Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI TUMBUHAN
“FOTOSINTESIS (UJI SACHS)”

Oleh:

MARNI
NIM. D1D1 16054
KELAS: A

JURUSAN ILMU TANAH


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fotosintesis pada dasarnya merupakan proses penyusunan zat dengan


menggunakan energi matahari. Matahari sebagai sumber energi utama bagi
kehidupan di Bumi. Namun tidak semua organisma mampu secara langsung
menggunakannya. Hanya golongan tumbuhan dan beberapa jenis bakteri saja
yang mampu menangkap energi matahari dan menggunakannya untuk proses
penyusunan zat. Proses inilah yang kemudian disebut fotosintesis. Melalui
fotosintesis, tumbuhan menyusun zat makanan berupa zat gula. Karena
kemampuan menyusun makanannya sendiri inilah, tumbuhan disebut organisma
ototrof. Tumbuhan disebut pula sebagai organisma produsen. Suatu ciri hidup
yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam
menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta di
asimilasi dalam tubuh tumbuhan. Proses ini disebut fotosintesis.Fotosintesis
atau asimilasi karbon adalah proses pengubahan zat-zat anorganik H2O
dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya
Jean Senebier menemukan bahwa CO2 juga dibutuhkan untuk
fotosintesis. Peneliti lain, ahli kimia dan ahli fisiologi Swiss yaitu Nicholas de
Saussure (1804) menunjukkan bahwa tanaman tumbuh dari air dan CO2 yang
diserapnya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai
klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari
(Kimball, 2002). Secara sederhana, keseluruhan proses kimia dalam fotosintesis
adalah sebagai berikut: 6CO2 + 12H2O + Energi Cahaya C6H12O6 +6O2
+6H2O.
Dalam fotosintesis, dengan bantuan sinar matahari, karbon dioksida dan
air diubah menjadi gula/amilum dan berlangsung di stroma. Di dalam organel
tersebut, sekelompok pigmen pengabsorpsi energi cahaya matahari menggunakan
energi tersebut dalam sintesis glukosa dari karbon dioksida dan air. Sebagai hasil
samping dari fotosintesis, dilepaskan oksigen.
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan
amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian
dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan ke
dalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru
kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya
amilum
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dalam praktikum ini yaitu untuk mengetahui hasil sintesis
fotosintesis berupa karbohidrat.
Kegunaan dalam praktikum ini yaitu agar mahasiswa mengetahui hasil
sintesis fotosintesis berupa karbohidrat.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Karotenoid adalah molekul pikmen yang bertanggung jawab terhadap
warna merah, kuning dan oranye pada daun, bunga dan buah. Ciri fisis karotenoid
yang menentukan wama pikmen berkaitan dengan jumlah ikatan rangkap (C = C)
yang berturutan. Jumlah ikatan rangkap ini menentukan bentang interaksi
elektromagnetik karotenoid yang dicirikan oleh spektrum serap. Pada fotosintesis,
karotenoid menjalankan fungsi utama yaitu light-harvesting. Pada proses light-
harvesting ini energy matahari diserap oleh karotenoid dalam bentuk energi
eksitasi singlet yang selanjutnya digunakan untuk memulai proses reaksi kimia
berantai (Ferdy Semuel, 2009).
Reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul karobondioksida
dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk
dirubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah
molekul yang dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya
tersimpan hasil konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia
penyusun molekul tersebut. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya
digunakan bersama elemen-elemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa
kimia lain yang sangat penting bagi organisme tersebut, seperti DNA, protein,
gula dan lemak. Selain itu, organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang
tersimpan dalam ikatan kimia di antara atom-atom penyusun glukosa sebagai
sumber energi dalam proses-proses di dalam tubuh (Stone, 2007).
BAB 3. METODOLOGI
3.1 Alat dan Bahan
Alat yang di gunakan dalam praktikum ini yaitu hot plate, beaker glass 10
ml, pipet tetes, pingset, pistil dan alu .
Bahan yang di gunakan dalam praktikum yaitu daun berwarna daun hijau
tua, lugol, alumenium foil, kertas, perekat, saring, aquades dan etanol 96%.
3.2 Tempat dan Waktu
Kegiatan praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit
Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo. pada hari Selasa, 02
Oktober 2017 pukul 13:00-15:00 WITA.
3.3 Prosedur Kerja
1. Mencari tanaman yang mudah terpapar cahaya matahari. Ambil potongan
alumenium foil sebesar 3x3 cm, menempelkan pada permukaan daun selama 24
jam (lakukan pada 3 tanaman berbeda).
2. Memotong daun selanjutnya di lapisi dengan kertas saring, lalu memarkan
menggunakan mortal secara perlahan.
3. Mereebus daun hingga berwarna putih ( bagian berwarna hijau hilang total).
4. Mengangkat dan meniriskan, lalu di tetesi dengan larutan lugol.
5. Mengamati perubahan warna yang terjadi.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Hasil pengamatan pada praktikum fotosintesis (uji cashs) di sajikan pada
tabel berikut:
- Gambar 1 daun yang di beri alumenium

- Gambar 2 daun ternaungi


4.2 PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan Gambar 1 di atas dapat di jelaskan bahwa, daun
yang sebagian di beri alumenium tidak memiliki karbohidrat karena tidak
mengalami proses fotosintes. Ada perbedaan antara permukaan daun yang ditutup
aluminium foil dengan yang tidak ditutup. Setelah ditetesi larutan iodium, pada
bagian permukaan daun yang terbuka tampak berubah menjadi biru kehitaman. Ini
menandakan pada bagian tersebut terdapat amilum yang merupakan hasil
fotosintesis. Sedangkan bagian permukaan yang tertutup tampak berwarna pucat.
Ini menandakan pada bagian tersebut tidak terdapat amilum karena tidak
berlangsung fotosintesis atau tidak menghasilkan karbohidrat.
Daun dimasukkan ke dalam air panas adalah untuk menonaktifkan (memfiksasi)
membuat daun tidak beraktifitasselnya namun sel dalam kondisi seperti hidup.
Pengamatan gambar 2 daun yang ternaungi setelah di teteskan larutan
iodine. Hasil percobaan menunjukkan sedikit memiliki karbohidrat karena sedikit
pula yang menyerap energi.
BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Bedasarkan gambar di atas dapat di simpulkan bahwa, fotosintesis sangat
memerlukan cahaya, buktinya bagian daun yang terbuka terkena cahaya matahari
langsung terbentuk amilum dari hasil fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan
amilum, buktinya bagian daun yang ditutup aluminium foil (tidak terkena cahaya)
berwarna pucat / tidak mengandung amilum karena tidak berlangsung fotosintesis.
Proses fotosintesis menghasilkan amilum. Ini bisa diketahui ketika permukaan
daun yang terkena cahaya ditetesi larutan iodium warnyanya berubah menjadi biru
kehitaman (iodium + amilum menghasilkan biru kehitaman). Bagian daun yang
tidak terkena cahaya tidak melakukan fotosintesis, sehingga tidak membentuk
amilum. Sedangkan daun yang ternaungi hanya sedikit menyerap energi cahaya.
5.2 Saran
Saran saya, dalam kegiatan praktikum ini larutannya di buat 1 minggu
sebelum praktikum agar tidak kentara warna daun yang telah di tempelkan
alumenium foil sehingga proses praktikum berjalan dengan cepat proses
praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Semue Ferdy, 2009 . Interaksi Elektromagnetik - Karotenoid pada Fotosintesis.
Jurnal Fisik., No. 40, Vol. XIII: 34-40.

Stone, 2007. Reaksi Fotosisintesis. Akademik: Jakarta.