komersial. Radon adalah gas radioaktif alami dan berasal dari
pemecahan alami (peluruhan radioaktif ) dari uranium. Hal ini biasanya ditemukan dalam batuan beku dan
tanah, tetapi dalam beberapa kasus, air sumur juga dapat menjadi sumber radon.
Ununoktium (eka-radon) merupakan suatu unsur yang dipublikasikan oleh IUPAC pada
tahun 1999. Ununoktium memiliki nomor atom 118 dalam tabel periodik unsur. Unsur ini
memiliki sintetik yang sangat berat. Unsur ini digolongkan dalam unsur golongan gas
mulia, hal ini dikarenakan sifat kimia dari ununoktium memiliki sifat yang sama dengan
golongan gas mulia (Golongan 8).

Ununoktium berasal dari kata uno dan okta. Uno berarti berarti satu, sedangkan okta
berarti delapan. Namun nama ununoktium merupakan nama sementara. Hal ini
disebabkan ununoktium belum terlalu dipublikasikan dan dibuat sintesisnya.
Asal mula ununoktium berawal dari, tahun 1999 oleh ilmuan dari Laboratorium Nasional
Lawrence Berkeley. Namun selang satu tahun kemudian ilmuan tersebut menarik
kembali hasil klaim mereka karena, tidak mampu mengulang proses sintesis atau
pembuatan dari unsur ununoktium tersebut. Pada tahun 2002, unsur ini kembali
diperkenalkan oleh Viktor Ninov. Ada juga ilmuan dari Amerika Serikat ingin memberi
nama Ghiorsium yang berasal dari nama ilmuan itu sendiri yaitu Albert Ghiorso, namun
mereka kembali menarik klaimnya tersebut. Kemudian pada tahun 2006 tepatnya di
California (Amerika Serikat) Physical Review C oleh ilmuan Joint Institute for Nuclear
Research Rusia dan Lawrence Livermore National Laboratory, mereka secara tidak
sengaja menemukan kembali unsur 118 ununoktium melalui peristiwa tumbukan antara
atom-atom kalifornium dengan kalsium. Pada tanggal 14 Oktober 2006 akan
diproyeksikan unsur ununoktim akan dibuat kembali melalui proses sintesis dan
kemungkinan besar nama ununoktium akan diubah menjadi Dubnadium, hal ini
dikarenakan tempat pembuatannya berada di negara Rusia tepatnya di kota Dubna.

Sampai saat ini ununoktium masih belum di temukan di bumi. Ununoktium tidak terjadi
secara alami, belum ditemukan di kerak bumi, sehingga tidak ada alasan untuk
mempertimbangkan bahaya kesehatannya. Ununoktium jika secara alami, itu akan
menjadi sangat radioaktif dan begitu cepat membusuk segera setelah itu diproduksi.
Sebaliknya, hanya dapat ditemukan di laboratorium saja.

Ununoktium belum memiliki kegunaan yang pasti. Hal ini dikarenakan ununoktium
sangat bersifat radio aktif sehingga sangat sulit untuk diproduksi dalam jumlah yang
sangat banyak dan juga ununoktium juga tidak memiliki manfaat yang praktis.
Ununoktium sangat tidak stabil dikarenakan peluruh radioaktifnya setengah dari yang
semula. Kemudian berubah menjadi elemen yang berbeda dalam waktu kurang dari
1/1000 detik. Namun biar pun tidak stabil secara radioaktif, ununoktium tetap di
golongkan dalam gas mulia sehingga berada dibawah unsur radon. Satu-satunya
manfaat dari ununoktium ini hanyalah sebagai riset bagi para ilmuan untuk menguatkan
atau menambah teori mereka mengenai elemen dan atom. Sampai saat ini baru tiga
atom ununoctium yang dibuat oleh para ilmuan sejauh ini.
Walaupun belum diproduksi kembali oleh penemunya, namun hal ini dapat menjadi
motivasi untuk ilmuan yang lainnya untuk membuat unsur ini. Karena unsur ini belum
diuji manfaatnya, hanya sebagi riset bagi para ilmuan. Oleh karena itu, kita sebagai
scientist terutama dibidang kimia harus mempelajari penemuan ini. Karena penemuan
ini merupakan penemuan terbaru. Sehingga harus dipelajari lebih dalam lagi.
Ununoktium ini diharapkan memiliki banyak manfaat di dalam kehidupan sehari-hari dan
hanya sedikit dampak negatif yang ada dalam unsur ini.