Anda di halaman 1dari 8

TUGAS LAPORAN KALOR JENIS

FISIKA DASAR 2

NAMA ANGGOTA NIM

Wahyudi Yahya 1401215

Amos Sitinjak 1401127

Indah Agus Puspasari 1401462

Hapin Karendra 1501086

Tri Juny Saputra 1501161

Lalu Riska Pratama 1501392

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI


TEKNIK PERMINYAKAN KONSENTRASI TEKNIK INDUTRI
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum

1.2 Latar Belakang

Kalor merupakan bentuk energi yang paling banyak dijumpai. Hampir seluruh aspek
kehidupan manusia melibatkan energi kalor. Menurut Campbel (2003) matahari sebagai sumber
energi utama di bumi memberikan sumbangsih energi kalor terbesar yang dimanfaatkan
manusia secara langsung dan tidak langsung sebagai contoh tumbuhan memanfaatkan cahaya
dalam fotosintesis dan manusia memanfaatkan tumbuhan. Selain dari pemanfaatan energi pada
makhluk hidup, kehidupan manusia tidak jauh dari pemanfaatan bentuk energi panas seperti
pada mesin motor, penguapan oleh matahari dan pemanfaatan energi nuklir untuk
menggerakkan uap panas pada turbin PLTN.

Pada proses pemanfaatan energi panas, fluida dalam bentuk zat cair adalah zat yang
paling banyak dimanfaatkan. Dahlan (2015) menjelaskan bahwa pemanfaatan fluida digunakan
sebagai aspek utama seperti pada penggerak turbin pada pembangkit listrik tenaga nuklir dan
pembangkit listrik tenaga panas bumi ataupun sebagai alat bantu pendikit yang menyerap panas
berlebih dengan baik. Dalam upaya penggunaan zat cair, tentunya dibutuhkan informasi
mengenai karakteristik air serta kaitannya terhadap seluruh aspek yang bersentuhan langsung
pada saat proses pemanfaatannya seperti sifat korosif, titik didih, titik beku dan kalor jenis.

BAB II
DASAR TEORI

Kalori didefinisikan sebagai energy yang dipindahkan karena perbedaan temperature.


Satuan kalor adalah kalori atau juga menggunakan satuan energy pada umumnya yaitu joule ( 1
kalori = 4,186 joule). Sedangkan 1 kalori adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk
menaikkan temperature 1 gram air sebanyak 10C.

Kuantitas kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan temperature suatu benda tergantung
pada massa dan jenis benda tersebut. Perbandingan antara banyaknya kalor (ΔQ) yang
dibutuhkan oleh benda untuk menaikkan temperature sebesar ΔT disebut kapasitor kalor (C),
secara metematis dituliskan sebagai :

ΔQ
C=
ΔT
(1)

Karakteristik dari bahan yang membentuk benda dicirikan oleh kapasitas kalor persatuan
massa yang disebut kalor jenis (c) bahan tersebut.

C ΔQ
C= = (2)
m ΔT

Jadi kalor yang dibutuhkan oleh benda bermassa m yang mempunyai kalor jenis c untuk
menaikkan temperature sebesar ΔT ( Persamaan jenis kalor) adalah :

Q = m c ∆T (3)

Keterangan :

Q = banyaknya kalor (J)

c = kalor jenis ( J / kg °C)

m = massa zat (kg)

∆T= perubahan suhu (°C)

Alat yang digunakan untuk mrnentukan kalor jenis suatu bahan adalah kalorimeter.
Jika dua system yang berbeda temperaturnya dihubungkan maka akan terjadi
perpindahan kalor dari system bertemperatur tinggi ke system bertemperatur rendah sampai
tercapai kesetimbangan kalor. Menurut asas Black, “ Kalor yan dilepas sama dengan kalor yang
diserap” atau dapat ditulis:
Qlepas = Qserap

(4)
Dari persamaan (4) dapat diturunkan persamaan untuk menentukan kalor jenis bahan
(dari percobaan yang akan dilakukan), yaitu :

( mαCα + mk Ck+ mpCp+ ρth Vth ) (T −T 1)


Cx=
mx (T 2−T )

Dimana :
Cx : kalor jenis bahan yang dicari
C α : kalor jenis air
Ck : kalor jenis calorimeter
C p : kalor jenis pengaduk
ρth : massa jenis thermometer
V th : Volume thermometer yang dicelup air
m x : massa bahan yang dicari
ma : massa air
mk : massa calorimeter
T : temperature setimbang (konstan)
T1 : temperature awal air dalam calorimeter
T2 : temperature awal bahan yang dipanaskan

Berikut diberikan kalor jenis untuk beberapa bahan pada 1 atm dan 20 0C :

Bahan Kalor jenis (kal/groC)


Air 1,000
Gelas / Kaca 0,199
Besi, Baja 0,113
Kuningan, Tembaga 0,094
Alumunium 0,217
BAB III

METODE PERCOBAAN

A. Prinsip Percobaan
Secara garis besar, data-data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut :
massa calorimeter. Massa pengaduk, massa air, massa bahan yang akan ditentukan
kalor jenisnya, temperature awal air dalam calorimeter, temperature awal bahan
yang dipanaskan dan temperature akhir calorimeter yang telah dimasukkan bahan
kedalamnya dan diaduk perlahan-lahan hingga temperaturnya konstan.

B. Tatalaksana Percobaan
1. Ambillah sejumlah bahan yang akan ditentukan kalor jenisnya, timbang dan
masukkan ke dalam pemanas.
2. Timbanglah calorimeter kosong dan pengadukanya seteliti mungkin perhatikan
apakah bahan pengaduk sama dengan bahan calorimeter. Jika tidak sama harus
ditimbang terpisah.
3. Isikan air ke dalam calorimeter hingga mencapai kurang lebih ½ volumenya.
4. Timbanglah calorimeter (plus pengaduk) yang telah berisi air (untuk mengetahui
massa air).
5. Tutup calorimeter dan masukkan thermometer ke dalam calorimeter (hanya ujung
thermometer saja yang terendam ke dalam air, jangan terlalu dekat ke dasar
bejana). Kemudian setelah beberapa saat catat temperaturnya (T1).
6. Setelah bahan yang dipanaskan cukup lama ( ± 15 menit, atau suhu telah mencapai
kurang lebih 800 C), bacalah temperature pemanas (T2).
7. Lalu ambillah bahan dari pemanas dan masukkan kedalam calorimeter yang berisi air
tadi, tutup perlahan-lahan dan masukkan thermometer kembali dengan hati-hati.
8. Sambil mengaduk calorimeter perlahan-lahan, bacalah temperature setia ½ menit, dan
hentikan pembacaan setelah temperaturnya konstan ( sama dalam 3x pembacaan).
9. Angkatlah thermometer dan perhatikan batas bagian thermometer yang tercelup dalam
aia, kemudian masukkan ke dalam gelas ukur yang berisi untuk mengetahui volumenya.

C. Analisis
1. Turunkan persamaan (5) tentukan kalor jenis bahan (Cx).
2. Tentukan pula kapasitas kalor calorimeter (Ck) dengan menggunakan persamaan (2).

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Turunkan persamaan (5) dengan menggunakan asas Black ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kalor yang diserap dan kalor yang dilepaskan oleh
suatu bahan ?
3. Apa yang dimaksud dengan bejana adiabatic ?

BAB V

PENUTUP
BAB VI

LAMPIRAN